Kerja Sama
Sorotan terbaru dari Tag # Kerja Sama
The 4th PIT POCM IMT-GT Sukses Perkuat Kerja Sama Regional dan Penandatanganan MoU Kelapa Sawit
Medan, katakabar.com - Pemerintah Indonesia tuan rumah pergelaran The 4th Project Implementation Team (PIT) Palm Oil Cooperation Meeting dalam rangkaian The 19th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Working Group on Agriculture and Agribusiness (WGAA) Meeting. Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk perkuat sinergi dalam pengembangan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing. Sebagai tiga negara produsen utama kelapa sawit dunia, Indonesia, Malaysia, dan Thailand memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pasokan minyak sawit global. Secara bersama-sama, ketiga negara menyumbang sekitar 87 persen produksi minyak sawit dunia, dengan Indonesia sebagai produsen terbesar, diikuti Malaysia dan Thailand. Posisi strategis tersebut menjadikan kerja sama di bawah kerangka IMT-GT semakin penting dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari peningkatan produktivitas, keberlanjutan, pemberdayaan pekebun, hingga penguatan akses pasar internasional. Pertemuan dibuka secara resmi oleh Chairman PIT POC, Dato' Razali bin Mohamad. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Head of Delegation (HoD) Indonesia, Hendratmojo Bagus Hudoro, sementara Delegasi Malaysia dipimpin oleh Norhayati binti Md. Husin dan Delegasi Thailand dipimpin oleh Ms. Hirunya Srasom. Selaku tuan rumah, Hendratmojo Bagus Hudoro, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh delegasi serta menegaskan bahwa kerja sama Indonesia, Malaysia, dan Thailand di sektor kelapa sawit perlu terus diperkuat untuk menghadapi dinamika perdagangan internasional, tuntutan keberlanjutan, serta tantangan perubahan iklim. "Melalui IMT-GT, ketiga negara diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam peningkatan produktivitas, hilirisasi, pemberdayaan pekebun rakyat, inovasi, serta harmonisasi berbagai inisiatif yang mendukung pembangunan industri kelapa sawit yang berkelanjutan," ujarnya. Salah satu capaian utama pertemuan ini adalah penyampaian konfirmasi mengenai persetujuannya terhadap MoU on the Palm Oil on IMT-GT. Dengan perkembangan tersebut, seluruh negara anggota menyambut baik tercapainya kesepakatan terhadap substansi naskah MoU sebagai tonggak penting dalam memperkuat kerja sama regional di sektor kelapa sawit. MoU tersebut diharapkan menjadi landasan bagi penguatan kolaborasi di berbagai bidang, antara lain peningkatan produktivitas, pengembangan industri hilir, penguatan sistem ketertelusuran (traceability), promosi praktik budidaya berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, serta pertukaran informasi dan pengalaman antarnegara di subregional Indonesia Malaysia dan Thailand. Sejalan dengan hal tersebut, para delegasi mengusulkan agar penandatanganan MoU dilaksanakan pada The 32nd IMT-GT Ministerial Meeting yang dijadwalkan berlangsung pada bulan September 2026. Penandatanganan pada tingkat Menteri diharapkan mencerminkan komitmen politik yang kuat dari ketiga negara dalam memperkuat kerja sama strategis di sektor kelapa sawit. Pertemuan juga berhasil mengadopsi Terms of Reference (ToR) PIT POC sebagai pedoman pelaksanaan kerja sama ke depan. Adopsi ToR ini akan memperjelas mekanisme koordinasi, pelaksanaan program, serta pembagian peran antarnegara anggota dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif yang telah disepakati. Selain itu, para peserta memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan Webinar on Oil Palm Smallholder Empowerment pada Juni 2026. Webinar tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan pekebun kelapa sawit rakyat. Perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Normansyah Syahrudin, turut menyampaikan apresiasi terhadap hasil penyelenggaraan webinar tersebut dan berharap berbagai rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti menjadi program konkret dalam mendukung pemberdayaan pekebun kelapa sawit. Menindaklanjuti keberhasilan tersebut, PIT POC mengusulkan agar webinar serupa kembali menjadi bagian dari program kerja tahun 2027. Soal pembahasan agenda mendatang, Malaysia menyampaikan kesediaannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan PIT POC berikutnya. Pertemuan menyepakati bahwa The 5th PIT POC Meeting akan dilaksanakan secara virtual, sedangkan The 6th PIT POC Meeting akan diselenggarakan secara tatap muka dan dilaksanakan secara back-to-back dengan penyelenggaraan WGAA Meeting. Seluruh agenda pembahasan dalam The 4th PIT POC Meeting berlangsung dengan lancar dan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang semakin memperkuat komitmen Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk membangun industri kelapa sawit yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pekebun, industri, serta perekonomian kawasan. Kerja sama ini diharapkan juga semakin memperkuat posisi ketiga negara sebagai produsen utama minyak sawit dunia sekaligus mendorong kontribusi sektor kelapa sawit terhadap pencapaian pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Indonesia Tuntaskan Misi Kerja Sama Industri di INNOPROM 2026, Hasilkan Belasan Kerja Sama Strategis
