Sesuai

Sorotan terbaru dari Tag # Sesuai

Bitcoin Turun: Buy the Dip atau DCA, Strategi Mana Lebih Sesuai? Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 21 Juli 2026 | 13:07 WIB

Bitcoin Turun: Buy the Dip atau DCA, Strategi Mana Lebih Sesuai?

Jakarta, katakabar.com - Ketika harga Bitcoin turun, dua kalimat biasanya mulai ramai muncul di media sosial: “buy the dip” dan “tunggu harga paling bawah”. Keduanya terdengar sederhana, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui secara pasti kapan harga sudah mencapai titik terendah. Harga yang terlihat murah hari ini masih dapat turun lagi besok. Sebaliknya, menunggu harga yang dianggap sempurna juga dapat membuat seseorang tidak pernah mengambil keputusan sesuai rencana. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan koreksi pasar sering membuat pengguna merasa harus mengambil keputusan dengan cepat. Padahal, keputusan yang sehat dimulai dari pemahaman terhadap risiko, kondisi keuangan pribadi, dan tujuan yang jelas, bukan dari rasa takut ketinggalan. Pada 13 Juli 2026, Bitcoin berada di sekitar US$62.328. Sebagai pembanding historis, Bitcoin pernah mencapai sekitar US$68.999,99 pada November 2021. Artinya, harga pada snapshot tersebut berada sekitar 10% di bawah puncak 2021. Perbandingan ini bukan berarti kondisi pasar 2026 sama dengan 2021. Bitcoin telah mencapai level yang lebih tinggi setelah 2021, sehingga angka tersebut hanya digunakan sebagai titik referensi untuk menunjukkan bahwa harga yang terlihat familiar dapat muncul dalam konteks pasar yang sangat berbeda. Mengapa Harga Bitcoin Bisa Turun Tajam? Bitcoin diperdagangkan selama 24 jam setiap hari dan dapat bereaksi cepat terhadap berbagai informasi. Pergerakan harga dapat dipengaruhi oleh: 1. Perubahan suku bunga dan likuiditas global. 2. Kondisi geopolitik dan perubahan selera terhadap aset berisiko. 3. Aktivitas investor besar dan arus dana institusional. 4. Regulasi aset digital. 5. Likuidasi posisi dengan leverage. 6. Pergerakan pasar saham dan aset berisiko lainnya. 7. Sentimen media dan media sosial. Penurunan harga tidak selalu berarti terdapat masalah mendasar pada jaringan Bitcoin. Sebaliknya, kenaikan harga juga tidak berarti risikonya telah hilang. Apa Itu Buy the Dip? Buy the dip adalah pendekatan membeli aset setelah harganya mengalami penurunan dari level sebelumnya. Tujuannya adalah memperoleh harga yang dianggap lebih menarik dibandingkan sebelum koreksi. Tantangan utamanya adalah menentukan kapan penurunan dianggap cukup dalam. Seseorang dapat membeli setelah harga turun 10%, tetapi harga masih dapat turun 10%, 20%, atau lebih setelah transaksi dilakukan. Risiko utamanya bukan hanya salah memilih aset, tetapi juga salah menilai waktu dan menggunakan modal terlalu besar dalam satu keputusan. Apa Itu DCA? DCA atau dollar-cost averaging adalah pendekatan membeli aset secara berkala menggunakan nominal yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebagai contoh, pengguna mengalokasikan Rp500.000 setiap bulan selama enam bulan, terlepas dari apakah harga sedang naik atau turun. Dengan DCA, pengguna tidak harus menentukan satu titik masuk yang dianggap sempurna. Harga pembelian rata-rata terbentuk dari beberapa transaksi dalam periode berbeda. Namun, DCA bukan strategi tanpa risiko. Jika harga aset terus turun dalam waktu panjang, nilai portofolio tetap dapat mengalami kerugian. DCA juga tidak menjamin keuntungan. Buy the Dip vs DCA Tidak ada pendekatan yang otomatis sesuai untuk semua orang. Pilihan bergantung pada tujuan, kondisi keuangan, toleransi risiko, jangka waktu, dan pemahaman terhadap aset. Bitcoin 2026 dan Bitcoin 2021: Harga Serupa, Konteks Berbeda Pada November 2021, Bitcoin mencapai puncak mendekati US$69.000 sebelum memasuki periode penurunan besar pada tahun berikutnya. Pada Juli 2026, Bitcoin kembali berada di area harga yang berdekatan dengan referensi tersebut. Namun, pengguna tidak boleh menyimpulkan bahwa pola setelahnya pasti akan sama. Pelaku pasar, kondisi likuiditas, produk institusional, regulasi, dan lingkungan ekonomi telah berubah. Riwayat harga dapat memberikan konteks, tetapi tidak dapat digunakan untuk menjamin arah berikutnya. Pertanyaan yang lebih penting adalah: mengapa saya ingin memiliki Bitcoin, berapa lama saya siap memegangnya, berapa besar penurunan yang dapat saya toleransi, dan apakah kondisi keuangan saya mendukung keputusan ini? Checklist Sebelum Buy the Dip atau DCA 1. Dana darurat sudah tersedia. 2. Dana yang digunakan tidak dibutuhkan untuk kebutuhan jangka pendek. 3. Utang berbunga tinggi sudah dipertimbangkan. 4. Tujuan transaksi dan jangka waktunya sudah jelas. 5. Batas nominal sudah ditentukan. 6. Pengguna memahami volatilitas Bitcoin. 7. Tidak menggunakan leverage yang tidak dipahami. 8. Keputusan tidak hanya didasarkan pada influencer, FOMO, atau tekanan sosial. 9. Harga dan informasi pasar telah diperiksa. 10. Pengguna siap menghadapi penurunan lanjutan. Gunakan Informasi, Bukan Emosi Penurunan harga dapat menciptakan peluang bagi sebagian pengguna, tetapi juga dapat menghasilkan kerugian bagi pengguna yang masuk tanpa perencanaan. Buy the dip memerlukan penilaian terhadap harga dan penggunaan modal. DCA mengurangi kebutuhan untuk menentukan satu waktu pembelian, tetapi tetap membawa risiko pasar. Sebelum mengambil keputusan, cek harga dan pergerakan Bitcoin di Pasar FLOQ dan pelajari manajemen risiko kripto melalui FLOQ Academy. <Diolah dari berbagai sumber> Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi. Kami menghimbau seluruh konsumen untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi secara matang sebelum melakukan transaksi aset kripto. Konsumen juga diharapkan untuk bertransaksi sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing serta tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan.

