Karhutla
Sorotan terbaru dari Tag # Karhutla
Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, PT PSG Hibahkan Mesin Pemadam ke Polsek Kateman
Sambu Guntung (PT PSG) serahkan bantuan berupa satu unit mesin pemadam kebakaran kepada Polsek Kateman sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (22/7). Serah terima bantuan berlangsung di Markas Polsek Kateman sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Kateman Kompol Bachtiar, S.H., M.H. beserta jajaran personel, serta perwakilan PT PSG yang diwakili Humas Kahar MZ bersama staf perusahaan. Di kegiatan pemberian hibah tersebut, PT PSG serahkan satu unit mesin pemadam kebakaran merek Honda, enam gulung selang pemadam, satu selang hisap, dan satu nozzle. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan personel Polsek Kateman dalam merespons potensi kebakaran, terutama saat memasuki musim kemarau. Kapolsek Kateman, Kompol Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PT PSG. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara dunia usaha dan kepolisian dalam menjaga wilayah Kateman dari ancaman karhutla. "Ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan perusahaan. Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT PSG dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kecamatan Kateman. Bantuan ini tentu akan meningkatkan kesiapsiagaan personel saat menghadapi situasi darurat," ujar Bachtiar. Sedang, Humas PT PSG, Kahar MZ, mengatakan penyerahan bantuan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pemerintah dan kepolisian dalam menjaga lingkungan serta meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah operasional perusahaan maupun masyarakat sekitar. "Melalui bantuan ini kami berharap koordinasi dan kerja sama dengan Polsek Kateman semakin kuat, sehingga langkah-langkah pencegahan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif," ucap Kahar. Selain serah terima bantuan, kedua pihak juga membahas penguatan koordinasi dalam pelaksanaan patroli terpadu, kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, serta langkah-langkah antisipasi menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara Polsek Kateman dan PT PSG diharapkan terus berlanjut guna mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan di Kecamatan Kateman.
Flag Off Riau Bhayangkara Run 2026: Irjen Pol Herry: Riau Melawan Karhutla
Pekanbaru, katakabar.com - Event lari terbesar se Sumatra, Riau Bhayangkara Run 2026 resmi dibuka, Minggu (19/7) pagi. Acara dibuka dengan flag off dilakukan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan Kajati Riau, I Dewa Gede Wirajana. Flag off dilaksanakan pada pukul 05.30 WIB untuk kategori half marathon (21K), dan pukul 06.00 WIB untuk kategori 5K dan 10K dengan garis start dan finish di depan Mapolda Riau. Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjut dengan pembacaan safety driving race direction. Turut hadir di lokasi, Wakapolda Riau, Brigjen Hengki Haryadi, serta para pejabat utama Polda Riau, dan juga Karorena Polda Riau, Kombes Daniel Widya Mucharam selaku Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, dan juga para runners yang hadir di Riau Bhayangkara Run 2026. Ia mengatakan RBR 2026 ini bukan sekadar ajang lari, tetapi gerakan nyata untuk menumbuhkan komitmen dalam upaya pelestarian lingkungan di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Riau. "Saat ini kita hadir bersama dalam rangka merayakan Hari Bhayangkara ke 80. Polri bersama Masyarakat, sekaligus usung tema 'Riau Melawan Karhutla'. Sekaligus mengusung tema gajah, harimau, dan ekosistem yang ada di Provinsi Riau ini harus kita jaga dengan baik. Pagi ini kita menumbuhkan komitmen dalam kebersamaan, dalam suasana sehat," jelas Kapolda. Kapolda mengajak seluruh runners untuk menjaga alam dan lingkungan, termasuk gajah dan harimau Sumatra. "Jika kita menjaga alam, maka alam menjaga kita. Buktinya tadi malam Kota Pekanbaru dibasahi hujan dan pagi ini kita menghirup )2 yang banyak," imbuhnya. