Membangun Pendidikan Inklusif, Ikhtiar Perluas Akses Belajar Anak Penyandang Disabilitas Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 22 Juli 2026 | 15:15 WIB

Membangun Pendidikan Inklusif, Ikhtiar Perluas Akses Belajar Anak Penyandang Disabilitas

Jakarta, katakabar.com -  Pendidikan yang inklusif masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia. Tidak sedikit anak penyandang disabilitas yang menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas belajar, pendampingan, hingga layanan terapi yang memadai. Padahal, kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali. Berangkat dari kebutuhan tersebut, sejumlah anggota Grup MIND ID mengembangkan program pendidikan inklusif di wilayah operasionalnya. Melalui pendampingan belajar, penyediaan fasilitas pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga layanan terapi, program ini diarahkan untuk membuka kesempatan belajar yang lebih setara bagi anak-anak penyandang disabilitas. Salah satunya dijalankan UBPP Logam Mulia ANTAM melalui Program Sekolah Inklusi di Jakarta Timur. Selama satu tahun, enam anak penyandang disabilitas memperoleh pendampingan intensif yang tidak hanya berfokus pada proses belajar, tetapi juga pengembangan keterampilan dan kepercayaan diri. Program tersebut dilengkapi dengan fasilitas belajar, seperti laptop, ruang belajar yang nyaman, serta berbagai sarana penunjang lainnya. Para peserta juga mendapatkan pelatihan keterampilan menjahit dan menyablon hingga mampu menghasilkan produk secara mandiri berupa tas dan tempat pensil. Pendampingan tersebut menunjukkan hasil yang positif. Rata-rata kemampuan kognitif peserta meningkat hingga 80 persen sampai 90 persen selama mengikuti program. Di luar bidang akademik, sejumlah peserta juga berhasil menorehkan prestasi pada berbagai kompetisi, di antaranya empat anak meraih juara taekwondo dan dua anak menjadi juara renang. Thomas Hatmadi, orang tua salah satu peserta, mengatakan perubahan terbesar yang dirasakan bukan hanya pada kemampuan belajar anaknya, tetapi juga rasa percaya diri yang tumbuh setelah mengikuti program tersebut. "Dulu anak saya minder dan rendah diri karena memiliki keterbatasan terkait sekolah formalnya. Berkat pendampingan dari ANTAM, sekarang dia lebih aktif berkegiatan, tidak lagi merasa minder, dan Alhamdulillah berhasil menjadi juara Taekwondo Championship dari Dankbrimob," ujarnya. Upaya menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif juga dilakukan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), perusahaan mengembangkan PAUD INATA menjadi ruang belajar yang memberikan akses pendidikan gratis dan subsidi bagi 50 balita dari keluarga prasejahtera. Program tersebut kemudian diperkuat melalui peresmian Rumah Inklusi Smart Kids pada November 2025. Fasilitas ini menjadi pusat terapi pertama di Kabupaten Batu Bara yang memberikan layanan bagi anak penyandang disabilitas, sehingga keluarga yang sebelumnya harus mencari layanan ke daerah lain kini dapat memperoleh pendampingan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Keberadaan ruang belajar dan pusat terapi tersebut juga membantu orang tua yang bekerja, khususnya para pedagang di sekitar kawasan pasar, untuk tetap dapat mencari nafkah tanpa mengabaikan kebutuhan pendidikan dan tumbuh kembang anak. Kalimadew, salah seorang orang tua penerima manfaat yang sehari-hari berdagang di Pasar Delima, mengaku kehadiran PAUD INATA dan Rumah Inklusi Smart Kids memberikan ketenangan bagi keluarganya. "Kehadiran PAUD dan Rumah Inklusi ini sangat meringankan saya karena anak saya yang penyandang disabilitas bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan gratis tanpa saya harus khawatir saat sedang berjualan," ucapnya. Kedua program tersebut menunjukkan pendidikan inklusif tidak hanya sebatas menyediakan ruang belajar, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung anak penyandang disabilitas untuk berkembang sesuai potensinya. Melalui kolaborasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional, anggota Grup MIND ID berupaya menghadirkan akses pendidikan, pendampingan, dan layanan yang lebih setara agar semakin banyak anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berprestasi, dan menatap masa depan.

Buka Pendidikan Bintara SPKT, Kapolda Riau Tekankan Pelayanan Humanis dan Tolak Kekerasan Hukrim
Hukrim
Senin, 20 Juli 2026 | 11:15 WIB

Buka Pendidikan Bintara SPKT, Kapolda Riau Tekankan Pelayanan Humanis dan Tolak Kekerasan

