PMII Riau Soroti Sepuluh Persoalan Strategis Tentukan Arah Pembangunan Daerah Riau
Riau
Selasa, 22 September 2026 | 07:31 WIB

PMII Riau Soroti Sepuluh Persoalan Strategis Tentukan Arah Pembangunan Daerah

Pekanbaru, katakabar.com - Arah pembangunan Riau dinilai tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Persoalan lingkungan, konflik agraria, tata kelola sumber daya alam, pengelolaan anggaran, ketimpangan infrastruktur hingga kualitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah. Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau merangkum persoalan tersebut dalam 10 isu strategis yang dinilai penting untuk menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah. Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengatakan pemetaan tersebut merupakan bagian dari upaya PMII membaca persoalan Riau secara lebih utuh. Menurutnya, berbagai persoalan daerah tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan dapat memengaruhi kualitas pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. “Kami tidak ingin melihat persoalan Riau secara parsial. Karhutla berkaitan dengan tata kelola lahan, konflik agraria berkaitan dengan kepastian hukum, sementara pertumbuhan ekonomi juga harus dilihat dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Ghulam. Sepuluh isu yang menjadi perhatian PMII Riau meliputi lingkungan dan karhutla; konflik agraria dan HGU; tata kelola sumber daya alam dan hilirisasi; APBD dan transparansi anggaran; BUMD dan optimalisasi PAD; pemerataan infrastruktur; tenaga kerja lokal; pendidikan dan kualitas SDM; penegakan hukum serta perlindungan kelompok rentan; dan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Karhutla Tak Cukup Ditangani Saat Api Muncul Persoalan kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu perhatian utama PMII Riau. Organisasi mahasiswa tersebut menilai penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman ketika kebakaran telah terjadi. Menurut Ghulam, pencegahan, deteksi dini, pengawasan kawasan rawan, penegakan hukum, restorasi gambut dan pelibatan masyarakat harus ditempatkan sebagai satu rangkaian kebijakan. PMII Riau juga menilai pendekatan Green Policing perlu terus diperkuat dengan ukuran keberhasilan yang konkret. “Green Policing harus diterjemahkan ke dalam kerja yang terukur. Bukan hanya bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana mencegah kebakaran, memastikan kawasan rawan diawasi dan memastikan ada penegakan hukum ketika terjadi pelanggaran,” ucapnya. PMII mendorong penguatan sistem peringatan dini, optimalisasi pemantauan titik panas, pengawasan terhadap perusahaan pemegang konsesi, restorasi kawasan gambut terdegradasi serta penguatan koordinasi penanganan karhutla hingga tingkat kabupaten dan desa. Konflik Agraria dan HGU Perlu Data Terbuka Selain persoalan lingkungan, konflik agraria juga dinilai masih menjadi tantangan besar pembangunan Riau. Konflik yang berkaitan dengan HGU, kawasan hutan, perkebunan, tanah masyarakat dan tanah ulayat, menurut PMII, tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif. Ghulam menilai pemerintah membutuhkan basis data konflik agraria yang terbuka dan dapat diverifikasi agar penyelesaian tidak berhenti pada persoalan di permukaan. “Yang dibutuhkan bukan hanya mediasi ketika konflik sudah terjadi. Pemerintah harus memiliki peta persoalan yang jelas, mengetahui status lahannya, siapa yang menguasai, apa dasar hukumnya dan bagaimana sejarah konflik tersebut,” ulasnya. PMII Riau mendorong evaluasi terhadap HGU yang bermasalah atau tidak produktif, penguatan mekanisme penyelesaian konflik, serta keterbukaan informasi mengenai status lahan dan perizinan. SDA Jangan Berhenti pada Aktivitas Ekstraktif Pada sektor sumber daya alam, PMII Riau menyoroti persoalan pertambangan ilegal, pengawasan perizinan, distribusi energi serta tata kelola hasil sumber daya alam. Kata Ghulam, Riau memiliki sumber daya yang besar, tetapi besarnya potensi tersebut harus diikuti dengan kemampuan daerah menciptakan nilai tambah. “Riau jangan hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah. Hilirisasi harus memberikan nilai tambah bagi daerah sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja dan pelaku usaha lokal,” jelasnya. PMII juga mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas ekstraktif serta penindakan terhadap kegiatan yang melanggar ketentuan hukum. APBD Harus Bisa Diukur Manfaatnya Sementara, Sekretaris PKC PMII Riau, Supriadi, menyoroti tata kelola APBD, transparansi anggaran dan kinerja badan usaha milik daerah. Ia mengatakan, ukuran keberhasilan anggaran tidak berhenti pada terserapnya anggaran, tetapi harus dilihat dari manfaat dan hasil yang diterima masyarakat. “Masyarakat berhak mengetahui untuk apa anggaran digunakan, siapa penerima manfaatnya dan apa hasil yang dihasilkan. Transparansi anggaran harus berujung pada akuntabilitas,” tutur Supriadi. PMII Riau mendorong keterbukaan informasi sejak tahap perencanaan hingga evaluasi program. Pengawasan terhadap belanja yang tidak produktif juga dinilai perlu diperkuat. Pada sektor BUMD, PMII meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan daerah yang tidak memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah. Menurut PMII, BUMD seharusnya tidak hanya menjadi entitas bisnis milik pemerintah, tetapi juga instrumen untuk memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan PAD. Pemerataan Pembangunan Jangan Berhenti di Pusat Kota Persoalan infrastruktur juga masuk dalam daftar perhatian PMII Riau. Pembangunan jalan, jembatan, air bersih, sanitasi, listrik dan infrastruktur digital dinilai harus mempertimbangkan kesenjangan antarwilayah. Wilayah pesisir, kepulauan, pedalaman dan daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, menurut PMII, harus mendapatkan perhatian yang proporsional. "Pembangunan tidak boleh hanya terlihat dari pusat pemerintahan. Ukurannya juga harus dilihat dari kondisi masyarakat yang berada jauh dari pusat pertumbuhan,” kata Supriadi. Investasi Harus Membuka Ruang bagi Tenaga Kerja Lokal Pada sektor ketenagakerjaan, PMII menilai investasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tenaga kerja daerah. Supriadi mengatakan pemerintah perlu memperkuat pelatihan, sertifikasi, program magang dan hubungan antara lembaga pendidikan dengan dunia industri. Menurutnya, masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton ketika investasi masuk ke daerah. “Investasi harus menciptakan ruang bagi masyarakat lokal. Karena itu, peningkatan kualitas SDM dan kesempatan kerja harus dirancang sebagai satu kebijakan,” ujarnya. Selain lapangan kerja, PMII juga menyoroti pemerataan akses pendidikan dan beasiswa serta perlindungan terhadap hak-hak pekerja. Penegakan Hukum Harus Memberikan Rasa Aman Ketua Kopri PKC PMII Riau, Utari Nelviandi, menyoroti aspek penegakan hukum dan perlindungan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. Menurut Utari, kualitas pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh rasa aman dan kepastian hukum yang diterima masyarakat. “Penegakan hukum harus memberikan keadilan sekaligus rasa aman. Perempuan, anak dan kelompok rentan harus mendapatkan perlindungan ketika berhadapan dengan persoalan hukum,” terangnya. PMII mendorong penguatan kanal pengaduan, perlindungan identitas korban serta pendampingan hukum dan pemulihan bagi korban kekerasan. Pencegahan kekerasan seksual juga dinilai perlu diperkuat melalui edukasi dan sistem pelaporan yang mudah diakses serta memberikan jaminan keamanan bagi korban. Pertumbuhan Ekonomi Harus Terasa hingga Masyarakat Wakil Ketua I PKC PMII Riau, Hotib Sempura, menilai pertumbuhan ekonomi harus dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat. Menurutnya, peningkatan aktivitas investasi tidak otomatis berarti kesejahteraan masyarakat meningkat apabila tidak diikuti penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan penguatan pelaku ekonomi lokal. “Pertumbuhan ekonomi harus menghasilkan manfaat yang lebih merata. UMKM, koperasi, petani, nelayan dan pelaku usaha lokal harus memiliki ruang untuk tumbuh dalam pembangunan Riau,” tukas Hotib. PMII mendorong perluasan akses permodalan, teknologi dan pasar bagi pelaku usaha lokal serta penguatan hilirisasi komoditas unggulan daerah. PMII Siap Mengawal, Bukan Sekadar Mengkritik Ghulam menegaskan sepuluh isu tersebut tidak dimaksudkan sebagai daftar kritik semata. PMII, kata dia, ingin menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sipil yang ikut mengawasi sekaligus menawarkan gagasan bagi pembangunan daerah. “Kami ingin menjadi mitra kritis pemerintah. Kalau ada kebijakan yang baik, tentu harus kita dukung. Kalau ada yang perlu dikoreksi, kami akan menyampaikan kritik sekaligus menawarkan alternatif,” bebernya. Ia mengatakan rekomendasi tersebut akan menjadi bagian dari agenda PMII Riau dalam mengawal berbagai kebijakan daerah melalui kajian, dialog publik dan ruang partisipasi masyarakat. Menurut Ghulam, pembangunan Riau pada akhirnya harus diukur bukan hanya dari seberapa besar anggaran yang dibelanjakan atau seberapa banyak proyek yang dibangun, tetapi dari seberapa jauh perubahan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat. “Ukuran akhirnya sederhana: apakah pembangunan mampu membuat masyarakat lebih sejahtera, lingkungan lebih terlindungi, hukum lebih berkeadilan dan kesempatan ekonomi semakin terbuka. Di titik itulah kebijakan publik harus diuji,” tandas Ghulam.

