Perkapalan

Sorotan terbaru dari Tag # Perkapalan

Lewat Kemitraan Perkapalan dengan Rusia Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi Internasional
Internasional
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Lewat Kemitraan Perkapalan dengan Rusia Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi

Jakarta, katakabar.com - Indonesia dan Rusia memperkuat penjajakan kerja sama industri perkapalan melalui forum Building an Indonesia–Russia Shipbuilding Partnership: Developing Maritime Industrial Cooperation for Indonesia, Russia and the ASEAN Market yang digelar di Indonesia Pavilion, Hall 4, pada ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Forum tersebut menjadi wadah bagi pelaku industri kedua negara untuk menjajaki peluang investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan produksi bersama guna meningkatkan daya saing industri maritim Indonesia serta memperluas akses ke pasar ASEAN. Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan kerja sama industri perkapalan dengan Rusia menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas industri maritim melalui investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi produksi. "Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional sekaligus memperluas akses ke pasar ASEAN. "Indonesia memandang kerja sama industri perkapalan dengan Rusia sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas industri maritim nasional," ujar Agus dalam keterangannya pada forum tersebut, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Forum tersebut mempertemukan asosiasi industri perkapalan dan komponen kapal dari Indonesia dengan perusahaan-perusahaan galangan kapal Rusia untuk membahas peluang kolaborasi bisnis dan pengembangan teknologi. Diskusi dipandu  Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Feby Setyo Hariyono. Penyelenggaraan forum ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama perkapalan Indonesia–Rusia pada Desember 2025. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pengembangan kolaborasi di bidang pembangunan kapal, teknologi maritim, rekayasa kelautan, pengembangan SDM industri, dan investasi. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki kebutuhan besar terhadap industri perkapalan yang mampu mendukung distribusi logistik, transportasi antarpulau, sektor perikanan, kegiatan energi lepas pantai, hingga pemerataan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, Rusia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan industri perkapalan, mulai dari desain dan pembangunan kapal niaga hingga teknologi sistem propulsi dan rekayasa maritim. Karakteristik tersebut menjadikan kedua negara memiliki potensi kerja sama yang saling melengkapi. Peluang kolaborasi juga diperkirakan semakin terbuka setelah ditandatanganinya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang diharapkan dapat memperkuat perdagangan, investasi, kemitraan industri, serta pertukaran teknologi antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU). Di forum tersebut, kedua negara membahas berbagai peluang kerja sama, antara lain pembangunankapa l penumpang dan feri, kapal logistik, kapal perikanan, kapal patroli, kapal pendukung lepas pantai, pengembangan industri komponen kapal, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja industri maritim. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin RI, Tri Supondy, menjelaskan Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi dalam membangun industri perkapalan yang lebih kompetitif. Indonesia menawarkan pasar yang besar dan kapasitas industri yang terus berkembang, sementara Rusia memiliki keunggulan teknologi serta pengalaman dalam pengembangan berbagai jenis kapal. "Kami berharap forum ini menghasilkan kolaborasi konkret antarpelaku industri, mulai dari alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, investasi, hingga joint production yang dapat memperkuat industri perkapalan nasional dan memperluas akses ke pasar ASEAN," imbuh Tri. Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi industri di sektor maritim melalui kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan proyek-proyek konkret yang mampu mempercepat transformasi industri perkapalan nasional, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur maritim yang melayani pasar domestik maupun kawasan ASEAN.

Riset Mikirduit: Perkapalan Kuda Hitam Investasi 2026-2027, Ini Saham Pilihannya Nasional
Nasional
Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:00 WIB