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, ucapkan terima kasih kepada Kapolda Riau atas terlaksananya kegiatan Riau Bhayangkara Run 2026 ini. "Kita merayakan Riau Bhayangkara Run dengan tema 'Riau Melawan Karhutla', ini bukti nyata kita pada pagi hari ini, kita melawan terhadap kebakaran hutan dan lahan," kata SF Hariyanto Lepas sambutan singkat dari Plt Gubernur Riau, Riau Bhayangkara Run 2026 dimulai flag off yang dilakukan oleh Kapolda Riau, Plt Gubernur Riau, dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai. Riau Bhayangkara Run 2026 ini diikuti oleh 15.000 pelari yang tak hanya datang dari berbagai wilayah Indonesia tetapi juga dari mancanegara. Ada tiga kategori lari yang dilombakan, yakni half marathon (21) yang diikuti oleh 2.511 peserta, 10K sebanyak 5.000 peserta, dan 5K sebanyak 7.569 peserta. Penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026 kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana tahun ini, para peserta mendapatkan merchandise berupa boneka anak gajah Nona Seroja yang membawa bibit pohon. Harapannya, bibit pohon itu dibawa pulang para peserta lari untuk ditanam demi kelangsungan generasi muda yang akan datang. Usung tema 'Run with Purpose, Move Forward with Riau', agenda tahunan yang diselenggarakan Polda Riau ini menjadi momentum untuk membangun human solidarity dan environmental ethics di kalangan masyarakat. Di tengah ancaman kemarau panjang, Riau Bhayangkara Run 2026 akan menjadi motor penggerak untuk menyelamatkan Bumi Lancang Kuning dari ancaman karhutla. Provinsi Riau dan karhutla adalah dua hal yang akrab dengan kabut asap. Melalui RBR 2026, Polda Riau mencoba mendobrak stigma tersebut dengan mengawinkan olahraga massal dan pendekatan Green Policing. "Saya tegaskan bumi ini hanya satu dan kita wajib menjaganya demi keberlanjutan masa depan generasi penerus bangsa," tetang Kapolda Riau, melalui keterangannya, Kamis (16/7) lalu. Mengubah Budaya Lewat Green Policing Green Policing yang diusung pada event ini menekankan penegakan hukum tidak lagi hanya berfokus pada keadilan antarmanusia, melainkan juga keadilan bagi alam. Polda Riau menyadari bahwa memadamkan api di lahan gambut adalah hilir dari masalah, hulunya adalah mengubah pola pikir (mindset) masyarakat. Melalui RBR 2026, pesan menjaga ekosistem disuarakan dengan lantang. Edukasi lingkungan ditargetkan secara masif, mulai dari generasi muda, pelajar, hingga para pencinta olahraga dari berbagai penjuru Nusantara dan mancanegara. Tujuannya satu, yakni membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan dan mencegah karhutla adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas pemadam kebakaran dan aparat. "Alam ini bukan warisan yang bebas kita habiskan, melainkan titipan yang wajib kita jaga dan rawat untuk generasi mendatang," tegas jenderal lulusan AKPOL 96 ini.
Terjun Padamkan Karhutla di Jalan Tegar Pematang Pudu, Ini Petuah Camat Mandau
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi, diwakili Kasi Trantib Kecamatan Mandau, Albert Wannery, S.Tr.IP., bersama Lurah Pematang Pudu ,Muhammad Vicky,S.STP.,M.Si., lihat sekaligus terjun padamkan Karhutla yang terjadi di kawasan Jalan Tegar Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau, Senin (16/7) kemarin. Kasi Trantib Kecamatan Mandau, Albert Wannery, S.Tr.IP., berpesan kepada seluruh petugas, meliputi Kapolsek dan jajaran, Danramil dan jajaran, Satpol PP, BPBD, serta bantuan tiga unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Riau dan masyarakat setempat untuk guna memastikan api tersebut benar-benar padam, mengingat kawasan yang terbakar adalah lahan gambut. Seraya menggunakan perlengkapan khusus Kasi Trantib Kecamatan Mandau bersama Lurah Pematang Pudu, turun tangan ikut membantu petugas memadamkan lokasi yang diduga masih berapi, dengan menyemprotkan air dari selang besar.