Kampar, katakabar.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan resmi buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Senin (20/7). Irjen Pol Herry menekankan pentingnya membangun personel Polri yang profesional, humanis, serta melarang segala bentuk kekerasan selama proses pendidikan. Ia mengatakan pendidikan pembentukan Bintara bukan sekadar mengubah status masyarakat menjadi anggota Polri, tetapi merupakan proses membentuk karakter, integritas, moral, serta kemampuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Saudara adalah putra-putri terbaik bangsa yang berhasil menyisihkan ribuan pendaftar untuk mengikuti pendidikan di lembaga ini. Jalani pendidikan ini dengan sebaik-baiknya," ujar Herry. Pendidikan Bintara Polri Berkemampuan SPKT tahun ini akan berlangsung selama lima bulan dan diikuti 4.799 peserta didik di seluruh Indonesia. Sebanyak 709 polisi wanita menjalani pendidikan di Sepolwan, sedangkan 4.090 polisi pria mengikuti pendidikan di 31 Sekolah Polisi Negara (SPN). Khusus di Polda Riau, pendidikan diikuti 119 siswa. Angkat tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif". Kapolda Riau menegaskan Polri membutuhkan personel yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki moralitas, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak diukur dari kerasnya latihan yang dijalani peserta, melainkan dari lahirnya anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai calon personel SPKT, para siswa nantinya akan menjadi garda terdepan pelayanan kepolisian. Mereka merupakan personel pertama yang berhadapan langsung dengan masyarakat yang datang ke kantor polisi membawa berbagai persoalan. "Masyarakat datang ke kantor polisi sering kali membawa masalah, ketakutan, kebingungan, bahkan keputusasaan. Lantaran itu, personel SPKT harus mampu menerima laporan dengan cepat, berkomunikasi secara santun, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan pelayanan prima," jelasnya. Orang nomor satu di Mapolda Riau berpesan agar seluruh peserta meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjaga disiplin, menghormati para pendidik, serta membangun solidaritas selama menjalani pendidikan. Ia mengingatkan peserta untuk meninggalkan sikap manja, egois, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tekanan. "Kalau kalian lelah, ingat kembali tujuan datang ke tempat ini. Kalau merasa tertekan, ingat bahwa tekanan yang dikelola dengan baik akan membentuk ketangguhan. Jika ingin menyerah, ingatlah orang tua dan keluarga yang menitipkan harapan dan kebanggaan kepada kalian," serunya. Selain kepada peserta didik, Irjen Pol Herry memberikan arahan tegas kepada seluruh kepala SPN, tenaga pendidik, instruktur, pengasuh, dan tenaga kependidikan agar menyelenggarakan proses pendidikan secara profesional serta mengedepankan pembentukan karakter. Ia secara khusus melarang segala bentuk kekerasan maupun hukuman yang merendahkan martabat peserta didik. "Terapkan disiplin secara tegas, adil, dan konsisten. Hindari segala bentuk kekerasan, hukuman yang merendahkan martabat, serta tindakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya. Kapolda Riau juga meminta para pendidik memperhatikan kondisi kesehatan peserta selama menjalani latihan, terutama di tengah cuaca panas. Menurutnya, pendidikan yang keras tidak boleh diartikan sebagai pembenaran terhadap tindakan kekerasan. "Latihan boleh berat, tetapi tidak boleh kehilangan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat daya juang, bukan merusak fisik dan mental peserta didik," sebut Herry.

Dibuka! Beasiswa GTI 2026 Gelombang Dua Rp20 Juta per Semester bagi Semua Jenjang Pendidikan Tanpa Syarat IPK Pendidikan
Pendidikan
Senin, 20 Juli 2026 | 08:30 WIB

Dibuka! Beasiswa GTI 2026 Gelombang Dua Rp20 Juta per Semester bagi Semua Jenjang Pendidikan Tanpa Syarat IPK

