Krueng Geukueh

Sorotan terbaru dari Tag # Krueng Geukueh

Wow! Aceh Tegaskan Peran Ekonomi Maritim Dunia, CPO Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh India Nasional
Nasional
Kamis, 30 Juli 2026 | 10:08 WIB

Wow! Aceh Tegaskan Peran Ekonomi Maritim Dunia, CPO Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh India

Aceh Utara, katakabar.com -  PT Pelindo Multi Terminal, Anak Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus perkuat peran Branch Lhokseumawe atau yang biasa dikenal Pelabuhan Krueng Geukueh sebagai gerbang perdagangan internasional melalui layanan pengapalan komoditas unggulan Aceh. Kurun waktu kurang dari satu pekan, pelabuhan ini melayani pengiriman 9.275 metrik ton Palm Kernel Shell (PKS) bersertifikat Green Gold Label (GGL) menuju Jepang dan 12.000 metrik ton Crude Palm Oil (CPO) menuju Chennai, India. Rangkaian pengiriman tersebut menunjukkan semakin aktifnya aktivitas logistik di Pelabuhan Krueng Geukueh sekaligus meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap komoditas unggulan Aceh. Sepanjang tahun ini, Pelabuhan Krueng Geukueh telah melayani pengiriman 29.775 metrik ton PKS dan 32.668 metrik ton CPO, memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung rantai pasok energi terbarukan dan perdagangan komoditas strategis Indonesia. Proses pengiriman CPO milik PT Agro Murni menggunakan kapal PVT DAWN Voyage dilaksanakan di Dermaga Multipurpose Pelabuhan Krueng Geukueh yang berangkat pada Jumat (24/7), setelah seluruh tahapan pelayanan kapal, pemeriksaan keselamatan, inspeksi tangki, verifikasi dokumen, serta persyaratan operasional kepelabuhanan dipenuhi sesuai ketentuan. Pemuatan dilakukan menggunakan fasilitas tangki darat dan sistem perpipaan khusus untuk menjaga kualitas minyak sawit hingga tiba di negara tujuan. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe, Aulia Rahman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan kepelabuhanan, awak kapal, tenaga operasional, instansi pemerintah, serta para pekerja yang telah memastikan setiap tahapan pelayanan berlangsung aman, tertib, dan tepat waktu. "Keberhasilan ekspor ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh pihak yang bekerja dengan dedikasi tinggi. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas operasional, tenaga pandu, petugas tambat, pekerja lapangan, pengguna jasa, serta seluruh unsur yang terlibat dalam memastikan pelayanan berjalan optimal. Kami akan terus menghadirkan pelayanan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta dunia usaha agar pelabuhan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional," kata Aulia. Ia menambahkan keberhasilan aktivitas perdagangan internasional di Pelabuhan Krueng Geukueh merupakan hasil sinergi yang kuat antara operator pelabuhan, pemerintah, instansi terkait, apparat keamanan, pelaku usaha, serta dukungan tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sekitar pelabuhan dalam menciptakan iklim investasi dan logistik yang semakin kondusif. Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Azwar, mengatakan seluruh pelayanan kapal domestik maupun internasional dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi. "KSOP memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap aktivitas pelayaran berlangsung sesuai regulasi yang berlaku. Bersama seluruh unsur terkait, kami terus memperkuat pengawasan, pelayanan, dan pengamanan agar kapal yang datang maupun berangkat dari Pelabuhan Krueng Geukueh memperoleh kepastian pelayanan yang aman, tertib, dan efisien. Kami juga memberikan apresiasi kepada para eksportir Aceh yang terus membuka akses perdagangan internasional serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional melalui kegiatan ekspor yang berkelanjutan," jelas Azwar. Sedang, Site Manager PT Aceh Makmur Bersama, Tarmizi, menilai keberhasilan ekspor tersebut merupakan cerminan dari kualitas komoditas sawit Aceh yang dibangun melalui ekosistem produksi yang terjaga sejak dari kawasan perkebunan hingga proses distribusi di pelabuhan. "Kepercayaan pasar internasional terhadap CPO asal Aceh bukan hadir secara kebetulan. Di balik setiap pengapalan terdapat kerja keras petani, pelaku usaha, tenaga kerja, akademisi, hingga seluruh pihak yang menjaga kualitas produk dari hulu sampai hilir. Sistem ekologis perkebunan yang terus dijaga, tata kelola produksi yang semakin baik, serta dukungan infrastruktur logistik telah menghasilkan CPO yang mampu memenuhi kebutuhan industri global. Kami optimistis permintaan terhadap CPO Aceh akan terus tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat," ucap Tamizi. Dengan letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Pelabuhan Krueng Geukueh terus memperkuat posisinya sebagai salah satu simpul logistik di wilayah barat Indonesia. Pelindo Multi Terminal berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran perdagangan internasional serta meningkatkan daya saing komoditas unggulan Aceh di pasar global.

