Makna

Sorotan terbaru dari Tag # Makna

Makna Strategis Kunjungan Modi ke Indonesia bagi Asia Opini
Opini
Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:16 WIB

Makna Strategis Kunjungan Modi ke Indonesia bagi Asia

Oleh: Rajiv Bhatia Jakarta, katakabar.com - Setelah melewati perjalanan panjang yang diwarnai kedekatan, periode saling menjauh, hingga hubungan yang sempat berkembang di bawah potensi sebenarnya, India dan Indonesia kini memasuki babak baru dalam kemitraan strategis mereka. Sejak kedua negara meningkatkan hubungan menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2018, berbagai upaya terus dilakukan untuk memberikan makna yang lebih besar bagi hubungan bilateral tersebut. Momentum itu semakin menguat setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 yang dinilai sukses membuka babak baru kerjasama kedua negara. Sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dalam 18 bulan terakhir dan bagaimana hubungan tersebut akan berkembang ke depan akan semakin terlihat ketika Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Jakarta pada pekan pertama Juli. Indonesia menjadi salah satu tujuan dalam lawatan tiga negaranya, bersama Australia dan Selandia Baru. Kunjungan ini juga berlangsung saat penting dalam dinamika kawasan. Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi lebih dahulu melakukan kunjungan ke India. Rangkaian diplomasi tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian India terhadap kawasan Indo-Pasifik. Di tengah munculnya tanda-tanda melemahnya komitmen Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik maupun Quadrilateral Security Dialogue (Quad), dialog Modi dengan para pemimpin empat negara demokrasi utama di kawasan memiliki arti strategis yang jauh melampaui hubungan bilateral semata. Saat ini, hubungan India dan Indonesia berada pada kondisi yang sangat kondusif. Tidak terdapat sengketa besar ataupun isu yang berpotensi mengganggu hubungan kedua negara. Hubungan personal antara Perdana Menteri Modi dan Presiden Prabowo juga terjalin dengan baik. Prabowo dikenal mengapresiasi berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan Modi di India, sementara Modi melihat Presiden Prabowo memiliki pendekatan yang lebih seimbang dan realistis dalam memandang peran Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik. Kedekatan tersebut memberikan ruang bagi kedua pemimpin untuk mendorong para pejabat pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar mempercepat implementasi berbagai agenda kerja sama yang telah disepakati. Semangat tersebut tercermin dalam Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting) India–Indonesia ke-8 yang digelar pada 7 Juni lalu dan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar dan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. Setelah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap hubungan bilateral, kedua menteri mengidentifikasi berbagai peluang baru untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, perdagangan dan investasi, farmasi dan kesehatan, ekonomi digital, energi, konektivitas, antariksa, pendidikan, pelayanan konsuler, kebudayaan, hingga hubungan antar masyarakat. Dari hasil pertemuan tersebut, besar kemungkinan kunjungan Modi ke Jakarta akan menghasilkan sejumlah nota kesepahaman baru sekaligus peta jalan yang lebih jelas untuk memperdalam hubungan kedua negara dalam beberapa tahun mendatang. Tetapi, arti penting kunjungan ini sesungguhnya jauh melampaui penandatanganan berbagai kesepakatan. India dan Indonesia diperkirakan akan semakin menyelaraskan pandangan mereka terhadap berbagai perkembangan global, terutama setelah perang di Ukraina dan Timur Tengah, serta munculnya kemungkinan membaiknya hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Jika dinamika tersebut benar-benar berkembang, dampaknya akan sangat besar bagi kawasan Indo-Pasifik, tempat India dan Indonesia sama-sama memainkan peran penting. Indo-Pasifik merupakan rumah bersama bagi India dan Indonesia, sebagaimana juga bagi Jepang, Australia, Filipina, dan Korea Selatan. Keenam negara tersebut memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan sebagai fondasi bagi kesejahteraan ekonomi masyarakatnya. Dalam situasi ketika sejumlah forum kerja sama seperti Quad mulai menghadapi tantangan internal akibat berkurangnya