Dorong Percepatan SPN, PTPN IV PalmCo Matangkan Pilot Project Kedelai
Jakarta, katakabar.com - Komitmen Holding Perkebunan Nusantara lewat PTPN IV PalmCo mendukung percepatan swasembada pangan nasional terus berlanjut. Memasuki Juli 2026, perusahaan tengah mematangkan pilot project pengembangan kedelai sebagai bagian dari kontribusi BUMN perkebunan terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus pengurangan ketergantungan impor kedelai. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pengembangan kedelai merupakan salah satu bentuk diversifikasi komoditas strategis yang sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat produksi pangan nasional. "Kedelai komoditas yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Lantaran itu, PalmCo terus mematangkan pilot project pengembangannya agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi kedelai nasional," ujar Jatmiko. Menurutnya, Langkah ini tindak lanjut dari kunjungan lapangan ke sentra kedelai Nganjuk, Jawa Timur, bersama Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan Ketua Komisi IV DPR RI pada Mei 2026. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, PTPN IV PalmCo langsung mengimplementasikan ground breaking Gerakan Tanam Kedelai di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul. Kolaborasi strategis bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara ini mengintegrasikan pendampingan teknis serta penerapan teknologi budidaya varietas unggul Grobogan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi akselerator dalam memperkuat ketahanan pangan serta mewujudkan swasembada kedelai yang modern dan berkelanjutan di Sumatera Utara. Pengembangan kedelai menjadi salah satu upaya mendukung program swasembada pangan di tengah tingginya kebutuhan nasional. Konsumsi kedelai Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun, sementara produksi domestik masih belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga pasokan impor masih mendominasi. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan kedelai nasional. Berdasarkan hasil peninjauan PalmCo, petani di Desa Ngudikan menerapkan pola tanam satu kali padi, satu kali kedelai, dan dua kali bawang merah dalam setahun. Dengan dukungan irigasi yang memadai dan kelembagaan petani yang kuat, produktivitas kedelai di wilayah tersebut mampu mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare, bahkan berpotensi meningkat hingga sekitar 3,5 ton per hektare melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik. Sebagai bagian dari persiapan implementasi pilot project, PalmCo saat ini terus melakukan kajian teknis terhadap sejumlah areal yang berpotensi dikembangkan untuk budidaya kedelai. Kajian tersebut meliputi karakteristik tanah, ketersediaan air, topografi, hingga kesesuaian agroklimat guna memastikan pengembangan kedelai dapat berlangsung secara produktif dan berkelanjutan. "Kami ingin memastikan pilot project ini dibangun di lokasi yang benar-benar memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Karena itu seluruh aspek teknis terus kami kaji sebelum implementasi dilakukan," jelas Jatmiko. Melalui sinergi antara BUMN, pemerintah, petani, serta berbagai pemangku kepentingan, PalmCo berharap pilot project kedelai dapat menjadi model pengembangan komoditas pangan yang mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
PTPN IV PalmCo Akselerasi Peremajaan Sawit Petani di Riau Perkuat Penerapan Program B50
Pekanbaru, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus mengakselerasi peremajaan sawit petani di Riau sebagai bagian mendukung implementasi program B50 atau kebijakan mandatori pemerintah Indonesia yang mewajibkan campuran bahan bakar solar dengan 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit. Hingga akhir 2025, PTPN IV PalmCo tercatat telah melangsungkan peremajaan sawit petani Riau mencapai 12.600 hektare. Peremajaan tersebut dilangsungkan PTPN IV PalmCo melalui entitasnya PTPN IV Regional III secara berkelanjutan, diawali dari program revitalisasi perkebunan pada 2012 dan dilanjutkan dengan peremajaan sawit rakyat (PSR) pada 2019 hingga saat ini. Sementara sepanjang 2026 ini, entitas kembali menargetkan program peremajaan sawit yang terus dilangsungkan secara berkelanjutan mencapai 4.500 ha di Bumi Lancang Kuning. "Insya Allah, sampai akhir tahun ini program peremajaan sawit di Riau dapat mencapai 17.100 Ha. Alhamdulillah progresnya sangat baik, dan rekan-rekan petani juga sangat antusias terhadap