PMII

Sorotan terbaru dari Tag # PMII

PMII Riau Soroti Sepuluh Persoalan Strategis Tentukan Arah Pembangunan Daerah Riau
Riau
Selasa, 22 September 2026 | 07:31 WIB

PMII Riau Soroti Sepuluh Persoalan Strategis Tentukan Arah Pembangunan Daerah

Pekanbaru, katakabar.com - Arah pembangunan Riau dinilai tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Persoalan lingkungan, konflik agraria, tata kelola sumber daya alam, pengelolaan anggaran, ketimpangan infrastruktur hingga kualitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah. Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau merangkum persoalan tersebut dalam 10 isu strategis yang dinilai penting untuk menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah. Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengatakan pemetaan tersebut merupakan bagian dari upaya PMII membaca persoalan Riau secara lebih utuh. Menurutnya, berbagai persoalan daerah tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan dapat memengaruhi kualitas pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. “Kami tidak ingin melihat persoalan Riau secara parsial. Karhutla berkaitan dengan tata kelola lahan, konflik agraria berkaitan dengan kepastian hukum, sementara pertumbuhan ekonomi juga harus dilihat dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Ghulam. Sepuluh isu yang menjadi perhatian PMII Riau meliputi lingkungan dan karhutla; konflik agraria dan HGU; tata kelola sumber daya alam dan hilirisasi; APBD dan transparansi anggaran; BUMD dan optimalisasi PAD; pemerataan infrastruktur; tenaga kerja lokal; pendidikan dan kualitas SDM; penegakan hukum serta perlindungan kelompok rentan; dan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Karhutla Tak Cukup Ditangani Saat Api Muncul Persoalan kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu perhatian utama PMII Riau. Organisasi mahasiswa tersebut menilai penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman ketika kebakaran telah terjadi. Menurut Ghulam, pencegahan, deteksi dini, pengawasan kawasan rawan, penegakan hukum, restorasi gambut dan pelibatan masyarakat harus ditempatkan sebagai satu rangkaian kebijakan. PMII Riau juga menilai pendekatan Green Policing perlu terus diperkuat dengan ukuran keberhasilan yang konkret. “Green Policing harus diterjemahkan ke dalam kerja yang terukur. Bukan hanya bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana mencegah kebakaran, memastikan kawasan rawan diawasi dan memastikan ada penegakan hukum ketika terjadi pelanggaran,” ucapnya. PMII mendorong penguatan sistem peringatan dini, optimalisasi pemantauan titik panas, pengawasan terhadap perusahaan pemegang konsesi, restorasi kawasan gambut terdegradasi serta penguatan koordinasi penanganan karhutla hingga tingkat kabupaten dan desa. Konflik Agraria dan HGU Perlu Data Terbuka Selain persoalan lingkungan, konflik agraria juga dinilai masih menjadi tantangan besar pembangunan Riau. Konflik yang berkaitan dengan HGU, kawasan hutan, perkebunan, tanah masyarakat dan tanah ulayat, menurut PMII, tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif. Ghulam menilai pemerintah membutuhkan basis data konflik agraria yang terbuka dan dapat diverifikasi agar penyelesaian tidak berhenti pada persoalan di permukaan. “Yang dibutuhkan bukan hanya mediasi ketika konflik sudah terjadi. Pemerintah harus memiliki peta persoalan yang jelas, mengetahui status lahannya, siapa yang menguasai, apa dasar hukumnya dan bagaimana sejarah konflik tersebut,” ulasnya. PMII Riau mendorong evaluasi terhadap HGU yang bermasalah atau tidak produktif, penguatan mekanisme penyelesaian konflik, serta keterbukaan informasi mengenai status lahan dan perizinan. SDA Jangan Berhenti pada Aktivitas Ekstraktif Pada sektor sumber daya alam, PMII Riau menyoroti persoalan pertambangan ilegal, pengawasan perizinan, distribusi energi serta tata kelola hasil sumber daya alam. Kata Ghulam, Riau memiliki sumber daya yang besar, tetapi besarnya potensi tersebut harus diikuti dengan kemampuan daerah menciptakan nilai tambah. “Riau jangan hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah. Hilirisasi harus memberikan nilai tambah bagi daerah sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja dan pelaku usaha lokal,” jelasnya. PMII juga mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas ekstraktif serta penindakan terhadap kegiatan yang melanggar ketentuan hukum. APBD Harus Bisa Diukur Manfaatnya Sementara, Sekretaris PKC PMII Riau, Supriadi, menyoroti tata kelola APBD, transparansi anggaran dan kinerja badan usaha milik daerah. Ia mengatakan, ukuran keberhasilan anggaran tidak berhenti pada terserapnya anggaran, tetapi harus dilihat dari manfaat dan hasil yang diterima