Ribuan Ton Cangkang Inti Sawit Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh ke Jepang Internasional
Internasional
Rabu, 29 Juli 2026 | 13:07 WIB

Ribuan Ton Cangkang Inti Sawit Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh ke Jepang

Aceh Utara, katakabar.com -  PT Pelindo Multi Terminal, Anak Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, kembali mendukung ekspor komoditas unggulan Aceh melalui Branch Lhokseumawe atau biasa disebut Pelabuhan Krueng Geukueh. Total 9.275 metrik ton Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang inti sawit bersertifikat Green Gold Label (GGL) diberangkatkan menuju Omaezaki Port, Jepang, Rabu (22/7), untuk bahan baku biomassa untuk energi terbarukan. Pengiriman yang dilakukan PT Kharisma Inti Mitra Indonesia tersebut menjadi pengapalan ketiga komoditas biomassa melalui Pelabuhan Krueng Geukueh sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, pelabuhan ini telah melayani ekspor PKS ke Jepang dengan total volume mencapai 29.775 metrik ton, yang menunjukkan semakin besarnya peran Pelabuhan Krueng Geukueh dalam mendukung ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar global. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe, Aulia Rahman, menilai keberhasilan ekspor tersebut semakin memperkuat posisi Pelabuhan Krueng Geukueh sebagai salah satu simpul logistik yang memiliki daya saing di kawasan barat Indonesia. "Pelabuhan Krueng Geukueh terus dikembangkan sebagai pelabuhan yang mengedepankan konektivitas, keandalan pelayanan, serta kemudahan bagi pengguna jasa. Kami didukung sumber daya manusia yang profesional, fasilitas operasional yang memadai, dan koordinasi yang solid bersama seluruh pemangku kepentingan. Kombinasi tersebut menciptakan iklim bisnis yang semakin kondusif sehingga memberikan kepastian pelayanan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan pasar hingga ke tingkat internasional," kata Aulia. Ia menambahkan Pelindo akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional guna mendukung pertumbuhan ekspor berbagai komoditas unggulan Aceh, baik dari sektor perkebunan, pertanian, industri, maupun komoditas strategis lainnya. Palm Kernel Shell di antara produk turunan kelapa sawit yang memiliki nilai strategis sebagai bahan bakar biomassa untuk pembangkit energi ramah lingkungan. Seiring meningkatnya kebutuhan energi rendah emisi di berbagai negara, permintaan terhadap biomassa berkelanjutan terus meningkat, termasuk dari Jepang sebagai salah satu pasar utamanya. Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Azwar, menyampaikan setiap aktivitas pelayaran internasional di Pelabuhan Krueng Geukueh selalu dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi. "KSOP bersama Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta instansi terkait memastikan seluruh proses pelayanan kapal berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pemeriksaan dokumen, pengawasan keselamatan pelayaran, hingga koordinasi dengan instansi CIQP. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus logistik dan meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap pelayanan pelabuhan," jelasnya. Sedang, Site Manager PT Kharisma Inti Mitra Indonesia, Anthony Kumala, menimpali tingginya minat pasar internasional terhadap PKS asal Aceh tidak terlepas dari kualitas komoditas yang dihasilkan serta dukungan ekosistem logistik yang semakin kompetitif. "Kemudahan koordinasi antar pemangku kepentingan, proses pelayanan yang semakin cepat, serta dukungan infrastruktur logistik di Pelabuhan Krueng Geukueh menjadi nilai tambah yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekspor," ucapnya. Melalui kolaborasi yang erat antara operator pelabuhan, regulator, dan pelaku usaha, Pelabuhan Krueng Geukueh terus memperkuat perannya sebagai gerbang perdagangan internasional di wilayah Aceh. Letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung konektivitas logistik dan peningkatan ekspor komoditas unggulan Indonesia ke pasar global.

