PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang
Semarang, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3, salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara salurkan bantuan dana operasional dan pendidikan kepada Panti Asuhan Daarul Busyro Wal Hikmah dan Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Sunan Drajat di Kota Semarang, Senin (31/8) lalu. Bantuan yang disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pemenuhan kebutuhan pendidikan dan tumbuh kembang anak-anak panti asuhan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu keberlangsungan kegiatan operasional kedua lembaga sekaligus menunjang pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anak yang berada di bawah naungan Panti Asuhan Daarul Busyro Wal Hikmah dan PSAA Sunan Drajat. Program ini menjadi bagian dari kontribusi PTPN I Regional 3 dalam menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I Regional 3 berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Pelaksanaan program diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif yang dapat dirasakan oleh para penerima manfaat.
Anggaran Rp43 miliar lebih, Kadisdik Abdi Pohan : Bukan Perintah Bupati Maya Tapi Pusat
Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, kini telah menelan dana pengelolaan pendidikan sekolah dasar (SD-red) dengan besaran pagu Rp43.998.920.000, bersumber APBD TA. 2026. Dalam pelaksanaan pekerjaan awal bulan Januari sampai berakhir pada bulan Desember.
PTPN Group Pastikan Hak, Pendidikan Anak dan Pendampingan Keluarga Korban PKS Tanjung Medan
Rokan Hilir, katakabar.com - PTPN IV Regional, memastikan keberlangsungan masa depan keluarga almarhum Ahmad Khusairi (47), karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Medan yang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kerja pada Senin (20/7) lalu. Selain memenuhi seluruh hak ketenagakerjaan dan jaminan sosial, perusahaan memastikan keluarga almarhum memperoleh manfaat beasiswa pendidikan dari program BPJS Ketenagakerjaan bagi anak bungsu hingga jenjang perguruan tinggi. Perusahaan juga memberikan kesempatan kepada anak sulung almarhum untuk bergabung sebagai karyawan perusahaan sesuai persyaratan yang berlaku. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia dan Sistem Manajemen PTPN IV Regional III, Jarwa Rahmanta, mengatakan perhatian tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memperoleh pendampingan dan dukungan jangka panjang. “Kami ingin memastikan keluarga almarhum tidak menghadapi musibah ini sendirian. Selain memenuhi seluruh hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku, kami juga memastikan keluarga memperoleh seluruh manfaat yang menjadi haknya, termasuk beasiswa pendidikan melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi anak bungsu. Di sisi lain, perusahaan juga memberikan kesempatan kepada anak almarhum yang telah memenuhi persyaratan untuk bergabung sebagai karyawan perusahaan,” ujar Jarwa. Menurutnya, PTPN Group memastikan seluruh hak dan manfaat bagi keluarga almarhum dapat diterima sesuai ketentuan. Manfaat tersebut mencakup beasiswa pendidikan yang merupakan bagian dari program BPJS Ketenagakerjaan. Sementara, kesempatan bekerja bagi anak sulung merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masa depan keluarga korban. Manajemen PKS Tanjung Medan bersama Serikat Pekerja juga terus mendampingi keluarga sejak awal kejadian, mulai dari penanganan pascainsiden, proses pemakaman, hingga penyelesaian administrasi hak-hak almarhum. Perwakilan manajemen PTPN IV Regional III dari Pekanbaru turut hadir langsung di rumah duka untuk memberikan dukungan moril dan memastikan seluruh proses berjalan dengan baik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami kecelakaan kerja pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB di stasiun pengisian buah. Pada saat kejadian, korban terlilit tali capstand hingga terjatuh dan mengalami benturan. Sesaat setelah kejadian, manajemen PKS Tanjung Medan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sekitar tiga jam kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia. Jarwa menegaskan perusahaan menghormati proses investigasi yang masih dilakukan bersama instansi dan pihak-pihak terkait untuk mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab insiden. “Kami berkomitmen mendukung penuh proses investigasi. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dan penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di seluruh unit operasional perusahaan,” ulasnya. Ia menambahkan, selama lebih dari dua dekade PKS Tanjung Medan beroperasi, insiden dengan korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja baru pertama kali terjadi. “Peristiwa ini menjadi evaluasi yang sangat serius bagi kami. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan prioritas utama perusahaan. Karena itu, kami akan terus memperkuat sistem, meningkatkan disiplin terhadap prosedur kerja, serta melakukan perbaikan berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya. Sementara itu, istri almarhum, Poniyem, mengaku bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan perusahaan sejak awal kejadian hingga saat ini. “Sejak suami saya mengalami musibah, manajemen terus mendampingi kami dan membantu segala proses yang diperlukan. Kami juga mendapat perhatian terhadap masa depan anak-anak kami. Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan yang diberikan,” ceritanya. Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III menegaskan akan terus mendampingi keluarga almarhum hingga seluruh haknya terselesaikan. Perusahaan juga memastikan komitmen yang telah disampaikan kepada keluarga dapat direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Di saat yang sama, PTPN Group mendukung proses investigasi dan menjadikan hasilnya sebagai dasar evaluasi serta penguatan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja di seluruh unit operasional perusahaan.