Bittime Soroti Hasil FOMC September 2026 dan Dampaknya Pada Pasar Kripto Nasional
Nasional
Minggu, 20 September 2026 | 11:33 WIB

Bittime Soroti Hasil FOMC September 2026 dan Dampaknya Pada Pasar Kripto

Jalarta, katakabar.com - Bittime bahas hasil FOMC September 2026 dan pengaruhnya terhadap pergerakan pasar kripto serta sentimen investor. Dalam kondisi pasar yang dinamis, Bittime Futures menawarkan perdagangan futures aset kripto dengan pilihan posisi Long dan Short. Bittime Futures dapat menjadi salah satu pilihan bagi pengguna untuk menyesuaikan strategi perdagangan dengan kondisi pasar, dengan tetap memperhatikan penggunaan leverage, manajemen risiko, dan karakteristik perdagangan Futures. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang menghadirkan ekosistem 3-in-1 berupa Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencermati perkembangan terbaru pergerakan perdagangan di pasar kripto serta peluang bagi investor melalui Bittime Futures. Hal ini menyusul hasil keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat pada September 2026.  Federal Reserve (The Fed) menaikkan target suku bunga federal funds sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% dalam rapat FOMC pada 15 hingga 16 September 2026 lalu. Berdasarkan pernyataan resmi Federal Reserve, keputusan tersebut diambil ketika inflasi masih berada pada level tinggi, sementara aktivitas ekonomi AS terus berkembang dengan solid.  FOMC dan Pengaruhnya terhadap Pasar Kripto Kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor makroekonomi yang diperhatikan pelaku pasar kripto. Perubahan suku bunga dapat memengaruhi biaya pendanaan, kondisi likuiditas, serta minat investor terhadap aset berisiko. Suku bunga yang lebih tinggi dapat membuat kondisi keuangan lebih ketat dan memengaruhi minat terhadap aset seperti kripto, sementara ekspektasi kebijakan yang lebih longgar dapat meningkatkan risk appetite. Selain keputusan suku bunga, pasar juga mencermati arah kebijakan dan proyeksi The Fed. Berdasarkan proyeksi ekonomi FOMC September 2026, median proyeksi federal funds rate berada di 4,1% pada akhir 2026, sementara proyeksi inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) berada di 3,7%. Perubahan ekspektasi menjadi penting karena pasar dapat merespons bukan hanya keputusan FOMC, tetapi juga bagaimana keputusan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya. Reuters melaporkan bahwa kenaikan suku bunga 25 basis poin telah banyak diantisipasi pasar, sehingga perhatian investor beralih pada sinyal kebijakan berikutnya dan proyeksi inflasi The Fed. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menuturkan perkembangan kebijakan moneter dapat memengaruhi sentimen pasar karena pelaku pasar tidak hanya mencermati keputusan suku bunga saat ini, tetapi juga arah kebijakan berikutnya.  “Hasil FOMC September menunjukkan bahwa perkembangan inflasi masih menjadi salah satu pertimbangan penting dalam arah kebijakan moneter The Fed. Bagi pasar kripto, keputusan suku bunga dan ekspektasi terhadap kebijakan berikutnya dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen serta volatilitas pasar,” ujar Ryan.   Bitcoin dan Ethereum Bergerak Menguat Berdasarkan data dari CoinMarketCap pada 18 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran harga US$76.698, menguat 0,42% dalam 24 jam terakhir, tetapi masih melemah 0,40% dalam sepekan. Sementara, pada periode yang sama, Ethereum berada di kisaran US$2.456, menguat 1,24% dalam 24 jam dan 0,15% dalam sepekan. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar kripto tetap dinamis setelah keputusan FOMC. Selain suku bunga, pelaku pasar dapat mencermati data inflasi, kondisi ekonomi, likuiditas, serta komunikasi The Fed mengenai arah kebijakan berikutnya. “Pergerakan harga aset kripto tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor. Karena itu, memahami perkembangan ekonomi makro dan potensi volatilitas menjadi bagian penting dalam aktivitas perdagangan aset digital,” ucap Ryan.  Bittime Futures di Tengah Dinamika Pasar Di tengah kondisi pasar yang dinamis, Bittime Futures menyediakan akses terhadap perdagangan futures aset kripto yang memungkinkan pengguna mengambil posisi Long maupun Short. Fitur tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi pengguna dalam mengelola posisi sesuai dengan strategi dan pandangan terhadap pergerakan pasar yang memungkinkan pengguna mengambil posisi Long maupun Short.  Pengguna dapat menyesuaikan strategi perdagangan dengan kondisi pasar dan pandangan masing-masing, dengan tetap mempertimbangkan risiko yang melekat pada perdagangan Futures. Namun, perdagangan Futures memiliki risiko yang lebih tinggi karena penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus potensi kerugian. Pengguna perlu memahami mekanisme Futures dan menerapkan manajemen risiko sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Setiap produk memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Bagi pengguna yang mempertimbangkan perdagangan Futures, penting untuk memahami mekanisme Long dan Short, penggunaan leverage, serta risiko yang menyertainya,” sebut Ryan.

Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 18 September 2026 | 16:06 WIB

Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Jakarta, katakabar.com - Bittime Futures, platform futures Bittime yang memungkinkan pengguna mengambil posisi untuk memanfaatkan peluang pasar baik saat harga aset kripto naik maupun turun, menyoroti meningkatnya aktivitas di pasar crypto derivatives di tengah pergerakan sejumlah aset kripto. Bittime Futures, platform futures Bittime yang memungkinkan pengguna mengambil posisi untuk memanfaatkan peluang pasar baik saat harga aset kripto naik maupun turun, menyoroti meningkatnya aktivitas di pasar crypto derivatives di tengah pergerakan sejumlah aset kripto. Perkembangan itu menunjukkan semakin besarnya perhatian trader terhadap instrumen derivatives sebagai salah satu cara untuk merespons volatilitas dan tren pasar. Salah satunya terlihat pada HYPE, token native Hyperliquid, yang mencatat all-time high (ATH) sebesar US$89,60 pada 6 September 2026, berdasarkan data CoinGecko. Sementara, berdasarkan KuCoin dan FinanceFeeds, total open interest di Hyperliquid mencapai sekitar US$14,3 miliar pada 13 September 2026, menunjukkan tingginya nilai posisi derivatives yang masih terbuka di pasar. Pergerakan harga dan tingginya open interest dapat mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan, tetapi tidak dapat digunakan sebagai sinyal tunggal untuk menentukan arah pasar maupun potensi keuntungan. Dalam perdagangan futures, termasuk melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengambil posisi long maupun short dengan leverage. Fitur ini memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan posisi dengan kondisi pasar, namun juga dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian, termasuk risiko likuidasi. Open interest (OI) salah satu indikator yang dapat digunakan untuk membaca aktivitas di pasar derivatives, dengan menunjukkan total nilai kontrak yang masih terbuka. Tetapi, OI tidak menunjukkan dominasi posisi long maupun short. Karena itu, OI perlu dibaca bersama indikator lain, seperti funding rate dan positioning, agar trader dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi pasar. “Pasar derivatives yang dinamis membutuhkan strategi yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan pandangan trader terhadap pasar. Bittime Futures memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengambil posisi long maupun short dengan leverage. Namun, setiap strategi tetap perlu mempertimbangkan volatilitas pasar dan profil risiko masing-masing trader,” ujar Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime. Di Bittime Futures, penggunaan leverage memberikan fleksibilitas dalam menentukan eksposur terhadap suatu aset dengan modal yang tersedia. Namun, leverage juga dapat memperbesar potensi kerugian, termasuk risiko likuidasi, sehingga pengguna perlu memahami karakteristik futures sebelum membuka posisi. Untuk membaca kondisi pasar secara lebih menyeluruh, trader juga dapat memperhatikan sejumlah indikator yang menggambarkan aktivitas dan posisi di pasar derivatives. “Futures memberikan fleksibilitas bagi trader untuk merespons berbagai kondisi pasar, tetapi fleksibilitas tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap mekanisme dan risikonya. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat menyesuaikan posisi dengan strategi masing-masing, baik saat melihat peluang kenaikan maupun penurunan harga. Karena itu, penting bagi trader untuk memahami risiko sebelum menggunakan leverage dan menentukan posisi sesuai dengan profil risikonya,” terang  Ryan.

Bittime Soroti Dampak Keputusan FOMC terhadap Pasar Kripto Internasional
Internasional
Jumat, 18 September 2026 | 10:31 WIB