Haruskah Kita Pasang Target Tabungan Sesuai Umur? Ekonomi
Ekonomi
Senin, 12 Januari 2026 | 07:34 WIB

Haruskah Kita Pasang Target Tabungan Sesuai Umur?

Jakarta, katakabar.com - Pembahasan soal tabungan sering datang dengan angka kaku. Umu sekian harus punya sekian. Umur segini dianggap tertinggal kalau belum mencapai target tertentu. Pola pikir seperti ini mudah picu rasa cemas, padahal kondisi hidup setiap orang sangat berbeda. Pendekatan yang lebih adil melihat tabungan sebagai kebiasaan, bukan perlombaan. Tidak semua orang memulai dari titik yang sama. Penghasilan, tanggung jawab keluarga, dan kondisi hidup memberi pengaruh besar pada kemampuan menabung. Punya tabungan di umur berapa pun, dengan cara yang sesuai kondisi masing masing. Umur Muda dan Proses Belajar Kelola Uang Di umur awal dewasa, tabungan masih tipis. Penghasilan baru dimulai, kebutuhan belajar mandiri cukup besar, dan adaptasi hidup masih berjalan. Di fase ini, tabungan berfungsi sebagai latihan. Sisihkan sedikit uang secara rutin sudah menjadi pencapaian. Fokusnya bukan pada jumlah, melainkan konsistensi. Kebiasaan ini membantu kamu mengenal pola keuangan sendiri dan belajar mengatur prioritas. Saat tabungan mulai terbentuk, rasa aman ikut tumbuh. Bukan karena nominalnya besar, tapi karena kamu tahu sedang membangun fondasi. Umur Produktif dan Kebutuhan Meningkat Memasuki usia produktif, tanggung jawab biasanya bertambah. Kebutuhan hidup meningkat, rencana jangka menengah mulai disusun, dan tekanan sosial sering ikut datang. Di fase ini, tabungan sering diuji. Ada bulan di mana tabungan bertambah, ada juga bulan di mana harus digunakan. Hal ini wajar. Tabungan berperan sebagai penyangga, bukan angka yang harus terus naik tanpa henti. Yang penting adalah tetap memberi ruang untuk menabung, meski tidak selalu dalam jumlah yang sama. Fleksibilitas membantu kamu bertahan tanpa merasa bersalah. Umur Matang dan Kebutuhan Akan Stabilitas Di umur yang lebih matang, banyak orang mulai mencari kestabilan. Tabungan dipandang sebagai alat untuk menjaga ketenangan hidup. Kebutuhan mungkin tidak sebanyak dulu, tapi tanggung jawab tetap ada. Tabungan di fase ini membantu menghadapi perubahan dengan lebih tenang. Bisa untuk kesehatan, keluarga, atau rencana masa depan yang ingin dijalani tanpa tekanan. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kebiasaan menabung. Setiap langkah kecil tetap memberi dampak. Mengapa Target Angka Sering Tidak Adil Target tabungan berbasis usia sering mengabaikan konteks. Dua orang dengan usia sama bisa punya kondisi finansial yang sangat berbeda. Membandingkan angka justru sering memicu rasa gagal yang tidak perlu. Pendekatan yang lebih sehat melihat tabungan sebagai alat bantu hidup. Selama tabungan berfungsi untuk memberi rasa aman dan fleksibilitas, nilainya sudah sesuai tujuan. Susun Target Tabungan Versi Pribadi Target tabungan sebaiknya disusun berdasarkan kebutuhan dan kemampuan. Pertanyaan yang bisa diajukan sederhana. Untuk apa tabungan ini disiapkan. Kapan kemungkinan digunakan. Seberapa sering bisa diisi. Dengan menjawab pertanyaan ini, target terasa lebih hidup dan relevan. Tabungan bukan lagi angka abstrak, tapi bagian dari rencana hidup yang nyata. Menabung di Tengah Dinamika Hidup Hidup jarang berjalan lurus. Ada masa stabil, ada masa penuh kejutan. Tabungan hadir untuk membantu kamu melewati dinamika ini. Di bulan tertentu, menabung terasa ringan. Di bulan lain, bertahan saja sudah cukup. Keduanya sah dan manusiawi. Selain itu, menabung sering dianggap kewajiban finansial. Padahal, ia juga bentuk menghargai diri sendiri. Kamu memberi perlindungan pada versi dirimu di masa depan. Sekecil apapun jumlahnya, tabungan menunjukkan bahwa kamu peduli pada keberlanjutan hidupmu sendiri. Sikap ini mencerminkan kedewasaan yang tidak selalu terlihat dari luar. Menghindari Perbandingan yang Melelahkan Media sosial sering menampilkan pencapaian finansial dalam bentuk angka besar. Tanpa sadar, ini memicu perbandingan yang melelahkan. Mengembalikan fokus ke kondisi sendiri membantu kamu lebih tenang. Tabunganmu tidak harus terlihat mengesankan di mata orang lain. Namun, bekerja untuk kebutuhanmu. Tabungan di neobank sebagai Opsi Praktis Mengelola tabungan kini semakin mudah dengan layanan perbankan digital. Tabungan di neobank dari Bank Neo Commerce memberi kemudahan untuk menyisihkan dana secara rutin dan memantau saldo kapan saja. Tabungan NOW di neobank merupakan tabungan tanpa biaya admin dengan bunga kompetitif. Bunga cair harian sesuai ketentuan yang berlaku. Tabungan digital ini bisa membantu kamu mulai menabung secara konsisten. Disclaimer: Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Jika ingin mempelajari produk tabungan yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW.

WSBP Penuhi Kewajiban Pembayaran CFADS Tahap VI Sesuai Jadwal Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 28 September 2025 | 18:00 WIB

