PHR Buka Magang Batch 9: Komitmen Kembangkan SDM Unggul Sektor Energi Nasional
Nasional
16 jam yang lalu

PHR Buka Magang Batch 9: Komitmen Kembangkan SDM Unggul Sektor Energi

Jakarta, katakabar.com - Sebagai komitmen perusahaan kembangkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor energi, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) buka lagi Program Magang Kerja Batch 9. Program ini menghadirkan ruang belajar dan pengembangan diri bagi para lulusan terbaik, khususnya putra-putri Riau, untuk berkontribusi dalam perjalanan transformasi energi nasional. Lewat program sudah berjalan sejak 2022 lalu, peserta magang berkesempatan melihat dan terlibat langsung dengan berbagai aktivitas operasional dan bisnis perusahaan. Selama enam bulan masa magang, mereka mendapatkan pengalaman kerja nyata, pendampingan dari para profesional PHR, serta berkesempatan berkontribusi dalam berbagai proyek strategis yang mendukung operasional perusahaan. “Program ini salah satu bentuk investasi perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang relevan, memperluas wawasan peserta mengenai industri hulu migas, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan kompetensi yang dimiliki,” ujar Vice President Human Capital PHR Regional 1 Sumatra, Sanon R.A. Sitanggang, lewat keterangan resmi, Kamis siang. Peserta nanti bakal ditempatkan di berbagai fungsi, mulai dari teknik produksi, geologi, kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSE), keuangan, komunikasi, hingga pengembangan teknologi dan digitalisasi operasional migas. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja profesional. Program magang ini terbuka bagi lulusan D3, D4, dan S1 yang telah menyelesaikan pendidikan dan belum bekerja. Pendaftar berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi minimal Baik Sekali atau setara, serta memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00. Bagi peserta yang lolos nanti akan ditempatkan di seluruh Zona Rokan dan Jakarta, sesuai lokasi pilihan magang. Untuk penempatan di Riau, peserta harus memenuhi minimal salah satu kriteria berikut, yakni lahir di Riau, atau berdomisili di Riau, atau lulusan perguruan tinggi yang berada di wilayah Riau. Sedang, kesempatan magang di Jakarta terbuka bagi pelamar dari seluruh Indonesia. Pendaftaran Program Magang Kerja Batch 9 akan berlangsung pada 15 hingga 19 Juni 2026 melalui laman magangphr.id. Setelah proses pendaftaran, peserta akan mengikuti rangkaian seleksi yang meliputi tes potensi akademik dan wawancara pada periode 21 Juni hingga 10 Juli 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti onboarding dan orientasi pada 31 Agustus 2026 sebelum memulai masa magang pada 1 September 2026. Program berlangsung hingga Februari 2027. Selama mengikuti program, peserta akan memperoleh uang saku, perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikat magang. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, Program Magang Kerja PHR telah melibatkan lebih dari 825 putra-putri Riau dari berbagai disiplin ilmu. Dari delapan batch sebelumnya, para alumni program tersebut kini meniti karier di berbagai perusahaan energi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun membangun usaha secara mandiri. Melalui program ini, PHR terus memperkuat perannya dalam membangun talent pipeline yang berkelanjutan guna mendukung kebutuhan sumber daya manusia sektor energi Indonesia di masa depan. Tentang PT Pertamina Hulu Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Holding PTPN Kembangkan Kawasan Bawang Putih Berbasis Konservasi di Jabar Nasional
Nasional
Senin, 01 Juni 2026 | 08:53 WIB

