Ekosistem
Sorotan terbaru dari Tag # Ekosistem
Talenta Muda, Industri dan Pemerintah Bertemu dalam Ekosistem Geospasial Indonesia di MAPID Catalyst 2026
Jakarta, katakabar.com - MAPID, perusahaan teknologi geospasial Indonesia, gelar MAPID Catalyst 2026 angkat tema "Maps That Think" pada 23 hingga 24 September 2026 lalu di Jakarta. Acara ini didukung Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pembina MAPID WebGIS Competition 2026. Selama dua hari, MAPID Catalyst 2026 mempertemukan talenta muda, akademisi, pelaku industri, dan pemerintah untuk membahas peran data lokasi dalam pengambilan keputusan.
Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat
Merauke, katakabar.com - Peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas perlu diikuti penguatan simpul logistik di sisi darat. Hal ini perlu dilakukan agar percepatan bongkar muat tidak justru memindahkan titik hambatan ke rantai distribusi berikutnya. Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM, Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik.
PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan
Jakarta, katakabar.com - PTPN IV Subholding PTPN III (Persero) perkuat kapasitas talenta perempuan lewat forum “Srikandi PalmCo: Women in Leadership – Speak to Lead, Lead to Inspire” yang digelar di Jakarta di akhir pekan lalu. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen PTPN IV PalmCo dalam mendorong kesetaraan gender, serta memperkuat representasi perempuan pada level pengambilan keputusan. Inisiatif ini bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan talenta perempuan yang adaptif, kompeten, dan siap menjawab dinamika bisnis agribisnis. Industri perkebunan yang terus bertransformasi membutuhkan kepemimpinan yang mampu memadukan ketegasan, ketelitian, kemampuan beradaptasi, dan pemahaman menyeluruh terhadap tantangan bisnis. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang konsolidasi internal, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendukung lahirnya pemimpin-pemimpin perempuan di sektor perkebunan. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, yang menjadi salah satu pembicara utama, mengatakan perempuan memiliki fondasi karakter yang kuat untuk memimpin sektor industri yang penuh tantangan. Menurutnya, terdapat sejumlah keunggulan komparatif yang dimiliki pekerja perempuan. Apabila dikembangkan secara optimal, keunggulan tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perusahaan. "Perempuan memiliki daya tahan (resilience) yang lebih, serta tingkat ketelitian dan perhatian terhadap detail yang tinggi. Ini adalah hal-hal yang secara alamiah (by nature) sudah ada di dalam diri perempuan," kata Jatmiko saat mengisi sesi Creating Impact Through Ownership & Initiatives. Jatmiko mendorong para talenta perempuan di lingkungan PTPN IV PalmCo untuk berani tampil, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran dalam kepemimpinan. “Kalian semua adalah pemimpin. Buat para pemimpin perempuan di PalmCo, jangan pernah ragu untuk speak up. Gunakan hati dalam bekerja, dan selalu jeli melihat peluang serta situasi yang ada,” jelasnya. Dalam menghadapi kompetisi bisnis, Jatmiko juga menyampaikan tiga pilar utama yang perlu dimiliki seorang pemimpin. Pilar pertama adalah walk the talk, yakni menjaga integritas melalui keselarasan antara perkataan dan tindakan. Pilar kedua adalah clear communication atau kemampuan membangun komunikasi yang jernih dan asertif kepada berbagai pihak. Adapun pilar ketiga adalah clear accountability sebagai landasan dalam menjalankan setiap tanggung jawab kepemimpinan. "Tanggung jawab itu penting. Jangan pernah lari dari tanggung jawab," tegas Jatmiko. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, sekaligus Ketua Srikandi PalmCo, Hilda Savitri, menyoroti salah satu tantangan dalam pengembangan kepemimpinan perempuan dapat berasal dari keraguan dalam diri sendiri. Karena itu, keberanian menjadi modal penting bagi perempuan untuk menghadapi berbagai batasan struktural maupun kultural di lingkungan profesional. Dalam pembukaan kegiatan, Hilda mengajak seluruh peserta untuk membangun keyakinan dan determinasi dalam mengambil peran kepemimpinan. "Hari ini adalah tentang bagaimana kita memiliki keberanian untuk mengambil peran, keberanian untuk menyampaikan ide dan gagasan, serta keberanian untuk berdiri dan menyuarakan apa yang kita yakini. Kita harus berani mengambil keputusan, dan yang terpenting adalah keberanian untuk mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya mampu menjadi pemimpin," papar Hilda. Program “Srikandi PalmCo: Women in Leadership” dirancang untuk memperkuat kesiapan mental sekaligus keterampilan praktis para talenta perempuan. Dukungan dari tingkat holding ditunjukkan melalui kehadiran Direktur SDM & Umum PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Endang Suraningsih. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan sesi Women Leader in Action Talkshow. Untuk meningkatkan kemampuan artikulasi dan persuasi peserta, PTPN IV PalmCo menghadirkan entrepreneur sekaligus Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Merry Riana. Melalui dua sesi bertajuk The Art of Public Speaking, Merry memberikan pelatihan mengenai teknik komunikasi publik yang efektif. Kemampuan berbicara di depan publik menjadi salah satu kompetensi penting bagi calon pemimpin perempuan agar mampu membangun kepercayaan pemangku kepentingan, memimpin negosiasi bisnis, dan merepresentasikan perusahaan pada tingkat nasional maupun global. Melalui program pengembangan kapasitas tersebut, PTPN IV PalmCo berharap dapat terus meningkatkan peran pemimpin perempuan yang tidak hanya kompeten secara teknis dan operasional, tetapi juga memiliki empati, ketegasan, kemampuan komunikasi, serta integritas. Penguatan talenta perempuan diharapkan turut mendukung transformasi PTPN Group dan membawa industri perkebunan Indonesia menjadi semakin inklusif, modern, serta berdaya saing.
FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya
Jakarta, katakabar.com - FLOQ memperluas pilihan aset kripto yang tersedia di platform dengan mencantumkan PONS, aset kripto yang menjadi bagian dari ekosistem Pons di Robinhood Chain. Pencantuman PONS di FLOQ memberikan pengguna akses terhadap aset tersebut melalui platform yang telah menyediakan dukungan terhadap jaringan Robinhood Chain. Sebelumnya, FLOQ juga telah menyiapkan dukungan Robinhood Chain untuk kebutuhan deposit dan withdrawal aset tertentu. PONS merupakan token yang berkaitan dengan Pons, sebuah token launchpad yang dibangun di atas Robinhood Chain. Berdasarkan dokumentasi proyek, Pons memungkinkan pengguna membuat dan memperdagangkan token langsung dari wallet tanpa Pons menyimpan dana pengguna. Setiap transaksi dilakukan melalui wallet pengguna. Robinhood Chain sendiri merupakan jaringan Layer 2 berbasis Ethereum yang dikembangkan menggunakan teknologi Arbitrum. Jaringan tersebut dirancang sebagai lingkungan permissionless untuk pengembangan berbagai aplikasi onchain, termasuk layanan keuangan dan aset yang merepresentasikan aset dunia nyata. PONS dan Ekosistem Robinhood Chain Dalam ekosistemnya, Pons berfungsi sebagai platform untuk meluncurkan dan memperdagangkan token di Robinhood Chain. Dokumentasi Pons menyebutkan bahwa setiap token yang diluncurkan memiliki pasokan tetap dan diperdagangkan melalui liquidity pool berbasis WETH. Model tersebut membuat aktivitas Pons berkaitan erat dengan perkembangan aktivitas onchain di Robinhood Chain. Dalam beberapa pekan terakhir, PONS juga mendapat perhatian pasar seiring meningkatnya aktivitas pada jaringan tersebut. Sejumlah laporan mencatat PONS mengalami kenaikan harga yang signifikan pada awal September 2026. Token tersebut juga telah tersedia di sejumlah platform perdagangan, termasuk Gate, BloFin, serta HTX. Pada awal September, PONS juga tercatat mencapai titik tertinggi sepanjang masa di sekitar US$0,75. Pergerakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas dan perhatian terhadap ekosistem Robinhood Chain. Tetapi, pergerakan harga tersebut tidak secara otomatis menggambarkan fundamental maupun prospek aset pada masa mendatang. Harga aset kripto dapat berubah dengan cepat, terutama pada aset dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar yang masih berkembang.kripto Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, pencantuman PONS bagian dari upaya FLOQ menyediakan akses terhadap perkembangan ekosistem aset digital yang terus bertambah, dengan tetap mengedepankan pemahaman pengguna terhadap aset dan risikonya. “Listing PONS di FLOQ kami lihat sebagai bagian dari perkembangan ekosistem Robinhood Chain yang semakin mendapatkan perhatian. Bagi pengguna, yang penting bukan hanya mengetahui bahwa sebuah aset sudah tersedia, tetapi juga memahami fungsi aset, jaringan yang digunakan, serta risiko yang melekat pada pergerakan harganya,” ujar Yudho. Kata Yudho, pertumbuhan ekosistem onchain juga perlu diikuti dengan peningkatan literasi pengguna. Akses yang semakin mudah terhadap suatu aset perlu disertai pemahaman mengenai cara kerja blockchain, likuiditas, volatilitas, serta risiko transaksi. “Kami ingin akses terhadap aset digital berjalan beriringan dengan edukasi. Pencantuman suatu aset di platform bukan merupakan penilaian bahwa aset tersebut akan naik atau turun, dan bukan pula ajakan untuk melakukan transaksi. Pengguna tetap perlu melakukan riset dan mengambil keputusan sesuai profil risikonya masing-masing,” lanjutnya. Perkembangan Robinhood Chain Robinhood Chain menjadi salah satu jaringan blockchain baru yang mendapatkan perhatian pada 2026. Jaringan ini dikembangkan sebagai Layer 2 Ethereum dan menggunakan ETH sebagai aset untuk biaya transaksi. FLOQ sebelumnya telah mengumumkan dukungan terhadap Robinhood Chain untuk deposit dan withdrawal aset tertentu. Integrasi tersebut ditujukan untuk menyederhanakan akses pengguna Indonesia terhadap aktivitas onchain, sekaligus tetap menekankan pentingnya memastikan kesesuaian aset, jaringan, dan alamat wallet sebelum melakukan transaksi. Sementara, perkembangan Pons menunjukkan bagaimana jaringan baru dapat melahirkan berbagai aplikasi dan aktivitas ekonomi onchain. Pons sendiri menyatakan bahwa token yang diluncurkan melalui platformnya bersifat eksperimental dan dapat mengalami volatilitas tinggi maupun likuiditas yang terbatas. Hadirkan aset PONS, FLOQ memberikan pilihan tambahan bagi pengguna yang ingin memantau perkembangan aset dan ekosistem Robinhood Chain melalui platformnya. Namun, keputusan untuk melakukan transaksi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna setelah mempertimbangkan informasi dan profil risiko yang dimiliki.
