Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat
Merauke, katakabar.com - Peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas perlu diikuti penguatan simpul logistik di sisi darat. Hal ini perlu dilakukan agar percepatan bongkar muat tidak justru memindahkan titik hambatan ke rantai distribusi berikutnya. Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM, Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik.
Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?
Jakarta, katakabar.com - Bitcoin menghadapi babak baru di tengah perubahan arah kebijakan moneter global setelah dua bank sentral utama dunia mengambil langkah menaikkan suku bunga dalam pekan yang sama. The Fed Amerika Serikat pada 16 September 2026 menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4,00 persen. Keputusan tersebut menjadi kenaikan pertama The Fed sejak 2023. Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) pada 18 September menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen, level tertinggi dalam sekitar 31 tahun. Kedua keputusan tersebut menjadi perhatian pasar karena suku bunga berhubungan erat dengan likuiditas, biaya pendanaan, nilai mata uang, dan selera investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. Menariknya, kenaikan suku bunga tidak serta-merta membuat Bitcoin tertekan. BTC justru sempat kembali menembus level US$77.000 setelah keputusan BOJ, menunjukkan bahwa respons pasar tidak hanya ditentukan oleh arah suku bunga, tetapi juga oleh seberapa jauh keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi investor. Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, investor perlu melihat kebijakan bank sentral sebagai bagian dari gambaran likuiditas global, bukan sekadar melihat apakah suku bunga naik atau turun. “Sederhananya, suku bunga itu seperti harga dari uang. Ketika harga uang naik, investor biasanya menjadi lebih selektif dalam menempatkan modal karena ada alternatif instrumen yang menawarkan imbal hasil. Karena itu, kenaikan suku bunga secara teori dapat membuat aset berisiko seperti Bitcoin menghadapi tekanan,” jelas Yudho. Kata Yudho, reaksi pasar dapat berbeda apabila kenaikan suku bunga tersebut sudah diperkirakan sebelumnya. “Hal ini sering dilupakan adalah pasar bergerak berdasarkan ekspektasi. Kalau kenaikan suku bunga sudah diperkirakan, pasar bisa saja tidak lagi bereaksi negatif ketika keputusan itu benar-benar diumumkan. Fokus investor kemudian bergeser ke pertanyaan yang lebih penting: setelah keputusan ini, apakah likuiditas global akan semakin ketat atau justru ada ruang untuk kembali membaik?” terangya. The Fed dan Likuiditas Dolar AS Kebijakan The Fed menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan investor Bitcoin karena dolar AS memiliki peran besar dalam sistem keuangan global. Kenaikan suku bunga membuat imbal hasil aset berbasis dolar menjadi lebih menarik dan dapat memperketat kondisi keuangan. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat mengurangi minat terhadap aset berisiko. Dalam keputusan 16 September, The Fed menyatakan inflasi masih berada pada level tinggi dan kenaikan suku bunga dilakukan untuk mendukung kembalinya inflasi menuju target 2 persen. Proyeksi terbaru The Fed juga menunjukkan bahwa arah kebijakan moneter masih menjadi perhatian pasar. Investor akan mencermati apakah bank sentral AS masih melihat kebutuhan untuk mempertahankan atau bahkan memperketat kebijakan dalam beberapa bulan mendatang. Bagi Bitcoin, kondisi tersebut membuat data inflasi, pasar tenaga kerja, pernyataan pejabat The Fed, serta perubahan ekspektasi suku bunga menjadi sejumlah katalis penting. BOJ dan Risiko Yen Carry Trade Di sisi lain, keputusan BOJ membawa dimensi berbeda bagi pasar global. Jepang selama bertahun-tahun dikenal dengan tingkat suku bunga yang sangat rendah. Kondisi tersebut membuat yen menjadi salah satu sumber pendanaan murah bagi investor melalui strategi yen carry trade. Dalam strategi ini, investor dapat meminjam dana dalam yen dengan biaya relatif rendah dan mengalokasikannya ke aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi. Ketika BOJ menaikkan suku bunga, biaya pendanaan dalam yen meningkat. Jika kenaikan suku bunga juga diikuti penguatan yen, investor dapat memiliki insentif untuk mengurangi posisi carry trade dan mengembalikan dana ke aset berbasis yen. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aset berisiko secara lebih luas, termasuk pasar kripto. Meski demikian, kenaikan BOJ ke 1,25 persen pada 18 September tidak langsung memicu aksi jual besar pada Bitcoin. Salah satu faktornya adalah keputusan tersebut telah banyak diantisipasi oleh pasar. Reuters melaporkan bahwa kenaikan tersebut dipandang luas sebagai langkah yang telah diperhitungkan investor, sementara sinyal kebijakan BOJ belum menunjukkan pengetatan yang agresif dalam waktu dekat. Bitcoin Tidak Hanya Bergerak karena Berita Kripto Pergerakan Bitcoin setelah keputusan kedua bank sentral tersebut menunjukkan semakin pentingnya faktor makroekonomi bagi pasar kripto. Menurut CEO FLOQ ini, investor Bitcoin tidak cukup hanya memperhatikan perkembangan ekosistem kripto. “Bitcoin sekarang berada di dalam sistem keuangan global. Artinya, apa yang terjadi pada dolar, yen, suku bunga, obligasi, sampai arus likuiditas global bisa ikut memengaruhi harga BTC. Jadi, membaca Bitcoin juga berarti membaca bagaimana modal bergerak di pasar global,” imbuh Yudho. Ia menambahkan bahwa perbedaan antara keputusan bank sentral dan ekspektasi pasar dapat menjadi faktor penting dalam menentukan respons harga jangka pendek. “Investor sebaiknya tidak hanya bertanya ‘The Fed naikkan bunga atau tidak?’ atau ‘BOJ naikkan bunga atau tidak?’. Pertanyaan yang lebih relevan adalah apakah keputusan tersebut lebih hawkish atau dovish dibandingkan yang sudah dihargai pasar. Di situlah sering muncul kejutan pergerakan harga,” ulasnya Yudho. Empat Faktor Perlu Dipantau Investor Bitcoin Ke depan, terdapat sejumlah indikator yang dapat menjadi perhatian investor untuk memahami arah Bitcoin di tengah perubahan kebijakan moneter global. Pertama, arah kebijakan The Fed. Pasar akan mencermati apakah suku bunga AS akan tetap berada pada level tinggi atau terdapat perubahan arah kebijakan dalam pertemuan berikutnya. Kedua, pergerakan dolar AS. Penguatan dolar dapat memengaruhi daya tarik aset berisiko, sementara pelemahan dolar dapat menciptakan ruang yang berbeda bagi aset seperti Bitcoin. Ketiga, kebijakan BOJ dan pergerakan yen. Kenaikan suku bunga Jepang yang lebih cepat dari perkiraan dapat meningkatkan perhatian terhadap potensi pembalikan posisi yen carry trade. Keempat, likuiditas global. Perubahan kondisi likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan seberapa besar ruang investor untuk mengambil risiko di pasar keuangan. Keputusan The Fed dan BOJ menjadi pengingat bahwa pergerakan Bitcoin semakin berkaitan dengan dinamika makroekonomi global. Meskipun kenaikan suku bunga secara teori dapat memberikan tekanan terhadap aset berisiko, respons aktual Bitcoin tetap bergantung pada ekspektasi pasar, kondisi likuiditas, nilai tukar, serta arah kebijakan bank sentral berikutnya.