Cangkang Sawit Asal Aceh Berlayar ke Jepang Dari Pelabuhan Krueng Geukueh Nasional
Nasional
Rabu, 02 Agustus 2023 | 20:11 WIB

Cangkang Sawit Asal Aceh Berlayar ke Jepang Dari Pelabuhan Krueng Geukueh

Lhokseumawe, katakabar.com - Cangkang sawit total sepuluh ribu ton asal Aceh berlayar ke Jepang, seiring aktivitas ekspor impor mulai bergeliat dan optimal di pelabuhan laut Krueng Geukueh, pada Selasa (1/8) kemarin. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal bersama rombongan yang datang ke pelabuhan Krueng Geukueh disambut Branch Manager Pelindo Multi Terminal Cabang Lhokseumawe, Joni Hutama, untuk saksikan proses muat cangkang sawit sepuluh ribu 10.000 ton ke kapal MV. Sun Brave berbendera Singapore. Kapal itu panjangnya 127 meter dengan bobot 9.976 GT bakal membawa produk ekspor cangkang sawit asal Aceh ke Jepang. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Cabang Lhokseumawe, Joni Hutama dilansir dari laman InfoPublik, pada Rabu (2/7) mengatakan, secara fasilitas pelabuhan mereka siap melayani aktivitas ekspor baik ke Asia maupun ke Eropa. “Ini kapal kelima yang mampu memuat sepuluh ribu ton, bukti aktivitas ekspor di sini semakin optimal,” ujarnya. Untuk kegiatan ekspor kata Joni, pelabuhan ini dapat disandari dua kapal panjangnya sekitar 150 meter saat bersamaan. Di mana saat ini seluas 38 hektar lahan pelabuhan telah digunakan mendukung kegiatan ekspor. "Adanya aktivitas rutin ekspor memberi dampak positif terserapnya tenaga kerja lokal dan meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ulasnya. Cerita Joni, tidak hanya cangkang sawit, pada tahun ini dan tahun sebelumnya Pelabuhan Krueng Geukueh melayani ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan komoditas unggulan Aceh ke berbagai negara. Diketahui, Pelabuhan Krueng Geukueh termasuk ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun. Salah satu manfaat kehadiran KEK ini adanya keringanan pajak bagi pelaku usaha yang melakukan ekspor. Seorang eksportir dari PT Biomas Andalan Indonesia, Piter Halim turut hadir menuturkan, ekspor cangkang sawit ini diterima dari Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) dari Bireuen, Meulaboh, Nagan Raya, dan sekitarnya. “Hal yang paling mendukung pelabuhan ini lebih ekonomis dan efisien dibanding dengan pelabuhan di luar Aceh yang terlalu padat,” beber Piter. Pada tahun ini tambahya, target ekspornya mencapai 120 ribu ton cangkang sawit dari Aceh untuk bahan bakar pengganti batu bara. Kadishub Aceh, Teuku Faisal menjelaskan, pemerintah Aceh mengapresiasi Pelindo dan pihak eksportir yang telah melakukan aktivitas ekspor lewatbpelabuhan Krueng Geukueh. "Pemerintah Aceh siap memberikan dukungan guna peningkatan aktivitas ekspor ke depan," tegasnya. Efek aktivitas ini bisa menyeluruh untuk membuka lapangan kerja, dan sangat positif. Harapannya pelabuhan lainnya di Aceh dapat bergerak aktif, timpalnya.