Bittime: Regulasi dan Inovasi Perlu Berjalan Seimbang Perkuat Ekosistem Kripto
Jakarta, katakabar.com - Bittime menilai penguatan ekosistem aset kripto Indonesia perlu didukung keseimbangan antara regulasi, inovasi, dan perlindungan konsumen. Melalui Bittime Futures, Bittime menghadirkan pilihan perdagangan derivatif sebagai bagian dari ekosistem Spot, Staking, dan Futures, dengan target pertumbuhan volume perdagangan Bittime Futures hingga 10 kali lipat pada tahun pertama. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai penguatan ekosistem aset kripto Indonesia membutuhkan keseimbangan antara kepastian regulasi, inovasi, serta penguatan perlindungan konsumen. Hal ini sejalan dengan pembahasan mengenai peran aset digital dalam pengembangan ekosistem keuangan Indonesia. Pada Coinfest Asia 2026 di Bali, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun turut menyoroti potensi aset kripto dalam pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), serta pentingnya membangun regulasi yang dapat memberikan perlindungan bagi investor tanpa menghambat inovasi. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan regulasi, inovasi, dan perlindungan konsumen perlu berkembang secara beriringan untuk membangun industri aset digital yang berkelanjutan. “Regulasi yang jelas memberikan fondasi penting bagi industri untuk berkembang. Di saat yang sama, inovasi perlu berjalan dalam koridor kepatuhan, keamanan, dan perlindungan konsumen agar pertumbuhan ekosistem aset digital dapat berlangsung secara berkelanjutan,” kata Ryan. Pertumbuhan Pasar Dorong Penguatan Ekosistem Data OJK menunjukkan jumlah investor aset kripto Indonesia mencapai 22,69 juta pada Juni 2026, dengan nilai transaksi mencapai Rp28,58 triliun dan 1.272 aset kripto dapat diperdagangkan di Indonesia. Bittime menilai pertumbuhan tersebut perlu diikuti pengembangan ekosistem yang tidak hanya menyediakan lebih banyak pilihan produk, tetapi juga memperkuat edukasi, keamanan, dan perlindungan konsumen. “Pertumbuhan investor perlu diikuti pengembangan ekosistem yang sehat. Inovasi produk harus berjalan bersama edukasi, keamanan, dan perlindungan konsumen,” jelas Ryan. Bittime Futures Jadi Bagian dari Pengembangan Ekosistem Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah Bittime Futures, yang diluncurkan pada 15 Juli 2026 sebagai bagian dari ekosistem 3-in-1 Bittime: Spot, Staking, dan Futures. Peluncuran ini dilakukan setelah Bittime memperoleh izin yang diterbitkan oleh PT Central Finansial X (CFX). Ini menjadikan Bittime sebagai pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin melalui proses perizinan secara penuh di bawah era pengawasan OJK. Secara global, perdagangan derivatif menjadi bagian penting dalam ekosistem aset digital. Data dan riset CoinMarketCap menunjukkan derivatif sempat menyumbang sekitar 79% dari total volume perdagangan aset kripto global. Di Bittime Futures, BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT menjadi lima pasangan yang paling aktif diperdagangkan selama periode beta. Bittime menargetkan volume perdagangan Bittime Futures tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama, sebagai bagian dari upaya memperluas pilihan instrumen bagi investor Indonesia. “Kami percaya Bittime Futures dapat menjadi bagian dari perkembangan ekosistem aset digital Indonesia. Namun, inovasi tersebut perlu berjalan bersama kepatuhan terhadap regulasi, manajemen risiko, keamanan, dan edukasi bagi investor,” ucap Ryan. Ke depan, Bittime akan terus mengembangkan ekosistem Spot, Staking, dan Futures serta memperkuat perannya sebagai gerbang bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses aset global dengan tetap mengedepankan kepatuhan dan perlindungan konsumen.
