Tutup
Sorotan terbaru dari Tag # Tutup
Friday Profit Taking: Strategi Amankan Keuntungan Sebelum Pasar Tutup Pekan Ini
Jakarta, katakabar.com - Hari Jumat selalu menjadi momen krusial yang menentukan hasil akhir dari seluruh rangkaian transaksi finansial sepanjang pekan. Memasuki sesi perdagangan akhir minggu, dinamika pasar global biasanya mengalami pergeseran karakteristik yang cukup signifikan. Banyak investor institusional dan pelaku pasar besar memilih untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking) dengan menutup posisi-posisi menguntungkan yang telah dibuka sejak awal pekan. Langkah ini diambil untuk mengamankan kebaikan imbal hasil sekaligus mengurangi paparan risiko terhadap isu geopolitik atau berita makroekonomi mendadak yang bisa terjadi selama bursa libur di akhir pekan. Aksi penutupan posisi secara massal di hari Jumat ini tidak jarang memicu pergerakan harga yang berbalik arah secara agresif di menit-menit akhir menjelang penutupan bursa. Bagi mereka yang aktif dalam aktivitas trading forex maupun komoditas, kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi. Membiarkan posisi transaksi tetap terbuka tanpa pengawasan melewati hari Sabtu dan Minggu menyimpan risiko teknis berupa celah harga (gap) saat pasar dibuka kembali pada Senin pagi. Celah harga ini terjadi akibat akumulasi sentimen selama akhir pekan, yang berpotensi melompati garis pembatasan risiko dan menggerus keuntungan yang sebenarnya sudah berhasil dibukukan. Lantaran itu, mengadopsi pendekatan disiplin dengan merealisasikan target keuntungan sebelum bel penutupan berbunyi merupakan langkah taktis yang sangat bijak. Fleksibilitas dalam mengelola penutupan posisi ini dapat dijalankan dengan sangat efisien di dalam ekosistem pasar berjangka. Melalui fasilitas perdagangan dua arah dan sistem trading online yang responsif, Anda memiliki kendali penuh untuk mengunci hasil kinerja mingguan akun Anda, sehingga Anda dapat menikmati libur akhir pekan dengan ketenangan pikiran tanpa dibayangi oleh ketidakpastian arah pasar di awal pekan depan. Menavigasi dinamika penutupan pasar mingguan secara aman dan presisi membutuhkan dukungan dari platform perdagangan yang memiliki stabilitas teknologi tingkat tinggi. KVB Futures hadir sebagai Broker Trading Futures yang terpercaya untuk memfasilitasi kebutuhan transaksi Anda melalui penyediaan infrastruktur digital yang cepat, transparan, dan aman di segala kondisi pasar. Untuk segera mengamankan portofolio finansial Anda dan mulai mengeksplorasi berbagai peluang pasar dunia secara profesional, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Register KVB Futures.
