Tahap V

Sorotan terbaru dari Tag # Tahap V

Perkuat PSR, BPDP Gelontorkan Dana Tahap V Rp168 Miliar Bagi 2.800 Hektare Kebun Rakyat Sawit
Sawit
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Perkuat PSR, BPDP Gelontorkan Dana Tahap V Rp168 Miliar Bagi 2.800 Hektare Kebun Rakyat

Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) perkuat komitmen mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat, lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Tahap V Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 29 hingga 30 Juli 2026 di Kantor Pusat PT Bank Sumut (Perseroda), Medan, Sumatera Utara, jadi momentum perkuat sinergi antara pemerintah, perbankan, dan kelembagaan pekebun guna mempercepat pelaksanaan program PSR. Total 19 kelembagaan pekebun dari berbagai daerah sentra sawit mengikuti penandatanganan kerja sama tersebut. Dalam tahap ini, BPDP menyalurkan pendanaan untuk peremajaan kebun seluas 2.802,73 hektare dengan nilai mencapai Rp168,16 miliar. Sejumlah perbankan turut berkolaborasi dalam pelaksanaan program, yakni Bank Sumut, Bank Sumsel Babel, Bank Kalbar, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Aceh Syariah (BAS), dan Bank Riau Kepri Syariah (BRKS). Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Syahruddin Hidayat, mengatakan keberhasilan Program PSR tidak hanya bergantung pada dukungan pembiayaan, tetapi kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga kelembagaan pekebun. "Keberhasilan program ini memerlukan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga para pekebun. Penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta komitmen untuk menjalankan program secara efektif, transparan, dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan bersama," terang Normansyah. Menurutnya, Program PSR diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus memperkuat tata kelola usaha perkebunan sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan pekebun. "Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para pekebun melalui peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ucapnya. Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan ini juga menjadi forum penyelarasan mekanisme pelaksanaan program, mulai dari penyaluran dana, pemanfaatan sistem digital, hingga penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan. BPDP juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi PSR Online dan Smart-PSR untuk mendukung proses verifikasi, pemantauan, evaluasi, serta penyaluran dana secara lebih transparan dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya, penyaluran dana dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kegiatan peremajaan di lapangan. Setiap tahapan didukung proses verifikasi yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga pekebun, dan pendamping lapangan guna memastikan program berjalan tepat sasaran. Pendampingan teknis kepada pekebun juga terus dilakukan agar proses pengajuan, pencairan dana, hingga pelaksanaan peremajaan dapat berjalan sesuai ketentuan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BPDP untuk memperkuat tata kelola Program PSR sekaligus meningkatkan keberhasilan pelaksanaannya. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di antara program strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat tanpa membuka lahan baru, sekaligus mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Sejak diluncurkan pada 2016 silam, program ini telah memberikan manfaat kepada ratusan ribu pekebun di berbagai daerah. Melalui pelaksanaan PKS Tahap V Tahun 2026, BPDP berharap sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pekebun semakin kuat sehingga Program PSR mampu mempercepat peningkatan produktivitas, memperbaiki kesejahteraan pekebun, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta keberlanjutan industri sawit Indonesia.

Polda Riau Kirim Bantuan 30 Tangki Air Barsih Bagi Korban Bencana di Agam Hukrim
Hukrim
Senin, 08 Desember 2025 | 21:37 WIB

Polda Riau Kirim Bantuan 30 Tangki Air Barsih Bagi Korban Bencana di Agam

Riau, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau kirim bantuan tahap V sebanyak 30 tangki air ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Misi kemanusiaan ini berupa penyaluran air bersih diperuntukkan bagi korban bencana. Bantuan dilepas secara simbolis oleh Irwasda Polda Riau, Kombes Prabowo Santoso, di halaman Polda Riau, Senin (8/12), yang juga dihadiri para pejabat utama (PJU) Polda Riau. Kombes Prabowo menyampaikan bantuan ini wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. "Bantuan Kemanusiaan dari Polda Riau ini yang kelima, hal ini menandakan Polda Riau selalu hadir dan siap membantu masyarakat khususnya korban terdampak bencana di Provinsk Sumbar," jelas Prabowo. Rinciannya, dari 30 truk tangki tersebut, Polda Riau mengirimkan 7 truk, Polresta Pekanbaru sebanyaj 2 unit, Polres Dumai sebanyak 2 unit, Polres Inhu 2 unit, Polres Kampar 2 unit, Polres Inhil 1 unit, Polres Bengkalis 1 unit, Polres Pelalawan 1 unit, Polres Rohil3 unit, Polres Rohul : 1 unit, Polres Siak 2 unit. Pihak swasta tak ketinggalan, ikut andil dengan mengirimkan 5 unit truk tangki dab Pemkab Bengkalis 1 truk tangki. Truk tersebut memiliki kapasitas 4.000-28.000 liter. Menurut Prabowo, bantuan air bersih ini nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. "Mari kita doakan bersama agar bencana ini dapat diatasi dengan baik dan masyarakat dapat pulih dan kembali beraktivitas," imbuhnya. Sementara, Dirlantas Polda Riau, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat mengatakan rangkaian truk tangki ini akan dikawal oleh personel PJR Polda Riau. Ia menyampaikan truk tangki ini akan diberangkatkan dari Tol XIII Koto Kampar. Pengisian air bersih puluhan truk ini dilakukan di PDAM Bukittinggi. "Setelah dari PDAM Bukittinggi masing-masing mobil tangki air bersih akan diberangkatkan menuju tujuan (sesuai dengan kebutuhan di lapangan) yaitu Polresta Padang, Polres Padang Panjang, Polres Padang Pariaman dan Polres Agam dikawal oleh masing-masing Satlantas Polres tersebut," paparnya. Dukungan Polda Riau dalam misi kemanusiaan terhadap korban bencana di Agam, Sumatera Barat ini tidak hanya bantuan berupa materil. Polda Riau juga menurunkan 290 personel untuk penanganan pascabencana, lengkap dengan 2 dapur lapangan.