Mengawal Anggaran Pendidikan, Komisi X Perjuangkan Kesejahteraan Guru dan Pendidikan Tanpa Biaya
Jakarta, katakabar.com - Komisi X DPR RI setujui pagu anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam RAPBN Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp61,1 triliun. Pada persetujuan tersebut, Komisi X memberikan sejumlah catatan, terutama terkait peningkatan kesejahteraan guru, pemenuhan alokasi anggaran pendidikan, serta tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9) lalu. Rapat membahas persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) Tahun Anggaran 2027, serta program yang akan didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) berdasarkan kriteria teknis Komisi X. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani selaku pimpinan rapat, menyampaikan selain menerima pagu anggaran Kemendikdasmen sebesar Rp61,1 triliun, Komisi X juga menerima usulan tambahan anggaran sebesar Rp157,75 triliun. Adapun total kebutuhan anggaran yang diusulkan mencapai Rp306,51 triliun untuk menindaklanjuti putusan MK terkait pendidikan dasar. "Komisi X DPR RI menerima pagu anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp61.100.819.081.000," ujar Lalu saat membacakan kesimpulan rapat. Menurut Lalu, persetujuan tersebut disertai catatan dan masukan dari anggota Komisi X yang perlu menjadi perhatian Kemendikdasmen dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program tahun anggaran 2027. Salah satu perhatian utama ialah pemenuhan kebutuhan anggaran pendidikan dan kepastian kesejahteraan pendidik. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Muhamad Nur Purnamasidi, dalam pandangan fraksi, menyoroti tindak lanjut Putusan MK Nomor 3/PUU-XXII/2024. Ia meminta pemerintah lebih optimistis dalam menyusun simulasi kebutuhan anggaran pendidikan, mengingat tambahan sekitar Rp5 triliun dinilai belum cukup untuk memenuhi porsi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dalam sisa waktu dua tahun. Sedang, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Muhammad Kadafi menyoroti kesejahteraan guru dan tendik yang masih menghadapi ketidakpastian. Menurutnya, peningkatan anggaran pendidikan perlu diarahkan pula untuk memberikan kepastian bagi para pendidik yang telah mengabdi di berbagai daerah. “Yang utama adalah bagaimana kita bisa mendorong kesejahteraan para guru dan juga tendik yang terus mengabdi dalam ketidakpastian agar bisa nyaman dan mendapatkan kepastian,” ungkap Kadafi. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Fikri Faqih, aminkan Kadafi. Ia meminta usulan tambahan anggaran dikawal secara ketat agar dapat mendukung keberlanjutan program prioritas nasional. Menurutnya, pengawalan tersebut juga penting untuk memastikan peningkatan mutu layanan pendidikan, kelancaran digitalisasi, serta pelaksanaan putusan MK dapat direalisasikan di lapangan. Lalu menegaskan, berbagai pandangan dan masukan tersebut menjadi bagian dari catatan resmi Komisi X yang harus diperhatikan Kemendikdasmen dalam menjalankan program pada 2027. “Komisi X DPR RI menekankan kepada Kemendikdasmen RI agar menjadikan pandangan dan masukan anggota Komisi X DPR RI yang disampaikan dalam laporan singkat pembahasan Pagu Indikatif hingga Pagu Anggaran RAPBN Tahun Anggaran 2027 sebagai rujukan dalam penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan Kemendikdasmen RI Tahun Anggaran 2027,” tegas legislator dari Fraksi PKB itu. Selanjutnya, pagu anggaran tersebut akan disampaikan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI untuk dibahas sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Komisi X DPR RI akan mengawal pelaksanaan program dan anggaran tersebut agar berjalan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. Pemanfaatan anggaran diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif, tetapi juga menghadirkan perbaikan nyata bagi layanan pendidikan serta kepastian dan kesejahteraan guru dan tendik di berbagai daerah.
