Pada malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB, anggota Forwaka mengabarkan bahwa plank tersebut telah dirusak dan hilang dari lokasi pemasangan.

“Atas kejadian itu, saya menduga ada keterlibatan oknum tertentu karena sebelumnya sudah ada ancaman,” ujarnya.

Sebelum membuat laporan polisi, Doly mengaku telah mengonfirmasi kepada Kasatpol PP Asahan terkait dugaan penertiban plank tersebut. Namun, menurut pengakuan yang diterimanya, tidak ada personel Satpol PP yang melakukan pencabutan.

Sementara itu, Ketua PWI Asahan, Sapriadi, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, meminta identitas dan kartu pers pengirim pertanyaan.

“Boleh abang kirimkan kartu pers abang,” tulisnya singkat.

Ketika kembali ditanya terkait laporan dugaan perusakan plank Forwaka Asahan, Sapriadi meminta wartawan menunggu karena sedang makan.*