perhatian Amerika Serikat, muncul kebutuhan akan wadah konsultasi politik dan diplomatik baru yang lebih inklusif bagi negara-negara demokrasi utama di kawasan. Inilah salah satu dimensi strategis yang layak dicermati selama kunjungan Modi ke Jakarta. Di bidang pertahanan, terdapat harapan baru bahwa kedua negara akhirnya akan mencapai kesepakatan mengenai rencana pembelian rudal jelajah supersonik BrahMos oleh Indonesia. Menteri Pertahanan India Rajesh Kumar Singh sebelumnya mengungkapkan dalam forum Shangri-La Dialogue bahwa negosiasi mengenai transaksi tersebut telah mendekati tahap final. Apabila terealisasi, kerja sama tersebut berpotensi menjadi tonggak penting dalam hubungan pertahanan kedua negara dan membuka jalan bagi peningkatan kerja sama industri pertahanan di masa mendatang. Di bidang ekonomi, target peningkatan perdagangan bilateral dari 30 miliar dolar AS menjadi 50 miliar dolar AS memang belum tercapai sesuai jadwal. Meski demikian, target tersebut tetap menjadi agenda penting karena akan memperkuat keterkaitan ekonomi kedua negara melalui perdagangan dan investasi yang lebih produktif. Kerja sama dalam pengembangan mineral kritis serta perdagangan digital juga diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama pembahasan kedua pemimpin. Pernyataan bersama yang akan dikeluarkan setelah pertemuan diperkirakan akan memberikan gambaran mengenai strategi kedua pemerintah dalam mewujudkan target-target tersebut. Di era diplomasi plurilateral yang semakin berkembang, India dan Indonesia juga dipastikan akan membahas cara memperkuat koordinasi dalam berbagai forum internasional seperti G20, BRICS, maupun Indian Ocean Rim Association (IORA). Keanggotaan Indonesia sebagai anggota baru BRICS membuka peluang besar untuk memperdalam kerja sama dengan India sebagai salah satu anggota pendiri organisasi tersebut. Di sisi lain, India juga memerlukan dukungan Indonesia dalam menyukseskan penyelenggaraan KTT BRICS mendatang di New Delhi. Dalam konteks kawasan, India juga diperkirakan akan menyoroti semakin eratnya hubungan dengan ASEAN, di mana Indonesia selama ini memainkan peran sentral. Kedua pemimpin kemungkinan juga akan bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di Myanmar. Perbedaan pendekatan masih terlihat antara ASEAN yang tetap mengedepankan implementasi Konsensus Lima Poin dan kebijakan India yang mulai beradaptasi dengan realitas politik baru di Myanmar, sebagaimana tercermin dari kunjungan resmi pemimpin Myanmar Min Aung Hlaing ke New Delhi beberapa waktu lalu. Sementara itu, pengumuman India mengenai Great Nicobar Project pada 1 Mei lalu juga memberikan dimensi baru bagi hubungan kedua negara. Proyek yang bertujuan menjadikan Kepulauan Andaman dan Nicobar sebagai pusat maritim dan ekonomi strategis tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan Indonesia mengingat kedekatan geografis kedua wilayah. Pada konteks yang sama, kedua negara juga memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat konektivitas kawasan dan mendorong pengembangan Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation (BIMSTEC). Indonesia dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mewujudkan visi terbentuknya komunitas ekonomi Teluk Benggala yang lebih terintegrasi. Berbagai isu tersebut sesungguhnya telah menjadi pembahasan dalam dua putaran Dialog Track 1.5 antara Gateway House: Indian Council on Global Relations dari Mumbai dan Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia yang diselenggarakan di Mumbai dan Jakarta pada September 2024 dan September 2025. Rekomendasi yang dihasilkan dari dialog tersebut bahkan mendapat pengakuan resmi dan dicantumkan dalam pernyataan bersama India dan Indonesia pada Januari 2025. Kini, kedua ibu kota telah memiliki berbagai gagasan kebijakan yang bersifat visioner sekaligus pragmatis. Tantangan berikutnya bukan lagi mencari ide baru, melainkan menerjemahkan berbagai gagasan tersebut menjadi langkah nyata yang mampu mempererat hubungan India dan Indonesia, sekaligus memperkuat keterhubungan antara Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Dua Demokrasi, Satu Ruang Digital: Apa Makna Kunjungan Narendra Modi untuk UMKM Indonesia? Opini
Opini
Kamis, 09 Juli 2026 | 13:10 WIB

Dua Demokrasi, Satu Ruang Digital: Apa Makna Kunjungan Narendra Modi untuk UMKM Indonesia?