program PSR ini," kata Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Jumat (19/6) lalu. Guna mewujudkan target tersebut, lanjut Bambang, PTPN IV Regional III melalui Distrik Petani Mitra terus menggesa setiap tahapan, mulai dari pendataan luasan, verifikasi, hingga penerbitan rekomendasi teknis (Rekomtek). Program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang dilangsungkan PTPN IV sendiri merupakan salah satu inisiatif perusahaan perkebunan milik negara tersebut untuk memangkas ketimpangan produktivitas sawit petani dan sawit perusahaan yang cukup dalam. Sebagai perbandingan, berdasarkan data yang dirangkum dari berbagai sumber, rerata produktivitas sawit petani Indonesia saat ini berkisar 7-12 ton per hektare per tahun. Sementara, produktivitas sawit korporasi mampu menyentuh angka lebih dari 20 ton perhektare pertahun. Untuk itu, peremajaan sawit menjadi inisiatif penting guna memangkas ketimpangan dan mendongkrak sawit petani sehingga produktivitas yang dihasilkan kian optimal. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau itu menjelaskan, saat ini produktivitas sawit petani mitra PTPN IV Regional III yang telah melangsungkan peremajaan berhasil meningkat signifikan. Sebagai contoh, petani mitra yang tergabung dalam koperasi dan melangsungkan peremajaan melalui program revitalisasi mampu menghasilkan produktivitas mencapai 29,10 ton pe hektare per tahun. Senada, ribuan petani mitra yang mengikuti program PSR dengan usia sawit TM-3 mampu mencatat hasil produktivitas mencapai 23,94 ton per hektare per tahun, jauh di atas standar yang ditetapkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sebesar 19 ton per hektare per tahun. Lebih jauh, ia menuturkan program peremajaan sawit yang terus didorong Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa tersebut diharapkan menjadi langkah penting untuk mendukung kebijakan pemerintah yang segera menerapkan kebijakan B50 awal Juli 2026 mendatang. "Kami ingin turut ambil bagian dan berkontribusi meningkatkan produksi CPO nasional dengan memperkuat petani sawit sehingga produksi rekan-rekan petani meningkat dan pada akhirnya bisa mendukung kebijakan pemerintah untuk menjadikan sawit sebagai sumber energi baru terbarukan," jelas Bambang. Implementasi kebijakan biodiesel B50 sendiri direncanakan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 dan berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun sepanjang tahun ini. Penghematan tersebut berasal dari berkurangnya kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar seiring peningkatan penggunaan campuran biodiesel berbasis sawit. Secara keseluruhan, PTPN IV Regional III diketahui telah melangsungkan kemitraan plasma mencapai 56.500 hektare yang melibatkan tidak kurang dari 28.000 petani sejak perusahaan berdiri. Saat ini, ribuan petani mitra tersebut telah melangsungkan peremajaan guna mengganti sawit renta mereka dengan tanaman baru yang lebih produktif. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan PSR tidak terlepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan. “Kami juga didukung teman-teman Aspekpir dalam mengakselerasi program ini, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya. Selain program peremajaan, PTPN IV Regional III juga aktif mendukung peningkatan produktivitas petani melalui penyediaan bibit unggul bersertifikat. Sejak program tersebut diluncurkan pada 2019, entitas telah menyalurkan sedikitnya 2,56 juta bibit sawit unggul kepada 8.900 petani. Bambang menuturkan keberhasilan kemitraan PTPN IV karena pola kemitraan yang dibangun dengan mengedepankan pola single management yang transparan telah menumbuhkan kepercayaan. Melalui pola tersebut, kultur teknis petani mitra akan setara dengan standar tinggi perusahaan, mulai dari penumbangan sawit renta, pemanfaatan bibit sawit unggul bersertifikat, proses penanaman, pemupukan, hingga pemeliharaan untuk diterapkan di areal peremajaan sawit masyarakat. Selanjutnya, PTPN IV juga turut menyiapkan bibit sawit unggul bersertifikat hingga pendampingan dan penguatan kelembagaan koperasi serta pelatihan kepada para petani sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani dalam mewujudkan perkebunan berkelanjutan. Dengan target perluasan PSR serta dukungan bibit unggul dan penguatan aspek keberlanjutan, PTPN IV Regional III optimistis sektor sawit rakyat di Riau dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap program keberlanjutan serta memperkuat pendapatan petani sawit.
