Warga Dusun Tegar Dijebloskan Kepenjara Polsek Mandau Lantaran Curi TBS Sawit Hukrim
Hukrim
Kamis, 24 September 2026 | 07:52 WIB

Warga Dusun Tegar Dijebloskan Kepenjara Polsek Mandau Lantaran Curi TBS Sawit

Mandau, katakabar.com - Warga Jalan Tegar Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, bernama JH 25 tahun, dijebloskan kedalam penjara Polsek Mandau lantaran mencuri Tandan Buah Segar (TBS) kelap Sawit. Pelaku ditangkap Rabu (23/9) sekitar pukul 17.30 WIB di sebuah rumah yang berada di kawasan Jalan Tegar Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, dalam keterangan resmi, Rabu malam, mengatakan pengungkapan tindak pidana pencurian TBS kelapa sawit berdasarkan laporan korban berinisial JMS. Setelah dilakukan penyelidikan tim opsnal Polsek Mandau mendapat informasi terduga pelaku sedang berada di rumah di Jalan Tegar Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. "Tiba di tempat tersebut tim mengamankan pelaku JH sekitar pukul 17.30 WIB. Benar saja, ketika diinterogasi pelaku mengakui telah melakukan pencurian buah kelapa sawit sesuai dengan laporan polisi tersebut," jelas Betty. Kemudian, ujar Kasi Humas Polsek Mandau, pelaku dan barang bukti, berupa satu unit sepeda motor merk Honda Supra hitam tanpa Nomor Polisi (Nopol) dibawa ke Polsek Mandau guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. "Kepad tersangka disangkakan perkara tindak pidana pencurian sesuai Pasal 476 KUHPidana," terangnya.

Gerbang Rusak dan Sampah Penuhi Trbun Penonton Saksi Bisu Atlet Sepak Bola Dini dan Warga Jogging di Stadion Mini Duri Riau
Riau
Selasa, 22 September 2026 | 11:03 WIB

Gerbang Rusak dan Sampah Penuhi Trbun Penonton Saksi Bisu Atlet Sepak Bola Dini dan Warga Jogging di Stadion Mini Duri