Riset Mikirduit: Perkapalan Kuda Hitam Investasi 2026-2027, Ini Saham Pilihannya

Jakarta, katakabar.com - Sektor perkapalan diprediksi jadi 'kuda hitam' investasi 2026! Mengapa saat kinerjanya tertekan justru jadi momen terbaik untuk masuk? Simak ulasan lengkap Mikirduit tentang saham kapal pilihan dengan fundamental kuat dan valuasi murah yang siap bangkit bersama pemulihan harga komoditas. Di tengah fluktuasi pasar saham dan ketidakpastian ekonomi global, platform edukasi dan analisis investasi, Mikirduit, merilis riset terbaru mengenai proyeksi sektor yang berpotensi menjadi primadona pada periode 2026-2027. Hasil analisis mendalam Mikirduit menyoroti sektor perkapalan (shipping) sebagai instrumen investasi yang menarik untuk dicermati saat ini, terutama bagi investor bervisi jangka menengah. Founder dan CEO Mikirduit, Surya Rianto, mengungkapkan daya tarik sektor perkapalan tidak bisa dilepaskan dari siklus komoditas. Meskipun kinerja mayoritas emiten perkapalan hingga Kuartal III/2025 masih terlihat tertekan dari sisi pendapatan, justru di sinilah letak peluang emas bagi investor yang jeli. Surya menjelaskan kondisi harga komoditas yang saat ini relatif rendah menandakan siklus sedang berada di bawah (bottom). Secara historis, pemulihan siklus ini memakan waktu 1 hingga 3 tahun. "Skema investasi di saham kapal ini menggunakan asumsi adanya potensi kenaikan permintaan komoditas saat produksi mulai melandai. Ketika harga komoditas bangkit, aktivitas produksi meningkat, dan permintaan kapal pun melonjak. Biasanya ada periode lagging (jeda waktu), sehingga saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai mengakumulasi sebelum momentum puncak terjadi di 2026-2027," ujar Surya Rianto dalam keterangannya. Mikirduit membagi analisisnya ke dalam beberapa kategori kapal: Tongkang (batu bara/nikel), Bulk Carrier (curah/pertanian), Tanker (minyak/LNG), hingga Kontainer. Saham-Saham Pilihan dengan Valuasi "Diskon" Berdasarkan analisis fundamental yang ketat dengan menyaring emiten yang memiliki neraca keuangan sehat dan client base yang kuat Mikirduit mengerucutkan pilihan pada beberapa nama besar yang dinilai memiliki valuasi murah namun prospek cerah. Surya menyoroti pentingnya diversifikasi klien untuk meminimalisir risiko. "Kami menyarankan investor melirik saham-saham yang tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas, tetapi memiliki diversifikasi klien yang kuat, mulai dari sektor energi, kertas, hingga nikel," tambahnya. Beberapa highlight dari riset Mikirduit meliputi: SMDR (Samudera Indonesia): Dinilai menarik karena memiliki armada yang sangat terdiversifikasi (peti kemas, tanker, hingga curah). Katalis positif datang dari potensi beroperasinya Pelabuhan Patimban pada 2026 yang dapat mendongkrak volume angkut. NELY (Pelayaran Nelly Dwi Putri): Masuk dalam radar karena fundamental yang solid dengan rasio utang yang sangat rendah dan rencana ekspansi yang selektif. NELY juga memiliki basis klien beragam, mulai dari industri pulp & paper hingga pertambangan nikel. TPMA (Trans Power Marine): Sebagai salah satu pemain tongkang terbesar dengan 120 armada, TPMA memiliki valuasi yang murah. Rencana ekspansi belanja modal sebesar USD 118 juta menjadi sinyal optimisme manajemen terhadap pertumbuhan masa depan. SOCI (Soechi Lines): Menarik dari sisi ekspansi internasional. Langkah SOCI mendirikan anak usaha di luar negeri dan akuisisi kapal LNG baru membuka peluang pendapatan dari pasar global yang lebih luas, menyeimbangkan fluktuasi pasar domestik. Pentingnya Strategi Masuk Bertahap Meskipun prospeknya cerah, Surya Rianto mengingatkan investor untuk tetap bijak dalam mengatur strategi masuk. Mengingat beberapa harga saham sudah mengalami volatilitas kenaikan, strategi buy on retracement (membeli saat koreksi wajar) sangat disarankan. "Kunci dari investasi di sektor siklikal seperti perkapalan adalah kesabaran dan timing. Kita membeli argumen masa depan di harga masa kini yang masih terdiskon," tutup Surya.