Termasuk 4 Profil Pelajar Manakah Siswa Anda? Singkap Perilaku Tersembunyi Saat Ujian Lewat Data Digital Pendidikan
Pendidikan
Jumat, 31 Juli 2026 | 11:07 WIB

Termasuk 4 Profil Pelajar Manakah Siswa Anda? Singkap Perilaku Tersembunyi Saat Ujian Lewat Data Digital

Jakarta, katakabar.com - Dalam sebuah studi yang menargetkan sebuah sekolah negeri di Indonesia, SPRIX Education Foundation melaksanakan TOFAS, sebuah tes perhitungan berbasis komputer. Dengan menganalisis data log digital secara real-time (waktu nyata), seperti kecepatan menjawab dan akurasi seiring berjalannya waktu, kami mengungkap bagaimana siswa berinteraksi dengan soal-soal ujian. Melalui penelitian ini, kami telah mengidentifikasi empat profil perilaku yang berbeda di antara para siswa, bahkan pada mereka yang mencapai nilai akhir yang serupa. Meskipun ujian tertulis tradisional secara efektif mengukur nilai yang dicapai siswa, ujian tersebut membuat proses sebenarnya mengenai bagaimana siswa berjuang selama ujian menjadi tidak terlihat. Dengan mengalihkan fokus dari nilai akhir ke proses pengerjaan ujian, pendekatan berbasis data ini mengidentifikasi hambatan belajar yang mendasarinya. Memberdayakan para pendidik dengan wawasan diagnostik ini memungkinkan sekolah untuk bergerak melampaui umpan balik yang seragam, serta memberikan bimbingan yang sangat personal dan berorientasi pada proses, yang disesuaikan dengan kebutuhan unik masing-masing siswa. 1. Perjuangan Tersembunyi di Balik Nilai Ujian Serupa Ujian tertulis tradisional sangat efektif untuk mengukur nilai yang dicapai siswa, tetapi ujian ini sebagian besar tidak memperlihatkan proses sebenarnya mengenai bagaimana siswa berjuang saat mengerjakannya. Apakah mereka kehabisan waktu? Apakah mereka panik dan asal menebak? Apakah mereka menyerah begitu saja pada topik yang rumit? Untuk mengungkap hambatan belajar yang tersembunyi ini, SPRIX Education Foundation melakukan sebuah studi menggunakan Test of Fundamental Academic Skills (TOFAS) —sebuah penilaian perhitungan dasar digital berdurasi 40 menit— di sebuah sekolah negeri di Indonesia. Dengan melacak data log digital secara real-time (waktu nyata) seperti kecepatan menjawab dan tingkat jawaban kosong, penelitian ini mengungkapkan kenyataan yang jelas: Meskipun siswa mencapai nilai yang serupa, perilaku mereka yang sebenarnya saat ujian dan tantangan manajemen waktu yang mereka hadapi bisa sangat berbeda. Untuk menavigasi temuan ini, laporan ini disusun menjadi tiga bagian. Pertama, kami menguraikan empat profil pelajar berbeda yang diidentifikasi melalui analisis kami. Kedua, kami menyajikan bukti empiris —metrik digital spesifik selama durasi 40 menit— yang memvalidasi kelompok-kelompok ini. Terakhir, kami mendiskusikan bagaimana wawasan diagnostik ini dapat mengubah instruksi dari sekadar umpan balik yang seragam menjadi dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. 2. Empat Profil Pelajar yang Diidentifikasi Melalui Data  Melalui analisis terhadap 165 siswa kelas 8, kami menemukan perilaku siswa dalam mengerjakan ujian diklasifikasikan ke dalam empat pola berbeda yang ditunjukkan pada Gambar 1. Penilaian ini berupa ujian digital berdurasi 40 menit yang terdiri dari 60 pertanyaan; detail lebih lanjut mengenai konten ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya. Berikut adalah pandangan lebih dekat mengenai karakteristik unik dari masing-masing profil:  Profil A (Penjawab Stabil)  Performa: Tinggi (Nilai Rata-rata: 81,1% / 60 siswa).  Perilaku: Kecepatan yang stabil dan terkontrol di sepanjang ujian, tetapi membiarkan pertanyaan yang sangat rumit kosong di bagian paling akhir.  Profil B (Kesulitan Waktu)  Performa: Menengah-Rendah (Nilai Rata-rata: 42,9% / 66 siswa).  