Kapolda Riau Seru Masyarakat Lawan Karhutla Lewat Riau Bhayangkara Run 2026
Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 sempena sambut Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026. Ajang lari terbesar di Pulau Sumatera ini tidak hanya menjadi kegiatan olahraga semata, tetapi membawa misi lingkungan, yakni mengajak masyarakat bersama-sama melawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengatakan melalui agenda Road to Riau Bhayangkara Run 2026, pihaknya ingin menjadikan setiap langkah peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dan melestarikan ekosistem di Bumi Lancang Kuning. "Melalui kegiatan ini, kita ingin satukan seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi melawan karhutla sekaligus menjaga kelestarian alam dan satwa endemik Riau," kata Irjen Herry Heryawan di Pekanbaru, Minggu (21/6). Menurut Kapolda, tahun 2026 diprediksi menjadi tantangan berat bagi sektor lingkungan. Berdasarkan data BMKG, Riau saat ini memasuki siklus cuaca ekstrem 30 tahunan, serupa dengan fenomena yang pernah terjadi pada 1997 lalu. Lantaran itu, Polda Riau mengajak masyarakat mengubah pola pikir dalam menjaga lingkungan melalui kampanye positif yang diusung dalam RBR 2026. "Dengan berlari, kita ingin menggaungkan pesan bahwa menjaga alam dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kita satukan langkah dan rapatkan barisan untuk menanamkan upaya kolaboratif. Ini adalah langkah untuk mengubah mindset masyarakat agar selalu melindungi alam, menjaga ekosistem, termasuk melindungi satwa liar seperti gajah dan harimau Sumatera," jelasnya. Kapolda menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam penyelenggaraan Road to Riau Bhayangkara Run 2026. Pertama, mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanganan dini karhutla melalui pendekatan olahraga dan edukasi. Kedua, kegiatan ini juga menjadi sarana kampanye konservasi satwa liar. Polda Riau mengajak masyarakat menjaga habitat gajah Sumatera, harimau Sumatera, serta berbagai fauna lainnya agar terhindar dari ancaman kerusakan hutan maupun perburuan. Selain itu, RBR 2026 juga mendapat sambutan positif dari kalangan penyandang disabilitas. Sejumlah peserta difabel telah mendaftar untuk ikut memeriahkan event tersebut. Menanggapi aspirasi terkait pembentukan kategori khusus bagi pelari difabel, Kapolda menyebutkan hal itu belum dapat direalisasikan pada tahun ini karena masih memerlukan persiapan sarana dan standardisasi jalur yang aman. "Bagi rekan-rekan difabel yang sudah mendaftar, silakan ikut berlari bersama di rute umum. Nanti akan ada pengawasan dan saling menjaga dari panitia maupun peserta lain karena mereka adalah prioritas. Insya Allah, sarana dan jalur khusus difabel akan kita siapkan secara matang untuk tahun depan," jelasnya. Di akhir penyampaiannya, Kapolda mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam pergelaran Riau Bhayangkara Run 2026. Ia berharap, melalui kolaborasi dan doa bersama, Provinsi Riau dapat melewati tahun ini dengan aman serta terhindar dari bencana kabut asap. Di kegiatan tersebut hadir Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, para pejabat utama Polda Riau, serta Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Cindy Monica Salsabila Setiawan.
