MIN ID
Sorotan terbaru dari Tag # MIN ID
Motor Optimasi Penerimaan Negara Sektor Pengelolaan Mineral Nasional bernama MIND ID
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berperan sebagai perpanjangan tangan negara di sektor pengelolaan sumber daya alam mineral guna mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memperkuat tata kelola sektor pertambangan nasional. Peran tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (3), yang menegaskan bahwa kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyampaikan potensi ekonomi sektor pertambangan Indonesia sangat besar, dan dapat terus diperkuat pesanya guna memperkuat kontribusi penerimaan negara. Sebagai perusahaan, MIND ID terus memperkuat perannya dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya mineral nasional melalui penguatan produksi, hilirisasi, perbaikan tata kelola, dan pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi. “Optimalisasi penerimaan negara akan semakin optimal melalui pengelolaan sumber daya alam yang dikelola langsung melalui entitas milik Negara. Dengan dukungan kebijakan dari seluruh pemangku kepentingan, MIND ID berkomitmen terus memperkuat kontribusi bagi negara melalui pengelolaan sumber daya mineral yang semakin terintegrasi, penguatan hilirisasi, dan pengembangan industri bernilai tambah,” jelasnya saat RDP bersama Komisi XII DPR RI. Laporan Keberlanjutan perseroan tahun 2025 menunjukkan, MIND ID mampu mencatat Generated Economic Value sebesar Rp185,16 triliun, dengan Distributed Economic Value sebesar Rp180,30 triliun, yang menunjukkan besarnya aliran manfaat ekonomi yang disalurkan kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk negara, mitra kerja, dan masyarakat. Kontribusi kepada negara juga tercermin dari total pembayaran kewajiban pemerintah yang mencapai Rp32,82 triliun, yang terdiri dari dividen, pajak, dan kewajiban lainnya. Lebih lanjut, Maroef menekankan bahwa masih terdapat ruang yang besar untuk memperkuat kontribusi MIND ID dalam pengelolaan komoditas strategis nasional. Karena itu, Grup MIND ID terus memperbesar kapasitas produksi sekaligus mempercepat pengembangan proyek-proyek hilirisasi yang menjadi fondasi penciptaan nilai tambah nasional. Grup MIND ID mengembangkan berbagai proyek strategis, mulai dari ekosistem bauksit-alumina-aluminium terintegrasi, pemurnian dan pencetakan emas logam mulia, hingga ekosistem baterai kendaraan listrik. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat nilai tambah domestik, memperluas basis industri nasional, dan semakin meningkatkan kontribusi ekonomi bagi negara. Selain berkontribusi melalui penerimaan negara, Grup MIND ID juga menjalankan fungsi strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional. Bukit Asam, sebagai anggota Grup MIND ID secara konsisten memenuhi bahkan melampaui kewajiban Domestic Market Obligation (DMO), sehingga memastikan pasokan batu bara bagi kebutuhan pembangkit listrik nasional tetap terjaga. Peran tersebut menunjukkan MIND ID tidak hanya berkontribusi melalui penerimaan negara, tetapi juga menjalankan mandat strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan masyarakat memperoleh akses listrik yang andal dan terjangkau. Maroef menegaskan MIND ID memiliki kesiapan dari sisi sumber daya manusia, teknologi, pengalaman operasional, serta jaringan industri untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam nasional. Itu sebabnya, penguatan peran BUMN di sektor mineral tidak semata ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, melainkan untuk memastikan lebih banyak nilai tambah, lapangan kerja, penguasaan teknologi, dan penerimaan negara dapat tercipta di dalam negeri. “Kami siap menjalankan mandat yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam nasional. Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, dan MIND ID, kami meyakini kekayaan mineral Indonesia dapat menjadi fondasi yang semakin kuat bagi memperkuat kedaulatan ekonomi dan kemakmuran rakyat,” jelas Maroef. Dalam kesimpulan rapat, Komisi XII DPR RI menyatakan dukungan terhadap berbagai upaya yang dijalankan MIND ID dan seluruh anggota grup untuk memperkuat tata kelola pertambangan nasional, mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah, serta mengoptimalkan manfaat sumber daya alam bagi negara. Komisi XII DPR RI juga mendukung MIND ID untuk memperoleh kepastian penerapan Domestic Market Obligation (DMO), serta memperkuat tata niaga komoditas strategis seperti emas agar semakin transparan, berkeadilan, dan mampu meningkatkan penerimaan negara. Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi MIND ID untuk terus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan produksi, pengembangan industri hilir, penguatan tata kelola, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya mineral nasional. Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, menegaskan pembentukan MIND ID sejak awal diarahkan untuk mengubah pengelolaan mineral dari sekadar aktivitas ekstraksi menjadi kekuatan industri nasional yang mampu menciptakan nilai tambah bagi Indonesia. “Bahwa negara menguasai sumber daya alam, diolah sendiri, menjadi industri, menciptakan nilai tambah, sampai tujuannya adalah kemakmuran rakyat,” kata Gunhar. Menurut Gunhar, MIND ID memiliki peran strategis sebagai instrumen negara untuk memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi berkembang menjadi fondasi industrialisasi, penciptaan nilai tambah, dan kemakmuran rakyat sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.