Perkuat Akses Air Bersih, PTPN IV PalmCo dan Polres Langkat Bangun Sumur Bor Masyarakat
Langkat, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo bersama Kepolisian Resor (Polres) Langkat membangun sumur bor bagi masyarakat Dusun Bukit Barat, Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Program yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini merupakan wujud sinergi antara BUMN Perkebunan dan Polri dalam menghadirkan akses air bersih sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sumur bor dengan kedalaman sekitar 70 meter tersebut dibangun untuk menyediakan sumber air bersih yang lebih aman dari potensi pencemaran serta dapat dimanfaatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, mengatakan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga. "Melalui pembangunan sumur bor ini kami berharap masyarakat Dusun Bukit Barat memperoleh akses air bersih yang lebih baik dan fasilitas ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang," kata David. Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai sebagai momentum memperkuat tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menjawab berbagai kebutuhan sosial masyarakat, termasuk penyediaan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan. “Untuk itu kami sangat berterimakasih dengan perusahaan yang memfasilitasi sehingga kegiatan pembangunan sumur bor bagi warga ini dapat terwujud,” tukasnya. Program penyediaan sarana air bersih tersebut mendapat dukungan penuh melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan. Selain di Kabupaten Langkat, pada tahun 2026 perusahaan juga menargetkan pembangunan fasilitas serupa di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Ketiga lokasi tersebut diproyeksikan dapat melayani kebutuhan air bersih sedikitnya 90 kepala keluarga. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan penyediaan sarana air bersih merupakan program berkelanjutan yang terus dijalankan perusahaan di berbagai daerah. "Hingga saat ini, program penyediaan sarana air bersih maupun sumur bor telah terealisasi di 131 titik lokasi. Angka ini akan terus kami upayakan bertambah karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis. Menurut Jatmiko, akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan terus memperluas pembangunan sumur bor dan perbaikan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih maupun saat musim kemarau. Ia juga menilai kolaborasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat pelaksanaan program di lapangan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Sepanjang 2024–2025, PTPN IV PalmCo mencatat program penyediaan air bersih dan sanitasi telah menjangkau 3.811 kepala keluarga di berbagai wilayah operasional perusahaan, mulai dari Sumatera hingga Kalimantan. Manfaat program tersebut turut dirasakan masyarakat di berbagai daerah. Di Dusun Menanti, Desa Sungai Jaman, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, misalnya, pembangunan sumur bor membantu masyarakat memperoleh air bersih ketika debit Sungai Stengko menurun pada musim kemarau. "Kami bersyukur atas bantuan sumur bor ini. Fasilitas tersebut sangat membantu warga memperoleh air bersih dan kami akan menjaganya agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," kata Ketua RT 03 Dusun Menanti, Abil. Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Jambi, Martoyo. Menurutnya, pembangunan sumur bor dan tangki air sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, terutama pada musim kemarau. Sementara, perwakilan masyarakat Desa Alue Gadeng Dua, Kabupaten Aceh Timur, Handoko Apri, mengatakan bantuan sarana sanitasi dan sumur bor telah meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional VII Taja Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen
Lampung, katakabar.com - Sebagai bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung operasional perkebunan yang semakin profesional, PTPN IV Regional VII taja Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen yang diikuti oleh 25 mandor panen dari berbagai unit kerja. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan para mandor panen memiliki kompetensi yang terstandarisasi, terukur, dan diakui secara resmi sesuai kebutuhan industri perkebunan modern. Mandor panen memiliki peran penting dalam operasional perkebunan. Sebagai ujung tombak pengawasan di lapangan, mandor panen bertanggung jawab memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai standar, mulai dari pengelolaan tenaga kerja, pelaksanaan pemeliharaan tanaman, panen, hingga pengawasan kualitas pekerjaan. Lantaran itu, peningkatan kompetensi mandor panen menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberhasilan perusahaan. Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini menghadirkan tim asesor dan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang sertifikasi perkebunan, yakni Rendy Dwi Hartanto, S.ST selaku Asesor Kementerian Pertanian, Habib Prayitno selaku Kasubbag Learning & Certification LPP, Tiara Syafa Maulidza selaku Staf Learning LPP, Roni Mulyawan selaku Ketua TUK Tim Asesor LSP Kementerian Pertanian, Ahmad selaku Pendamping Asesor Kementerian Pertanian, serta Royan Albab dari Tim TUK Kementerian Pertanian. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan materi mengenai aspek teknis pekerjaan mandor panen, tetapi juga mengikuti proses asesmen kompetensi untuk memastikan kemampuan yang dimiliki telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sertifikasi yang diperoleh nantinya diharapkan menjadi pengakuan resmi atas kompetensi para mandor panen sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari. Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan pengembangan kompetensi sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan. “Keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, sarana, atau fasilitas yang dimiliki, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Mandor panen merupakan garda terdepan yang mengawal pelaksanaan operasional di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi seperti ini menjadi sangat penting agar setiap mandor panen memiliki kemampuan, pengetahuan, dan standar kerja yang semakin baik,” kata Denny. Ia menambahkan sertifikasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi bukti bahwa seorang mandor panen memiliki kompetensi yang diakui dan mampu menjalankan tugas secara profesional. “Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu sebanyak mungkin, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas diri. Ketika kualitas SDM meningkat, maka kualitas pengelolaan kebun juga akan meningkat, dan pada akhirnya akan berdampak positif terhadap produktivitas serta kinerja perusahaan secara keseluruhan,” jelasnya. Menurut Denny, di tengah tantangan industri perkebunan yang semakin dinamis, perusahaan membutuhkan insan perkebunan yang adaptif, kompeten, dan terus belajar untuk menjadi lebih baik. “Kita harus terus membangun budaya belajar di seluruh lini organisasi. Setiap peningkatan kompetensi yang dimiliki karyawan akan menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menghadapi tantangan dan mencapai target-target yang semakin tinggi di masa depan,” tegasnya. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai standar kompetensi mandor panen perkebunan, pengelolaan tenaga kerja, pengawasan kegiatan operasional, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan administrasi lapangan, hingga aspek kepemimpinan dalam mengelola tim kerja. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis maupun manajerial para mandor panen dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, proses asesmen yang dilakukan oleh tim asesor bertujuan untuk mengukur kompetensi peserta secara objektif berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Kementerian Pertanian. Dengan adanya sertifikasi ini, para mandor panen diharapkan mampu menjalankan tugas secara lebih profesional, efektif, dan sesuai dengan praktik terbaik di industri perkebunan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung transformasi dan peningkatan daya saing sektor perkebunan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. PTPN IV Regional VII meyakini bahwa keberhasilan perusahaan dalam mencapai target produksi dan produktivitas tidak terlepas dari kemampuan para pemimpin lapangan dalam mengelola sumber daya secara optimal. Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen ini, PTPN IV Regional VII kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan operasional perusahaan. Dengan SDM yang semakin kompeten, profesional, dan tersertifikasi, perusahaan optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan industri serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara, dan pembangunan sektor perkebunan nasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi nilai-nilai AKHLAK dalam membangun insan perkebunan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat transformasi perusahaan menuju pengelolaan perkebunan yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