Holding PTPN Kembangkan Kawasan Bawang Putih Berbasis Konservasi di Jabar

Jawa Barat, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), resmi inisiasi penyiapan lahan strategis untuk budidaya bawang putih di Jawa Barat (Jabar) sebagai langkah konkret mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Inisiatif ini dimulai di Perkebunan Teh Gedeh, Cianjur, sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Pertanian Amran Sulaiman guna memperkuat kedaulatan pangan nasional. Dalam pelaksanaannya, PTPN I menjalankan mandat ganda yang saling terintegrasi, yakni memenuhi target produksi sayuran nasional sekaligus menjaga amanat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memulihkan fungsi ekologis perkebunan teh sebagai benteng kelestarian lingkungan. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna saat meninjau langsung Kebun Gedeh, di pekan kedua Mei 2026 lalu, menegaskan integrasi komoditas tersebut dijalankan dengan perhitungan teknis yang presisi. "PTPN I berkomitmen mengakomodasi program swasembada pangan tanpa sedikit pun mengabaikan aspek konservasi. Tanaman teh tetap menjadi bisnis pokok yang harus terlindungi. Budidaya bawang putih di area ini wajib diikuti dengan pengamanan teknis yang ketat agar areal perkebunan tetap terjaga dari risiko erosi," jata Denaldy di hadapan para petani penggarap. Sebagai tahap awal, ujarnya, PTPN I menyiapkan lahan seluas 3 hingga 200 hektare di Kebun Gedeh dengan agenda groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. Lahan tersebut merupakan area yang masa Perjanjian Kemitraan Masyarakatnya (PMDK) telah berakhir, sehingga kini dioptimalkan untuk mendukung program strategis nasional. Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menimpali pihaknya telah memetakan tujuh unit perkebunan teh di bawah koordinasi Regional 2. Pemetaan dilakukan guna menjawab target kebutuhan lahan dari Kementerian Pertanian yang mencapai 10.000 hektare di wilayah Jawa Barat. "PTPN I menyadari keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kepercayaan masyarakat lokal," ucapnya. Pada  sesi diskusi di lapangan, Ketua Kelompok Tani, Suhendar, memberikan refleksi atas program serupa yang pernah dijalankan pada 2017–2018 sebagai bahan evaluasi bersama. Menanggapi hal tersebut, manajemen memastikan pola kerja sama kali ini akan jauh lebih terukur, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Langkah PTPN I di Kebun Gedeh diharapkan menjadi prototipe bagaimana korporasi negara mampu menyelaraskan kebutuhan pangan nasional dengan upaya menjaga “sabuk hijau” Jawa Barat agar tetap lestari dan bebas dari ancaman bencana alam.

PTPN I Regional 2 Kembangkan 600 Ha Kebun Kopi di Gunung Halu dan Rongga Nasional
Nasional
Sabtu, 08 November 2025 | 16:00 WIB

PTPN I Regional 2 Kembangkan 600 Ha Kebun Kopi di Gunung Halu dan Rongga

keputusan bisnis, tetapi juga bagian dari transformasi berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian industri perkebunan nasional. “Program hilirisasi ini ibarat sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Industri tumbuh, ekonomi daerah bergerak, tenaga kerja terserap, dan kemiskinan berkurang. Inilah semangat PTPN sebagai agent of development dan agent of change yang kami bawa sejak awal berdiri,” sebutnya.

Binus @Malang Kembangkan Inovasi Teknologi Atasi Penyakit dan Hama Apel Manalagi Pendidikan
Pendidikan
Jumat, 31 Oktober 2025 | 11:30 WIB