MIND ID Kokohkan Fondasi ESG Hilirisasi dan Masa Depan Berkelanjutan Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bagian menyeluruh dari setiap proses bisnis pertambangan. Komitmen keberlanjutan dijalankan sejak tahap pratambang melalui program nursery bibit endemik dan studi baseline lingkungan hingga tahap operasi dan pascatambang melalui reklamasi terpadu serta pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menyampaikan MIND ID sebagai strategic Active Holding konsisten mengintegrasikan seluruh program yang bertujuan untuk mampu memberikan manfaat berkelanjutan pembangunan masa depan. Implementasi prinsip ESG, kata Pria, dijalankan secara komprehensif ke dalam proses bisnis, dan diupayakan agar mampu memberi manfaat jangka panjang bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Implementasi proses bisnis yang berlandaskan keberlanjutan adalah langkah strategi jangka panjang dalam membangun peradaban. Kami akan terus memastikan kegiatan tambang memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem demi masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya. Capaian nyata terlihat pada sejumlah anggota BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID. PT Freeport Indonesia, misalnya, telah menanam 164 jenis tanaman pada lahan bekas pengendapan tailing dan area percobaan reklamasi. Sekitar 100 hektar areal tailing di MP21 dikelola menjadi lahan multi-pemanfaatan untuk perkebunan, pertanian, perikanan, dan peternakan, sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan lingkungan dan konservasi sebuah bukti rehabilitasi lahan yang memberi nilai tambah ekologis dan sosial setelah dua dekade pengelolaan. Dari 2005 silam, seluas 1.552 hektar lahan muara yang dialiri tailing juga telah direhabilitasi melalui penanaman mangrove, memperkuat fungsi kawasannya sebagai benteng alami pesisir dan daerah tangkapan karbon. Sebagai upaya transisi energi dan pengurangan emisi, PT Aneka Tambang Tbk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tambang emas Pongkor, yang berhasil menekan emisi CO₂ hingga puluhan ribu ton per tahun dan menjadi langkah konkret bagi transformasi energi di sektor pertambangan. Sementara, PT Timah Tbk terus bergerak aktif dalam pemberdayaan sosial ekonomi lokal di Bangka Belitung melalui program pembinaan UMKM, pembekalan digitalisasi usaha, dan akses permodalan. Program-program ini membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke rantai pasok tambang dan mendorong peningkatan kapasitas, serta pendapatannbeberapa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan mencatat kenaikan omzet rata-rata hingga 30 persen. Pria Utama menegaskan bahwa program hilirisasi BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dirancang untuk memberikan manfaat yang inklusif tidak hanya diukur dari nilai ekonomi, tetapi juga dari aspek sosial dan lingkungan.
MIND ID Komitmen Perkuat Pendampingan Budidaya Ikan Laut
Jakarat, katakabar.com - MIND ID, sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia, berkomitmen memastikan manfaat dari pengelolaan sumber daya mineral dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah operasional. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL, Grup MIND ID secara konsisten menjalankan program pengembangan ekonomi masyarakat pesisir dan laut dengan mendukung kegiatan budidaya ikan. Masyarakat diharapkan memiliki sumber lapangan kerja baru yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di masa depan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan apresiasi atas kontribusi MIND ID dalam mendukung pemanfaatan ruang laut untuk kegiatan produktif dan ramah lingkungan, termasuk melalui praktik budidaya ikan. Ia menjelaskan, pemerintah saat ini fokus mendorong transformasi ekonomi masyarakat pesisir, dari kegiatan penangkapan ikan konvensional menjadi kegiatan budidaya yang lebih terencana,.dan menguntungkan. Selain itu, kegiatan budi daya berdampak baik pada keanekaragaman hayati laut, serta menjaga kualitas nutrisi yang diterima masyarakat dari konsumsi ikan hasil budidaya. “Kegiatan budidaya memang masih kecil, yakni sekitar 5 juta ton produksi per tahun. Namun, kami terus mendorong marine culture di setiap ruang laut agar terus dikembangkan. Awalnya berburu dan menangkap, kini kami arahkan masyarakat untuk beralih ke budidaya,” ujarnya. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama menjelaskan, pengembangan kegiatan budidaya ikan merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional laut Grup MIND ID. "Program ini diharapkan mampu menciptakan sumber ekonomi baru yang lebih stabil, khususnya bagi para nelayan yang menghadapi ketidakpastian hasil tangkapan dan tantangan iklim ekstrem," tuturnya. Menurutnya, melalui pemberian bantuan, pelatihan, dan pendampingan intensif, masyarakat dibekali keterampilan untuk menjalankan budidaya ikan secara profesional. Masyarakat binaan juga menjadi inspirasi bagi nelayan lain untuk mulai beralih dari penangkapan ke budidaya. “Program pengembangan kegiatan budidaya ikan ini terus dijalankan secara konsisten dan kami harap dampaknya semakin signifikan dan bisa menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi bagi masyarakat daerah,” ucapnya