Rusia, katakabar.com - Total tiga belas MuU ditandatangani dari berbagai macam sektor industri nasional Indonesia menutup keikutsertaannya sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 dengan berbagai pencapaian strategis untuk memperkuat kemitraan industri, membuka peluang investasi, dan memperluas akses pasar Indonesia di kawasan Eurasia. Selama empat hari penyelenggaraan pameran industri internasional tersebut, Kementerian Perindustrian memanfaatkan setiap agenda bilateral meeting, business forum, business talk, dan business matching sebagai sarana untuk memperluas kerja sama industri, membuka peluang investasi, mempercepat alih teknologi, serta meningkatkan akses pasar bagi produk manufaktur Indonesia. “Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 telah memperkuat posisi industri nasional di pasar Eurasia. Hal ini terlihat dari tingginya antusias pelaku industri dari pasar Eurasia yang menginginkan kerja sama dengan industri nasional dan bahkan telah melakukan penandatanganan MOU sepanjang kehadiran kita di Rusia” ujar Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin RI), Agus Gumiwang Kartasasmita dalam rangkaian kegiatan INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Federasi Rusia, Kamis (9/7). Pencapaian tersebut diwujudkan melalui 8 bilateral meeting dengan pemerintah Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Azerbaijan, Tajikistan, Wilayah Chelyabinsk, Wilayah Kirov, dan Wilayah Sverdlovsk. Pertemuan tersebut menghasilkan berbagai komitmen untuk memperkuat kerja sama industri, perdagangan, investasi, hilirisasi, pengembangan kawasan industri, penguatan rantai pasok, alih teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia industri yang diwujudkan melalui penandatanganan 13 Memorandum of Understanding (MoU). Ke tiga belas MoU tersebut meliputi kesepakatan antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, serta kerja sama dengan Kyrgyzstan, Kazakhstan, Wilayah Chelyabinsk, Wilayah Kirov, dan Wilayah Sverdlovsk. Selain itu, kerja sama business-to-business (B2B) juga diwujudkan melalui penandatanganan MoU yang melibatkan Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, dan Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) bersama United Industrial Corporation AK Bars, MoU antara PT Minang Jordanindo dan CHETRA LLC, serta nota kesepahaman antara Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia dan Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones of the Russian Federation (ACTPRF). MoU yang ditandatangani akan menjadi landasan bagi pengembangan kerja sama industri di berbagai sektor strategis, meliputi pengembangan industri manufaktur, rekayasa mesin, industri alat berat,otomotif, metalurgi, industri kimia, industri halal, pengolahan mineral, pengembangan kawasan industri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia industri, serta penguatan investasi dan perdagangan. Selain itu Kementerian Perindustrian RI juga sukses menyelenggarakan 8 business talk & business forum yang konsisten dihadiri oleh para pelaku industri, calon investor dan stakeholders industri di Eurasia. Diplomasi bisnis melalui penyelenggaraan business forum dan business talk ini membahas berbagai isu strategis, antara lain manufaktur maju, semikonduktor, telematika, industri maritim, hilirisasi, industri sawit berkelanjutan, serta penguatan rantai nilai industri antara kawasan Eurasia dan ASEAN. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), Tri Supondy, menyampaikan berbagai capaian yang diperoleh selama INNOPROM 2026 menunjukkan besarnya minat mitra internasional untuk membangun kerja sama dengan Indonesia. “Capaian yang diraih Indonesia selama INNOPROM 2026 menunjukkan bahwa industri nasional semakin dipercaya dan berbagai kerja sama yang terbangun melalui ajang ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang investasi, perdagangan, dan kolaborasi industri yang memberikan nilai tambah bagi penguatan daya saing manufaktur Indonesia,” timpal Tri Supondy. Direktur Program Bisnis Formika Event, Anton Atrashkin, turut mengapresiasi partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026. “Kami sangat mengapresiasi atas kerja sama dan kontribusi yang luar biasa dalam menyukseskan partisipasi Indonesia sebagai Partner Country di INNOPROM 2026. Ini merupakan kali pertama pelaku usaha Indonesia hadir di Rusia dalam skala sebesar ini, dan kami melihat begitu banyak talenta serta energi yang dicurahkan untuk menghadirkan paviliun dan rangkaian kegiatan yang sangat mengesankan,” ujar Direktur Program Bisnis Formika Event, di Paviliun Indonesia, INNOPROM 2026, Yekaterinburg, Rusia. Keberhasilan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 menegaskan bahwa diplomasi industri tidak hanya memperluas jejaring kemitraan internasional, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret yang mendukung investasi, pengembangan industri bernilai tambah, dan perluasan akses pasar. Berbagai capaian tersebut menjadi fondasi bagi penguatan kemitraan industri Indonesia dengan negara-negara di kawasan Eurasia sekaligus mendukung transformasi industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Seaport Tax Naik Sembilan Bulan: Kepulauan Meranti Masih 'Gigit Jari' Belum Terima Bagi Hasil
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti hingga kini masih 'gigit jari' lantaran belum menikmati bagi hasil dari kenaikan tarif seaport tax (pass pelabuhan) di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, meski kebijakan tersebut telah berlaku per 1 Oktober 2025. Sudah lebih dari sembilan bulan sejak tarif baru diterapkan, tetapi realisasi kerja sama antara PT Pelindo dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Meranti terkait pengelolaan pass pelabuhan belum juga mencapai tahap penandatanganan. Kondisi ini dinilai menghambat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Diketahui, tarif seaport tax mengalami kenaikan signifikan sejak Oktober 2025. Tarif keberangkatan domestik naik 100 persen dari Rp5.000 menjadi Rp10.000. Sementara tarif keberangkatan internasional bagi Warga Negara Indonesia (WNI) meningkat dari Rp50.000 menjadi Rp60.000. Adapun tarif untuk Warga Negara Asing (WNA) melonjak dari Rp50.000 menjadi Rp150.000. Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti bersama PT Pelindo telah menandatangani Nota Kesepakatan pada Maret 2026 sebagai langkah awal kerja sama. Selanjutnya, PT Bumi Meranti telah menyerahkan draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) kepada PT Pelindo. Tetapi, hingga memasuki bulan ketiga sejak draf disampaikan, belum ada keputusan final. Direktur Bisnis PT Bumi Meranti, Fitriadi Mirtha, mengaku kecewa karena usulan kerja sama tersebut belum mendapat kepastian. "Draf PKS sudah kami sampaikan sekitar tiga bulan lalu. Sampai sekarang belum ada kejelasan. Informasinya masih dipelajari oleh Pelindo Pusat," ujarnya, Senin (6/7) kemarin. Menurut Fitriadi, proses yang berjalan terlalu lambat dan belum mencerminkan komitmen sebagaimana yang pernah disampaikan dalam pembahasan sebelumnya. "Kalau dihitung sejak pembicaraan awal, sudah sekitar enam bulan. Kami berharap komitmen itu segera diwujudkan dalam bentuk kerja sama yang konkret," jelasnya. Dalam usulan tersebut, PT Bumi Meranti mengajukan skema pembagian hasil sebesar 30 persen dari pendapatan seaport tax Pelabuhan Tanjung Harapan. Sebagai konsekuensinya, BUMD juga menyatakan kesiapan untuk melakukan investasi sesuai ketentuan yang disepakati. Sedang, Kepala Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, mengatakan draf PKS telah diterima dan pembahasan bersama telah dilakukan, termasuk melalui rapat virtual dengan pihak terkait. Menurut Joni, terdapat dua bentuk kerja sama yang sedang dibahas, yakni pengelolaan parkir dan pengelolaan pass pelabuhan. "Kami berharap kedua kerja sama ini bisa berjalan. Dalam waktu dekat akan ada pembahasan lanjutan bersama Pelindo Pusat karena nantinya penandatanganan dilakukan oleh kantor pusat," jelasnya, Selasa (7/7). Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai besaran pembagian hasil dari seaport tax. Skema tersebut akan disesuaikan dengan nilai investasi yang diberikan oleh BUMD. "Untuk pass pelabuhan tidak bisa langsung ditetapkan persentasenya. Harus ada investasi, baik dari sisi sumber daya manusia maupun aspek lainnya. Prinsipnya, aspirasi dari BUMD tetap kami tampung, sementara keputusan akhir akan ditetapkan oleh Pelindo Pusat sesuai ketentuan perusahaan," terang Joni. Hingga kini, proses negosiasi masih berlangsung. Pemerintah daerah berharap kerja sama tersebut dapat segera terealisasi agar potensi pendapatan dari aktivitas Pelabuhan Tanjung Harapan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan PAD Kabupaten Kepulauan Meranti.
