Kemitraan
Sorotan terbaru dari Tag # Kemitraan
Lewat Kemitraan Perkapalan dengan Rusia Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi
Jakarta, katakabar.com - Indonesia dan Rusia memperkuat penjajakan kerja sama industri perkapalan melalui forum Building an Indonesia–Russia Shipbuilding Partnership: Developing Maritime Industrial Cooperation for Indonesia, Russia and the ASEAN Market yang digelar di Indonesia Pavilion, Hall 4, pada ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Forum tersebut menjadi wadah bagi pelaku industri kedua negara untuk menjajaki peluang investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan produksi bersama guna meningkatkan daya saing industri maritim Indonesia serta memperluas akses ke pasar ASEAN. Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan kerja sama industri perkapalan dengan Rusia menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas industri maritim melalui investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi produksi. "Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional sekaligus memperluas akses ke pasar ASEAN. "Indonesia memandang kerja sama industri perkapalan dengan Rusia sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas industri maritim nasional," ujar Agus dalam keterangannya pada forum tersebut, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Forum tersebut mempertemukan asosiasi industri perkapalan dan komponen kapal dari Indonesia dengan perusahaan-perusahaan galangan kapal Rusia untuk membahas peluang kolaborasi bisnis dan pengembangan teknologi. Diskusi dipandu Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Feby Setyo Hariyono. Penyelenggaraan forum ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama perkapalan Indonesia–Rusia pada Desember 2025. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pengembangan kolaborasi di bidang pembangunan kapal, teknologi maritim, rekayasa kelautan, pengembangan SDM industri, dan investasi. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki kebutuhan besar terhadap industri perkapalan yang mampu mendukung distribusi logistik, transportasi antarpulau, sektor perikanan, kegiatan energi lepas pantai, hingga pemerataan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, Rusia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan industri perkapalan, mulai dari desain dan pembangunan kapal niaga hingga teknologi sistem propulsi dan rekayasa maritim. Karakteristik tersebut menjadikan kedua negara memiliki potensi kerja sama yang saling melengkapi. Peluang kolaborasi juga diperkirakan semakin terbuka setelah ditandatanganinya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang diharapkan dapat memperkuat perdagangan, investasi, kemitraan industri, serta pertukaran teknologi antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU). Di forum tersebut, kedua negara membahas berbagai peluang kerja sama, antara lain pembangunankapa l penumpang dan feri, kapal logistik, kapal perikanan, kapal patroli, kapal pendukung lepas pantai, pengembangan industri komponen kapal, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja industri maritim. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin RI, Tri Supondy, menjelaskan Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi dalam membangun industri perkapalan yang lebih kompetitif. Indonesia menawarkan pasar yang besar dan kapasitas industri yang terus berkembang, sementara Rusia memiliki keunggulan teknologi serta pengalaman dalam pengembangan berbagai jenis kapal. "Kami berharap forum ini menghasilkan kolaborasi konkret antarpelaku industri, mulai dari alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, investasi, hingga joint production yang dapat memperkuat industri perkapalan nasional dan memperluas akses ke pasar ASEAN," imbuh Tri. Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi industri di sektor maritim melalui kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan proyek-proyek konkret yang mampu mempercepat transformasi industri perkapalan nasional, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur maritim yang melayani pasar domestik maupun kawasan ASEAN.