Duri, katakabar.com - Sore itu, di akhir pekan ketiga September 2026 , kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terasa menusuk hidung. Cahaya matahari senja redup. Ia melangkah gontai menuji ufuk barat sambil menyaksikan prilaku penguasa yang sombong dan serakah di kolong langit. Memasuki Stadion Mini Duri tampak gerbang terbuat dari besi rusak menganga bak ular python siap memangsa, ragam sampah mulai plastik, kertas bekas bungkus nasi, dan lainnya menumpuk di dalam keranjang terbuat dari bambu terletak di pojok kiri bersandar di dinding penghalang dekat tangga ditutup pagar seng di lantai dua trubun penonton. Di pelataran ukuran 100 meter x 100 meter meski rumput lapangan sudah mulai berganti tanah puluhan hingga ratusan orang tunas-tunas muda atlet sepak bola mengikuti latihan rutin guna mempersiapkan berbagai turnamen sepanjang tahun. Warga jogging dan jalan santai secara berkelompok mengelilingi lapangan setelah bekerja seharian mengejar kebutuhan dunia, seakan menjadi pagar betis. Begitulah pemandangan dan potret Stadion Mini di lingkungan gedung LAM R, yang terletak di Jalan Hang Tuah Duri, Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, sudah berlangsung bertahun lamanya minim perbaikan, dan perawatan. Stadion Mini Duri dibangun di era Bupati Bengkalis, Drs. Syamsurizal, hingga kini baru sekali dapat perhatian sekitar beberapa tahun lalu. Itupun rehab kecil senilai Rp200 juta dari Pokok Pikiran (Pokir) Dewan masa itu. Setelah itu, Stadion Mini Duri satu-satunya pusat fasilitas olahraga bagi masyarakat Kecamatan Mandau masih berinduk ke ibu kota Kabupaten Bengkalis, nun jauh di pulau seberang, Bengkalis, bak pungguk merindukan bulan dihukum oleh keadaan luput dari perhatian. Padahal, kalau kita bicara sepak bola sudah dua orang atlet sepak bola dari Duri pernah tercatat namanya di Tim Nasional Senior dan Tim Nasional U-19. Mereka meniti karir mulai dari Stadion Mini Duri hingga memakai jersey Timnas yang diimpikan setiap atlet-atlet sepak bola berbakat dan bertalenta. Tetapi itu tadi, prestasi mentereng dari dua atlet sepak bola asal Duri tidak mampu mencuri perhatian para penguasa di negeri ini setidaknya peduli sehingga memperbaiki, dan membangun stadion sepak bola yang layak bagi talenta-talenta sepak bola di daerah berjuluk 'Emas Hitam' yang kaya dengan sumber daya alam. Fasilitas Tak Layak Bukan Jadi Penghalang Bagi para pelatih, dan atlet-atlet sepak bola usia dini, serta warga jogging memanfaatkan Stadion Mini Duri dengan kondisi tak layak bukan menjadi penghalang. Kondisi Stadion Mini Duri cukup memprihatinkan menjadi pelecut semangat mereka untuk terus tapaki karir dan menjaga kesehatan fisik agar tetap bugar. Mereka justru bersyukur Duri, Kecamatan Mandau masih memiliki Stadion Mini untuk tempat berolahraga meski kondisinya telah mengkhawatirkan. "Kita bersyukur, Stadioan Mini untuk kegiatan berolahraga di Duri, Kecamatan Mandau meski keadaannya, ya memprihatinkan," ujar seorang warga paruh baya tak mau ditulis namanya, kepada katakabar.com di suatu perbicangan. Setiap hari jogging! "Enggak juga Pak, palingan tiga kali dalam sepekan saat waktu longgar atau tidak begitu sibuk," ucap pria itu sambil berlari-lari kecil di pinggir lapangan. Stadion Mini Bukan Stadion Biasa Stadion Mini Duri bukan stadion biasa, sebab stadion ini selain melahirkan atlet-atlet sepak bola usi dini. Stadion merupakan homebase PS Duri tim sepak bola yang sangat disegani di Provinsi Riau, dan Sumatera Bagian Utara. Bahkan, Stadion Mini pernah menjadi tempat acara dan perhelatan pemerintah, konser musik, serta acara berskala besar lainnya, seperti upacara HUT Kemerdakan RI, kampanye akbar hingga konser musik group-group band papan atas nasional. Tetapi, semua itu tinggal cerita menjadi kenangan indah tak terlupakan. Sebab, beda penguasa beda pula ego, dan ambisi. Penguasa datang dan pergi silih berganti ada yang hobi olahraga ada pula yang hobi pencitraan untuk melanggengkan kekuasaaan hingga tujuh turunan. Stadion Mini Duri salah satu fasilitas cabang olahraga di jantung Kecamatan Mandau, bisa jadi dinilai tidak prioritas sehingga membiarkannya sekarat adalah sebuah pilihan buat apa diperbaiki dan dibenahi. Apalagi secara matematika ekonomi dan politik kurang menguntungkan bagi para oknum-oknum penguasa. Akhirnya, masyarakat mesti menerima kenyataan dan menelan pil pahit  melihat fakta Stadion Mini Duri sekarat dihukum keadaan imbas dari salah pilih pemimpin hasil dari perhelatan politik pragmatis.