Jakarta, katakabar.com - Gerak Tumbuh Indonesia (GTI) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 Gelombang 2 sejak 1 Juli 2026. Pembukaan ini memberikan kesempatan tambahan bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk mengikuti program bantuan pendidikan hingga Rp20 juta per semester. Bersamaan dengan pembukaan Gelombang 2, Gerak Tumbuh juga memperbarui jadwal pendaftaran dan seluruh tahapan seleksi program. Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 Gelombang 2 Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 merupakan program bantuan pendidikan yang terbuka bagi peserta dari berbagai jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, mahasiswa, hingga kategori umum. Program ini tidak menetapkan batas domisili serta tidak mensyaratkan nilai IPK maupun prestasi tertentu dalam proses pendaftaran. Melalui pembukaan Gelombang 2, Gerak Tumbuh ingin memberikan waktu dan kesempatan yang lebih luas kepada calon peserta yang belum sempat mendaftar atau menyelesaikan proses pendaftaran pada periode sebelumnya. “Pembukaan Gelombang 2 dan penyesuaian timeline ini kami lakukan untuk memastikan lebih banyak calon peserta bisa mengakses program dengan informasi yang lebih jelas, proses yang lebih tertata, dan acuan resmi yang mudah dipantau,” jelas Tim Gerak Tumbuh Indonesia. Kesempatan Tambahan bagi Calon Peserta Pendaftaran Gelombang 2 dibuka hingga 31 Desember 2026. Periode pendaftaran yang lebih panjang diharapkan dapat memberikan ruang bagi calon peserta untuk memahami ketentuan program, menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, serta memastikan seluruh informasi yang disampaikan dalam formulir pendaftaran telah sesuai. Pembukaan Gelombang 2 bukan hanya menjadi perpanjangan waktu pendaftaran, tetapi juga bagian dari upaya Gerak Tumbuh dalam memperluas akses program kepada calon peserta dari berbagai wilayah dan latar belakang pendidikan. Peserta yang telah mendaftar pada periode sebelumnya diimbau untuk tetap memantau informasi terbaru mengenai proses seleksi. Sementara itu, calon peserta yang belum mendaftar dapat segera mempelajari guidebook dan mempersiapkan diri mengikuti setiap tahapan program. Lebih dari Sekadar Bantuan Pendidikan Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 menawarkan bantuan pendidikan hingga Rp20 juta per semester untuk membantu peserta memenuhi kebutuhan pendidikan dan mendukung pengembangan kapasitas diri. Selain bantuan pendidikan, peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai manfaat pengembangan diri, antara lain: ■ Sertifikat internasional ■ Kelas pengembangan minat dan bakat ■ Kesempatan belajar atau magang ■ Akses ke berbagai program Gerak Tumbuh Program ini dirancang tidak hanya untuk mendukung keberlanjutan pendidikan, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang dapat membantu peserta mengenali potensi, memperluas keterampilan, dan mempersiapkan langkah pengembangan diri berikutnya. Timeline Terbaru Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 Seiring dengan pembukaan Gelombang 2, Gerak Tumbuh melakukan penyesuaian terhadap jadwal pendaftaran dan seleksi. Setiap peserta perlu memperhatikan timeline terbaru berikut: Setiap tahapan menjadi bagian dari proses seleksi dan pengembangan diri peserta. Oleh karena itu, peserta diharapkan mengikuti perkembangan informasi secara berkala dan mencatat setiap jadwal penting agar tidak melewatkan tahapan yang telah ditentukan. Guidebook Menjadi Acuan Utama Peserta Seluruh perubahan jadwal, tahapan seleksi, persyaratan, ketentuan tambahan, dan pembaruan teknis Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 mengacu pada guidebook resmi program. Peserta diimbau membaca guidebook secara menyeluruh sebelum mengisi formulir pendaftaran. Pemeriksaan guidebook secara berkala juga diperlukan karena pembaruan informasi dapat dilakukan menyesuaikan kebutuhan pelaksanaan program. “Informasi mengenai program kami pusatkan melalui guidebook dan kanal resmi Gerak Tumbuh. Dengan demikian, peserta memiliki satu acuan yang jelas untuk memahami persyaratan, jadwal, dan setiap tahapan seleksi,” tambah Tim Gerak Tumbuh Indonesia. Seluruh pengumuman resmi hanya disampaikan melalui website, guidebook, alamat email, dan media sosial resmi Gerak Tumbuh Indonesia. Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan Gerak Tumbuh dan meminta pembayaran, kata sandi, akses akun pribadi, maupun data yang tidak berkaitan dengan proses seleksi. Cara Mendaftar Pendaftaran Beasiswa Gerak Tumbuh 2026 Gelombang 2 dilaksanakan secara online melalui platform resmi Gerak Tumbuh Indonesia. Daftar sekarang: 📝 Formulir pendaftaran: geraktumbuh.id/daftar 📖 Guidebook dan informasi program: geraktumbuh.id/guidebook Pendaftaran Gelombang 2 dibuka hingga 31 Desember 2026. Calon peserta disarankan tidak menunda proses pendaftaran agar memiliki waktu yang cukup untuk memeriksa kembali data dan dokumen sebelum formulir dikirimkan. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti Beasiswa Gerak Tumbuh 2026. Peserta dari seluruh jenjang pendidikan berhak mendaftar. Kontak: Tim Gerak Tumbuh Indonesia Phone number: +628131092372 Email address: [email protected]

KazanForum 2026 Momentum UDM Perluas Kolaborasi Pendidikan Cybersecurity Global Tekno
Tekno
Rabu, 17 Juni 2026 | 12:05 WIB