Bittime Soroti Dampak Keputusan FOMC terhadap Pasar Kripto

Jakarta, katakabar.com - Bittime menyoroti dampak keputusan FOMC terhadap pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan pasar kripto, termasuk pengaruh suku bunga, ekspektasi kebijakan moneter, serta sentimen pasar. Di tengah potensi perubahan volatilitas setelah keputusan The Fed, Bittime Futures menyediakan akses perdagangan futures dengan posisi long maupun short untuk menghadapi berbagai kondisi pasar. Artikel ini juga membahas data long/short dan open interest sebagai gambaran positioning pelaku pasar serta risiko yang perlu diperhatikan dalam futures trading. Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai keputusan FOMC dapat memengaruhi pergerakan aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum melalui perubahan suku bunga, ekspektasi kebijakan moneter, likuiditas, dan sentimen pasar.  Tetapi, dampaknya tidak selalu berarti harga kripto akan naik atau turun secara langsung. Respons pasar juga bergantung pada apakah keputusan The Fed sesuai dengan ekspektasi, serta bagaimana pelaku pasar menilai arah kebijakan moneter berikutnya. Berdasarkan jadwal resmi Federal Reserve, FOMC menggelar pertemuan pada 15–16 September 2026 waktu AS. Selain keputusan suku bunga, pasar juga akan mencermati pernyataan dan proyeksi ekonomi The Fed untuk melihat arah kebijakan berikutnya. Mengapa FOMC Dapat Memengaruhi Aset Kripto? Pengaruh FOMC terhadap aset kripto tidak hanya berasal dari keputusan suku bunga, tetapi juga dari perubahan ekspektasi pasar. Data ekonomi seperti inflasi menjadi salah satu indikator yang diperhatikan karena dapat mengubah perkiraan terhadap arah kebijakan The Fed. Hal tersebut terlihat pada Juni 2026. Berdasarkan laporan CoinDesk pada Juli 2026 data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed turun dari 43% menjadi 13%. Pada saat yang sama, Bitcoin naik sekitar 3,6% ke sekitar US$64.800, sedangkan Ether naik sekitar 5,3%.  Menjelang FOMC September, perhatian pasar kembali tertuju pada perkembangan inflasi. Reuters melaporkan bahwa CPI AS pada Agustus naik 0,4% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan. Perkembangan tersebut mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan September. “FOMC menjadi salah satu faktor makroekonomi yang penting untuk diperhatikan karena keputusan dan komunikasi The Fed dapat memengaruhi ekspektasi pasar. Namun, dampaknya terhadap aset kripto tetap perlu dilihat bersama faktor ekonomi dan kondisi pasar lainnya,” kata Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn.  Respons Bitcoin dan Ethereum Tidak Selalu Sama Pergerakan Bitcoin dan Ethereum setelah FOMC dapat bergantung pada bagaimana keputusan The Fed dibandingkan dengan ekspektasi yang telah terbentuk. Keputusan yang sesuai dengan perkiraan pasar dapat menghasilkan respons yang berbeda dibandingkan kebijakan yang lebih hawkish atau dovish dari perkiraan. Selain itu, dampak kebijakan moneter dapat tercermin sebelum keputusan FOMC diumumkan karena pelaku pasar terus menyesuaikan posisi berdasarkan data ekonomi terbaru. “Yang perlu diperhatikan bukan hanya keputusan suku bunganya, tetapi juga bagaimana keputusan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi pasar. Pernyataan dan proyeksi The Fed juga dapat menjadi perhatian karena memberikan gambaran mengenai arah kebijakan berikutnya,” ulas Ryan. Meski demikian, FOMC bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga aset kripto. Kondisi ekonomi AS, pergerakan dolar, likuiditas global, arus dana, sentimen pasar, serta perkembangan di industri kripto juga dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan aset lainnya. Data Derivatif Memberikan Gambaran Sentimen Pasar Selain pergerakan harga, data pasar derivatif seperti long/short positions dan open interest dapat memberikan gambaran tambahan mengenai positioning pelaku pasar di tengah ketidakpastian. Berdasarkan data pasar global (Binance/USA) yang diamati pada 15 September 2026 sore, sebanyak 73,76% investor mengambil posisi long pada kontrak ETHUSDT perpetual, sementara 26,24% berada pada posisi short. Long/Short Ratio tercatat sebesar 2,81. Sementara, pada kontrak BTCUSDT perpetual, sebanyak 58,88% akun secara global berada pada posisi long, sedangkan 41,12% mengambil posisi short. Rasio long/short tercatat 1,43. Posisi long dan short menunjukkan eksposur pelaku pasar terhadap pergerakan harga, sedangkan open interest menunjukkan jumlah kontrak derivatif yang masih terbuka. Data tersebut dapat digunakan untuk memahami perubahan positioning sebelum dan setelah agenda ekonomi penting seperti FOMC. Namun, data positioning bukan merupakan indikator pasti mengenai arah harga. Posisi dapat berubah dengan cepat ketika volatilitas meningkat setelah rilis data ekonomi atau keputusan bank sentral. “Data long, short, dan open interest dapat memberikan konteks mengenai sentimen serta aktivitas di pasar derivatif. Tetapi data tersebut tidak dapat dianggap sebagai kepastian arah harga karena positioning dapat berubah dengan cepat ketika kondisi pasar berubah,” terang Ryan. Di tengah kondisi pasar yang dapat berubah setelah agenda ekonomi penting, Bittime Futures menyediakan akses terhadap perdagangan futures aset kripto yang memungkinkan pengguna mengelola posisi long maupun short. Fleksibilitas tersebut dapat digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi pasar, tetapi futures trading juga memiliki risiko, termasuk risiko dari pergerakan harga dan penggunaan leverage. Pengguna perlu memahami karakteristik produk dan risikonya sebelum melakukan transaksi. Pada akhirnya, FOMC dapat menjadi salah satu katalis bagi pasar kripto, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan harga. Memahami kebijakan The Fed, data ekonomi AS, ekspektasi pasar, dan kondisi pasar secara keseluruhan tetap penting untuk melihat dinamika aset kripto secara lebih menyeluruh.

Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS Pada Pergerakan Harga Kripto Internasional
Internasional
Selasa, 15 September 2026 | 12:36 WIB

Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS Pada Pergerakan Harga Kripto

Jakarta, katakabar.com - Bittime soroti pengaruh data ekonomi Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed terhadap pergerakan pasar kripto. Bittime juga mengingatkan pentingnya memahami karakteristik, leverage, dan risiko produk aset digital, terutama di tengah tingginya aktivitas perdagangan derivatif global. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai perkembangan ekonomi global menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor untuk memahami pergerakan pasar aset kripto. Berdasarkan data CoinMarketCap pada 11 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$76.695, melemah 1,88% dalam 24 jam terakhir dan 5,00% dalam sepekan. Sementara, Ethereum berada di sekitar US$2.452, terkoreksi 0,51% dalam 24 jam dan 2,16% dalam sepekan. Pergerakan tersebut berlangsung ketika investor masih mencermati berbagai perkembangan ekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Mengapa Data Makro Diperhatikan Investor? Data seperti Consumer Price Index (CPI), Non-Farm Payrolls (NFP), dan keputusan Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah suku bunga. Ketika data ekonomi berbeda dari perkiraan pasar, investor dapat menyesuaikan kembali pandangan mereka terhadap kebijakan moneter. Perubahan ekspektasi tersebut kemudian dapat memengaruhi imbal hasil obligasi, nilai dolar AS, dan minat investor terhadap aset berisiko. Riset International Monetary Fund (IMF) pada 2023 yang berjudul “The Crypto Cycle and US Monetary Policy” menunjukkan bahwa pengetatan kebijakan moneter AS dapat memengaruhi pasar kripto melalui perubahan risk appetite investor. IMF juga menemukan bahwa meningkatnya keterkaitan pasar kripto dengan pasar saham terjadi seiring masuknya investor institusional ke pasar kripto. Dengan demikian, reaksi pasar terhadap suatu data tidak selalu bergantung pada apakah angkanya naik atau turun. Investor juga melihat bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya serta apa dampaknya terhadap kebijakan moneter ke depan. “Investor perlu memahami bahwa pasar tidak hanya bereaksi terhadap apakah suatu data ekonomi naik atau turun, tetapi juga bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi dan apa artinya terhadap kebijakan moneter ke depan. Karena itu, data makro juga menjadi salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi,” kata Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn. Pergerakan Pasar Kripto Investor dan trader global tidak hanya mencermati data makroekonomi Amerika Serikat, tetapi juga perkembangan aktivitas perdagangan aset kripto di pasar spot dan derivatif. Pasar derivatif merupakan salah satu bagian dari aktivitas perdagangan aset kripto global. Berdasarkan laporan CoinMarketCap berjudul August Exchange Monthly Report, 11 bursa yang dipantau mencatat total volume perdagangan spot dan derivatif sekitar US$4,23 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,3% dibandingkan Juli 2026. Dari total tersebut, perdagangan spot menyumbang sekitar 13,8%, sedangkan perdagangan derivatif mencapai sekitar 86,2%, atau setara dengan US$3,65 triliun. Laporan tersebut juga mencatat volume perdagangan derivatif sekitar 6,25 kali dari volume perdagangan spot pada Agustus 2026. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai komposisi aktivitas perdagangan aset kripto pada bursa yang dipantau CoinMarketCap selama periode tersebut. Data tersebut menggambarkan bahwa pasar derivatif memiliki aktivitas perdagangan yang besar sekaligus memiliki risiko yang perlu dipahami oleh pelaku pasar. Perubahan harga yang cepat dapat memengaruhi posisi futures, terutama pada transaksi yang menggunakan leverage. Karena itu, pemahaman terhadap mekanisme produk dan manajemen risiko menjadi bagian penting sebelum melakukan transaksi. “Setiap produk aset digital memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, investor perlu memahami cara kerja produk, termasuk penggunaan leverage dan pengelolaan posisi, sebelum melakukan transaksi. Pemahaman tersebut dapat membantu investor menyesuaikan penggunaan produk dengan kebutuhan dan tingkat pemahamannya,” sebut Ryan.