masyarakat. “Masyarakat berhak mengetahui untuk apa anggaran digunakan, siapa penerima manfaatnya dan apa hasil yang dihasilkan. Transparansi anggaran harus berujung pada akuntabilitas,” tutur Supriadi. PMII Riau mendorong keterbukaan informasi sejak tahap perencanaan hingga evaluasi program. Pengawasan terhadap belanja yang tidak produktif juga dinilai perlu diperkuat. Pada sektor BUMD, PMII meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan daerah yang tidak memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah. Menurut PMII, BUMD seharusnya tidak hanya menjadi entitas bisnis milik pemerintah, tetapi juga instrumen untuk memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan PAD. Pemerataan Pembangunan Jangan Berhenti di Pusat Kota Persoalan infrastruktur juga masuk dalam daftar perhatian PMII Riau. Pembangunan jalan, jembatan, air bersih, sanitasi, listrik dan infrastruktur digital dinilai harus mempertimbangkan kesenjangan antarwilayah. Wilayah pesisir, kepulauan, pedalaman dan daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, menurut PMII, harus mendapatkan perhatian yang proporsional. "Pembangunan tidak boleh hanya terlihat dari pusat pemerintahan. Ukurannya juga harus dilihat dari kondisi masyarakat yang berada jauh dari pusat pertumbuhan,” kata Supriadi. Investasi Harus Membuka Ruang bagi Tenaga Kerja Lokal Pada sektor ketenagakerjaan, PMII menilai investasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tenaga kerja daerah. Supriadi mengatakan pemerintah perlu memperkuat pelatihan, sertifikasi, program magang dan hubungan antara lembaga pendidikan dengan dunia industri. Menurutnya, masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton ketika investasi masuk ke daerah. “Investasi harus menciptakan ruang bagi masyarakat lokal. Karena itu, peningkatan kualitas SDM dan kesempatan kerja harus dirancang sebagai satu kebijakan,” ujarnya. Selain lapangan kerja, PMII juga menyoroti pemerataan akses pendidikan dan beasiswa serta perlindungan terhadap hak-hak pekerja. Penegakan Hukum Harus Memberikan Rasa Aman Ketua Kopri PKC PMII Riau, Utari Nelviandi, menyoroti aspek penegakan hukum dan perlindungan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. Menurut Utari, kualitas pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh rasa aman dan kepastian hukum yang diterima masyarakat. “Penegakan hukum harus memberikan keadilan sekaligus rasa aman. Perempuan, anak dan kelompok rentan harus mendapatkan perlindungan ketika berhadapan dengan persoalan hukum,” terangnya. PMII mendorong penguatan kanal pengaduan, perlindungan identitas korban serta pendampingan hukum dan pemulihan bagi korban kekerasan. Pencegahan kekerasan seksual juga dinilai perlu diperkuat melalui edukasi dan sistem pelaporan yang mudah diakses serta memberikan jaminan keamanan bagi korban. Pertumbuhan Ekonomi Harus Terasa hingga Masyarakat Wakil Ketua I PKC PMII Riau, Hotib Sempura, menilai pertumbuhan ekonomi harus dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat. Menurutnya, peningkatan aktivitas investasi tidak otomatis berarti kesejahteraan masyarakat meningkat apabila tidak diikuti penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan penguatan pelaku ekonomi lokal. “Pertumbuhan ekonomi harus menghasilkan manfaat yang lebih merata. UMKM, koperasi, petani, nelayan dan pelaku usaha lokal harus memiliki ruang untuk tumbuh dalam pembangunan Riau,” tukas Hotib. PMII mendorong perluasan akses permodalan, teknologi dan pasar bagi pelaku usaha lokal serta penguatan hilirisasi komoditas unggulan daerah. PMII Siap Mengawal, Bukan Sekadar Mengkritik Ghulam menegaskan sepuluh isu tersebut tidak dimaksudkan sebagai daftar kritik semata. PMII, kata dia, ingin menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sipil yang ikut mengawasi sekaligus menawarkan gagasan bagi pembangunan daerah. “Kami ingin menjadi mitra kritis pemerintah. Kalau ada kebijakan yang baik, tentu harus kita dukung. Kalau ada yang perlu dikoreksi, kami akan menyampaikan kritik sekaligus menawarkan alternatif,” bebernya. Ia mengatakan rekomendasi tersebut akan menjadi bagian dari agenda PMII Riau dalam mengawal berbagai kebijakan daerah melalui kajian, dialog publik dan ruang partisipasi masyarakat. Menurut Ghulam, pembangunan Riau pada akhirnya harus diukur bukan hanya dari seberapa besar anggaran yang dibelanjakan atau seberapa banyak proyek yang dibangun, tetapi dari seberapa jauh perubahan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat. “Ukuran akhirnya sederhana: apakah pembangunan mampu membuat masyarakat lebih sejahtera, lingkungan lebih terlindungi, hukum lebih berkeadilan dan kesempatan ekonomi semakin terbuka. Di titik itulah kebijakan publik harus diuji,” tandas Ghulam.