USDJPY Berpotensi Naik ke 157.503, Dupoin Futures Waspadai Tren Bearish
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan pasangan mata uang USD/JPY atau USDJPY berpotensi menguat dalam jangka pendek pada perdagangan pekan ketiga September 2026. Menurut Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, USDJPY pada timeframe Daily berpeluang membentuk secondary trend dengan bergerak naik menuju resistance terdekat di level 157.503. Tetapi, secara tren utama, pergerakan USDJPY masih berada dalam kecenderungan bearish sehingga penguatan harga berpotensi menjadi bagian dari koreksi sebelum kembali menghadapi tekanan jual. Geraldo melihat level 157.503 sebagai area penting yang perlu diperhatikan dalam pergerakan USDJPY selanjutnya. Kenaikan menuju resistance tersebut dapat menjadi bagian dari secondary trend atau tren sekunder yang bergerak berlawanan dengan tren utama. Dengan struktur tersebut, pergerakan naik USDJPY belum serta-merta menunjukkan perubahan tren besar menjadi bullish. "Tren utama USDJPY masih menunjukkan arah penurunan. Oleh karena itu, area resistance 157.503 menjadi salah satu level yang perlu dicermati untuk melihat respons harga. Apabila USDJPY mengalami koreksi setelah mencapai resistance tersebut, tekanan bearish berpotensi kembali muncul dan membuka ruang bagi pelemahan harga," jelasnya. Secara teknikal, kata Geraldo, strategi yang menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures adalah menunggu pergerakan harga mendekati atau melakukan koreksi di area resistance sebelum melihat potensi pelemahan lebih lanjut. Level 157.503 dapat menjadi acuan untuk mengamati apakah momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga atau justru mampu mengubah struktur tren utama. Pergerakan USDJPY juga mendapat dukungan dari sisi fundamental melalui penguatan dolar AS. Dolar AS bergerak di sekitar level tertinggi dalam tujuh minggu setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal bahwa peluang kenaikan tambahan masih terbuka. "Kondisi tersebut memberikan dukungan terhadap USD dan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong USDJPY bergerak lebih tinggi," ujarnya. Kebijakan The Fed menjadi perhatian penting karena perubahan suku bunga AS dapat memengaruhi perbedaan imbal hasil antara aset dalam dolar AS dan yen Jepang. Ketika ekspektasi suku bunga Amerika Serikat meningkat, daya tarik dolar dapat ikut menguat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap yen sekaligus mendukung pasangan USDJPY. Tetapi, arah USDJPY tidak hanya ditentukan oleh kebijakan Federal Reserve. Pasar juga menantikan keputusan Bank of Japan atau BOJ. Kebijakan BOJ dapat memberikan katalis yang berbeda bagi yen, khususnya apabila bank sentral Jepang mempertahankan atau memperkuat kebijakan moneternya. Masih Dupoin Futures, apabila BOJ mengambil pendekatan yang lebih ketat terhadap kebijakan moneter, peluang penguatan yen dapat meningkat. Penguatan JPY tersebut berpotensi membatasi kenaikan USDJPY meskipun dolar AS masih mendapatkan dukungan dari kebijakan The Fed. Perbedaan arah kebijakan antara The Fed dan BOJ menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan pasangan mata uang ini. Di satu sisi, ekspektasi kenaikan suku bunga AS memberikan dukungan terhadap dolar. Di sisi lain, kebijakan BOJ yang lebih ketat dapat memberikan dukungan terhadap yen. Kondisi tersebut berpotensi membuat USDJPY bergerak volatil ketika pasar merespons keputusan dan komunikasi kedua bank sentral. Dupoin Futures melihat kondisi tersebut perlu diperhatikan bersamaan dengan struktur teknikal USDJPY. Secara Daily, kenaikan menuju 157.503 masih dapat dikategorikan sebagai secondary trend selama tren besar belum berubah. Artinya, penguatan harga dalam jangka pendek masih berpotensi menghadapi resistance sebelum menentukan arah berikutnya. Jika harga gagal mempertahankan momentum bullish ketika mendekati 157.503, pelaku pasar dapat mencermati kemungkinan munculnya tekanan jual. Sebaliknya, kemampuan USDJPY menembus resistance tersebut perlu diamati untuk melihat apakah terdapat perubahan pada struktur teknikal. Namun, berdasarkan analisis Dupoin Futures, tren besar masih bergerak turun sehingga resistance tersebut menjadi area penting dalam membaca potensi kelanjutan bearish. Dari sisi fundamental, pelaku pasar juga perlu memperhatikan perkembangan dolar AS setelah keputusan The Fed serta respons pasar terhadap kebijakan BOJ. Perubahan ekspektasi suku bunga kedua negara dapat memengaruhi selisih imbal hasil dan pada akhirnya berdampak terhadap pergerakan USDJPY. Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, prediksi USDJPY hari ini menunjukkan adanya peluang kenaikan menuju resistance 157.503 sebagai bagian dari secondary trend. Namun, Dupoin Futures menilai tren utama masih berada dalam arah bearish. Oleh karena itu, respons harga di sekitar resistance tersebut menjadi penting untuk melihat potensi munculnya kembali tekanan pelemahan. Secara keseluruhan, USDJPY masih memiliki ruang untuk bergerak naik dalam jangka pendek seiring penguatan dolar AS, tetapi struktur Daily menunjukkan bahwa kenaikan tersebut berpotensi menjadi tren sekunder. Level 157.503 menjadi resistance utama yang perlu dicermati. Pergerakan di area tersebut, ditambah keputusan BOJ dan perkembangan kebijakan The Fed, akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah USDJPY berikutnya.
