Termasuk 4 Profil Pelajar Manakah Siswa Anda? Singkap Perilaku Tersembunyi Saat Ujian Lewat Data Digital Pendidikan
Pendidikan
Jumat, 31 Juli 2026 | 11:07 WIB

Termasuk 4 Profil Pelajar Manakah Siswa Anda? Singkap Perilaku Tersembunyi Saat Ujian Lewat Data Digital

Jakarta, katakabar.com - Dalam sebuah studi yang menargetkan sebuah sekolah negeri di Indonesia, SPRIX Education Foundation melaksanakan TOFAS, sebuah tes perhitungan berbasis komputer. Dengan menganalisis data log digital secara real-time (waktu nyata), seperti kecepatan menjawab dan akurasi seiring berjalannya waktu, kami mengungkap bagaimana siswa berinteraksi dengan soal-soal ujian. Melalui penelitian ini, kami telah mengidentifikasi empat profil perilaku yang berbeda di antara para siswa, bahkan pada mereka yang mencapai nilai akhir yang serupa. Meskipun ujian tertulis tradisional secara efektif mengukur nilai yang dicapai siswa, ujian tersebut membuat proses sebenarnya mengenai bagaimana siswa berjuang selama ujian menjadi tidak terlihat. Dengan mengalihkan fokus dari nilai akhir ke proses pengerjaan ujian, pendekatan berbasis data ini mengidentifikasi hambatan belajar yang mendasarinya. Memberdayakan para pendidik dengan wawasan diagnostik ini memungkinkan sekolah untuk bergerak melampaui umpan balik yang seragam, serta memberikan bimbingan yang sangat personal dan berorientasi pada proses, yang disesuaikan dengan kebutuhan unik masing-masing siswa. 1. Perjuangan Tersembunyi di Balik Nilai Ujian Serupa Ujian tertulis tradisional sangat efektif untuk mengukur nilai yang dicapai siswa, tetapi ujian ini sebagian besar tidak memperlihatkan proses sebenarnya mengenai bagaimana siswa berjuang saat mengerjakannya. Apakah mereka kehabisan waktu? Apakah mereka panik dan asal menebak? Apakah mereka menyerah begitu saja pada topik yang rumit? Untuk mengungkap hambatan belajar yang tersembunyi ini, SPRIX Education Foundation melakukan sebuah studi menggunakan Test of Fundamental Academic Skills (TOFAS) —sebuah penilaian perhitungan dasar digital berdurasi 40 menit— di sebuah sekolah negeri di Indonesia. Dengan melacak data log digital secara real-time (waktu nyata) seperti kecepatan menjawab dan tingkat jawaban kosong, penelitian ini mengungkapkan kenyataan yang jelas: Meskipun siswa mencapai nilai yang serupa, perilaku mereka yang sebenarnya saat ujian dan tantangan manajemen waktu yang mereka hadapi bisa sangat berbeda. Untuk menavigasi temuan ini, laporan ini disusun menjadi tiga bagian. Pertama, kami menguraikan empat profil pelajar berbeda yang diidentifikasi melalui analisis kami. Kedua, kami menyajikan bukti empiris —metrik digital spesifik selama durasi 40 menit— yang memvalidasi kelompok-kelompok ini. Terakhir, kami mendiskusikan bagaimana wawasan diagnostik ini dapat mengubah instruksi dari sekadar umpan balik yang seragam menjadi dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. 2. Empat Profil Pelajar yang Diidentifikasi Melalui Data  Melalui analisis terhadap 165 siswa kelas 8, kami menemukan perilaku siswa dalam mengerjakan ujian diklasifikasikan ke dalam empat pola berbeda yang ditunjukkan pada Gambar 1. Penilaian ini berupa ujian digital berdurasi 40 menit yang terdiri dari 60 pertanyaan; detail lebih lanjut mengenai konten ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya. Berikut adalah pandangan lebih dekat mengenai karakteristik unik dari masing-masing profil:  Profil A (Penjawab Stabil)  Performa: Tinggi (Nilai Rata-rata: 81,1% / 60 siswa).  Perilaku: Kecepatan yang stabil dan terkontrol di sepanjang ujian, tetapi membiarkan pertanyaan yang sangat rumit kosong di bagian paling akhir.  Profil B (Kesulitan Waktu)  Performa: Menengah-Rendah (Nilai Rata-rata: 42,9% / 66 siswa).  