PTPP Dukung Asta Cita Pemerintah, PTPP Bangun Sekolah Garuda Belitung Timur
Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dukung pembangunan nasional melalui pembangunan proyek SMA Unggul Garuda Belitung Timur, sebagai bagian dari Program Sekolah Garuda yang diinisiasi pemerintah guna memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Proyek pembangunan SMA Unggul Garuda Belitung Timur memiliki nilai kontrak sebesar Rp218,68 miliar, dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender. Hingga pekan ke 21, progres realisasi pembangunan proyek telah mencapai 24,5 persen lebih cepat dari target. Pembangunan SMA Unggul Garuda Belitung Timur bagian dari implementasi program strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan nasional melalui penyediaan infrastruktur pendidikan modern, terintegrasi, dan berorientasi pada standar global. Proyek ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah, khususnya mendukung penguatan pembangunan sumber daya manusia unggul melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan sains dan teknologi, serta pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia. Komitmen pemerintah terhadap pembangunan pendidikan unggulan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Stella Christie, ke lokasi proyek SMA Unggul Garuda Belitung Timur untuk meninjau langsung progres pembangunan sekolah Garuda yang dikerjakan oleh PTPP. Saat kunjungannya, Stella Christie, menyampaikan pembangunan SMA Unggul Garuda bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan berkualitas yang merata di seluruh Indonesia. “Kehadiran sekolah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang mampu mendorong potensi generasi muda di daerah agar dapat bersaing di tingkat global,” ujar Stella Christie. Kawasan sekolah dirancang dengan konsep integrated campus development yang mengintegrasikan fasilitas akademik, asrama siswa, hunian tenaga pendidik, serta sarana penunjang lainnya dalam satu kawasan terpadu. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang komprehensif, modern, dan berkelanjutan guna mendukung pengembangan kompetensi abad ke 21 seperti kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan literasi teknologi. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan pembangunan proyek ini menjadi bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui penyediaan infrastruktur pendidikan berkualitas. “PTPP berkomitmen mendukung program strategis pemerintah dan implementasi Asta Cita melalui pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Kehadiran SMA Unggul Garuda Belitung Timur diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan talenta unggul yang mampu mencetak generasi muda berdaya saing global sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan di daerah,” ucap Joko. Dalam pelaksanaannya, proyek ini turut mengedepankan berbagai inovasi konstruksi guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pekerjaan, di antaranya penerapan sistem pracetak untuk percepatan struktur, metode modular pada pekerjaan arsitektural, serta teknologi lifting terintegrasi guna meningkatkan efektivitas instalasi dan keselamatan kerja di lapangan. SMA Unggul Garuda Belitung Timur memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kawasan pendidikan berbasis asrama yang terintegrasi, desain adaptif terhadap karakter wilayah kepulauan Belitung, serta fasilitas pendidikan berstandar nasional dan berorientasi global yang mendukung pembelajaran berbasis sains, teknologi, dan inovasi.
Edutrain LRT Jabodebek, Cara KAI Kenalkan Transportasi Publik Pada Anak Sejak Dini
Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) melalui LRT Jabodebek taja Edutrain pada Senin (11/5) untuk 30 murid TK dan pendamping dengan rute Kampung Rambutan–Dukuh Atas. Peserta belajar tata cara naik LRT, pengenalan profesi, sarana, hingga sistem GoA level 3 dengan train attendant. Sepanjang Januari–April 2026, Edutrain sudah melayani 3.417 peserta, sementara tahun 2025 diikuti 19.064 peserta. Partisipasi bisa diajukan via surat permohonan ke Divisi LRT Jabodebek. PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengenalkan budaya penggunaan transportasi publik sejak dini melalui kegiatan Edutrain LRT Jabodebek. Total 30 peserta terdiri dari murid dan pendamping, dari Taman Kanak-kanak mengikuti perjalanan edukatif tentang LRT Jabodebek dengan rute Kampung Rambutan–Dukuh Atas. Para peserta selain mendapatkan pengalaman langsung menggunakan LRT Jabodebek, juga menerima berbagai penjelasan, mulai dari tata cara menggunakan transportasi LRT Jabodebek, pengenalan profesi, jenis sarana yang beroperasi, hingga pengenalan sistem Grade of Automation (GoA) level 3 yang didukung teknologi operasional otomatis dengan petugas train attendant (TA). Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan kegiatan Edutrain ini dirancang untuk mengenalkan profesi petugas, tata cara menggunakan LRT Jabodebek dengan aman dan tertib, hingga aturan selama berada di area stasiun maupun di kereta, demi keselamatan, kenyamanan, dan keamanan bersama. “Kegiatan Edutrain ini tidak hanya memberikan pengalaman menggunakan LRT Jabodebek, namun menjadi media pembelajaran tentang budaya menggunakan transportasi publik LRT Jabodebek, sekaligus menumbuhkan minat terhadap transportasi publik,” ucapnya. Sepanjang tahun 2026 ini (Januari - April) telah melayani 3.417 peserta kegiatan Edutrain LRT Jabodebek. Sementara itu, pada tahun 2025 kegiatan Edutrain ini diikuti 19.064 peserta terdiri murid dan pendamping. Apabila ingin berpartisipasi dalam kegiatan Edutrain, dapat melalui surat permohonan ke Divisi LRT Jabodebek yang mencantumkan instansi, waktu, rute, jumlah peserta, serta kontak PIC kegiatan.