KazanForum 2026 Momentum UDM Perluas Kolaborasi Pendidikan Cybersecurity Global

Jakarta, katakabar.com - Di tengah panggung forum internasional bergengsi Russia–Islamic World: KazanForum 2026, Universitas Darul Ma'arif (UDM) mencatatkan tonggak baru dalam perjalanan internasionalisasinya. UDM resmi teken kerja sama dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber global berbasis di Rusia yang dikenal sebagai pemain strategis dalam pengembangan teknologi dan ekosistem talenta cybersecurity dunia. KazanForum 2026 yang berlangsung 12 hingga 17 Mei 2026 lalu jadi arena pertemuan para pemimpin pendidikan, industri teknologi, dan organisasi internasional dari berbagai negara. Dalam forum ini, UDM hadir bukan sekadar peserta melainkan sebagai mitra aktif yang membawa agenda konkret: memperkuat kapasitas pendidikan cybersecurity Indonesia menuju standar global. Merespons Kebutuhan Nyata Dunia Digital Ancaman siber kini menjadi salah satu risiko terbesar bagi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Di tengah lonjakan kebutuhan tenaga ahli keamanan siber secara global, Indonesia menghadapi kesenjangan besar antara ketersediaan talenta dan permintaan industri. UDM menjawab tantangan ini secara langsung. Kolaborasi dengan Positive Technologies membuka akses UDM terhadap keahlian, metodologi, dan ekosistem industri cybersecurity kelas dunia mulai dari pengembangan kurikulum berbasis praktik industri, pelatihan dosen, workshop intensif, seminar teknologi, hingga pengembangan program bersama yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. “Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi Universitas Darul Ma’arif dalam memperluas wawasan akademik dan memperkuat kompetensi di bidang teknologi, khususnya cybersecurity. Kami berharap kolaborasi dengan Positive Technologies dapat membuka ruang pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, pembelajaran berbasis praktik, serta peluang riset yang relevan dengan kebutuhan industri digital. UDM berkomitmen untuk terus menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tantangan global," ucap Tobroni, S.Pd., M.Pd., Rektor Universitas Darul Ma’arif Transfer Pengetahuan Industri ke Kampus Lebih dari sekadar penandatanganan MoU, kemitraan ini dirancang untuk menghadirkan dampak yang dirasakan langsung oleh mahasiswa dan dosen UDM. Melalui pendekatan industry-driven education, mahasiswa akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan nyata di dunia keamanan siber, sementara dosen diperkaya dengan perspektif dan praktik terbaik dari industri global. Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, pelatihan praktis, workshop dan seminar, pertukaran pengetahuan, serta peluang riset bersama. Program-program konkret akan dirumuskan sebagai tindak lanjut dari kolaborasi ini. “Talenta dengan keterampilan cybersecurity yang kuat sangat dibutuhkan untuk mendukung ketahanan siber perusahaan, industri, dan negara. Positive Technologies memiliki pengalaman dan keahlian yang siap dibagikan kepada mitra pendidikan di Indonesia. Melalui kerja sama dengan universitas di Indonesia, kami berharap dapat ikut memperkuat ekosistem ahli keamanan siber yang mampu bekerja sama menghadapi tantangan digital di tingkat regional maupun global," timpal Elena Grishaeva, Regional Director for Southeast Asia, Positive Technologies Membangun Ekosistem Talenta Digital Indonesia Partisipasi UDM di KazanForum 2026 bukan sekadar momen seremonial. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang UDM untuk membangun jejaring internasional yang berdampak nyata bagi pengembangan SDM Indonesia di era digital. Dengan membangun kemitraan bersama Positive Technologies, UDM semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, relevan, dan berorientasi global. Langkah ini juga searah dengan slogan UDM, “Universitas Darul Ma'arif, dari Kampus Hijau untuk Indonesia menuju peradaban dunia.” Semangat tersebut mencerminkan tekad UDM untuk membawa kontribusi pendidikan, inovasi, dan kolaborasi dari lingkungan kampus hijau bagi Indonesia hingga panggung peradaban dunia. Ke depan, UDM berkomitmen untuk menindaklanjuti kolaborasi ini melalui program-program yang terukur dan berkelanjutan dengan satu tujuan utama: mencetak generasi ahli keamanan siber Indonesia yang siap bersaing dan berkontribusi di panggung global.

Kolaborasi TJSL Antar BUMN, Sucofindo Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Literasi Negeri di NTT Nasional
Nasional
Senin, 15 Juni 2026 | 11:30 WIB

Kolaborasi TJSL Antar BUMN, Sucofindo Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Literasi Negeri di NTT

Manggarai Timur, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) inisiasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertema “Literasi Negeri” sebagai upaya mendorong pemerataan akses pendidikan dan peningkatan literasi digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Untuk memperluas manfaat program, PT Sucofindo (Persero) berkolaborasi dengan PT Nindya Karya dan PT Pertamina Patra Niaga salurkan bantuan sarana pendidikan berupa revitalisasi perpustakaan, pemberian laptop, peningkatan daya listrik di SDK Buti, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program kolaboratif antar-BUMN ini merupakan wujud nyata komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan komitmen PT Sucofindo (Persero) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tentang Pendidikan Berkualitas, Berkurangnya Kesenjangan, serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Direktur Sumber Daya Manusia PT Sucofindo (Persero), Budi Utomo, mengatakan pendidikan fondasi utama membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, sehingga perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak. “Sucofindo meyakini investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah investasi pada pendidikan. Melalui Program Literasi Negeri, kami ingin menghadirkan akses pembelajaran yang lebih inklusif dan berkualitas bagi anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah 3T. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda untuk berkembang dan meraih cita-citanya,” kata Budi. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan PT Sucofindo (Persero), Sekar D. Setyani, bersama perwakilan PT Nindya Karya dan PT Pertamina Patra Niaga kepada Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas. Hadir pula Wakil Bupati Manggarai Timur, dan jajarannya, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta civitas akademika SDK Buti. Andreas Agas mengapresiasi keterlibatan PT Sucofindo (Persero) bersama para BUMN mendukung kemajuan pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran Program Literasi Negeri menjadi bukti nyata kepedulian BUMN terhadap pembangunan sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda di daerah 3T. “Kami berterima kasih atas terselenggaranya program ini sehingga anak-anak SDK Buti dapat merasakan pendidikan dengan fasilitas yang memadai. Dukungan ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Manggarai Timur dan mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di masa depan,” ucapnya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur, Winsensius Tala, menyampaikan program ini hadir pada waktu yang sangat tepat dan memberikan dukungan berarti bagi penguatan sektor pendidikan di daerah. “Kolaborasi yang dibangun melalui Program Literasi Negeri menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami mengapresiasi komitmen PT Sucofindo (Persero), dan para BUMN yang telah berkontribusi dalam memperkuat kualitas pendidikan di Manggarai Timur, khususnya melalui peningkatan akses pembelajaran berbasis teknologi. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah kami,” tutur Winsensius Tala. Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Sucofindo (Persero), Nuri Hidayat, menjelaskan Manggarai Timur dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena termasuk wilayah 3T yang masih membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam penguatan sektor pendidikan. “Program ini disusun dan didiskusikan secara detail bersama pemerintah kabupaten Manggarai Timur agar dapat menjawab kebutuhan pendidikan yang ada di daerah setempat, khususnya di SDK Buti. Sucofindo tidak hanya berfokus pada penciptaan nilai bisnis, tetapi juga berkomitmen menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat. Program Literasi Negeri merupakan bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pencapaian SDGs melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan kolaborasi lintas sektor,” sebutnya.

