Berita Trending
Sorotan terbaru dari Kategori
Bupati Afni Rotasi 83 Pejabat Siak, Ini Daftar Nama dan Jabatannya
Bupati Siak Afni Zulkifli resmi melakukan mutasi dan promosi jabatan bagi 83 pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan Pemkab Siak, Riau, pada Selasa (1/9).
Diduga Terlibat Jaringan Sabu, Tiga Orang PPPK PW di Siak Diciduk Polisi
Tiga orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Pemkab Siak, Riau, ditangkap polisi karena diduga terlibat jaringan peredaran sabu di daerah tersebut.
Tiga Kasat dan Empat Kapolsek di Siak Berganti, Ini Nama-namanya
Tiga Kasat dan Empat Kapolsek di Siak Berganti.
Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Siak Akhirnya Ditangkap, Terseret Kasus Cabul!
Seorang pengasuh pondok pesantren (ponpes) di wilayah Lubuk Dalam berinisial RS (33) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak.
BPDP Serahkan Katalog 100 Produk UMKM Sawit ke Kemenper di Momen Olahraga dan Budaya
Jakarta, katakabar.com - BLU Kementerian Keuangan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) manfaatkan momen ajang olahraga dan budaya tahunan Merdeka Run 2026, dengan menyerahkan Katalog 100 Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sawit Kepada Kementerian Perekonomian. Penyerahan katalog diwakili oleh Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah kepada Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di booth BPDP. Merdeka Run 2026 digelar di kawasan Monumen Reog Ponorogo Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (22/8) lalu berlangsung semarak dengan dihadiri sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah. Turut hadir jajaran pimpinan lintas kementerian, di antaranya Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Sudarto , Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan, Nyoman Adhi Suryadnyana,Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Fery Irawan, serta Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Kikis Kampanye Negatif Lewat Inovasi Produk Turunan Sawit Kehadiran Booth BPDP bertujuan untuk promosi kebaikan sawit dalam melawan black campaign (kampanye negatif) yang selama ini kerap mendera industri kelapa sawit. Melalui kegiatan edukasi, masyarakat diajak untuk memahami bahwa komoditas sawit tidak hanya sebatas bahan baku minyak goreng. Di hadapan para peserta dan komunitas lari (runners), dijelaskan berbagai bentuk inovasi turunan sawit yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan gaya hidup harian, seperti minyak makan merah, suplemen bernutrisi tinggi yang dapat dikonsumsi untuk mendukung kesehatan dan stamina penggiat olahraga karena kaya akan tokoferol Vitamin E Booth BPDP juga dikunjungi oleh pimpinan lintas kementerian selain Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso hadir juga Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan Nyoman Adhi Suryadnyana serta Sekjen Dewan Ekonomi Kawasan Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manangsang. Dorong UMKM Perkebunan Ekosistem Sport Tourism BPDP mendorong adanya sinergi dan kolaborasi erat antara sektor pariwisata dengan pelaku Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) perkebunan. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UKMK BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan keindahan tempat dan konsep acara yang menarik serta keberadaan oleh-oleh atau buah tangan menjadi komponen penting dalam pengembangan pariwisata. "Sport tourism bagian dari ekosistem ekonomi kreatif daerah yang bisa di sinergikan dengan produk UMKM berbasis Perkebunan. Beragam produk dalam katalog 100 UMKM Sawit potensial sebagai oleh-oleh (buah tangan), dengan mendorong keterlibatan pelaku UMKM perkebunan dalam ekosistem industri kreatif sport tourism akan berkontribusi sebagai upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto," ucap Helmi.