Vietnam WW 2026: 'The Love City' Satukan Fashion Pengantin, Seniman dan Ekosistem Pernikahan di Ho Chi Minh
Ho Chi Minh, katakabar.com - Vietnam Wedding Week (WW) 2026 resmi digelar pada 22 hingga 23 Agustus 2026 di White Palace Hoang Van Thu, membuka The Love City sebuah “kota cinta” di mana fashion pengantin, berbagai merek, pakar, vendor, dan pengalaman bagi pasangan menyatu. Diposisikan sebagai pekan pernikahan yang komprehensif dan praktis, Vietnam Wedding Week 2026 melampaui sekadar memberikan inspirasi untuk hari besar tersebut. Acara ini menciptakan perjalanan yang memungkinkan pasangan untuk mengeksplorasi secara langsung, mendapatkan pengalaman, bertemu para pakar, dan melangkah lebih dekat menuju pilihan nyata untuk pernikahan mereka. Jantung dari acara ini adalah Bridal Fashion Show 2026, salah satu sorotan utamanya, yang mempertemukan sejumlah desainer dan merek fashion pengantin Vietnam, bersama para seniman yang mengambil peran khusus di atas runway. The Love City Ketika Setiap Kebutuhan Pernikahan Jadi Destinasi Terinspirasi oleh ritme kota yang terus bergerak, The Love City mengubah seluruh rangkaian Vietnam Wedding Week menjadi sebuah perjalanan penemuan. Dari area check-in dan runway fashion pengantin hingga zona pengalaman merek, lokakarya, konsultasi, dan aktivitas interaktif, setiap ruang dirancang sebagai “destinasi” yang berbeda di dalam kota tersebut. Di sini, pengunjung dapat menjelajahi segalanya mulai dari gaun pengantin, setelan jas, kecantikan, perhiasan, lokasi, dekorasi, dan fotografi hingga perencanaan pernikahan, serta layanan dan produk yang terhubung dengan perjalanan setelah hari pernikahan. Daripada sekadar melihat gambar-gambar indah atau mencari inspirasi di berbagai platform yang tidak saling terhubung, pasangan dapat melihat, mencoba, bertanya, membandingkan, menerima saran, dan bertemu langsung dengan berbagai merek semuanya dalam satu perjalanan. Inilah semangat praktis yang ingin dihadirkan oleh Vietnam Wedding Week 2026: membawa inspirasi pernikahan menjadi lebih dekat dengan pilihan-pilihan nyata. Bridal Fashion Show 2026: Fashion Pengantin Jadi Detak JantungThe Love City Salah satu sorotan utama dari Vietnam Wedding Week tahun ini adalah Bridal Fashion Show 2026, di mana beragam ekspresi fashion pengantin bersatu di atas satu runway. Nama-nama yang ditampilkan dalam acara tahun ini meliputi Do Long Bridal, Lam Bridal, Minh Tuan Couture, Le Hoa Bridal, LOVINE Bridal, FALVAON Bridal, ADAM STORE, bersama merek dan desainer lain di dalam ekosistem fashion pengantin. Setiap merek mewakili perspektifnya masing-masing mengenai pengantin pria dan wanita kontemporer. Do Long Bridal menghadirkan semangat yang sensual, canggih, dan sangat performatif, dibedakan oleh siluet yang menonjolkan bentuk tubuh, teknik korset, dan hiasan yang rumit. Lam Bridal, di bawah arahan desainer Tam Lam, mengejar bahasa desain yang minimalis dan kontemporer, menggabungkan struktur korset dengan sensualitas yang tertahan untuk merayakan kecantikan alami pemakainya. Minh Tuan Couture membawa semangat couture (adibusana) dan pesona karpet merah ke dalam suasana pernikahan melalui desain yang spektakuler, canggih, dan sangat teatrikal. Le Hoa Bridal menyajikan eksplorasi siluet, struktur, dan material, terus memperluas pilihan estetika yang tersedia bagi pengantin modern. Sementara itu, FALVAON Bridal, oleh desainer Luu Viet Anh, mempersembahkan koleksi VÀNG ẢNH VÀNG ANH, yang terinspirasi dari cerita rakyat Vietnam Tam Cam, menempatkan material dan detail tradisional Vietnam berdampingan dengan bahasa desain kontemporer. Kehadiran LOVINE Bridal, ADAM STORE, dan nama-nama lainnya semakin memperluas lanskap fashion pengantin, dari adibusana pengantin hingga pakaian pria (menswear), dari semangat romantis hingga pendekatan baru terhadap citra pengantin wanita dan pria masa kini. Pertunjukan ini diatur dalam aliran emosional The Love City, di mana runway bukan sekadar ruang untuk presentasi fashion, tetapi menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman pernikahan bagi pengunjung. Ketika Musik Kuasai Runway Lebih dari sekadar menyatukan fashion pengantin, Bridal Fashion Show 2026 memperluas pengalaman runway melalui kombinasi fashion, musik, dan pertunjukan. 