PMII Kepulauan Meranti Soroti Transportasi Antar Pulau, Dishub Siapkan Langkah Pembenahan Riau
Riau
Rabu, 06 Mei 2026 | 10:31 WIB

PMII Kepulauan Meranti Soroti Transportasi Antar Pulau, Dishub Siapkan Langkah Pembenahan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kepulauan Meranti melakukan audiensi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti guna menyampaikan berbagai persoalan transportasi, khususnya transportasi antar pulau yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Di audiensi tersebut, PMII menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari ketidakpastian jadwal kapal, tarif yang tidak transparan, hingga aspek keselamatan penumpang yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Selain itu, kondisi infrastruktur dermaga dan minimnya fasilitas pendukung juga menjadi perhatian serius. Ketua PC PMII Kepulauan Meranti, Amri Sukarles, menyampaikan transportasi di wilayah kepulauan memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas masyarakat. “Transportasi di Kepulauan Meranti adalah urat nadi kehidupan. Ketika akses terganggu, maka ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat juga ikut terdampak,” ujarnya. Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, menyampaikan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah strategis dalam upaya pembenahan sektor transportasi. Dishub menjelaskan saat ini telah disiapkan perencanaan perbaikan dermaga agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selain itu, pemerintah daerah juga telah memiliki alat transportasi laut sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan transportasi bagi masyarakat. Dishub juga berperan aktif dalam membantu para pemilik kapal penyeberangan dalam pengurusan dokumen perizinan, termasuk Surat Persetujuan Berlayar (SPB) melalui Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Dalam hal ini, Dishub turut menjembatani agar para pemilik kempang tidak dipungut biaya, sehingga proses pengurusan izin dapat berjalan lebih mudah dan tidak memberatkan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan legalitas kapal serta menjamin keselamatan dan kenyamanan transportasi laut di wilayah Kepulauan Meranti. PMII juga menawarkan kerja sama strategis dengan Dinas Perhubungan, khususnya dalam kegiatan sosialisasi keselamatan transportasi, edukasi kepada masyarakat, serta pelibatan pemuda dalam pengumpulan data dan pengawasan di lapangan. PMII berharap audiensi ini dapat menjadi langkah awal kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemuda dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih baik, aman, dan merata di Kabupaten Kepulauan Meranti.