Astra Internasional Salurkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
Astra Internasional menyerahkan bantuan duka kepada keluarga Sekretaris Jenderal PWI Pusat, almarhum Zulmansyah
Integrasikan Industri Halal dan Pendidikan Global Satu Platform Strategis
Jakarta, katakabar.com - Launching Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 dan EduNation Festival telah sukses digelar di Aula Graha Utama Gedung A, Komplek Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai momentum awal penguatan kolaborasi lintas sektor membangun ekosistem halal dan pendidikan yang terintegrasi di Indonesia, Senin kemarin. Penyelenggaraan ini sekaligus menegaskan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai strategic partner dalam menghadirkan platform yang menghubungkan industri halal, gaya hidup modern, pendidikan, serta pengembangan generasi muda, sejalan dengan potensi besar Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia untuk menjadi pusat pertumbuhan ekosistem halal global yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi masa depan. Usung semangat kolaborasi lintas sektor, Pekan Halal Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan layanan halal, tetapi menjadi ruang pertemuan strategis bagi pelaku industri, institusi pendidikan, komunitas kreatif, regulator, hingga generasi muda untuk bersama-sama membangun masa depan ekosistem halal Indonesia. Direktur PT Debindomulti Adhiswasti selaku penyelenggara, Vibiadhi Swasti Pradana, menjelaskan Pekan Halal Indonesia hadir sebagai pelengkap ekosistem event halal nasional dengan menawarkan diferensiasi melalui integrasi sektor bisnis, edukasi, dan gaya hidup. “Pekan Halal Indonesia hadir untuk mengisi ruang yang belum sepenuhnya terakomodasi berbagai pameran halal yang ada. Kami menghadirkan platform yang tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dan pasar, tetapi integrasikan edukasi, literasi halal, sertifikasi, hingga penguatan gaya hidup halal modern,” ujarnya. Menurutnya, konsep ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan industri halal yang terus bergerak menuju pendekatan yang lebih inklusif dan dekat dengan generasi muda. "Melalui kolaborasi dengan berbagai strategic partner, termasuk mendorong partisipasi lembaga seperti KNEKS dan BPJPH, PHI 2026 diharapkan dapat memperkuat edukasi publik terkait sertifikasi halal, literasi industri syariah, dan peluang pengembangan bisnis halal di Indonesia," jelasnya. Sebagai representasi perkembangan gaya hidup halal yang semakin dekat dengan generasi muda, PHI 2026 menghadirkan Halal Kulture, sebuah ruang eksplorasi gaya hidup halal dengan pendekatan yang segar, interaktif, dan relevan dengan tren masa kini. Usung konsep experiential exhibition, Halal Kulture akan menghadirkan berbagai program seperti Faedah Talkz, Creative Space, Outdoortainment, hingga Community Space yang dirancang untuk memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat pemahaman halal kini telah menjadi bagian dari identitas dan budaya hidup modern. Melengkapi pengalaman tersebut, GlamLocal hadir sebagai zona pameran modest fashion dan aksesoris yang menampilkan berbagai brand pilihan dengan beragam penawaran menarik bagi pengunjung. Area ini menjadi wadah bagi perkembangan industri fesyen muslim Indonesia yang terus tumbuh dinamis, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang memadukan gaya, kreativitas, dan nilai-nilai modest lifestyle. Sementara, kolaborasi bersama Deatextile diwujudkan melalui Textile Trade Event by Deatextile, sebuah zonasi khusus yang berfokus pada industri tekstil dan modest fashion muslim. Inisiatif ini dihadirkan sebagai ruang strategis yang mempertemukan pelaku industri, brand, buyer, serta inovator tekstil untuk memperkuat rantai pasok dan mendorong pertumbuhan ekosistem modest fashion Indonesia di tingkat nasional maupun global. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, PHI 2026 diselenggarakan Bersama EduNation Festival, sebuah pameran pendidikan Islam berskala internasional yang akan mempertemukan institusi pendidikan, universitas global, tenaga pendidik, pelajar, dan berbagai organisasi pemberi beasiswa. Ketua KOPIN (Konsorsium Pendidikan Islam Internasional), Ustadz Dr. Ali Saman Hasan, menjelaskan EduNation 2026 merupakan transformasi besar dari penyelenggaraan sebelumnya yang masih berfokus pada skala nasional. “EduNation tahun ini kami dorong menjadi platform pendidikan Islam internasional yang membuka akses lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk terhubung dengan institusi pendidikan global. Kami ingin menghadirkan sekolah-sekolah internasional, universitas dari Timur Tengah, Malaysia, hingga negara-negara lain untuk membuka peluang kolaborasi nyata,” ucapnya. EduNation dirancang sebagai ruang interaksi antara siswa, tenaga pendidik, orang tua, serta institusi pendidikan untuk mendorong lahirnya ekosistem pembelajaran yang lebih kompetitif dan berorientasi global. Selain menghadirkan berbagai institusi pendidikan internasional, EduNation juga akan melibatkan organisasi pemberi beasiswa serta mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta melalui kemitraan strategis bersama berbagai organisasi pendidikan. Menurut Ustaz Ali selaku Ketua KOPIN, kolaborasi antara EduNation dan Pekan Halal Indonesia merupakan langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda Indonesia melalui pendekatan yang menghubungkan pendidikan dan nilai-nilai halal. “Kami ingin Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar Muslim terbesar, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mampu melahirkan generasi berdaya saing global,” timpalnya. Penguatan kolaborasi ini juga didukung oleh data dan potensi nyata pengembangan ekonomi halal nasional. Perwakilan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah), Muhammad Quraisy, Ph.D., memaparkan Indonesia memiliki modalitas besar pengembangan industri halal, mulai dari tingginya konsumsi produk halal, kontribusi halal value chain terhadap perekonomian nasional, hingga pertumbuhan sertifikasi halal yang terus meningkat. Saat ini, bebernya, lebih dari 300 ribu sertifikat halal telah diterbitkan di Indonesia, disertai dengan berkembangnya berbagai kawasan industri halal di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Banten, Kepulauan Riau, dan Jawa Timur. Ia menilai masih terdapat tantangan fundamental yang perlu dijawab bersama. “Literasi masyarakat terkait halal dan ekonomi syariah masih perlu diperkuat. Banyak masyarakat merasa sudah memahami konsep halal, padahal edukasi mengenai standar, sertifikasi, dan implementasinya masih sangat diperlukan,” terangnya. Ia menegaskan halal kini bukan sekadar kewajiban normatif, tetapi telah berkembang menjadi jaminan kualitas, reputasi bisnis, serta faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen di pasar global. Pada konteks inilah, Pekan Halal Indonesia dan EduNation Festival dinilai menjadi platform strategis untuk menjembatani kebutuhan edukasi, promosi, kolaborasi, dan penguatan literasi halal secara lebih luas. Dengan target puluhan ribu pengunjung dari kalangan pelaku industri, keluarga muda, pelajar, tenaga pendidik, komunitas, hingga buyer potensial, PHI 2026 dan EduNation Festival diharapkan menjadi titik temu antara inovasi industri halal, pendidikan internasional, dan transformasi gaya hidup halal Indonesia. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan strategic partnership, ajang ini siap menghadirkan pengalaman pameran yang tidak hanya informatif dan inspiratif, tetapi juga membuka peluang nyata bagi masa depan ekosistem halal Indonesia.