Dari Malaysia KM Hontery Bongkar Muatan di Pelabuhan I Selatpanjang, PD IWO Soroti Transparansi Dokumen Kepabeanan Riau
Riau
Senin, 14 September 2026 | 21:04 WIB

Dari Malaysia KM Hontery Bongkar Muatan di Pelabuhan I Selatpanjang, PD IWO Soroti Transparansi Dokumen Kepabeanan

Selatpanjang, katakabar.com -  Aktivitas bongkar muatan KM Hontery, kapal di duga milik Abeng yang membawa sejumlah barang dari Malaysia, di Pelabuhan I Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, menjadi sorotan. Dari hasil pengamatan di lapangan, kapal tersebut diketahui membawa sejumlah barang berupa lilin berukuran besar, sedang dan kecil serta kertas sembahyang yang berasal dari Malaysia, Senin (14/9) Karena barang tersebut berasal dari luar negeri, aspek kepabeanan dan kesesuaian dokumen menjadi bagian penting yang perlu dipastikan dalam setiap proses pemasukan dan pembongkaran barang. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sendiri memiliki kewenangan dalam pengawasan barang yang masuk ke wilayah Indonesia, termasuk penelitian dokumen kepabeanan serta pemeriksaan terhadap barang sesuai ketentuan yang berlaku. Persoalan yang kini menjadi perhatian bukan semata-mata aktivitas bongkar muatnya, melainkan apakah seluruh barang yang diturunkan dari KM Hontery telah sesuai dengan dokumen kepabeanan yang dilaporkan. Mulai dari jenis barang, jumlah, asal barang hingga dokumen pendukungnya perlu dipastikan secara transparan oleh instansi berwenang. Ketua PD IWO Kabupaten Kepulauan Meranti, Rahmat Arifin, meminta aparat terkait, khususnya Bea Cukai, memberikan penjelasan secara terbuka mengenai aktivitas pembongkaran tersebut. Menurut Rahmat, pengawasan terhadap barang yang masuk dari luar negeri merupakan bagian penting dalam menjaga tertib administrasi sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan jalur perdagangan lintas batas. “Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan kegiatan tersebut merupakan pelanggaran. Tetapi ketika ada kapal yang membawa barang dari Malaysia dan kemudian melakukan pembongkaran di Selatpanjang, tentu publik berhak mengetahui apakah seluruh prosesnya sudah sesuai dengan ketentuan kepabeanan,” kata Rahmat Arifin. Ia menegaskan, pertanyaan yang perlu dijawab bukan hanya mengenai keberadaan kapal dan barang, tetapi juga menyangkut manifest, jumlah serta jenis barang yang tercantum dalam dokumen dengan barang yang benar-benar dibongkar di lapangan. “Kalau dokumennya lengkap dan barang yang dibongkar sesuai dengan manifest, tentu tidak ada persoalan. Justru kami meminta hal itu dijelaskan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tegasnya. Rahmat juga meminta agar petugas terkait memastikan seluruh prosedur pengawasan berjalan sebagaimana mestinya. “Yang paling penting adalah transparansi. Apakah sudah dilakukan pemeriksaan dokumen, apakah ada pemeriksaan fisik terhadap muatan, berapa jumlah barang dalam manifest dan apakah seluruhnya sesuai dengan barang yang dibongkar. Ini yang perlu dijelaskan kepada publik,” jelasnya. PD IWO Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai organisasi wartawan, terangnya, memiliki kepentingan untuk memastikan informasi yang beredar kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai, keterbukaan dari instansi terkait justru dapat mencegah munculnya berbagai asumsi di tengah masyarakat. “Kami berharap Bea Cukai tidak melihat ini hanya sebagai persoalan pemberitaan. Ini bagian dari fungsi kontrol sosial. Kalau memang seluruh prosedurnya sudah benar, sampaikan secara terbuka. Kalau ada kekurangan administrasi atau persoalan lain, tentu menjadi kewenangan aparat untuk menindaklanjutinya,” imbuhnya. Rahmat juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang langsung memberikan label “penyelundupan” sebelum dilakukan pemeriksaan dan terdapat dasar hukum yang jelas. “Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Tetapi transparansi juga wajib dikedepankan. Jangan sampai masyarakat hanya melihat proses bongkar barang, sementara tidak mengetahui apakah barang tersebut sudah sesuai dengan dokumen atau belum,” tambahnya. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea Cukai Selatpanjang belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait status dokumen KM Hontery, manifest barang, jumlah dan jenis muatan serta mekanisme pengawasan selama proses pembongkaran. Media membuka ruang bagi Bea Cukai Selatpanjang, pemilik KM Hontery maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang.

Minggu, 13 September 2026 | 14:01 WIB

Sanggabiz Berpartisipasi di CFBS, Dwi Andi Rohmatika Soroti Strategi Bangun Bisnis Berkelanjutan

