Safe Haven

Sorotan terbaru dari Tag # Safe Haven

Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369 Internasional
Internasional
Kemarin

Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan di perdagangan hari Rabu (17/6). Meskipun sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa sesi terakhir, pergerakan logam mulia masih didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang cukup positif. Kondisi tersebut membuat prospek emas dalam jangka pendek tetap mengarah ke atas, selama tekanan beli masih mampu menjaga harga bertahan di area support penting. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada grafik empat jam (H4) masih menunjukkan struktur bullish cukup kuat. Harga emas dinilai masih mampu mempertahankan tren kenaikan setelah berhasil bertahan di atas area support kedua yang sebelumnya menjadi titik perhatian pelaku pasar. "Hingga saat ini belum ada sinyal yang menunjukkan perubahan arah menjadi bearish. Hal tersebut terlihat dari belum terbentuknya penutupan candlestick di bawah level support yang telah diuji sebelumnya. Selama area tersebut tetap bertahan, peluang emas untuk melanjutkan penguatan masih cukup besar," ujarnya. Dari sisi teknikal, kata Kofit, harga juga berhasil membentuk swing low baru di kisaran 4.328. Terbentuknya pola tersebut menunjukkan minat beli kembali muncul ketika harga berada di area support. Situasi ini menjadi salah satu indikasi bahwa pelaku pasar masih melihat peluang kenaikan sehingga tekanan beli tetap mendominasi perdagangan. "Apabila momentum positif tersebut terus berlanjut, harga emas diperkirakan berpotensi menguji level resistance pertama di area 4.354. Jika level tersebut berhasil ditembus, ruang kenaikan diperkirakan masih terbuka hingga mencapai resistance berikutnya di kisaran 4.369. Kedua level ini menjadi area yang akan diperhatikan investor sebagai target penguatan dalam jangka pendek," jelasnya. Selain pola pergerakan harga yang masih mendukung tren naik, terang Kofit, indikator teknikal juga memperlihatkan kondisi yang cukup positif. Indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Meski indikator tersebut telah mendekati zona overbought, hingga kini belum muncul tanda-tanda pelemahan momentum maupun sinyal pembalikan arah yang kuat. Dengan demikian, tekanan beli masih dinilai cukup dominan untuk menjaga kenaikan harga emas. Dari sisi fundamental, emas juga masih mendapatkan dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda membuat sebagian investor memilih mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman. Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, dinamika geopolitik, hingga tingginya volatilitas di pasar keuangan menjadi faktor yang terus menopang permintaan terhadap emas. Selain itu, lanjutnya, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas. Ketika nilai tukar dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS. Kondisi tersebut biasanya meningkatkan permintaan terhadap logam mulia sehingga turut mendorong kenaikan harga. "Faktor lain yang ikut memperkuat prospek emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield obligasi bergerak turun, biaya peluang untuk menyimpan emas menjadi lebih rendah. Situasi tersebut membuat emas kembali menarik sebagai pilihan investasi, terutama bagi investor yang ingin menjaga nilai aset di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian," jelasnya. Masih Analis Dupoin Futures, pelaku pasar juga terus mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sejumlah investor mulai memperkirakan bank sentral Amerika Serikat berpotensi mengambil sikap yang lebih longgar apabila data ekonomi, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, maupun aktivitas manufaktur, menunjukkan perlambatan. Ekspektasi tersebut berpotensi menekan pergerakan dolar AS sekaligus memberikan tambahan sentimen positif bagi harga emas. Secara keseluruhan, bebernya, Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih cukup terbuka pada perdagangan hari ini. Struktur teknikal yang tetap bullish, terbentuknya swing low baru, serta indikator yang masih mendukung kenaikan menjadi sinyal bahwa momentum beli belum berakhir. Di sisi lain, dukungan dari faktor fundamental, seperti tingginya permintaan terhadap aset safe haven, pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, dan harapan terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve, turut memperkuat prospek positif logam mulia. Selama harga tetap bertahan di atas area support 4.328, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance 4.354 hingga 4.369 masih dinilai cukup besar dalam jangka pendek.