OJK Nilai Pelemahan Kripto Wajar, Tokocrypto Soroti Peluang Bangkit
Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto di Indonesia masih menghadapi tekanan seiring melemahnya harga aset digital secara global. Tetapi, minat investor terhadap industri kripto dinilai belum surut. Kondisi ini terlihat dari jumlah konsumen kripto yang masih bertambah serta sikap investor institusi mulai lebih selektif dalam mengambil posisi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penurunan harga aset kripto saat ini bagian dari siklus pasar yang wajar. Saat rapat Dewan Komisioner Bulanan April 2026 yang digelar di pekan peratama Mei 2026 lalu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan penurunan transaksi lebih disebabkan oleh proses normalisasi pasar setelah lonjakan harga pasca-halving Bitcoin pada 2024. "Ini menjadi high base effect, bukan pelemahan fundamental, tetapi ini sejalan dengan kondisi global, market cap kripto turun sekitar 45 persen dari all time high dari US$4,2 triliun pada Oktober 2025 menjadi sekitar US$2,3 triliun pada Maret 2026," ujar Adi. Data OJK menunjukkan transaksi kripto Indonesia pada Maret 2026 mencapai Rp28,04 triliun, terdiri dari Rp22,24 triliun di pasar spot dan Rp5,8 triliun di derivatif. Nilai perdagangan aset kripto domestik pada Maret 2026 juga tercatat turun 4,7 persen secara bulanan dari Rp24,33 triliun pada Februari 2026 menjadi Rp22,24 triliun, sementara total nilai transaksi perdagangan aset kripto sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp75,83 triliun. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan penurunan aktivitas transaksi kripto di dalam negeri tidak bisa dilepaskan dari tekanan global yang masih membayangi pasar aset berisiko. “Kami melihat perlambatan transaksi kripto pada Maret 2026 lebih dipengaruhi oleh meningkatnya sentimen risk-off global. Investor saat ini cenderung lebih berhati-hati karena volatilitas masih tinggi, ketidakpastian geopolitik meningkat, dan arah kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi perhatian utama pasar,” kata Calvin. Menurut Calvin, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan hilangnya minat investor terhadap aset kripto. Sebaliknya, banyak pelaku pasar yang masih berada di ekosistem kripto, namun memilih strategi yang lebih defensif. “Investor tidak sepenuhnya keluar dari pasar kripto. Yang terjadi adalah pergeseran strategi. Sebagian investor mulai mengurangi eksposur pada aset yang lebih spekulatif dan memilih aset yang lebih likuid atau stabil, seperti Bitcoin, Ethereum, stablecoin, hingga aset berbasis emas. Ini lebih tepat dibaca sebagai fase wait and see,” jelasnya. Investor Kripto Terus Tumbuh OJK mencatat jumlah konsumen kripto Indonesia per Maret 2026 telah mencapai 21,37 juta akun, naik tipis dari bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan kepercayaan terhadap industri aset digital masih tetap terjaga meski pasar sedang berada dalam fase konsolidasi. “Masih ada kepercayaan dari masyarakat bahwa pasar kripto bisa memberikan dampak positif bagi portofolio investasi mereka. Kenaikan jumlah investor di tengah fase konsolidasi menunjukkan bahwa banyak masyarakat masih melihat kripto sebagai peluang untuk mendapatkan hasil positif dari aktivitas trading, yang pada akhirnya diharapkan dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi dan kualitas hidup mereka,” ulas Calvin. Calvin menilai prospek perdagangan aset kripto pada kuartal II-2026 berpotensi membaik secara bertahap, terutama setelah Bitcoin kembali menembus level psikologis US$80.000 pada awal Mei 2026. “Bitcoin masih menjadi barometer utama sentimen pasar kripto. Ketika BTC mampu bertahan di atas level penting seperti kisaran US$78.000-US$80.000, kepercayaan investor biasanya mulai membaik. Namun, pemulihan ini kemungkinan masih selektif karena pasar tetap mencermati faktor makro, inflasi, geopolitik, dan kebijakan moneter global,” ucapnya. Selain pemulihan harga aset utama, Tokocrypto melihat ada beberapa katalis yang dapat mendorong kembali aktivitas perdagangan kripto di Indonesia. Di antaranya adalah kejelasan arah suku bunga The Fed, meredanya ketegangan geopolitik, meningkatnya likuiditas global, serta kebijakan pajak kripto yang lebih kompetitif. Calvin menegaskan penyesuaian kebijakan pajak dapat menjadi faktor penting untuk memperkuat ekosistem kripto nasional. “Pajak yang lebih kompetitif akan membantu meningkatkan daya tarik transaksi melalui exchange resmi di dalam negeri. Ini penting agar aktivitas perdagangan tetap berada di platform yang diawasi regulator, sehingga perlindungan investor dan transparansi pasar tetap terjaga,” terang Calvin. Dari sisi regulasi, OJK juga terus memperkuat pengawasan terhadap industri aset kripto. Standar seperti Know Your Customer (KYC), Know Your Transaction (KYT), Customer Due Diligence (CDD), dan Enhanced Due Diligence (EDD) diterapkan untuk menjaga keamanan ekosistem. Selain itu, sistem whitelist aset kripto juga membatasi aset yang dapat diperdagangkan di Indonesia guna meminimalkan risiko bagi investor. Calvin mengimbau investor ritel untuk tetap disiplin dalam menghadapi kondisi pasar yang masih fluktuatif. “Dalam kondisi pasar yang menurun, fokus utama investor sebaiknya bukan mengejar keuntungan cepat, tetapi menjaga modal dan mengelola risiko. Hindari keputusan emosional, batasi penggunaan leverage, pahami aset sebelum bertransaksi, dan gunakan platform resmi yang diawasi regulator,” sebut Calvin.
Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi Serap Hingga 7.500 Naker di Gresik
Gresik, katakabar.com - Pengembangan ekosistem hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik diproyeksikan menyerap hingga 7.000 tenaga kerja. Kehadiran proyek ini diharapkan memperkuat peran Gresik sebagai salah satu simpul pertumbuhan industri bernilai tambah yang mendorong penguatan ekonomi nasional. Melalui seremoni groundbreaking hilirisasi nasional tahap II oleh Danantara, ekosistem hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi ini merupakan hasil sinergi antara perusahaan negara mulai dari MIND ID, DEFEND ID, ANTAM, Freeport Indonesia, PINDAD DAN PELINDO. Proyek yang dibangun mencakup fasilitas lini produksi brass mill dan brass cups berkapasitas 10.000 ton per tahun, serta pabrik manufaktur emas logam mulia berkapasitas 30 ton per tahun yang potensi total penyerapan tenaga kerjanya mencapai 7.500 orang. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menekankan keberhasilan investasi industri sangat bergantung pada dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dari sisi serapan tenaga kerja dan stabilitas sosial. "Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama, karena kestabilan sosial dan penyerapan tenaga kerja akan menentukan seberapa baik hilirisasi ini terwujud di bumi pertiwi. Tentu, prioritas utama kita adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi tenaga kerja Indonesia," ujar Emil Dardak saat menghadiri seremoni groundbreaking hilirisasi tahap II di KEK Gresik. Emil menjelaskan hilirisasi di KEK Gresik telah bergerak ke produk turunan tingkat lanjut. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya muncul pada tahap konstruksi, tetapi juga pada fase operasi dan pengembangan industri turunannya. "Potensi penyerapan tenaga kerjanya cukup besar, mencapai 7.000 orang lebih. Mereka akan tersebar di berbagai lini, mulai dari pengolahan katoda tembaga menjadi pipa dan kawat, hingga fasilitas bahan baku amunisi di bawah Defend ID dan pengolahan emas oleh Antam," jelasnya nada optimis. Menurut Emil, penciptaan lapangan kerja ini juga berpotensi mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja daerah, sehingga pembangunan ekonomi ke depan semakin inklusif dan memberi peluang lebih luas bagi masyarakat sekitar. "Kami sangat mensyukuri adanya keberpihakan afirmasi bagi masyarakat di wilayah Gresik dan Jawa Timur. Inilah tumpuan harapan kita agar Indonesia mampu berkompetisi di kancah global tanpa meninggalkan kesejahteraan masyarakat daerah," imbuh Emil. Emil menilai penyerapan tenaga kerja ini dapat memperkuat pemerataan manfaat ekonomi di Jawa Timur, termasuk kawasan Gerbangkertosusila yang kontribusinya signifikan terhadap perekonomian nasional. Ia menekankan strategi hilirisasi perlu dijalankan melalui kolaborasi agar manfaatnya tidak terpusat, tetapi menyebar ke berbagai sektor dan lapisan masyarakat. "Hilirisasi tahap awal biarlah dirasakan oleh daerah penghasil di hulu. Di Jawa Timur, kita berfokus pada hilirisasi tahap lanjut yang bersifat multi-komoditas. Semangat kita adalah kolaborasi, memastikan kemajuan ini dirasakan bersama, bukan sendiri-sendiri," sebutnya.
