Peta Jalan

Sorotan terbaru dari Tag # Peta Jalan

Bittime Sambut Peta Jalan IAKD OJK Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital Nasional
Nasional
Jumat, 17 Juli 2026 | 15:05 WIB

Bittime Sambut Peta Jalan IAKD OJK Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital

Jakarta, katakabar.com - Bittime sambut positif penyusunan Roadmap (Peta Jalan) IAKD 2026–2031 oleh OJK sebagai langkah strategis perkuat ekosistem aset digital Indonesia. Roadmap ini dinilai memberikan kepastian regulasi yang mendorong inovasi, perlindungan investor, dan daya saing industri, sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap tokenisasi aset. Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime menyambut positif langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah menyusun Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026-2031.  Pengumuman itu disampaikan OJK saat Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder IAKD pada 2 Juli 2026 lalu. OJK menuturkan, Roadmap tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem aset digital Indonesia sekaligus mendorong inovasi yang tetap mengedepankan tata kelola dan perlindungan investor. Roadmap IAKD akan menjadi arah pengembangan industri aset keuangan digital Indonesia dengan mencakup berbagai agenda strategis, seperti pengembangan tokenisasi aset dan stablecoin, penguatan keamanan siber, transaksi Over-the-Counter (OTC), hingga pengembangan Single Investor Identifier (SID).  Langkah tersebut sejalan dengan tren penguatan regulasi aset digital di berbagai negara, termasuk penerapan Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Uni Eropa serta pembahasan Digital Asset Market Clarity Act (Clarity Act) di Amerika Serikat. Roadmap Dinilai Perkuat Kepastian Inovasi Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan penyusunan Roadmap IAKD menunjukkan komitmen OJK dalam membangun industri aset digital yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. "Kami sambut baik penyusunan Roadmap IAKD OJK 2026–2031. Kepastian arah kebijakan menjadi faktor penting bagi pelaku industri untuk menghadirkan inovasi yang tetap mengedepankan tata kelola, perlindungan investor, dan keberlanjutan industri aset digital," ujar Ryan. OJK menyusun roadmap tersebut dengan empat prinsip utama, yaitu Affordability, Integrity, Agility, dan Sovereignty sebagai fondasi pengembangan ekosistem IAKD. Menurut Ryan, pendekatan tersebut sejalan dengan arah regulasi global yang semakin menitikberatkan pada keseimbangan antara inovasi dan perlindungan investor. "Penerapan MiCA di Uni Eropa menunjukkan bahwa regulasi yang jelas mampu memperkuat kepercayaan investor sekaligus membuka ruang bagi inovasi. Kami melihat Indonesia berada pada jalur yang positif melalui Roadmap IAKD yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri aset digital nasional," ucapnya. Sejalan dengan perkembangan tersebut, Bittime juga melihat meningkatnya minat masyarakat terhadap inovasi tokenisasi aset. Data awal Bittime menunjukkan kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106% dalam 48 jam setelah peluncuran flexible staking untuk Tokenized saham AS, dengan sekitar 96% dana baru mengalir ke tokenized NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Untuk mendukung tren tersebut, Bittime kembali menghadirkan kampanye Tokenized US Stocks dengan SpaceX Token (SPCXX) sebagai insentif utama berdasarkan preferensi pengguna pada kampanye sebelumnya. Pengguna juga tetap dapat memperoleh reward hingga 7% melalui flexible staking.

Reparasi Peta Jalan Program Riset Upaya Tingkatkan Sawit Berkelanjutan di Indonesia Sawit
Sawit
Rabu, 03 April 2024 | 08:21 WIB

Reparasi Peta Jalan Program Riset Upaya Tingkatkan Sawit Berkelanjutan di Indonesia

Tangerang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) gelar Focus Group Discussion (FGD) revisi Roadmap Riset Sawit Indonesia Tahun 2016 hingga 2030 Tahap ke 2 di Tangerang, di pekan keempat Marer 2024 lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran program riset BPDPKS untuk mendukung ketangguhan industri kelapa sawit nasional di pasar global menuju tahun 2045. Kegiatan FGD dalam rangka revisi Roadmap Riset Sawit Indonesia Tahun 2016 hingga 2030 Tahap ke II yang dilaksanakan di Tangerang ini dihadiri 2 narasumber, yakni Ketua Umum Gabungan Perusahaan Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono dan Sekretaris Jenderal DPP APKASINDO, Dr. Rino Afrino. Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS, Kabul Wijayanto, yang buka FGD. Melalui FGD ini, ujar Kabul, bisa lebih banyak mendapatkan masukan dan input dalam penyusunan revisi roadmap riset sawit yang dilakukan BPDPKS, sehingga perkembangan yang ada saat ini dan kebutuhan dari seluruh stakeholder BPDPKS diharapkan dukungan pendanaan atas riset-riset yang dilakukan semakin banyak dapat memenuhi kebutuhan, sekaligus menjawab apa yang menjadi isu-isu terkini dan mengintegrasikan hasil-hasil riset ini untuk kepentingan pemerintah Indonesia. Sekjen DPP APKASINDO, Rino Afrino menjabarkan soal Peningkatan Peran Petani Pada 9 Bidang Program Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit BPDPKS (Periode Tahun 2016-2030), dipandu Moderator Kepala Divisi Pendidikan SDM, Litbang dan Pengembangan Sarpras, Triana Meinarsih. Narasumber pada sesi satu menyampaikan 8 bidang permasalahan petani kelapa sawit di Indonesia yang terdiri dari Lahan, Produktivitas, Kelembagaan, Kemitraan, Tataniaga, Sarpras, Sertifikasi dan Hilirisasi. "Harapannya, riset yang dilakukan BPDPKS bertujuan untuk menanggulangi permasalahan pada petani sawit sehingga mencapai kesejahteraan untuk petani dan berkelanjutan," kata Rino. Di sesi kedua, Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono menjelaskan mengenai Dukungan Penelitian dan Pengembangan Dalam Mendukung Keunggulan Industri Kelapa Sawit Secara Berkelanjutan. "Tantangan-tantangan yang dihadapi industri sawit Indonesia saat ini, dan dukungan penelitian dan pengembangan yang diperlukan dari program riset BPDPKS," jelasnya. FGD yang dilakukan secara hybrid dihadiri peserta dari stakeholder yang terkait dengan proses perencanaan sampai dengan pelaksanaan Program Penelitian dan Pengembangan BPDPKS, yakni dari Kementerian, Lembaga, Asosiasi, Lembaga penelitian perguruan tinggi yang ada di Indonesia dan perusahaan-perusahaan industri sawit yang berjumlah sekitar 40 peserta.