Biaya WhatsApp Naik? Ini 7 Cara Bisnis Menekannya
Jakarta, katakabar.com - Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Ketika balasan WhatsApp mulai diperhitungkan, bisnis tidak cukup hanya melihat tarif per pesan. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap respons benar-benar membantu pelanggan bergerak menuju penyelesaian. Chat panjang, pertanyaan berulang, dan perpindahan agent tanpa konteks dapat menambah biaya sekaligus memperlambat layanan. Penghematan juga bukan berarti membatasi pelanggan. Bisnis perlu mengurangi pesan bernilai rendah, memakai kanal yang sesuai, dan tetap menjaga akses ke manusia saat keputusan atau empati dibutuhkan. 7 Cara Menekan Biaya WhatsApp Ada tujuh langkah yang dapat diterapkan secara bertahap. Mulailah dari penyebab volume pesan terbesar, lalu ukur dampaknya sebelum memperluas perubahan ke seluruh alur layanan. 1. Manfaatkan kuota gratis bulanan. Prioritaskan kuota untuk interaksi yang memang membutuhkan balasan langsung, bukan untuk pertanyaan dasar yang sebenarnya dapat dijawab melalui panduan. Pantau pemakaiannya sepanjang bulan agar tim tidak baru menyadari lonjakan biaya setelah tagihan keluar. 2. Maksimalkan window 72 jam dari Click-to-WhatsApp. Siapkan jawaban utama, kualifikasi, dan tindak lanjut sejak awal agar periode gratis tidak habis untuk sapaan dan pertanyaan pembuka yang terpisah-pisah. Pastikan chat dari iklan di luar jam kerja tetap mendapat respons sesuai ketentuan. 3. Arahkan pertanyaan berulang ke FAQ atau portal self-service. Jam layanan, persyaratan, langkah penggunaan, dan panduan dasar dapat diselesaikan tanpa membuka chat. Gunakan data pencarian dan riwayat percakapan untuk menentukan artikel yang paling perlu dibuat atau diperbarui. 4. Gunakan WhatsApp Form untuk mengumpulkan data sekaligus. Nama, nomor transaksi, kategori kebutuhan, dan detail awal dapat diterima dalam satu alur sehingga agent tidak perlu menanyakannya satu per satu. Hindari field yang tidak memengaruhi routing atau keputusan berikutnya. 5. Gunakan AI secara selektif. AI sebaiknya menjawab berdasarkan knowledge base, memberi respons yang lengkap, dan menyerahkan percakapan ke manusia ketika kasus membutuhkan keputusan atau empati. Respons melalui WhatsApp tetap dihitung, sehingga kualitas jawaban lebih penting daripada jumlah jawaban otomatis. 6. Pindahkan kebutuhan ke kanal yang lebih sesuai. Pengunjung website dapat dilayani melalui Live Chat, audiens sosial melalui Facebook atau Instagram, sedangkan konsultasi atau komplain kompleks dapat dialihkan ke panggilan. Pertanyaan sederhana tetap lebih praktis melalui chat. 7. Ukur hasil, bukan hanya jumlah pesan. Pantau rata-rata balasan, waktu penyelesaian, qualified lead, deal, closing, serta percakapan yang harus dibuka ulang. Pesan yang turun karena pelanggan berhenti merespons bukan efisiensi. Jaga Pengalaman Pelanggan saat Alur Diubah Tujuh langkah tersebut baru bekerja jika perpindahan kanal dan penggunaan teknologi tidak memutus konteks. Bisnis membutuhkan satu sistem yang membuat agent tetap mengetahui siapa pelanggan, apa yang sudah ditanyakan, dan mengapa percakapan dialihkan. Barantum dapat menjadi salah satu sistem yang mendukung alur tersebut. AI Agent Barantum membantu menjawab pertanyaan umum berdasarkan knowledge base dan meneruskan kasus yang membutuhkan keputusan atau empati kepada manusia. Ketika handoff terjadi, agent perlu menerima konteks yang sudah terkumpul, bukan memulai kembali dari sapaan dan pertanyaan dasar. Dengan demikian, penggunaan AI membantu memadatkan alur tanpa mengurangi akses ke manusia. Untuk menjaga konteks ketika pelanggan berpindah kanal, Omnichannel Barantum menyatukan percakapan dari WhatsApp, Live Chat, media sosial, dan kanal lain dalam satu inbox. Ukur Dampaknya sampai Penyelesaian Buat baseline sebelum mengubah alur: jumlah percakapan, rata-rata balasan, waktu penyelesaian, dan proporsi kasus yang perlu eskalasi. Bandingkan data tersebut setelah perubahan diterapkan. CRM Barantum dapat menghubungkan histori percakapan dengan lead, pipeline, deal, dan hasil closing. Fokus akhirnya bukan mengirim pesan sesedikit mungkin, melainkan memastikan setiap respons memiliki tujuan yang jelas dan tetap menghasilkan penyelesaian, produktivitas, serta nilai bisnis yang sehat. Review dilakukan per kategori, bukan hanya secara total. Percakapan informasi, komplain, penjualan, dan dukungan teknis mempunyai kebutuhan serta nilai akhir yang berbeda. Dengan evaluasi tersebut, bisnis dapat menekan biaya tanpa membuat layanan terasa lebih sulit diakses.
Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri
Jakarta, katakabar.com - Permintaan jasa pembuatan website ecommerce meningkat seiring makin banyak penjual online mengeluhkan hal serupa, yakni omzet di layar terlihat besar, tapi saldo yang benar-benar masuk rekening jauh lebih kecil dari yang dibayangkan. Penyebabnya bukan penurunan penjualan, melainkan tumpukan potongan biaya yang makin tebal di dua marketplace terbesar Indonesia, Shopee dan TikTok Shop. Kondisi ini mendorong makin banyak pelaku usaha melirik kanal penjualan tambahan di luar marketplace konvensional. Dua Platform, Dua Skema Kenaikan Berjalan Bersamaan Shopee memberlakukan skema biaya admin baru mulai Januari 2026, dengan besaran 2,5 hingga 10 persen tergantung kategori produk. Untuk toko berstatus Shopee Mall, sebagian kategori bahkan dikenakan tarif hingga 11,7 persen. Di luar persentase utama, Shopee juga menetapkan biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sejak Juli 2025, serta biaya tambahan 3 persen untuk produk pre-order sejak awal 2026. TikTok Shop menempuh jalur serupa. Komisi platform berkisar 6,97 hingga 8 persen, ditambah komisi dinamis per kategori yang bisa menambah 3 hingga 8 persen lagi. Yang paling terasa bagi penjual bernilai transaksi besar: batas maksimum komisi per item naik drastis dari Rp40.000 menjadi Rp650.000 sejak pertengahan tahun, seiring integrasi platform ke ekosistem ShopTokopedia. Kedua penyesuaian ini terjadi di waktu yang berdekatan, membuat penjual yang aktif di kedua platform merasakan dampaknya nyaris bersamaan. Berapa Besar Sebenarnya Hilang Kombinasi komisi platform dan komisi dinamis TikTok Shop untuk sejumlah kategori bisa mencapai sekitar 15 persen dari nilai transaksi. Artinya, toko dengan omzet Rp100 juta sebulan berpotensi kehilangan Rp15 juta hanya untuk biaya platform, di luar ongkos iklan dan promosi yang biasanya dikeluarkan terpisah. Dalam setahun, potongan ini bisa menembus Rp180 juta, angka yang cukup untuk membiayai penambahan tim atau pengembangan produk baru. Toko dengan omzet kecil belum tentu merasakan dampak sebesar ini, karena potongan persentase yang kecil kadang masih lebih murah dibanding biaya langganan flat. Tapi begitu skala usaha membesar, perhitungannya sering berbalik. Toko Sendiri Jalan Keluar dari Skema Persentase Alih-alih terus menyesuaikan harga jual setiap kali platform menaikkan komisi, sebagian pelaku usaha memilih memakai jasa pembuatan website toko online untuk membangun kanal penjualan yang biayanya tidak bergantung pada persentase omzet. Skema langganan flat BisnisOn dilengkapi enam pilihan payment gateway, delapan lebih opsi kurir real-time, notifikasi WhatsApp otomatis untuk setiap pesanan, dan dukungan custom domain lengkap dengan SSL gratis sejak hari pertama toko digunakan. "Yang sering terjadi, pelaku usaha baru menyadari besarnya potongan komisi setelah beberapa bulan berjalan, ketika mereka mulai membandingkan angka penjualan kotor dengan yang benar-benar diterima," ujar Mas Tama, pendiri BisnisOn. "Struktur langganan flat membuat pelaku usaha bisa menghitung biaya operasionalnya di depan, tanpa perlu menyesuaikan harga jual setiap kali platform mengubah skema komisi." Dua Kanal Berjalan Berdampingan, Bukan Saling Menggantikan Toko online mandiri dan toko di marketplace pada praktiknya lebih sering berjalan bersamaan, bukan salah satu ditinggalkan. Perbedaannya terletak pada siapa yang memegang data pelanggan dan bagaimana biaya dihitung. Di marketplace, data pembeli sepenuhnya berada di sistem platform dan biayanya mengikuti persentase transaksi. Di toko sendiri, pelanggan menjadi milik brand secara langsung dan biayanya tetap sama besar berapa pun jumlah transaksi bulanan. Pendekatan menjalankan dua kanal sekaligus semakin umum ditemui di kalangan pelaku usaha yang omzetnya sudah stabil di marketplace, tapi ingin punya kendali lebih besar atas biaya operasional jangka panjang.
Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Proyeksikan XAUUSD Naik ke 4.551–4.634
Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan. Analisis Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, harga emas pada time frame Weekly berhasil melakukan rejection kuat di area support 4.383 hingga 4.310. Kondisi tersebut membuka peluang bagi XAUUSD untuk bergerak menuju resistance terdekat di kisaran 4.551 hingga 4.634. Menurut Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, area 4.383–4.310 menjadi level penting untuk mempertahankan skenario bullish. Selama harga tidak menembus zona support tersebut, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka. Apabila momentum beli berlanjut, XAUUSD berpotensi terlebih dahulu menguji level 4.551 sebelum bergerak menuju resistance berikutnya di 4.634. Sebaliknya, penembusan support 4.383–4.310 dapat mengubah prospek pergerakan harga. Dupoin Futures menilai apabila harga mampu menembus dan bertahan di bawah area tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga skenario bullish perlu dievaluasi kembali. Karena itu, respons harga di sekitar support menjadi salah satu hal utama yang perlu diperhatikan pelaku pasar pekan depan. Selain faktor teknikal, pergerakan emas akan sangat dipengaruhi data ekonomi Amerika Serikat, khususnya indikator pasar tenaga kerja dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Data ADP Agustus yang hanya menunjukkan penambahan 38 ribu pekerjaan membuat pasar kembali mencermati potensi perlambatan pasar tenaga kerja AS. Kondisi tersebut turut memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed. Perhatian berikutnya akan tertuju pada laporan Non-Farm Payrolls atau NFP. Data payrolls, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah berpotensi menjadi katalis utama bagi harga emas pekan depan. Hasil NFP yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan memberikan sentimen positif bagi emas. Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih kuat dapat mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga. Kondisi tersebut berpotensi menopang dolar AS dan yield Treasury Amerika Serikat, sehingga dapat memberikan tekanan terhadap XAUUSD. Oleh sebab itu, Dupoin Futures melihat data tenaga kerja AS sebagai salah satu faktor utama yang dapat menentukan apakah momentum bullish emas mampu berlanjut. Di sisi lain, perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran juga masih menjadi perhatian. Ketegangan di sekitar Strait of Hormuz dan kenaikan harga minyak dapat memberikan pengaruh ganda terhadap emas. Peningkatan risiko geopolitik berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun, kenaikan harga energi juga dapat meningkatkan risiko inflasi dan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Kondisi tersebut membuat arah emas pekan depan akan ditentukan oleh kombinasi faktor teknikal, data ekonomi, dan sentimen geopolitik. Jika data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan sementara risiko geopolitik tetap tinggi, emas berpotensi mendapatkan dukungan dari meningkatnya ekspektasi pelonggaran suku bunga sekaligus permintaan safe haven. Berdasarkan analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, peluang bullish XAUUSD masih terbuka selama support 4.383–4.310 mampu dipertahankan. Dalam skenario tersebut, harga emas berpotensi bergerak menuju resistance 4.551 hingga 4.634. Pelaku pasar juga perlu mencermati pergerakan dolar AS, yield Treasury, harga minyak, serta perkembangan konflik AS-Iran. Selama area support utama tidak ditembus, Dupoin Futures melihat peluang kenaikan masih menjadi skenario yang perlu diperhatikan untuk pergerakan harga emas pada pekan depan.
Omzet Naik Tetapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP
Jakarta, katakabar.com - Omzet naik tapi laba menipis? Kenali faktor yang sering terlewat sebelum beralih ke Odoo ERP untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Penjualan tahun ini tumbuh, tetapi saldo kas justru terasa semakin ketat. Laporan menunjukkan pertumbuhan, sementara laba bersih berjalan di tempat. Banyak pemilik usaha menemui kondisi omzet naik tapi laba menipis. Penyebabnya jarang tunggal, dan hampir selalu tersembunyi di detail operasional. Gejalanya baru terasa setelah beberapa bulan berjalan. Diskon diberikan cabang tanpa persetujuan, lalu dianggap harga normal. Biaya kirim barang masuk tidak pernah dihitung ke harga pokok penjualan. Akibatnya, margin kotor pada laporan terlihat lebih tinggi daripada kenyataan. Menambah penjualan tidak akan menutup kebocoran semacam itu. Perusahaan justru perlu melihat laba per produk, bukan hanya angka total. Karena itu, diskusi bersama vendor ERP sebaiknya dimulai dari struktur biaya. Pemetaan biaya yang jelas menentukan seberapa berguna sistem barunya nanti. Pertumbuhan Penjualan Tidak Selalu Diikuti Laba Aktivitas usaha nasional memang sedang menguat. Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia mencatat kapasitas produksi terpakai 73,80 persen pada triwulan II 2026. Artinya, sebagian kapasitas masih menganggur meski permintaan membaik. Biaya tetap terus berjalan, sementara volume belum sepenuhnya menutupinya. Tanda Kebocoran Mudah Dikenali Beberapa pola berikut biasanya terlihat lebih dulu: ● Harga jual efektif berbeda jauh dari daftar harga resmi. ● Retur barang dicatat sebagai potongan, bukan sebagai kerugian. ● Stok mati bertambah tanpa pernah masuk pembahasan bulanan. ● Ongkos kirim pelanggan ditanggung perusahaan tanpa batas yang jelas. Empat pola itu jarang muncul pada laporan laba rugi ringkas. Padahal, gabungannya bisa memangkas margin beberapa persen setiap bulan. Biaya yang Terlewat Saat Omzet Naik Tetapi Laba Menipis Sebagian besar kebocoran berasal dari biaya yang tidak dibebankan tepat. Biaya tersebut memang tercatat, tetapi masuk ke pos umum perusahaan. Akibatnya, produk yang merugi tetap terlihat sehat di laporan penjualan. Kondisi omzet naik tapi laba menipis pun sulit ditelusuri sumbernya. Biaya Angkut Masuk Tidak Dibebankan Barang impor maupun antar pulau selalu membawa biaya angkut masuk. Bila biaya itu diabaikan, nilai persediaan tercatat terlalu rendah. Harga jual pun ditetapkan memakai dasar yang keliru sejak awal. Pembebanan biaya angkut ke tiap barang membuat perhitungannya lebih jujur. Diskon Lapangan Tidak Tercatat Rapi Diskon sering diberikan lewat kesepakatan lisan di lapangan. Pencatatan diskon pada pos terpisah membuat besarannya bisa dipantau. Manajemen jadi tahu berapa laba yang sebenarnya dilepas tiap bulan. Menghitung Laba Sampai Tingkat Produk dan Pelanggan Laporan laba rugi tunggal jarang cukup bagi perusahaan yang tumbuh. Setiap transaksi sebaiknya membawa penanda produk, cabang, dan pelanggan. Dari sana, laba bisa dilihat per lini, bukan hanya per periode. Pola omzet naik tapi laba menipis biasanya langsung terlihat di sini. Pelanggan Besar Ternyata Tipis Marginnya Pelanggan bervolume besar sering menuntut harga khusus dan tempo panjang. Keduanya menambah biaya modal kerja yang jarang dihitung terpisah. Analisis laba per pelanggan membantu menilai ulang syarat kerja samanya. Beban Operasional Ikut Naik Diam-diam Pertumbuhan penjualan hampir selalu menambah beban operasional baru. Lembur gudang, biaya kemasan, dan komisi penjualan kerap naik lebih cepat. Perbandingan beban terhadap penjualan tiap bulan membantu melihat pergeserannya. Kenaikan beberapa persen saja sudah cukup menghapus tambahan labanya. Pemeriksaan Awal Saat Omzet Naik tapi Laba Menipis Pemeriksaan berikut biasanya cukup untuk menemukan penyebab utamanya: 1. Bandingkan harga jual efektif dengan daftar harga resmi per produk. 