Aplikasi Pembelajaran Matematika Bergaya Jepang: Lembaga Pendidikan Mitra Industri Group Indonesia Adopsi “Mathmaji” Pendidikan
Pendidikan
Senin, 01 Juni 2026 | 09:15 WIB

Aplikasi Pembelajaran Matematika Bergaya Jepang: Lembaga Pendidikan Mitra Industri Group Indonesia Adopsi “Mathmaji”

Jakarta, katakabar.com - Mathmaji Co., Ltd. (dibaca: Masumaji; berkantor pusat di Minato-ku, Tokyo; Presiden Direktur: Yasunori Hirose) umumkan aplikasi belajar matematika bergaya Jepang untuk pasar global, “Mathmaji”, kini resmi digunakan lembaga pendidikan yang dikelola Mitra Industri Group di Indonesia, yakni Politeknik Mitra Industri, dan sepuluh sekolah menengah kejuruan, termasuk SMK Mitra Industri MM2100. Melalui pembelajaran matematika, Mathmaji membantu pengguna meninjau kembali dasar-dasar matematika sekaligus menguasai ekspresi bahasa Inggris praktis yang berkaitan dengan matematika, sehingga menjadi aplikasi untuk mempelajari “bahasa Inggris yang kuat dalam numerasi”. Hal ini merupakan kali pertama Mathmaji diadopsi oleh lembaga pendidikan di Indonesia dan menjadi langkah awal perusahaan dalam mengembangkan pasar Indonesia. Sejalan dengan itu, perusahaan juga merencanakan kemitraan dengan Politeknik Mitra Industri dalam program Teaching Factory (TEFA) dan Project-Based Learning (PjBL) guna mendorong pengembangan Mathmaji versi bahasa Indonesia serta perencanaan bisnis di Indonesia. ■ Tentang Mitra Industri Group Mitra Industri Group adalah institusi pendidikan yang menaungi berbagai SMK dan perguruan tinggi vokasi, dengan pusat kegiatan di kawasan industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Proses berdirinya grup ini mendapatkan dukungan erat dari berbagai perusahaan Jepang, termasuk melibatkan sosok Yoshihiro Kobi. ① Politeknik Mitra Industri (Polmind) Politeknik Mitra Industri (Polmind), lembaga pendidikan vokasi tingkat tinggi dalam grup tersebut, merupakan politeknik bidang teknik dengan program Sarjana Terapan (D4) yang berlokasi di Kawasan industri MM2100. Resmi dibuka pada Mei 2025 dan mulai menerima mahasiswa untuk tahun akademik 2025/2026. Dalam kurikulumnya, Polmind berkolaborasi dengan dunia industri dengan memadukan Project-Based Learning (PjBL), yaitu pembelajaran berbasis proyek yang menggunakan tantangan nyata dari perusahaan, dan Teaching Factory (TEFA), yaitu praktik dalam lingkungan yang menyerupai pabrik sesungguhnya. Dengan komposisi sekitar 30% teori dan 70% praktik, Polmind bertujuan mencetak tenaga profesional tingkat tinggi yang siap kerja. ② Delapan SMK, termasuk SMK Mitra Industri MM2100 Selain politeknik, grup ini sebelumnya telah mendirikan SMK Mitra Industri MM2100 pada Juli 2012 dengan tujuan membuka jalan bagi generasi muda di sekitar MM2100 agar bisa berkarier di sektor manufaktur, khususnya di perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di kawasan tersebut. Sekolah ini memiliki tujuh jurusan, yang mencakup lima jurusan teknik serta akuntansi dan pariwisata, dengan pendidikan karakter yang berfokus pada lima nilai utama: kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kepedulian. Selain itu, sekolah ini juga mendorong kolaborasi industri dan pendidikan melalui penyediaan kurikulum serta pengiriman instruktur dari sejumlah perusahaan Jepang, sehingga mampu menghadirkan pendidikan vokasi praktis yang selaras langsung dengan kebutuhan dunia industri. Sejak itu, grup ini terus mengembangkan sekolah menengah kejuruan dengan model pendidikan serupa di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, grup tersebut mengoperasikan dan mendukung operasional sepuluh sekolah menengah kejuruan dengan sekitar 