Perilaku: Terburu-buru di menit-menit terakhir, dan tingkat jawaban kosong terus meningkat seiring bertambah rumitnya topik. Profil C (Penebak Cepat) Performa: Menengah-Rendah (Nilai Rata-rata: 39,6% / 17 siswa).  Perilaku: Lonjakan kecepatan menjawab yang tiba-tiba di pertengahan ujian, dengan hampir tidak ada jawaban kosong meskipun akurasinya menurun.  Profil D (Cepat Menyerah) Performa: Rendah (Nilai Rata-rata: 29,9% / 22 siswa).  Perilaku: Kecepatan awal yang sangat cepat, namun akurasinya sangat rendah di sepanjang ujian. 3. Bukti: Melacak 40 Menit Perilaku Pengerjaan Ujian Apa yang diselesaikan oleh para siswa? Studi ini menggunakan TOFAS Level 5, sebuah penilaian perhitungan dasar digital yang menggabungkan format pilihan ganda dan isian bebas. Dalam durasi 40 menit, para siswa mengerjakan 60 pertanyaan yang mengevaluasi lima topik matematika yang berbeda: 1. Bilangan Positif dan Negatif [misalnya, -7+6 dan (+28)÷(-4)] 2. Bentuk Aljabar [misalnya, 4x×(-6) dan (9x-1)-(-2x-8)]  3. Persamaan [misalnya, x+6 = 2 dan -4x+34 = -5+9x]  4. Ekspresi Dasar [misalnya, 4a-b+2a+3b dan 3(4x-3y)-5(x-4y)]  5. Sistem Persamaan [misalnya, 3x-2y=14 & 2x+2y=6] Bagaimana profil-profil ini diidentifikasi? Menggunakan data log TOFAS, yang direkam setiap 2 menit, kami menggabungkan tingkat akurasi kumulatif dan kecepatan menjawab siswa ke dalam interval 10 menit (Q1, Q2, Q3, dan Q4). Daripada membagi siswa berdasarkan kriteria subjektif atau sekadar ambang batas nilai, kedua metrik deret waktu ini dianalisis menggunakan teknik pembelajaran mesin statistik yang dikenal sebagai Latent Profile Analysis (LPA). Lebih lanjut, setelah profil terbentuk, kami memeriksa tingkat jawaban kosong mereka di kelima topik matematika tersebut untuk menguraikan karakteristik masing-masing kelompok. Data spesifik yang mendorong terbentuknya masing-masing profil, yang digabungkan dalam Gambar 2 —yang melacak (a) akurasi kumulatif, (b) kecepatan menjawab dari waktu ke waktu, dan (c) tingkat jawaban kosong di lima topik matematika— dirinci di bawah ini:  Profil A (Penjawab Stabil / Nilai Rata-rata: 81,1% / 60 siswa) Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2 (a), siswa-siswa ini mempertahankan tingkat akurasi yang tinggi sepanjang ujian, mencapai 85,6% pada menit ke-40. Gambar 2 (b) menunjukkan kecepatan menjawab yang stabil dan terkontrol sekitar 1,5 pertanyaan per menit. Gambar 2 (c) mengungkapkan bahwa kelompok ini mencatat tingkat kekosongan 16,8% pada topik terakhir (Sistem Persamaan). Pola ini menunjukkan bahwa siswa berprestasi tinggi ini mungkin memprioritaskan akurasi daripada sekadar menyelesaikan semua soal, membiarkan pertanyaan yang sangat rumit tetap kosong alih-alih mengandalkan tebakan acak saat waktu hampir habis. Profil B (Kesulitan Waktu / Nilai Rata-rata: 42,9% / 66 siswa) Gambar 2 (b) menunjukkan peningkatan tajam dalam kecepatan menjawab mereka pada 10 menit terakhir (mencapai sekitar 2,45 pertanyaan/menit). Akibatnya, akurasi kumulatif mereka turun menjadi 46,1% pada Gambar 2 (a). Mengenai Gambar 2 (c), tingkat jawaban kosong mereka terus meningkat seiring berjalannya topik, mencapai 9,8% pada topik terakhir. Tren peningkatan ini, dikombinasikan dengan kecepatan akhir yang terburu-buru, mungkin menunjukkan bahwa siswa-siswa ini pada awalnya mencoba mengerjakan pertanyaan tanpa melewatinya, tetapi saat waktu semakin mendesak, mereka semakin sering melewati soal-soal rumit sambil secara bersamaan mempercepat ritme mereka untuk menyelesaikan pertanyaan yang tersisa. Profil C (Penebak Cepat / Nilai Rata-rata: 39,6% / 17 siswa) Gambar 2 (b) mengungkapkan bahwa kecepatan menjawab mereka melonjak tajam pada interval 20–30 