Goro di Jalan Gaya Baru Ujung Duri Timur, Camat Mandau Apresiasi Kebersamaan Warga Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 13 September 2026 | 20:27 WIB

Goro di Jalan Gaya Baru Ujung Duri Timur, Camat Mandau Apresiasi Kebersamaan Warga

Mandau, katakabar.com - Pemerintah Kelurahan Duri Timur bersama masyarakat, dan pemuda pemudi melaksanakan Gotong Royong (Goro) membersihkan parit serta rerumputan di Lapangan Jalan Gaya Baru Ujung RT 03 RW 06 Kelurahan Duri Timur, Minggu (13/9). Kegiatan tersebut merupakan sarana meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Camat Mandau Riki Rihardi, dan Sekretaris Kecamatan Mandau, Kasi Kasubbag Kantor Camat Mandau, ikut menghadiri kegiatan gotong royong, sekaligus merajut silaturrahmi dengan masyarakat Kelurahan Duri Timur. Orang Nomor Satu di Kecamatan Mandau mengucapkan terima kasih dan apresiasi  kepada seluruh masyarakat sekitar kerena tetap kompak, serta semangat dalam bergotong royong, semoga lapangan yang kita bersihkan saat ini bisa kita pergunakan untuk melaksanakan ajang perlombaan Turnamen Bola Voly. "Bapak Ibu, kedatangan kami selain meninjau kegiatan gotong royong ialah untuk menjalin silaturrahmi dengan masyarakat Kelurahan Duri Timur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemuda-pemudi serta masyarakat Kelurahan Duri Timur semangat dalam kegiatan gotong-royong," ujarnya. Kami berharap, tambah Camat Mandau, kegiatan gotong-royong ini menjadi bentuk kepedulian kita dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah demi kenyaman kita bersama.

Tingkatkan Pendapatan Warga, PTPN IV PalmCo Salurkan Ribuan Bibit Nanas Bagi Dua Desa di Jambi Nasional
Nasional
Minggu, 06 September 2026 | 15:09 WIB

Tingkatkan Pendapatan Warga, PTPN IV PalmCo Salurkan Ribuan Bibit Nanas Bagi Dua Desa di Jambi

Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo, terus memperkuat komitmennya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), PTPN IV PalmCo menyalurkan 1.500 bibit nanas siap tanam kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional lahan gambut di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Bantuan tersebut disalurkan secara proporsional, yakni 1.000 bibit untuk masyarakat Desa Merbau dan 500 bibit untuk masyarakat Desa Sungai Tawar. Pemilihan komoditas nanas (Ananas comosus) dinilai sangat strategis karena selain memiliki adaptasi yang baik terhadap karakteristik keasaman lahan gambut, nanas juga memiliki potensi ekonomi tinggi, baik sebagai buah segar maupun produk olahan turunan. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mengintegrasikan operasional bisnis dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian ekosistem. "Pemberdayaan masyarakat desa yang berdampingan dengan wilayah operasional adalah salah satu prioritas kami. Bantuan bibit nanas ini tidak sekadar memiliki nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga sejalan dengan upaya kita bersama dalam menjaga produktivitas lahan gambut secara berkelanjutan. Kami berharap komoditas ini dapat dikelola dengan baik sehingga mampu menjadi pilar pendapatan alternatif bagi warga," ujar Jatmiko di Jakarta. Program pemberdayaan yang menyentuh langsung ke tingkat akar rumput ini mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima manfaat. Khairul Anwar, perwakilan masyarakat dari Desa Merbau, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif perusahaan. "Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan bibit nanas dari PTPN IV. Tanaman ini cocok dengan kondisi lahan di sini, dan kami berharap ke depannya hasil panennya nanti bisa benar-benar membantu menambah penghasilan keluarga," ucapnya. Kepala Desa Sungai Tawar, Bustanul Arifin aminkan Direktur Utama PTPN IV PalmCo. Ia lantas mengapresiasi sinergi yang terjalin antara perusahaan dan masyarakat desa. "Mewakili warga Desa Sungai Tawar, kami berterima kasih atas dukungan dari PTPN IV. Bantuan bibit ini sangat bermanfaat dan kami siap mendukung pengelolaannya agar program ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga desa kami," bebernya. Konsistensi Dorong Perekonomian Desa Langkah PTPN IV PalmCo dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat pedesaan bukanlah yang pertama kali dilakukan. Perusahaan secara konsisten terus menggulirkan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada penciptaan nilai tambah dan kemandirian ekonomi masyarakat (Creating Shared Value). Sebelumnya, PTPN IV PalmCo juga telah sukses menjalankan serangkaian program pemberdayaan ekonomi dan UMKM di berbagai wilayah operasional lainnya. Beberapa inisiatif tersebut di antaranya adalah program pelatihan pengolahan ikan lele menjadi produk bernilai tambah yang menyasar 50 perempuan, serta penyelenggaraan baking class gratis bagi 50 pelaku UMKM dan warga guna menciptakan peluang usaha baru di bidang kuliner. Tidak hanya berfokus pada sektor pangan, dorongan ekonomi perusahaan juga menyentuh sektor industri kreatif dan pertukangan. Salah satunya dibuktikan melalui dukungan modal dan pembinaan di Kabupaten Kampar, Riau, yang berhasil melonjakkan kapasitas produksi sentra pandai besi hingga 10 kali lipat. Ke depan, PTPN IV PalmCo berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang tepat sasaran, adaptif terhadap potensi lokal, dan berkelanjutan, guna mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat yang beriringan dengan keberlanjutan bisnis perusahaan.