Perilaku: Terburu-buru di menit-menit terakhir, dan tingkat jawaban kosong terus meningkat seiring bertambah rumitnya topik. Profil C (Penebak Cepat) Performa: Menengah-Rendah (Nilai Rata-rata: 39,6% / 17 siswa).  Perilaku: Lonjakan kecepatan menjawab yang tiba-tiba di pertengahan ujian, dengan hampir tidak ada jawaban kosong meskipun akurasinya menurun.  Profil D (Cepat Menyerah) Performa: Rendah (Nilai Rata-rata: 29,9% / 22 siswa).  Perilaku: Kecepatan awal yang sangat cepat, namun akurasinya sangat rendah di sepanjang ujian. 3. Bukti: Melacak 40 Menit Perilaku Pengerjaan Ujian Apa yang diselesaikan oleh para siswa? Studi ini menggunakan TOFAS Level 5, sebuah penilaian perhitungan dasar digital yang menggabungkan format pilihan ganda dan isian bebas. Dalam durasi 40 menit, para siswa mengerjakan 60 pertanyaan yang mengevaluasi lima topik matematika yang berbeda: 1. Bilangan Positif dan Negatif [misalnya, -7+6 dan (+28)÷(-4)] 2. Bentuk Aljabar [misalnya, 4x×(-6) dan (9x-1)-(-2x-8)]  3. Persamaan [misalnya, x+6 = 2 dan -4x+34 = -5+9x]  4. Ekspresi Dasar [misalnya, 4a-b+2a+3b dan 3(4x-3y)-5(x-4y)]  5. Sistem Persamaan [misalnya, 3x-2y=14 & 2x+2y=6] Bagaimana profil-profil ini diidentifikasi? Menggunakan data log TOFAS, yang direkam setiap 2 menit, kami menggabungkan tingkat akurasi kumulatif dan kecepatan menjawab siswa ke dalam interval 10 menit (Q1, Q2, Q3, dan Q4). Daripada membagi siswa berdasarkan kriteria subjektif atau sekadar ambang batas nilai, kedua metrik deret waktu ini dianalisis menggunakan teknik pembelajaran mesin statistik yang dikenal sebagai Latent Profile Analysis (LPA). Lebih lanjut, setelah profil terbentuk, kami memeriksa tingkat jawaban kosong mereka di kelima topik matematika tersebut untuk menguraikan karakteristik masing-masing kelompok. Data spesifik yang mendorong terbentuknya masing-masing profil, yang digabungkan dalam Gambar 2 —yang melacak (a) akurasi kumulatif, (b) kecepatan menjawab dari waktu ke waktu, dan (c) tingkat jawaban kosong di lima topik matematika— dirinci di bawah ini:  Profil A (Penjawab Stabil / Nilai Rata-rata: 81,1% / 60 siswa) Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2 (a), siswa-siswa ini mempertahankan tingkat akurasi yang tinggi sepanjang ujian, mencapai 85,6% pada menit ke-40. Gambar 2 (b) menunjukkan kecepatan menjawab yang stabil dan terkontrol sekitar 1,5 pertanyaan per menit. Gambar 2 (c) mengungkapkan bahwa kelompok ini mencatat tingkat kekosongan 16,8% pada topik terakhir (Sistem Persamaan). Pola ini menunjukkan bahwa siswa berprestasi tinggi ini mungkin memprioritaskan akurasi daripada sekadar menyelesaikan semua soal, membiarkan pertanyaan yang sangat rumit tetap kosong alih-alih mengandalkan tebakan acak saat waktu hampir habis. Profil B (Kesulitan Waktu / Nilai Rata-rata: 42,9% / 66 siswa) Gambar 2 (b) menunjukkan peningkatan tajam dalam kecepatan menjawab mereka pada 10 menit terakhir (mencapai sekitar 2,45 pertanyaan/menit). Akibatnya, akurasi kumulatif mereka turun menjadi 46,1% pada Gambar 2 (a). Mengenai Gambar 2 (c), tingkat jawaban kosong mereka terus meningkat seiring berjalannya topik, mencapai 9,8% pada topik terakhir. Tren peningkatan ini, dikombinasikan dengan kecepatan akhir yang terburu-buru, mungkin menunjukkan bahwa siswa-siswa ini pada awalnya mencoba mengerjakan pertanyaan tanpa melewatinya, tetapi saat waktu semakin mendesak, mereka semakin sering melewati soal-soal rumit sambil secara bersamaan mempercepat ritme mereka untuk menyelesaikan pertanyaan yang tersisa. Profil C (Penebak Cepat / Nilai Rata-rata: 39,6% / 17 siswa) Gambar 2 (b) mengungkapkan bahwa kecepatan menjawab mereka melonjak tajam pada interval 20–30 