Lidi Sawit Terbang ke Tiongkok! Sinergi BPDP dan Petani Sawit Kunci Perkuat Ekspor Produk Perkebunan
Jakarta, katakabar.com - Produk turunan kelapa sawit membuka peluang baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (uMKM) perkebunan Indonesia tembus pasar internasional. Di antaranya lewat pengembangan lidi sawit yang telah berhasil diekspor ke Tiongkok melalui kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Kisah tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II usung tema “Dari Roemah ke Dunia: Cerita UMKM Perkebunan Menembus Pasar Ekspor”, yang digelar di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Selasa (18/8) lalu. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan lidi sawit salah satu potensi produk turunan kelapa sawit yang dapat dikembangkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan. “Lidi sawit ini merupakan salah satu potensi yang sangat besar ini low hanging fruit yang bisa menjadi potensi untuk menggerakkan masyarakat kita, khususnya di desa-desa, untuk menjadi penghasil dolar,” kata Helmi pada sesi diskusi. Peluang tersebut perlu diikuti dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan agar pelaku UMKM memahami aspek teknis yang diperlukan untuk memasuki pasar ekspor. BPDP memfasilitasi proses tersebut melalui berbagai kegiatan workshop bersama ASPEKPIR, termasuk pembelajaran mengenai spesifikasi produk dan prosedur ekspor. Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, menimpali pengembangan lidi sawit berangkat dari upaya asosiasi untuk mendorong petani agar tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), tetapi juga mengembangkan produk lain yang dapat memberikan nilai tambah. Sebelum masuk ke pasar ekspor, lidi sawit yang dihasilkan petani dan pelaku UMKM masih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan lokal. Kolaborasi dengan BPDP kemudian membuka peluang untuk mengembangkan produk tersebut agar memenuhi kebutuhan pasar internasional. “Tidak ujug-ujug bisa ekspor. Memang perjalanannya panjang,” ucap Setiyono. Kolaborasi tersebut kemudian diwujudkan melalui pendampingan dan workshop yang dilakukan di sejumlah wilayah. Menurut Setiyono, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kesiapan produsen lidi sawit sekaligus mempertemukan kebutuhan pasar dengan kemampuan produksi di tingkat petani dan UMKM. Untuk melakukan kegiatan ekspor ASPEKPIR didampingi Arra Setya Abadi (ASA) dan dengan dukungan BPDP melakukan pendampingan kepada sejumlah anggota agar mampu menghasilkan lidi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan eksportir.Hasil pendampingan tersebut telah memungkinkan pengiriman lidi sawit ke Tiongkok. Total produksi yang telah dibantu melalui kolaborasi tersebut mencapai dua kontainer berukuran 40 kaki, dengan kapasitas sekitar 30 ton per kontainer. Pada pengiriman yang dilakukan di Langkat, satu kontainer berisi sekitar 30.000 kilogram lidi sawit dikirim ke Tiongkok. Bagi BPDP, keberhasilan tersebut menjadi contoh kolaborasi multipihak dapat menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat.Pengembangan produk tidak hanya berhenti pada lidi sawit namun terus dikembangkan untuk berbagai produk turunan sawit lainnya sehingga semakin banyak UMKM perkebunan yang mampu masuk ke pasar internasional. Sementara, ASPEKPIR berkomitmen untuk terus mendorong anggotanya mengembangkan produk samping kelapa sawit. Setiyono menyebut lidi sawit menjadi langkah awal, sementara asosiasi juga tengah mempelajari pengembangan produk lain seperti biochar untuk peluang ekspor ke depan. Melalui Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II UKMK Bisa Ekspor menunjukkan pengembangan produk berbasis komoditas perkebunan tidak hanya dapat menciptakan nilai tambah di dalam negeri, tetapi membuka peluang bagi UMKM untuk membawa produk Indonesia ke pasar dunia. Ke depan, kolaborasi dan pendampingan diharapkan dapat terus memperluas jumlah pelaku usaha serta wilayah yang mampu menghasilkan produk perkebunan berorientasi ekspor.
Korban Pengeroyokan yang Jadi Tersangka di Bengkalis Resmi Melapor ke Propam Mabes Polri
Laporan pengaduan itu telah diterima melalui sistem layanan pengaduan Propam Polri dengan Nomor: SPSP2/2026082900020 tertanggal 29 Agustus 2026.