PTPN IV Palmco Puji 32 Pemanen Terbaik Lewat Program Journey Of Excellence Bersama Keluarga
Yogyakarta, katakabar.com - Suasana hangat dan penuh kebanggaan selimuti ballroom sebuah hotel di Yogyakarta Kamis, akhir Januari 2026 lalu, saat Holding Perkebunan Nusantara lewat PTPN IV PalmCo memberikan penghargaan kepada 32 pemanen terbaik dalam program bertajuk Journey of Excellence. Para pemanen hadir bersama keluarga mereka, menandai pendekatan humanis perusahaan dalam mengapresiasi pekerja lapangan. Total 32 pemanen dari berbagai wilayah operasional PTPN IV, mulai dari Langsa (Aceh) hingga Sulawesi, diterbangkan khusus ke Yogyakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan apresiasi dan penguatan kompetensi. Mereka tidak datang sendiri, melainkan didampingi oleh istri dan anak-anak sebagai bagian dari desain program yang menempatkan keluarga sebagai elemen penting dalam keberhasilan kinerja. Acara tersebut dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris PTPN IV PalmCo. Selain seremoni penghargaan, para peserta mengikuti sesi peningkatan kompetensi yang difasilitasi bersama PT LPP Agro Nusantara, serta berbagai kegiatan kebersamaan keluarga. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan peran strategis pemanen dalam rantai produksi perkebunan sawit perusahaan yang berada di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara. “Rekan-rekan pemanen adalah garda terdepan yang memegang kendali atas nadi perusahaan ini. Kami ingin memastikan semangat dan kesejahteraan mereka menjadi prioritas,” ujar Jatmiko di hadapan peserta dan keluarga. Ia menambahkan perusahaan menargetkan para penerima penghargaan menjadi role model di unit masing-masing, menularkan disiplin, kepatuhan terhadap standar operasional, serta etos kerja tinggi guna mendukung pencapaian target operasional 2026. Kompetisi Berlapis dari Seluruh Regional Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo, Suhendri, menjelaskan bahwa 32 pemanen yang diundang ke Yogyakarta merupakan hasil seleksi berlapis dari seluruh kebun di lingkungan PTPN IV sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara. Penilaian mencakup aspek produktivitas, kedisiplinan, kepatuhan terhadap SOP, serta sikap kerja. “Mereka adalah representasi terbaik dari tiap wilayah. Ini pertama kalinya pemanen terbaik dari bentangan operasional seluas ini dipertemukan dalam satu forum,” ucap Suhendri. Di sela acara, Warham Tanjung, pemanen dari Kebun Sei Garo, Regional III, Riau, mengaku tidak menyangka dapat berdiri di panggung menerima penghargaan di hadapan keluarga. “Bagi kami, kebun itu sumber kehidupan. Sudah seperti milik sendiri. Jadi memang harus dijaga dengan sepenuh hati,” tuturnya. Pemanen dari Regional V Kalimantan, Bohari Rahman, menyebut pengalaman tersebut sebagai motivasi baru. “Saya ingin semangat ini menular ke teman-teman di kebun,” ceritanya. Sementara, Harwoko dari Kebun Tanjung Lebar, Regional IV Jambi, tampak beberapa kali menggenggam tangan anaknya selama acara berlangsung. “Ini kebanggaan luar biasa bagi keluarga kami,” katanya. Investasi Jangka Panjang pada SDM Pelibatan keluarga menjadi ciri khas program Journey of Excellence. Pada sesi makan siang bersama, sejumlah Direksi dan Komisaris tampak berbincang santai dengan istri dan anak para pemanen, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Manajemen Holding Perkebunan Nusantara menilai dukungan keluarga berperan besar dalam menjaga konsistensi kinerja pekerja lapangan. Oleh karena itu, skema penghargaan dirancang tidak hanya menyentuh aspek profesional, tetapi juga emosional. Bagi PTPN IV PalmCo, program ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang dalam penguatan budaya kerja. Para pemanen diharapkan membawa standar baru ketika kembali ke kebun masing-masing, yang dapat direplikasi di unit lain. Menutup acara, Jatmiko kembali menegaskan komitmen Holding Perkebunan Nusantara menjadikan penghargaan bagi pemanen terbaik sebagai agenda berkelanjutan. “Ini bukan akhir, melainkan awal dari tradisi yang ingin kami bangun,” ujarnya. Dari Yogyakarta, pesan tersebut jelas: di balik angka produksi sawit, ada kerja nyata para pemanen yang kini memperoleh ruang apresiasi yang lebih luas dari Holding Perkebunan Nusantara.