Aspekpir Puji Holding PTPN Kemitraan PalmCo dan Petani Perkuat Masa Depan Sawit Indonesia
Pekanbaru, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo terus perkuat kemitraan strategis dengan petani sebagai bagian dari upaya membangun industri kelapa sawit nasional yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut mendapat apresiasi atau pujian dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia yang menilai pola kemitraan antara PTPN IV PalmCo dan petani layak menjadi role model pengembangan perkebunan sawit nasional. Ketua DPP Aspekpir Indonesia, Setiyono, menuturkan masa depan sawit rakyat Indonesia sangat ditentukan oleh penguatan kemitraan yang sehat dan saling menguntungkan antara petani, perusahaan, dan pemerintah. Menurutnya, pola kemitraan yang dijalankan PTPN IV PalmCo menunjukkan bagaimana hubungan antara perusahaan dan petani dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. "Produksi sawit petani meningkat karena kemitraan. Masa depan sawit rakyat Indonesia adalah kemitraan, dan bermitra dengan PTPN IV merupakan pilihan yang tepat," ujar Setiyono saat diskusi panel rangkaian peluncuran buku "Setiyono, Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi" di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (1/7) lalu. Kegiatan tersebut turut dihadiri mantan Wakil Menteri Pertanian yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia, Rusman Heriawan, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyuda, perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Togu Rudianto Saragih, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, serta ratusan pengurus organisasi petani sawit dari berbagai daerah. Kata Setiyono, melalui kemitraan, petani dapat menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari penggunaan bibit unggul, pengelolaan lahan, pemupukan, pengendalian hama, hingga proses panen sesuai standar. Penerapan praktik budidaya yang baik tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga daya saing industri sawit Indonesia di tengah tuntutan keberlanjutan yang semakin tinggi di pasar global. Data Aspekpir Indonesia menunjukka, program kemitraan melalui pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) maupun Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) saat ini tersebar di 20 provinsi dengan luas kebun plasma mencapai lebih dari 813 ribu hektare dan melibatkan sekitar 406 ribu kepala keluarga pekebun. Menurutnya, sebagian besar kebun sawit rakyat kini telah memasuki generasi kedua sehingga membutuhkan program peremajaan untuk menjaga produktivitas. Aspekpir sendiri telah melaksanakan peremajaan sejak 2012 melalui program Revitalisasi Perkebunan dan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Ia menambahkan, salah satu keunggulan kemitraan dengan PTPN IV PalmCo adalah penerapan pola single management, yakni sistem pengelolaan terpadu mulai dari peremajaan hingga pemanenan dengan standar operasional perusahaan. Sistem tersebut mencakup penerapan operational excellence, kesetaraan produktivitas antara kebun inti dan plasma, pemberdayaan petani melalui program cash for works, korporatisasi kelembagaan petani, serta prinsip transparansi dalam pengelolaan kebun. Setiyono menilai penerapan sistem tersebut mampu mendorong produktivitas kebun plasma hingga mendekati produktivitas kebun inti perusahaan sekaligus memperkuat tata kelola kemitraan yang lebih profesional dan berkeadilan. Ia juga menilai transformasi yang dilakukan PTPN IV PalmCo dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan positif dalam hubungan kemitraan antara perusahaan dan petani, terutama melalui penguatan komunikasi, tata kelola, serta peningkatan fokus terhadap kesejahteraan petani plasma. "Kalau B50 ingin berhasil, maka produktivitas petani harus naik. Dan cara paling efektif untuk mewujudkannya adalah melalui kemitraan yang sehat antara petani dan perusahaan," jelasnya. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, menimpali pola kemitraan telah mengubah kehidupan masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi di berbagai sentra perkebunan sawit di Provinsi Riau. Menurutnya, hubungan antara Aspekpir dan PTPN IV tidak sekadar kerja sama, tetapi juga telah membangun ikatan sosial yang kuat di tengah masyarakat perkebunan. Kemitraan yang terbangun selama puluhan tahun tersebut dinilai telah berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani, pertumbuhan ekonomi pedesaan, serta mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah perkebunan. "Kemitraan yang dilangsungkan oleh Aspekpir telah banyak mengubah kehidupan dan menggerakkan ekonomi di akar rumput. Saya sudah enam tahun di Riau, hampir seluruh acara saya ikuti. Dan kita sama-sama rasakan, setiap asosiasi atau kelompok biasanya punya nuansa berbeda. Di Aspekpir, suasananya sangat berbeda, penuh kekeluargaan, mungkin karena latar belakang