10.000 siswa. ■ Tentang Penyediaan Mathmaji Pada kesempatan ini, Mathmaji Co., Ltd. akan menyediakan aplikasi pembelajaran matematika Mathmaji kepada seluruh mahasiswa Politeknik Mitra Industri dan seluruh siswa Mitra Industri MM2100 sebagai “materi untuk meninjau kembali dasar-dasar matematika dalam bahasa Inggris”. Perusahaan juga berencana memberikan dukungan bagi para guru, termasuk program Professional Development untuk menjelaskan cara pemanfaatan Mathmaji secara efektif. Lembaga-lembaga pendidikan ini tidak hanya menekankan penguasaan matematika sebagai fondasi teknik dan teknologi, tetapi juga kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Inggris, guna mengembangkan SDM yang memiliki daya saing global. Mathmaji merupakan aplikasi yang menyajikan kurikulum matematika berbahasa Inggris sesuai pedoman pembelajaran, sehingga pengguna dapat mempelajari ekspresi bahasa Inggris seperti cara membaca angka, termasuk desimal dan pecahan, serta rumus operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan demikian, Mathmaji menjadi aplikasi untuk mempelajari “bahasa Inggris yang kuat dalam numerasi”. Melalui dukungan terhadap pembelajaran bahasa Inggris yang sangat praktis ini, kami percaya dapat berkontribusi pada pengembangan talenta teknis Indonesia yang mampu berkiprah secara global. ■ Tentang Pengembangan Proyek Bersama Selain penyediaan Mathmaji kepada lembaga pendidikan tersebut, Mathmaji Co., Ltd. juga berencana menjalin kemitraan dengan Politeknik Mitra Industri dalam Teaching Factory (TEFA) dan Project-Based Learning (PjBL) untuk mengembangkan proyek bersama. ① Pengembangan Versi Bahasa Indonesia untuk Mathmaji Bersama para mahasiswa di lembaga pendidikan tersebut, kami akan mengembangkan Mathmaji versi bahasa Indonesia, yang saat ini masih tersedia hanya dalam bahasa Inggris. Kami memandang versi bahasa Indonesia sebagai elemen yang sangat penting untuk memperluas pemanfaatan Mathmaji sebagai materi pembelajaran matematika. Melalui proses pengembangan ini, para mahasiswa diharapkan dapat memperdalam pemahaman mereka tentang bahasa Inggris, matematika, dan pedagogi. ② Perencanaan Bisnis Selain itu, kami juga akan mengembangkan perencanaan bisnis dengan tema perluasan Mathmaji di Indonesia. Melalui pengalaman ini, kami berharap para mahasiswa dapat memperoleh dasar-dasar keterampilan yang dibutuhkan di dunia bisnis, seperti mengembangkan ide, menyusun logika, dan melakukan simulasi menggunakan angka. ■ Keunggulan Aplikasi Pembelajaran Matematika Mathmaji Kurikulum Mathmaji merupakan kurikulum orisinal yang disusun berdasarkan pedoman pembelajaran Jepang sekaligus selaras dengan standar pembelajaran di Amerika Serikat dan Singapura. Melalui Mathmaji, siswa dapat membangun kemampuan matematika yang relevan dan dapat diterapkan di mana pun di dunia. Selain itu, dengan supervisi pakar asal Amerika Serikat yang memiliki keahlian di bidang matematika, Mathmaji menggunakan bahasa Inggris yang benar secara tata bahasa sekaligus mudah dipahami, sehingga pengguna dapat secara alami mempelajari ekspresi bahasa Inggris yang tepat untuk pembelajaran matematika. Konten utama Mathmaji terdiri atas pelajaran singkat berdurasi sekitar lima menit per sesi, sehingga pembelajaran dapat dilakukan secara efisien kapan saja dan di mana saja. Aplikasi ini juga bermanfaat untuk belajar melampaui tingkat kelas maupun meninjau kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya. App Store: https://apps.apple.com/us/app/mathmaji-math-learning/id6469683426 Google Play: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.mathmaji.app&hl ■ Tentang Mathmaji Co., Ltd.