Warga Balai Makan Diciduk Reskrim Polsek Mandau di Rumahnya Gegara Bongkar Rumah Hukrim
Hukrim
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Warga Balai Makan Diciduk Reskrim Polsek Mandau di Rumahnya Gegara Bongkar Rumah

Bathin Solapan, katakabar.com - Tim Opsnal Polsek Mandau ciduk seorang laki-laki, belakangan diketahui bernama JA 29 tahun merupakan warga Jalan Sakinah Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Senin (22/8) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. JA diciduk petugas polisi gegara bongkar rumah dan mencuri barang-barang berharga milik korban berinisial WG warga Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Kapolsek Mandau, AKP I Mada Pasek, diteruskan Kasi Himas Polsek Mandau, Betti Dumauli S, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sebelumnya sewaktu pelapor mau memasukkan anting emas kedalam tas yang ada di balik pintu kamar ternyata perhiasan emas, berupa 1 buah gelang dewasa emas 24, 4 buaj cincin anak emas 24, 2 buah gelang anak emas 22, 3 buah kalung anak emas 22, 3 buah cincin anak emas 22, sepasang cincin kawin emas 22, 1 buah cincin permata biru emas 22, 1 buah cincin dewasa emas 24, dan uang tunai lebih kurang sebesar Rp2 juta yang sebelumnya disimpan pelapor di dalam tas sudah tidak ada atau hilang. Setelah dilakukan pencarian di seluruh bagian rumah, cerita Betti, ternyata barang-barang tersebut tidak ditemukan dan kondisi bangunan rumah baik pintu maupun jendela nya tidak ada bekas di rusak "Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp74 juta, dan  selanjutnya korban melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," jelasnya. Berdasarkan dari Laporan Polisi tentang Pencurian pasal 476 KUHPidana, ucap Betti, Unit Reskrim Polsek Mandau mendapat informasi pelaku pencurian tersebut sudah berada di rumahnya di Jalan Sakinah Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Lalu, tim langsung menuju kerumah pelaku Jalan Sakinah, tiba di rumah pelaku tim langsung mengamankan pelaku J.A. "Setelah diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti, berupa satu.Keyboard Rainbow Ledlight Gaming K98, satu Mouse Bloody 7 Software, satu sepeda motor merek Yamah NMAX hitam tampa Nopol, uang tunai Rp550 ribu, dua unit handphone, satu pasang anting emas, satu gelang, serta satu tas sandang dibawa ke Polsek Mandau guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Di Tengah Ancaman Konflik, Sebelas Prajurit Koops TNI Habema Evakuasi Warga Ugimba dengan Dua Helikopter Nasional
Nasional
Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Di Tengah Ancaman Konflik, Sebelas Prajurit Koops TNI Habema Evakuasi Warga Ugimba dengan Dua Helikopter