Yogyakarta, katakabar.com - Sanggabiz kembali mengambil peran strategis dalam mendorong ekosistem inovasi nasional dengan berpartisipasi aktif di ajang ConnectX Founder & Builder Summit. Usung semangat "OneXperience - A year of Founders & Builders: Meet. Pitch. Connect. Grow", acara bergengsi yang mempertemukan ratusan inovator digital, investor, dan pelaku industri ini diselenggarakan pada Jumat, 31 Juli 2026, berlokasi di Garuda Spark Innovation Hub (Ganara Art), fX Sudirman Lt. 8, Jakarta. Sebagai salah satu Community Partner resmi, Sanggabiz tidak hanya hadir sekadar memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya acara, tetapi juga menghadirkan ruang pameran interaktif. Ruang ini dimanfaatkan sebagai pusat informasi dan diskusi bagi para pengunjung, founder, dan builder yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai solusi operasional bisnis yang modern. Sanggabiz mendemonstrasikan bagaimana mereka mengimplementasikan workflow operasional yang telah di-infused dengan kapabilitas AI-powered system serta penerapan RAPI Method, sebuah pendekatan yang memastikan setiap proses kerja berjalan efektif dan efisien. Sorotan utama sekaligus puncak dari partisipasi Sanggabiz dalam ajang ConnectX ini adalah sesi edukasi dan pitching eksekutif yang dibawakan secara langsung oleh DA, selaku Founder Sanggabiz. Angkat tema krusial di dunia bisnis, yakni "Building a Business That Clients Never Leave: Scaling Through Strategy, Relationships, and Execution", DA secara komprehensif membedah strategi esensial untuk membangun fondasi bisnis yang mampu menciptakan loyalitas klien dalam jangka panjang. Di hadapan para audiens yang didominasi oleh para pendiri bisnis rintisan dan profesional, DA membagikan pemahaman taktis dan praktis mengenai empat pilar utama dalam pertumbuhan bisnis: 1. Cara Memenangkan Klien Pertama (How to win your first client) DA menekankan memenangkan klien pertama bukanlah sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari artikulasi nilai (value proposition) yang jelas. Para founder harus mampu menunjukkan empati terhadap masalah klien dan menawarkan solusi yang konkret pada pertemuan pertama. 2. Strategi Mempertahankan Klien Bertahun-tahun (How to retain clients for years) Mendapatkan klien baru memang penting, tetapi mempertahankan klien lama jauh lebih krusial untuk stabilitas bisnis. "Klien tidak akan pergi jika mereka terus melihat pertumbuhan (growth) bersama kita. Retensi lahir dari komunikasi yang transparan, konsistensi dalam eksekusi, dan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan mereka yang terus berubah," jelas DA 3. Dampak AI pada Industri Konsultasi (AI's impact on consulting) Sebagai pemimpin perusahaan yang mengedepankan integrasi teknologi, DA menyoroti bagaimana kecerdasan buatan (AI) mendisrupsi dunia konsultasi. Ia memaparkan bahwa AI tidak menggantikan peran konsultan, melainkan memperkuat analisis data, mempercepat workflow, dan membebaskan para founder untuk fokus pada hal yang paling penting: membangun hubungan dan merumuskan strategi makro. 4. Kesalahan Terbesar Founder Setelah Mendapatkan Klien Pertama (The biggest mistakes founders make after landing their first customer) Banyak pendiri bisnis yang merasa cepat puas (complacent) setelah berhasil mendapatkan klien pertama. DA memperingatkan bahwa kesalahan terbesar adalah gagal menjaga standar kualitas (quality control) saat mencoba melakukan eskalasi (scaling up), serta melupakan pentingnya membangun SOP (Standar Operasional Prosedur) sejak dini. "Dunia bisnis dan industri layanan menuntut adaptasi yang sangat cepat. Teknologi seperti AI memberikan dampak yang masif pada cara kita beroperasi dan mengelola waktu. Namun, keberhasilan jangka panjang pada akhirnya tetap bergantung pada kombinasi eksekusi yang tepat, strategi yang matang, dan dedikasi kita dalam menjaga relasi personal yang kuat dengan klien," papar DA, saat menutup sesinya. Melalui kehadirannya di ConnectX Founder dan Builder Summit, Sanggabiz berharap dapat menjalin kolaborasi baru yang berkelanjutan. Perusahaan terus berkomitmen untuk memperluas jejaring strategis dan menginspirasi lebih banyak organisasi di Indonesia agar bertumbuh dengan fondasi bisnis yang inklusif, terstruktur, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi di era digital.

Emas Berpotensi Koreksi, Dupoin Futures Soroti Support Harga Emas 4.237–4.204 Internasional
Internasional
Sabtu, 05 September 2026 | 09:05 WIB

Emas Berpotensi Koreksi, Dupoin Futures Soroti Support Harga Emas 4.237–4.204

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD diprediksi masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini. Analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures melihat harga emas pada time frame Daily masih berpotensi mengalami pelemahan menuju area support 4.237 hingga 4.204. Proyeksi Dupoin Futures tersebut menunjukkan tekanan jual masih berpeluang berlanjut dalam jangka pendek, meskipun penurunan yang terjadi belum dapat langsung dikategorikan sebagai pembalikan tren utama. Menurut analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, pergerakan emas saat ini masih membentuk secondary trend setelah sebelumnya mengalami pergerakan yang cukup signifikan. Dengan kondisi tersebut, koreksi menuju area 4.237–4.204 masih dianggap sebagai pergerakan yang wajar dalam struktur pasar. Dupoin Futures menilai area support tersebut akan menjadi zona penting untuk menentukan arah XAUUSD selanjutnya. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa selama area support 4.237 hingga 4.204 masih mampu menahan tekanan jual, peluang harga emas untuk kembali bergerak mengikuti tren utamanya tetap terbuka. Artinya, pelemahan yang terjadi belum secara otomatis mengindikasikan bahwa tren utama emas telah berubah menjadi bearish. Sebaliknya, Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa kegagalan harga mempertahankan area support tersebut dapat meningkatkan risiko pelemahan lanjutan. Apabila XAUUSD mampu menembus support 4.237–4.204 dan bertahan di bawah zona tersebut, tekanan bearish berpotensi semakin kuat. Kondisi ini menjadi skenario yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati pergerakan harga emas hari ini. Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, perbedaan antara koreksi dan pembalikan tren menjadi hal penting. Koreksi dapat terjadi ketika harga bergerak berlawanan dengan tren utama dalam periode tertentu, sementara tren reversal membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat. Karena itu, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures masih menempatkan area 4.237–4.204 sebagai level kunci untuk melihat apakah tekanan yang terjadi hanya bersifat sementara atau berpotensi berkembang menjadi tren penurunan yang lebih dalam. Selain faktor teknikal, Dupoin Futures turut mencermati sejumlah sentimen fundamental yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas. Salah satu faktor utama datang dari perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Strait of Hormuz. Eskalasi ketegangan tersebut kembali mendorong harga minyak naik lebih dari US$4 per barel dan meningkatkan perhatian pasar terhadap risiko inflasi yang berasal dari sektor energi. Kenaikan harga minyak menjadi perhatian bagi pasar emas karena perubahan harga energi dapat memengaruhi ekspektasi inflasi. Dupoin Futures melihat kondisi tersebut dapat memberikan dampak terhadap ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan Federal Reserve atau The Fed. Jika kenaikan harga energi membuat inflasi diperkirakan bertahan lebih tinggi, ruang bagi The Fed untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter dapat semakin terbatas. Perubahan ekspektasi suku bunga tersebut kemudian dapat tercermin melalui pergerakan yield Treasury Amerika Serikat dan dolar AS. Dalam kondisi yield Treasury meningkat, harga emas cenderung menghadapi tekanan karena kenaikan imbal hasil obligasi dapat mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan bunga seperti emas. Karena itu, pergerakan yield menjadi salah satu indikator yang terus diperhatikan dalam analisis pasar emas Dupoin Futures. Di sisi lain, pelemahan yield Treasury dan dolar AS berpotensi memberikan dukungan bagi XAUUSD. Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih longgar dapat meningkatkan minat terhadap emas, terutama apabila disertai dengan pelemahan dolar AS. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang akan dicermati Dupoin Futures dalam melihat peluang pergerakan emas selanjutnya. Faktor geopolitik juga tetap menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures. Ketegangan AS-Iran dan risiko yang berkaitan dengan Strait of Hormuz dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Dalam situasi ketidakpastian geopolitik, emas biasanya mendapatkan dukungan karena investor mencari aset yang dinilai lebih defensif untuk menghadapi peningkatan risiko pasar. Namun, terdapat dinamika lain yang perlu diperhatikan. Kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dapat memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan yield Treasury dan memberikan dukungan terhadap dolar AS apabila pasar kembali memperkirakan kebijakan The Fed akan bertahan lebih ketat. Lantatan itu, Dupoin Futures menilai pergerakan emas akan dipengaruhi oleh tarik-menarik antara permintaan safe haven dan tekanan dari faktor suku bunga. Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat, khususnya data tenaga kerja. Menurut analisis Dupoin Futures, perkembangan pasar tenaga kerja dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan The Fed. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi pelonggaran suku bunga dan memberikan sentimen positif bagi emas. Sebaliknya, apabila data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang lebih kuat, pasar dapat kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi menopang dolar AS dan yield Treasury sekaligus memberikan tekanan terhadap XAUUSD. Dengan berbagai faktor tersebut, Dupoin Futures melihat pergerakan emas hari ini masih berpotensi berlangsung volatil. Dari perspektif teknikal, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD masih dapat mengalami koreksi menuju support 4.237 hingga 4.204. Reaksi harga di area tersebut akan menjadi penentu penting bagi arah emas berikutnya. Jika support 4.237–4.204 mampu bertahan, Dupoin Futures menilai peluang terjadinya pemulihan harga masih terbuka dan emas berpotensi kembali mengikuti tren utamanya. Jika harga menembus area tersebut, risiko tekanan jual yang lebih besar perlu diwaspadai. Dengan demikian, berdasarkan analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, area 4.237–4.204 menjadi level yang perlu mendapat perhatian utama dalam perdagangan XAUUSD hari ini. Selain perkembangan teknikal, pelaku pasar juga perlu mencermati pergerakan harga minyak, yield Treasury AS, dolar AS, perkembangan konflik AS-Iran, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Kombinasi faktor-faktor tersebut akan menentukan apakah koreksi harga emas masih bersifat sementara atau berkembang menjadi tekanan bearish berikutnya.