Kolaborasi Pemanfaatan Biofuel, BPDP Serukan Percepatan Transisi Energi Lewat EBTKE ConEx 2026
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) turut berpartisipasi dalam EBTKE ConEx 2026. Konferensi dan pameran tahunan di bidang Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang digelar oleh METI digelar pada 2 hingga 4 September 2026 lalu di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Kegiatan itu menjadi wadah kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, investor, dan pemangku kepentingan dalam mendorong percepatan transisi energi bersih di Indonesia dan ASEAN. Kegiatan EBTKE ConEx 2026 dibuka oleh Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prof. Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, serta Wakil Kepala BRIN. BPDP turut mendukung kegiatan sebagai sponsor dengan menghadirkan booth edukasi yang memperkenalkan berbagai program BPDP, khususnya biodiesel, riset, serta pengembangan sumber daya manusia. Peran BPDP dalam mendukung transisi energi juga tercermin melalui program mandatori biodiesel. Sejak 1 Juli 2026, pemerintah meningkatkan campuran biodiesel menjadi 50 persen (B50) sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sawit Indonesia. Di hari kedua, Mohammad Alfansyah, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, menjadi narasumber dalam Talkshow Plenary angkat tema “Strategi Implementasi Biofuel untuk Ketahanan Indonesia”, bersama Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, dan Ary Kurniawan, Senior Vice President Business Development PT Pertamina (Persero). Forum ini membahas strategi implementasi biofuel serta pentingnya kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Selain program biodiesel, BPDP juga mendorong penguatan industri perkebunan melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sarana dan prasarana perkebunan, penelitian dan pengembangan, pengembangan sumber daya manusia, dan promosi. Berbagai program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, keberlanjutan, dan daya saing industri sawit sebagai bagian dari penguatan ekosistem biofuel nasional. Melalui partisipasinya dalam EBTKE ConEx 2026, BPDP menegaskan komitmen untuk terus mendukung pengembangan energi terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri, serta memperkuat sinergi antara sektor energi dan perkebunan guna mewujudkan ketahanan energi dan memberikan manfaat bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.
RevComm Indonesia Ungkap Cara AI Ubah Percakapan Jadi Insight Bisnis
Jakarta, katakabar.com - RevComm Indonesia, perusahaan teknologi AI-powered conversation intelligence asal Jepang, jadi narasumber dalam program Business Update di PAS FM Jakarta 92.4. Di momen tersebut, Country Manager RevComm Indonesia, Hargunadi Soemantri, membahas bagaimana teknologi AI dapat membantu perusahaan memahami komunikasi bisnis secara lebih mendalam dan mengubah percakapan menjadi sumber insight untuk meningkatkan performa tim bisnis. Wawancara yang dipandu oleh jurnalis PAS FM, Robert Saputra, angkat berbagai tantangan dalam komunikasi bisnis, termasuk bagaimana perusahaan dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik setiap percakapan antara tim dan pelanggan. Membuka “Black Box” Komunikasi Bisnis RevComm didirikan di Jepang pada tahun 2017 dan mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2021. Produk unggulannya, MiiTel, menghadirkan solusi AI-powered conversation intelligence yang membantu perusahaan mentranskripsikan, merangkum, dan menganalisis percakapan bisnis. Dalam wawancara tersebut, Hargunadi menjelaskan bahwa komunikasi dengan pelanggan merupakan bagian penting dari aktivitas bisnis sehari-hari. Di dalam percakapan, terdapat berbagai informasi mengenai kebutuhan dan kekhawatiran pelanggan, alasan mereka tertarik atau tidak tertarik terhadap suatu produk, hingga bagaimana tim merespons setiap situasi. Namun, perusahaan sering kali hanya melihat hasil akhirnya, seperti jumlah leads, tingkat konversi, atau performa penjualan. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi, tetapi belum tentu menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi. Kesenjangan inilah yang disebut Hargunadi sebagai Black Box Problem. “Perusahaan bisa melihat hasil (dari komunikasi bisnis), tetapi belum tentu bisa melihat apa yang sebenarnya dibicarakan dan bagaimana komunikasi tersebut berlangsung. Inilah yang kami sebut sebagai Black Box Problem,” jelas Hargunadi Soemantri, Country Manager RevComm Indonesia Melalui MiiTel, percakapan telepon dan meeting dapat diubah menjadi data yang dapat ditranskripsikan, dirangkum, dan dianalisis. Dengan demikian, perusahaan dapat memahami tidak hanya apa yang dibicarakan, tetapi juga bagaimana percakapan tersebut dilakukan. Dari insight tersebut, perusahaan dapat melihat pola komunikasi, menemukan hal-hal yang sudah berjalan dengan baik, serta mengidentifikasi area yang masih dapat ditingkatkan. Secara sederhana, MiiTel membantu perusahaan tidak hanya having conversations, tetapi juga learning from conversations. Pahami Apa yang Ada di Balik Performa Sales Salah satu use case MiiTel yang dibahas dalam wawancara adalah pemanfaatannya untuk tim Sales. Dalam proses penjualan, berbagai hal penting terjadi melalui percakapan. Kebutuhan pelanggan digali, concern dan objection muncul, nilai produk disampaikan, hingga pelanggan akhirnya mengambil keputusan. Perusahaan mungkin mengetahui bahwa seorang Sales konsisten menghasilkan closing, sementara Sales lainnya masih mengalami kesulitan. Namun, jika hanya melihat angka di CRM, perusahaan belum tentu mengetahui apa yang membedakan cara kedua sales tersebut berkomunikasi dengan pelanggan. Hargunadi memberikan ilustrasi ketika dua Sales memiliki pengalaman dan pelatihan yang relatif sama, menjual produk yang sama, tetapi menghasilkan performa yang berbeda. Pertanyaan berikutnya adalah: what’s happening in their conversation? Dengan MiiTel, perusahaan dapat menganalisis percakapan untuk melihat berbagai pola komunikasi, seperti seberapa banyak Sales mendengarkan pelanggan, kecepatan berbicara, bagaimana kebutuhan pelanggan digali, hingga bagaimana objection ditangani. Insight tersebut dapat memberikan manajer bahan yang lebih konkret untuk melakukan coaching. Alih-alih hanya mengandalkan observasi atau feeling, manajer dapat melihat pola komunikasi yang benar-benar terjadi dalam percakapan. Perusahaan juga dapat mempelajari pola komunikasi dari Sales yang memiliki performa baik. Cara mereka membuka percakapan, menggali kebutuhan, maupun menyampaikan value dapat menjadi bahan pembelajaran dan coaching bagi anggota tim lainnya. “Conversation tidak berhenti sebagai aktivitas antara Sales dan customer. Conversation bisa menjadi sumber pembelajaran untuk membantu perusahaan mengembangkan tim dan proses Sales secara berkelanjutan,” tambah Hargunadi. Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana conversation intelligence dapat membantu perusahaan memahami apa yang ada di balik performa, sekaligus menyediakan dasar yang lebih konkret untuk melakukan perbaikan pada proses Sales. Terintegrasi dengan Workflow Bisnis Selain menganalisis percakapan, MiiTel juga dapat terintegrasi dengan sistem bisnis yang telah digunakan perusahaan, termasuk platform CRM seperti Salesforce dan Zoho. Integrasi tersebut membantu perusahaan menyelaraskan aktivitas komunikasi dengan workflow bisnis sehari-hari, sehingga data dan insight dari percakapan dapat lebih mudah dimanfaatkan dalam proses kerja yang sudah berjalan. Dengan pendekatan ini, percakapan tidak berdiri sendiri sebagai aktivitas antara Sales dan pelanggan, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem data perusahaan. Indonesia Fokus Pengembangan RevComm RevComm mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2021 sebagai bagian dari ekspansi perusahaan di luar Jepang. Sejak saat itu, RevComm Indonesia terus mengembangkan tim dan ekosistem lokal untuk mendukung kebutuhan perusahaan di Indonesia. RevComm Indonesia memiliki kantor di Summitmas 1, Sudirman, Jakarta, serta membangun kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mendukung pengembangan bisnis dan implementasi solusi komunikasi berbasis AI di Indonesia. Dalam pengembangan pasar tersebut, Hargunadi menekankan pentingnya membangun kepercayaan, baik dari sisi produk maupun hubungan dengan pelanggan. “Di saat kita masuk ke sebuah industri, yang perlu dibangun itu adalah trust dari sisi produk dan customer,” kata Hargunadi. Sejalan dengan pengembangan ekosistem teknologi komunikasi bisnis berbasis AI, RevComm Indonesia juga membuka peluang kemitraan bagi perusahaan maupun individu yang ingin turut memperluas pemanfaatan MiiTel di Indonesia. Informasi mengenai MiiTel, program free demo, dan peluang kemitraan dapat diakses melalui miitel.id.
Kesiapsiagaan Langkat Hadapi Cuaca Ekstrem
Langkat, katakabar.com - Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda bergerak cepat menghadapi cuaca ekstrem yang telah memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Langkat.