Papua, katakabar.com - Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell dan 11 personel untuk mengevakuasi seorang warga lokal yang membutuhkan pertolongan dari wilayah Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (9/8) lalu. Evakuasi dilakukan setelah warga tersebut ditemukan berada jauh dari pemukiman dan sulit dijangkau melalui akses darat, sehingga membutuhkan tindakan cepat untuk memastikan keselamatan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. Evakuasi tersebut berlangsung di tengah kondisi wilayah Ugimba yang memiliki tantangan geografis, keterbatasan akses darat, perubahan cuaca, serta situasi keamanan yang masih dinamis. Aktivitas kelompok OPM Kodap VIII/Kemabu pimpinan Guspi Waker juga masih menjadi perhatian karena menimbulkan keresahan masyarakat dan melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan. Di tengah kondisi tersebut, prajurit tetap mengambil langkah untuk memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan. Saat melaksanakan patroli dan pemantauan wilayah, personel Koops TNI Habema menemukan seorang warga lokal yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Lantaran berada jauh dari pemukiman dan sulit dijangkau menggunakan kendaraan darat, prajurit segera mengambil keputusan untuk melakukan evakuasi. Keselamatan warga menjadi prioritas, dengan setiap tahapan tetap memperhitungkan kondisi medan, cuaca, serta faktor keamanan di lapangan. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna , S.H, M.Si, menegaskan evakuasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen prajurit dalam mengedepankan nilai kemanusiaan. “Prajurit TNI tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan, bantuan, dan rasa aman kepada masyarakat yang membutuhkan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian prajurit di lapangan," ujarnya. Untuk mempercepat proses penyelamatan, Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell Minggu (9/8) sekitar pukul 12.25 hingga 12.48 WIT. Total 11 personel terlibat dalam pelaksanaan misi tersebut. Pengerahan helikopter menjadi langkah nyata untuk mengatasi keterbatasan akses darat sekaligus memastikan warga dapat segera dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan. Setibanya di Distrik Sugapa, warga tersebut kemudian diserahkan kepada Misael Sondegau selaku Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya. Penyerahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari koordinasi lanjutan agar warga dapat memperoleh penanganan dan pendampingan sesuai kebutuhannya. Dengan demikian, proses evakuasi tidak berhenti setelah warga berhasil dibawa keluar dari lokasi yang sulit dijangkau. Rangkaian evakuasi tersebut menunjukkan medan sulit, cuaca, maupun situasi keamanan tidak menjadi penghalang bagi prajurit Koops TNI Habema untuk membantu masyarakat. Mulai dari menemukan warga yang membutuhkan pertolongan, mengambil keputusan cepat, mengerahkan dua helikopter dan 11 personel, hingga memastikan adanya penanganan lanjutan, seluruh langkah tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian prajurit di wilayah penugasan. Di Ugimba, pengabdian prajurit tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan dan pengamanan wilayah, tetapi juga melalui keberanian untuk bergerak ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Saat akses darat terbatas dan keselamatan warga berada dalam risiko, prajurit hadir dengan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menyelamatkan satu kehidupan. Bagi Koops TNI Habema, menjaga masyarakat berarti hadir saat dibutuhkan, bergerak saat diperlukan, dan memastikan setiap warga yang membutuhkan pertolongan tidak dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.

Perempuan Bangsa Kepri Turun Gelar Pengobatan Massal Bukti Politik Hadir dan Peduli Warga Politik
Politik
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:03 WIB

Perempuan Bangsa Kepri Turun Gelar Pengobatan Massal Bukti Politik Hadir dan Peduli Warga