menit. Namun, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2 (a), akurasi mereka menurun pada periode yang sama. Lebih lanjut, Gambar 2 (c) menunjukkan bahwa tingkat jawaban kosong mereka tetap mendekati nol (1,0% pada topik terakhir). Kombinasi kecepatan yang sangat tinggi, jawaban kosong yang nyaris nol, dan penurunan drastis pada akurasi kumulatif ini mungkin mengindikasikan "menebak dengan cepat" —sebuah perilaku di mana siswa berhenti memecahkan masalah secara sungguh-sungguh saat menghadapi konsep yang rumit dan dengan cepat memasukkan jawaban acak hanya agar dapat melewati ujian. Sebagai hasilnya, mereka pada dasarnya selesai lebih awal, yang menyebabkan aktivitas pengerjaan ujian yang sangat minim pada interval 10 menit terakhir. Profil D (Cepat Menyerah / Nilai Rata-rata: 29,9% / 22 siswa) Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2 (a), akurasi kumulatif mereka konsisten menjadi yang terendah di antara semua kelompok sepanjang ujian berlangsung. Terlepas dari akurasi yang rendah ini, Gambar 2 (b) mengungkapkan bahwa kecepatan menjawab mereka pada interval 0–10 (Q1) dan 10–20 (Q2) menit sebenarnya adalah yang tercepat di antara semua kelompok, sebelum turun tajam setelahnya. Kombinasi kecepatan awal yang paling cepat dan akurasi terendah ini menunjukkan bahwa siswa-siswa tersebut terburu-buru dalam mengerjakan soal-soal awal tanpa perhitungan yang memadai. 4. Dari "Belajar Lebih Keras" Menjadi Dukungan yang Disesuaikan Dengan ujian tertulis tradisional, nilai yang rendah biasanya menghasilkan saran yang seragam, seperti "belajar lebih keras" atau "lakukan lebih banyak latihan soal.". Namun, setelah profil siswa diidentifikasi melalui data proses digital, para guru dapat menerapkan pendekatan pengajaran yang sama sekali berbeda bahkan untuk siswa dengan nilai rendah yang serupa. Sebagai contoh, Profil A (Penjawab Stabil) dapat didorong untuk mencoba menyelesaikan soal-soal matematika yang lebih rumit dan aplikatif, sembari menerima panduan tentang strategi alokasi waktu untuk ujian-ujian penting; selain itu, terus melanjutkan latihan soal dasar juga sangat dianjurkan guna meningkatkan kecepatan berhitung mereka agar mereka dapat menyelesaikan seluruh ujian tepat waktu. Profil B (Kesulitan Waktu) dapat memperoleh manfaat dari pendekatan ganda: mempraktikkan latihan dasar untuk meningkatkan kecepatan perhitungan inti mereka, bersama dengan saran mengenai alokasi waktu sehingga mereka tidak terburu-buru saat berada di bawah tekanan waktu. Untuk Profil C (Penebak Cepat), data berfungsi sebagai indikator diagnostik, yang memungkinkan para guru untuk menentukan konsep-konsep spesifik di mana siswa kemungkinan besar kehilangan fokus. Sementara itu, Profil D (Cepat Menyerah) menandakan adanya potensi kebutuhan untuk mengulang kembali konsep-konsep dasar untuk mencegah rasa frustrasi di awal dan membantu mereka membangun kembali kepercayaan diri melalui langkah-langkah yang dapat dicapai. Dengan cara ini, data penilaian digital tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai sistem pendukung yang memperingatkan para guru akan hambatan-hambatan yang mendasari permasalahan siswa. Harus diakui, keempat profil yang diidentifikasi dalam studi awal ini hanya mewakili klasifikasi dasar yang luas. Seiring dengan semakin banyaknya siswa secara global yang berpartisipasi dalam penilaian digital ini, kumpulan data yang terus berkembang akan memungkinkan kita untuk menemukan pola perilaku yang lebih rinci. Memperluas penelitian ini untuk menganalisis data besar (big data) pada skala yang lebih luas pada akhirnya akan memberikan sebuah alat yang ampuh untuk memberdayakan para guru di seluruh dunia dalam memberikan pengajaran yang sangat dipersonalisasi.