WSBP Penuhi Kewajiban Pembayaran CFADS Tahap VI Sesuai Jadwal

Jakarta, katakabar.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) terus berupaya menunaikan kewajiban restrukturisasi sesuai dengan homologasi dan persetujuan pemegang saham. Hingga September 2025, WSBP telah melaksanakan pembayaran Cash Flow Available for Debt Services (CFADS) sesuai jadwal kepada para kreditur. Sesuai dengan perjanjian homologasi, pada 25 September 2025 lalu, WSBP kembali menunaikan pembayaran CFADS tahap VI sejumlah Rp110,75 miliar, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam kepatuhan dalam melaksanakan putusan serta menjaga kepercayaan kreditur. Hingga saat ini, WSBP telah melaksanakan pembayaran CFADS sebanyak enam tahap sebelumnya dengan total sebesar Rp541,74 miliar, yang terdiri dari Kreditur Perbankan (Tranche A) serta Kreditur Pemegang Obligasi dan Kreditur Dagang (Tranche B). Adapun pembayaran tahap enam ini dilakukan sebagai berikut: (1) Pembayaran bunga Kreditur Finansial (Perbankan) sebesar Rp36,88 miliar, (2) Pembayaran kupon Obligasi Waskita Beton Precast I & II Tahun 2022 sebesar Rp3,27 miliar, dan (3) Pembayaran kepada kepada Kreditur Dagang (Kreditur Dagang Aktif dan Kreditur Dagang Terdahulu) sebesar Rp70,61 miliar. “Ketepatan waktu pembayaran CFADS merupakan bukti kesungguhan WSBP dalam menjalankan seluruh kewajiban restrukturisasi yang telah disepakati. Kami bersyukur dapat terus memenuhi kewajiban ini dan berharap langkah konsisten tersebut dapat menjadi fondasi kepercayaan bagi para kreditur dan mitra usaha,” jelas Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, lewat keterangan resmi, Jumat siang. Terdapat pembayaran alokasi CFADS tambahan sebesar Rp1,59 miliar yang dibagi secara pro rata kepada seluruh kreditur. Alokasi CFADS tersebut bersumber dari dana hasil lelang aset non produktif (aset disposal) yang dilakukan Perseroan pada 25 April 2025. Selain itu, WSBP mencatat progres positif dalam agenda restrukturisasi. Per 31 Agustus 2025, perusahaan telah melakukan konversi utang kreditur dagang menjadi ekuitas (Tranche D) sebanyak lima tahap senilai Rp1,55 triliun atau setara 90,23% dari total utang yang akan dikonversi. Pada 12 Desember 2023, WSBP juga telah menyelesaikan konversi utang obligasi menjadi Obligasi Wajib Konversi (Tranche C) dengan nilai sebesar Rp1,85 triliun.

Demokrasi Naik Turun Harga Sesuai Selera Opini
Opini
Minggu, 24 November 2024 | 11:42 WIB

Demokrasi Naik Turun Harga Sesuai Selera

Oleh: Agung Marsudi, Duri Institute katakabar.com - Kampanye telah usai, pesta akan dimulai. Hiruk-pikuk dan orasi para calon selama bersosialisasi, bersilaturahmi di berbagai titik dan simpul di seantero negeri, tentu menyisakan banyak cerita yang mestinya dituliskan. Episode akhirnya, KBS bergoyang, SANDI sholawatan.

KPU Tetapkan Nomor Urut, Dua Paslon Akui Sesuai Harapan Politik
Politik
Selasa, 24 September 2024 | 10:15 WIB

KPU Tetapkan Nomor Urut, Dua Paslon Akui Sesuai Harapan

Pelalawan, katakabar.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pelalawan gelar Rapat Pleno Terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024 di halaman kantor KPU Komplek Perkantoran Bhakti Praja Pangkalan Kerinci, Senin (23/9) kemarin. Ketua KPU Pelalawan, Bapri Naldi mengatakan, di rapat pleno proses pengundian nomor urut dilaksanakan dengan transparansi penuh.

Layanan Beli Token ETH di Berbagai Jaringan Blockchain Lewat P2P Finance X CryptoWatch Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 05 Juli 2024 | 07:48 WIB

Layanan Beli Token ETH di Berbagai Jaringan Blockchain Lewat P2P Finance X CryptoWatch

Jakarta, katakabar.com - CryptoWatch.ID umumkan token Ethereum atau ETH tersedia dibeli melalui P2P Beli Finance di berbagai jaringan blockchain populer. Inovasi ini memungkinkan investor Indonesia untuk membeli ETH tidak hanya di jaringan Ethereum utama, tapi di jaringan Layer 2 dan blockchain lain yang kompatibel dengan EVM, termasuk Base Network, Polygon, Arbitrum, dan Binance Smart Chain atau BSC. Hal ini memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk memilih jaringan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, baik untuk biaya transaksi yang lebih rendah atau kecepatan yang lebih tinggi.