Polres Siak Bongkar Kasus Pembuatan SIM Palsu Lintas Wilayah di Riau, Begini Modusnya
Polres Siak berhasil membongkar jaringan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu yang beroperasi di Kabupaten Siak dan Kota Pekanbaru.
Afni Resmi Jadi Ketua NasDem Siak!
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi menunjuk Bupati Siak Afni Zulkifli menjadi Ketua DPD NasDem Siak menggantikan Muhammad.
Lepas Tiga Ratus Camaba Beasiswa SDM Sawit BPDP se Kabupaten Bengkalis 2026, Ini Pesan Camat Mandau
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi, menghadiri kegiatan Pelepasan Calon Mahasiswa Baru (Camaba) Beasiswa SDM Sawit Badan Pengelola Daba Perkebunan (BPDP) se Kabupaten Bengkalis. Pelepasan Camaba Beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) disalurkan DPD Apkasindo Kabupaten Bengkalis, di Gedung Bathin Betuah Kantor Camat Mandau, Jalan Jenderal Sudirman Duri, Rabu (16/9). Camat Mandau Riki Rihardi, mengucapkan terimakasih kepada BPDP, dan DPD APKASINDO Kabupaten Bengkalis atas program beasiswa yang besar manfaatnya bagi generasi muda di Kabupaten Bengkalis. "Program sumber daya manusia sangat penting. Untuk itu, kami berpesan pergunakanlah beasiswa ini sebaik mungkin, karna ini semua bukan hanya mencari gelar melainkan mencari ilmu yang bermanfaat untuk kemajuan Kabupaten Bengkalis di masa datang," jelasnya. Ketua DPD Apkasindo Kabupaten Bengkalis, Septian Nugraha, menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima beasiswa. Ia memaparkan pada tahun ini 300 anak petani sawit se Kabupaten Bengkalis dinyatakan lulus seleks,i dan bakal menempuh pendidikan dari Beasiswa BPDP. “Selamat dan sukses kepada adik-adik yang telah lulus Beasiswa SDM Sawit BPDP, manfaatkan kesempatan emas ini dengan belajar sungguh-sungguh, sebab seluruh biaya pendidikan ditanggung 100 persen oleh BPDP," terangnya. Program beasiswa ini, kata Septian, menjadi momentum penting dan membanggakan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis bersama para keluarga mahasiswa sebagai upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah yang kita cintai ini.
Saat Banjir Melanda, Pertamina EP Pangkalan Susu Bergerak Bantu Warga di Langkat
Langkat, katakabar.com - PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak banjir.
Bitcoin Jadi Sorotan Lantaran Tembus US$87.000, Lantas Seberapa Tinggi BTC Melaju?
Jakarta, katakabar.com - Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah menembus level US$86.000 dan sempat bergerak mendekati US$87.000 pada Selasa (22/9). Kenaikan tersebut membawa Bitcoin ke level tertinggi dalam sekitar delapan bulan sekaligus membuka perhatian pasar terhadap potensi pergerakan harga berikutnya. Data pasar menunjukkan Bitcoin sempat mencapai sekitar US$86.500–US$87.000, dengan penguatan harian sekitar 6%. Pergerakan ini terjadi setelah BTC sebelumnya bertahan di atas level US$80.000. Kenaikan Bitcoin juga berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas di pasar derivatif dan arus dana ke produk investasi Bitcoin. Data internal FLOQ menunjukkan open interest Bitcoin meningkat 9,38% dalam 24 jam menjadi sekitar US$61,33 miliar, sementara volume perdagangan gabungan meningkat 39%. Di pasar spot ETF Amerika Serikat, arus dana juga kembali menunjukkan momentum positif. Data mencatat ETF Bitcoin spot membukukan arus masuk bersih sekitar US$68,1 juta pada 21 September, setelah sebelumnya mencatat inflow sekitar US$433 juta pada 18 September. FOMO Bitcoin Kembali Meningkat Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah meningkatnya sentimen fear of missing out (FOMO). Coinpedia mengutip data Santiment yang menunjukkan FOMO Bitcoin telah mencapai level tertinggi sejak Desember 2024. Kondisi tersebut muncul ketika Bitcoin berhasil melewati sejumlah level teknikal penting. Berdasarkan analisis teknikal, Bitcoin telah menembus moving average 50 minggu di sekitar US$78.320 dan sebelumnya juga melewati swing high yang