Binus @Malang Kembangkan Inovasi Teknologi Atasi Penyakit dan Hama Apel Manalagi

Malang, katakabar.com - Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil apel terbesar di Indonesia, terutama varietas Apel Manalagi yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal. Tetapi beberapa tahun terakhir, petani menghadapi tantangan serius akibat meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen, yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta perekonomian daerah. Menanggapi fenomena tersebut, dosen Program Studi Computer Science Binus@Malang, M. Aldiki Febriantono, ST., MT mengambil langkah inovatif melalui kegiatan Inovasi Teknologi untuk Mengatasi Penyakit dan Hama pada Tanaman Apel Manalagi di Kabupaten Malang. "Kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan semangat Digitechpreneur, yaknipenggabungan inovasi digital dan pemecahan masalah nyata di masyarakat melalui pendekatan kewirausahaan dan teknologi," ujarnya. Langkah ini, kata Aldiki, bertujuan untuk mengatasi penurunan hasil panen yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit melalui penerapan teknologi digital berbasis mobile. Dengan adanya solusi ini, petani dapat lebih cepat dan akurat dalam mengidentifikasi penyakit dan hama tanaman, sehingga dapat melakukan tindakan pengendalian yang lebih efektif. "Teknologi ini diharapkan mampu meminimalkan kerugian dan meningkatkan hasil panen apel Manalagi yang berkualitas tinggi," jelasnya. Proses pengembangan ini telah dimulai sejak Januari 2025 melalui forum diskusi grup (FDG) antara Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPELITBANGDA) Kabupaten Malang dan Binus @Malang, kemudian berlanjut pada Agustus 2025 dengan kunjungan lapangan ke kebun apel Manalagi. Di kegiatan ini, tim dosen melakukan observasi langsung terhadap kondisi tanaman, berdialog dengan petani, serta memperkenalkan solusi digital yang diberi nama ManalagiCare. Aplikasi ManalagiCare menjadi hasil nyata dari kolaborasi ini. Aplikasi berbasis mobile ini dirancang khusus untuk membantu petani dalam mengidentifikasi penyakit dan hama tanaman apel secara real-time. Salah satu fitur unggulannya adalah identifikasi visual menggunakan kamera ponsel. Petani cukup mengarahkan kamera ke bagian tanaman yang dicurigai terinfeksi, dan aplikasi akan secara otomatis mendeteksi jenis penyakit atau hama tersebut. Setelah itu, sistem menampilkan informasi diagnostik yang jelas, termasuk jenis penyakit atau hama serta rekomendasi tindakan pengendalian yang sesuai. Dengan dukungan kecerdasan buatan (AI), aplikasi ini terus belajar dari data lapangan untuk meningkatkan akurasi deteksi dan efektivitas saran yang diberikan. Melalui teknologi ini, petani tidak hanya terbantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, tetapi juga mendapatkan akses terhadap informasi yang sebelumnya sulit dijangkau. Selain itu, data yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk memantau pola serangan penyakit dan hama secara lebih luas, sehingga kebijakan pertanian dapat dibuat dengan lebih efektif dan terarah. “Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Melalui pengembangan aplikasi ManalagiCare, kami berharap petani dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan pertanian lokal," ucap Aldiki. Selain memberikan manfaat langsung bagi petani apel Manalagi, inovasi ini juga membuka peluang penelitian lanjutan di bidang agritech, mendorong kolaborasi lintas disiplin antara teknologi informasi dan pertanian, serta memperluas dampak ekonomi daerah.

IPB Kembangkan Inkubator dan Teknologi Murah Lantaran Ekosistem UMKM Sawit Dinilai Masih Rapuh Sawit
Sawit
Minggu, 26 Oktober 2025 | 20:00 WIB

IPB Kembangkan Inkubator dan Teknologi Murah Lantaran Ekosistem UMKM Sawit Dinilai Masih Rapuh

Jakarta, katakabar.com - Pusat Studi SEAFAST Center Institut Pertanian Bogor (IPB) dorong penguatan sekaligus kembangkan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sawit agar sektor ini dapat jadi penggerak ekonomi baru di daerah. Teknologi pembuatan minyak sawit merah, ujar Puspo, bisa diakses UMKM dengan modal sekitar Rp150 juta. “Kalau beli di Alibaba saja sudah bisa dapat mesin untuk menghasilkan minyak sawit merah,” jelas Puspo selepas Workshop Jurnalis Promosi UKM sawit bertajuk “Kolaborasi Media dan Pelaku UKM Sawit untuk Indonesia Emas 2045” di Banten, seperti dilansir Ahaď (26/10). Dijelaskannya, teknologi ini mudah diterapkan dan dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk produksi minyak makan, tetapi berbagai produk turunan seperti sabun, lotion, hingga bahan pangan bernilai tambah tinggi. “Minyak sawit merah ini memiliki kandungan antioksidan tinggi dan terbukti efektif dalam penanganan gizi buruk sebelum menjadi stunting,” terangnya. Hasil kajian SEAFAST IPB menunjukkan, minyak sawit merah mampu membantu pemulihan anak dengan gizi buruk waktu kurang dari delapan minggu. Ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk mengembangkan produk fungsional yang memiliki nilai sosial dan ekonomi sekaligus. Tetapi, Puspo menilai tantangan utama pengembangan UMKM sawit di Indonesia adalah belum terbentuknya ekosistem yang kuat antara pelaku usaha, lembaga riset, investor, dan pasar. Ia mencontohkan, di negara lain UMKM mampu tumbuh cepat karena dukungan angel investor dan jaringan bisnis yang solid. “Di luar negeri, banyak angel investor yang bukan hanya menanam modal, tapi juga membina UMKM. Kalau di Indonesia, itu masih minim,” tuturnya. Menurutnya, pengembangan UMKM sawit memerlukan dukungan program yang berkelanjutan, bukan sekadar penyaluran dana. “Kalau sudah disediakan Rp200 triliun untuk pembiayaan, programnya harus jelas. Bukan hanya dikucurkan, lalu selesai,” tegasnya. Ia menilai keberhasilan UMKM sawit sangat bergantung pada kekuatan jaringan antaraktor di dalam ekosistem. Contohnya, di IPB, beberapa UMKM binaan inkubator bisnis telah berhasil menghasilkan produk turunan sawit seperti gula dari nira, helm dan serat tekstil dari limbah sawit, hingga bahan pangan alternatif. “Kalau inkubator bisnisnya kuat, terhubung dengan investor, pemasaran, dan pasar luar negeri, maka UMKM sawit bisa berkembang pesat,” bebernya. Itu sebabnya, Puspo mendorong agar lebih banyak dibangun inkubator bisnis sawit di berbagai daerah. Ia menilai, kehadiran universitas, perusahaan besar, dan CSR korporasi dapat membantu menyiapkan fasilitas dan pendampingan bagi pelaku UMKM sawit di tingkat lokal. “Tidak semua harus datang jauh-jauh ke IPB. Setiap daerah sebaiknya memiliki inkubator sendiri, dengan standar pengelolaan jaringan yang baik,” ulasnya.