Bersama Polsek Kerumutan PT SLS Cek Kesiapan Alat Pemadam Hadapi Ancaman Karhutla
Pelalawan, katakabar.com - Menghadapi potensi musim kemarau dan dampak fenomena El Nino yang berisiko meningkatkan kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), PT Sari Lembah Subur (SLS) bersama Polsek Kerumutan melaksanakan verifikasi sarana dan prasarana (Sarpras) pemadam kebakaran, Selasa (19/5) lalu. Kegiatan verifikasi tahunan ini langkah strategis untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi potensi bencana, sekaligus mempererat sinergi antara dunia usaha dan aparat keamanan dalam upaya pencegahan dini di wilayah Kecamatan Kerumutan. Kapolsek Kerumutan, Budi Santoso, menegaskan pengecekan ini merupakan agenda rutin yang wajib dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas proteksi kebakaran berada dalam kondisi prima dan siap operasional. "Kegiatan ini rutin kami laksanakan untuk memastikan fasilitas proteksi kebakaran di PT SLS tetap berfungsi dengan baik dan siap digunakan sewaktu-waktu. Hasil inspeksi ini juga menjadi dasar evaluasi dan peningkatan sistem proteksi ke depan," kata Budi. Ia menekankan kesiapsiagaan menghadapi potensi El Nino harus dilakukan secara serius dan tidak boleh hanya menjadi formalitas semata. Seluruh pihak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipatif sejak dini. "Persiapan harus dilakukan sejak awal dan tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Semua pihak harus benar-benar siap dan waspada terhadap kondisi yang sedang maupun akan terjadi," tegasnya. Tidak berhenti pada internal perusahaan, Kapolsek juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap bahaya Karhutla. Rincian Pemeriksaan Ketika verifikasi tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh yang mencakup sistem deteksi dini, perlengkapan individu dan regu pemadam, pompa air, peralatan tangan, sarana komunikasi, transportasi operasional, hingga kesiapan sarana pendukung lainnya. Seluruh proses mengacu pada regulasi pencegahan Karhutla, dan standar pembukaan lahan tanpa bakar. Sementara, Manajemen PT SLS, Ginanjar Maolid, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang dilakukan Polsek Kerumutan. "Kami sangat menyambut baik verifikasi rutin ini. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan PT SLS menghadapi potensi kebakaran, khususnya memasuki musim kemarau," ucap Ginanjar. Asisten Fire Protection PT SLS, Tofan Hidayat, menimpali pihaknya terus memperkuat sistem mitigasi secara berkelanjutan melalui kesiapan peralatan, sumber daya manusia, dan patroli terpadu. Perusahaan secara konsisten menerapkan zero burning policy dan mengedepankan langkah preventif melalui patroli rutin, pemantauan titik api, pelatihan tim tanggap darurat, hingga kolaborasi aktif bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya demi terciptanya lingkungan yang aman dan berkelanjutan.
AKBP Sepuh Pastikan 'Sikat' Pelaku Karhutla di Siak, Tanpa Pandang Bulu!
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar memastikan bakal menindak tegas pelaku pembakar Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Siak, Riau.
Perkuat Sinergi Mitigasi di Riau, PHR Tegaskan Kesiagaan Obvitnas dan Karhutla
Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tegaskan kesiagaan penuh mengamankan kelancaran operasional Objek Vital Nasional (Obvitnas) dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Komitmen ini dibuktikan melalui peran aktif perusahaan sebagai tuan rumah Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Lahan di Lapangan Upacara Rumbai, Sabtu (25/4). General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyatakan stabilitas ekosistem lingkungan merupakan fondasi penting bagi keandalan produksi migas nasional. Ancaman Karhutla risiko operasional nyata berdampak langsung pada keandalan infrastruktur energi nasional dan keselamatan publik. "Penurunan visibilitas, gangguan kesehatan pekerja, serta ancaman terhadap keselamatan masyarakat sekitar risiko yang wajib kami mitigasi secara komprehensif sejak fase awal. Kesiagaan personel Fire Brigade dan formasi armada alat berat kami di lapangan hari ini merepresentasikan ketegasan PHR dalam melindungi aset negara sekaligus mengamankan ruang hidup masyarakat," tegas Andre. Kesiapan infrastruktur mitigasi di tingkat korporasi ini sejalan dengan strategi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merespons tantangan hidrometeorologis tahun 2026. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, yang bertindak langsung sebagai Pembina Apel, menekankan fokus pemerintah pada aktivasi early fire response (respons dini tingkat tapak). KLH/ BPLH mengapresiasi gelar kesiapan armada dan personel Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla di Lapangan Sanggar, PH Rumbai. Kesiapsiagaan sejak dini kata Hanif, sangat penting untuk menekan potensi terjadinya Karhutla terutama di wilayah rawan yang memiliki lahan gambut luas. "Pengendalian Karhutla mewajibkan sinergi lintas sektor secara terpadu. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dunia usaha adalah kunci utama mewujudkan lingkungan yang aman, bebas Karhutla, demi keberlanjutan ekosistem, serta kesehatan masyarakat luas," ucap Hanif di hadapan ratusan personel. Keterlibatan PHR dalam penanggulangan bencana lingkungan mencakup pelaksanaan protokol preventif ketat di area konsesi dan tindakan responsif pada eskalasi regional. Di periode siaga Idul Fitri 1447 Hijriah lalu, tim penanggulangan kebakaran PHR langsung diterjunkan untuk memberikan dukungan taktis pada operasi pemadaman Karhutla di wilayah Dumai. Di misi tersebut, PHR mengerahkan bantuan peralatan taktis dan personel guna membantu Satgas Gabungan (TNI, Polri, dan Manggala Agni) melokalisasi titik api di lahan gambut. Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 ini melibatkan lebih dari 500 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta perwakilan lintas korporasi. Kolaborasi masif ini menjadi bentuk validasi kesiapan Provinsi Riau dalam mengamankan ruang wilayahnya dari potensi anomali cuaca ekstrem tahun ini.