Positive Technologies Perluas Kolaborasi Pendidikan dengan Universitas di Indonesia Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 20 Mei 2026 | 18:10 WIB

Positive Technologies Perluas Kolaborasi Pendidikan dengan Universitas di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Positive Technologies, salah satu pemimpin industri cybersecurity Rusia, terus perkuat hubungan pendidikannya dengan Indonesia. Di Forum Ekonomi Internasional “Russia–Islamic World: KazanForum”, perusahaan ini menandatangani perjanjian dengan enam universitas terkemuka di Indonesia, meliputi Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma'arif (UDM). Dokumen serupa juga telah ditandatangani sehari sebelumnya di Moskow dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) setahun sebelumnya. Tujuan utama dari kemitraan ini adalah mengembangkan tenaga kerja cybersecurity di negara terbesar di Asia Tenggara tersebut. Nota kesepahaman dan kerja sama ini mencakup berbagai inisiatif pendidikan bersama, termasuk pelatihan bagi dosen, pembangunan laboratorium khusus untuk praktik cybersecurity secara langsung, serta pengembangan mata kuliah terkait keamanan defensif dan praktik pengembangan perangkat lunak yang aman. Selain itu, para pihak juga sepakat untuk menerapkan EdTechLab, platform pelatihan mandiri, di universitas-universitas yang berpartisipasi. “Tenaga kerja yang sangat terampil sangat penting untuk mencapai ketahanan siber yang kuat di perusahaan, industri, maupun negara secara keseluruhan. Di Positive Technologies, kami telah membangun salah satu tim cybersecurity terbaik di industri dan mengumpulkan keahlian unik yang ingin kami bagikan. Hal ini sejalan dengan misi budaya global kami untuk membantu para profesional keamanan di seluruh dunia mengembangkan karier mereka melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi. Bermitra dengan universitas di Indonesia membantu kami memperkuat komunitas ahli yang dapat bersama-sama melawan ancaman siber di Asia Tenggara dan dunia,” ujar Elena Grishaeva, Direktur Regional Asia Tenggara di Positive Technologies. Indonesia, bersama negara-negara ekonomi utama Asia Tenggara lainnya, saat ini berinvestasi besar dalam infrastruktur digital, pengembangan e-government, dan penerapan teknologi modern. Tetapi, digitalisasi yang cepat ini juga memiliki dampak negatif karena memperluas lanskap siber dan permukaan serangan, sehingga membuat negara lebih rentan terhadap serangan siber. Saat ini, kawasan ini menjadi salah satu target utama para penjahat siber. Berdasarkan laporan Positive Technologies, Indonesia menyumbang sekitar 40 persen dari seluruh laporan kebocoran data di Asia Tenggara. “Di era transformasi digital yang pesat dan ancaman siber yang semakin kompleks, cybersecurity telah menjadi prioritas strategis bagi setiap negara yang ingin membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan. Universitas Padjadjaran percaya bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta cybersecurity masa depan melalui penguatan program akademik, pelatihan praktis, kolaborasi riset, dan keterlibatan industri. Kami sangat menghargai keahlian dan pengalaman internasional Positive Technologies, yang saat ini telah bermitra dengan beberapa universitas di Indonesia untuk memajukan pendidikan cybersecurity dan pengembangan kapasitas profesional. Kami yakin kolaborasi ini akan memperkuat kompetensi praktis di bidang cybersecurity, mendorong inovasi dan pertukaran pengetahuan, serta berkontribusi nyata terhadap pengembangan ketahanan siber nasional Indonesia,” timpal Arief Kartasasmita, Rektor UNPAD. “Selama dua tahun terakhir, kami telah membangun salah satu kemitraan pendidikan internasional terbesar di Indonesia dalam bidang cybersecurity, yang melibatkan dua belas universitas terbaik di negara ini. Kami secara bertahap menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung yang menyerupai situasi nyata yang akan dihadapi mahasiswa dalam karier mereka. Pendekatan ini membantu kami mencetak generasi profesional baru yang mampu mengantisipasi dan mencegah serangan, bukan sekadar bereaksi terhadapnya. Keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam Positive Hack Camp kini telah menjadi tradisi yang kuat. Pada tahun 2026, mereka akan mengikuti program tersebut untuk ketiga kalinya, menangani kasus nyata dan meningkatkan keterampilan mereka di tingkat global,” kata Yuliya Danchina, Direktur Pusat Program dan Proyek Pendidikan Positive Technologies. Pada Mei 2025 lalu, Positive Technologies menandatangani perjanjian kerja sama dengan empat institusi pendidikan terkemuka di Indonesia dalam festival cybersecurity internasional Positive Hack Days. Kerja sama ini berlanjut pada Juni, ketika UGM dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meresmikan kemitraan mereka dengan Positive Technologies. Pada Agustus, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) juga bergabung dalam kolaborasi tersebut. Upacara penandatanganan pada Agustus berlangsung dalam acara Positive Hack Camp, sebuah inisiatif pendidikan global yang diluncurkan oleh Positive Technologies dan Positive Education untuk membantu melatih generasi baru profesional cybersecurity. Dengan dukungan Kementerian Pengembangan Digital Rusia, program ini mempertemukan lebih dari 90 praktisi cybersecurity muda dari 25 negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Pendidikan Layak Menuju Kampus Impian Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 17 Mei 2026 | 08:10 WIB

