Omzet
Sorotan terbaru dari Tag # Omzet
Melongok Lele Sei Manasib di Tangan Rizky: Inovasi Pakan Mandiri Naikkan Omzet Puluhan Juta
Rokan Hilir, katakabar.com - Bagi para pembudidaya ikan di Sei Manasib, setiap memasuki masa panen lele bukan menjadi momen yang menghadirkan rasa lega. Lantaran di balik riak air kolam dan padatnya aktivitas budidaya, tersimpan kecemasan panjang akibat tingginya biaya produksi dan harga jual yang kerap tidak menentu. Kondisi itu pernah dirasakan langsung Muhammad Rizky 31 tahun, Sekretaris BUMDes, sekaligus penggerak Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Lele Sei Manasib. Bagi Rizky, usaha budidaya lele sempat terasa seperti perjuangan tanpa kepastian. Harga pakan yang terus melambung tinggi seakan berkejaran dengan harga jual ikan yang sering dimainkan tengkulak, membuat keuntungan kelompok semakin tergerus. “Antara biaya operasional terus membengkak dan margin keuntungan yang makin tipis, kami sempat berada di titik lelah. Bukan hanya lelah secara fisik karena merawat ikan setiap hari, tetapi juga lelah secara mental karena merasa kerja keras kami belum memberikan hasil yang pasti,” ulas Rizky. Berangkat dari kondisi tersebut, Rizky menyadari situasi itu tidak bisa terus dibiarkan. Ia percaya bahwa kelompok budidaya di Sei Manasib harus keluar dari ketergantungan dan mulai membangun sistem usaha yang lebih mandiri. Melalui Program Perikanan Riau PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), harapan baru mulai tumbuh. Kehadiran program pemberdayaan ini tidak hanya memberikan dukungan fasilitas, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dan pendampingan bagi kelompok pembudidaya untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Sebagai salah satu anggota kelompok yang paling vokal mendorong perubahan, Rizky bersama rekan-rekannya melakukan perjalanan ke Desa Bangko Jaya. Di sana, mereka belajar langsung dari kelompok binaan yang telah berhasil memproduksi pakan mandiri untuk budidaya lele serta mampu menembus pasar distribusi Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi). Dari pengalaman tersebut, Rizky mulai melihat peluang besar dalam pemanfaatan ikan rucah hasil tangkapan sampingan yang sebelumnya sering dianggap limbah pesisir sebagai bahan baku pakan alternatif. Tetapi, perjalanan menuju keberhasilan tidak berjalan mudah. Pada tahap awal uji coba produksi pakan mandiri, formulasi yang mereka buat justru mengalami kegagalan. Pelet yang dicetak hancur dan berubah menjadi serbuk ketika ditebar ke kolam sehingga berdampak pada kualitas air. “Mesin vertikal itu membutuhkan tingkat presisi yang tinggi. Saya sempat salah dalam metode pengaturan putaran pisau sehingga pelet tidak bisa memadat dengan sempurna,” kenang Rizky. Kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Rizky terus melakukan percobaan, mulai dari menyesuaikan kadar kelembaban adonan hingga melakukan kalibrasi mesin secara berulang. Hingga akhirnya, upaya tersebut membuahkan hasil ketika mesin berhasil menghasilkan butiran pelet yang padat dan berkualitas. Keberhasilan memproduksi pakan mandiri menjadi titik balik bagi kelompok budidaya lele Sei Manasib. Biaya operasional yang sebelumnya membebani kini dapat ditekan secara signifikan, sementara kualitas nutrisi pakan tetap terjaga. Tidak berhenti pada inovasi pakan, Rizky juga mulai mengembangkan strategi pemasaran kelompok. Ilmu tata niaga yang ia pelajari kemudian diaplikasikan untuk membuka jalur distribusi langsung ke Dapur SPPG dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasilnya, satu siklus produksi kelompok mampu menghasilkan sekitar 2,3 ton lele, dengan 519 kilogram di antaranya terserap langsung untuk kebutuhan program penyediaan pangan bergizi. Dalam tiga bulan terakhir, kelompok ini berhasil membukukan omzet hingga Rp32 juta. Perubahan tersebut perlahan menghapus rasa minder yang sebelumnya membayangi para pembudidaya. Kini mereka berdiri lebih percaya diri sebagai kelompok usaha masyarakat yang produktif dan mandiri, sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Manager CID Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan keberhasilan Pokdakan Lele Sei Manasib menunjukkan bagaimana program pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan dampak ekonomi yang nyata apabila dijalankan secara konsisten dan berbasis potensi lokal. Menurutnya, PHR akan terus mendorong hadirnya program-program yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan berdaya saing. “PHR berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun penguatan kapasitas kelompok usaha lokal. Kami percaya, kemandirian masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” ucapnya. Ia menambahkan dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terhadap operasional industri hulu migas memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. “Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung kelancaran operasional industri hulu migas. Dukungan tersebut sangat penting dalam menjaga keberlanjutan operasi dan ketahanan energi nasional, di mana PHR menjadi salah satu penopang utama produksi migas Indonesia,” jelasnya. Kini, bagi Rizky, kolam lele bukan lagi sekadar tempat mencari penghidupan. Di balik air kolam yang tenang, tumbuh keyakinan baru bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari perjuangan. “Air di kolam boleh saja menyusut saat kemarau panjang, tetapi tekad kami untuk mandiri tidak akan pernah ikut mengering. Dari keterbatasan, kami belajar bahwa selalu ada jalan bagi orang-orang yang mau terus berusaha dan tidak menyerah,” tandasnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
UMK Binaan MIND ID Berdaya Saing Tinggi, Omzet Naik hingga Tembus Pasar Global
Jakarta, katakabar.com - Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, terus pertegas perannya sebagai strategic active holding yang menciptakan nilai tambah dari sektor pertambangan, sekaligus mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat di daerah. Melalui program pembinaan Usaha Mikro dan Kecil atau UMK naik kelas, Grup MIND ID dorong pelaku usaha lokal agar mampu meningkatkan kualitas, memperluas pasar, hingga menembus panggung global. Program pembinaan ini dirancang secara menyeluruh, mulai dari pelatihan, pendampingan manajemen, penyediaan fasilitas produksi, hingga pembukaan akses pasar domestik dan internasional. Dampaknya tidak sekadar meningkatkan omzet, tetapi melahirkan UMK yang mandiri, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan daerah. Dukungan ini seklagus menjawab Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya agenda pemberdayaan UMKM untuk mendorong pemerataan ekonomi nasional. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menegaskan upaya Grup MIND ID tidak berhenti pada peningkatan kapasitas usaha masyarakat daerah. "Grup MIND ID justru berusaha menghadirkan nilai tambah yang lebih tinggi, dengan mendorong agar usaha masyarakat di daerah memiliki daya saing tinggi dan menjadi kebanggaan daerah ketika produk mereka menembus pasar global,” ujar Pria. Salah satu contoh nyata hadir melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), yang berhasil mengembangkan budidaya kepiting cangkang lunak “Bang Naga” di Desa Sukaramei, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Berawal dari usaha tangkapan nelayan, usaha masyarakat ini kini bertransformasi menjadi budidaya modern berkat dukungan fasilitas cold storage, alat budidaya, dan kincir angin dari INALUM sejak 2019.