Komitmen Hijau, PTPN IV Regional VII Tanam 2.200 Pohon di Hari Menanam Pohon Indonesia
Lampung, katakabar.com - PTPN IV Regional VII, entitas usaha di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), gelar gerakan penanaman pohon serentak sempena memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program “PalmCo Green Movement Tanam 10.000 Pohon: Menanam Hari Ini, Menumbuhkan Masa Depan”, sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan peningkatan kualitas ekosistem di wilayah operasional. Penanaman pohon dilakukan secara serentak di seluruh unit kebun dan pabrik Regional VII, melibatkan ratusan insan perkebunan, jajaran manajemen, hingga perwakilan masyarakat. Kegiatan ini menciptakan kolaborasi yang kuat sebagai dukungan terhadap agenda keberlanjutan perusahaan. Pada gelaran tahun ini, PTPN IV Regional VII menanam 2.200 pohon yang terdiri atas tanaman buah produktif dan tanaman kayu bernilai ekologis tinggi. Jenis yang ditanam meliputi durian, mangga, alpukat, rambutan, nangkadak, matoa, jambu mente, jambu jamaica, jambu madu, kedondong, mahoni, dan jenis tanaman lainnya. Pemilihan tanaman tersebut mempertimbangkan daya adaptasi, manfaat ekologis, serta potensi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang. Inisiatif ini merupakan langkah penting perusahaan untuk meningkatkan tutupan hijau, menekan potensi erosi tanah, serta menjaga kualitas udara di kawasan perkebunan. Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional VII, M. Syafi'i Ritonga, menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. “Gerakan penanaman pohon ini adalah bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam menjaga kelestarian alam dan memperbaiki kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional. TJSL bukan lagi sekadar kewajiban, tetapi komitmen moral perusahaan untuk berkontribusi bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah bisnis perusahaan selalu beriringan dengan keberlanjutan,” ujar Syafi'i Ritonga. Ia menambahkan kegiatan penanaman pohon akan terus dipantau secara berkelanjutan agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. “Menanam bukan hanya aktivitas simbolis, tetapi investasi jangka panjang bagi bumi dan generasi yang akan datang. Melalui PalmCo Green Movement, kami ingin memastikan bahwa seluruh aktivitas bisnis perusahaan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Menanam hari ini berarti menumbuhkan masa depan,” ujar Denny. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh karyawan sebagai bukti bahwa nilai-nilai keberlanjutan telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan. Selain insan perkebunan, kegiatan ini turut melibatkan masyarakat sekitar sebagai upaya memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan lingkungan sosial. Partisipasi publik diharapkan mendorong kesadaran kolektif mengenai pentingnya penghijauan dan pelestarian alam. Gerakan ini juga selaras dengan kampanye perusahaan #TumbuhJuaraBangunNegeri, yang menekankan kontribusi berimbang terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan terselenggaranya PalmCo Green Movement di Regional VII, PTPN IV berharap kegiatan penanaman pohon ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun dan diperluas cakupannya. Perusahaan mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari industri, masyarakat, dan pemerintah, untuk bersama menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata.
Perkuat Kebangkitan Kopi Ijen, PTPN IV PalmCo dan PTPN I Replanting 1.300 Ha di Bondowoso
Bondowoso, katakabar.com - Upaya kebangkitan kopi Arabika dari lereng Ijen, Bondowoso, mulai menunjukkan hasil. Kurun tiga tahun terakhir, dua subholding PTPN III (Persero), yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo bersama PTPN I melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) di Java Coffee Estate (JCE), berhasil melakukan peremajaan atau replanting tanaman kopi seluas lebih dari 1.300 hektare. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi kopi Arabika Indonesia di pasar global. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut replanting bukan semata mengganti tanaman tua, melainkan investasi masa depan bagi industri kopi nasional. “Kami tidak hanya menanam pohon kopi, tapi menanam masa depan,” ujarnya, Jumat (14/11) lalu. Cerita Jarmiko, program replanting di JCE dimulai pada 2022 dan dilakukan bertahap. Seluas 383 hektare kebun diperbarui pada tahun pertama, disusul 251 hektare pada 2023, 407 hektare di 2024, dan ditargetkan 293 hektare pada 2025. Total kebun yang dikelola JCE sendiri mencapai 3.530 hektare. "Bibit Arabika yang digunakan varietas unggul adaptif terhadap iklim pegunungan Ijen serta menghasilkan cita rasa khas. Penerapan praktik agronomi juga mengedepankan konservasi tanah dan air, dua unsur vital di kawasan lereng vulkanik yang rentan erosi. Replanting ini adalah investasi hijau. Kami ingin kebun tetap produktif tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan,” jelasnya. Produktivitas Terjaga, Ekspor Menguat Menariknya, proses peremajaan besar-besaran ini tidak menurunkan kinerja produksi. Sepanjang 2025, produksi kopi ceri JCE tercatat mencapai 5.534 ton, naik dibanding 4.987 ton pada tahun sebelumnya. Sementara volume green bean atau biji kopi siap ekspor meningkat dari 825 ton menjadi 893 ton. Produktivitas lahan pun stabil di kisaran 2.530 kilogram kopi ceri per hektare dan 409 kilogram green bean per hektare. Hingga Oktober 2025, JCE membukukan laba bersih sekitar Rp14 miliar. Kinerja positif itu menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. “Pasar dunia kini menuntut transparansi dan tanggung jawab. Mereka ingin tahu dari mana kopi berasal dan bagaimana ia ditanam. Kami menjawab tuntutan itu melalui praktik yang bertanggung jawab dari hulu ke hilir,” ucap Jatmiko. Dari Lereng Ijen ke Pasar Dunia Kopi Arabika Ijen dikenal memiliki karakter cita rasa yang khas, body ringan hingga sedang, aroma bunga, serta keasaman seimbang. Kombinasi itu menjadikan kopi JCE mulai menembus pasar ekspor di Asia Timur, Eropa, dan Amerika Utara. “Kopi Ijen punya keunggulan yang tak banyak dimiliki daerah lain. Dunia perlu tahu kopi terbaik juga tumbuh di Bondowoso, bukan hanya di Amerika Latin,” ujar Jatmiko menambahkan. Sinergi BUMN dan Masyarakat Kolaborasi antara PTPN IV dan PTPN I melalui skema KSO terbukti efektif dalam mempercepat pemulihan produktivitas kebun. Kedua BUMN berbagi peran dalam pengelolaan aset, manajemen, dan peningkatan mutu produksi. Tetapi, bagi Jatmiko, keberlanjutan sejati tidak hanya diukur dari tonase panen atau laba perusahaan. “Kami ingin masyarakat tumbuh bersama kami. Dari pekerja kebun, petani mitra, hingga generasi muda di sekitar Ijen, semua harus merasa punya masa depan dari kopi ini,” tuturnya.
Holding PTPN Dorong Transformasi Digital, PTPN IV Gelar ToT E-Budget
Pontianak, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo), Subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), gelar Training of Trainer (ToT) Aplikasi E-Budget bagi 33 karyawan Regional V, berlangsung selama lima hari, mulai Senin (29/9) hingga Jumat (3/10) lalu, di Aula Utama Kantor Region Office Regional V. Pelatihan menghadirkan Tim Implementasi Aplikasi E-Budget dari PT SISI serta Advisor E-Budgeting Regional IV, Iswan Haganta Sinulingga, sebagai fasilitator. Materi yang diberikan mencakup pemahaman konsep E-Budget, praktik penginputan data, teknik analisis, hingga pelaporan anggaran. Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan PTPN IV Regional V, Herry Wahyudi, mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan baik dan penuh tanggung jawab. “Peserta wajib melakukan knowledge sharing dan mengimplementasikan ilmu yang didapat kepada karyawan di unit kerja masing-masing,” ujarnya. Kata Herry, ToT ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar siap mendukung transformasi digital perusahaan. “Kami berharap para peserta tidak hanya menguasai aplikasi, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang mendorong penerapan budaya kerja berbasis teknologi di lingkungan PTPN IV Regional V,” jelasnya. Sementara, SEVP Business Support PTPN IV Regional V, Donny Amril, menegaskan perkembangan teknologi menuntut perusahaan terus beradaptasi dan berinovasi, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Kehadiran Aplikasi E-Budget disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam proses perencanaan serta penganggaran. “Pada kesempatan yang baik ini, kita akan mencetak trainer-trainer andal yang nantinya menjadi ujung tombak sosialisasi dan implementasi aplikasi E-Budget di seluruh unit kerja Regional V. Peran Bapak dan Ibu sebagai calon trainer sangatlah krusial. Anda tidak hanya dituntut menguasai aplikasi ini secara teknis, tetapi juga mampu mentransfer pengetahuan tersebut secara efektif kepada pengguna akhir,” tegas Donny Amril. Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang komprehensif mengenai filosofi, fitur, dan alur kerja E-Budget, membekali peserta dengan kemampuan penyampaian materi (delivery skill) yang baik, serta menciptakan standar pemahaman yang seragam di seluruh Regional V.