Oleh: T Koshy Jakarta, katakabar.com - Ketika Perdana Menteri India, Narendra Modi tiba di Jakarta pada Selasa, 7 Juli 2026, perhatian publik kemungkinan akan tertuju pada agenda-agenda besar yang biasa menyertai kunjungan kenegaraan. Akan ada pembicaraan mengenai perdagangan, investasi, kerjasama strategis, hingga dinamika geopolitik Indo-Pasifik. Tetapi, dampak terbesar dari hubungan Indonesia dan India justru mungkin akan dirasakan oleh pelaku usaha kecil di Yogyakarta, pedagang tekstil di Solo, atau pemilik warung di berbagai daerah di Indonesia. Dampak tersebut datang dari sesuatu yang mungkin tidak banyak mendapat sorotan, yakni Indonesia Open Network atau ION. Kunjungan Modi ke Indonesia merupakan balasan atas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 ketika beliau menjadi tamu utama perayaan Hari Republik India. Selain menghasilkan berbagai kesepakatan di bidang pertahanan, perdagangan, dan farmasi, kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama pengembangan digital. Kerja sama tersebut kini mulai menghasilkan langkah nyata. Pada Februari 2026, Kementerian UMKM bersama Kementerian Komunikasi dan Digital meluncurkan ION, sebuah jaringan perdagangan digital berbasis protokol terbuka yang terinspirasi dari pengalaman India melalui Open Network for Digital Commerce (ONDC). Yang menarik, ION sejak awal memang dirancang sebagai jembatan Indonesia dan India. Di dalam dewan penasihatnya terdapat tokoh-tokoh Indonesia seperti Shinta Kamdani, Ilham Habibie, dan Rudiantara, yang bekerja bersama para tokoh yang membangun ONDC sejak tahap awal, termasuk R.S. Sharma dan tim pendiri ONDC. Dua Negara, Dua Pengalaman India dan Indonesia sebenarnya menempuh jalan yang berbeda, tetapi menuju tujuan yang sama. India membangun infrastruktur digital publik melalui Aadhaar untuk identitas digital, UPI untuk sistem pembayaran, dan ONDC untuk perdagangan digital. Selama satu dekade terakhir, model ini menjadi salah satu sistem digital publik yang paling banyak dipelajari di dunia. Yang ditawarkan India bukanlah produk teknologi. India menawarkan pengalaman membangun fondasi digital yang terbuka, sehingga bank, perusahaan teknologi, lembaga keuangan, maupun pelaku usaha dapat terhubung dalam satu ekosistem. UPI kini memproses puluhan miliar transaksi setiap tahun. Sementara ONDC memungkinkan sebuah toko kecil ditemukan oleh konsumen melalui aplikasi yang bahkan tidak mereka miliki sendiri. Pedagang tidak lagi harus bergantung pada satu platform atau menghadapi biaya komisi yang tinggi. Indonesia sendiri juga membangun fondasi yang sama pentingnya. QRIS telah menjadi standar pembayaran nasional yang berhasil menghubungkan berbagai bank dan dompet digital. Jutaan UMKM kini dapat menerima pembayaran digital dengan sistem yang sederhana dan terjangkau. Tetapi Indonesia memiliki tantangan yang berbeda. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 270 juta penduduk, persoalan logistik, konektivitas, dan pemerataan digital jauh lebih kompleks dibanding India. Karena itu kerja sama ini menjadi penting. Bukan karena satu negara lebih maju dari yang lain, melainkan karena kedua negara sampai pada kesimpulan yang sama: infrastruktur digital sebaiknya dibangun sebagai ruang bersama yang terbuka, bukan ekosistem tertutup yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Mengapa Ini Penting bagi UMKM Ukuran keberhasilan sebuah infrastruktur digital bukanlah seberapa sering ia disebut dalam forum internasional atau dokumen diplomatik. Yang lebih penting adalah apakah ia mampu membantu pelaku usaha kecil mendapatkan pelanggan dan membantu masyarakat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan digital. Pengalaman ONDC di India menunjukkan bahwa ketika jaringan digital dibangun secara terbuka, pelaku usaha kecil tidak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan pelanggan. Produk mereka dapat ditemukan melalui berbagai aplikasi yang terhubung ke jaringan yang sama. Beberapa studi awal terhadap UMKM yang bergabung dengan ONDC menunjukkan adanya peningkatan pendapatan, khususnya di kota-kota kecil yang sebelumnya memiliki akses pasar yang terbatas. Indonesia menghadapi persoalan yang serupa. Dengan sekitar 64 juta UMKM, sebagian besar pelaku usaha masih bergantung pada sejumlah marketplace besar dan memiliki posisi tawar yang terbatas dalam menentukan biaya maupun komisi. Akses digital juga masih belum merata. ION berusaha menjawab persoalan tersebut. Jaringan ini tidak hanya dirancang untuk perdagangan barang. Di masa depan, layanan kesehatan, pendidikan, pertanian, logistik, dan layanan keuangan juga dapat terhubung melalui protokol yang sama. Dengan demikian, pelaku usaha kecil tidak perlu membangun seluruh sistem sendiri. Indonesia juga memiliki keuntungan karena tidak memulai dari nol. Pengalaman India selama beberapa tahun terakhir memberikan pelajaran yang sangat berharga, termasuk mengenai tantangan, hambatan, dan kesalahan yang pernah terjadi. Dukungan Politik yang Dibutuhkan ION sebenarnya sudah berjalan. Dewan penasihat telah terbentuk, berbagai inisiatif awal telah dilakukan, dan sejumlah pemangku kepentingan telah terlibat. Namun, yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan politik yang kuat agar inisiatif ini dapat berkembang dalam skala yang lebih besar. Kunjungan Perdana Menteri Modi dapat memberikan momentum tersebut. Apabila kedua pemimpin secara jelas menempatkan ION sebagai prioritas bersama dengan target, dukungan kelembagaan, dan agenda implementasi yang konkret, maka dampaknya bagi UMKM Indonesia dan India bisa jauh lebih besar dibanding banyak hasil kunjungan kenegaraan lainnya. Hal ini juga memiliki arti yang lebih luas. Selama satu dekade terakhir, infrastruktur digital dunia banyak didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar dari Amerika Serikat dan China. Indonesia dan India menawarkan pendekatan yang berbeda, yakni membangun jaringan digital yang terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pelaku. Kedua negara yang secara bersama-sama mewakili lebih dari seperlima populasi dunia ini menunjukkan bahwa ekonomi digital berskala besar tidak harus bergantung sepenuhnya pada platform tertutup. Indonesia membawa keberhasilan QRIS dan kekuatan 64 juta UMKM, dan India membawa pengalaman membangun ONDC dan infrastruktur digital publik. Keduanya memiliki sesuatu yang sama pentingnya untuk dibagikan. Apabila kunjungan Modi mampu mempercepat perjalanan ION dari tahap peluncuran menuju implementasi yang lebih luas, maka manfaatnya mungkin akan lebih terasa oleh pedagang kecil dan pembeli biasa dibandingkan banyak kesepakatan besar yang diumumkan dalam kunjungan kenegaraan.