Tim Peneliti USM Indonesia Kembangkan Sistem Pengolahan Limbah Cair Sawit Basis Nanoteknolog dan IoT Sawit
Sawit
Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:00 WIB

Tim Peneliti USM Indonesia Kembangkan Sistem Pengolahan Limbah Cair Sawit Basis Nanoteknolog dan IoT

Medan, katakabar.com - Tim peneliti dari Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, meliputi Dr Ir Vivi Purwandari MSi, Alexander Fernando Kawas Sibero MKom dan Hotromasari Dabukke MSi sukse kembangkan sistem pengolahan limbah cair sawit berbasis nanoteknologi dan Internet of Things (IoT). Lewat Program Hibah Hilirisasi Prototipe yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) melalui Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), inovasi ini dikembangkan. Penelitian dipimpin Dr Vivi Purwandari MSi memanfaatkan nanokomposit hibrida grafena batubara, polianilin (PANI) dan zink oksida (ZnO) sebagai katalis utama dalam sistem fotoelektrokatalisis. Dengan bantuan sumber cahaya buatan berupa lampu LED, sistem ini mampu mempercepat proses degradasi senyawa organik berbahaya dalam limbah sawit tanpa bergantung pada sinar matahari. Keunggulan lain dari inovasi ini adalah integrasi sistem sensor real-time berbasis Arduino R4 WiFi yang dapat memantau parameter kualitas air seperti pH, TDS, COD, BOD dan kekeruhan secara langsung. Terus, data hasil pemantauan dapat diakses melalui dashboard digital, menjadikan sistem ini adaptif dan mudah dikontrol dari jarak jauh. “Teknologi ini dirancang agar ramah lingkungan, efisien dan dapat diterapkan di unit pengolahan limbah skala kecil hingga menengah,” kata Dr. Vivi Purwandari MSi., dilansir dari laman Sumutpos.jawapos.com, Selasa (7/10). Menurut Dr. Vivi, pemanfaatan grafena dari batubara lokal menjadi langkah strategis mendukung kemandirian material nasional dan konsep ekonomi hijau. Program hibah hilirisasi ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan riset terapan di Provinsi Sumatera Utara, khususnya bidang pengelolaan limbah industri berbasis teknologi cerdas.