PMII Kepulauan Meranti Audiensi ke KSOP, Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Pelayanan Pelabuhan Riau
Riau
Senin, 04 Mei 2026 | 16:35 WIB

PMII Kepulauan Meranti Audiensi ke KSOP, Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Pelayanan Pelabuhan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kepulauan Meranti audiensi bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) guna mendorong peningkatan pelayanan, serta keselamatan pelayaran di wilayah Kepulauan Meranti. Audiensi tersebut berlangsung suasana dialogis dan konstruktif dengan mengangkat sejumlah isu strategis, khususnya terkait penguatan kolaborasi antara KSOP dan masyarakat serta dorongan terhadap digitalisasi layanan pelabuhan. Ketua PMII Kepulauan Meranti, Amri Sukarles, menyampaikan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kesadaran kolektif terhadap keselamatan pelayaran. Ia menegaskan mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat. “Kami mendorong adanya kerja sama konkret antara KSOP dan PMII dalam bentuk kegiatan bersama, seperti sosialisasi keselamatan pelayaran, edukasi kepada masyarakat pesisir, serta program pelatihan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut,” ujarnya. Selain itu, kata Amri, PMII juga mengusulkan agar kolaborasi tersebut dikemas dalam program berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak nyata di lapangan. Tidak hanya isu kolaborasi, ucapnya, PMII turut soroti pentingnya percepatan digitalisasi layanan pelabuhan. Penerapan sistem berbasis digital dalam pengurusan izin berlayar, penyediaan informasi jadwal kapal, hingga layanan administrasi lainnya dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas pelayanan publik. “Digitalisasi layanan menjadi langkah penting untuk mempermudah akses masyarakat sekaligus meningkatkan akuntabilitas pelayanan di sektor pelabuhan,” jelas Amri. Menanggapi hal tersebut, pihak KSOP menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan. KSOP menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi kemahasiswaan. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara KSOP dan PMII Kepulauan Meranti, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan bersama seperti sosialisasi, edukasi, dan pelatihan, guna mewujudkan pelayanan pelabuhan yang lebih aman, modern, dan berpihak kepada masyarakat.

Dari PMII untuk Lingkungan: Gerakan Santri Hijau Bersama Kapolres Inhu di Ponpes Nurul Hikmah Riau
Riau
Rabu, 04 Maret 2026 | 10:00 WIB

Dari PMII untuk Lingkungan: Gerakan Santri Hijau Bersama Kapolres Inhu di Ponpes Nurul Hikmah