menit. Namun, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2 (a), akurasi mereka menurun pada periode yang sama. Lebih lanjut, Gambar 2 (c) menunjukkan bahwa tingkat jawaban kosong mereka tetap mendekati nol (1,0% pada topik terakhir). Kombinasi kecepatan yang sangat tinggi, jawaban kosong yang nyaris nol, dan penurunan drastis pada akurasi kumulatif ini mungkin mengindikasikan "menebak dengan cepat" —sebuah perilaku di mana siswa berhenti memecahkan masalah secara sungguh-sungguh saat menghadapi konsep yang rumit dan dengan cepat memasukkan jawaban acak hanya agar dapat melewati ujian. Sebagai hasilnya, mereka pada dasarnya selesai lebih awal, yang menyebabkan aktivitas pengerjaan ujian yang sangat minim pada interval 10 menit terakhir. Profil D (Cepat Menyerah / Nilai Rata-rata: 29,9% / 22 siswa) Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2 (a), akurasi kumulatif mereka konsisten menjadi yang terendah di antara semua kelompok sepanjang ujian berlangsung. Terlepas dari akurasi yang rendah ini, Gambar 2 (b) mengungkapkan bahwa kecepatan menjawab mereka pada interval 0–10 (Q1) dan 10–20 (Q2) menit sebenarnya adalah yang tercepat di antara semua kelompok, sebelum turun tajam setelahnya. Kombinasi kecepatan awal yang paling cepat dan akurasi terendah ini menunjukkan bahwa siswa-siswa tersebut terburu-buru dalam mengerjakan soal-soal awal tanpa perhitungan yang memadai. 4. Dari "Belajar Lebih Keras" Menjadi Dukungan yang Disesuaikan Dengan ujian tertulis tradisional, nilai yang rendah biasanya menghasilkan saran yang seragam, seperti "belajar lebih keras" atau "lakukan lebih banyak latihan soal.". Namun, setelah profil siswa diidentifikasi melalui data proses digital, para guru dapat menerapkan pendekatan pengajaran yang sama sekali berbeda bahkan untuk siswa dengan nilai rendah yang serupa. Sebagai contoh, Profil A (Penjawab Stabil) dapat didorong untuk mencoba menyelesaikan soal-soal matematika yang lebih rumit dan aplikatif, sembari menerima panduan tentang strategi alokasi waktu untuk ujian-ujian penting; selain itu, terus melanjutkan latihan soal dasar juga sangat dianjurkan guna meningkatkan kecepatan berhitung mereka agar mereka dapat menyelesaikan seluruh ujian tepat waktu. Profil B (Kesulitan Waktu) dapat memperoleh manfaat dari pendekatan ganda: mempraktikkan latihan dasar untuk meningkatkan kecepatan perhitungan inti mereka, bersama dengan saran mengenai alokasi waktu sehingga mereka tidak terburu-buru saat berada di bawah tekanan waktu. Untuk Profil C (Penebak Cepat), data berfungsi sebagai indikator diagnostik, yang memungkinkan para guru untuk menentukan konsep-konsep spesifik di mana siswa kemungkinan besar kehilangan fokus. Sementara itu, Profil D (Cepat Menyerah) menandakan adanya potensi kebutuhan untuk mengulang kembali konsep-konsep dasar untuk mencegah rasa frustrasi di awal dan membantu mereka membangun kembali kepercayaan diri melalui langkah-langkah yang dapat dicapai. Dengan cara ini, data penilaian digital tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai sistem pendukung yang memperingatkan para guru akan hambatan-hambatan yang mendasari permasalahan siswa. Harus diakui, keempat profil yang diidentifikasi dalam studi awal ini hanya mewakili klasifikasi dasar yang luas. Seiring dengan semakin banyaknya siswa secara global yang berpartisipasi dalam penilaian digital ini, kumpulan data yang terus berkembang akan memungkinkan kita untuk menemukan pola perilaku yang lebih rinci. Memperluas penelitian ini untuk menganalisis data besar (big data) pada skala yang lebih luas pada akhirnya akan memberikan sebuah alat yang ampuh untuk memberdayakan para guru di seluruh dunia dalam memberikan pengajaran yang sangat dipersonalisasi.