Kemendagri Bentuk Tim Kerja Insentif Apresiasi Kinerja Pemda 2026 Kategori Akses Pendidikan, Ini Tujuannya
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi tetapkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 000.10.-176 Tahun 2026 tentang Tim Kerja Pengukuran dan Penetapan Insentif Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Tahun 2026 Kategori Perbaikan Akses Penduduk Terhadap Layanan Pendidikan. Pembentukan tim ini bertujuan memberikan insentif berbasis kinerja sebagai apresiasi dan dorongan bagi pemerintah daerah yang berhasil memperluas kesempatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan masyarakat. Tim Kerja ini bertanggung jawab langsung kepada Kepala BSKDN Kemendagri, Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd, yang bertindak sebagai Pembina dan Pengarah. Penilaian kinerja mencakup enam wilayah pembinaan utama: Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku, Kalimantan, Sumatera, Jawa-Bali, serta Papua. Peran Strategis T.R. Fahsul Falah Ketua Tim Kerja Dalam struktur kepengurusan Tim Kerja, T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si., yang menjabat sebagai Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan Dan Pelayanan Publik, dipercaya menduduki posisi sentral sebagai Ketua Tim Kerja. Peran dan tanggung jawab T.R. Fahsul Falah dalam pelaksanaan program apresiasi ini meliputi: - Kepemimpinan Operasional dan Teknis: Memimpin pelaksanaan pengukuran dan scoring indikator kinerja daerah secara komprehensif bersama seluruh unsur tim kerja. - Integrasi Kebijakan Kependudukan & Pelayanan Publik: Menyelaraskan tolok ukur perbaikan akses pendidikan dengan perspektif kewilayahan, dinamika kependudukan, serta standar pelayanan publik sesuai portofolio pusat strategi kebijakan yang dipimpinnya. - Koordinasi Lintas Wilayah: Mengordinasikan jalannya supervisi teknis dan pengumpulan data validasi di 6 wilayah regional pembinaan bersama para Koordinator Wilayah. - Konsolidasi Rekomendasi Akhir: Mengawal pengolahan data hasil penilaian dari tim teknis hingga menghasilkan dokumen rekomendasi penetapan pemenang insentif yang sah untuk disampaikan kepada Pembina dan Pengarah. Pelaksanaan pengukuran kinerja ini dibiayai melalui DIPA BSKDN TA 2026 sebagai komitmen nyata pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan di daerah melalui skema insentif daerah yang terukur.
Alreza Ahyu: Langkah-langkah Baru Membangun Pendidikan Sejalan Visi Bupati dan Wakil Bupati Rohul
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Pendidikan bukan sekadar memindahkan pengetahuan ke dalam kepala anak‑anak tetapi ia adalah cara kita mewariskan jati‑diri, martabat, harapan, serta arah masa depan tanah tempat kita berpijak. Di bawah arahan kuat serta dukungan penuh Bupati Rokan Hulu Anton, ST., MM., dan Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M. bertekad menjadikan kemajuan ilmu pengetahuan berjalan beriringan bersama kearifan lokal dan pembentukan jiwa manusia seutuhnya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) kini bergerak maju dengan rencana kerja yang teratur, peduli, transparan, serta tegas memegang amanat rakyat dipimpin Kepala Dinas Al Reza Ahyu, S.E., M.Si., Ak. yang memadukan ketegasan peraturan dengan kepekaan hati masyarakat. Langkah‑langkah yang kini digulirkan menyentuh sisi kehidupan sekolah secara menyeluruh: mulai dari menjaga napas dan kesehatan anak didik, memastikan setiap rupiah bantuan datang tepat sasaran, membersihkan gerbang penerimaan siswa dari segala noda pungutan maupun percaloan, hingga menanamkan kembali akar budi pekerti, iman, dan semangat berkemasyarakatan yang menjadi ciri khas “Negeri Seribu Suluk” nama lain dari Rokan Hulu. Ketika asap kebakaran hutan dan lahan mulai menyelimuti langit ancaman yang kerap datang tanpa diundang, Disdikpora segera bertindak cepat dan terukur. Melalui Surat Edaran Nomor 300.2.1/DISDIKPORA‑Set/1, masa pembelajaran dialihkan sementara waktu menjadi sistem jarak jauh atau pembelajaran daring, berlaku 26 hingga 28 Agustus 2026, agar tak ada satu pun murid yang terpaksa menghirup udara berbahaya demi mengikuti pelajaran. Tetapu kepedulian tak berhenti sekadar mengubah cara belajar: gizi anak tetap menjadi prioritas utama. Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan penuh dengan pengaturan yang memudahkan para orang tua mengambil pangan yang sudah disiapkan sekolah lewat koordinasi sederhana, sehingga manfaat program negara ini tetap sampai ke meja makan anak‑anak meski mereka belajar dari rumah. “Kita tidak boleh membiarkan pelajaran terhenti, dan kita juga tak boleh membiarkan perut anak kita kosong,” kata Kadisdikpora Rokan Hulu Alreza Ahyu. Semangat yang tercermin di sini persis sejalan arahan Bupati Anton: pelayanan harus peka, cepat, dan tak menyulitkan rakyat. Di balik kemajuan sekolah terdapat hal yang sederhana namun sangat menentukan nasib ribuan ruang belajar: kebenaran data. Menjelang penutupan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada 31 Agustus 2026, seluruh jajaran sekolah diminta memeriksa ulang satu‑persatu: jumlah murid, tenaga pendidik, sarana prasarana hingga kelengkapan dokumen kemajuan belajar. Ini bukan sekadar urusan administrasi rutin, sebab data Dapodiklah yang menjadi dasar perhitungan seluruh alokasi anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2027. “Setiap angka harus jujur, setiap nama harus benar ada, karena itu adalah uang yang dipercayakan rakyat untuk masa depan anak‑bangsa. Sesuai semangat tata kelola bersih yang terus didengungkan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, apa yang kita catat harus benar, apa yang kita rencanakan harus jelas, dan apa yang kita terima harus kita pertanggung‑jawabkan lurus di hadapan rakyat," jelasnya. Kemudian kata Reza, pendidikan adalah hak setiap anak bukan milik siapa yang paling kaya, paling berpengaruh, atau paling banyak kenalan. Untuk itu, menyambut Tahun Ajaran baru, seluruh jajaran pemimpin sekolah dan petugas penerimaan murid baru telah menandatangani Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bersih. Janji tertulis ini bermakna besar: penerimaan siswa akan berjalan murni berdasarkan ketentuan aturan, tanpa pungutan apa pun, tanpa jalur tersembunyi, tanpa bisa digeser oleh pengaruh jabatan, kerabat, maupun tokoh masyarakat, siapa pun itu. “Gerbang sekolah terbuka lebar untuk setiap anak yang berhak masuk, ditutup rapat bagi siapa pun yang ingin membelokkan keadilan,” prinsip ini sejalan dengan komitmen bersama Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti: membangun pemerintahan yang jujur, membuka peluang setara bagi semua orang, dan menghapus kebiasaan lama yang membebani maupun merugikan warga. Di tengah arus zaman yang makin cepat berubah, ada hal yang tak boleh berubah: kebaikan hati, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta kebersamaan dan semangat pengabdian yang menjadi warisan leluhur kita. Dua langkah besar kini mulai dijalankan serentak: pertama, melalui arahan yang bersumber dari Surat Edaran Bupati, seluruh satuan pendidikan jenjang SD maupun SMP negeri maupun swasta mulai melaksanakan kegiatan keagamaan: melaksanakan Shalat Dhuha serta Shalat Zuhur berjamaah di lingkungan sekolah. “Kita membangun kecerdasan otak, namun jangan lupa membangun kemuliaan hati,” ucapnya dengan semangat di balik kebijakan ini. Kedua, Pendidikan Kepramukaan kini resmi menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib berlaku di seluruh jenjang sekolah, diperkuat dengan rutinitas apel setiap hari Rabu serta kebangkitan Gugus Depan yang sempat berhenti bergerak. Langkah ini sejalan langsung dengan amanat baru Al Reza Ahyu sendiri yang kini juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Rokan Hulu. “Di sini anak tak sekadar belajar melipat bendera atau mendirikan tenda mereka belajar saling peduli, disiplin, mandiri, mencintai tanah air, serta siap bergotong‑royong membantu sesama tanpa diminta,” terangnya, sesuai cita‑cita pemimpin daerah: agar anak kelak tumbuh menjadi orang pandai sekaligus berjiwa besar, berpikiran luas namun tetap menginjak bumi dan mengingat asal‑usulnya. Dari menjaga udara yang dihirup murid hingga menjaga kejujuran angka di atas kertas; dari memastikan makanan bergizi hingga ke perut murid hingga memastikan hati mereka tumbuh lembut, beriman, dan gagah berani kebijakan‑kebijakan yang sedang berjalan ini bukan sekadar daftar tugas rutin dinas semata. Ia adalah cerminan keinginan besar: bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti, serta pengelolaan pendidikan yang dipimpin Al Reza Ahyu, Rokan Hulu tak sekadar ingin mencetak murid yang pandai ujian melainkan generasi yang tahu siapa dirinya, percaya diri, jujur, peduli lingkungan, saling menghormati, serta siap pulang dan membangun kampung halamannya sendiri menjadi negeri yang makmur, damai, dan terhormat. "Semua ini tak sempurna dalam sekejap mata—namun arahnya harus benar, jalannya harus lurus, dan langkahnya sudah pasti: bersama pemerintah yang peduli, kita tegas sekaligus terbuka, tenaga pendidik yang berjuang tanpa kenal lelah, serta dukungan kita semua—masa depan anak‑anak “Negeri Seribu Suluk” sedang kita rajut bersama, benih‑demi‑benih, hari‑demi‑hari," tandasnya.