Indragiri Hulu, katakabar.com - Semangat kepedulian pada lingkungan menggema di halaman Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Selasa (3/3) sore kemarin. Dalam suasana Ramadhan penuh keberkahan, Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Eka Ariandy Putra pimpin langsung kegiatan penanaman pohon, dan silaturahmi bersama tokoh agama, serta mahasiswa dalam rangka Gerakan Santri Hijau di Kecamatan Rengat Barat. Kegiatan dimulai sekira pukul 17.30 WIB di Jalan Lintas Timur Desa Talang Jerinjing itu dihadiri Waka Polres Indragiri Hulu, Kompol Lassarus Sinaga, S.H., M.H., para Pejabat Utama Polres Indragiri Hulu, Kapolsek Rengat Barat, Kompol Amriadi, SH, pimpinan Ponpes Nurul Hikmah, Natiqul Khoir, SH, serta perwakilan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dipimpin Fadil Irsandi bersama sembilan anggota. Sedang total 180 santri turut ambil bagian di kegiatan tersebut. Rangkaian acara diawali dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian alam. Ketua PMII, Fadil Irsandi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Indragiri Hulu yang menghadirkan konsep Green Policing hingga menyentuh kalangan pesantren dan mahasiswa. Ia menegaskan gerakan menjaga lingkungan bukan hanya isu global, tetapi juga tanggung jawab moral umat beragama. “Mahasiswa dan santri memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan wujud kecintaan kita terhadap ciptaan Allah SWT. Kami siap bersinergi bersama Polres Inhu dalam mengampanyekan gerakan hijau ini,” jelasnya. Sementara, Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Eka, menegaskan tugas kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi memiliki tanggung jawab sosial dan ekologis melalui program Green Policing yang dicanangkan Polda Riau. “Green Policing adalah pendekatan kepolisian terhadap isu lingkungan. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” kata Kapolres melalui Kasi Humas Polres Indragiri Hulu, Aiptu Misran.SH Kapolres Indragiri Hulu mengajak para santri untuk menanam minimal 25 pohon selama masa hidupnya sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kelestarian alam, khususnya di Riau yang kerap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, ia mengingatkan para santri agar menjauhi penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas, serta memanfaatkan waktu untuk menuntut ilmu demi masa depan yang gemilang. Pimpinan Ponpes Nurul Hikmah Natiqul Khoir, SH dalam tausiyahnya turut mengutip hadis dan dalil Al Qur'an tentang larangan merusak bumi. Ia menekankan menjaga lingkungan adalah amanah yang harus dijalankan bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah, mempererat ukhuwah antara kepolisian, mahasiswa, dan para santri, acarapun berakhir sekira pukul 19.00 WIB. Melalui Gerakan Santri Hijau ini, Polres Indragiri Hulu berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, dan spiritual, tetapi memiliki kepedulian tinggi akan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

PKD ke 3 PMII Kepulauan Meranti Tegaskan Komitmen Kaderisasi Berkelanjutan Riau
Riau
Selasa, 03 Februari 2026 | 12:25 WIB

PKD ke 3 PMII Kepulauan Meranti Tegaskan Komitmen Kaderisasi Berkelanjutan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kepulauan Meranti tegaskan komitmen cetak kader berkualitas melalui Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke 3. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan karakter kader PMII yang berlandaskan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Ketua Cabang PMII Kepulauan Meranti, Amri Sukarles, menyampaikan PKD bukan sekadar kegiatan pelatihan formal, melainkan ruang strategis untuk menempa ideologi, intelektualitas, serta kepekaan sosial kader. “PKD bukan hanya ruang pelatihan, tetapi ruang penempaan ideologi, intelektual, dan kepekaan sosial kader. Dari sinilah PMII Kepulauan Meranti menyiapkan generasi penerus yang siap berkhidmat untuk umat dan bangsa,” ujar Amri. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta dibekali berbagai materi fundamental, mulai dari Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja), ke PMII-an, kepemimpinan, analisis sosial, hingga wawasan kebangsaan. Materi disampaikan oleh instruktur serta pemateri yang berasal dari internal dan eksternal PMII, guna memperkaya perspektif dan pemahaman peserta. Ketua Panitia PKD ke 3, Dede Kurnia, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dengan lancar dan tertib. Ia menilai keberhasilan PKD ke 3 tidak terlepas dari kerja sama seluruh panitia, dukungan pengurus cabang, serta antusiasme peserta. “Alhamdulillah, PKD ke 3 PC PMII Kepulauan Meranti dapat terlaksana dengan baik. Ini berkat kerja sama seluruh panitia, dukungan cabang, serta partisipasi aktif para peserta yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin,” jelasnya. Melalui PKD ke 3 ini, PMII Kepulauan Meranti berharap dapat melahirkan kader-kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat Kepulauan Meranti. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan PKD ke 3, PMII Kepulauan Meranti menegaskan komitmen untuk terus melaksanakan kaderisasi secara berjenjang dan berkelanjutan, sebagai upaya menjaga marwah organisasi sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam pembangunan daerah dan bangsa.