Polres Kepulauan Meranti Gelar Upacara Peringati Hari Bhayangkara ke 80 Khidmat dan Penuh Makna Hukrim
Hukrim
Rabu, 01 Juli 2026 | 15:35 WIB

Polres Kepulauan Meranti Gelar Upacara Peringati Hari Bhayangkara ke 80 Khidmat dan Penuh Makna

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Polres Kepulauan Meranti gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026 dengan penuh khidmat di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Kecamatan Tebing Tinggi, Rabu (1/7). Usung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", peringatan tersebut jadi momentum perkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., yang pimpin upacara, dihadiri Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar bersama istri Hj Ismiatun, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzammil Baharuddin, S.M., M.M. bersama istri Sriyana, Ketua DPRD H Khalid Ali, S.E., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pejabat TNI, Kejaksaan, Pengadilan Agama, pimpinan instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, insan pers, mahasiswa, pelaku usaha, purnawirawan Polri, Bhayangkari, hingga jajaran personel Polres Kepulauan Meranti. Rangkaian upacara berlangsung sesuai tradisi Kepolisian dengan diawali masuknya pasukan upacara, penghormatan kepada Inspektur Upacara, menyanyikan Mars Polri, pemeriksaan pasukan, mengheningkan cipta, pembacaan Tribrata, hingga penyampaian amanat. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH SIK MH., menyampaikan bahwa Hari Bhayangkara ke 80 bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara. Polri ditegaskan memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Selain itu, seluruh personel Polri diharapkan terus meningkatkan profesionalisme sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi integritas serta penegakan hukum yang adil dan humanis. Amanat tersebut juga menekankan pentingnya reformasi kelembagaan Polri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi era digital serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif. Transformasi menuju Polri yang Presisi, modern, dan adaptif disebut harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Keberhasilan institusi kepolisian, menurut amanat tersebut, tidak hanya diukur dari keberhasilan penegakan hukum semata, tetapi juga dari tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Setelah pelaksanaan upacara, suasana semakin semarak dengan penampilan Tim RAGA Polres Kepulauan Meranti yang mempertontonkan berbagai kemampuan personel kepolisian dalam menjalankan tugas di lapangan. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari tamu undangan yang hadir. Selain itu, personel Polisi Wanita (Polwan) Polres Kepulauan Meranti turut menampilkan Tari Sonde yang menggambarkan kekayaan budaya daerah sekaligus menjadi hiburan bagi para peserta setelah prosesi upacara selesai. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Kapolres Kepulauan Meranti mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ia menyebut momentum tersebut menjadi sarana evaluasi, sekaligus memperkuat komitmen Polri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Dengan usung tema '80 Tahun Mengabdi Polri untuk Masyarakat', kami berkomitmen untuk terus memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti," jelasnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, TNI, seluruh pemangku kepentingan, dan masyarakat atas sinergi yang telah terjalin selama ini. "Kami juga menyadari bahwa keberhasilan tugas Polri tidak dapat dicapai tanpa dukungan pemerintah daerah, TNI, seluruh stakeholder, serta masyarakat. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. Semoga ke depan Polri semakin dicintai masyarakat, semakin dipercaya, dan semakin Presisi dalam menjalankan tugas," tuturnya. Di kegiatan sama, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menerangkan apresiasi atas dedikasi jajaran Polres Kepulauan Meranti yang selama ini konsisten menjaga stabilitas keamanan daerah. Ia menilai kehadiran Polri memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui terciptanya situasi yang aman dan kondusif. "Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Kepulauan Meranti yang selama ini telah bekerja keras menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas daerah," ungkap Asmar. Menurutnya, sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus dipelihara demi mewujudkan Kabupaten Kepulauan Meranti yang aman, damai, dan sejahtera. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi berbagai pihak, Kapolres bersama Bupati dan unsur Forkopimda menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah penerima. Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang Kapolres Cup Mobile Legends E-Sport serta Fun Night Run. Suasana syukuran semakin bermakna saat dilakukan pemotongan nasi tumpeng yang kemudian diserahkan kepada personel Polri tertua dan termuda sebagai simbol penghormatan terhadap pengabdian lintas generasi di institusi Kepolisian. Sempena memperingati Hari Bhayangkara ke 80, Polres Kepulauan Meranti juga menggelar Gerakan Pangan Murah dengan menyalurkan 50 paket beras gratis masing-masing seberat lima kilogram kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang memperlihatkan eratnya kebersamaan antara Polri, Forkopimda, pemerintah daerah, dan masyarakat.