Membangun Pendidikan Inklusif, Ikhtiar Perluas Akses Belajar Anak Penyandang Disabilitas
Jakarta, katakabar.com - Pendidikan yang inklusif masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia. Tidak sedikit anak penyandang disabilitas yang menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas belajar, pendampingan, hingga layanan terapi yang memadai. Padahal, kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali. Berangkat dari kebutuhan tersebut, sejumlah anggota Grup MIND ID mengembangkan program pendidikan inklusif di wilayah operasionalnya. Melalui pendampingan belajar, penyediaan fasilitas pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga layanan terapi, program ini diarahkan untuk membuka kesempatan belajar yang lebih setara bagi anak-anak penyandang disabilitas. Salah satunya dijalankan UBPP Logam Mulia ANTAM melalui Program Sekolah Inklusi di Jakarta Timur. Selama satu tahun, enam anak penyandang disabilitas memperoleh pendampingan intensif yang tidak hanya berfokus pada proses belajar, tetapi juga pengembangan keterampilan dan kepercayaan diri. Program tersebut dilengkapi dengan fasilitas belajar, seperti laptop, ruang belajar yang nyaman, serta berbagai sarana penunjang lainnya. Para peserta juga mendapatkan pelatihan keterampilan menjahit dan menyablon hingga mampu menghasilkan produk secara mandiri berupa tas dan tempat pensil. Pendampingan tersebut menunjukkan hasil yang positif. Rata-rata kemampuan kognitif peserta meningkat hingga 80 persen sampai 90 persen selama mengikuti program. Di luar bidang akademik, sejumlah peserta juga berhasil menorehkan prestasi pada berbagai kompetisi, di antaranya empat anak meraih juara taekwondo dan dua anak menjadi juara renang. Thomas Hatmadi, orang tua salah satu peserta, mengatakan perubahan terbesar yang dirasakan bukan hanya pada kemampuan belajar anaknya, tetapi juga rasa percaya diri yang tumbuh setelah mengikuti program tersebut. "Dulu anak saya minder dan rendah diri karena memiliki keterbatasan terkait sekolah formalnya. Berkat pendampingan dari ANTAM, sekarang dia lebih aktif berkegiatan, tidak lagi merasa minder, dan Alhamdulillah berhasil menjadi juara Taekwondo Championship dari Dankbrimob," ujarnya. Upaya menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif juga dilakukan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), perusahaan mengembangkan PAUD INATA menjadi ruang belajar yang memberikan akses pendidikan gratis dan subsidi bagi 50 balita dari keluarga prasejahtera. Program tersebut kemudian diperkuat melalui peresmian Rumah Inklusi Smart Kids pada November 2025. Fasilitas ini menjadi pusat terapi pertama di Kabupaten Batu Bara yang memberikan layanan bagi anak penyandang disabilitas, sehingga keluarga yang sebelumnya harus mencari layanan ke daerah lain kini dapat memperoleh pendampingan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Keberadaan ruang belajar dan pusat terapi tersebut juga membantu orang tua yang bekerja, khususnya para pedagang di sekitar kawasan pasar, untuk tetap dapat mencari nafkah tanpa mengabaikan kebutuhan pendidikan dan tumbuh kembang anak. Kalimadew, salah seorang orang tua penerima manfaat yang sehari-hari berdagang di Pasar Delima, mengaku kehadiran PAUD INATA dan Rumah Inklusi Smart Kids memberikan ketenangan bagi keluarganya. "Kehadiran PAUD dan Rumah Inklusi ini sangat meringankan saya karena anak saya yang penyandang disabilitas bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan gratis tanpa saya harus khawatir saat sedang berjualan," ucapnya. Kedua program tersebut menunjukkan pendidikan inklusif tidak hanya sebatas menyediakan ruang belajar, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung anak penyandang disabilitas untuk berkembang sesuai potensinya. Melalui kolaborasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional, anggota Grup MIND ID berupaya menghadirkan akses pendidikan, pendampingan, dan layanan yang lebih setara agar semakin banyak anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berprestasi, dan menatap masa depan.