berdirinya jadi berpengaruh terhadap substansi dan suasana kebatinan," terangnya. Senada, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyuda aminkan Supriadi. Ia menilai di tengah meningkatnya kebutuhan minyak sawit sebagai bahan baku pangan dan energi, penguatan kemitraan antara perusahaan dan petani menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan minyak sawit nasional. Peningkatan produktivitas kebun rakyat melalui pola kemitraan juga semakin memperkuat ketersediaan bahan baku crude palm oil (CPO) untuk mendukung implementasi program mandatori biodiesel B50 yang tengah dipersiapkan pemerintah. "Kebijakan B50, yang meningkatkan campuran biodiesel berbasis minyak sawit menjadi 50 persen, diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan CPO domestik secara signifikan. Karena itu, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi perkebunan perusahaan, tetapi juga pada kemampuan jutaan petani sawit rakyat dalam meningkatkan produktivitas dan mempercepat peremajaan kebun secara berkelanjutan," beber Arya. Dengan luas perkebunan rakyat yang mencapai lebih dari 40 persen dari total areal sawit nasional, petani memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan bahan baku bagi industri pangan dan energi. Pada konteks tersebut, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo terus perkuat kemitraan yang saling menguntungkan dengan petani sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, serta memastikan manfaat ekonomi industri sawit dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. Program kemitraan sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem sawit nasional yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pertegas Kemitraan di Lapangan Tembak, Kapolsek Mandau: Sinergi dan Komitmen Biarkan Tumbuh Natural
Mandau, katakabar.com - Pagi itu, pekan kedua Juli 2026, Lapangan Tembak yang berada di belakang mushala komplek perkantoran Mapolsek Mandau Jalan Jenderal Sudirman Duri, Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, saksi bisu silaturahmi antara Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek belum genap sebulan menjabat dan puluhan wartawan, pemilik (owner), serta Pemred media online sehari-hari bertugas di Duri, Kabupaten Bengkalis. Kapolsek Mandau tak sendirian di acara yang dikemas sederhana, tetapi didampingi Kasium, Kasih Humas, Kanit Intel dan sejumlah personel Polsek Mandau. Sedang, wartawan, dan Pemred, dan Owner yang hadir tampak Setiawan S, Johnson, Handana, Robby L, Soleh A, serta lainnya. Menurut Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek, sinergi dan komitmen kemitraan antara Polsek Mandau dengan wartawan biar tumbuh secara natural. "Fondasi sinergi dan kemitraan harus saling menghargai, dan menghormati agar hubungan dan silaturahmi terjalin dengan baik," ujarnya. Polsek Mandau, dan jajaran terbuka kepada wartawan. Apalagi saya ini cuma numpang lewat, dan menjabat sebagai Kapolsek baru perdana, yakni di Duri, dengan wilayah hukum Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. "Saya ini baru di Riau asli Bali, dan mendapat tugas di Polda Riau. Selanjutnya, baru beberapa bulan di Polda Riau mendapat tugas jadi Kapolsek Mandau, Polres Bengkalis," jelasnya. Untuk itu, harapnya, mari bangun sinergi dan komitmen lebih solid lagi agar kemitraan antara Polsek Mandau dan wartawan terjalin lebih baik ke depan.
Siap-siap! Narendra Modi Bakal Kunjungi Indonesia, Tandai Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India
Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang. Kunjungan tersebut diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan India. Dilansir dari The Jakarta Post, persiapan kunjungan Modi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam Sidang Komisi Bersama (Joint Commission Meeting/JCM) Indonesia–India ke-8 yang berlangsung di New Delhi pada akhir pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono bertemu dengan Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar untuk membahas perkembangan hubungan bilateral dan sejumlah agenda strategis kedua negara. Selain membahas persiapan kunjungan Modi ke Jakarta, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai berbagai bidang kerja sama, termasuk perdagangan, ketahanan pangan, energi, dan urusan maritim yang selama ini menjadi fokus hubungan Indonesia dan India. Menurut Sugiono, rencana kunjungan tersebut mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk terus memperdalam hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. “Rencana kunjungan ini mencerminkan komitmen untuk semakin memperdalam hubungan bilateral antara kedua negara dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara,” kata Sugiono. Kunjungan Balasan Setelah Lawatan Presiden RI ke India Kunjungan Modi ke Indonesia akan menjadi kunjungan balasan atas lawatan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Saat