Di Muhammadiyah Jogja Expo 2025, BPDP Hadir Dorong dan Kembangkan UMKM Sawit
Sawit
Selasa, 16 September 2025 | 18:05 WIB

Di Muhammadiyah Jogja Expo 2025, BPDP Hadir Dorong dan Kembangkan UMKM

Yogyakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP sebagai Badan Layanan Umum atau BLU di bawah Kementerian Keuangan hadir pada gelaran Muhammadiyah Jogja Expo Tahun 2025. Kehadiran ini jadi bagian dari komitmen BPDP dukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM lokal, khususnya yang menggunakan bahan baku dari kelapa sawit. Sebagai lembaga pengelola dana sawit yang diamanatkan pemerintah, BPDP memiliki peran penting menyalurkan dana secara tepat sasaran, dan transparan, serta memastikan manfaat industri sawit dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Melalui partisipasi di ajang ini, BPDP tidak hanya sosialisasikan berbagai program kerja, tapi perkuat kolaborasi dengan UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, kelapa sawit komoditas strategis memiliki ratusan produk turunan sehari-hari digunakan sebagian besar umat manusia. Produk-produk turunan kelapa sawit tersebut, kata Helmi, punya potensi besar untuk dikembangkan, baik skala besar, dan industri maupun UMKM sehingga melahirkan usahawan-usahawan baru, nantinya dapat serap tenaga kerja, serta mendukung Pembangunan perekonomian nasional. “Sektor UMKM berbasis kelapa sawit di Indonesia saat ini terus berkembang guna mendukung pembangunan perekonomian bangsa untuk mewujudkan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto, yakni memperkuat ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM," jelasnya, dilansir dari laman website resmi BPDP, Selasa sore. Diketahui, Muhammadiyah Jogja Expo atau MJE 2025 menghadirkan 210 booth pameran, meliputi 50 stan UMKM unggulan binaan Muhammadiyah, 85 stan kuliner, dan 75 stan multiproduk. Keberagaman stan ini memperlihatkan potensi usaha lokal yang semakin kreatif dan kompetitif. Di pameran ini, BPDP menampilkan beragam produk UMKM yang memanfaatkan kelapa sawit sebagai bahan baku, mulai dari produk parfum, fashion, kriya, dan berbagai produk kebutuhan rumah tangga ramah lingkungan. Hal itu jadi bukti nyata sawit tidak hanya berkontribusi pada devisa negara, tetapi juga membuka peluang usaha kreatif dan inovatif di tingkat lokal. Partisipasi BPDP di Muhammadiyah Jogja Expo 2025, sekaligus menjadi upaya membangun citra positif industri kelapa sawit Indonesia di mata publik.

Pemkab Muba Teken MoU Kembangkan Energi Terbarukan dari Tongkol Sawit Sawit
Sawit
Senin, 08 September 2025 | 11:22 WIB

Pemkab Muba Teken MoU Kembangkan Energi Terbarukan dari Tongkol Sawit

Musi Banyuasin, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Musi Banyuasin atau Muba serius kembangkan energi terbarukan berbasis limbah sawit. Ini dibuktikan kolaborasi bersama Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Provinsi Sumatera Selatan untuk garap limbah sawit jadi bernilai. Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU digelar di Ruang Audiensi Bupati Muba, di pekan pertama September 2025 lalu. Bupati Muba, H M Toha Tohet SH, dan Ketua Umum Kadin Sumsel, H Affandi Udji, yang tandatangani MoU. Menurut Bupati Muba, Toha, kerja sama ini langkah strategis memanfaatkan limbah kelapa sawit agar memiliki nilai tambah. “Harapannya, potensi yang ada di Muba bisa digali lebih maksimal. Limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai bisa diolah menjadi produk berharga dan bernilai ekonomi,” ujar Toha, dilansir dari laman kroniktotabuan.com, Senin (8/9) siang. Pemkab Muba membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, kata Toha, termasuk Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD, guna mendorong terciptanya peluang usaha baru di daerah. “Kami sambut baik kerja sama ini dengan tangan terbuka. Semoga dapat saling menguntungkan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyak potensi di Muba yang bisa kita garap bersama,” harapnya. Ketua Kadin Sumatera Selatan, H Affandi Udji mengutarakan, MoU ini sebagai momentum bersejarah bagi Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Muba. “Kita ukir sejarah. Untuk kali pertama di Sumatera Selatan, Muba berinisiatif membangun pabrik energi terbarukan berbasis tongkol sawit. Dari sisi investasi, kami siap. Jaminan pasokan bahan baku menjadi kunci penting, dan di sinilah peran BUMD akan sangat strategis,” ucapnya. Kerja sama ini bukan hanya soal pengolahan limbah, kupas Affandi, melainkan berdampak luas terhadap perekonomian daerah. “Kerja sama ini bakal meningkatkan APBD, memperkuat dunia usaha, dan mendorong UMKM. Selain itu, kita berharap dalam tiga tahun ke depan produksi dari pabrik ini sudah dapat diekspor,” terangnya. Ia menegaskan, keberadaan investasi energi terbarukan di Muba diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat, dan dunia usaha di Sumatera Selatan. Di kegiatan hadir mendampingi, yakni Asisten I Setda Muba, Ardiansyah SE MM, PhD CMA, Kepala DPMPTS Muba, Riki Junaidi SSTP MSi, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba, Daud Amri SH diwakili Kabid Komunikasi Publik, Kartiko Buwono SE MM, dan Direktur PT Petro Muba, Khadafi SE.