Segera Hadir! Pameran Kerja Sama Sustainability dan Inovatif China dan Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Untuk semakin memperdalam kerja sama dan pertukaran ekonomi-perdagangan antara China dan Indonesia, sekaligus mendorong manfaat bersama, serta pembangunan yang terkoordinasi di berbagai bidang, China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT), atas persetujuan Dewan Negara Republik Rakyat China, bakal gelar 2026 China-Indonesia Green and Innovative Cooperation Exhibition (selanjutnya disebut Indonesia Innovative Exhibition) di Jakarta, Indonesia, pada 3 hingga 5 September 2026 mendatang. China Council for the Promotion of International Trade Commercial Sub-council (CCPIT Commercial Sub-council) bertindak sebagai penyelenggara pameran. Indonesia Innovative Exhibition rencananta digelar di Jakarta International Expo dengan area pameran seluas 1.500 meter persegi. Ruang lingkup pameran mencakup kecerdasan buatan, logistik cerdas, informasi dan komunikasi, kendaraan energi baru beserta aksesori, produk energi baru, teknologi pencegahan dan mitigasi bencana, produk keselamatan darurat, perlengkapan medis, peralatan rumah tangga dan produk elektronik, barang konsumsi harian, dan sektor terkait lainnya. Selama pameran, berbagai kegiatan pendukung juga akan digelar, termasuk forum kerja sama ekonomi dan perdagangan serta pertemuan penjajakan dan negosiasi antarperusahaan. Di saat yang sama, Indonesia Innovative Exhibition tahun ini akan menghadirkan area pameran "China Opportunity Hub" untuk menampilkan capaian pembangunan keterbukaan tingkat tinggi China, memperkenalkan secara menyeluruh keunggulan iklim bisnis di berbagai wilayah China, memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan kedua pihak secara berkelanjutan, serta mendukung kerja sama pragmatis kedua negara agar mencapai perkembangan baru. The Entrepreneurs Society (TES) yang didirikan oleh Kak Klemens Rahardja sejak tahun 2017, TES sudah menginspirasi, membangun dan mempersatukan lebih dari 12ribu pengusaha di seluruh Indonesia, yang berpartisipasi sebagai Strategic Community Partner dalam kolaborasi ini, dengan peran untuk memperkuat jejaring komunitas wirausaha, membuka akses koneksi bisnis, serta mendukung terciptanya ruang kolaborasi lintas sektor antara pelaku usaha Indonesia dan China.
KoperasiGO dan Koperasi Karyawan GBK Jalin Kerja Sama Strategis Percepat Transformasi Digital Koperasi
Jakarta, katakabar.com - Kolaborasi langkah nyata mempercepat transformasi digital koperasi melalui pemanfaatan teknologi yang mendukung efisiensi operasional, tata kelola yang lebih akuntabel, serta peningkatan kualitas layanan. Lantaran itu, KoperasiGO, solusi digitalisasi koperasi yang dikembangkan oleh Cazbox, salah satu platform solusi digital milik PT Metra-Net (Metranet), resmi menjalin kerja sama strategis dengan Koperasi Karyawan Gelora Bung Karno (GBK) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi bagian dari upaya mendorong transformasi digital koperasi melalui penerapan teknologi yang terintegrasi, modern, dan berorientasi pada kebutuhan anggota. Kerja sama ini menandai dimulainya implementasi KoperasiGO di lingkungan Koperasi Karyawan GBK untuk mendukung pengelolaan operasional yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi anggota. Melalui pemanfaatan teknologi digital, koperasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan, memperkuat akuntabilitas organisasi, serta beradaptasi dengan kebutuhan anggota yang terus berkembang. Sebagai solusi digitalisasi koperasi, KoperasiGO menghadirkan sistem terintegrasi yang mendukung pengelolaan keanggotaan, simpanan, pinjaman, transaksi digital, hingga monitoring dan pelaporan melalui dashboard manajemen yang dapat diakses secara real time. Kehadiran KoperasiGO membantu koperasi menyederhanakan proses operasional, meningkatkan kualitas pengelolaan data, serta menghadirkan pengalaman layanan yang lebih baik bagi anggota. Direktur Bisnis Metranet, Faisal Yusuf, mengatakan transformasi digital koperasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan relevansi koperasi di tengah perkembangan ekonomi digital. “Transformasi digital koperasi bukan sekadar mengadopsi teknologi, tetapi membangun fondasi organisasi yang lebih adaptif, efektif, dan siap menjawab kebutuhan anggota. Melalui KoperasiGO, kami ingin membantu koperasi menjalankan proses bisnis yang lebih terintegrasi sehingga pengurus dapat lebih fokus pada penciptaan nilai bagi anggota. Kolaborasi dengan Koperasi Karyawan GBK menjadi langkah penting untuk menunjukkan bahwa koperasi modern dapat tumbuh lebih cepat dengan dukungan teknologi yang tepat,” kata Faisal Yusuf. Menurut Faisal, digitalisasi perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan koperasi agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjawab tantangan ekonomi yang semakin dinamis. Sementara, Ketua