BMS PHR Tumbuhkan Asa Generasi Bangsa Lewat Zakat Pekerja Zona Rokan Rp120 Juta untuk Ratusan Siswa Riau
Riau
Senin, 20 Juli 2026 | 13:10 WIB

BMS PHR Tumbuhkan Asa Generasi Bangsa Lewat Zakat Pekerja Zona Rokan Rp120 Juta untuk Ratusan Siswa

Bengkalis, katakabar.com -  Langkah anak-anak sekolah di Duri kini terasa lebih ringan menyambut tahun ajaran baru 2026-2027. Di balik riuh dan senyum ceria generasi penerus bangsa tersebut, ada harapan baru yang tumbuh. Melalui program Bantuan Masuk Sekolah, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Pengurus Badan Kesejahteraan (BK) Masjid Agung Ushuluddin (MAU) dan Masjid Raya Makarimul Akhlak (MASRA) berkolaborasi dengan Energi Kebaikan Rokan salurkan dana zakat senilai Rp120 juta untuk memastikan 181 anak dari tingkat SD hingga SMA dapat terus mengenyam mimpi di bangku sekolah. Dana bantuan yang bersumber dari zakat jamaah kedua masjid tersebut berhasil menjaring 205 pendaftar, hingga akhirnya ditetapkan 181 anak yang berhak menerima manfaat. Bantuan ini didistribusikan secara merata untuk jenjang SMA sebanyak 101 anak, jenjang SMP 70 anak, dan jenjang SD sebanyak 10 anak. Zakat tersebut disalurkan lewat LAZ Energi Kebaikan Rokan ke sekitar wilayah Operasi PHR. Manager Relations Zona Rokan PHR, Rudi Arief, menyampaikan kolaborasi ini bentuk nyata kepedulian pekerja PHR dan jamaah masjid yang mayoritas adalah Perwira PHR terhadap keberlanjutan masa depan generasi muda di sekitar wilayah operasi. "Kami percaya pendidikan adalah kunci menggapai kesuksesan. Melalui kolaborasi bersama pengurus masjid, kami ingin memastikan anak-anak kita tidak terkendala biaya saat memasuki gerbang sekolah baru. Semoga bantuan ini memicu semangat mereka untuk belajar lebih giat dan berprestasi," kata Rudi Arief. Wakil ketua BK Masjid Agung Ushuluddin, Eko Januardi, mengutarakan rasa syukurnya atas penyaluran zakat jamaah yang tepat sasaran dan produktif ini. "Alhamdulillah, amanah penyerahan zakat dari jamaah telah kami salurkan kepada anak-anak yang berhak. Kemitraan bersama PHR membuat jangkauan program ini menjadi lebih terstruktur dan menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk perlengkapan sekolah," timpalnya. Wakil Direktur Energi Kebaikan Rokan, Hengky Darma Satria, aminkan Januardi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi. "Kami berterima kasih kepada seluruh Jamaah MAU dan MASRA karena sudah dipercaya untuk menyalurkan zakat nya melalui Energi Kebaikan Rokan, melalui kolaborasi ini tentu nya banyak yang mendapatkan manfaat dan mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi Jamaah Masjid dan Komunitas lain nya untuk peduli dengan kondisi lingkungan sekitar," jelasnya. Acara penyerahan yang berlangsung khidmat di SMAN 4 Mandau ini ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis bantuan kepada perwakilan siswa di tingkat SMA. Penyerahan bantuan ini bukan sekadar akhir dari sebuah seremonial, melainkan awal dari perjalanan panjang anak-anak sekolah untuk menjemput impian mereka. Melalui tetesan Energi Kebaikan ini, terselip doa dan harapan besar agar kelak, para penerima manfaat hari ini akan tumbuh menjadi generasi penerus yang mandiri, berakhlak mulia, dan siap berganti peran menjadi pemberi manfaat bagi sesama di masa depan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

'Sawit Baik Sahabat Kita' Jadi Tema Saat BPDP Kenalkan Sawit Pada Siswa SD di Bali Sawit
Sawit
Jumat, 05 Juni 2026 | 16:10 WIB

'Sawit Baik Sahabat Kita' Jadi Tema Saat BPDP Kenalkan Sawit Pada Siswa SD di Bali