Buka Pendidikan Bintara SPKT, Kapolda Riau Tekankan Pelayanan Humanis dan Tolak Kekerasan
Kampar, katakabar.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan resmi buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Senin (20/7). Irjen Pol Herry menekankan pentingnya membangun personel Polri yang profesional, humanis, serta melarang segala bentuk kekerasan selama proses pendidikan. Ia mengatakan pendidikan pembentukan Bintara bukan sekadar mengubah status masyarakat menjadi anggota Polri, tetapi merupakan proses membentuk karakter, integritas, moral, serta kemampuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Saudara adalah putra-putri terbaik bangsa yang berhasil menyisihkan ribuan pendaftar untuk mengikuti pendidikan di lembaga ini. Jalani pendidikan ini dengan sebaik-baiknya," ujar Herry. Pendidikan Bintara Polri Berkemampuan SPKT tahun ini akan berlangsung selama lima bulan dan diikuti 4.799 peserta didik di seluruh Indonesia. Sebanyak 709 polisi wanita menjalani pendidikan di Sepolwan, sedangkan 4.090 polisi pria mengikuti pendidikan di 31 Sekolah Polisi Negara (SPN). Khusus di Polda Riau, pendidikan diikuti 119 siswa. Angkat tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif". Kapolda Riau menegaskan Polri membutuhkan personel yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki moralitas, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak diukur dari kerasnya latihan yang dijalani peserta, melainkan dari lahirnya anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai calon personel SPKT, para siswa nantinya akan menjadi garda terdepan pelayanan kepolisian. Mereka merupakan personel pertama yang berhadapan langsung dengan masyarakat yang datang ke kantor polisi membawa berbagai persoalan. "Masyarakat datang ke kantor polisi sering kali membawa masalah, ketakutan, kebingungan, bahkan keputusasaan. Lantaran itu, personel SPKT harus mampu menerima laporan dengan cepat, berkomunikasi secara santun, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan pelayanan prima," jelasnya. Orang nomor satu di Mapolda Riau berpesan agar seluruh peserta meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjaga disiplin, menghormati para pendidik, serta membangun solidaritas selama menjalani pendidikan. Ia mengingatkan peserta untuk meninggalkan sikap manja, egois, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tekanan. "Kalau kalian lelah, ingat kembali tujuan datang ke tempat ini. Kalau merasa tertekan, ingat bahwa tekanan yang dikelola dengan baik akan membentuk ketangguhan. Jika ingin menyerah, ingatlah orang tua dan keluarga yang menitipkan harapan dan kebanggaan kepada kalian," serunya. Selain kepada peserta didik, Irjen Pol Herry memberikan arahan tegas kepada seluruh kepala SPN, tenaga pendidik, instruktur, pengasuh, dan tenaga kependidikan agar menyelenggarakan proses pendidikan secara profesional serta mengedepankan pembentukan karakter. Ia secara khusus melarang segala bentuk kekerasan maupun hukuman yang merendahkan martabat peserta didik. "Terapkan disiplin secara tegas, adil, dan konsisten. Hindari segala bentuk kekerasan, hukuman yang merendahkan martabat, serta tindakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya. Kapolda Riau juga meminta para pendidik memperhatikan kondisi kesehatan peserta selama menjalani latihan, terutama di tengah cuaca panas. Menurutnya, pendidikan yang keras tidak boleh diartikan sebagai pembenaran terhadap tindakan kekerasan. "Latihan boleh berat, tetapi tidak boleh kehilangan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat daya juang, bukan merusak fisik dan mental peserta didik," sebut Herry.