Koperasi Karyawan GBK, Bangun Didi Susantoro, menyambut baik kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan organisasi. “Sebagai organisasi yang berorientasi pada kebutuhan anggota, kami terus mencari cara untuk meningkatkan kualitas layanan dan kemudahan akses bagi seluruh anggota koperasi. Implementasi KoperasiGO diharapkan dapat membantu mempercepat proses administrasi, mempermudah akses informasi, serta mendukung pengelolaan koperasi yang lebih tertata dan responsif terhadap kebutuhan anggota,” jelas Bangun Didi Susantoro. Penerapan teknologi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing koperasi di era ekonomi digital. Sistem yang terintegrasi memungkinkan proses operasional berjalan lebih efektif, pengelolaan organisasi lebih terukur, serta akses layanan bagi anggota menjadi lebih mudah dan fleksibel. Melalui kolaborasi ini, KoperasiGO dan Koperasi Karyawan GBK memiliki visi yang sama untuk menghadirkan koperasi yang modern, profesional, dan relevan dengan kebutuhan anggotanya. Kerja sama ini juga diharapkan dapat menjadi contoh implementasi digitalisasi koperasi yang mampu mendorong peningkatan kinerja organisasi sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggota. Melalui Cazbox dan solusi KoperasiGO, Metranet berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai koperasi di Indonesia guna mendorong adopsi teknologi yang memberikan dampak nyata bagi pengelolaan organisasi dan pelayanan anggota. Upaya ini diharapkan turut mendukung penguatan ekosistem koperasi yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan.
Kedubes India Dorong Pelatihan Dosen dan Akademik Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES
Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta melalui Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC) perluas kerjasama pendidikan dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui kunjungan resmi, Senin (4/5) di Semarang, Jawa Tengah, dengan menawarkan program pelatihan dosen, beasiswa, dan pertukaran akademik lintas institusi guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di berbagai bidang strategis. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diplomasi pendidikan India di Indonesia, yang kini semakin diarahkan pada kerja sama yang bersifat praktis dan berdampak langsung. Melalui skema seperti Indian Council for Cultural Relations (ICCR) dan Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC), akademisi Indonesia mendapatkan akses untuk mengikuti pelatihan di berbagai institusi pendidikan di India dalam durasi mulai dari dua minggu hingga beberapa bulan. “Program ini membuka kesempatan luas bagi dosen untuk meningkatkan kompetensi di berbagai bidang strategis, mulai dari teknologi hingga kepemimpinan,” ujar Direktur JNICC, Kamal Khurana. Bagi UNNES, kerja sama ini dipandang sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi dalam jaringan akademik global. Wakil Rektor IV UNNES, Nur Qudus, menegaskan kampus akan segera menindaklanjuti peluang tersebut di tingkat fakultas. “Kami menyambut baik tawaran kerja sama ini dan akan menindaklanjuti peluang dengan mengidentifikasi bidang yang relevan serta mendorong partisipasi dosen di tingkat fakultas,” ucapnya. Program yang ditawarkan juga dilengkapi dengan dukungan komprehensif, mencakup tiket perjalanan internasional, akomodasi, biaya pelatihan, hingga tunjangan hidup selama program berlangsung. Skema ini dinilai mampu memperluas akses bagi dosen untuk meningkatkan kompetensi tanpa terbebani biaya tambahan. Adapun bidang yang ditawarkan mencakup teknologi informasi, kecerdasan buatan (AI), teknik dan rekayasa, manajemen dan kepemimpinan, pendidikan, bahasa Inggris, kesehatan, yoga, serta lingkungan dan energi terbarukan. Cakupan ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya berorientasi pada akademik konvensional, tetapi juga pada kesiapan menghadapi tantangan global. Selain kerja sama akademik, pendekatan diplomasi budaya juga menjadi bagian dari inisiatif ini. Kegiatan yoga yang melibatkan ratusan mahasiswa digelar sebagai bagian dari pengenalan budaya India sekaligus promosi gaya hidup sehat. “Kegiatan ini merupakan bagian dari curtain raiser menuju 100 hari peringatan International Day of Yoga (IDY) 2026,” ungkap TIC (Teacher of Indian Culture) JNICC, Sunil Karamchandani. Ia menambahkan, “1st World Yogasana Sport Championship 2026 akan digelar pada 4 hingga 8 Juni di Ahmedabad, Gujarat, hal ini akan menjadi kesempatan bagus bagi mahasiswa untuk bisa ikut berpartisipasi di tingkat internasional.” Menuju Kolaborasi Jangka Panjang Sebagai bagian dari penguatan kerja sama jangka panjang, keberadaan India Corner di UNNES menjadi sarana pendukung yang menghubungkan aspek pendidikan dan budaya. Fasilitas ini diharapkan dapat memperluas akses informasi sekaligus menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa dan akademisi.
Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia-India
Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya perkuat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan India kembali diperluas lewat peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Jumat (24/4) lalu. Fasilitas ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung agenda internasionalisasi perguruan tinggi. Peresmian dilakukan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, bersama jajaran pimpinan universitas. Kehadiran Bharat Corner menandai langkah konkret perluas akses terhadap pengetahuan tentang India, mulai dari aspek budaya hingga akademik. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unsrat, Prof. Steenie E. Wallah, menyatakan inisiatif ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas global sivitas akademika. “Bharat Corner diharapkan menjadi sarana penguatan literasi internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, akses terhadap referensi global menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif. Kehadiran Bharat Corner diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen. Sandeep Chakravorty menekankan Bharat Corner merupakan bagian dari upaya diplomasi pendidikan dan budaya India di Indonesia. “India dan Indonesia memiliki hubungan historis yang kuat. Kehadiran Bharat Corner di Unsrat diharapkan dapat memperdalam pemahaman akademik mengenai India serta mendorong kerja sama yang lebih intensif antar institusi pendidikan,” ucapnya. Ia menambahkan, kerja sama pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah dinamika global yang menuntut kolaborasi lintas negara. Kepala Pusat Urusan Internasional Unsrat, dr. Grace Korompis, menilai Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperluas jejaring internasional kampus. “Kami memandang Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperkuat jejaring global Unsrat. Selain meningkatkan akses terhadap sumber pengetahuan internasional, inisiatif ini juga membuka peluang pengembangan program pertukaran, kolaborasi riset, serta kegiatan akademik lintas negara,” ulasnya. Kerja sama ini, jelasnya, berpotensi berkembang ke berbagai bidang, termasuk riset kelautan dan perikanan yang menjadi kepentingan bersama Indonesia dan India. Penanaman Pohon Simbol Kolaborasi Selain peresmian fasilitas, kegiatan ini juga diwarnai dengan penanaman pohon oleh Sandeep Chakravorty bersama perwakilan pimpinan Unsrat. Penanaman pohon Cempaka dan Nantu tersebut menjadi simbol komitmen kedua pihak dalam membangun hubungan jangka panjang yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari inisiatif Ek Ped Maa Ke Naam yang mengedepankan kesadaran ekologis serta keterlibatan komunitas dalam menjaga lingkungan. Momentum ini mempertegas bahwa kerja sama Indonesia dan India tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup nilai-nilai keberlanjutan. Di tengah dorongan internasionalisasi pendidikan tinggi, inisiatif seperti Bharat Corner menunjukkan bahwa kolaborasi global tidak selalu harus dimulai dari skema besar. Akses pengetahuan, jejaring akademik, dan ruang interaksi lintas budaya menjadi elemen kunci yang justru mampu membentuk dampak jangka panjang. Peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperluas kerjasama akademik antara Indonesia dan India. Kehadiran berbagai koleksi literatur tentang India diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar, riset, serta memperkuat wawasan global sivitas akademika. Ke depan, Bharat Corner diharapkan tidak hanya menjadi pusat referensi, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, dan pengembangan program akademik lintas negara.