Bali, katakabar.com - Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkeu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP)  edukasi perkebunan kepada siswa sekolah dasar, di SD Negeri 29 Dangin Puri, Denpasar, Bali, usung tema “Sawit Baik Sahabat Kita". Kegiatan ini bagian dari upaya BPDP dalam meningkatkan literasi dan pemahaman generasi muda mengenai komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit, melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang terdiri atas siswa, guru, dan karyawan sekolah. Turut hadir Kepala Sekolah SD Negeri 29 Dangin Puri Denpasar, pendongeng anak, serta perwakilan BPDP. Sejak awal kegiatan, suasana terlihat penuh antusiasme. Para siswa mengikuti rangkaian acara dengan semangat melalui berbagai aktivitas interaktif yang dirancang agar materi mudah dipahami sekaligus menyenangkan bagi anak-anak. Kepala Divisi Kerja Sama dan Kelembagaan BPDP, Aida Fitria, menjelaskan kelapa sawit memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat melalui berbagai produk turunannya, mulai dari kebutuhan rumah tangga, makanan, kosmetik, hingga bahan bakar biodiesel. Menurutnya, masyarakat menggunakan produk berbasis sawit hampir sepanjang hari tanpa menyadarinya. Selain itu, ia menegaskan kelapa sawit komoditas strategis nasional yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, pembangunan daerah, dan menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia, khususnya petani. Di kegiatan BPDP memperkenalkan peran lembaga dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan nasional. Melalui berbagai program, BPDP berupaya meningkatkan produktivitas petani sawit, mendukung riset dan inovasi, menyediakan program beasiswa, serta memperluas kegiatan edukasi guna meningkatkan literasi masyarakat terhadap sektor perkebunan Indonesia. Kegiatan edukasi dilanjutkan dengan sesi dongeng interaktif yang dibawakan Kak Ni Luh Wanda Putri Pradanti melalui pembacaan komik edukasi Sawit Baik Sahabat Kita. Komik ini salah satu dari tiga komik edukatif yang diluncurkan BPDP pada tahun 2026 untuk memperkenalkan komoditas perkebunan kepada anak-anak, yakni kelapa sawit, kelapa, dan kakao. Disusun dengan bahasa yang sederhana, ilustrasi yang menarik, serta format bilingual, komik tersebut dirancang sebagai media pembelajaran yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi siswa. Melalui cerita, permainan, dan kuis interaktif, para siswa diajak mengenal proses perjalanan kelapa sawit, mulai dari budidaya di kebun hingga menjadi berbagai produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang komunikatif dan partisipatif tersebut membuat proses pembelajaran berlangsung lebih menarik, sekaligus membantu siswa memahami manfaat kelapa sawit secara lebih mudah. Kepala Sekolah SD Negeri 29 Dangin Puri, Ni Kompiang Wirati, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi sejak dini mengenai komoditas perkebunan menjadi langkah yang baik untuk memperluas wawasan generasi muda. Melalui kegiatan ini, BPDP berharap generasi muda dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai fakta dan manfaat kelapa sawit, meningkatkan apresiasi terhadap kerja keras para petani, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan sumber daya alam Indonesia. Ke depan, BPDP akan terus memperluas kegiatan edukasi serupa ke berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi publik yang inklusif dan berkelanjutan.

Hadir di Pensi dan Pelepasan Murid Kelas 12 Smandel, Ini Petuah Camat Mandau ke Siswa dan Ortu Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:52 WIB

Hadir di Pensi dan Pelepasan Murid Kelas 12 Smandel, Ini Petuah Camat Mandau ke Siswa dan Ortu

Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi, didampingi Lurah Air Jamban, Rifky Ellyaningsih, hadi di acara Pentas Seni sekaligus pelapasan siswa dan siswi kelas 12 tahun pembelajaran 2025-2026, SMAN 8 populer bernama Smandel Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau yang digelar di pelataran sekolah, Rabu (13/5) siang. Tampak Kepala SMAN 8 Kecamatan Mandau, Sundakir bersama par Kepala Sekolah SMA Negeri dan Swasta yang ada di Duri, saat ini meliputi empat kecamatan, yakni Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, dan Talang Muandau, dudu sejejar bersama Camat Mandau, dan Lurah Air Jamban menghadap ke pentas. Sementara, para guru, staf, dan seratusan orang tua atau wali murid  tampak semangat mengikuti acara demi acara yang di kemas panitia seapik mungkin. Acara Pensi sekaligus pelepasan siswa dan siswi tahun pembelajaran 2025-2026 Smandel berlangsung meriah tetapi penuh haru. Suasana kekeluargaan terasa kental antara siswa dengan guru, dan orang tua atau wali siswa yang hadir dengan guru warnai agenda tahunan sekolah. Berbagai penampilan dari siswa hipnotis para tamu undangan mulai dari penampilan pembacaan Kalam Allah SWT, Doa, Tari Persembahan khas Negeri Melayu menyambut tetamu undangan, Penyanyi Solo, Band, hingga Tor Tor menggambarkan adat dan budaya Bhinneka Tunggal Ika. "Sudah tiga tahun belakangan ini anak-anak Duri tidak ada yang melanjutkan pendidikan ke Institut Pemerintahan Dalam Negari (IPDN)," ujar sosok Camat yang consent dengan pendidikan generasi muda ini. Tetapi, cerita Riki, Alhamdulillah ada dua orang anak Duri bakal tamat IPDN. Untuk itu, harap mantan Lurah Air Jamban ini, kepada adik-adik yang tamat tahun 2025-2026 ini geli dalam memilih pergurun tinggi sesuaikan dengan jurusan yang diinginkan. Menurut Camat Mandau, memilih perguruan tinggi sesuai jurusan yang diinginkan sangat penting, sebab berkaitan dengan karir masa depan adik-adik sebagai estafet kepemimpinan di masa depan. Kalau adik-adik salah dalam memilih perguruan tinggi dan jurusan, terang Riki, bisa fatal bagi keberlanjutan pendidikan di era globalisasi di mana persaingan begitu ketat dan tantangan begitu berat. Narkoba Musuh Bersama Camat Mandau, Riki Rihardi, selain memberi motivasi kepada ratusan siswa dan siswi Smandel Kecamatan Mandau yang tamat tahun pembelajaran 2025-2026 untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggj. Ia juga mengingatkan bahaya laten narkoba khususnya kepada siswa dan siswi, dan umumnya kepada generasi muda Duri, Kabupaten Bengkalis. 'Narkoba musuh bersama', saat ini kepolisian sedang gencar memberantas narkoba sehingga tidak ada tempat lagi bagi pemakai, pengedar, dan bandar. "Apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada kepolisian telah bekerja keras dalam memberantas narkoba," sebutnya. Kepada para orang tua, dan masyarakat umumnya, imbau Camat Mandau, mari jaga anak-anak kita dari bahaya laten narkoba, sebab jika anak-anak kita sudah terpapar narkoba masa depannya pasti terancam. "Keluarga adalah benteng terakhir bagi anak-anak kita agar terhindar dari bahaya laten narkoba," tegas Camat Mandau lagi seraya mengingatkan betapa dahsyatnya narkoba bagi generasi muda bangsa.