Ini Cara Meningkatkan Omzet Penjualan dan Scale Up Bisnis
Jakarta, katakabar.com - Kenaikan omzet nggak harus rumit, tapi perlu strategi yang cerdas. Kamu bisa mencontoh beberapa brand besar yang telah membuktikan keberhasilannya. Mari kita sederhanakan konsep dari Amazon, Starbucks, Supreme, dan Netflix agar kamu bisa segera menerapkannya!
Belajar Strategi Peningkatan Omzet Efektif dari Program Profit Maximizer D'Consulting
Jakarta, katakabar.com - Layaknya merawat tanaman, maintenance dalam dunia bisnis penting buat dimaksimalkan, selain fokus pada sales. Lantaran faktanya, me-maintenance bisnis baik internal maupun eksternal berpengaruh besar pada peningkatan omzet. Sayangnya, kebanyakan pengusaha luput dari ini sehingga kehilangan banyak kesempatan meraih peningkatan omzet.
UMKM, Kemasan menarik Omzet Cantik Cetak kemasan 5 Menit beli 1 dapat 3
Bogor, katakabar.com - Drama kemasan UMKM, sudah berakhir! Kini, tanpa minimal order dengan harga terjangkau. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pilar penting pembangunan ekonomi Indonesia terus didorong agar dapat naik kelas, sehingga bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian, dan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Sektor UMKM memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61 persen, atau setara Rp9.580 triliun, bahkan kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai sebesar 97 persen dari total tenaga kerja. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan, Indonesia memiliki 65,5 juta UMKM yang jumlahnya mencapai 99 persen dari keseluruhan unit usaha. Bagi kami, ujar Venantius Sanjaya, CEO dan Founder Cari Kemasan Dotcom, UMKM Indonesia pahlawan ekonomi bangsa. Tapi, masih ada beberapa kelemahan pada UMKM Indonesia. Itu sebabnya, perlu ditingkatkan kolaborasi pemerintah dan swasta untuk meningkatkan mutu dan kualitas UMKM Indonesia agar bisa Go International. UMKM Maju, Indonesia Jaya! Disebutkan Venantius Sanjaya, salah satu kelemahan UMKM Indonesia ialah kemasan atau packaging. Banyak UMKM yang mengesampingkan hal ini. Padahal kemasan sangat penting untuk UMKM agar terhindar dari potensi kerugian. Bahkan dalam hal penjualan produk, design kemasan merupakan kunci penting yang mempengaruhi minat beli konsumen. Cari Kemasan Dotcom, ialah salah satu perusahan rintisan yang fokus membantu UMKM Indonesia dalam hal kemasan. Turut hadir membangun UMKM Indonesia dari tahun 2021 serta memilki visi HELP UMKM. Cari kemasan dotcom merupakan finalist startup 2022 di Indonesia dan sudah mendistribusikan ratusan juta kemasan di Indonesia (sumber www.carikemasan.com). Di momen kali ini, Cari Kemasan Dotcom akan berpartisipasi di pameran Food and Horeca Expo yang akan digelar pada 2 hingga 5 Mei 2024 mendatant berlokasi di ICE BSD Hall 3A nomor A08. “Kami mengundang para UMKM Indonesia untuk mengunjungi pameran tersebut, karena kami akan memberikan banyak kejutan untuk UMKM Indonesia, salah satu nya ialah beli 1 dapat 3 dan akan meluncurkan inovasi terbaru dari Cari Kemasan Dotcom, yaitu Cetak Kemasan Instant (hanya 5menit). Semua tanpa minimal order," terang Venantius Sanjaya. Ayo segera! Untuk para pembaca maupun UMKM Indonesia, kunjungi Cari Kemasan Dotcom pada pameran tersebut. Informasi lebih lanjut dalam kunjungi website: www.carikemasan.com atau hubungi pada nomor telpon 0812-9553-9968. UMKM Maju, Indonesia Jaya! Kontak: Media www.carikemasan.com WhatsApp0812-9553-9968 Email [email protected] SIGMA KARTIKA GREEN WAREHOUSE BLOK H Nomor 3, Kecamatan Gn. Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16340