2. Hitung ulang harga pokok dengan memasukkan biaya angkut dan retur. 3. Telusuri barang yang tidak bergerak selama enam bulan terakhir. 4. Periksa tempo pembayaran pelanggan terbesar beserta biaya yang menyertainya. Empat langkah ini bisa dikerjakan sebelum sistem baru dibeli. Hasilnya justru menjadi bahan utama saat menyusun kebutuhan sistem. Data Perlu Disiapkan Lebih Dulu Tiga data berikut sering diminta pada pertemuan pertama: ● Daftar produk beserta harga beli dan harga jual terakhir. ● Rekap diskon dan retur selama enam bulan terakhir. ● Daftar pelanggan utama beserta tempo pembayarannya. Partner Odoo yang berpengalaman akan menanyakan data itu lebih dulu. Pertanyaan tersebut membantu memastikan sistem menjawab masalah yang tepat. Memperbaiki Angka Sebelum Menambah Alat Intinya, sistem baru tidak menciptakan laba dengan sendirinya. Sistem hanya membuat kebocoran terlihat lebih cepat dan lebih jelas. Karena itu, keluhan omzet naik tapi laba menipis sebaiknya ditelusuri dulu. Perbaikannya bertahap dan menuntut kedisiplinan pencatatan di semua lini. i2C Studio sebagai partner Odoo resmi membantu memetakan struktur biaya perusahaan. Pendampingannya menyesuaikan kebiasaan operasional yang sudah berjalan. Diskusi bersama vendor ERP pada tahap awal membantu menyusun prioritas perbaikan. Pertanyaan yang Sering Diajukan Pemilik Usaha 1. Mengapa laba menipis padahal penjualan meningkat? Umumnya karena diskon, retur, dan ongkos angkut belum dibebankan secara tepat. 2. Apakah semua produk perlu dihitung marginnya? Sebaiknya iya, sebab produk bervolume besar belum tentu menyumbang laba terbesar. 3. Kapan perusahaan perlu mempertimbangkan sistem terintegrasi? Saat pencatatan manual mulai membuat manajemen ragu pada angka laporannya sendiri.
Bittime: Minat RWA di Indonesia NaiFaktork Ondo Finance Beberkan Faktor Pendorong
Jakarta, katakabar.com - Bittime mencatat transaksi Tokenized US Stocks tumbuh 2,5 kali lipat pada Juli 2026, seiring meningkatnya minat investor Indonesia terhadap Real World Assets (RWA) dan aset digital global. Ondo Finance menilai pertumbuhan RWA didorong kebutuhan investor terhadap aset yang transparan, aman, dan berkualitas, sementara kepastian regulasi menjadi faktor penting bagi perkembangan RWA di Indonesia. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat peningkatan transaksi Tokenized US Stocks pada Juli 2026. Peningkatan tersebut sebesar 2,5 kali lipat dibandingkan Juni 2026. Tren tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor Indonesia terhadap instrumen investasi global berbasis blockchain dan sejalan dengan perkembangan pasar Real World Assets (RWA) yang terus bertumbuh di tingkat global. Senior Director Asia Pacific Ondo Finance, Rania Rahardja, mengatakan nilai pasokan stablecoin global kini telah mencapai sekitar US$300 miliar, sementara nilai pasar RWA telah menyentuh US$30 miliar. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan aset yang ditokenisasi, termasuk Tokenized US Stock. Minat Investor Indonesia Pada RWA Terus Meningkat Menurut Rania, pertumbuhan RWA didorong oleh perubahan perilaku investor yang kini semakin selektif dalam memilih instrumen investasi. Investor tidak lagi hanya mengejar imbal hasil tinggi, tetapi juga mulai memperhatikan transparansi, keamanan, serta kualitas aset yang menjadi dasar investasinya. "Investor kini semakin memahami dari mana imbal hasil berasal dan bagaimana aset tersebut dikelola. Perkembangan stablecoin juga membuka jalan bagi tokenisasi aset lain seperti US Treasury dan saham Amerika Serikat," ujar Rania. Rania menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pasar penting bagi perkembangan RWA di Asia Tenggara. Menurutnya, kepastian regulasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor sekaligus membuka ruang bagi inovasi di industri aset digital. "Indonesia memiliki pendekatan regulasi yang cukup progresif dibandingkan beberapa negara lain di Asia Tenggara. Kehadiran platform aset digital yang telah berizin menunjukkan komitmen regulator dalam membangun ekosistem yang sehat sekaligus memberikan kepercayaan bagi masyarakat untuk mengakses inovasi seperti Tokenized US Stock," jelasnya. Bittime Perluas Akses Tokenized US Stock Bittime menilai pandangan Ondo Finance tersebut menunjukkan Indonesia semakin diperhitungkan dalam perkembangan industri aset digital global. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan kepastian regulasi dan meningkatnya minat investor menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan RWA di Indonesia. "Kami sependapat bahwa kepastian regulasi menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri. Dengan ekosistem yang semakin matang serta regulasi dan pengawasan yang semakin kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pasar utama RWA di kawasan," kata Ryan. Ryan mengatakan tren global tersebut juga mulai tercermin pada aktivitas pengguna Bittime. Transaksi Tokenized US Stocks di Bittime tumbuh 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan Juni 2026, menunjukkan meningkatnya minat investor lokal terhadap aset global. Sejalan dengan meningkatnya minat tersebut, kolaborasi Bittime dan Ondo Finance saat ini telah menghadirkan 20 Tokenized US Stocks di Bittime. Beberapa di antaranya mencakup SpaceX (SPCXON), Coinbase (COINON), AMD (AMDON), Amazon (AMZNON), dan Microsoft (MSFTON). "Pertumbuhan transaksi Tokenized US Stocks sebesar 2,5 kali lipat menunjukkan meningkatnya minat investor lokal terhadap aset global. Lima Tokenized US Stocks yang paling banyak diminati di Bittime adalah SPCX, NVDA, CRCL, MSTR, dan AAPL," ucap Ryan. Ryan menambahkan, meningkatnya aktivitas perdagangan tersebut juga didukung fitur Flexible Earn dengan hadiah hingga 7% untuk Tokenized AI Stocks. Menurut Ryan, Bittime akan terus mengembangkan ekosistem investasi digital agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan investasi melalui aset digital, seperti Tokenized US Stock, serta fitur spot, futures, dan staking dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi OJK. "Kami ingin semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mengakses peluang investasi global secara lebih mudah, aman, dan bertanggung jawab," sebut Ryan.