Senin, 20 Juli 2026 | 19:55 WIB

Hadir Layani Masyarakat, Satlantas Polres Inhil Kawal Pelajar Pulang Sekolah Biar Aman dan Tertib

Indragiri Hilir, katakabar.com - Satuan Lalu Lintas Polres Indragiri Hilir (Inhil) gelar giat pengaturan lalu lintas saat jam-jam sibuk, dan padat  arus lalu lintas, terutama pada jam kepulangan anak (pelajar) sekolah, Senin (20/7) siang. Kegiatan tersebut berlangsung persis di depan SMP Negeri 1 Tembilahan, yang terletak di Jalan Prof. M. Yamin, Kecamatan Tembilahan, dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pelajar, serta pengguna jalan lainnya, sekaligus sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat. Pengaturan lalu lintas dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Indragiri Hilir, AKP Ricky Marzuki, S.H.,  yang pimpin pengaturan lalu lintas, bersama personel Satlantas. Kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat pada jam sibuk menjadi bentuk nyata komitmen Polri memberikan pelayanan prima sekaligus menciptakan kelancaran arus kendaraan di sekitar kawasan sekolah. Selain membantu para siswa menyeberang jalan dengan aman, personel Satlantas juga mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan maupun potensi gangguan lalu lintas. Langkah ini dilakukan guna memastikan para pelajar dapat kembali ke rumah dengan selamat, sementara aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. Kasatlantas Polres Indragiri Hilir, AKP Ricky Marzuki, S.H., mengatakan kegiatan pengaturan lalu lintas di kawasan sekolah merupakan agenda rutin yang bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. "Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan kami agar para pelajar merasa aman saat pulang sekolah, sekaligus menciptakan arus lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar," ujarnya. Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Indragiri Hilir  juga berupaya meminimalisir terjadinya kesemrawutan, pelanggaran lalu lintas, hingga risiko kecelakaan, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas masyarakat meningkat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi orang tua maupun pengguna jalan. Upaya humanis yang dilakukan Satlantas Polres Indragiri Hilir ni menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat. Selain menjalankan fungsi penegakan hukum, Polri juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung warga. Dengan terciptanya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Sitkamseltibcarlantas) yang kondusif, Polres Indragiri Hilir berharap kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat. Kehadiran polisi di lingkungan sekolah pun diharapkan dapat terus memberikan rasa aman bagi para pelajar ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.