Dibuka! Beasiswa GTI 2026 Gelombang Dua Rp20 Juta per Semester bagi Semua Jenjang Pendidikan Tanpa Syarat IPK
Jakarta, katakabar.com - Gerak Tumbuh Indonesia (GTI) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 Gelombang 2 sejak 1 Juli 2026. Pembukaan ini memberikan kesempatan tambahan bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk mengikuti program bantuan pendidikan hingga Rp20 juta per semester. Bersamaan dengan pembukaan Gelombang 2, Gerak Tumbuh juga memperbarui jadwal pendaftaran dan seluruh tahapan seleksi program. Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 Gelombang 2 Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 merupakan program bantuan pendidikan yang terbuka bagi peserta dari berbagai jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, mahasiswa, hingga kategori umum. Program ini tidak menetapkan batas domisili serta tidak mensyaratkan nilai IPK maupun prestasi tertentu dalam proses pendaftaran. Melalui pembukaan Gelombang 2, Gerak Tumbuh ingin memberikan waktu dan kesempatan yang lebih luas kepada calon peserta yang belum sempat mendaftar atau menyelesaikan proses pendaftaran pada periode sebelumnya. “Pembukaan Gelombang 2 dan penyesuaian timeline ini kami lakukan untuk memastikan lebih banyak calon peserta bisa mengakses program dengan informasi yang lebih jelas, proses yang lebih tertata, dan acuan resmi yang mudah dipantau,” jelas Tim Gerak Tumbuh Indonesia. Kesempatan Tambahan bagi Calon Peserta Pendaftaran Gelombang 2 dibuka hingga 31 Desember 2026. Periode pendaftaran yang lebih panjang diharapkan dapat memberikan ruang bagi calon peserta untuk memahami ketentuan program, menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, serta memastikan seluruh informasi yang disampaikan dalam formulir pendaftaran telah sesuai. Pembukaan Gelombang 2 bukan hanya menjadi perpanjangan waktu pendaftaran, tetapi juga bagian dari upaya Gerak Tumbuh dalam memperluas akses program kepada calon peserta dari berbagai wilayah dan latar belakang pendidikan. Peserta yang telah mendaftar pada periode sebelumnya diimbau untuk tetap memantau informasi terbaru mengenai proses seleksi. Sementara itu, calon peserta yang belum mendaftar dapat segera mempelajari guidebook dan mempersiapkan diri mengikuti setiap tahapan program. Lebih dari Sekadar Bantuan Pendidikan Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 menawarkan bantuan pendidikan hingga Rp20 juta per semester untuk membantu peserta memenuhi kebutuhan pendidikan dan mendukung pengembangan kapasitas diri. Selain bantuan pendidikan, peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai manfaat pengembangan diri, antara lain: ■ Sertifikat internasional ■ Kelas pengembangan minat dan bakat ■ Kesempatan belajar atau magang ■ Akses ke berbagai program Gerak Tumbuh Program ini dirancang tidak hanya untuk mendukung keberlanjutan pendidikan, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang dapat membantu peserta mengenali potensi, memperluas keterampilan, dan mempersiapkan langkah pengembangan diri berikutnya. Timeline Terbaru Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 Seiring dengan pembukaan Gelombang 2, Gerak Tumbuh melakukan penyesuaian terhadap jadwal pendaftaran dan seleksi. Setiap peserta perlu memperhatikan timeline terbaru berikut: Setiap tahapan menjadi bagian dari proses seleksi dan pengembangan diri peserta. Oleh karena itu, peserta diharapkan mengikuti perkembangan informasi secara berkala dan mencatat setiap jadwal penting agar tidak melewatkan tahapan yang telah ditentukan. Guidebook Menjadi Acuan Utama Peserta Seluruh perubahan jadwal, tahapan seleksi, persyaratan, ketentuan tambahan, dan pembaruan teknis Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 mengacu pada guidebook resmi program. Peserta diimbau membaca guidebook secara menyeluruh sebelum mengisi formulir pendaftaran. Pemeriksaan guidebook secara berkala juga diperlukan karena pembaruan informasi dapat dilakukan menyesuaikan kebutuhan pelaksanaan program. “Informasi mengenai program kami pusatkan melalui guidebook dan kanal resmi Gerak Tumbuh. Dengan demikian, peserta memiliki satu acuan yang jelas untuk memahami persyaratan, jadwal, dan setiap tahapan seleksi,” tambah Tim Gerak Tumbuh Indonesia. Seluruh pengumuman resmi hanya disampaikan melalui website, guidebook, alamat email, dan media sosial resmi Gerak Tumbuh Indonesia. Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan Gerak Tumbuh dan meminta pembayaran, kata sandi, akses akun pribadi, maupun data yang tidak berkaitan dengan proses seleksi. Cara Mendaftar Pendaftaran Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 Gelombang 2 dilaksanakan secara online melalui platform resmi Gerak Tumbuh Indonesia. Daftar sekarang: 📝 Formulir pendaftaran: geraktumbuh.id/daftar 📖 Guidebook dan informasi program: geraktumbuh.id/guidebook Pendaftaran Gelombang 2 dibuka hingga 31 Desember 2026. Calon peserta disarankan tidak menunda proses pendaftaran agar memiliki waktu yang cukup untuk memeriksa kembali data dan dokumen sebelum formulir dikirimkan. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti Beasiswa Gerak Tumbuh 2026. Peserta dari seluruh jenjang pendidikan berhak mendaftar. Kontak: Tim Gerak Tumbuh Indonesia Phone number: +628131092372 Email address: [email protected]