Polres Bengkalis Gercep Amankan Pelaku Karhutla
Bengkalis, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis, lewat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) resmi tetapkan satu orang tersangka kasus tindak pidana kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Selasa (7/4). Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Bengkalis, Yohn Mabel, menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah melalui serangkaian proses penyelidikan dan gelar perkara yang dilaksanakan sekitar pukul 23.50 WIB malam. "Tersangka yang diamankan berinisial DW 44 tahun, seorang buruh harian lepas, warga setempat. Ia diduga kuat melakukan pembakaran lahan di Jalan Kelapa Sari, Dusun Kelapa Sari, Desa Pedekik. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIB di lahan gambut dengan luas terbakar sekitar 0,5 hektare. Dari hasil penyelidikan di lapangan, kebakaran diketahui bermula dari aktivitas pembakaran yang dilakukan oleh tersangka. “Pengungkapan kasus ini berawal dari terdeteksinya titik panas (hotspot) melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning. Tim Satreskrim yang turun ke lokasi menemukan adanya kepulan asap dan langsung melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara,” jelas Kasat Reskrim. Saat berada di lokasi, kata Iptu Yohn Mabel, petugas mendapati seorang pria yang kemudian mengakui telah melakukan pembakaran lahan. Petugas pun langsung mengamankan yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Bengkalis. "Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, barang bukti, dan pengakuan tersangka, penyidik memperoleh keyakinan yang cukup untuk menetapkan status tersangka terhadap DW," tegasnya. Dalam proses penyidikan, ucapnya, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah korek api gas dan satu buah ember yang diduga digunakan dalam aktivitas pembakaran. "Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 308 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana terkait tindak pidana kebakaran lahan," imbuhnya. Saat ini, Satreskrim Polres Bengkalis terus melengkapi berkas perkara dengan melakukan koordinasi bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU), pemeriksaan saksi ahli, serta pemenuhan administrasi penyidikan lainnya. Polres Bengkalis mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat berujung pada proses hukum. “Penegakan hukum ini merupakan komitmen Polri dalam menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan serta sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Bengkalis,” terangnya. Situasi selama proses penanganan perkara dilaporkan keadaan aman dan terkendali.
Kapolda Riau Pimpin Penanganan Karhutla di Dumai, Pastikan Pemadaman dan Pendinginan Optimal
Dumai, katakabar.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. menunjukkan komitmen kuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan turun langsung ke lokasi terdampak di wilayah Kota Dumai, guna memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan secara optimal. Di kegiatan tersebut, Kapolda Riau tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi terlibat bersama personel gabungan dalam upaya pemadaman api di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap titik api, termasuk yang berada di lapisan bawah lahan gambut, dapat ditangani secara menyeluruh. Penanganan Karhutla melibatkan sinergitas lintas sektor yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya. Seluruh personel bekerja secara terpadu dengan menggunakan peralatan pemadaman guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran. Ia menegaskan upaya pemadaman harus dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan, disertai langkah pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Selain itu, ujarnya, aspek keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. “Laksanakan tugas secara profesional dan utamakan keselamatan. Pastikan seluruh titik api benar-benar padam, termasuk potensi api di bawah permukaan,” tegas Irjen Pol. Dr. Herry. Menurutnya, penting upaya pencegahan melalui patroli terpadu dan peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya Karhutla. Kehadiran Kapolda Riau di lokasi diharapkan mampu meningkatkan semangat dan soliditas personel gabungan, sekaligus memastikan bahwa seluruh rangkaian penanganan karhutla di wilayah Dumai dapat berjalan dengan efektif, tuntas, dan terkendali. Selama kegiatan berlangsung, situasi keadaan aman dan kondusif. Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan hingga dipastikan tidak terdapat lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan.