Batam, katakabar.com - Perempuan Bangsa Kepulauan Riau menunjukkan komitmen hadir di tengah masyarakat. Organisasi ini menggelar pengobatan massal di Lapangan RT 02 RW 06, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Sabtu (8/8). Kegiatan bagian dari rangkaian program pelayanan kesehatan masyarakat yang telah dilaksanakan Perempuan Bangsa Kepri sejak Januari 2026 lalu di mana kegiatan digelar di Bengkong dan Pulau Geranting. Tidak sampai di situ, program pelayanan kesehatan rencananya terus berlanjut ke sejumlah wilayah lain di Kepulauan Riau hingga Desember 2026 mendatang. Ketua DPW Perempuan Bangsa Kepulauan Riau, Hj. Helmiaty Basri, S.Sos., M.AP., mengatakan kegiatan bukan sekadar agenda sesaat, melainkan bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. “Pengobatan massal ini bukan kegiatan sesaat. Sejak Januari kami sudah bergerak dari satu tempat ke tempat lain, mulai dari Bengkong, Pulau Geranting, dan sekarang di Tanjung Uma. Insyaallah kegiatan ini akan terus kami lanjutkan ke beberapa tempat lainnya sampai Desember mendatang,” ujar Helmiaty. Menurut Helmiaty, kesehatan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian secara berkelanjutan. Pemeriksaan dan edukasi kesehatan, kata dia, penting dilakukan sebelum masyarakat mengalami gangguan kesehatan. “Bagi kami, kesehatan adalah bagian penting dari kesejahteraan. Jangan menunggu sakit baru memikirkan kesehatan. Edukasi, pemeriksaan dan pencegahan harus terus dilakukan,” jelasnya. Helmiaty juga menyoroti peran perempuanmenjaga kesehatan keluarga. Menurutnya, perempuan, khususnya ibu, merupakan sosok yang paling dekat dengan berbagai persoalan kesehatan di dalam keluarga. Mulai dari mengatur pola makan, menjaga kebersihan, memperhatikan kesehatan anak, hingga menentukan kapan anggota keluarga membutuhkan pemeriksaan medis. “Ketika kita bicara kesehatan masyarakat, kita tidak bisa mengabaikan peran perempuan. Perempuan adalah pintu pertama dalam menjaga kesehatan keluarga. Lantaran itu, perempuan harus sehat, memiliki pengetahuan dan mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik,” ucapnya. Ia menilai perempuan yang sehat dan berdaya dapat memberikan dampak besar terhadap ketahanan keluarga dan masyarakat. “Kalau ibunya sehat, anak-anak terurus, keluarga lebih kuat. Kalau keluarga kuat, masyarakat juga akan kuat. Karena itu, pemberdayaan perempuan harus berjalan bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga,” bebernya. Selain bidang kesehatan, Perempuan Bangsa Kepri juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, di antaranya pelatihan UMKM, penguatan ekonomi keluarga, serta pengolahan sampah. Helmiaty mengatakan berbagai program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjalankan arahan Ketua Umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, agar Perempuan Bangsa tidak hanya aktif dalam kegiatan politik, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. “Gus Muhaimin selalu mengingatkan bahwa politik harus menghadirkan kemanfaatan. Perempuan Bangsa harus berada di tengah masyarakat, mendengar apa yang menjadi persoalan mereka dan ikut memberikan solusi,” tuturnya. Karena itu, Perempuan Bangsa Kepri berupaya membangun program yang berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Perempuan Bangsa ada bersama mereka. Kami datang bukan hanya untuk berbicara, tetapi untuk mendengar dan bekerja. Kalau masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, kami hadir dengan pengobatan. Kalau membutuhkan peningkatan ekonomi, kami hadir dengan pelatihan UMKM. Kalau ada persoalan lingkungan, kami hadir dengan program pengolahan sampah,” tegasnya. Rangkaian pengobatan massal tersebut digelar secara bertahap di sejumlah wilayah Kepulauan Riau. Setelah Bengkong dan Pulau Geranting, Tanjung Uma menjadi salah satu lokasi berikutnya. Helmiaty memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan hingga akhir 2026 dengan menyasar wilayah lainnya. “Target kami sederhana, semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan manfaat. Karena itu, setelah Tanjung Uma, kami akan terus bergerak ke tempat-tempat lain sampai Desember. Ini adalah kerja bersama dan akan terus kami lakukan secara konsisten,” imbuhnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak perempuan di Kepulauan Riau untuk mengambil peran dalam pembangunan masyarakat. “Perempuan jangan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan. Perempuan harus menjadi pelaku pembangunan. Dari keluarga, lingkungan, hingga masyarakat luas. Perempuan Bangsa ingin menjadi bagian dari gerakan itu,” sebutnya.