Bitcoin Anjlok 17,9 persen, Transaksi Kripto RI Justru Tembus Rp28,58 Triliun
Jakarta, katakabar.com - Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto nasional mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, melonjak 24,20% dibandingkan transaksi pada Mei 2026 yang tercatat sebesar Rp23,01 triliun. Kenaikan transaksi tersebut terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah akun konsumen aset keuangan digital. Hingga Juni 2026, jumlah akun mencapai 22,69 juta, meningkat 1,32% secara bulanan dari 22,40 juta akun pada Mei 2026. Pertumbuhan aktivitas perdagangan juga berlangsung di tengah tingginya volatilitas pasar kripto global. Data Bitcoin Monthly Report menunjukkan harga Bitcoin turun 17,9% sepanjang Juni 2026, dari sekitar US$71.440 pada awal periode menjadi US$58.646 pada akhir bulan. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya pergerakan harga Bitcoin sepanjang Juni dan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong meningkatnya aktivitas jual-beli di pasar kripto. Volatilitas harga yang tinggi biasanya membuat pelaku pasar lebih aktif menyesuaikan posisi, baik untuk merespons peluang kenaikan maupun mengelola risiko ketika harga bergerak turun. Dengan demikian, lonjakan nilai transaksi pada Juni tidak hanya mencerminkan bertambahnya jumlah pengguna, tetapi juga tingginya aktivitas investor dalam menghadapi dinamika pasar. Volatilitas Bitcoin Dorong Aktivitas Perdagangan CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai peningkatan transaksi kripto pada Juni menunjukkan bahwa pasar aset digital Indonesia semakin aktif. Menurutnya, salah satu faktor yang ikut mendorong tingginya aktivitas perdagangan adalah pergerakan harga Bitcoin yang cukup volatil sepanjang bulan tersebut. “Kenaikan transaksi kripto hingga Rp28,58 triliun menunjukkan bahwa aktivitas pasar aset digital di Indonesia semakin tinggi. Jika melihat pergerakan Bitcoin sepanjang Juni yang cukup volatil, kondisi tersebut juga dapat mendorong investor untuk lebih aktif melakukan penyesuaian posisi dan memanfaatkan pergerakan pasar. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital tetap kuat, bahkan di tengah kondisi pasar yang dinamis,” kata Yudho. Menurut Yudho, pertumbuhan aktivitas transaksi perlu diimbangi dengan semakin mudahnya akses terhadap layanan aset digital, sekaligus edukasi yang memadai agar masyarakat dapat memahami risiko volatilitas pasar. “Volatilitas merupakan bagian dari karakteristik pasar aset kripto. Karena itu, pertumbuhan aktivitas transaksi perlu diikuti dengan akses yang mudah, keamanan, edukasi, dan pemahaman risiko yang memadai. Dengan fondasi tersebut, pertumbuhan industri dapat berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya. Jumlah Investor Kripto Tembus 22,69 Juta Pertumbuhan transaksi pada Juni juga berjalan seiring dengan peningkatan jumlah akun konsumen aset keuangan digital. OJK mencatat jumlah akun mencapai 22,69 juta pada Juni, naik dari 22,40 juta pada bulan sebelumnya. Angka tersebut melanjutkan tren pertumbuhan industri yang sebelumnya tercatat dalam data OJK per Mei 2026. Pada periode tersebut, jumlah investor kripto Indonesia telah mencapai 22,4 juta dengan nilai transaksi bulanan sebesar Rp23,01 triliun. Pertumbuhan jumlah pengguna dan aktivitas transaksi menunjukkan bahwa aset kripto semakin mendapatkan tempat dalam ekosistem keuangan digital Indonesia. Selain transaksi aset kripto, nilai transaksi derivatif aset keuangan digital juga mengalami peningkatan. OJK mencatat transaksi derivatif mencapai Rp4,19 triliun pada Juni 2026, naik 3,64% dibandingkan Rp4,04 triliun pada Mei. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menilai pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital masih terjaga. “Di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk aset kripto Indonesia, masih terjaga dengan baik,” ucap Adi saat konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK awal Agustus 2026 lalu. Akses Investasi Semakin Mudah Pertumbuhan jumlah investor dan transaksi juga mendorong pelaku industri untuk memperluas akses terhadap aset digital. FLOQ, sebagai platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi OJK, terus mengembangkan kemudahan bagi masyarakat untuk masuk ke ekosistem kripto. Salah satunya melalui fasilitas deposit menggunakan Virtual Account (VA) BCA, BRI, dan Nobu Bank. Pengguna dapat melakukan deposit mulai dari Rp10.000 dan membeli aset kripto mulai dari Rp1.000. Kemudahan tersebut menjadi bagian dari upaya FLOQ untuk menurunkan hambatan awal bagi masyarakat yang ingin mengakses aset digital. “Kami melihat pertumbuhan investor kripto di Indonesia masih memiliki ruang yang sangat besar. Semakin mudah masyarakat mengakses ekosistem kripto melalui jalur yang mereka gunakan sehari-hari, semakin besar pula peluang adopsi yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, kami menghadirkan opsi deposit melalui BCA, BRI, dan Nobu Bank agar proses memulai investasi menjadi lebih praktis dan nyaman bagi pengguna,” tutur Yudho. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, dengan total unduhan aplikasi mencapai lebih dari 2 juta kali. Platform ini juga mendukung perdagangan lebih dari 100 aset digital. FLOQ juga terus mendorong peningkatan literasi aset digital melalui FLOQ Academy, yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Reli Belum Usai! Dupoin Futures Prediksi Harga Emas Masih Berpotensi Melonjak