Sespimma Polri Angkatan 75 Pokjar V Sinergi Dinas TPH Jabar Dorong Produktivitas Tanaman Jagung
Jawa Barat, katakabar.com - Sespimma Polri Angkatan 75 Pokjar V gelar forum grup discussion (FGD) bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Jawa Barat, Senin (4/5). Kegiatan ini membahas penguatan sinergi dan dukungan program ketahanan pangan nasional. Anjak Madya Sespimma, Kombes Pol Tommy Bambang Wirawan, mengatakan sinergitas dan kolaborasi menjadi hal penting terus dibangun antara Polri dan instansi pemerintah daerah. Usung tema 'Optimalisasi Kerjasama Polri Dengan Dinas Tanaman Pangan & Holtikultura Provinsi Jawa Barat Guna Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung Dalam Rangka Terdukungnya Ketahanan Pangan'. FGD ini dihadiri 25 serdik Sespimma dari Pokjar V, ASN dari Dinas TPH Provinsi Jabar 14 orang, 21 mahasiswa dari UNPARI, 2 orang Pawas, 2 Patun dan 2 pendamping dari Sespimma. "Sinergitas, kerja sama, dan lainnya pasti kita laksanakan. Untuk kegiatan ini saya ucapkan terima kasih, sebab sudah diterima Pak Kadis, dan memang Polri lagi ada perintah dari pimpinan untuk swasembada pangan, khususnya jagung," ujar Kombes Pol Tommy di Bandung. Selain jagung, kata Kombes Pol Tommy, terdapat pula fokus komoditas lain seperti padi yang menjadi perhatian dalam program ketahanan pangan Polri. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. Ia berharap melalui kolaborasi tersebut, ketahanan pangan nasional dapat semakin kuat. Ia optimistis upaya bersama ini mampu mendukung percepatan pembangunan nasional. "Mudah-mudahan pembangunan nasional bisa terus kita kejar, dan kita capai dengan ketahanan pangan yang mantap, terima kasih," harapnya. Mengenai harapan ke depan, Kombe Pol Tommy membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Dinas Pertanian, khususnya peningkatan kapasitas personel Polri di bidang pertanian. Salah satunya melalui pelatihan dan pembekalan keahlian. "Mudah-mudahan nanti kepala dari dinas pertanian untuk Polri sendiri, mungkin nanti ada pelatihan, kerjasama, dan dalam skup mungkin nanti dari polisi sendiri untuk mempersiapkan personilnya yang ahli di bidang pertanian," ucapnya. Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Jawa Barat, Dadan Hidayat, mengungkapkan produksi jagung di Jawa Barat terus menunjukkan peningkatan. Hingga 2025, Jawa Barat menempati peringkat ketujuh secara nasional. "Jadi untuk jagung ini Jawa Barat tadi, sampai dengan 2025 peningkat ke 7 tingkat nasional," ulasnya. Peningkatan produksi jagung didorong oleh berbagai inisiatif, tutur Dadan, termasuk kerja sama antara pemerintah pusat, Polri, dan pemerintah daerah. Ia menyebut telah ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pimpinan Polri dan kementerian terkait. "Tentunya upaya dan usaha bagaimana kita meningkatkan produksi jagung Jawa Barat tadi kita sudah dengar bersama. Ada MoU yang kita tanda tangani, di tingkat pimpinan antara Polri dengan Pak Menteri, dan kami tingkat daerah dengan Polda Jabar," imbuhnya. Dijabarkan Dadan, salah satu faktor penting dalam pengembangan pertanian adalah ketersediaan lahan. Dalam hal ini, Polda Jabar turut berinisiatif menyediakan lahan dari berbagai sumber, termasuk lahan perkebunan dan aset institusi. Selain lahan, permodalan juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan jagung. Dadan menyebut adanya dukungan pembiayaan yang terhubung dengan perbankan dan koperasi internal Polri. “Yang kedua juga ada permodalan, ini masalah utama permodalan, ternyata diinisiasi juga terkoneksi dengan Bank Himbara dan juga dengan Primkopol itu sendiri, dengan CSR,” sebutnya. Ia menambahkan, aspek hilir seperti pemasaran juga telah dipersiapkan dengan baik. Hasil