Dubes India Soroti Penguatan Hubungan Strategis India-Indonesia Lewat BRICS dalam IIFA Discussion Internasional
Internasional
Kamis, 03 September 2026 | 16:13 WIB

Dubes India Soroti Penguatan Hubungan Strategis India-Indonesia Lewat BRICS dalam IIFA Discussion

Jakarta, katakabar.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menekankan pentingnya perkuat keterlibatan strategis India dan Indonesia melalui BRICS menjelang penyelenggaraan KTT BRICS ke 18. Hal itu disampaikan saat diskusi yang digelar di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, di penghujung Agustus 2026 lalu. Duta Besar Chakravorty menghadiri IIFA Discussion Series ke10 angkat tema “BRICS in a Fragmented World: How India and Indonesia Can Ensure Strategic Engagement and Foster Practical Cooperation” digelar oleh Indonesian Institute for Foreign Affairs (IIFA) di UIII. Diskusi tersebut menjadi forum pengantar menjelang KTT BRICS yang digelar di India tahun ini. Duta Besar Chakravorty menyoroti pentingnya diskusi tersebut di tengah persiapan India sebagai tuan rumah KTT BRICS ke 18, terutama ketika tatanan global menghadapi fragmentasi, dan ketidakpastian geopolitik yang semakin meningkat. Duta Besar Chakravorty juga menyampaikan apresiasinya kepada UIII yang telah menjadi tuan rumah diskusi tersebut. Ia menekankan pentingnya mempertemukan pembuat kebijakan, diplomat dan akademisi dari kedua negara untuk membahas bagaimana India dan Indonesia dapat bekerja sama dalam kerangka BRICS. Membahas Peran India dan Indonesia dalam BRICS Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah perwakilan penting dari India dan Indonesia, termasuk BRICS Sherpa India sekaligus Secretary (Economic Relations) Shri Sudhakar Dalela, Tri Tharyat dan Tri Purnajaya dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Dr. Teguh Yudo Wicaksono dari UIII, serta Dr. Samir Saran, President of Observer Research Foundation (ORF) India. Forum membahas bagaimana India dan Indonesia dapat memanfaatkan posisi bersama mereka di BRICS untuk memperkuat keterlibatan strategis sekaligus mengembangkan berbagai bidang kerja sama yang bersifat praktis. Duta Besar Chakravorty menilai diskusi tersebut berlangsung pada momentum penting bagi BRICS, seiring dengan terus berkembangnya kelompok tersebut di tengah perubahan lanskap ekonomi dan geopolitik global. Bagi India dan Indonesia, BRICS menjadi platform tambahan untuk mendorong kepentingan bersama sekaligus memperkuat kerja sama yang lebih luas di antara negara-negara Global South. Diskusi juga mengeksplorasi sejumlah bidang yang memiliki potensi kuat untuk kerja sama India-Indonesia, termasuk kesehatan, mineral kritis, material tanah jarang, hilirisasi industri dan penguatan rantai pasok yang tangguh. Bidang-bidang tersebut mencerminkan kesamaan prioritas pembangunan kedua negara dan dapat membuka peluang untuk menerjemahkan keterlibatan strategis menjadi kerja sama yang lebih konkret. BRICS Platform Kerja Sama Global South Salah satu pesan utama yang muncul dalam diskusi adalah bahwa BRICS tidak semestinya dipahami semata-mata sebagai sebuah blok atau instrumen bagi negara-negara untuk memilih pihak di tengah persaingan geopolitik global. Sebaliknya, BRICS dapat menjadi ruang bagi negara-negara Global South untuk memiliki peran yang lebih besar dalam membentuk norma internasional serta menjawab berbagai tantangan pembangunan bersama. Diskusi tersebut juga menyoroti potensi India dan Indonesia untuk berkontribusi pada agenda BRICS yang lebih praktis dan inklusif, khususnya melalui kerja sama yang didasarkan pada prioritas pembangunan dan industrialisasi masing-masing negara. Dr. Philips Vermonte, Dekan Political Science UIII, merangkum agenda yang lebih luas bagi India dan Indonesia melalui tiga prioritas, yakni Diversifikasi Pilihan, Agenda Pembangunan dan Transformasi Digital. Bagi Duta Besar Chakravorty, diskusi di UIII menjadi kesempatan untuk membawa perspektif India dan Indonesia ke dalam percakapan yang lebih luas mengenai BRICS serta mengeksplorasi bagaimana kedua negara dapat membangun keterlibatan strategis yang lebih kuat di tengah dunia yang semakin terfragmentasi. IIFA Discussion Series ke 10 mempertemukan pembicara dan peserta dari kedua negara untuk membahas bagaimana BRICS dapat menjadi platform bagi kerja sama praktis, sekaligus memperkuat suara dan peran negara-negara berkembang dalam urusan global.

Pelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi dan Regulasi Jadi Kunci Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Pelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi dan Regulasi Jadi Kunci

Bali, katakabar.com - Industri aset digital mulai bergerak melampaui narasi spekulasi dan kenaikan harga semata. Munculnya produk seperti tokenized stocks, meningkatnya keterlibatan institusi, hingga kebutuhan akan edukasi dan pengelolaan risiko menjadi sejumlah indikator bahwa industri kripto memasuki fase yang semakin matang. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perubahan tersebut juga terlihat dari perkembangan industri dibandingkan masa-masa awal ketika aset kripto masih kerap dipandang dengan skeptis oleh masyarakat. Kini, semakin jelasnya kerangka regulasi dan perlindungan konsumen membuat proses adopsi aset digital menjadi lebih terbuka. “Dulu, aset kripto mungkin dianggap seperti scam. Saat ini, regulasinya sudah jauh lebih jelas dan perlindungan konsumen juga semakin diperkuat. Memang dulu lebih sulit, tetapi sekarang sudah jauh lebih mudah,” ujar Calvin dalam Tokocrypto Beach Horizon Topic Showcase, bagian dari perhelatan Coinfest 2026, di Bali pada Jumat (21/8) lalu. Diskusi bertajuk “Navigating the Future: Macroeconomics, Regulation, and the Path to Mainstream Crypto in Indonesia” tersebut turut menghadirkan Founder Malaka Project Ferry Irwandi dan Founder ASTRONACCI Gema Goeyardi dengan dimoderatori oleh Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Yudhono Rawis. Uli Agustina, Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut hadir dan tampak mengikuti rangkaian acara. Menurut Calvin, salah satu perubahan yang kini mulai terlihat adalah semakin luasnya penggunaan teknologi aset digital untuk membuka akses terhadap instrumen keuangan. Tokenized stocks, misalnya, memungkinkan pengguna memperoleh eksposur terhadap saham global melalui aset digital dengan nominal yang lebih fleksibel. “Banyak orang ingin berinvestasi di saham Amerika, tetapi sebelumnya harus membuka brokerage account di luar negeri dan melalui banyak layer. Dengan tokenized stocks, aksesnya menjadi lebih mudah,” jelas Calvin. Ia mengatakan, perkembangan produk seperti tokenized stocks mencerminkan potensi aset digital untuk menjembatani ekosistem keuangan tradisional dan teknologi Web3. Ke depan, menurutnya, akses yang semakin mudah perlu tetap berjalan beriringan dengan pemahaman pengguna terhadap instrumen yang digunakan. Membutuhkan Edukasi dan Investasi Jangka Panjang Calvin menilai pertumbuhan industri aset digital tidak hanya ditentukan oleh munculnya inovasi dan produk baru. Edukasi tetap menjadi faktor penting agar kemudahan akses tidak justru mendorong keputusan investasi yang hanya didasarkan pada euforia pasar. “Edukasi itu sangat penting. Tanpa edukasi, akhirnya orang hanya FOMO dan berinvestasi secara asal. Kami sangat mengedepankan edukasi sebelum mereka benar-benar berinvestasi, supaya mereka tahu apa yang mereka investasikan, bukan hanya mengejar cuan-nya,” ucap Calvin. Pandangan tersebut diperkuat oleh Gema Goeyardi, yang menilai kematangan industri juga perlu diikuti oleh perubahan perilaku investor. Ia mengatakan pertumbuhan pasar aset digital tidak seharusnya terus dikaitkan dengan budaya mencari keuntungan secara instan. “Budaya get-rich-quick itu harus di-cancel,” timpal Gema. Ia menilai semakin beragamnya instrumen di industri aset digital, termasuk perdagangan futures, perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap profil risiko dan pengelolaan portofolio. Menurut Gema, investor perlu menghindari keputusan yang semata-mata didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Sementara, Ferry Irwandi melihat perkembangan aset digital sebagai bagian dari transformasi teknologi yang lebih besar. Menurutnya, industri kripto telah menunjukkan ketahanan melalui berbagai siklus dan kini perlu dilihat tidak hanya dari pergerakan harga asetnya. “Cryptocurrency selalu disebut sebagai masa depan. Artinya, kita memang seharusnya melihat ke masa depan,” imbuh Ferry. Ia juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang lebih baik kepada generasi yang tumbuh bersama teknologi digital. Menurut Ferry, industri yang berkembang pesat tetap membutuhkan edukasi agar partisipasi masyarakat dapat berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan. Menuju Ekosistem Aset Digital 24/7 Pembahasan kemudian berlanjut pada sesi kedua bertajuk “The Mechanics of Market Dynamics: Tokenizing Real-World Assets, Base Infrastructure, and Algorithmic Liquidity”. Sesi ini menghadirkan Rohit Mulani, President Southeast Asia Alpaca; Nicholas Soong, BD Director Exchanges Circle; dan Dharmawan Tjokro, Head of Marketing Xenorize, dengan Bonifacio, Head of TKO Token, sebagai moderator. Rohit melihat tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) berpotensi mendorong pasar keuangan menuju sistem yang beroperasi lebih fleksibel dan 24/7. Menurutnya, semakin banyaknya modal yang dapat dipindahkan secara on-chain akan membuat penggunaan modal menjadi lebih efisien. “Kita bergerak menuju pasar 24/7, 365 hari. Jam bursa dan jam perbankan akan semakin tidak relevan, sementara modal dapat berpindah lebih mudah antara aset likuid dan aset produktif,” tukas Rohit. Nicholas Soong menyoroti potensi tokenized money market funds dalam meningkatkan efisiensi penggunaan modal. Menurutnya, aset yang digunakan sebagai collateral tidak lagi harus sekadar “diam” selama proses perdagangan, tetapi tetap dapat menghasilkan imbal hasil. “Ini membuat penggunaan modal jauh lebih efisien. Collateral dapat digunakan untuk trading sekaligus tetap menghasilkan yield karena aset dasarnya merupakan money market fund,” tutur Nicholas. Dari sisi pelaku pasar, Dharmawan menyebutkan, perkembangan tersebut juga akan meningkatkan akses investor ritel terhadap pasar modal sekaligus mendorong penggunaan teknologi seperti algorithmic trading. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan investor memahami risiko dan mekanisme aset yang diperdagangkan. Di sisi lain, para panelis menilai regulasi dan fragmentasi likuiditas masih menjadi tantangan utama dalam memperluas adopsi tokenized assets. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pelaku industri aset digital, institusi keuangan tradisional, bursa, dan regulator agar inovasi dapat berkembang secara terukur sekaligus tetap memberikan perlindungan bagi pengguna. Ketersediaan dan Hal-hal Perlu Diketahui Aset tokenisasi ini mengacu pada saham referensi yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga saham acuan tersebut. Produk ini tidak memberikan hak sebagai pemegang saham, seperti hak suara maupun dividen, serta tidak dapat ditukarkan menjadi saham acuan, kecuali dinyatakan secara eksplisit dalam ketentuan produk. Tokenized stocks memang dapat diperdagangkan di luar jam operasional pasar saham, tetapi harga dan likuiditasnya dapat bervariasi, terutama ketika pasar saham acuan sedang tutup. Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian. Pengguna diimbau untuk memahami seluruh risiko serta syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan transaksi. Informasi yang disampaikan hanya bertujuan untuk memberikan edukasi dan bukan merupakan nasihat maupun rekomendasi investasi. Setiap keputusan untuk membeli, menjual, menyimpan, atau melakukan transaksi aset digital sepenuhnya menjadi pertimbangan dan tanggung jawab masing-masing pengguna.  Tokocrypto tidak mewajibkan, mengarahkan, merekomendasikan, maupun memengaruhi pengguna untuk melakukan transaksi aset digital tertentu.