PMII Audensi Dengan ULP PLN Selatpanjang Soal Jadwal Padam Listrik Belum Kelar Riau
Riau
Sabtu, 27 September 2025 | 11:00 WIB

PMII Audensi Dengan ULP PLN Selatpanjang Soal Jadwal Padam Listrik Belum Kelar

karena terjadi tanpa perkiraan. Ia menegaskan lagi, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan PLN wilayah agar masalah ini dapat segera teratasi. “Tidak ada unsur kesengajaan atau mencari keuntungan dari situasi ini. Kami juga ikut merasakan dampaknya,” tegasnya. Dalie menutup penjelasannya dengan permohonan maaf kepada masyarakat serta komitmen untuk meningkatkan pelayanan.

Dengar Aspirasi Masyarakat, PMII Kepulauan Meranti Ingatkan Pelindo Jangan Naikkan Tarif BP Sepihak Riau
Riau
Sabtu, 06 September 2025 | 19:46 WIB

Dengar Aspirasi Masyarakat, PMII Kepulauan Meranti Ingatkan Pelindo Jangan Naikkan Tarif BP Sepihak

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Rencana kenaikan tarif boarding pass di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti sempat picu keresahan masyarakat akhirnya resmi dibatalkan. Keputusan ini disambut gembira warga, dan para pengguna jasa transportasi laut sebelumnya merasa keberatan dengan kebijakan tersebut. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII Kabupaten Kepulauan Meranti turut apresiasi langkah ini sebagai bukti keberpihakan ke masyarakat. Kepala Bidang Komunikasi Pemerintah dan Kampus PC PMII Kepulauan Meranti, Amri Sukarles, menilai keputusan pembatalan tersebut menunjukkan aspirasi publik masih menjadi perhatian utama. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pembatalan kenaikan tarif boarding pass di Pelabuhan Tanjung Harapan. Kebijakan yang berpihak kepada rakyat harus menjadi prioritas, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil,” ujar Amri Sukarles. Amri lantas mengingatkan PT Pelindo agar tidak menaikkan tarif boarding pass secara sepihak tanpa mendengar keluhan dan aspirasi masyarakat terlebih dahulu. Selain itu, ia meminta DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti agar lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan ke publik. “Kami menegaskan kepada Pelindo untuk tidak menaikkan tarif boarding pass secara sepihak tanpa mendengarkan suara masyarakat. Kepada DPRD, kami sekadar mengingatkan agar tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat meresahkan warga. Pemerintah daerah dan DPRD, seharusnya menjadi pengayom dan penyalur aspirasi masyarakat, bukan sumber keresahan,” tegasnya.

Risau Kepemimpinan KNPI, Afir: Musda Molor PMII Bakal Tolak LPJ KNPI Kepulauan Meranti Riau
Riau
Rabu, 05 Februari 2025 | 23:16 WIB

Risau Kepemimpinan KNPI, Afir: Musda Molor PMII Bakal Tolak LPJ KNPI Kepulauan Meranti

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia (PMII) Kabupaten Kepulauan Meranti risau, dan bimbang dengan KNPI Kepulauan Meranti selama ini, lantaran belum pernah melibatkan, dan terlibat di berbagai kegiatan KNPI Kepulauan Meranti. "Jadi, selama ini KNPI di bawah Rudi tanjung tidak ada kegiatan yang menaungi pemuda- pemuda yang ada di Kepulauan Meranti. Misalanya, kami PMII tidak pernah merasa dinaungi KNPI. Padahal ada utusan kita dari PMII menjadi bendahara Sahabat Sufridaus tidak pernah dilibatkan di pengurusan," ujar Afir Dermawan, Ketua PMII Kepulauan Meranti kepada wartawan, Rabu (5/2). Ditegaskannya, ini aneh, kami lihat kepengurusan beliau saja. Musda Molor dari 2023, dan pada 2025 baru digelar Musda, ini kepengurusan paling parah yang kami ketahui. "Bila nanti digelar Musda, kami akan tolak Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kepengurusan KNPI Priode 2019-2023, Muhammad Rudi atau Rudi Tanjung," jelas Afir.