Binus University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar Demi Masa Depan Berkelanjutan Pendidikan
Pendidikan
Selasa, 10 Maret 2026 | 11:58 WIB

Binus University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar Demi Masa Depan Berkelanjutan

Semarang, katakabar.com - Di tengah percepatan perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, generasi muda dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta inovasi yang mampu memberikan solusi bagi masa depan yang berkelanjutan. Pada kenyataannya, masih banyak pelajar yang memiliki ide kreatif dan potensi besar, tetapi belum memiliki ruang kompetitif dan ekosistem yang tepat untuk mengembangkan gagasan tersebut menjadi inovasi nyata. Melihat kebutuhan tersebut, Binus University @Semarang menghadirkan sebuah wadah kompetisi nasional yang dirancang untuk mendorong kreativitas, pemikiran kritis, serta kemampuan problem solving generasi muda Indonesia. Pada tahun 2026 ini, Binus University @Semarang menyelenggarakan SMARTA 2026 (Semarang Smart Talent Competition) dengan mengusung tema “Youth Innovation for Sustainable Future.” Kompetisi nasional ini terbuka bagi pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia yang ingin menunjukkan ide, kreativitas, serta inovasi mereka di bidang teknologi, bisnis, dan kreativitas. SMARTA 2026 menjadi bagian dari komitmen Binus University @Semarang dalam menghadirkan Digital Transformation and AI Experience Campus, yakni ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan pendekatan inovatif dalam proses pendidikan. Melalui kompetisi ini, para pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga dapat merasakan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi masa depan. Di kompetisi SMARTA 2026, peserta dapat memilih lima cabang kompetisi yang dirancang untuk mengasah kemampuan di berbagai bidang. Cabang pertama adalah SMARTA LOGIKA (Innovation Tech Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Computer Science dan Digital Psychology. Kompetisi ini menantang peserta untuk mengembangkan ide teknologi inovatif serta melatih kemampuan berpikir adaptif dalam menghadapi tantangan teknologi yang terus berkembang. Cabang kedua adalah SMARTA IDEA (Idea Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Smart Industrial Engineering. Kompetisi ini mendorong peserta untuk menciptakan ide inovatif, berupa desain produk atau alat yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan sehari-hari, khususnya yang berorientasi pada keberlanjutan dan ramah lingkungan. Cabang berikutnya adalah SMARTA BIZTECH (Business Case Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Information System. Kompetisi ini mengajak peserta untuk merancang solusi bisnis berbasis teknologi yang mengintegrasikan User Experience (UX), Artificial Intelligence (AI), dan smart technology dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu terdapat SMARTA DIGITAL (Business Model Canvas Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Digital Business. Kompetisi ini dirancang untuk menginspirasi generasi muda dalam mengembangkan ide bisnis digital yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi masa depan. Sementara, bagi pelajar yang memiliki minat di bidang kreativitas visual, SMARTA juga menghadirkan SMARTA KREATIVA (Motion Poster Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Kompetisi ini mendorong peserta untuk menyampaikan pesan inovasi dan keberlanjutan melalui pendekatan visual yang kreatif dan komunikatif. Seluruh rangkaian kompetisi SMARTA 2026 dapat diikuti secara gratis oleh pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia. Peserta yang lolos ke tahap final akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, termasuk workshop dan pembinaan langsung dari akademisi Binus University @Semarang. Grand Final SMARTA 2026 akan dilaksanakan secara onsite di Binus University @Semarang pada 9 Mei 2026. Direktur Kampus Binus University @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom, menyampaikan kompetisi ini menjadi bagian dari upaya Binus membangun generasi inovator masa depan yang siap menghadapi transformasi digital global. “Melalui SMARTA 2026, Binus University @Semarang ingin memberikan ruang bagi generasi muda Indonesia untuk mengekspresikan ide, kreativitas, dan inovasi mereka. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi pelajar untuk memahami bagaimana teknologi, bisnis, dan kreativitas dapat berkolaborasi dalam menciptakan solusi nyata bagi masa depan yang berkelanjutan. "Hal ini juga sejalan dengan komitmen kami dalam menghadirkan Digital Transformation and AI Experience Campus yang mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital dan kecerdasan buatan,” ujarnya. Dengan adanya SMARTA 2026, Binue University @Semarang berharap semakin banyak talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia yang berani mengembangkan ide, menciptakan inovasi, dan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan melalui teknologi, kreativitas, dan pemikiran solutif.