terbentuk pada Mei. Dalam skenario teknikal tersebut, level US$85.000 disebut sebagai target minimum dari pola kenaikan. Sementara itu, area US$88.600–US$92.220 menjadi zona target berikutnya, dengan potensi ekstensi hingga sekitar US$97.637 apabila momentum berlanjut. Tetapi, level-level tersebut merupakan proyeksi teknikal dan bukan jaminan bahwa Bitcoin akan mencapai harga tertentu. Pembelian Korporasi Ikut Menopang Sentimen Minat korporasi terhadap Bitcoin juga kembali menjadi perhatian. Strategy, perusahaan yang dikenal dengan strategi treasury Bitcoin, pada pekan yang berakhir 20 September membeli tambahan 950 BTC senilai sekitar US$75,7 juta. Pembelian tersebut membawa total kepemilikan Bitcoin Strategy menjadi 846.000 BTC. Berdasarkan laporan perusahaan, pembelian dilakukan dengan menggunakan kas perusahaan. Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, kombinasi antara arus dana institusional, pembelian korporasi, dan aktivitas pasar derivatif menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam membaca reli Bitcoin saat ini. “Kenaikan Bitcoin ke area US$87.000 menunjukkan bahwa momentum pasar kembali menguat setelah sebelumnya BTC mengalami tekanan di bawah US$80.000. Yang menarik bukan hanya pergerakan harganya, tetapi juga adanya kombinasi arus dana ETF, akumulasi korporasi, dan meningkatnya aktivitas di pasar derivatif,” ujar Yudho. Kata Yudho, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan Bitcoin saat ini memiliki beberapa katalis yang berjalan secara bersamaan. Namun, peningkatan FOMO juga perlu menjadi perhatian karena dapat membuat volatilitas meningkat apabila ekspektasi pasar bergerak terlalu cepat. “Di sisi lain, kenaikan yang berlangsung cepat juga perlu dibaca dengan hati-hati. Ketika FOMO meningkat dan posisi derivatif bertambah, ruang volatilitas menjadi lebih besar. Karena itu, level harga sebaiknya tidak dilihat sebagai kepastian arah pasar, melainkan sebagai area yang perlu dipantau bersama dengan volume, arus ETF, likuiditas, dan kondisi makroekonomi,” lanjutnya. US$90.000 Jadi Level yang Kembali Disorot Setelah berhasil melewati US$86.000, level US$90.000 kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Sejumlah analisis teknikal menempatkan US$88.600–US$92.220 sebagai area yang perlu diperhatikan apabila momentum kenaikan berlanjut. Pada kerangka waktu yang lebih pendek, area sekitar US$80.120 disebut sebagai level penting untuk mempertahankan struktur kenaikan jangka pendek. Sementara itu, jika terjadi koreksi, area US$82.000–US$84.000 menjadi salah satu zona yang dipantau pasar. Analisis lain yang dikutip Coinpedia juga menempatkan sekitar US$75.000 sebagai area dukungan yang lebih luas apabila koreksi berlangsung lebih dalam. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa setelah reli tajam, pasar Bitcoin kini berada dalam fase yang membutuhkan konfirmasi lanjutan, bukan sekadar melihat kenaikan harga dalam jangka pendek. Yudho menambahkan pasar kripto saat ini perlu melihat Bitcoin dalam konteks yang lebih luas. “Bitcoin sudah menunjukkan kemampuan untuk kembali berada di atas level teknikal penting, tetapi keberlanjutan tren akan sangat bergantung pada apakah permintaan spot dapat terus menopang harga. Jika kenaikan semakin banyak didorong leverage dan FOMO, risiko koreksi juga perlu diperhitungkan. Bagi investor, memahami volatilitas dan mengelola risiko tetap menjadi bagian penting ketika pasar bergerak cepat,” jelas Yudho. Dengan Bitcoin berada di sekitar US$86.000–US$87.000, perhatian pasar selanjutnya tertuju pada kemampuan BTC mempertahankan level tersebut sekaligus menguji area US$90.000. Di sisi lain, arus ETF, aktivitas korporasi, kondisi likuiditas, serta perkembangan makroekonomi akan menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi arah pasar berikutnya. Pergerakan harga aset kripto bersifat volatil dan memiliki risiko. Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual aset kripto.