Tutup PERISAI 2026, Airlangga Hartarto Tegaskan Riset dan Hilirisasi Sawit Perkuat KEN
Jakarta, katakabar.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan riset, inovasi, dan hilirisasi menjadi kunci memperkuat daya saing industri kelapa sawit sekaligus mendukung ketahanan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Airlangga saat menutup Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Jakarta. Ia menyampaikan industri kelapa sawit tetap menjadi salah satu sektor strategis nasional dengan kontribusi sekitar 3,5 persen terhadap PDB, nilai ekspor mencapai USD30,87 miliar, serta penerimaan negara dari pungutan ekspor dan bea keluar sebesar Rp53,13 triliun pada 2025. Menurutnya, kontribusi tersebut harus terus diperkuat melalui peningkatan produktivitas, penguasaan teknologi, dan pengembangan produk hilir bernilai tambah. "Implementasi Biodiesel B50 menunjukkan bahwa riset, kebijakan, investasi, dan kapasitas industri mampu berjalan selaras. Ke depan, keberhasilan ini harus menjadi pijakan untuk mengembangkan hilirisasi menuju produk bernilai tambah seperti Green Diesel, Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan bensin sawit," jelas Airlangga. Airlangga menyampaikan apresiasi kepada BPDP dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam pengembangan industri kelapa sawit nasional. Ia berharap PERISAI tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi mampu melahirkan kolaborasi nyata yang mempercepat penerapan dan komersialisasi hasil riset sehingga memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, mengatakan BPDP akan terus memperkuat dukungan terhadap riset dan inovasi sebagai bagian dari transformasi industri perkebunan Indonesia. "PERISAI menjadi wadah untuk mempertemukan peneliti, pemerintah, dunia usaha, dan investor agar hasil riset dapat diimplementasikan serta memberikan nilai tambah bagi industri dan perekonomian nasional," ucap Eddy. Hingga saat ini, BPDP telah salurkan dana riset sebesar Rp921 miliar dengan melibatkan 109 lembaga penelitian dan sekitar 1.900 peneliti. Pada 2026, BPDP juga menandatangani 56 kontrak riset baru, termasuk kajian pengembangan kelapa nasional dan kesiapan infrastruktur implementasi Biodiesel B50. PERISAI 2026 diikuti sebanyak 1.500 peserta, dan menghadirkan seminar ilmiah, pameran inovasi, business matching, Forum Lembaga Pendidikan Penerima Beasiswa SDM Perkebunan, final Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa, hingga peluncuran Pedoman Pengarusutamaan Gender di Industri Kelapa Sawit Indonesia.
Tutup Catatan Buruk: PT SSM Normalisasi Sungai Bawak, Tebar Bibit Ikan dan Bantu Yayasan
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Setelah sekian lama tertutup kabut masalah pencemaran yang membuatnya nyaris 'mati', kini Sungai Bawak di Desa Koto Tandun mulai menunjukkan harapan baru. Langkah konkret pemulihan ekosistem akhirnya terwujud berkat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak perusahaan, khususnya PT SSM yang telah merealisasikan berbagai kesepakatan hasil mediasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu. Kesepakatan yang dicapai tersebut kini bukan sekadar wacana di atas kertas. Erwinsyah Siregar, tokoh masyarakat setempat, membenarkan perusahaan telah menjalankan amanah sesuai arahan yang ditetapkan. Dua program utama menjadi fokus perhatian, yakni penebaran bibit ikan sebanyak 1.500 ekor untuk mengembalikan kehidupan perairan, serta kegiatan normalisasi sungai yang bertujuan memperbaiki aliran dan struktur sungai yang selama ini terganggu. "Apa yang selama ini disampaikan dan dituntut oleh masyarakat sudah direalisasikan oleh PT SSM. Semuanya sesuai dengan apa yang sudah disepakati bersama dalam proses mediasi di kantor DLH Rohul. Mulai dari penaburan bibit ikan hingga penormalisasian Sungai Bawak sudah berjalan," ungkap Erwin dengan penuh harap, Jumat (26/6). Tetapi, perusahaan tidak hanya berhenti pada pemulihan alam. PT SSM juga menunjukkan sisi tanggung jawab sosialnya dengan membantu dunia pendidikan. Perusahaan dikabarkan turun tangan membantu pembangunan fasilitas di Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), salah satunya dengan melakukan penimbunan lahan untuk pembuatan tujuh ruang kelas baru. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar bagi generasi muda di wilayah tersebut. Bayang-bayang Masa Lalu dan Sorotan Pengawasan Langkah positif ini tidak lepas dari latar belakang permasalahan pelik yang pernah terjadi. Belum lama ini, nama PT SSM sempat terseret dalam kasus pencemaran lingkungan yang cukup serius. Aktivitas pabrik kelapa sawit (PKS) diduga kuat menjadi penyebab utama kerusakan ekologis di Sungai Bawak. Pada masa puncak masalah, sungai ini kehilangan fungsinya; air berubah warna dan bau, hingga nyaris tidak ada lagi kehidupan biota air di dalamnya. Sungai itu benar-benar 'mati'. Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi dunia industri di wilayah tersebut. Terungkap bahwa PT SSM bukan satu-satunya perusahaan yang menjadi sorotan. Terdapat tiga nama besar lainnya yang juga masih menyimpan catatan merah terkait persoalan lingkungan hidup, yakni PT KCN, PT Era Sawita, dan PT RSM. Keempat perusahaan ini menjadi perhatian khusus publik dan pemerintah karena dampak operasionalnya yang dinilai meresahkan. Melihat realitas tersebut, muncul harapan besar dari berbagai kalangan agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rokan Hulu beserta seluruh dinas teknis terkait dapat bekerja lebih keras dan profesional. Pengawasan yang ketat mutlak diperlukan, tidak hanya terhadap PT SSM, tetapi juga terhadap grup-grup perusahaan lainnya, agar kasus pencemaran yang sama tidak terulang kembali di masa depan. Bukan Sekadar "Cuci Nama" Sikap tanggung jawab yang ditunjukkan PT SSM saat ini mendapat apresiasi, namun juga disertai catatan kritis dari pengamat dan aktivis lingkungan. F Hasibuan, seorang aktivis lingkungan, menegaskan bahwa segala bentuk tanggung jawab sosial dan pemulihan lingkungan semestinya bukan hanya menjadi agenda seremonial atau sekadar upaya branding untuk membersihkan citra perusahaan pasca masalah. "Tanpa adanya masalah pun, sesungguhnya mereka wajib mengeluarkan tanggung jawab tersebut untuk wilayah dan masyarakat yang berada di sekitar teritorial operasional mereka. Jangan sampai hal ini hanya terkesan menjadi ajang seremoni pencucian masalah semata," tegas Hasibuan. Lebih jauh, ia menekankan peran pemangku kebijakan sangat vital. Mulai dari level Bupati, dinas perizinan, DLH Rohul, DLHK Provinsi, hingga Kementerian Lingkungan Hidup pusat, dituntut untuk lebih peka dan berani mengambil sikap. "Para pemangku kepentingan harus benar-benar hadir dan bersikap tegas. Jika di kemudian hari ditemukan pelanggaran, sanksi tegas harus segera ditindaklanjuti tanpa ragu-ragu demi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat Rokan Hulu," harapnya. Semoga langkah yang diambil PT SSM ini menjadi awal yang baik dan menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara keuntungan bisnis dan kelestarian lingkungan hidup.
Jaga Keselamatan Perjalanan KA, KAI Daop 4 Tutup Perlintasan Sebidang di Grobogan
Jawa Tengah, katakabar.com - Guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, KAI Daop 4 Semarang menutup perlintasan sebidang tidak terjaga JPL 83 Km 59+0/1 pada petak jalan Stasiun Karangsono - Stasiun Gundih, wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan penutupan perlintasan tersebut dilaksanakan Sabtu (7/2) lalu. Menurut Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, penutupan perlintasan sebidang ini merupakan langkah preventif untuk meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas dan perjalanan kereta api. “Perlintasan sebidang merupakan salah satu titik rawan kecelakaan. Penutupan dilakukan karena perlintasan tersebut tidak memenuhi standar keselamatan dan demi melindungi keselamatan perjalanan kereta api serta masyarakat,” kata Luqman. Kata Luqman, penutupan perlintasan sebidang tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian secara berkelanjutan, sekaligus upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang. Sebelumnya, KAI Daop 4 Semarang telah berkoordinasi dengan unsur kewilayahan setempat sehingga pada pelaksanaannya berjalan lancar. Warga yang telah mendapatkan sosialisasi sebelumnya juga menyatakan tidak keberatan atas penutupan perlintasan karena memahami pentingnya keselamatan bersama. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif, serta tidak ditemukan hal-hal menonjol. Cuaca pada saat pelaksanaan kegiatan dilaporkan cerah. KAI Daop 4 Semarang mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan perlintasan sebidang resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan, mematuhi rambu-rambu, serta mendahulukan perjalanan kereta api. "Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam meningkatkan keselamatan khususnya di area perlintasan sebidang mewujudkan transportasi perkeretaapian yang selamat, andal, dan berkelanjutan," serunya.
KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar, Ini Tujuannya
Madiun, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus perkuat komitmen jaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat dengan melakukan penutupan perlintasan sebidang liar secara masif di wilayah kerjanya. Langkah strategis ini bagian dari program normalisasi jalur yang secara konsisten dilakukan KAI untuk menekan risiko kecelakaan di perlintasan tidak resmi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun operasional kereta api. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan sepanjang tahun 2025, KAI Daop 7 Madiun telah merealisasikan penutupan 15 titik perlintasan liar sebagai bentuk nyata peningkatan standar keselamatan transportasi perkeretaapian. “Penutupan perlintasan liar merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan kereta api,” kata Tohari. Memasuki awal tahun 2026, aksi nyata kembali dilakukan melalui kolaborasi Tim PAM dan Resort JR 7.3 Kertosono dengan menutup perlintasan liar di Km 214+5/6 petak jalan Stasiun Kertosono – Sembung, tepatnya di Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Perlintasan Liar Berisiko Tinggi Tohari menegaskan bahwa keberadaan perlintasan liar memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi, terutama di tengah meningkatnya frekuensi dan intensitas perjalanan kereta api. Lantaran itu, penutupan perlintasan liar menjadi langkah mutlak demi mencegah potensi kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material. Kebijakan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 Ayat (1), yang mengamanatkan bahwa demi keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin wajib ditutup. Data Perlintasan Sebidang di Wilayah Daop 7 Madiun Hingga saat ini, KAI Daop 7 Madiun mencatat terdapat 216 titik perlintasan sebidang, dengan rincian 185 titik perlintasan teregister dijaga, 27 titik perlintasan teregister tidak dijaga, 1 titik perlintasan tidak teregister (liar) dijaga, 3 titik perlintasan tidak teregister (liar) tidak dijaga KAI Daop 7 Madiun menegaskan bahwa upaya penutupan perlintasan liar akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi besar peningkatan keselamatan transportasi nasional.
Tutup Tahun 2025, KAI Divre III Salurkan CSR Mobil Toilet Buat Kabupaten Muara Enim
Muara Enim, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Divisi Regional III Palembang menutup tahun 2025 dengan langkah penuh kepedulian. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Tim TJSL KAI Divre III dan Pusat kembali menyerahkan bantuan satu unit Mobil Toilet kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang diterima oleh Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieq Putra. Bantuan yang memiliki nilai sebesar Rp1.098.000.000 ini diharapkan dapat mendukung peningkatan layanan kesehatan dan kebersihan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan maupun kegiatan pelayanan publik di Muara Enim. Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan penyerahan bantuan ini merupakan wujud kontribusi perusahaan agar keberadaan KAI dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Komitmen KAI keberadaan perusahaan harus memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Mobil toilet ini menjadi fasilitas vital dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat saat terjadi bencana atau kegiatan kemasyarakatan. Kami berharap fasilitas ini dapat digunakan secara optimal dan memberi kenyamanan bagi masyarakat Muara Enim,” ucap Aida. Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieq Putra mengapresiasi perhatian KAI Divre III yang tidak hanya fokus pada layanan transportasi, namun juga memberi perhatian pada kebutuhan sosial masyarakat. “Kami menyampaikan terima kasih kepada PT KAI, khususnya KAI Divre III Palembang atas perhatian dan bantuan yang sangat bermanfaat ini. Mobil toilet ini sangat kami perlukan untuk mendukung respons cepat di lapangan, terutama saat terjadi bencana. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut demi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Abdurrozieq. Dengan penyerahan ini, total bantuan CSR yang disalurkan KAI Divre III Palembang sepanjang tahun 2025 mencapai Rp4.816.992.800 ke berbagai wilayah kerja Divre III. Sepanjang tahun tersebut, KAI telah menyalurkan beragam program sosial yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, peningkatan kualitas lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat. Aida menerangkan, KAI tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan transportasi, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang menjalankan peran sosial secara konsisten dan berkelanjutan sesuai dengan program Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto. “Melalui program TJSL, kami terus berupaya membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, kualitas hidup, serta akses masyarakat terhadap fasilitas penting,” bebernya. KAI berharap sinergi yang terbangun bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin memperkuat kontribusi positif perusahaan dalam pembangunan sosial dan lingkungan serta terus tumbuh bersama, menghadirkan manfaat bagi sesama, dan memberi makna dalam setiap perjalanan,” tandasnya.