BPDP Edukasi Pelajar Biar Melek Komoditas Perkebunan Nasional
Nasional
Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:05 WIB

BPDP Edukasi Pelajar Biar Melek Komoditas Perkebunan

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) gelar kegiatan Edukasi Perkebunan bagi siswa dan anak-anak tahun 2026 usung tema “Kakao dan Rahasia Cokelat” di Ballroom BPDP, Jakarta, Kamis (5/3) lalu Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan komoditas perkebunan kepada generasi muda sejak dini melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian, menyampaikan pentingnya edukasi perkebunan bagi generasi muda. “Secara strategis, kegiatan seperti ini penting bagi BPDP, sebab kita tidak hanya mengelola dana perkebunan, tetapi berinvestasi pada pembangunan pengetahuan dan literasi publik. Edukasi sejak dini merupakan langkah preventif untuk membangun persepsi yang positif, berbasis fakta, dan berorientasi pada keberlanjutan," jelasnya. Total 60 siswa usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama mengikuti kegiatan ini. Peserta berasal dari Rumah Tahfidz An Nur, Cinere, Depok, serta perwakilan anak-anak yang tinggal di sekitar kantor BPDP di kawasan Gambir. Di kegiatan ini, peserta diperkenalkan perjalanan kakao dari kebun hingga menjadi cokelat yang mereka konsumsi sehari-hari. Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai peran kakao sebagai komoditas strategis yang mendukung kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, serta berkontribusi pada perekonomian nasional. Kegiatan dikemas secara menarik melalui sesi dongeng edukatif yang dibawakan oleh Kak Rona Mentari, pendiri Rumah Dongeng Anak. Melalui metode storytelling, anak-anak diajak memahami kakao dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Setelah sesi dongeng, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif untuk menguji pemahaman peserta mengenai manfaat kakao, proses pengolahan, serta peran petani dalam menghasilkan cokelat. BPDP juga perkenalkan komik edukatif anak yang telah diproduksi untuk tiga komoditas perkebunan utama, yakni kelapa sawit, kelapa, dan kakao. Komik ini disusun dengan bahasa sederhana, ilustrasi menarik, serta format bilingual agar mudah dipahami oleh anak-anak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Melalui kegiatan ini, BPDP berharap dapat menumbuhkan pemahaman positif generasi muda terhadap sektor perkebunan sekaligus memperkuat literasi publik mengenai peran strategis komoditas perkebunan bagi perekonomian nasional.

Polri Hadir Untuk Bumi, Green Policing Polres Kepulauan Meranti Sasar Perusahaan dan Pelajar Hukrim
Hukrim
Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:19 WIB

Polri Hadir Untuk Bumi, Green Policing Polres Kepulauan Meranti Sasar Perusahaan dan Pelajar