Bangga Bawa Warisan Nusantara, Siswa SMPN 1 Ujungbatu Berlaga di Festival Tunas Bahasa Ibu Pendidikan
Pendidikan
Selasa, 28 April 2026 | 22:14 WIB

Bangga Bawa Warisan Nusantara, Siswa SMPN 1 Ujungbatu Berlaga di Festival Tunas Bahasa Ibu

Ujungbatu, katakabar.com – Di tengah semarak peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026, hadir sebuah momen indah yang menyatukan ilmu pengetahuan dengan cinta pada budaya sendiri. Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Rokan Hulu menjadi panggung megis yang mempertemukan talenta muda untuk kembali merawat akar bahasa dan tradisi yang telah lama ditanam oleh leluhur. Sebagai wakil terbaik dari Kecamatan Ujungbatu, putra-putri SMP Negeri 1 Ujungbatu tampil penuh percaya diri, siap mengukir nama harum dan mempersembahkan penampilan terbaik demi menjaga kekayaan kearifan lokal agar tidak tergerus oleh zaman. Tiga siswa berprestasi yang dipercaya untuk bertanding, adalah Vicky Adira Lesmana yang akan menampilkan keelokan Aksara Melayu, Khayyirah Lubna Hasanah yang akan menyuarakan gagasan cerdas lewat Pidato Bahasa Daerah, serta Awaliah Azzahra Irawan yang akan memukau hadirin dengan seni bercerita atau Mendongeng. Mereka semua berjalan di bawah bimbingan penuh kasih dan ilmu dari pelatih setia, Khairanisa Sutamina, S.Pd. Kepala Sekolah SMPN 1 Ujungbatu, Berlian Siregar, S.Ag, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Rokan Hulu yang telah dengan tulus menaja acara bermakna ini. "Kami sangat mengapresiasi upaya pemerintah yang telah menaja acara ini dalam rangka Hardiknas. Melalui kegiatan seperti inilah, bahasa daerah kita akan semakin dikenal luas, dicintai generasi muda, dan terjaga kelestariannya selamanya," ujarnya penuh hangat kepada katakabar.com, Selasa (28/4). Lebih dalam, ia menitipkan harapan besar agar sekolahnya senantiasa menjadi institusi yang tidak hanya mencetak juara di atas panggung, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter yang kokoh. "Semoga sekolah kami senantiasa menjadi tempat yang tidak hanya mencetak prestasi di atas panggung kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter yang kokoh bagi anak-anak bangsa agar kelak tumbuh menjadi generasi penerus yang sukses, berbudaya, dan selalu bangga akan identitas serta akar budaya mereka sendiri," harapnya tulus. Semoga setiap langkah mereka dimudahkan oleh Sang Pencipta, hati dipenuhi keyakinan, dan pulang membawa hasil yang gemilang sebagai bukti nyata cinta pada bahasa ibu.