KazanForum 2026 Momentum UDM Perluas Kolaborasi Pendidikan Cybersecurity Global
Jakarta, katakabar.com - Di tengah panggung forum internasional bergengsi Russia–Islamic World: KazanForum 2026, Universitas Darul Ma'arif (UDM) mencatatkan tonggak baru dalam perjalanan internasionalisasinya. UDM resmi teken kerja sama dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber global berbasis di Rusia yang dikenal sebagai pemain strategis dalam pengembangan teknologi dan ekosistem talenta cybersecurity dunia. KazanForum 2026 yang berlangsung 12 hingga 17 Mei 2026 lalu jadi arena pertemuan para pemimpin pendidikan, industri teknologi, dan organisasi internasional dari berbagai negara. Dalam forum ini, UDM hadir bukan sekadar peserta melainkan sebagai mitra aktif yang membawa agenda konkret: memperkuat kapasitas pendidikan cybersecurity Indonesia menuju standar global. Merespons Kebutuhan Nyata Dunia Digital Ancaman siber kini menjadi salah satu risiko terbesar bagi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Di tengah lonjakan kebutuhan tenaga ahli keamanan siber secara global, Indonesia menghadapi kesenjangan besar antara ketersediaan talenta dan permintaan industri. UDM menjawab tantangan ini secara langsung. Kolaborasi dengan Positive Technologies membuka akses UDM terhadap keahlian, metodologi, dan ekosistem industri cybersecurity kelas dunia mulai dari pengembangan kurikulum berbasis praktik industri, pelatihan dosen, workshop intensif, seminar teknologi, hingga pengembangan program bersama yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. “Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi Universitas Darul Ma’arif dalam memperluas wawasan akademik dan memperkuat kompetensi di bidang teknologi, khususnya cybersecurity. Kami berharap kolaborasi dengan Positive Technologies dapat membuka ruang pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, pembelajaran berbasis praktik, serta peluang riset yang relevan dengan kebutuhan industri digital. UDM berkomitmen untuk terus menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tantangan global," ucap Tobroni, S.Pd., M.Pd., Rektor Universitas Darul Ma’arif Transfer Pengetahuan Industri ke Kampus Lebih dari sekadar penandatanganan MoU, kemitraan ini dirancang untuk menghadirkan dampak yang dirasakan langsung oleh mahasiswa dan dosen UDM. Melalui pendekatan industry-driven education, mahasiswa akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan nyata di dunia keamanan siber, sementara dosen diperkaya dengan perspektif dan praktik terbaik dari industri global. Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, pelatihan praktis, workshop dan seminar, pertukaran pengetahuan, serta peluang riset bersama. Program-program konkret akan dirumuskan sebagai tindak lanjut dari kolaborasi ini. “Talenta dengan keterampilan cybersecurity yang kuat sangat dibutuhkan untuk mendukung ketahanan siber perusahaan, industri, dan negara. Positive Technologies memiliki pengalaman dan keahlian yang siap dibagikan kepada mitra pendidikan di Indonesia. Melalui kerja sama dengan universitas di Indonesia, kami berharap dapat ikut memperkuat ekosistem ahli keamanan siber yang mampu bekerja sama menghadapi tantangan digital di tingkat regional maupun global," timpal Elena Grishaeva, Regional Director for Southeast Asia, Positive Technologies Membangun Ekosistem Talenta Digital Indonesia Partisipasi UDM di KazanForum 2026 bukan sekadar momen seremonial. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang UDM untuk membangun jejaring internasional yang berdampak nyata bagi pengembangan SDM Indonesia di era digital. Dengan membangun kemitraan bersama Positive Technologies, UDM semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, relevan, dan berorientasi global. Langkah ini juga searah dengan slogan UDM, “Universitas Darul Ma'arif, dari Kampus Hijau untuk Indonesia menuju peradaban dunia.” Semangat tersebut mencerminkan tekad UDM untuk membawa kontribusi pendidikan, inovasi, dan kolaborasi dari lingkungan kampus hijau bagi Indonesia hingga panggung peradaban dunia. Ke depan, UDM berkomitmen untuk menindaklanjuti kolaborasi ini melalui program-program yang terukur dan berkelanjutan dengan satu tujuan utama: mencetak generasi ahli keamanan siber Indonesia yang siap bersaing dan berkontribusi di panggung global.