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih berada dalam jalur penguatan pada perdagangan Selasa (11/8). Analisis terbaru dari Dupoin Futures menjelaskan, tren bullish yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir masih menunjukkan kekuatan yang solid. Dukungan dari indikator teknikal yang positif serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven menjadi kombinasi faktor yang dinilai mampu menjaga momentum kenaikan harga dalam jangka pendek hingga menengah. Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, selama belum muncul sinyal teknikal yang mengindikasikan pembalikan arah, peluang emas (XAUUSD) untuk melanjutkan reli masih cukup besar. Dalam kajian teknikal yang dilakukan Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame Daily masih memperlihatkan struktur pergerakan yang didominasi oleh buyer. Arah tren utama masih mengarah ke atas dengan target penguatan menuju area resistance 4.484 hingga 4.592. Area tersebut dipandang sebagai sasaran kenaikan berikutnya apabila momentum beli tetap bertahan dan tidak terganggu oleh sentimen negatif dari pasar global. Geraldo Kofit menuturkan salah satu indikator yang memperkuat proyeksi tersebut adalah Stochastic, yang hingga saat ini masih bergerak naik tanpa menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang berarti. Posisi indikator tersebut mengindikasikan bahwa tekanan beli masih lebih dominan dibandingkan tekanan jual. Selama kondisi ini bertahan, peluang bagi harga emas (XAUUSD) untuk mencetak level yang lebih tinggi dinilai masih terbuka. "Dominasi buyer juga terlihat dari pola pergerakan harga yang terus mempertahankan tren naik secara konsisten. Meskipun dalam setiap tren bullish tetap terdapat peluang koreksi jangka pendek akibat aksi ambil untung, pelemahan tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara selama struktur tren utama tidak mengalami perubahan. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap memperhatikan level-level teknikal penting sebagai acuan dalam menentukan strategi transaksi," ujarnya. Analis Dupoin Futures juga mengingatkan kenaikan harga yang cukup cepat sering kali diikuti oleh peningkatan volatilitas pasar. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya fluktuasi harga yang lebih besar dalam jangka pendek. Tetapi, selama tekanan beli masih mampu mempertahankan momentum, koreksi yang muncul justru dapat menjadi bagian dari proses konsolidasi sebelum harga kembali melanjutkan penguatan. Dari sisi fundamental, prospek harga emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian mengenai situasi di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian investor global karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia. Potensi gangguan terhadap arus perdagangan energi membuat pelaku pasar cenderung mengalihkan sebagian investasinya ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas. Selain faktor geopolitik, Dupoin Futures juga menyoroti fenomena fear of missing out (FOMO) yang mulai terlihat di pasar. Setelah harga emas (XAUUSD) berhasil mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir, semakin banyak investor yang mulai masuk ke pasar untuk mengantisipasi potensi kenaikan lanjutan. Arus pembelian tambahan tersebut turut memperkuat momentum bullish yang sedang berlangsung. Permintaan fisik emas dari China juga menjadi salah satu faktor yang menopang prospek harga. Sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, peningkatan pembelian dari China memberikan dukungan terhadap keseimbangan permintaan global. Menurut Dupoin Futures, tingginya permintaan dari pasar Asia berpotensi menjaga harga tetap berada dalam tren positif, terutama ketika dibarengi dengan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai. Perhatian pelaku pasar kini juga tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang akan menjadi salah satu katalis utama dalam beberapa waktu ke depan. Data inflasi tersebut dinilai memiliki pengaruh besar terhadap ekspektasi arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Apabila inflasi menunjukkan perlambatan, pasar berpotensi semakin yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat memiliki ruang untuk memangkas suku bunga di masa mendatang. Skenario tersebut dapat memberikan dorongan tambahan bagi harga emas (XAUUSD) karena pelemahan ekspektasi suku bunga biasanya diikuti oleh tekanan terhadap dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Sebaliknya, apabila inflasi masih bertahan tinggi atau bahkan melampaui ekspektasi pasar, peluang penguatan dolar AS dapat meningkat sehingga berpotensi membatasi laju kenaikan emas dalam jangka pendek. Dupoin Futures menilai bahwa kombinasi antara faktor teknikal dan fundamental saat ini masih memberikan peluang yang cukup besar bagi harga emas (XAUUSD) untuk mempertahankan tren bullish. Dominasi buyer yang masih kuat, indikator Stochastic yang terus menunjukkan momentum positif, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven akibat ketidakpastian geopolitik, fenomena FOMO di kalangan investor, serta naiknya permintaan emas dari China menjadi fondasi yang memperkuat prospek kenaikan harga. Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas (XAUUSD) masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan menuju area resistance 4.484 hingga 4.592. Meskipun pasar tetap berpotensi mengalami volatilitas menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat, struktur tren yang masih bullish membuat peluang kenaikan dinilai lebih dominan.