LearningRoom dan Disdik Batola Evaluasi Program 8.713 Siswa Aktif dan Rencana SEF 2026 Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 04 Maret 2026 | 16:10 WIB

LearningRoom dan Disdik Batola Evaluasi Program 8.713 Siswa Aktif dan Rencana SEF 2026

Batola, katakabar.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala (Disdik Batola) bersama tim LearningRoom gelar Evaluasi Pelaksanaan Program dan Pelatihan Teknis Penggunaan Media Pembelajaran Digital Bahasa Inggris di Aula Serba Guna Disdik Batola, Kamis (13/2) lalu. Kegiatan yang diikuti 40 guru Bahasa Inggris SMP se Kabupaten Batola ini menjadi momentum mematangkan digitalisasi pembelajaran di daerah. Kepala Disdik Batola, Mas Aryansyah, S.ST., M.Kom., menegaskan komitmennya mendorong guru agar adaptif terhadap teknologi. "Guru Bahasa Inggris di Batola harus menjadi garda terdepan dalam pemanfaatan teknologi. Program LearningRoom ini bukan sekadar alat, tetapi jembatan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran," ujarnya. Momen ini juga menandai pengimplementasian untuk 62 sekolah SMP se Kabupaten Batola, atau sebanyak 8.713 siswa aktif mulai menggunakan platform pembelajaran LearningRoom. Angka yang menunjukkan tingginya antusiasme dunia pendidikan Batola dalam mengadopsi teknologi pembelajaran berbasis digital. Dalam sesi evaluasi, para guru memberikan masukan terkait kendala jaringan di sekolah pinggiran. Menanggapi hal ini, tim LearningRoom telah menyediakan fitur akses offline untuk guru dan murid, sehingga proses pembelajaran tetap lancar tanpa tergantung koneksi internet. Di kegiatan yang sama, Disdik Batola umumkan program sertifikasi internasional Bahasa Inggris gratis menggunakan platform English Score (by British Council), mitra resmi LearningRoom, untuk meningkatkan kompetensi guru. Selain itu, Disdik juga menginformasikan rencana Barito Kuala Student English Fest yang akan digelar pada Mei 2026 sebagai ajang unjuk kebolehan siswa dalam berbahasa Inggris. "Barito Kuala Student English Fest adalah puncak dari program ini. Kami ingin menunjukkan bahwa guru dan siswa Batola siap bersaing secara global," ucap Mas Aryansyah. Dengan evaluasi berkelanjutan dan solusi teknis adaptif, Disdik Batola dan LearningRoom optimistis menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang inklusif dan bermutu di Kabupaten Barito Kuala.

Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI Edukasi Siswa SDN 05 Jayapura Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini Riau
Riau
Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:00 WIB

Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI Edukasi Siswa SDN 05 Jayapura Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini

Siak, katakabar.com - Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus FMIPA Universitas Riau Tahun 2026 laksanakan kegiatan edukasi literasi keuangan dasar bagi siswa SDN 05 Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sabtu (31/). Angkat tema “Literasi Keuangan dan Upaya Pengentasan Kemiskinan Sejak Dini” ini diikuti sekitar 20 siswa kelas VI SD umur 11 hingga 12 tahun, dengan pendampingan guru. Edukasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman awal kepada peserta mengenai pengelolaan keuangan sederhana, khususnya membiasakan perilaku menabung sejak usia dini. Literasi keuangan dipandang sebagai salah satu aspek penting pembangunan sumber daya manusia. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak dini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membentuk perilaku finansial yang sehat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan dalam jangka panjang. Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 1, No Poverty, yang menekankan pentingnya upaya penghapusan kemiskinan melalui peningkatan kapasitas dan edukasi masyarakat. Materi disampaikan mahasiswa Kukerta Universitas Riau dengan metode penyampaian sederhana, dan mudah dipahami anak-anak. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan lokakarya menabung kreatif, yakni praktik pembuatan celengan sebagai sarana pembelajaran aplikatif. Ketua Kelompok Kukerta Berdampak Khusus FMIPA UNRI, M. Daffa Mixsie, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda. “Literasi keuangan sejak dini investasi jangka panjang. Dengan membiasakan anak-anak mengelola keuangan secara sederhana, kita sedang membangun generasi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan,” jelasnya. Mahasiswa Kukerta berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta serta mendorong terbentuknya kebiasaan menabung di lingkungan sekolah. "Edukasi literasi keuangan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung pembangunan generasi muda yang berdaya dan berkelanjutan," terang Daffa.