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti terus menunjukkan komitmen dorong pelestarian lingkungan hidup melalui implementasi program Green Policing, sejalan dengan kebijakan Kapolda Riau. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di sejumlah lokasi, Sabtu (31/1) fokus edukasi peduli lingkungan dan penanaman pohon. Salah satu kegiatan utama berlangsung di PT National Sago Prima (NSP), Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti. Di kegiatan ini, jajaran Polres Kepulauan Meranti memberikan sosialisasi dan edukasi kepada karyawan perusahaan mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup, dimulai dari lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Kanit Binmas Polsek Tebing Tinggi Barat, Ipda Ito Hermanto, yang melaksanakan giat bersama Bhabinkamtibmas Desa Kepau Baru, Brigadir Hendri Sudrajat dan Bhabinkamtibmas Desa SDI, Brigadir Ismail H. Selain paparkan materi edukatif dan diskusi interaktif, kegiatan diisi dengan penanaman bibit pohon mangga dan durian di lingkungan PT NSP. Menurut Ipda Ito Hermanto, mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H, Green Policing pendekatan strategis dan humanis Polri menjaga ketertiban sosial sekaligus keberlanjutan lingkungan hidup. “Konsep Green Policing ini jawaban atas tantangan zaman, seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, serta potensi kebakaran hutan dan lahan. Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran masyarakat,” ujarnya. Di waktu yang sama, jajaran Polsek Merbau melaksanakan kegiatan Green Policing di SMP Negeri 2 Meranti Bunting, Kecamatan Merbau. Kegiatan penghijauan ini berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh pihak sekolah, para guru, serta seluruh siswa. Kapolsek Merbau yang diwakili Bhabinkamtibmas, Aipda Rinaldo, menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran cinta lingkungan sejak usia dini. Rangkaian kegiatan meliputi sambutan kepala sekolah, sambutan perwakilan Polsek Merbau, penyerahan bibit pohon durian, penanaman pohon bersama, serta foto bersama guru dan siswa. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta mewujudkan program Polri Untuk Masyarakat dengan kehadiran langsung di tengah-tengah masyarakat,” jelas Aipda Rinaldo. Seluruh rangkaian kegiatan Green Policing di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata Polri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kepulauan Meranti.

STAI Nurul Hidayah Selatpanjang Gelar AKSARA 2026, Libatkan Mahasiswa dan Pelajar se Kepulauan Meranti Pendidikan
Pendidikan
Senin, 19 Januari 2026 | 12:00 WIB

STAI Nurul Hidayah Selatpanjang Gelar AKSARA 2026, Libatkan Mahasiswa dan Pelajar se Kepulauan Meranti

Selatpanjang, katakabar.com - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Hidayah Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, gelar kegiatan akhir semester Tahun Ajaran 2025-2026 bertajuk Ajang Kompetisi Seni, Sains, dan Olahraga (AKSARA) 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (16/1) hingga Minggu (18/1). AKSARA 2026 tidak hanya diikuti mahasiswa STAI Nurul Hidayah, tetapi juga melibatkan siswa dan siswi SMA, MAN maupun swasta sebagai perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Partisipasi lintas jenjang pendidikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan menambah semarak pelaksanaan kegiatan. Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Nurul Hidayah Selatpanjang sekaligus Ketua Panitia Pelaksana AKSARA 2026, M. Subhi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pihak yayasan, dan civitas akademika kampus atas dukungan penuh yang diberikan. Terima kasih juga kepada Bupati Kepulauan Meranti serta para donatur dari berbagai instansi dan institusi. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan kebaikan bagi kita semua,” ujarnya. Apresiasi serupa disampaikan Ketua STAI Nurul Hidayah Selatpanjang, Dr. Isnaini, M.Pd. Ia mengaku bangga atas kinerja DEMA dan panitia yang dinilai mampu menyelenggarakan kegiatan dengan baik dan meriah. “Kegiatan AKSARA tahun ini patut kita apresiasi. Harapannya, melalui ajang ini dapat lahir bakat-bakat terpendam, baik dari mahasiswa STAI Nurul Hidayah maupun para peserta didik yang ikut berkompetisi,” tuturnya. Selama pelaksanaan AKSARA 2026, berbagai cabang perlombaan digelar. Untuk kategori mahasiswa, lomba yang dipertandingkan meliputi Badminton Ganda Campuran, Fashion Show, Ceramah, Kebersihan Kelas, Tari Kreasi, Voli Putra dan Putri, serta Mini Vlog. Sementara itu, untuk kategori siswa/siswi SMA/MA, cabang perlombaan yang dilombakan adalah Syarhil Qur'an dan Hadroh. Adapun hasil perlombaan tingkat SMA, dan MA, meliputi: Cabang Syarhil Qur'an - Juara I: MAN 2 Sungai Cina, Rangsang Barat - Juara II: MAN 1 Tebing Tinggi - Juara III: SMA Darul Fikri Tebing Tinggi Cabang Hadroh - Juara I: MAN 1 - Juara II: MAN 2 - Juara III: SMA Darul Fikri Kegiatan penutupan AKSARA 2026 yang digelar pada Minggu (18/1) pagu kemarin berlangsung meriah. Pihak Yayasan STAI Nurul Hidayah melalui Bu Haji memberikan kejutan dengan menambahkan hadiah berupa satu unit kulkas serta sejumlah peralatan rumah tangga untuk kegiatan jalan santai. Rangkaian acara penutupan diakhiri dengan makan bersama seluruh peserta dan panitia, sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas suksesnya kegiatan. Salah seorang senior mahasiswa STAI Nurul Hidayah, Herman Wahyudi, turut menyampaikan rasa haru dan bangganya terhadap pelaksanaan kegiatan akhir semester tersebut. Menurutnya, AKSARA 2026 mengingatkan kembali pada semangat dan kebersamaan DEMA di masa lalu, sekaligus menjadi momen membahagiakan berkat dukungan penuh dari pihak yayasan. Dengan suksesnya pelaksanaan AKSARA 2026, STAI Nurul Hidayah Selatpanjang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pengembangan minat, bakat, dan prestasi generasi muda di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Edukasi Pelajar, Green Policing Konsep Polres Kepulauan Meranti Lestarikan Lingkungan Hukrim
Hukrim
Senin, 08 Desember 2025 | 17:43 WIB