PTPN IV Regional V Bersama Polres Landak Panen Perdana Jagung Tumpang Sari
Ngabang, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo, Regional V Ngabang, bersama Kepolisian Resor (Polres) Landak, melaksanakan panen perdana jagung tumpang sari di lahan seluas 20 hektar, pasnya di Afdeling 4, Kebun Ngabang. Jagung yang mulai ditanam sejak 2 Mei 2025 lalu oleh jajaran Polres Landak ini, kini mulai dipanen sekitar satu hektar. Hal ini sebagai bukti nyata kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Landak. Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., menyampaikan, kegiatan demplot jagung ini langkah konkret dukung program pemerintah perkuat ketahanan pangan. “Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polres Landak dalam membantu masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian. Semoga hasil panen ini dapat memberi manfaat, menjadi contoh, sekaligus memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan pertanian di wilayahnya,” ujarnya. Kata AKBP Devi, panen perdana ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah, yang salah satunya menekankan peningkatan produktivitas pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Sementara, Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, melalui Manajer Kebun Ngabang, Janri Ginting sampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama Polres Landak. “Kerja sama ini membuktikan perkebunan sawit juga dapat dikembangkan dengan sistem tumpang sari yang memberi manfaat lebih luas. Kami berharap program seperti ini dapat berkelanjutan dan menjadi model kolaborasi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ucap Janri.
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Sosial Melalui PTPN IV PalmCo
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo, terus pertegas peran sosialnya di tengah masyarakat. Sepanjang Semester I 2025, perusahaan telah menyalurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) senilai Rp16,78 miliar yang disebar ke ratusan titik di berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Aceh, Jawa hingga Sulawesi. Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, keagamaan, hingga penanggulangan bencana. Mulai dari pembangunan dan renovasi masjid, musholla, gereja, ruang kelas, hingga penyediaan air bersih, serta program pencegahan stunting dan masih banyak objek bantuan lainnya. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa mengatakan, pihaknya berkomitmen menjadikan program sosial perusahaan sebagai bukti nyata untuk membangun Indonesia dari desa-desa. "Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Tidak hanya lewat kontribusi ekonomi, tapi melalui penguatan sisi sosial, pendidikan, dan spiritual," ujarnya di Jakarta, di akhir pekan pekan kedua Juli 2025. Kata Jatmiko, seluruh kegiatan TJSL dilakukan secara terukur dengan prinsip legacy sosial dan keterlibatan aktif dari masyarakat serta pendekatan yang partisipatif dan akuntabel. "Program-program bantuan ini adalah kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat sekitar, yang pada prinsipnya kebutuhan yang paling mendesak itulah yang kami dahulukan," ucapnya, lewat rilis resmi diterima katakabar.com, Rabu siang. Meski menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah, PTPN IV PalmCo mengklaim keseluruhan program dirancang dengan asas manfaat jangka panjang. Jatmiko menyebut, nilai Rp16 miliar itu bukanlah angka akhir. “Kami menargetkan hingga akhir tahun 2025, nilai realisasi bisa mencapai lebih dari Rp30 miliar. Yang lebih penting dari jumlahnya adalah dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.