Tutup Turnamen Bola Voli dan Mini Soccer di TTB, Ini Pesan Bupati Kepulauan Meranti
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, secara resmi tutup Turnamen Bola Voli Putra dan Putri, serta serahkan Piala Mini Soccer tingkat SD dan SMP se Kecamatan Tebing Tinggi Barat atau TTB, di Kecamatan TTB, Selasa (16/9). Di kegiatan itu hadir Pimpinan Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Camat Tebing Tinggi Barat, Kepala Desa, Ketua dan pengurus Karang Taruna Kecamatan Tebing Tinggi Barat, panitia pelaksana, para wasit, serta peserta turnamen bola voli. Acara dimulai dengan pertandingan final bola voli antara tim Alai Selatan melawan Tanjung yang dimenangkan tim Tanjung. Camat Tebing Tinggi Barat, Muhammad Nazir, S.Pd., M.Si mengapresiasi kehadiran Bupati Kepulauan Meranti, dan dukungan seluruh panitia yang telah sukseskan turnamen. Ia menilai turnamen ini menjadi ajang untuk melihat bibit pemain bola voli di wilayahnya sekaligus mengajak peserta yang belum menang untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi. “Turnamen ini telah memberikan gambaran tentang potensi atlet muda Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Kami berharap semangat berlatih terus dijaga agar dapat meraih prestasi lebih baik ke depan,” ujarnya. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, ucapkan selamat kepada para juara, dan mengajak seluruh peserta untuk tidak cepat puas dengan hasil yang diraih. Ia menekankan filosofi olahraga yang menanamkan nilai persahabatan, dan persaudaraan. “Kalah dan menang adalah hal biasa dalam pertandingan. Paling penting bagaimana turnamen ini menjadi ruang komunikasi dan mempererat silaturahmi antara pemain dan pencinta olahraga,” kata H Asmar. Ia mengapresiasi kinerja panitia, dan seluruh pihak yang terlibat sehingga turnamen dapat berlangsung dengan aman dan kondusif. Harapannya, kegiatan ini dapat memacu semangat berkompetisi sekaligus menjadi motivasi untuk mengembangkan potensi diri, dan olahraga di daerah. Di momen itu, Bupati Kepulauan Meranti umumkan bantuan dana sekitar Rp5 juta untuk pemain bola voli, dan mini soccer, yang akan ditingkatkan di masa mendatang. Ia menyampaikan rencana perbaikan fasilitas, termasuk persiapan aula dan pembangunan jembatan sepanjang 3 kilometer yang direncanakan selesai pada Oktober 2026 mendatang.