Pendidikan Layak Menuju Kampus Impian

Jakarta, katakabar.com - Pagi di Asrama Pemali Boarding School selalu dimulai lebih awal. Sejumlah siswa sudah bangun sebelum matahari terbit, merapikan tempat tidur, bersiap mengikuti kegiatan pagi, sebelum benar-benar berangkat ke sekolah untuk mengikuti pelajaran akademik. Bagi mereka, rutinitas bangun pagi ini menjadi kewajiban yang diberikan contoh dengan sangat baik dari para seniornya. Kelak, kebiasaan menjadi modal bagi mereka untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya di kampung halaman. Di lingkungan asrama, para siswa mendapatkan ruang dan kesempatan untuk belajar dan berkembang lebih baik. Melalui program sekolah berasrama berbasis beasiswa, anak-anak peserta didik yang berasal dari keluarga buruh harian, nelayan, hingga pekerja serabutan kini memiliki akses pada pendidikan yang sebelumnya sulit dijangkau. Program Pemali Boarding School yang didukung PT Timah, anggota holding industri pertambangan MIND ID, telah berjalan sejak tahun 2000, dan menjangkau wilayah Bangka Belitung, Karimun, hingga Meranti. Hingga kini, sekitar 952 alumni telah merasakan manfaat program tersebut. Di balik angka tersebut, Kepala Asrama Pemali Boarding School, Ulul, menyampaikan bahwa mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. “Banyak orang tua yang awalnya ragu karena keterbatasan biaya. Mereka tidak membayangkan anaknya bisa mendapatkan fasilitas pendidikan seperti ini,” ujar Ulul. Tetapi, cerita Ulul, setelah memahami program ini memberikan dukungan penuh, dari perusahaan, mulai dari pendidikan hingga berbagai program pembinaan, para orang tua justru menjadi pihak yang paling mendorong anak-anaknya untuk mengikuti seleksi. Alhasil, setiap tahun sebanyak 36 siswa terpilih mendapatkan beasiswa penuh dan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pemali. Proses seleksi dilakukan melalui asesmen akademik dan psikologi bekerja sama dengan tim dari Universitas Padjadjaran. Ulul menegaskan pembinaan di asrama tidak hanya berfokus pada akademik. Para siswa juga dibekali keterampilan seperti public speaking, pengelolaan media sosial, serta penguatan karakter dan kepemimpinan. Pembinaan ini dilakukan secara rutin untuk membantu siswa menghadapi tantangan di luar sekolah, baik di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. “Yang kita bangun bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga kepercayaan diri dan cara mereka melihat masa depan,” jelasnya. Dampak program ini mulai terlihat dari capaian para siswa. Tahun ini, sebanyak 20 siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi, sementara siswa lainnya masih menjalani proses seleksi melalui jalur tes. Para siswa juga mencatatkan prestasi dalam lomba debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di tingkat Kabupaten Bangka. Di samping itu, dampak yang lebih krusial justru terlihat dalam jangka panjang. Banyak alumni yang melanjutkan pendidikan atau telah bekerja, dan perlahan mulai berkontribusi kembali di lingkungan sekitarnya. “Mereka tidak hanya berubah secara pribadi, tetapi juga membawa pengaruh bagi keluarga dan komunitasnya. Itu yang paling terasa,” tuturnya. Menurut Ulul, tantangan terbesar para siswa justru muncul pada masa awal adaptasi. Sebagian siswa belum pernah tinggal jauh dari orang tua dan harus menyesuaikan diri dengan pola belajar yang lebih disiplin. “Namun, proses itulah yang membentuk mereka. Seiring waktu, para siswa mulai menunjukkan perubahan. Mereka yang semula pendiam menjadi lebih berani berbicara, lebih percaya diri, dan mampu mengikuti ritme belajar yang lebih terstruktur,” terangnya. Bagi anak-anak dari pesisir dan kawasan tambang, kesempatan ini bukan sekadar soal bersekolah. Kesempatan ini menjadi titik awal yang membuka masa depan baru, untuk melanjutkan pendidikan, membantu keluarga, dan melihat masa depan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

Lolos Seleksi! BPDP Tetapkan Lembaga Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM 2026 Nusantara
Nusantara
Jumat, 15 Mei 2026 | 07:31 WIB

Lolos Seleksi! BPDP Tetapkan Lembaga Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM 2026

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tetapkan lembaga pendidikan memenuhi kriteria sebagai Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, BLU Kemenkeu ini sebelum tetapkan lembaga pendidikan tersebut labih dulu melakukan rangkaian seleksi, dan penilaian atas proposal yang masuk berdasarkan Pengumuman Direktur Utama BPDP Nomor PENG-1/BPDP/2025. Pengumuman ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Jumlah Peserta per Program Studi, akan dituangkan dalam Surat keputusan Direktur Utama BPDP yang akan disampaikan pada kesempatan pertama atau pembahasan selanjutnya. Berikut lembaga pendidikan telah memenuhi kriteria sebagai Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, yang ditandatangi Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan, Eddy Abdurrachman secara elektronik pada 11 Mei 2026, yakni: