Penerapan
Sorotan terbaru dari Tag # Penerapan
PTPN IV PalmCo Akselerasi Peremajaan Sawit Petani di Riau Perkuat Penerapan Program B50
Pekanbaru, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus mengakselerasi peremajaan sawit petani di Riau sebagai bagian mendukung implementasi program B50 atau kebijakan mandatori pemerintah Indonesia yang mewajibkan campuran bahan bakar solar dengan 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit. Hingga akhir 2025, PTPN IV PalmCo tercatat telah melangsungkan peremajaan sawit petani Riau mencapai 12.600 hektare. Peremajaan tersebut dilangsungkan PTPN IV PalmCo melalui entitasnya PTPN IV Regional III secara berkelanjutan, diawali dari program revitalisasi perkebunan pada 2012 dan dilanjutkan dengan peremajaan sawit rakyat (PSR) pada 2019 hingga saat ini. Sementara sepanjang 2026 ini, entitas kembali menargetkan program peremajaan sawit yang terus dilangsungkan secara berkelanjutan mencapai 4.500 ha di Bumi Lancang Kuning. "Insya Allah, sampai akhir tahun ini program peremajaan sawit di Riau dapat mencapai 17.100 Ha. Alhamdulillah progresnya sangat baik, dan rekan-rekan petani juga sangat antusias terhadap program PSR ini," kata Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Jumat (19/6) lalu. Guna mewujudkan target tersebut, lanjut Bambang, PTPN IV Regional III melalui Distrik Petani Mitra terus menggesa setiap tahapan, mulai dari pendataan luasan, verifikasi, hingga penerbitan rekomendasi teknis (Rekomtek). Program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang dilangsungkan PTPN IV sendiri merupakan salah satu inisiatif perusahaan perkebunan milik negara tersebut untuk memangkas ketimpangan produktivitas sawit petani dan sawit perusahaan yang cukup dalam. Sebagai perbandingan, berdasarkan data yang dirangkum dari berbagai sumber, rerata produktivitas sawit petani Indonesia saat ini berkisar 7-12 ton per hektare per tahun. Sementara, produktivitas sawit korporasi mampu menyentuh angka lebih dari 20 ton perhektare pertahun. Untuk itu, peremajaan sawit menjadi inisiatif penting guna memangkas ketimpangan dan mendongkrak sawit petani sehingga produktivitas yang dihasilkan kian optimal. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau itu menjelaskan, saat ini produktivitas sawit petani mitra PTPN IV Regional III yang telah melangsungkan peremajaan berhasil meningkat signifikan. Sebagai contoh, petani mitra yang tergabung dalam koperasi dan melangsungkan peremajaan melalui program revitalisasi mampu menghasilkan produktivitas mencapai 29,10 ton pe hektare per tahun. Senada, ribuan petani mitra yang mengikuti program PSR dengan usia sawit TM-3 mampu mencatat hasil produktivitas mencapai 23,94 ton per hektare per tahun, jauh di atas standar yang ditetapkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sebesar 19 ton per hektare per tahun. Lebih jauh, ia menuturkan program peremajaan sawit yang terus didorong Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa tersebut diharapkan menjadi langkah penting untuk mendukung kebijakan pemerintah yang segera menerapkan kebijakan B50 awal Juli 2026 mendatang. "Kami ingin turut ambil bagian dan berkontribusi meningkatkan produksi CPO nasional dengan memperkuat petani sawit sehingga produksi rekan-rekan petani meningkat dan pada akhirnya bisa mendukung kebijakan pemerintah untuk menjadikan sawit sebagai sumber energi baru terbarukan," jelas Bambang. Implementasi kebijakan biodiesel B50 sendiri direncanakan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 dan berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun sepanjang tahun ini. Penghematan tersebut berasal dari berkurangnya kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar seiring peningkatan penggunaan campuran biodiesel berbasis sawit. Secara keseluruhan, PTPN IV Regional III diketahui telah melangsungkan kemitraan plasma mencapai 56.500 hektare yang melibatkan tidak kurang dari 28.000 petani sejak perusahaan berdiri. Saat ini, ribuan petani mitra tersebut telah melangsungkan peremajaan guna mengganti sawit renta mereka dengan tanaman baru yang lebih produktif. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan PSR tidak terlepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan. “Kami juga didukung teman-teman Aspekpir dalam mengakselerasi program ini, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya. Selain program peremajaan, PTPN IV Regional III juga aktif mendukung peningkatan produktivitas petani melalui penyediaan bibit unggul bersertifikat. Sejak program tersebut diluncurkan pada 2019, entitas telah menyalurkan sedikitnya 2,56 juta bibit sawit unggul kepada 8.900 petani. Bambang menuturkan keberhasilan kemitraan PTPN IV karena pola kemitraan yang dibangun dengan mengedepankan pola single management yang transparan telah menumbuhkan kepercayaan. Melalui pola tersebut, kultur teknis petani mitra akan setara dengan standar tinggi perusahaan, mulai dari penumbangan sawit renta, pemanfaatan bibit sawit unggul bersertifikat, proses penanaman, pemupukan, hingga pemeliharaan untuk diterapkan di areal peremajaan sawit masyarakat. Selanjutnya, PTPN IV juga turut menyiapkan bibit sawit unggul bersertifikat hingga pendampingan dan penguatan kelembagaan koperasi serta pelatihan kepada para petani sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani dalam mewujudkan perkebunan berkelanjutan. Dengan target perluasan PSR serta dukungan bibit unggul dan penguatan aspek keberlanjutan, PTPN IV Regional III optimistis sektor sawit rakyat di Riau dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap program keberlanjutan serta memperkuat pendapatan petani sawit.
Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, JS Dukung Penerapan B50 di Rest Area Km 57A
Jakarta, katakabar.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan melalui kesiapan jaringan rest area sebagai titik layanan strategis bagi implementasi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar B50. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan koordinasi layanan pada agenda Peresmian Implementasi Biosolar B50 oleh Presiden Republik Indonesia dengan tema “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” yang berlangsung di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7). Rest Area Kilometer 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dikelola oleh Mitra merupakan salah satu titik layanan strategis di jaringan jalan tol Jasa Marga Group. Berada pada koridor utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional, serta terhubung dengan akses menuju Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), rest area ini memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perjalanan sekaligus penyediaan layanan energi bagi pengguna jalan tol. Dalam mendukung implementasi Biosolar B50 yang menjadi kelanjutan dari pengembangan program biodiesel sebelumnya yaitu B35 dan B40, Jasa Marga terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) serta mitra pengelola SPBU di lingkungan rest area Jasa Marga Group. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas layanan, kelancaran operasional, serta dukungan terhadap penyaluran Biosolar B50 sesuai tahapan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa kehadiran Biosolar B50 di rest area jalan tol menjadi bagian dari upaya Jasa Marga dalam menghadirkan layanan jalan tol yang adaptif terhadap kebutuhan transportasi masa depan. “Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memastikan ekosistem infrastruktur pendukung jalan tol mampu beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masa depan. Melalui kesiapan rest area dan sinergi bersama Pertamina, kami mendukung implementasi Biosolar B50 agar pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik, dapat mengakses layanan energi yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,” ujar Rivan. Rivan menambahkan, Jasa Marga terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan bisnis perusahaan, termasuk melalui pengembangan layanan jalan tol dan rest area yang semakin responsif terhadap isu keberlanjutan. “Dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong transportasi yang lebih berkelanjutan. Kami percaya rest area memiliki peran yang semakin strategis, bukan hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai simpul layanan yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan transisi energi,” ucapnya. Ke depan, penyediaan layanan Biosolar B50 akan dilakukan secara bertahap pada titik SPBU di koridor rest area yang berada di ruas Jasa Marga Group lainnya, dengan menyesuaikan kesiapan sarana, keandalan pasokan, serta regulasi teknis yang berlaku. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi rest area Jasa Marga Group sebagai ruang pelayanan publik yang semakin adaptif, andal, dan selaras dengan arah pengembangan transportasi berkelanjutan. Melalui dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga memperkuat peran rest area sebagai bagian penting dari ekosistem layanan jalan tol. Jasa Marga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah, Mitra, dan pemangku kepentingan terkait dalam menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas, tetapi juga berkontribusi pada agenda ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Dukung Pertamina Penerapan B50, EP Gelar Go Live Penyaluran Perdana B50 dari Fuel Terminal IBT Pulau Laut
Kotabaru, katakabar.com - PT Elnusa Petrofin (EPN), anak perusahaan PT Elnusa Tbk. (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, turut mendukung implementasi program mandatori B50 nasional melalui penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, kepada sektor industri. Momentum ini menjadi bagian penting dari langkah strategis Pertamina Group dalam mendukung agenda transisi energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi berbasis sumber daya domestik melalui peningkatan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) di Indonesia. Pelaksanaan penyaluran tersebut merupakan tindak lanjut atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 pada 17 Juni 2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak berupa Minyak Solar sebesar 50 persen (B50) dalam kerangka pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Sebagai bagian dari ekosistem logistik energi Pertamina Group, Elnusa Petrofin berperan dalam memastikan kesiapan operasional terminal, proses blending, hingga distribusi produk B50 kepada pelanggan sektor industri. Dukungan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menghadirkan rantai pasok energi yang aman, andal, dan efisien untuk mendukung implementasi B50 nasional. Penerimaan perdana FAME spesifikasi B50 dilaksanakan pada 1 Juli 2026 melalui kapal MT Ocean Link. Selanjutnya, penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dilakukan pada 2 Juli 2026 kepada kapal OB Ocean Brave untuk pelanggan VHS Patra Logistik. Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menyampaikan bahwa implementasi penyaluran perdana B50 untuk sektor industri merupakan wujud nyata sinergi Pertamina Group dalam mendukung agenda strategis pemerintah menuju kemandirian dan transisi energi nasional yang berkelanjutan. "Program mandatori B50 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri. Elnusa Petrofin bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem Pertamina Group dalam mendukung penyaluran perdana Biosolar Industri B50, khususnya bagi sektor pertambangan yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam memastikan transformasi energi dapat berjalan secara andal, aman, dan berkelanjutan," ujar Doni. Menurut Doni, keberhasilan implementasi ini juga menunjukkan kesiapan infrastruktur dan kapabilitas operasional yang dikelola oleh Elnusa Petrofin dalam mendukung berbagai inisiatif strategis Pertamina, termasuk agenda transisi energi dan dekarbonisasi yang terus diperkuat oleh perusahaan. "Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan Operational Excellence dan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang unggul dalam setiap aktivitas operasional. Dukungan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan tata kelola operasional yang terintegrasi menjadi fondasi utama kami dalam memastikan distribusi energi masa depan dapat berjalan secara efisien dan memenuhi standar kualitas terbaik," tambahnya. Sebagai salah satu fasilitas strategis dalam rantai pasok energi nasional, Fuel Terminal IBT Pulau Laut yang dikelola oleh Elnusa Petrofin, menjadi salah satu terminal yang menerima pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan solar murni untuk selanjutnya dilakukan proses pencampuran (blending) sebelum disalurkan kepada pelanggan industri, khususnya sektor pertambangan yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Fuel Terminal IBT Pulau Laut sendiri telah dilengkapi dengan fasilitas Automatic Inline Blending (ILB) yang memungkinkan proses pencampuran biodiesel dilakukan secara otomatis di dalam pipa dengan kapasitas alir mencapai 250 hingga 1.000 KL per jam. Teknologi tersebut memungkinkan proses blending B50 berlangsung secara presisi, efisien, dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan pemerintah sebelum disalurkan langsung ke kapal pelanggan. Implementasi B50 juga selaras dengan strategi besar Pertamina dalam mempercepat transisi energi dan mendukung target dekarbonisasi nasional. Melalui peningkatan bauran biofuel, Pertamina terus memperkuat pemanfaatan energi baru dan terbarukan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri kelapa sawit nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil, serta memperkuat kemandirian energi Indonesia. Sebagai perusahaan logistik energi terintegrasi, Elnusa Petrofin akan terus memperkuat perannya dalam mendukung berbagai inisiatif strategis Pertamina Group melalui pengembangan infrastruktur, inovasi teknologi, dan pengelolaan operasional yang berorientasi pada keberlanjutan. Dengan terus mengedepankan prinsip Operational Excellence, dan HSSE Excellence, Perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan layanan distribusi energi yang aman, andal, dan adaptif menjawab kebutuhan energi nasional di masa depan.
Para Eksportir Wajib Tahu! BPDP Sempurnakan Aturan Pungutan Ekspor dan Penerapan ALEXIA
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) beri kabar teranyar mengenai tata cara pungutan ekspor yang perlu diperhatikan, yakni dengan keluar Peraturan Direktur Utama Nomor PER-4/BPDP/2026 yang menggantikan aturan lama. Di antara poin yang paling krusial adalah soal kelonggaran waktu. Kalau di aturan lama kita cuma punya waktu 60 hari buat urusan pelunasan kurang bayar atau pengajuan keberatan, sekarang BPDP memperpanjangnya jadi 90 hari kalender. Istilah surat tagihannya pun disederhanakan, yang tadinya disebut SP3ES sekarang cukup pakai istilah SP3E saja. Selain itu, ada fitur yang menurut saya sangat membantu arus kas perusahaan, yaitu skema pembayaran bertahap alias cicilan sampai 12 bulan buat yang memang memenuhi syarat. Urusan administratif juga sekarang ditarik ke satu pintu lewat platform ALEXIA. Jadi, mulai dari urusan monitoring bayaran hingga pengajuan permohonan kelebihan bayar atau restitusi, semuanya sudah serba otomatis dan online. Tidak ada lagi proses manual yang bikin ribet. Tapi ada satu hal yang jangan sampai terlewat: masa transisi buat daftar akun ALEXIA ini tenggat waktunya hingga 17 Mei 2026. Begitu masuk 18 Mei 2026, sistemnya bakal jalan penuh dan BPDP enggak lagi melayani urusan surat-menyurat lewat email. Semua wajib lewat satu pintu di aplikasi tersebut. Perubahan ini memang arahnya ke transparansi supaya layanan jadi lebih cepat. Buat teman-teman eksportir, ada baiknya segera pelajari detail teknis di dokumen Perdirut Nomor 4 Tahun 2026 biar nggak salah langkah atau telat daftar sistemnya. Peraturan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Nomor Per-4/Bpdp/2026 tentang Tata Cara Penghimpunan Pungutan Ekspor Atas Komoditas Perkebunan Dan/Atau Produk Turunannya.
Siapkan Penerapan Sistem Pungutan Ekspor Digital Lewt Bimtek ALEXIA BPDP
Tangerang Selatan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) taja Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Levy Ekspor Terintegrasi AI (ALEXIA) pada pekan Kedua Maret 2026, di PKN STAN Bintaro, Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan implementasi sistem informasi pungutan ekspor yang dikembangkan untuk mendukung proses penghimpunan dana perkebunan secara lebih efektif, efisien, dan transparan. ALEXIA dikembangkan sebagai sistem informasi yang memungkinkan eksportir memantau pembayaran Pungutan Ekspor, mengajukan permohonan keberatan atas kekurangan pembayaran maupun pengembalian kelebihan pembayaran, serta melakukan konfirmasi pelunasan kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor secara real time. Pengembangan sistem ini salah satu langkah BPDP dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya eksportir yang melakukan pembayaran Pungutan Ekspor komoditas perkebunan. Lewat kegiatan Bimtek ini, BPDP memberikan pemahaman teknis kepada para pengguna sistem sebagai bagian dari rangkaian persiapan implementasi ALEXIA yang direncanakan mulai digunakan secara resmi pada awal Kuartal II tahun 2026. Ke depan, BPDP akan melaksanakan Bimtek ALEXIA secara bertahap bagi seluruh eksportir komoditas perkebunan guna memastikan implementasi sistem dapat berjalan optimal dan memberikan kemudahan dalam proses administrasi pungutan ekspor.
Pelindo Multi Terminal Perkuat Penerapan Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas
Medan, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat komitmen terhadap keselamatan kerja dan keamanan operasional melalui kegiatan Reinforcing Safety Culture yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (11/3) lalu. Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Ary Henryanto, menegaskan penguatan budaya keselamatan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan untuk memastikan operasional terminal berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan. Ia menekankan keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi tertentu, tetapi harus menjadi budaya yang dijalankan oleh seluruh insan perusahaan di setiap lini operasional. “Kita ingin memastikan setiap terminal di lingkungan Pelindo Multi Terminal menerapkan standar keselamatan yang jelas dan terukur. Safety patrol, pengawasan area terbatas, serta kepatuhan terhadap rambu dan prosedur keselamatan harus benar-benar dijalankan, bukan sekadar formalitas,” kata Ary. Melalui program Reinforcing Safety Culture ini, perusahaan juga akan melakukan self-assessment terhadap tingkat kematangan (maturity level) penerapan keselamatan di setiap terminal. Penilaian tersebut dilakukan menggunakan sistem checklist yang mencakup berbagai aspek, mulai dari akses masuk terminal, fasilitas keselamatan, rambu dan marka, hingga pengawasan aktivitas di lapangan. Melalui kegiatan ini, Pelindo Multi Terminal berharap dapat meningkatkan disiplin keselamatan, memperkuat sterilisasi area operasional terminal, serta memastikan setiap fasilitas pendukung keselamatan tersedia dan berfungsi dengan baik. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus mendukung kelancaran operasional terminal nonpetikemas di seluruh wilayah kerja perusahaan.
Dukung Penerapan PP Tunas 17 2025, MyRepublic Indonesia Seminar Literasi Digital 900 Pelajar di TN
Magelang, katakabar com - Guna mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Data Anak di Era Digital mengenai program Tunas Digital, MyRepublic Indonesia taja seminar literasi digital angkat tema “Roketin Generasi Tunas Digital". Kegiatan ini menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) MyRepublic Indonesia dalam mendorong peningkatan literasi digital bagi generasi muda di Indonesia. Seminar yang dilaksanakan di SMA Taruna Nusantara Senin (9/3), diikuti sekitar 900 peserta yang terdiri dari siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi digital secara bijak, aman, serta bertanggung jawab, khususnya dalam menjaga keamanan data pribadi di ruang digital. Acara ini turut dihadiri Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Dr. R.M. Agung Harimurti, M. Kom, Ketua Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta, serta Mayjen TNI M. I. Gogor A. A, S.I.P., M.Han, Kepala SMA Taruna Nusantara, yang memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan literasi digital bagi pelajar sebagai bagian dari pembentukan generasi Tunas Digital Indonesia. Edwin Satyadi, Chief Sales MyRepublic Indonesia, menyampaikan sebagai perusahaan penyedia layanan internet, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghadirkan konektivitas berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan sehat bagi generasi muda. “Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya aktivitas digital generasi muda, literasi digital menjadi hal yang sangat penting. Melalui program CSR 'Roketin Generasi Tunas Digital', kami ingin berkontribusi dalam mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan generasi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Chief Sales MyRepublic Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini jadi wujud dukungan MyRepublic Indonesia terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi anak di era digital. Melalui sesi seminar dan diskusi interaktif, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai keamanan data pribadi, etika berinternet, serta bagaimana memanfaatkan teknologi digital secara positif. Program “Roketin Generasi Tunas Digital” bagian dari komitmen berkelanjutan MyRepublic Indonesia dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia digital di Indonesia. Ke depan, MyRepublic Indonesia akan terus menghadirkan berbagai inisiatif literasi digital sebagai kontribusi nyata perusahaan dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital.