produksi jagung disebut telah terserap oleh Bulog maupun industri pakan ternak. Dadan menekankan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Hal ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. "Jadi upaya peningkatan produksi harus dibarengi dengan hilirnya dan alhamdulillah, ekosistem pertanian ini sudah terbangun," tegasnya. Ia berharap kejelasan pasar, dan dukungan sistem yang ada dapat menarik minat anak muda untuk mengembangkan budidaya jagung. Dengan demikian, sektor pertanian dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Dukung Ketahanan Pangan, PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Jambi, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) lewat Subholding PTPN IV PalmCo terus perkuat peran strategisnya dukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan kemitraan bersama petani di daerah. Komitmen tersebut tercermin dengan kehadiran Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, yang mendampingi Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, pada rangkaian kegiatan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tingkat Provinsi Jambi, di pekan keempat April 2026 lalu. Provinsi Jambi salah satu wilayah strategis bagi operasional PalmCo. Selain sebagai sentra kelapa sawit, wilayah ini memiliki komoditas unggulan lain seperti teh dan kopi yang sebagian besar dikelola oleh petani rakyat. Pada konteks tersebut, sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan petani menjadi kunci dalam menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan sektor pertanian. Di sela kegiatan, Jatmiko menegaskan, peran petani merupakan bagian integral dari kinerja perusahaan. Ia menyebut kontribusi petani terhadap pasokan bahan baku sangat signifikan. Sepanjang 2025, sekitar 25 persen dari total produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang dikelola PalmCo berasal dari petani mitra, dengan volume penyerapan mencapai 3,25 juta ton. "Capaian ini menempatkan PalmCo sebagai salah satu offtaker utama yang berperan dalam menyerap hasil panen rakyat sekaligus mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)," jelasnya. Petani bukan sekadar mitra, tegas Jatmiko, tetapi bagian dari identitas perusahaan. Tanpa mereka, pertumbuhan PalmCo tidak akan seperti sekarang. "Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif, termasuk pelibatan petani dalam kegiatan nasional serta penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat daerah," ucapnya. Selama kunjungan di Jambi, PalmCo bersama Kementerian Pertanian dan HKTI terlibat mengikuti sejumlah agenda, mulai dari pertemuan dengan organisasi petani seperti Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), Wanita Tani, dan Pemuda Tani, hingga kegiatan tanam bersama. Di kawasan Bukit Cinto Kenang, Kabupaten Muara Jambi, dilakukan penanaman benih jagung dan bibit buah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman padi brigade di Kabupaten Batanghari serta pelantikan pengurus DPD HKTI Provinsi Jambi. Rangkaian kegiatan ini mencerminkan pendekatan pembangunan pertanian yang terintegrasi lintas komoditas dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Menurut Jatmiko, sinergi antara pelaku hulu dan hilir, termasuk perusahaan, organisasi petani, serta penyedia sarana produksi, menjadi faktor kunci dalam percepatan swasembada pangan nasional. “Di wilayah multikomoditas seperti Jambi, kolaborasi menjadi kunci. Ketika petani berdaya dan ekosistemnya kuat, maka target swasembada pangan bukan hal yang sulit dicapai,” imbuhnya. Penguatan kemitraan ini sekaligus menegaskan peran Holding Perkebunan Nusantara tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam menjawab tantangan pangan nasional.
Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Medan, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus mempercepat implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) sebagai bagian dari transformasi bisnis berkelanjutan di sektor perkebunan negara. Langkah ini sejalan dengan dorongan Komisi VI DPR RI untuk memperkuat daya saing industri nasional di tengah tuntutan global terhadap praktik usaha yang berkelanjutan. Penegasan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI ke Regional 1 PTPN IV di Medan, Sumatera Utara, di Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026. Dalam kesempatan tersebut, rombongan dewan menyoroti berbagai inisiatif transformasi yang dijalankan Holding Perkebunan Nusantara bersama entitas di bawahnya, termasuk PTPN IV PalmCo. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menegaskan sektor perkebunan memiliki ketergantungan tinggi terhadap kualitas lingkungan serta penerimaan sosial masyarakat, sehingga penerapan ESG menjadi fondasi utama keberlanjutan usaha. “ESG bukan lagi pilihan moral, tetapi kebutuhan strategis. Sektor ini sangat bergantung pada kualitas lingkungan, ketersediaan air, kesuburan tanah, dan dukungan masyarakat,” kata Nurdin kepada jajaran manajemen BUMN perkebunan, BP BUMN dan Danantara Asset Management. Dalam pemaparan kepada DPR, Direksi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang diwakili Direktur Bisnis, Ryanto Wisnuhardi, menyampaikan transformasi tata kelola yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif. Kinerja keuangan grup berada dalam tren meningkat, yang antara lain ditopang kontribusi signifikan dari subholding kelapa sawit, PTPN IV PalmCo. “Sekitar 80 persen pendapatan grup berasal dari komoditas utama yang dikelola PalmCo. Secara keseluruhan, PTPN Group juga mencatat skor risiko ESG sebesar 17,1 (kategori low risk) dari lembaga pemeringkat global Sustainalytics, yang mencerminkan tingkat kepatuhan terhadap standar keberlanjutan internasional,” jelas Ryanto. Capaian tersebut diperkuat kinerja PTPN IV PalmCo. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa perusahaan menempatkan ESG sebagai inti strategi bisnis. Ia mengungkapkan PalmCo telah mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 28,88 persen sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi. Selain itu, perusahaan juga memperluas kemitraan ekonomi kerakyatan melalui program plasma yang kini mencapai 46.314 hektar. “Efisiensi bisnis dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan. Kami mendorong keduanya sebagai motor pertumbuhan perusahaan,” ucap Jatmiko. Dukungan terhadap transformasi tersebut juga disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar, yang menilai perbaikan tata kelola di tubuh PTPN menjadi indikator positif di tengah tantangan industri global. “Ini menunjukkan bahwa langkah transformasi mulai berjalan efektif,” timpalnya. Selain fokus pada pengurangan emisi, PTPN IV PalmCo juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui pengembangan energi terbarukan. Hingga 2030, perusahaan merencanakan pembangunan 36 fasilitas energi baru, termasuk pembangkit listrik tenaga biogas dan compressed biomethane gas (CBG). Program ini diproyeksikan mampu menekan emisi hingga 54,46 persen dibandingkan skenario business as usual pada 2030. Penguatan ESG di sektor perkebunan menjadi salah satu kunci dalam menjawab tekanan global terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Di sisi lain, langkah ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam industri kelapa sawit yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing tinggi. Dengan dukungan legislatif serta konsistensi implementasi di tingkat operasional, transformasi yang dijalankan Holding Perkebunan Nusantara diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja korporasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Holding PTPN Kembangkan Kompetensi SDM, PT IKN Taja Fokus English Training
Medan, katakabar.com - PT Industri Karet Nusantara (IKN) terus memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui penyelenggaraan program pelatihan bertajuk “English Training for Professionals”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan daya saing karyawan di tengah dinamika globalisasi dan tuntutan industri yang semakin kompetitif. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Industri Karet Nusantara berkomitmen untuk mendorong peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan, termasuk dalam penguasaan bahasa asing yang menjadi kebutuhan utama dalam komunikasi bisnis global. Program pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap dan diikuti oleh puluhan karyawan dari berbagai fungsi, mulai dari operasional, pemasaran, hingga manajemen. Materi pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan komunikasi profesional, seperti presentation skills, negotiation, serta penulisan formal email dalam bahasa Inggris. Selain penyampaian materi, pelatihan juga dilengkapi dengan sesi praktik interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi situasi kerja nyata. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan peserta mampu mengaplikasikan kemampuan bahasa Inggris secara efektif dalam konteks pekerjaan sehari-hari. Para peserta menyambut positif program ini. Mereka menilai pelatihan tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga memperluas wawasan terkait budaya kerja global serta komunikasi lintas negara. Program “English Training for Professionals” bagian dari komitmen PT Industri Karet Nusantara dalam mengembangkan kapabilitas karyawan secara berkelanjutan, sejalan dengan transformasi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam membangun organisasi yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global.