TMMD Kodim 0726 Sukoharjo Tunjukkan Aksi Nyata Bangun Kesejahteraan Desa Nusantara
Nusantara
Jumat, 31 Juli 2026 | 09:01 WIB

TMMD Kodim 0726 Sukoharjo Tunjukkan Aksi Nyata Bangun Kesejahteraan Desa

Sukoharjo, katakabar.com - Kodim 0726 Sukoharjo melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 129 kembali tunjukkan komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain membangun infrastruktur desa, Kodim 0726.Sukoharjo juga menghadirkan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, sebanyak lima rumah warga direnovasi agar menjadi lebih aman, sehat, dan layak dihuni. Salah satu rumah yang mendapat manfaat adalah milik Margono. Sebelumnya, rumah tersebut berdinding papan lapuk, beratap bocor, dan masih berlantaikan tanah. Melalui program RTLH Kodim 0726 Sukoharjo, rumah itu kini berubah dengan dinding batako, lantai keramik, atap baru, serta pintu dan jendela yang lebih layak sehingga memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Proses renovasi lima unit RTLH dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD Kodim 0726 Sukoharjo bersama masyarakat. Setiap hari, anggota TNI dan warga bahu-membahu mengangkat material, memasang bata, mengaduk semen, hingga memperbaiki bagian atap rumah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dansatgas TMMD Reg ke 129, Letkol Inf Reza Sahputra, S.E., menegaskan bahwa program renovasi RTLH merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. "Melalui TMMD ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Tidak hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga membantu warga memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Lima rumah yang menjadi sasaran RTLH ini merupakan bentuk kepedulian TNI agar masyarakat di wilayah binaan dapat hidup lebih layak. Harapannya, program seperti ini dapat terus memperkuat sinergi dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat," jelasnya. Kepala Desa Parangjoro, Hardiman, S.H., mengapresiasi pelaksanaan TMMD Reguler ke 129 yang digelar Kodim 0726 Sukoharjo. Menurutnya, renovasi lima rumah warga menjadi bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat yang selama ini mendambakan tempat tinggal yang lebih layak. Ia juga menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat. Salah satu penerima manfaat, Margono, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Selama bertahun-tahun, ia dan keluarganya harus tinggal di rumah yang bocor saat hujan dan kurang nyaman untuk ditempati. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah melalui TNI yang telah membantu keluarga kami. Saya tidak menyangka rumah ini bisa menjadi lebih baik seperti sekarang. Semoga TNI selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas," ucapnya. Program bedah RTLH menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Kodim 0726/Sukoharjo melalui TMMD Reguler ke 129. Bersamaan dengan pembangunan infrastruktur lainnya, program ini menunjukkan TMMD tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menghadirkan perubahan yang langsung dirasakan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan di desa. Seluruh proses rehabilitasi lima unit RTLH ditargetkan selesai bersamaan dengan penutupan TMMD Reguler ke 129 pada 14 Agustus 2026. Melalui program ini, Kodim 0726 Sukoharjo kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat mampu menghadirkan perubahan nyata. Dari Desa Parangjoro, lahir harapan baru bagi lima keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih layak, aman, dan sejahtera.

PTPN IV PalmCo Gencarkan Gerakan Hijau dan Jaga Sumber Air Warga Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 09 Juli 2026 | 08:05 WIB