Nanovest Ekspansi ke Pasar Global, Sepakati Kerja Sama Strategis Dengan Fasset
Jakarta, katakabar.com - Nanovest kerja sama strategis dengan global crypto exchange Fasset, perusahaan aset digital berbasis di Uni Emirat Arab. Kerja sama ini langkah strategis untuk memperluas bisnis ke pasar Dubai sekaligus membangun konektivitas transaksi aset digital lintas negara. Melalui langkah ini, Nanovest dan Fasset menyatukan kekuatan untuk menghadirkan infrastruktur yang memungkinkan pengguna mengakses, memindahkan, dan berinvestasi dalam aset digital secara lebih global, cepat, dan efisien. Kolaborasi ini berfokus pada tiga hal utama, yakni integrasi infrastruktur untuk mendukung transaksi lintas negara, distribusi dan pertukaran aset digital di kedua platform, serta pengembangan produk berbasis tokenisasi ke depannya. Dengan mengintegrasikan sistemnya ke dalam infrastruktur Fasset, Nanovest akan memanfaatkan jaringan dan teknologi global Fasset untuk mempermudah aliran dana internasional dan meningkatkan akses pengguna terhadap peluang investasi di berbagai pasar. Raafi Hossain, Co-Founder & CEO Fasset, mengatakan kami sangat antusias untuk bermitra dengan Nanovest seiring dengan ekspansi di Asia Tenggara. "Dengan menggabungkan kekuatan lokal Nanovest dan infrastruktur global Fasset, kami dapat menghadirkan penyelesaian lintas batas yang lebih cepat dan memperluas akses ke aset yang di tokenisasi bagi pengguna di berbagai pasar," ujar Raafi. Di saat yang sama, kerja sama ini juga membuka peluang distribusi aset digital secara lebih luas. Aset yang tersedia di Nanovest berpotensi menjangkau pengguna global melalui platform Fasset, sementara proyek tokenisasi global dari Fasset juga dapat diakses oleh pengguna Nanovest di Indonesia. Ke depan, kedua perusahaan akan terus mengeksplorasi pengembangan aset berbasis tokenisasi untuk menghadirkan lebih banyak instrumen investasi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar global. Billy Surya Jaya, Direktur Utama Nanovest, menambahkan kerja sama strategis ini langkah nyata Nanovest percepat ekspansi global. "Melalui kehadiran di pasar UAE hingga global dan kolaborasi dengan Fasset, kami ingin menghadirkan akses investasi yang lebih luas, didukung oleh teknologi yang lebih kuat, serta pengalaman yang lebih seamless bagi pengguna, baik di Indonesia maupun di pasar internasional," jelasnya. Nanovest platform crypto exchange asal Indonesia yang beroperasi sesuai dengan regulasi OJK dan berfokus pada penyediaan akses investasi yang aman, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat. Sementara, Fasset platform aset digital dan teknologi blockchain berskala internasional yang menyediakan infrastruktur dan solusi keuangan digital untuk mendukung akses global terhadap aset digital.
Partner Day Doctor Web di Jakarta: Buka Peluang Baru Kerja Sama Keamanan Siber
Jakarta, katakabar.com - Doctor Web, perusahaan keamanan siber yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2024, sukses gelar acara Partner Day di Jakarta. Acara ini mempertemukan mitra yang sudah ada maupun calon mitra untuk membahas pengembangan kerja sama dan prospek pasar keamanan siber. Sejak hadir di Indonesia, Doctor Web terus perkuat posisinya sebagai penyedia solusi keamanan siber yang andal. Partner Day kali ini menjadi langkah lanjutan dalam memperluas jaringan mitra sekaligus menunjukkan meningkatnya minat komunitas IT lokal terhadap teknologi keamanan siber. Svetlana Teodorovich, Head of Partner Sales Development Doctor Web, menyampaikan pasar keamanan siber di Indonesia berkembang sangat cepat, dan kami melihat minat yang besar dari perusahaan terhadap solusi Dr.Web. "Penyelenggaraan Partner Day di Jakarta merupakan langkah penting dalam membangun hubungan jangka panjang. Kami tidak hanya fokus memperluas jaringan mitra, tetapi juga menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan, di mana setiap mitra mendapatkan dukungan penuh untuk berkembang bersama," jelasnya. Di acara tersebut, perwakilan Doctor Web bersama distributor resmi PT Pacific Tech Distribution Indonesia mempresentasikan program kemitraan terbaru, berbagai alat dukungan pemasaran dan teknis, serta peluang baru untuk pertumbuhan bisnis bersama. Sesi khusus juga membahas perkembangan lanskap ancaman siber serta evolusi teknologi perlindungan Dr.Web. Peserta mendapatkan wawasan terkini mengenai jenis serangan dan cara efektif melindungi infrastruktur perusahaan. Selain itu, acara ini mencakup sesi pelatihan penjualan yang bersifat praktis, termasuk pembahasan studi kasus nyata, teknik menangani keberatan pelanggan, serta identifikasi peluang pertumbuhan baru. Peserta memberikan apresiasi tinggi terhadap sesi interaktif seperti role play dan diskusi langsung. Dalam suasana yang lebih santai, para mitra juga dapat berdiskusi langsung dengan tim Doctor Web mengenai proyek yang sedang berjalan serta rencana kerja sama ke depan. Banyak peserta menilai acara ini sangat bermanfaat dan menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama. Doctor Web akan terus mengembangkan ekosistem kemitraannya di Indonesia melalui pelatihan rutin, dukungan teknis, serta aktivitas pemasaran bersama untuk memperkuat industri keamanan siber di kawasan ini. Tertarik untuk menjadi partner Dr.Web? 🤝 Isi formulir di website doctorweb.id, dan tim kami akan segera menghubungi Anda untuk menjawab pertanyaan serta membahas peluang kerja sama yang paling sesuai untuk bisnis Anda.