itu, Prabowo melakukan kunjungan resmi pertamanya ke India sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Modi dan menghadiri perayaan Hari Republik India ke 76 sebagai tamu kehormatan. Pertemuan kedua pemimpin menghasilkan komitmen untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk pertahanan dan perdagangan. Rencana kunjungan Modi juga menjadi kelanjutan dari komunikasi intensif antara kedua pemimpin yang pertama kali bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Brasil pada November 2024. Hubungan yang semakin erat antara Jakarta dan New Delhi dinilai menjadi fondasi penting bagi penguatan kerjasama kedua negara di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik yang terus berkembang. Indonesia Mitra Penting Kebijakan Act East India Dalam pertemuan JCM di New Delhi, Jaishankar menegaskan pentingnya posisi Indonesia dalam kebijakan luar negeri India, khususnya dalam strategi Act East Policy yang selama ini menjadi salah satu pilar diplomasi India di Asia Tenggara. Menurut Jaishankar, kunjungan Presiden Prabowo ke India pada awal tahun lalu telah memberikan energi baru bagi hubungan bilateral kedua negara. “Kunjungan Presiden Prabowo telah memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral kita,” kata Jaishankar. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam upaya India memperkuat keterlibatan ekonomi dan strategisnya di kawasan. “Indonesia adalah pilar utama dari Kebijakan Bertindak ke Timur (Act East Policy) India,” ujarnya. Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya Indonesia bagi India, tidak hanya sebagai mitra ekonomi, tetapi juga sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara. Dorong Kerja Sama Lebih Konkret Dalam pertemuan tersebut, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bawah kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India. Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, perdagangan, pariwisata, pendidikan, hingga pertukaran budaya. Selain isu-isu strategis, kedua pihak juga membahas sejumlah peluang kerja sama yang lebih konkret. Salah satunya adalah ketertarikan India untuk mengamankan pasokan pupuk dari Indonesia guna mendukung kebutuhan sektor pertaniannya. Indonesia dan India juga membahas upaya memperkuat konektivitas maritim, termasuk potensi kerja sama yang melibatkan Pelabuhan Sabang di Aceh. Lokasi pelabuhan tersebut dinilai strategis karena berada dekat dengan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Sugiono menegaskan hubungan Indonesia dan India harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh kedua negara. “Kemitraan antara Indonesia dan India harus menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan,” tegasnya. Bagian dari Tur Indo-Pasifik Sejumlah media India melaporkan bahwa kunjungan Modi ke Indonesia akan menjadi bagian dari rangkaian lawatan ke kawasan Indo-Pasifik yang juga mencakup Selandia Baru dan Australia. Tur tersebut disebut bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan pertahanan India dengan sejumlah negara mitra di kawasan yang semakin penting dalam peta geopolitik global. Dengan persiapan yang kini mulai dilakukan kedua pemerintah, kunjungan Narendra Modi ke Indonesia pada Juli mendatang diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan bilateral sekaligus memperkuat implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah dibangun oleh Indonesia dan India selama bertahun-tahun.
India dan Indonesia Perkokoh Kemitraan Strategis di Pertemuan Komisi Bersama ke 8 di New Delhi
New Delhi, katakabar.com - India dan Indonesia tegaskan lagi komitmen perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah menjadi fondasi hubungan kedua negara selama beberapa dekade. Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting/JCM) ke-8 yang digelar di New Delhi, Minggu (7/6). Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono bersama Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar, yang pimpin pertemuan. Pertemuan tingkat tinggi ini forum penting untuk evaluasi perkembangan hubungan bilateral sekaligus merumuskan langkah-langkah baru dalam memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis. Kedua negara membahas berbagai isu mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, ekonomi digital, perdagangan, kesehatan, energi, konektivitas, pendidikan, hingga hubungan antar masyarakat. Dalam pernyataan bersama yang dirilis, kedua menteri meninjau keseluruhan perkembangan hubungan bilateral di bawah kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif India dan Indonesia dan membahas berbagai peluang baru untuk memperdalam kolaborasi di masa mendatang. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya intensitas hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir, termasuk setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 yang dinilai memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral. Hubungan Bilateral Dinilai Alami Kemajuan Signifikan Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar mengatakan hubungan India dan Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. “Merupakan suatu kehormatan untuk bersama-sama memimpin Pertemuan Komisi Bersama India–Indonesia ke-8 bersama Menteri Luar Negeri Sugiono. Kemitraan Strategis Komprehensif kita telah mengalami pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Jaishankar. Ia menjelaskan kedua pihak melakukan pembahasan mendalam mengenai berbagai bidang kerja sama yang selama ini menjadi prioritas kedua negara. “Kami mengadakan diskusi substantif mengenai kerja sama politik, pertahanan dan keamanan, maritim dan pelayaran, perdagangan, fintech, kesehatan, farmasi, pupuk, mineral kritis, pariwisata, pendidikan, dan kerja sama budaya,” ujarnya. Menurut Jaishankar, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan dan isu global yang menjadi kepentingan bersama. “Kami juga bertukar perspektif mengenai perkembangan regional, memajukan koordinasi multilateral, serta memperdalam hubungan India dengan ASEAN,” tambahnya. Momentum Baru Pasca Kunjungan Presiden RI ke India Dalam sambutan pembukaannya, Jaishankar menyoroti pentingnya pertemuan kali ini yang merupakan JCM pertama setelah jeda selama empat tahun. “Pertemuan Komisi Bersama ini berlangsung setelah empat tahun. Saya pikir penting untuk menyadari bahwa selama empat tahun tersebut kita telah membuat kemajuan yang baik dalam hubungan bilateral,” jelasnya. Ia juga mengingat kembali sejumlah capaian penting yang telah memperkuat hubungan kedua negara, termasuk peringatan 75 tahun hubungan diplomatik India dan Indonesia pada tahun 2025. “Kami mendapat kehormatan menyambut Presiden Prabowo dalam kunjungan kenegaraan sekaligus sebagai tamu utama pada perayaan Hari Republik India ke-76 tahun lalu. Ketika saya bertemu dengan Yang Mulia Presiden selama kunjungan tersebut, saya sangat menghargai arahan yang beliau berikan untuk mengembangkan hubungan bilateral kita yang semakin beragam,” ucapnya. Menurutnya, pembicaraan antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto selama kunjungan tersebut telah memberikan energi baru bagi hubungan kedua negara. “Terdapat diskusi yang sangat produktif antara Perdana Menteri Modi dan Presiden Prabowo selama kunjungan itu dan hal tersebut telah memberikan momentum baru bagi Kemitraan Strategis Komprehensif kita,” ujarnya. Indonesia Tekankan Kerja Sama yang Memberikan Manfaat Nyata Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menegaskan Indonesia memandang India sebagai mitra strategis penting di kawasan Indo-Pasifik dan dunia berkembang. “Senang dapat memimpin bersama Pertemuan Komisi Bersama Indonesia–India ke-8 bersama Dr. S. Jaishankar di New Delhi,” tutur Sugiono. Ia menjelaskan pembahasan kedua negara mencakup berbagai sektor yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Kami membahas berbagai prioritas utama dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India, mulai dari perdagangan dan keamanan maritim hingga konektivitas digital, infrastruktur, kesehatan, serta hubungan antar masyarakat,” kupasnya. Sugiono juga menaruh harapan besar terhadap kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Jakarta yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu mendatang. “Kami menantikan kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Jakarta. Kunjungan tersebut akan menjadi kesempatan penting untuk semakin memperdalam kerja sama dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” imbuh Sugiono. Komitmen Perkuat Koordinasi Regional dan Global Selain membahas hubungan bilateral, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan regional dan internasional. India dan Indonesia sepakat bahwa kerja sama yang lebih erat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk meningkatkan koordinasi di berbagai forum regional dan multilateral, termasuk dalam kerangka ASEAN serta berbagai organisasi internasional lainnya. Pertemuan tersebut juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pilar utama dalam kebijakan Act East Policy India. Dengan ikatan sejarah dan peradaban yang telah terjalin selama berabad-abad, kedua negara meyakini bahwa hubungan bilateral masih memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang. Menutup pertemuan, kedua pihak menyambut positif tren peningkatan hubungan India–Indonesia dan sepakat untuk menyelenggarakan Pertemuan Komisi Bersama berikutnya pada waktu yang akan disepakati bersama dalam waktu dekat. Dengan semakin luasnya cakupan kerja sama, mulai dari keamanan maritim, ekonomi digital, mineral kritis, kesehatan, hingga pertukaran budaya dan pendidikan, India dan Indonesia menunjukkan tekad untuk menjadikan kemitraan strategis mereka sebagai salah satu hubungan bilateral paling penting di kawasan Indo-Pasifik.