Telkom AI Center Bali Dorong Penerapan AI Praktis dan Berdampak Bagi Dunia Usaha
Bali, katakabar.com - Telkom Indonesia tegaskan komitmennya dorong penerapan kecerdasan buatan (AI) yang praktis dan berdampak bagi dunia usaha lewat AI Clinic for Business bertajuk “Mastering the Art of Prompting”, Jumat (28/2) lalu, digelar secara luring di Telkom AI Center of Excellence Bali. Hal itu hasil kolaborasi dengan ADPList dan Buildclub AI. Di mana acara tersebut menjadi wadah edukasi bagi pelaku bisnis, praktisi teknologi, dan talenta digital untuk mengoptimalkan pemanfaatan AI melalui teknik prompting yang efektif dan terstruktur. Sesi pertama dibuka oleh I Gede Teguh Permana, Founder Doublehouse sekaligus Co-Founder RapiMedika. Teguh memperkenalkan framework YTTA (You, Task, Target, Action) sebagai kerangka dasar menyusun prompt yang efektif, mencakup elemen Persona, Goal, Context, Constraint, dan Example. Melalui demonstrasi langsung menggunakan studi kasus analisis prospek klinik di Padangsambian, Bali, ia memperlihatkan perbedaan hasil yang sangat signifikan antara lazy prompt dan smart prompt. Berdasarkan praktik nyata yang diterapkannya, Teguh menegaskan tiga aspek penting yang perlu dipahami pelaku bisnis dalam mengadopsi AI, yakni memahami keterbatasan teknologi seperti risiko AI hallucination, bias algoritmik, dan vendor lock-in yang berpotensi merugikan dalam jangka panjang, memperhatikan regulasi sesuai sektor, termasuk kewajiban integrasi dengan SATUSEHAT, perlindungan data pasien berdasarkan UU PDP, serta menempatkan AI sebatas Clinical Decision Support System, bukan pengambil keputusan medis, serta menyiapkan langkah awal yang tepat dengan melatih staf menyusun prompt secara efektif, merapikan pencatatan data klinik, dan mempertimbangkan adopsi sistem AI seperti Arcanum untuk meningkatkan efisiensi operasional secara berkelanjutan. Melengkapi perspektif bisnis, Dana Putra, Product Designer Farmacare, hadir dengan materi “Genius Needs a Brief: Making AI Your Controlled Engineering Partner”. Dana membedah cara kerja AI sebagai pengendali pola berkecepatan tinggi yang belajar dari contoh dan memprediksi apa yang paling sesuai selanjutnya, bukan entitas yang “tahu” seperti manusia. Dana memperkenalkan konsep Source of Truth (SoT), menyematkan referensi resmi seperti brand guidelines, API schema, price list, atau temuan riset ke dalam prompt agar AI berhenti menebak-nebak dan hasilnya dapat diaudit. Konsep ini ia terapkan dalam dua konteks nyata: design generation (menghasilkan desain konsisten dengan design system yang ada) dan app building (membangun fitur sesuai data model dan business rules). Peserta juga diperkenalkan pada sticky-note trick sebagai mental model praktis menyusun prompt, mencakup lima elemen: Goal, User/Context, Steps/Method, Output Format dan Quality Checks. Dana menutup sesinya dengan memperkenalkan dua tools yang dapat langsung dipraktikkan: Prompt Cowboy untuk mengubah ide kasar menjadi prompt terstruktur, dan OpenAI Prompt Optimizer untuk menganalisis dan memperbaiki draft prompt secara otomatis. Keistimewaan utama acara ini terletak pada sesi klinik konsultasi yang dibuka setelah pemaparan materi. Para peserta, mulai dari pelaku usaha kecil, praktisi bisnis, hingga talenta digital, hadir membawa permasalahan konkret dari bisnis mereka dan mendapatkan arahan langsung dari narasumber. Salah satu sesi konsultasi yang menarik yaitu masalah seorang perempuan pengusaha Skyrenttoys, jasa sewa mainan anak. Beliau menceritakan tantangannya dalam menggunakan ChatGPT untuk mendukung operasional bisnisnya. Ia kerap menggunakan AI untuk menjawab pertanyaan seputar cara penggunaan mainan, mencari referensi jenis mainan baru untuk kelompok usia 3–5 tahun, hingga rekomendasi pengembangan produk. Tetapi ia selalu terganjal oleh jawaban AI yang terlalu panjang dan memakan waktu untuk dibaca di tengah kesibukan mengelola usaha. Setelah dianalisa dan dipahami, narasumber kemudian memberikan solusi melalui teknik prompting yang tepat yang dibantu dengan Prompt Cowboy dan OpenAI Prompt Optimizer. Selain itu, ia juga diajari untuk dapat menambahkan instruksi spesifik seperti format output, batasan jumlah poin, atau panjang pendek ke dalam prompt sehingga AI akan menghasilkan respons yang lebih ringkas, menarik dan langsung menjawab kebutuhan. Pertanyaannya sederhana tetapi mewakili banyak pengguna AI awam, yakni bagaimana cara mendapatkan output AI yang lebih ringkas dan langsung ke intinya? Narasumber langsung memberikan solusi praktis: masalah tersebut bukan terletak pada AI-nya, melainkan pada cara prompt disusun. Dengan menambahkan instruksi output yang spesifik ke dalam prompt, seperti jumlah poin maksimal, format jawaban (bullet atau paragraf), atau batas panjang respons, AI akan menghasilkan jawaban yang padat, ringkas, dan langsung menjawab kebutuhan tanpa perlu membaca paragraf panjang yang tidak relevan. Momen ini mempertegas esensi dari format klinik yang dipilih: bahwa pemahaman tentang prompting bukan hanya tentang teori, tetapi tentang kemampuan menerjemahkan kebutuhan bisnis yang nyata ke dalam instruksi AI yang tepat sasaran. Sesi diskusi berlangsung sangat hidup dengan peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan mendapatkan arahan langsung dari para narasumber. Indria Trisni Puspita, Business dan Community Lead Telkom AI Connect Bali, menegaskan acara ini merupakan bagian dari upaya konsisten Telkom AI Center dalam membangun kapabilitas AI yang relevan dengan kebutuhan industri. “Kami ingin mendorong pemanfaatan AI yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga memiliki nilai nyata bagi operasional bisnis. Prompting adalah keterampilan strategis, dan siapapun bisa menguasainya dengan pendekatan yang tepat," terangnya. Senada dengan hal tersebut, Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect, menambahkan penguatan literasi AI di kalangan pelaku usaha menjadi kunci agar transformasi digital tidak berhenti pada wacana. “AI akan memberikan dampak optimal ketika dipahami sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang terstruktur. Melalui forum seperti AI Clinic, kami ingin memastikan pelaku bisnis memiliki pemahaman yang benar sekaligus keterampilan praktis untuk mengintegrasikan AI secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” jelas Mizan. Kolaborasi antara Telkom AI Center Bali, ADPList, dan Buildclub AI dalam acara ini membuktikan bahwa ekosistem AI di Indonesia terus tumbuh dan semakin solid.
HSB Investasi Pertegas Penerapan Standar Keamanan di Tengah Maraknya Pialang Ilegal
Jakarta, katakabar.com - Di tengah maraknya aplikasi trading ilegal, HSB Investasi pertegas standar keamanan dana, transparansi transaksi, dan edukasi nasabah sebagai salah satu broker forex terbaik di Indonesia. Meningkatnya minat masyarakat terhadap trading forex, komoditas, dan indeks global turut mendorong pertumbuhan industri pialang berjangka di Indonesia. Tetapi, di tengah tren positif tersebut, kasus investasi ilegal dan broker tidak berizin masih menjadi perhatian publik. Menanggapi kondisi tersebut, HSB Investasi (PT Handal Semesta Berjangka) menegaskan komitmennya perkuat standar keamanan dana, transparansi transaksi, serta edukasi nasabah sebagai fondasi utama operasional perusahaan. Sebagai perusahaan pialang berjangka yang terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), OJK, dan BI, HSB memastikan seluruh aktivitas perdagangan berjalan sesuai regulasi nasional. Setiap transaksi nasabah diproses melalui sistem bursa dan lembaga kliring resmi, sehingga tercatat dan dapat diverifikasi. Salah satu aspek utama perlindungan nasabah adalah penerapan segregated account atau rekening terpisah. Dana nasabah disimpan secara terpisah dari dana operasional perusahaan di bank nasional (segregated account) dan diaudit secara rutin oleh Kantor Akuntan Publik, sehingga memastikan transparansi pengelolaan serta mencegah pencampuran dana perusahaan dengan dana nasabah. Skema ini menjadi standar penting dalam industri pialang resmi untuk menjaga keamanan dana dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap perdagangan berjangka yang teregulasi. Selain itu, perusahaan juga menerapkan standar keamanan informasi berbasis sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 guna memastikan pengelolaan data nasabah dilakukan sesuai praktik internasional. HSB Investasi memanfaatkan sistem pencatatan transaksi yang terintegrasi dengan infrastruktur bursa berjangka resmi, yakni Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) serta lembaga kliring Indonesia Clearing House (ICH). Melalui mekanisme ini, setiap transaksi nasabah dicatat dan diproses sesuai standar bursa, sehingga memiliki jejak administratif yang dapat diverifikasi. Dengan sistem tersebut, seluruh aktivitas perdagangan tidak hanya berlangsung di dalam platform, tetapi juga tercatat melalui ekosistem bursa dan kliring yang diawasi regulator. Transparansi ini menjadi pembeda utama antara pialang resmi yang beroperasi sesuai ketentuan dan entitas ilegal yang tidak terhubung dengan sistem bursa nasional. Selain aspek legalitas dan keamanan dana, HSB Investasi juga menempatkan edukasi sebagai bagian dari perlindungan nasabah. Perusahaan menyediakan akun demo untuk pembelajaran tanpa risiko, serta program edukasi rutin mengenai manajemen risiko, analisis pasar, dan psikologi trading. Sebagai bagian dari inovasi teknologi, broker lokal resmi ini juga menghadirkan fitur AI Trading interaktif pertama di Indonesia yang dirancang untuk membantu nasabah memahami pola pasar dan pengelolaan risiko secara lebih sistematis. Fitur tersebut terintegrasi dalam aplikasi trading all-in-one pertama di Indonesia, yang memungkinkan akses berbagai instrumen global seperti forex, komoditas, indeks, hingga saham global dalam satu platform. Dengan fondasi kepatuhan regulasi, penguatan teknologi, serta edukasi berkelanjutan, HSB Investasi berupaya memperkuat reputasinya di industri sebagai broker forex terbaik di Indonesia yang menempatkan perlindungan nasabah sebagai prioritas utama.
Pengamat Bilang MIND ID Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang
Jakarta, katakabar.com - Penerapan disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara inklusif dan berkelanjutan kini bukan lagi sekadar kewajiban regulasi, melainkan instrumen vital dalam melindungi aset manusia serta meningkatkan daya saing global. Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, dinilai telah berhasil memosisikan diri sebagai tolok ukur (barometer) konkret dalam transformasi budaya keselamatan tambang di tanah air. Co-Founder A+ CSR Indonesia, Jalal, menyatakan integrasi standar K3 di dalam Grup MIND ID telah melampaui fase kepatuhan dasar. Menurutnya, kombinasi antara Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba dengan standar internasional ISO 45001 telah memberikan dampak nyata pada penurunan tren Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) secara konsisten. "Bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) skala menengah, grup ini adalah mercusuar. Dalam hal budaya K3, MIND ID adalah barometer mutlak," ujar Jalal lewat keterangannya di Jakarta. Sebagai bagian dari keanggotaan International Council on Mining and Metals (ICMM), MIND ID membawa standar global ke dalam operasional domestik. Jalal menyoroti bagaimana intervensi teknologi digital dan adopsi Internet of Things (IoT) bukan lagi sekadar "kosmetik" perusahaan, melainkan strategi inti untuk menekan angka kecelakaan kerja hingga ke titik terendah. Salah satu bukti nyata berada pada operasional tambang bawah tanah (underground mining) PT Freeport Indonesia (PTFI). Jalal menyebut PTFI sebagai "laboratorium tambang" yang menerapkan teknologi mitigasi risiko tingkat tinggi. "Mitigasi risiko runtuhan di sana tidak lagi sekadar memasang rock bolt secara manual. Mereka menggunakan teknologi seismic monitoring tingkat lanjut untuk mendeteksi pergerakan massa batuan secara real-time guna memprediksi potensi rockburst," jelasnya. Jalal memuji implementasi Remote Operation Management System di PTFI. Sistem ini memungkinkan operator menjalankan alat berat dari ruang kendali yang berjarak kilometer dari area berbahaya. Pengelolaan wet muck (lumpur basah) yang berisiko tinggi pun kini dimitigasi dengan sistem pemuatan jarak jauh. "Ini bukan gaya-gayaan. Ini adalah strategi cerdas untuk memindahkan manusia keluar dari line of fire (garis bahaya). Saat regulasi domestik mungkin baru mengatur aspek keamanan dasar, mereka sudah menerapkan sistem ventilasi otomatis dan evakuasi mandiri berbasis sensor," ucap Jalal. Selain di tambang bawah tanah, anggota Grup MIND ID lainnya juga telah mengadopsi IoT untuk pemantauan kestabilan lereng tambang terbuka melalui radar, serta pemasangan sensor pada kendaraan (collision avoidance system) untuk mencegah tabrakan. Langkah transformatif ini diharapkan tidak hanya berhenti di level Holding, tetapi mampu menginspirasi seluruh ekosistem pertambangan di Indonesia untuk memprioritaskan keselamatan pekerja di atas segalanya.