Home / Lingkungan / Banjir dan Longsor Terjang Bulukumba, Total 57 Hewan Ternak Terseret Arus Sungai
Banjir dan Longsor Terjang Bulukumba, Total 57 Hewan Ternak Terseret Arus Sungai
Banjir landa Bulukumba sebabkan jembatan putus. Foto Ist.
Jakarta, katakabar.com - Hujan dengan intensitas tinggi dari Rabu (7/7) hingga Kamis (8/7) kemarin picu terjadinya luapan sungai sebabkan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Dampak musibah banjir total 57 hewan ternak jenis sapi terseret arus sungai, rinciannya sapi yang ditemukan dalam keadaan mati sebanyak 23 ekor dan 34 ekor sapi lainnya masih dalam pencarian.
Dari laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba, bencana tersebut sebabkan dua unit rumah rusak berat terseret arus di Desa Bonto Bangun, Kecamatan Rilau Ale dan satu jembatan gantung di Desa Sopa, Kecamatan Gantarang terputus.
Selain itu, dua tembok tanggul irigasi di Kecamatan Rilau Ale alami kerusakan dan dua jembatan di Desa Taammaona, Kecamatan Kindang roboh tergerus arus sungai, sehingga sebabkan akses penghubung dua desa tidak dapat dilalui kendaraan.
Musibah banjir merendam 10 hektar sawah dan kebun seluas 40 hektar di Bantaran Sungai Bijawang dengan total kerugian mencapai Rp404 juta.
Selanjutnya, sawah seluas 60 hektar dan kebun 30 hektar di Bantaran Sungai Kirasa terdampak banjir dengan total kerugian berkisar hingga Rp1,1 miliar.
Sejauh ini, banjir telah berdampak pada lima desa dan dua kelurahan, meliputi.Desa Bontobangung, Desa Batu Karopa dan Kelurahan Palampang di Kecamatan Rilau Ale, Desa Tamaona di Kecamatan Kindang, Desa Bonto Bulaeng di Kecamatan Bulukamba, Desa Bukit Harapan di Kecamatan Gantarang dan Kelurahan Dannuang di Kecamatan Ujung Loe.
Nah, dari laporan dari BPBD Kabupaten Bulukumba tersebut total wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Sulawesi Selatan menjadi empat kabupaten.
Sebelumnya diberitakan tiga kabupaten meliputi Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Sinjai dilanda banjir yang dipicu oleh faktor cuaca.
Badan Meteorologi Klimatologi da Geofisika (BMKG) telah merilis perkembangan prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan per 9 hingga 14 Juli 2021 yang menyebutkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi.
Selain Sulawesi Selatan, BMKG menyebut wilayah lain seperti Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara berpotensi mengalami fenomena cuaca yang sama.
Pemerintah daerah di masing-masing wilayah tersebut diharapkan dapat mempersiapkan segala kebutuhan dan segera mengambil kebijakan guna meminimalisir adanya potensi bencana hingga beberapa hari ke depan.
Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan, membangun upaya mitigasi bencana dan selalui memperbarui perkembangan informasi prakiraan cuaca melalui BMKG dan InaRisk BNPB.
Sumber: Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.





Komentar Via Facebook :