2PILLZ bergabung sebagai Produser Musik untuk Runway, sekaligus mempersembahkan Penampilan Spesial di Bridal Fashion Show 2026. Musik menjadi lapisan yang berkesinambungan di sepanjang pertunjukan, membantu membentuk ritme dan emosi runway. Pada 22 Agustus, THƠM (Da LAB) akan hadir sebagai Penampilan Spesial Runway, membawa musik ke dalam pergerakan fashion dan menciptakan titik koneksi yang khas antara pertunjukan dan runway pengantin. Pada 23 Agustus, NAOMI akan membawakan Penampilan Spesial Runway lainnya, berkontribusi pada sebuah pengalaman di mana suara, fashion, dan panggung menyatu dalam satu ruang bersama. Kombinasi ini membawa Bridal Fashion Show melampaui format peragaan busana tradisional, bergerak menuju pengalaman pertunjukan yang lebih lengkap di mana setiap koleksi dapat diekspresikan melalui desain, gerakan, pencahayaan, dan musik. Dari Runway Menuju Pilihan Nyata Hari Pernikahan Ciri khas dari Vietnam Wedding Week adalah perjalanannya tidak berakhir ketika para model meninggalkan runway. Setelah koleksi ditampilkan, pengunjung dapat terus menjelajahi merek-merek melalui sesi pas gaun (fitting), konsultasi gaya, kecantikan & penataan gaya, perhiasan, fotografi, perencanaan pernikahan, lokasi, dekorasi, Makanan & Minuman (F&B), perjalanan wisata, dan berbagai layanan lainnya untuk perjalanan pernikahan. Bersamaan dengan runway, terdapat serangkaian lokakarya dan aktivitas pengalaman, di mana para pakar berbagi pengetahuan praktis seputar persiapan pernikahan — mulai dari memilih gaya pengantin, kecantikan dan fashion pengantin hingga pernikahan destinasi (destination wedding), perencanaan pernikahan, dan keputusan-keputusan penting lainnya. Stan pameran juga tidak hanya berfungsi sebagai ruang pajang, tetapi sebagai tempat di mana pengunjung dapat merasakan produk secara langsung, menerima konsultasi, menemukan penawaran, dan terhubung dengan merek yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Melalui pendekatan ini, Vietnam Wedding Week berusaha untuk menghubungkan dua dunia yang sering terpisah: inspirasi dan keputusan. Titik Temu Baru Fashion Vietnam dan Industri Pernikahan Dengan partisipasi para desainer, rumah busana pengantin, merek, pakar, seniman, dan profesional industri, Vietnam Wedding Week 2026 bertujuan untuk menciptakan titik temu antara fashion, industri pernikahan, dan kebutuhan nyata konsumen. Bagi pasangan, The Love City adalah tempat di mana mereka dapat datang dengan banyak pertanyaan dan pulang dengan pilihan yang lebih jelas untuk hari pernikahan mereka. Bagi merek dan vendor, ini bukan hanya kesempatan untuk hadir di hadapan pengunjung, tetapi juga kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan pengambilan keputusan para pasangan yang sedang aktif mempersiapkan pernikahan. Dan bagi fashion pengantin Vietnam, Bridal Fashion Show menciptakan ruang lain di mana berbagai bahasa desain dapat diperkenalkan, bertemu dengan publik, dan berpindah dari runway ke kehidupan nyata. Vietnam Wedding Week 2026 dengan hangat menyambut para pasangan, profesional industri, media, dan penggemar fashion untuk melangkah masuk ke dalam The Love City pada 22–23 Agustus 2026. Informasi Acara Vietnam Wedding Week 2026 – The Love City Tanggal: 22–23 Agustus 2026 Tempat: White Palace Hoang Van Thu, Kota Ho Chi Minh Penempatan: Pekan pernikahan yang komprehensif dan praktis yang dipimpin oleh fashion pengantin Tiket Masuk: Gratis Pendaftaran: vietnamweddingweek.vn Bridal Fashion Show 2026 – Penampilan Spesial 2PILLZ: Produser Musik untuk Runway & Penampilan Spesial THƠM (Da LAB): Penampilan Spesial Runway – 22 Agustus 2026 NAOMI: Penampilan Spesial Runway – 23 Agustus 2026 Tentang Mitra Promosi Vietnam Wedding Week 2026 didukung dalam kegiatan promosi oleh Italian Atelier Asia-Pacific (IA), platform kreatif dan strategis yang berfokus pada luxury lifestyle dan industri hospitality, serta CjC Marketing Agency, agensi pemasaran berbasis di Vietnam yang mengkhususkan diri dalam komunikasi, konten, dan pengembangan pengalaman untuk segmen luxury dan lifestyle. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak turut memperluas jangkauan komunikasi dan koneksi Vietnam Wedding Week dengan jaringan kreatif dan industri di tingkat regional.