PTPN IV PalmCo Gencarkan Gerakan Hijau dan Jaga Sumber Air Warga

Jakarta, katakabar.com -  PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus perkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air melalui gerakan penghijauan yang dilaksanakan secara masif di berbagai wilayah operasional perusahaan. Hingga pertengahan tahun 2026, perusahaan mencatat total penanaman 76.555 bibit pohon di seluruh Indonesia, mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Program ini merupakan bagian dari agenda keberlanjutan yang dijalankan perusahaan di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara. Tren penanaman pohon terus meningkat setiap tahunnya sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim. Pada tahun 2024, perusahaan menanam 8.750 pohon, kemudian meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025. Memasuki tahun 2026, realisasi penanaman melonjak signifikan hingga mencapai 50.305 pohon. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan peningkatan skala penanaman ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam memperkuat ketahanan ekologi sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan. "Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya, hingga mencapai lebih dari 76 ribu pohon, adalah langkah konkret kami melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu. Menanam dalam skala besar mutlak dilakukan, namun menanam saja tentu tidak cukup. Pohon-pohon ini harus dirawat, karena itu dalam setiap pelaksanaannya kami selalu berkolaborasi dan mengajak warga sekitar untuk ikut menjaga agar bibit tersebut bisa tumbuh besar dan optimal," terang Jatmiko. Perkuat Sanitasi dan Jaga Sumber Air Jatmiko menjelaskan program penanaman pohon juga berkaitan erat dengan upaya menjaga kualitas sumber air dan mendukung kegiatan normalisasi sungai di sekitar area perkebunan. "Pohon dan air bersih itu tidak bisa dipisahkan. Kalau tidak ada pohon yang akarnya menahan tanah, tanah itu akan longsor ke sungai menjadi lumpur. Sungainya jadi dangkal, kotor, dan akhirnya bikin banjir. Dengan menanam pohon yang banyak di pinggir bantaran air, erosi tanah bisa dicegah. Hasil akhirnya, air tanah yang sehari-hari dipakai oleh warga untuk mandi, mencuci, dan minum akan menjadi jauh lebih bersih dan sehat," tegas Jatmiko. Komitmen penghijauan tersebut juga diwujudkan melalui aksi kolaboratif di tingkat unit. Pada Senin (22/6), PTPN IV PalmCo bersama Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI), organisasi istri karyawan perusahaan, melakukan penanaman 1.000 bibit pohon di tujuh lokasi berbeda di wilayah Distrik Djaba (Jawa Barat dan Banten). Kegiatan dipusatkan secara simbolis di Kebun Sukamaju, Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 100 bibit pohon ditanam oleh anggota IKBI, sementara 900 bibit lainnya ditanam secara serentak oleh karyawan perusahaan bersama masyarakat di enam unit kebun lainnya. Jenis pohon yang ditanam merupakan kombinasi tanaman berkayu keras seperti gaharu, mahoni, jabon, sengon, dan jati, serta tanaman buah-buahan seperti durian, sawo, mangga, alpukat, rambutan, dan nangka. Ketua IKBI PTPN IV PalmCo, Ida Erlina, menuturkan pemilihan jenis pohon dilakukan agar masyarakat dapat merasakan manfaat ekologis sekaligus manfaat ekonominya. "Pohon-pohon berkayu keras sengaja ditanam di pinggiran sungai atau lahan miring karena akarnya yang kuat sangat berguna untuk mengikat tanah agar tidak mudah longsor, menjaga sumber air warga tetap terjaga. Sedangkan pohon buah-buahan sengaja ditanam di tempat yang mudah dijangkau. Harapan kami, saat pohon-pohon ini berbuah nanti, hasilnya bisa dipetik dan dinikmati langsung oleh warga yang tinggal di sekitar kebun," jelas Ida. Ida menambahkan keterlibatan IKBI dalam penanaman simbolis 100 pohon merupakan bentuk dukungan moril keluarga karyawan terhadap target besar perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. "Kami dari perkumpulan istri karyawan merasa terpanggil untuk ikut turun tangan melengkapi upaya PTPN IV. Menjaga bumi ini bukan cuma tugas korporasi atau pemerintah, tapi juga tugas kita sebagai ibu-ibu di rumah untuk mengajarkan pentingnya menanam pohon dan menjaga kebersihan air kepada generasi anak-anak kita. Semangat inilah yang kami tularkan dalam aksi gotong royong hari ini bersama karyawan dan warga sekitar," tandas Ida.