Dubes India Anjangsana Ketua MPR RI, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-India
Jakarta, katakabar.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, melakukan kunjungan kehormatan kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kediaman Dinas Widya Chandra, Jakarta Selatan, pekan pertama Juni 2026 lalu. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral yang selama ini telah berkembang dalam berbagai bidang strategis. Didampingi Wakil Duta Besar India untuk Indonesia, Bijay Selvaraj, Dubes Sandeep bertukar pandangan dengan Ahmad Muzani mengenai sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama. Pembahasan mencakup penguatan kerja sama ekonomi, pengembangan teknologi, diplomasi parlemen, hingga upaya menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan. Kunjungan ini berlangsung di tengah semakin eratnya hubungan Indonesia dan India yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan, baik dalam perdagangan, investasi, maupun kerja sama di berbagai forum internasional. “Hubungan Indonesia dan India memiliki fondasi yang sangat kuat. Kami melihat banyak peluang untuk memperluas kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujar Ahmad Muzani dalam pertemuan tersebut. Mendorong Kolaborasi Ekonomi dan Teknologi Salah satu fokus utama pembahasan adalah peluang peningkatan kerja sama ekonomi di tengah perubahan lanskap global yang semakin dinamis. Indonesia dan India dinilai memiliki posisi strategis sebagai dua kekuatan ekonomi besar di Asia yang dapat saling melengkapi dalam berbagai sektor. India saat ini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, sementara Indonesia terus memperkuat perannya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kondisi tersebut membuka peluang bagi kedua negara untuk memperluas hubungan perdagangan, investasi, serta kolaborasi di bidang industri dan teknologi. Menurut Ahmad Muzani, kerja sama ekonomi tidak hanya harus berorientasi pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan kedua negara. “Potensi kolaborasi Indonesia dan India sangat besar, terutama dalam bidang teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama yang lebih erat akan membantu kedua negara menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus menciptakan peluang baru bagi generasi mendatang,” jelasnya. Selain sektor ekonomi, perkembangan teknologi juga menjadi topik yang mendapat perhatian khusus. Kedua pihak menilai transformasi digital yang sedang berlangsung di berbagai negara membuka ruang kerja sama baru yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia dan India. India dikenal sebagai salah satu pusat teknologi dan inovasi global, sementara Indonesia tengah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Sinergi antara kedua negara dinilai berpotensi memperkuat ekosistem digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi. Diplomasi Parlemen Perkuat Hubungan Bilateral Selain isu ekonomi dan teknologi, pembahasan juga menyoroti pentingnya diplomasi parlemen dalam memperkuat hubungan bilateral. Kedua pihak sepakat hubungan antarlembaga legislatif dapat menjadi jembatan untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang. Sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam pembentukan kebijakan, parlemen dinilai mampu memperkuat komunikasi politik sekaligus memperluas ruang dialog antara kedua negara. Ahmad Muzani menegaskan hubungan yang kuat di tingkat parlemen akan membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi kedua negara. “Diplomasi parlemen memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarbangsa. Melalui komunikasi yang intensif, kita dapat membangun kepercayaan dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan,” ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang peningkatan interaksi antara anggota parlemen Indonesia dan India melalui kunjungan kerja, forum dialog, maupun kerja sama kelembagaan lainnya. Komitmen Bersama untuk Stabilitas Kawasan Pertemuan antara Dubes India dan Ketua MPR RI juga menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai perkembangan regional dan internasional. Indonesia dan India memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang semakin penting dalam dinamika geopolitik global. Kedua negara selama ini dikenal aktif mendorong kerja sama regional yang berorientasi pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan ekonomi. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya dialog serta kerja sama multilateral untuk menghadapi berbagai tantangan global. Dubes Sandeep menegaskan India memandang Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong kemakmuran bersama. “India dan Indonesia memiliki visi yang sama mengenai pentingnya perdamaian, stabilitas, dan pembangunan yang inklusif. Kami berharap hubungan yang telah terjalin erat selama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua negara maupun kawasan,” bebernya. Menurutnya, hubungan bilateral yang kuat akan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga perubahan geopolitik yang terus berkembang. Persahabatan Terus Berkembang Kunjungan Dubes Sandeep kepada Ketua MPR RI menjadi simbol eratnya hubungan antara Jakarta dan New Delhi yang telah terjalin selama puluhan tahun. Hubungan tersebut tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga melalui interaksi masyarakat, pertukaran budaya, pendidikan, dan hubungan bisnis yang semakin intensif. Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, Indonesia dan India terus menunjukkan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah dibangun bersama. Kedua negara melihat banyak peluang untuk meningkatkan kerja sama di masa depan, mulai dari ekonomi, teknologi, pendidikan, hingga diplomasi. Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Indonesia dan India tetap menjadi mitra penting satu sama lain dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, stabilitas kawasan, serta kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Hisense Group Komit Jalin Kemitraan Jangka Panjang dengan Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sebagai badan pengelola investasi milik negara Republik Indonesia, Sabtu (16/05) tandatangani Nota Kesepahaman dengan Hisense Group Holding Co. Ltd. (Hisense Group), salah satu grup teknologi dan industri terbesar yang berkantor pusat di China. Penandatanganan ini disaksikan Presiden Ri, H Prabowo Subianto, serta Shaoqian Jia, Chairman Hisense Group Holdings. Kesepakatan ini menetapkan kerangka kerja sama komprehensif jangka panjang di berbagai sektor industri, teknologi, dan inovasi di Indonesia. Nota Kesepahaman ini mencerminkan komitmen strategis Hisense Group untuk memperdalam kehadirannya di Indonesia, dan berpartisipasi dalam transformasi industri nasional bersama institusi-institusi Indonesia. Dalam kerangka kerja sama ini, Hisense Group berencana memperluas aktivitasnya di Indonesia melalui berbagai lini bisnis serta mengembangkan area investasi baru secara bertahap. Para pihak sepakat untuk bersama-sama menjajaki peluang di bidang manufaktur maju, lokalisasi teknologi, penelitian dan pengembangan, serta penguatan kapabilitas industri di Indonesia. Kerja sama ini akan dirancang untuk mendukung pembentukan pusat riset teknologi yang bermakna di Indonesia, aktivitas pengembangan teknologi, pengembangan keterampilan tenaga kerja lokal, serta keberlanjutan jejak industri Hisense Group di dalam negeri. Penandatanganan ini mencerminkan keputusan strategis Hisense Group untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar strategis jangka panjang sekaligus pusat masa depan untuk inovasi, penelitian dan pengembangan, serta aktivitas industri bernilai tinggi. Para pihak memandang kerja sama ini sebagai awal dari kemitraan multi-tahun dan multi-sektor, bukan sekadar transaksi tunggal. Para pihak juga menegaskan Nota Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti melalui berbagai program kerja terstruktur guna mengidentifikasi dan mengembangkan inisiatif kerja sama yang lebih spesifik, termasuk aktivitas penelitian dan pengembangan khusus serta investasi Hisense Group di Indonesia, sejalan dengan prioritas industrialisasi dan inovasi Pemerintah Indonesia. Penandatanganan ini menjadi salah satu wujud paling substantif hingga saat ini dari perusahaan global terkemuka yang melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai destinasi investasi strategis, teknologi, dan kemitraan jangka panjang. Hisense Group menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas kesempatan untuk berpartisipasi dalam program digitalisasi pendidikan nasional pada tahun lalu, dan akan terus mendukung penuh perluasan program tersebut pada tahun ini maupun di tahun-tahun mendatang.
Dukung Ketahanan Pangan, PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Jambi, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) lewat Subholding PTPN IV PalmCo terus perkuat peran strategisnya dukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan kemitraan bersama petani di daerah. Komitmen tersebut tercermin dengan kehadiran Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, yang mendampingi Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, pada rangkaian kegiatan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tingkat Provinsi Jambi, di pekan keempat April 2026 lalu. Provinsi Jambi salah satu wilayah strategis bagi operasional PalmCo. Selain sebagai sentra kelapa sawit, wilayah ini memiliki komoditas unggulan lain seperti teh dan kopi yang sebagian besar dikelola oleh petani rakyat. Pada konteks tersebut, sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan petani menjadi kunci dalam menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan sektor pertanian. Di sela kegiatan, Jatmiko menegaskan, peran petani merupakan bagian integral dari kinerja perusahaan. Ia menyebut kontribusi petani terhadap pasokan bahan baku sangat signifikan. Sepanjang 2025, sekitar 25 persen dari total produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang dikelola PalmCo berasal dari petani mitra, dengan volume penyerapan mencapai 3,25 juta ton. "Capaian ini menempatkan PalmCo sebagai salah satu offtaker utama yang berperan