Selamatkan Lingkungan, Satreskrim Polres Kepulauan Meranti Tanam Bibit Pohon di Sekolah Hukrim
Hukrim
Minggu, 14 Desember 2025 | 14:35 WIB

Selamatkan Lingkungan, Satreskrim Polres Kepulauan Meranti Tanam Bibit Pohon di Sekolah

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Meranti taja sosialisasi program Green Policing Polres Kepulauan Meranti, di Taman Kanak Kanak (TK) Yayasan Eka yang berada di kawasan Jalan terubuk Kelurahan Selatpanjang Kota Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti Sabtu (13/12) kemarin. Di kegiatan itu personel Satreskrim Polres Kepulauan Meranti edukasi siswa peduli lingkungan dan kegiatan penanaman bibit pohon di lingkungan sekolah. "Sasarannya siswa TK Yayasan Eka. Selain edukasi, kita ajak siswa agar peduli lingkungan dari rumah dan lingkungan sekolah. Dengan melakukan kegiatan interaktif angkat tema peduli lingkungan dilaksanakan penanaman tiga bibit pohon Mangga di lingkungan Sekolah," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, AKP Roemin Putra. Menurutnya, adapun jonsep Green Policing sebagai pendekatan strategis, dan humanis menjaga ketertiban sosial, serta keberlanjutan lingkungan hidup, sekaligus menghadirkan pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman, dan krisis lingkungan. "Green Policing jawaban atas tantangan zaman seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, karhutla, hingga patologi sosial berbasis ekonomi dan ekologi," jelasnya. Kegiatan Green Policing ini, ulasnya, menjadi kebijakan Kapolda Riau dalam bentuk kegiatan edukasi perlindungan lingkungan dengan melakukan penanaman pohon di sekolah sekolah dan pantai wilayah Kepulauan Meranti. Jadi, tambahnya, sebagai langkah melaksanakan kegiatan program Green policing Polres Kepulauan Meranti di sekolah-sekolah, yakni dengan melakukan kegiatan viralisasi kegiatan program Green Policing.

Sempena HGN 2025, Polres Kepulauan Meranti Gelar Green Policing Edukasi Peduli Lingkungan Riau
Riau
Selasa, 25 November 2025 | 16:25 WIB

Sempena HGN 2025, Polres Kepulauan Meranti Gelar Green Policing Edukasi Peduli Lingkungan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bhabinkamtibmas Polres Kepulauan Meranti gelar Green Policing di dua lokasi, Selasa (25/11) pagi. Selain itu, Polres Kepulauan Meranti melakukan kegiatan sosialisasi edukasi peduli lingkungan dan kegiatan penanaman bibit pohon Mangga di halaman SD N 24 Jalan Yossudarso Kelurahan Selatpanjang Kota, serta penanaman bibit pohon Mangga di Sekolah SMP Negeri 4 Rangsang Desa Tanjung Medang Kecamatan Rangsang. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa melalui Bhabinkamtibmas Selatpanjang Selatan Polsek Tebing Tinggi, Aipda Solehudin bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Timur, Brigadir Ade Fadli, menyampaikan di kegiatan tersebut melibatkan siswa dan sisiwi SD Negeri 24 Kelurahan Selatpanjang Kota. Mereka diedukasi perihal kegiatan peduli lingkungan dari rumah dan lingkungan sekolah. "Kami nelakukan kegiatan interaktif dengan tema peduli lingkungan, Melakukan penanaman bibit pohon Mangga di lingkungan SD N 24 Selatpanjang Konsep Green Policing sebagai pendekatan strategis, dan humanis menjaga ketertiban sosial, untuk keberlanjutan lingkungan hidup," ujar Bhabinkamtibmas Selatpanjang Selatan Polsek Tebing Tinggi, Aipda Solehudin. Menurut Aipda Solehudin, konsep Green Policing untuk menghadirkan pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman dan krisis lingkungan. Sementara, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Medang dan Desa Sungai Gayung Kiri, Bripka J M Pajaitan, menimpali Polres Kepualauan Meranti meneruskan program Kapolda Riau bentuk kegiatan edukasi perlindungan lingkungan dan penanaman pohon di halaman sekolah di wilayah Kabuapaten Kepulauan Meranti. Babinsa Desa Tanjung Medang, Koptu Masra, menyatakab kami melaksanakan Kegiatan berama unsur sekolah Melaksanakan kegiatan Edukatif perihal kegiatan peduli lingkungan mulai dari rumah, sekolah,lingkungan perkantoran dan sekitarnya. "Melakukan kegiatan pemberian bibit pohon Mangga angkat tema Peduli lingkungan, dan melakukan penanaman bibit pohon Mangga di Halaman sekolah SMP N 4 Rangsang Kepulauan Meranti," ucapnya. Dalam pada itu, Polres Kepulauan Meranti Gelar Bakti Sosial Penanaman Pohon Mangrove sempena HUT PGRI ke 80 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di Parit Besar Desa Kedabu Rapat Kecanatan Rangsang Pesisir Kabupetan Kepulauan Meranti.