Siaga Lebaran 2026, Tim Damkar PHR Turut Berjibaku Padamkan Karhutla di Dumai
Dumai, katakabar.com - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) turut berjibaku padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karthutla) yang terjadi di Kota Dumai, Riau, Selasa (24/3). Ketika sebagian besar masyarakat Riau merayakan Lebaran Idulfitri 1447 H bersama keluarga, puluhan kru Pemadam Kebakaran atau Fire Emergency Response Team (FERT) dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru berjibaku dengan asap dan api. Mengesampingkan waktu libur Lebaran 2026, tim ini diterjunkan untuk membantu memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah titik di Kota Dumai. Di momen lebaran ini, tim PHR siaga dalam menghadapi berbagai isu operasional, termasuk kebakaran. Di sana, di tengah kepulan asap yang menyesakkan, nampak barisan pria berseragam merah dengan logo Pertamina Fire Brigade berjibaku melawan lidah api, bersama unsur TNI-Polri, Damkar, Manggala Agni hingga unsur pemerintah daerah lainnya. Aksi ini bagian dari komitmen Siaga Lebaran Pertamina Hulu Rokan untuk memastikan stabilitas dan keamanan lingkungan di sekitar wilayah operasional, sekaligus bentuk solidaritas terhadap tim Satgas Karhutla daerah. Kondisi cuaca panas dan angin kencang di Dumai dalam beberapa hari terakhir memicu munculnya titik api di lahan gambut yang sulit dijangkau. Tim FERT PHR bergerak cepat membawa perlengkapan pemadaman darat guna melakukan penyekatan agar api tidak semakin meluas ke pemukiman warga maupun fasilitas umum. "Kami tidak hanya menjaga obyek vital nasional, tapi juga berkomitmen hadir saat masyarakat membutuhkan, terutama dalam menghadapi ancaman karhutla yang muncul tepat di momen Lebaran ini," ujar GM Zona Rokan, Andre Wijanarko, lewat keterangan resmi diterima katakabar.com, Selasa sore. Data yang dihimpun menunjukkan, Karhutla terpantau membakar sedikitnya ratusan hektare lahan di wilayah Tanjung Palas dan Mundam. Akibatnya, kabut asap pun mulai menyelimuti wilayah tersebut. Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang, sehingga api dengan cepat menyebar ke berbagai titik. Dalam waktu singkat, lahan gambut dan kawasan hutan di dua wilayah tersebut dilahap si jago merah. Selain berdampak pada kesehatan, asap mengganggu jarak pandang, sehingga membahayakan pengendara. Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto mengatakan, petugas hingga kini masih terus berupaya memadamkan api. "Petugas saat ini masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan api. Namun, upaya pemadaman cukup terkendala oleh keterbatasan sumber air dan kondisi cuaca yang panas,” terang Sugiyarto. Sugiyarto mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kabut asap dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker saat beraktivitas guna menghindari gangguan pernapasan. Karakteristik lahan gambut yang tampak padam di permukaan bukan berarti api benar-benar mati. Kondisi ini membuat tim gabungan termasuk kru PHR, BPBD, TNI, dan Polri, harus melakukan teknik cooling (pendinginan) hingga ke lapisan dalam tanah. Meski harus merayakan Lebaran di tengah kepulan asap, semangat para personel gabungan di lapangan tetap tinggi demi memastikan daerah tersebut tetap aman dari kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat Provinsi Riau. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.