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Emas Dukung Sistem Moneter
Jakarta, katakabar.com - Pemerintah mendorong penguatan sistem moneter Indonesia dengan mengoptimalkan potensi cadangan emas tambang sebesar 3.600 ton. Deputi Bidang ESDM Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi, mengatakan Indonesia perlu membangun ekosistem emas dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, traceability, pemurnian, perdagangan hingga bullion banking. Hal ini akan berkontribusi besar bagi perekonomian negara. Dengan kata lain, emas tidak hanya menjadi komoditas tambang, tetapi juga dapat berkembang menjadi instrumen keuangan dan aset strategis negara dan mampu mendukung sistem moneter. "Kalau nanti ditambah lagi dengan penguatan cadangan devisa, emasnya BI semakin baik-semakin besar, maka ketika ada guncangan dinamika global, guncangan ekonomi, kita punya stabilizer namanya emas selain cadangan devisa tadi," kata Elen. Diketahui, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan. Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke 44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral. Sebagai gambaran, negara maju seperti Amerika Serikat memiliki cadangan emas mencapai 8.133,5 ton. Sementara Jerman memiliki 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton. Meski penyerapannya belum semasif negara maju, produksi emas Indonesia disebut telah mencapai kisaran 100 ton per tahun. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebut produksi yang tercatat secara resmi belum sepenuhnya menggambarkan aktivitas emas di lapangan. Masih terdapat produksi dan perdagangan emas yang belum tercatat dalam sistem resmi. "Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya," ujar Tri. Ke depan, pemerintah akan mendorong penataan aktivitas pertambangan rakyat melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Upaya tersebut diharapkan membuat aktivitas pertambangan emas lebih tertata dan produksinya dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus mengurangi peredaran emas melalui jalur ilegal. "Mungkin nanti penambangannya lebih dapat dipertanggungjawabkan hasilnya, tidak lari ke mana-mana, ilegalitasnya sedikit," imbuhnya. Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional. Sebagai gambaran, di dalam Grup MIND ID PT Antam Tbk saat ini memiliki fasilitas pemurnian (refinery) berkapasitas 150 ton per tahun. Selain itu, terdapat Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang mampu memurnikan emas hingga 50 ton per tahun. Sementara dari sektor swasta, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mampu mengolah emas dengan kapasitas 18 ton per tahun. Adapun, potensi produksi bijih juga didukung oleh sejumlah perusahaan tambang lainnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 2,4–2,7 ton, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,2 ton per tahun. Besarnya kapasitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem emas nasional, yang pada akhirnya potensial untuk memperkuat cadangan devisa bank sentral. Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan cadangan emasnya, sehinga semakin memperkuat stabilitas moneter dan ekonomi nasional.
PTPN Group Bangun Ekosistem Hilirisasi Ubi Kayu Terintegrasi Teken MoU bersama 11 Mitra Strategis di Lampung
Bandar Lampung, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus kokohkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional dengan mengembangkan komoditas ubi kayu secara terintegrasi. Langkah itu tidak semata-mata menjalankan amanat pemerintah, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran BUMN dalam menciptakan nilai tambah (value creation) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pendekatan hilirisasi, PTPN Group mengembangkan ekosistem ubi kayu dari hulu hingga hilir untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha lokal. Komitmen ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk memperkuat swasembada pangan dan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Sebagai langkah konkret, PTPN III (Persero) melalui anak usahanya, PTPN I (Persero), melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama usaha bersama 11 mitra strategis yang terdiri atas perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan. Penandatanganan berlangsung di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, Rabu (12/8) lalu. MoU tersebut ditandatangani Plt. Region Head PTPN I Regional 7, Iyan Heryanto, dan disaksikan oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman. Ekspansi Bertahap Menuju Target 10.000 Hektare Penandatanganan MoU bersama 11 mitra ini merupakan tahap awal dari target pengembangan lahan ubi kayu seluas 10.000 hektare di Provinsi Lampung. Pada fase perdana ini, 11 mitra strategis telah merencanakan penanaman di lahan seluas 7.313 hektare yang akan segera dioptimalkan melalui program budidaya terpadu. Sisanya akan direalisasikan secara bertahap seiring dengan perluasan kemitraan dan kesiapan lahan. Sinergi Hulu-Hilir: Dari Lahan hingga Bioetanol Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menegaskan kolaborasi multipihak ini wujud nyata komitmen Holding dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkeadilan. Menurutnya, kehadiran BUMN tidak hanya berhenti pada pencapaian target fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, dan penguatan ekonomi desa. "Kami di PTPN III (Persero) membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dan pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Di sisi off farm, kami mengarahkan hilirisasi pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Dengan demikian, ubi kayu memberikan kontribusi ganda, yaitu untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani," jelas Denaldy. Denaldy menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi. PTPN III (Persero) memastikan keterlibatan aktif Pemerintah Provinsi Lampung, BUMDes, koperasi, BUMD, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam rantai nilai yang inklusif. "Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan strategisnya. Sinergi yang digerakkan oleh PTPN III (Persero) sebagai Holding dan dilaksanakan oleh PTPN I (Persero) ini adalah langkah nyata mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Lampung, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Denaldy. Komitmen Penuh PTPN I (Persero) Implementasi Program Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman, menyampaikan bahwa pihaknya siap mengimplementasikan program ini secara bertahap. Mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya, hingga integrasi dengan industri hilir. "Kami optimistis kolaborasi yang dipimpin oleh Holding ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal. Kehadiran BUMN di sini adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak. Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan program ini sebagai model agribisnis modern yang berkelanjutan," ucap Arif. Ke depan, pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung akan terus diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan industri hilir yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah bagi kemakmuran bangsa.
Lewat Sirkular Ekonomi Sucofindo Perkuat Ekosistem Sawit Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo terus memperkuat komitmen dorong pembangunan berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap implementasi circular economy di sektor kelapa sawit. Hal itu yang disampaikan saat ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 lalu. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing. Head of Climate Solution & Sustainable Energy Project Management Unit PT Sucofindo (Persero), Dikman Purnama, menjelaskan penerapan cicular economy merupakan strategi untuk menjembatani antara keberlanjutan industri dengan ketahanan bisnis di tengah berbagai tantangan khususnya pada sektor industri sawit. Tantangan tersebut meliputi tingginya kontribusi emisi, timbulan limbah, tingginya penggunaan air, energi dan lahan serta tekanan terhadap hutan dan keanekaragaman hayati hingga meningkatnya tuntutan standar keberlanjutan dan traceability dari pasar global. “Kelapa Sawit memiliki peran penting bagi ekspor, ketahanan energi, ketahanan pangan serta perekonomian daerah. Namun, di tengah berbagai tekanan yang dihadapi industri, circular economy dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing, mempertahankan nilai, memulihkan sumber daya sekaligus meregenerasi sistem produksi agar lebih berkelanjutan,” ucap Dikman Purnama. Menurut Dikman Purnama, implementasi circular economy sawit sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menempatkan sawit sebagai komoditas strategis nasional dan bagian dari hilirasasi berbasis sumber daya alam. “Melalui pendekatan ini, industri sawit didorong tidak hanya memenuhi kepatuhan regulasi, tetapi juga mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan, kinerja keberlanjutan yang terukur, terverifikasi, dan semakin kompetitif di pasar global,” jelasnya. Selain mendukung agenda pembangunan nasional, circular economy pada sawit turut menjadi berkontribusi terhadap target penurunan emisi Gas Rumah Kaca Indonesia pada tahun 2030. Dalam model linear, residu sawit berakhir sebagai limbah yang menimbulkan biaya dan emisi. “Sehingga melalui circular economy, residu sawit tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang dapat menghasilkan energi, reduksi emisi karbon, pupuk, dan nilai pasar yang terukur,” jelas Dikman Purnama. Usung tema “Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future” PERISAI 2026 diharapkan menghasilkan berbagai inovasi dan rekomendasi riset untuk membentuk ekosistem industri sawit yang berkelanjutan. Selaras dengan hal tersebut, PT Sucofindo (Persero) sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa Testing, Inspection, Certification (TIC) menyambut baik terhadap sinergi lintas sektor dalam membangun industri sawit yang tangguh terhadap perubahan iklim sekaligus memiliki daya saing menuju akses pasar global. “Ekonomi sirkular tidak hanya menjadi inisiatif Corporate Social Responsibility, tetapi telah menjadi strategi bisnis untuk menjaga ketahanan industri, memperluas akses pasar global sekaligus mendukung swasembada energi nasional. Sehingga dalam mewujudkannya perlu adanya kolaborasi lintas sektor, inovasi berkelanjutan dan komitmen bersama untuk generasi mendatang,” tegas Dikman Purnama. Sebagai bentuk dukungan terhadap transisi strategis tersebut, PT Sucofindo (Persero) memiliki layanan yang membantu pelaku industri memenuhi regulasi sekaligus meningkatkan daya saing. Salah satunya melalui layanan Sertifikasi Indonesian Sustanaible Palm Oil (ISPO) yang menjadi instrumen wajib untuk seluruh pelaku usaha sawit sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025. Dikman Purnama melanjutkan, dalam mendukung kepatuhan, akses pasar global dan aksi dekarbonisasi, Indonesia memiliki sertifikasi ISPO guna memastikan pengelolaan usaha kelapa sawit di Indonesia dilakukan secara berkelanjutan, taat regulasi dan berwawasan lingkungan. Dalam mendukung hal tersebut, PT Sucofindo (Persero) menyediakan layanan Audit energi untuk efisiensi energi, konsultansi lingkungan, perijinan lingkungan, monitoring lingkungan hingga melayani inventarisasi emisi untuk transparansi pelaporan emisi sebagai bagian upaya perusahaan dalam dekarbonisasi sebagai bagian usaha menuju ekonomi rendah karbon,” terang Dikman Purnama. PT Sucofindk (Persero) juga turut menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Peran ini memastikan setiap klaim penurunan emisi dilakukan secara terukur, transparan, dan sesuai standar. “Sucofindo siap mendukung sinergi strategis dalam mewujudkan upaya berkelanjutan melalui circular economy sawit, mulai dari proses fase hulu, proses produksi hingga hilir, sehingga tercipta industri yang tangguh, berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan pasar global,” tandasnya.