dalam menyerap hasil panen rakyat sekaligus mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)," jelasnya. Petani bukan sekadar mitra, tegas Jatmiko, tetapi bagian dari identitas perusahaan. Tanpa mereka, pertumbuhan PalmCo tidak akan seperti sekarang. "Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif, termasuk pelibatan petani dalam kegiatan nasional serta penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat daerah," ucapnya. Selama kunjungan di Jambi, PalmCo bersama Kementerian Pertanian dan HKTI terlibat mengikuti sejumlah agenda, mulai dari pertemuan dengan organisasi petani seperti Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), Wanita Tani, dan Pemuda Tani, hingga kegiatan tanam bersama. Di kawasan Bukit Cinto Kenang, Kabupaten Muara Jambi, dilakukan penanaman benih jagung dan bibit buah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman padi brigade di Kabupaten Batanghari serta pelantikan pengurus DPD HKTI Provinsi Jambi. Rangkaian kegiatan ini mencerminkan pendekatan pembangunan pertanian yang terintegrasi lintas komoditas dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Menurut Jatmiko, sinergi antara pelaku hulu dan hilir, termasuk perusahaan, organisasi petani, serta penyedia sarana produksi, menjadi faktor kunci dalam percepatan swasembada pangan nasional. “Di wilayah multikomoditas seperti Jambi, kolaborasi menjadi kunci. Ketika petani berdaya dan ekosistemnya kuat, maka target swasembada pangan bukan hal yang sulit dicapai,” imbuhnya. Penguatan kemitraan ini sekaligus menegaskan peran Holding Perkebunan Nusantara tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam menjawab tantangan pangan nasional.
Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN dan Pascal Biotech Jalin Kemitraan Strategis
Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, resmi jalin mitra kerja sama strategis dengan PT Pascal Biotech Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bidang inovasi dan pengembangan. Penandatanganan yang dihadiri oleh jajaran manajemen kedua belah pihak, ini berlangsung di Kantor Direksi PT RPN, Kota Bogor. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kolaborasi antara dunia riset dan industri, khususnya dalam pengembangan inovasi berbasis bioteknologi di sektor perkebunan. Fokus kolaborasi mencakup penguatan penelitian, pengembangan teknologi aplikatif, serta hilirisasi hasil riset untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional. SEVP Riset, Inovasi dan Sustainability, Tjahjono Herawan, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan industri perkebunan yang semakin kompleks. “Penandatanganan MoU ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat sinergi antara riset dan industri. Di tengah dinamika sektor perkebunan yang disrupsi, kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi,” ujarnya. Ia menegaskan PT RPN memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang perkebunan nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan meningkatkan daya saing komoditas global. Sedang, Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar, menilai kerja sama ini membuka peluang besar dalam pengembangan bioteknologi yang aplikatif dan berdampak luas. “Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk mengintegrasikan keunggulan riset dengan solusi bioteknologi yang kami kembangkan. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi industri perkebunan dan masyarakat secara luas,” ucap Miftachul Anwar. Kedua belah pihak sepakat kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui program-program konkret, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir berbagai terobosan inovatif yang mampu mendorong kemajuan industri perkebunan dan bioteknologi di Indonesia.
PalmCo Pamuncak Perusahaan Teraktif Pendamping PSR Kemitraan
Muara Bungo, katakabar.com - Kementerian Pertanian lewat Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sudah mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui jalur kemitraan yang melibatkan perusahaan perkebunan sebagai pendamping kelompok tani (Poktan). “Perusahaan perkebunan membantu mengumpulkan kelengkapan dokumen persyaratan PSR antara lain legalitas kelembagaan dan legalitas lahan. Tidak hanya itu, melakukan pendampingan saat verifikasi dan keterjaminan pembangunan kebun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dwi Nuswantara ketika workshop PSR dan Pekan Benih kelapa Sawit di Februari 2026, dilansir pekan keempat Maret 2026. BPDP telah menjalankan program PSR sejak 2017 dengan fokus pembiayaan replanting kebun rakyat. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun, setara target peremajaan 100.000 hektare. Data BPDP menunjukkan, dari tahun 2023 hingga tahun 2026 telah disalurkan dana PSR jalur kemitraan di 10 Provinsi dengan luasan 16.243 hektare. Dari luasan tersebut, menurut data BPDP, terdapat tiga perusahaan yang aktif melakukan pendampingan dalam PSR jalur Kemitraan, yakni: - PTPN (PalmCo) seluas 6.672 hektare - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk seluas 4.426 hektare - Asian Agri seluas 3.204 hektare.