Tingkatkan Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 1 Jakarta Tutup Perlintasan Liar di Bekasi Jabar
Jakarta, katakabar.com - Upaya peningkatan keselamatan PerKA terus ditingkatkan KAI Daop 1 Jakarta, yang salahsatunya dengan melakukan penutupan perlintasan sebidang liar, Kamis (19/6) lalu. Perlintasan liar tersebut berada di kilometer 24+300/400 petak jalan antara Sta Bekasi–Sta Kranji, yang berada di RT01 RW03, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Kegiatan penutupan ini diawali dengan pelaksanaan safety briefing yang dipimpin oleh Kepala Pleton B Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) KAI Daop 1 Jakarta, Juremi. Di kegiatan ini dihadiri oleh Tim Jalan Rel dan Jembatan KAI Daop 1 Jakarta, Tim Polsuska KAI Daop 1 Jakarta, Lurah Kranji Entry Gracia, Babinmaspol, RT/RW, toko masyarakat, beserta jajaran masing-masing. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, penutupan perlintasan liar ini merupakan bentuk nyata komitmen KAI dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api. Keberadaan perlintasan liar tanpa izin dan tanpa sistem pengamanan resmi memiliki potensi risiko yang mengakibatkan gangguan keelamatan terhadap perjalanan kereta api, maupun bagi pengguna jalan. Dijelaskannya, penutupan ini mengacu pada ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan dan/atau Persinggungan antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain. Perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) ditetapkan dengan ketentuan : a. Kecepatan kereta api yang melintas pada perlintasan kurang dari 60 km/jam; b. Selang waktu antara kereta api satu dengan kereta api berikutnya (headway) yang melintas pada lokasi tersebut minimal 30 (tiga puluh) menit; c. Jalan yang melintas adalah jalan kelas Ill; d. Jarak perlintasan yang satu dengan yang lainnya pada satu jalur kereta api tidak kurang dari 800 meter; e. Tidak terletak pada lengkungan jalur kereta api atau jalan: f. Jarak pandang bebas bagi masinis kereta api minimal 500 meter maupun pengendara kendaraan bermotor dengan jarak minimal 150 meter. “Perlintasan liar ini tidak terdapat penjaga dan sering dilalui oleh kendaraan serta pejalan kaki. Oleh karena itu, penutupan dilakukan demi menghindari potensi bahaya dan menciptakan perjalanan KA yang lebih aman,” kata Ixfan.
KAI Daop 1 Jakarta Tutup Perlintasan Liar, Seru Masyarakat Bangkit Bersama
Jakarta, katakabar.com - Maraknya kecelakaan di perlintasan sebidang, dan petak jalan, penutupan perlintasan liar menjadi langkah nyata, dan preventif guna menekan risiko dan melindungi keselamatan masyarakat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus perkuat komitmen menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan dengan menutup perlintasan sebidang liar atau tidak berizin di wilayahnya. Lihat, Selasa (20/5) lalu, telah dilakukan penutupan tiga titik perlintasan liar di petak jalan Klari-Kosambi, yakni: 1. Km 71+00/100 (dekat lapangan bola), 2. Km 71+200 (dekat lapangan bola), 3. Km 73+300 (belakang Kelurahan Duren, dekat SD Negeri Duren). Jadi, hingga Selasa, 20 Mei 2025 KAI Daop 1 Jakarta telah menutup sebanyak 22 titik perlintasan sebidang tanpa izin atau perlintasan sebidang liar setara 55 persen dari yang telah diprogramkan, yakni totalnya 40 titik. Sementara satu titik lainnya di kilometer 74+700 direncanakan untuk ditutup dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi semakin mendesak mengingat tingginya angka kejadian temperan (tabrakan di perlintasan) yang terjadi di wilayah Daop 1 Jakarta. Hingga Rabu, 21 Mei 2025, telah tercatat 99 kejadian temperan yang melibatkan kendaraan, orang, maupun hewan. Rinciannya:
Pukulan Berat Bagi Naker, Industri Garmen Tutup Bertahap
Jawa Barat, katakabar.com - Industri garmen di Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yang mengancam keberlangsungan sektor ini. Tekanan ekonomi global, meningkatnya biaya produksi, dan persaingan ketat dengan produk impor murah membuat banyak perusahaan garmen terpaksa menutup operasional mereka secara bertahap. Kondisi ini picu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang berdampak langsung pada ribuan pekerja. Pandemi Covid 19 jadi faktor utama perburuk kondisi industri garmen. Selama masa pandemi, permintaan produk garmen menurun drastis akibat kebijakan pembatasan sosial di berbagai negara. Meski pandemi mulai mereda, dampak ekonominya masih terasa hingga kini. Banyak perusahaan garmen dihadapkan pada meningkatnya harga bahan baku seperti kapas dan benang, serta fluktuasi nilai tukar mata uang yang memengaruhi biaya impor. Di sisi lain, inflasi global menekan daya beli masyarakat, baik di pasar domestik maupun internasional. Produsen garmen lokal kesulitan menyesuaikan harga jual produk mereka dengan kenaikan biaya produksi, yang pada akhirnya berujung pada penurunan profitabilitas.