SH dan RS PI Group Kembangkan Layanan Pencitraan Diagnostik Kesehatan
Kesehatan
Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:41 WIB

SH dan RS PI Group Kembangkan Layanan Pencitraan Diagnostik

Jakarta, katakabar.com - Siemens Healthineers menjalin kemitraan dengan RS Pondok Indah Group sebagai bentuk komitmen untuk secara konsisten meningkatkan kualitas layanannya dengan memberikan perawatan yang berpusat pada pasien, serta memenuhi kebutuhan pasien yang menginginkan layanan kesehatan yang cepat, akurat, dan nyaman. Menanggapi peningkatan beban penyakit tidak menular dan neurologis di Indonesia termasuk stroke, penyakit neurodegeneratif (penyakit Alzheimer dan demensia), gangguan neurologis pediatrik, aritmia, penyakit jantung bawaan, penyakit onkologis penyakit kanker payudara, prostat, paru, otak, dan muskuloskeletal terdapat kebutuhan yang mendesak akan alat deteksi dini dan screening yang lebih baik. Pencitraan berperan penting dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas dengan mendukung diagnosis dan intervensi yang tepat waktu. Contohnya, lebih dari 4,2 juta penduduk Indonesia berusia 65 tahun ke atas diperkirakan menderita demensia, dengan tingkat diagnosis formal di bawah 1 persen, sementara gangguan kognitif pasca stroke mempengaruhi antara 27,6 persen hingga 81,2 persen orang yang selamat. Gangguan neurogenetik pada anak mempengaruhi sekitar 1 dari 1.100 anak. Untuk mengatasi tantangan ini, RS Pondok Indah Group menjalin kemitraan dengan Siemens Healthineers untuk mendapatkan sistem multimodalitas yang canggih di beberapa jaringan rumah sakitnya: Magnetom Lumina 3 Tesla MRI, Magnetom Vida Fit 3 Tesla MRI, dan AI-Rad Companion Brain MR di RS Pondok Indah-Pondok Indah Jakarta, serta unit mammografi Mammomat Revelation dengan Tomosintesis dan sistem X-ray Multix Impact C di RS Pondok Indah-Puri Indah, Jakarta. Sistem ini membawa inovasi pencitraan terbaru ke RS Pondok Indah Group. Magnetom Lumina menawarkan pencitraan 3 Tesla yang cepat dan beresolusi tinggi yang ditingkatkan dengan Deep Resolve Swift Brain yang digerakkan oleh AI dan fitur-fitur yang ramah pasien seperti otomatisasi GO, mengurangi waktu pemindaian dan meningkatkan kenyamanan. Vida Fit melengkapi hal ini dengan kemampuan adaptasi myExam Companion dan BioMatrix, yang memungkinkan pemeriksaan yang lebih cepat dan dapat direproduksi di seluruh spesialisasi neurologis, kardiovaskular, muskuloskeletal, onkologi, dan pediatrik.

Krakatau Steel Perkuat Posisi Kembangkan Potensi Kerja Sama Strategis Nasional
Nasional
Senin, 14 Juli 2025 | 07:42 WIB

Krakatau Steel Perkuat Posisi Kembangkan Potensi Kerja Sama Strategis

antidumping, maupun kebijakan yang berpihak pada pengembangan industri baja nasional,” tegas Akbar. Menutup pernyataannya Akbar menyebutkan, Krakatau Steel hingga saat ini sudah melakukan transformasi yang masif, restrukturisasi yang saat ini dilanjutkan bersama Danantara, melakukan perbaikan kinerja di mana target ke depan Krakatau Steel dapat mengoptimalkan produksi hingga 3 juta ton per tahun.