Emas dan Silver Dipandang Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Ini Tanggapan Investor Bititme Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 27 Maret 2026 | 20:38 WIB

Emas dan Silver Dipandang Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Ini Tanggapan Investor Bititme

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas di pasar domestik terus menjadi perhatian masyarakat Indonesia sebagai salah satu instrumen “safe haven” dalam menjaga nilai kekayaan. Berdasarkan data platform Bittime, tren ini turut berdampak pada aset kripto berbasis emas, yakni Tether Gold ($XAUT), yang mencatatkan kenaikan harga sebesar 4,23% pada 25 Maret 2026 lalu. Aset emas saat ini dipandang sebagai jangkar stabilitas di tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, serta dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Kondisi ini menjadikan real world assets (RWA) sebagai opsi bagi investor ritel maupun institusi yang ingin memitigasi risiko penurunan daya beli akibat inflasi. Seiring dengan perkembangan teknologi finansial, minat terhadap komoditas fisik turut merambah ke sektor RWA dalam bentuk aset digital. Sejalan dengan ini, Bittime, platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada volume perdagangan harian di platformnya. Di mana, nilai volume perdagangan $XAUT dan $SLVON tercatat meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini mengindikasikan sebagian investor kini memanfaatkan efisiensi aset digital untuk mendapatkan kemudahan, dan nilai nilai intrinsik aset itu sendiri. Fenomena ini juga mendapat perhatian di platform media sosial X (Twitter) milik Bittime. Para investor turut membagikan pendapat mereka mengenai stabilitas harga emas merespons keadaan geopolitik di Timur Tengah yang saat ini sedang memanas, pada salah satu unggahan mereka. Para investor memandang aset digital berbasis emas seperti $XAUT ini sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang populer karena menawarkan stabilitas fisik dengan fleksibilitas perdagangan aset kripto. Salah satu investor, EshanNFts, memberikan perspektifnya mengenai popularitas perdagangan $XAUT dan $SLVON saat ini. Ia menilai bahwa, aset digital seperti emas dan silver cenderung dipandang sebagai aset stabil di tengah gejolak geopolitik saat ini. Apalagi, aset-aset berbasis RWA tersebut dapat dengan mudah diakses dalam bentuk aset kripto yang fleksibel, dan dimanfaatkan para trader untuk mendapatkan profit cepat. Tetapi, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap investor untuk terus melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi.

Investor Berburu Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi dan Politik AS Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 06 September 2025 | 17:00 WIB

Investor Berburu Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi dan Politik AS

pengadilan federal yang menyatakan sebagian besar tarifnya ilegal. Langkah ini menambah sentimen ketidakpastian terhadap arah perdagangan global, yang secara historis selalu menjadi katalis positif bagi pergerakan harga emas. Diversifikasi dari dolar AS, kekhawatiran mengenai defisit anggaran, dan tekanan terhadap pasar ekuitas serta obligasi semakin memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen safe haven. Dengan kondisi pasar global yang dipenuhi ketidakpastian, para analis memperkirakan tren bullish emas masih akan berlanjut dalam jangka pendek, terutama jika The Fed benar-benar mengambil langkah agresif dalam pemangkasan suku bunga.

Investor Berburu Safe Haven, Harga Emas Naik! Simak Prediksinya Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 30 Maret 2025 | 16:28 WIB

Investor Berburu Safe Haven, Harga Emas Naik! Simak Prediksinya

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) kembali mencatatkan rekor tertinggi pada hari Kamis (27/3), mencapai level $3.059 per troy ounce. Kenaikan ini didorong ketidakpastian yang meningkat di pasar global akibat kebijakan perdagangan Presiden AS, Donald Trump, yang memberlakukan tarif 25 persen pada mobil dan suku cadang otomotif impor. Kebijakan ini memperburuk ketegangan dagang dan meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven. Berdasarkan analisis dari Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, tren naik emas diprediksi masih berlanjut. "Kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini menunjukkan harga emas hari ini berpotensi naik hingga mencapai level $3.100. Jika harga gagal menembus level tersebut dan mengalami pembalikan (reversal), maka ada kemungkinan penurunan ke level $3.035 sebagai target terdekat," ujar Andy. Meskipun tren naik masih kuat, kata Andy, harga emas mengalami sedikit hambatan akibat penguatan dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) sempat turun 0,33 persen ke 104,31, tapi tetap berada di level yang cukup kuat.