Edukasi Pelajar, Green Policing Konsep Polres Kepulauan Meranti Lestarikan Lingkungan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti taja Sosialisasi Green Policing edukasi peduli lingkungan dan penanaman bibit pohon di SD Negeri 13 Selatpanjang Kota Kecamatan Tebing Tinggi serta SD Negeri 9 Selatpanjang Timur. Selain itu, personel bagian Satbinmas Polres Kepulauan Meranti melaksanakan kegiatan serupa ke siswa Di SD Negeri 13 Selatpanjang Kota Kecamatan Tebing Tinggi, personel Satbhinmas kegiatan edukatif perihal kegiatan peduli lingkungan dari rumah hingga lingkungan sekolah, interaktif usung tema peduli lingkungan dan penanaman lima bibit pohon Mangga. Sementara, Babinkantibmas Polres Kepulauan Meranti melaksanakan program sama ke siswa SD Negeri 09 Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi. "Peduli lingkungan dengan melakukan penanaman empat bibit pohon Pinang di lingkungan sekolah," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kasat Binmas, AKP Gunawan SH kepada wartawan, Senin (8/12) Ia mengatakan konsep Green Policing sebagai pendekatan straregis dan humanis menjaga ketertiban sosial dan keberlanjutan lingkungan hidup. Selain itu, dengan konsep Green Policing untuk menghadirkan pemolisian yang menghadirkan tantangan zaman dan krisis lingkungan. "Green Policing jawaban atas tantangan zaman seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, karhutla hingga patologi sosial berbasis ekonomi dan ekologi," ucapnya. Dijelaskannya, Polres Kepulauan Meranti Polda Riau terjemahkan konsep Green Policing yang menjadi kebijakan Kapolda Riau dalam bentuk kegiatan edukasi perlindungan lingkungan dan penanaman pohon di sekolah-sekolah, serta pantai di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. "Dengan melaksanakan pogram Green Policing Polres Kepulauan Meranti di sekolah dan pantai melakukan kegiatan viralisasi kegiatan Green Policing Polres Kepulauan Meranti, diharapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan dapat majaga dan melestarikan lingkungan ke depan, sebut AKP Gunawan.