Perluas Kerja Sama Global, TechnoGIS Perkenalkan Platform iT Sensing di SCE Taiwan 2026
Taiwan, katakabar.com - TechnoGIS mengikuti Smart City Expo Taiwan 2026 di Taipei guna perkenalkan iT Sensing sebagai solusi geospasial. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama internasional dan memperkuat ekspansi global berbasis teknologi. TechnoGIS turut berpartisipasi dalam ajang Smart City Expo Taiwan 2026 yang berlangsung pada 17 hingga 20 Maret 2026 lalu di Nangang Exhibition Center, Taipei, Taiwan. Di kegiatan tersebut, TechnoGIS memperkenalkan platform geospasial unggulannya, iT Sensing, yang dikembangkan untuk mengintegrasikan dan mengolah data satelit menjadi informasi yang aplikatif bagi kebutuhan industri. Platform ini juga ditampilkan sebagai solusi dalam mendukung perencanaan infrastruktur jaringan 5G, melalui pemanfaatan data geospasial, analitik, dan pemrosesan berbasis cloud guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pengambilan keputusan. Di acara ini TechnoGIS di dukung oleh Indonesia Prima sebagai Accelerator dan juga KDII sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan. Guna memperkuat ekspansi internasional, TechnoGIS menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra strategis dari berbagai negara, yaitu Hayani Maison (Afrika), Collexe (Malaysia), Statio (Thailand), dan Stellar Vision (Korea). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan dan implementasi solusi geospasial di berbagai sektor, dengan mengedepankan kolaborasi teknologi dan pemanfaatan sumber daya lokal di masing-masing wilayah. Selain itu, TechnoGIS juga mengembangkan sejumlah inisiatif strategis di berbagai negara, antara lain pengembangan proyek percontohan di sektor pertanian dan kehutanan di Malaysia bersama Rymba dan Hittera, pengembangan solusi geospasial di Yunani bersama Neuralio, pengembangan platform pemodelan temperatur kota di Republik Ceko bersama Ecoten Urban Comfort, monitoring infrastruktur di kawasan Afrika, serta pengembangan sistem monitoring parkir cerdas di Thailand bersama Statio dan Riffai. TechnoGIS juga menjalin kolaborasi dengan SolarSDGs (Taiwan) dalam pengembangan solusi monitoring panel surya berbasis drone dan sistem pemeliharaan prediktif (predictive maintenance). Berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya TechnoGIS memperkuat ekosistem geospasial global serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data di berbagai sektor pembangunan. CEO TechnoGIS, Sarono, menyampaikan partisipasi dalam ajang ini menjadi momentum strategis bagi perusahaan dalam memperkuat ekspansi global. “Smart City Expo Taiwan merupakan platform yang sangat relevan bagi pengembangan iT Sensing sebagai cloud geospatial dan monitoring platform. Di kegiatan ini, kata Surono, TechnoGIS berhasil membuka kolaborasi di lebih dari 7 negara lintas 3 kawasan, yaitu Asia, Afrika, dan Eropa, yang akan menjadi hub strategis dalam ekspansi global kami. Kami melihat peran penting teknologi ini dalam mendukung perencanaan kota yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Ke depan, TechnoGIS berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan tata kota berbasis data dan teknologi,” jelasnya.