Vritimes Perkuat Ekosistem Bisnis dan Startup di Acara ConnectX 1st Anniversary Jakarta
Jakarta, katakabar.com - Vritimes, platform distribusi siaran pers terkemuka, secara resmi mendukung dan berpartisipasi pada perayaan ulang tahun pertama ConnectX yang digelar pada penghujung Juli 2026, di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta. Acara perayaan bertajuk perkuat jejaring dan kolaborasi ini menghadirkan para founder, pemilik bisnis, investor, operators, hingga pemimpin industri lintas sektor. Kehadiran Vritimes sebagai mitra strategis sekaligus pemateri menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekosistem bisnis dan startup tanah air melalui komunikasi dan jejaring yang bermakna. Mendorong Kolaborasi Nyata di Sektor Bisnis Sesuai dengan semangat ConnectX bahwa peluang bisnis terbesar lahir dari hubungan dan jejaring yang kuat, acara ini dirancang bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah untuk bertukar ide, membangun relasi jangka panjang, serta menjajaki kolaborasi konkret. Co-Founder & CEO Vritimes, Ferry Bayu, hadir langsung sebagai salah satu pembicara utama dalam sesi Founder-to-Founder Sharing. Dalam paparan dan diskusinya, Ferry membagikan wawasan mendalam mengenai pentingnya visibilitas media, komunikasi strategis, serta bagaimana membangun relasi bermakna yang mampu memicu peluang usaha baru. "Peluang bisnis sering kali lahir bukan hanya dari apa yang kita ketahui, melainkan dari siapa yang kita kenal dan bagaimana kita membina hubungan tersebut. Di VRITIMES, kami percaya bahwa satu percakapan yang tepat dapat membuka babak baru bagi perkembangan karier maupun bisnis. Kami bangga dapat menjadi bagian dari perayaan ke-1 ConnectX dan terus berkomitmen mendukung ekosistem bisnis yang saling menguatkan," jelas Ferry Bayu, Co-Founder & CEO Vritimes. Sinergi Lintas Industri dan Kehadiran Booth Vritimes Acara ConnectX 1st Anniversary ini dipandu oleh Ika Afifah (Founder ConnectX) dan dimeriahkan oleh rangkaian agenda utama, seperti: Founder-to-Founder Sharing bersama para praktisi dan investor seperti Loïc Caudan (Vonerio), Arif Fajar Saputra (Ibunda.id & Nuxcle), Fahri Reza (TAKA Lab), Dwi Andi, MBA (Sanggabiz), Eldo Kusuma (SPIL Ventures), serta Ferry Bayu (VRITIMES). Business Pitching & Curated Business Matching untuk mempertemukan ide-ide potensial dengan mitra yang tepat. Investor & Partner Networking Dinner yang menjadi ajang diskusi santai namun produktif antar-pemangku kepentingan. Selain menjadi pemateri, Vritimes juga diberikan booth khusus di acara ini. Melalui booth tersebut, tim Vritimes membagikan wawasan seputar pentingnya siaran pers, membuka ruang konsultasi media secara langsung, serta berinteraksi erat dengan para founder dan pemilik bisnis yang bermaksud memperluas jangkauan publisitas mereka. Melalui partisipasi aktif ini, VRITIMES berharap dapat terus menjadi jembatan bagi para pelaku usaha dalam menyebarkan kabar baik, memperluas jangkauan informasi, serta memperkuat hubungan strategis antar-pelaku industri di Indonesia.