KazanForum 2026 Momentum UDM Perluas Kolaborasi Pendidikan Cybersecurity Global Tekno
Tekno
Rabu, 17 Juni 2026 | 12:05 WIB

KazanForum 2026 Momentum UDM Perluas Kolaborasi Pendidikan Cybersecurity Global

Jakarta, katakabar.com - Di tengah panggung forum internasional bergengsi Russia–Islamic World: KazanForum 2026, Universitas Darul Ma'arif (UDM) mencatatkan tonggak baru dalam perjalanan internasionalisasinya. UDM resmi teken kerja sama dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber global berbasis di Rusia yang dikenal sebagai pemain strategis dalam pengembangan teknologi dan ekosistem talenta cybersecurity dunia. KazanForum 2026 yang berlangsung 12 hingga 17 Mei 2026 lalu jadi arena pertemuan para pemimpin pendidikan, industri teknologi, dan organisasi internasional dari berbagai negara. Dalam forum ini, UDM hadir bukan sekadar peserta melainkan sebagai mitra aktif yang membawa agenda konkret: memperkuat kapasitas pendidikan cybersecurity Indonesia menuju standar global. Merespons Kebutuhan Nyata Dunia Digital Ancaman siber kini menjadi salah satu risiko terbesar bagi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Di tengah lonjakan kebutuhan tenaga ahli keamanan siber secara global, Indonesia menghadapi kesenjangan besar antara ketersediaan talenta dan permintaan industri. UDM menjawab tantangan ini secara langsung. Kolaborasi dengan Positive Technologies membuka akses UDM terhadap keahlian, metodologi, dan ekosistem industri cybersecurity kelas dunia mulai dari pengembangan kurikulum berbasis praktik industri, pelatihan dosen, workshop intensif, seminar teknologi, hingga pengembangan program bersama yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. “Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi Universitas Darul Ma’arif dalam memperluas wawasan akademik dan memperkuat kompetensi di bidang teknologi, khususnya cybersecurity. Kami berharap kolaborasi dengan Positive Technologies dapat membuka ruang pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, pembelajaran berbasis praktik, serta peluang riset yang relevan dengan kebutuhan industri digital. UDM berkomitmen untuk terus menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tantangan global," ucap Tobroni, S.Pd., M.Pd., Rektor Universitas Darul Ma’arif Transfer Pengetahuan Industri ke Kampus Lebih dari sekadar penandatanganan MoU, kemitraan ini dirancang untuk menghadirkan dampak yang dirasakan langsung oleh mahasiswa dan dosen UDM. Melalui pendekatan industry-driven education, mahasiswa akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan nyata di dunia keamanan siber, sementara dosen diperkaya dengan perspektif dan praktik terbaik dari industri global. Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, pelatihan praktis, workshop dan seminar, pertukaran pengetahuan, serta peluang riset bersama. Program-program konkret akan dirumuskan sebagai tindak lanjut dari kolaborasi ini. “Talenta dengan keterampilan cybersecurity yang kuat sangat dibutuhkan untuk mendukung ketahanan siber perusahaan, industri, dan negara. Positive Technologies memiliki pengalaman dan keahlian yang siap dibagikan kepada mitra pendidikan di Indonesia. Melalui kerja sama dengan universitas di Indonesia, kami berharap dapat ikut memperkuat ekosistem ahli keamanan siber yang mampu bekerja sama menghadapi tantangan digital di tingkat regional maupun global," timpal Elena Grishaeva, Regional Director for Southeast Asia, Positive Technologies Membangun Ekosistem Talenta Digital Indonesia Partisipasi UDM di KazanForum 2026 bukan sekadar momen seremonial. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang UDM untuk membangun jejaring internasional yang berdampak nyata bagi pengembangan SDM Indonesia di era digital. Dengan membangun kemitraan bersama Positive Technologies, UDM semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, relevan, dan berorientasi global. Langkah ini juga searah dengan slogan UDM, “Universitas Darul Ma'arif, dari Kampus Hijau untuk Indonesia menuju peradaban dunia.” Semangat tersebut mencerminkan tekad UDM untuk membawa kontribusi pendidikan, inovasi, dan kolaborasi dari lingkungan kampus hijau bagi Indonesia hingga panggung peradaban dunia. Ke depan, UDM berkomitmen untuk menindaklanjuti kolaborasi ini melalui program-program yang terukur dan berkelanjutan dengan satu tujuan utama: mencetak generasi ahli keamanan siber Indonesia yang siap bersaing dan berkontribusi di panggung global.

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber Terus Berubah? Tekno
Tekno
Selasa, 16 Juni 2026 | 18:34 WIB

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber Terus Berubah?

Jakarta, katakabar.com - Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan oleh banyak organisasi masih berjalan dengan ritme yang sama seperti satu dekade lalu. Tidak sedikit orang yang rutin melakukan medical check-up setiap tahun untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap baik. Tetapi, tidak ada yang benar-benar berasumsi bahwa hasil pemeriksaan tersebut menjamin semuanya akan baik-baik saja selama setahun penuh. Kondisi tubuh bisa berubah. Pola hidup berubah. Risiko penyakit baru dapat muncul sewaktu-waktu. Lantaran itu, menjaga kesehatan bukan hanya soal melakukan pemeriksaan tahunan, tetapi juga soal pemantauan dan kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Prinsip yang sama berlaku dalam dunia keamanan siber. Selama bertahun-tahun, penetration test tahunan telah menjadi praktik yang umum dilakukan perusahaan. Organisasi menjadwalkan assessment, menerima laporan, melakukan perbaikan, lalu mengulang proses yang sama pada tahun berikutnya. Pada masanya, pendekatan ini cukup memadai karena lingkungan teknologi belum berubah secepat sekarang. Tetapi situasinya berbeda saat ini. Cloud semakin banyak digunakan. API menjadi fondasi berbagai layanan digital. Tim pengembang merilis fitur baru secara berkala, sementara integrasi dengan pihak ketiga semakin kompleks. Dalam kondisi seperti ini, permukaan serangan sebuah organisasi juga berubah secara terus-menerus. Sebuah sistem yang dinyatakan aman enam bulan lalu bisa saja memiliki profil risiko yang sangat berbeda hari ini. Hal tersebut memunculkan pertanyaan yang mulai banyak diajukan para pemimpin keamanan informasi: Apakah melakukan penetration test setahun sekali masih cukup? Menurut Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, keamanan siber pada dasarnya bukanlah sesuatu yang bersifat statis. "Penetration test tradisional tetap memiliki peran yang sangat penting. Tetapi, lingkungan digital saat ini berubah jauh lebih cepat dibandingkan frekuensi assessment yang dilakukan sebagian besar organisasi. Karena itu, organisasi membutuhkan visibilitas yang lebih berkelanjutan terhadap risiko yang terus berkembang," ujarnya. Pada dasarnya, penetration test memberikan gambaran kondisi keamanan pada suatu titik waktu tertentu. Hasil tersebut tetap memiliki nilai yang sangat penting, tetapi tidak selalu merepresentasikan kondisi lingkungan yang sama beberapa bulan kemudian. Aplikasi mengalami pembaruan. Infrastruktur berubah. Layanan baru ditambahkan. Integrasi baru dilakukan. Setiap perubahan tersebut berpotensi menghadirkan risiko yang sebelumnya tidak ada. Hal ini bukan berarti penetration test tradisional sudah tidak relevan. Sebaliknya, pengalaman dan kreativitas seorang ethical hacker masih menjadi komponen yang sangat berharga dalam menemukan kelemahan sebelum dimanfaatkan oleh pelaku ancaman. Tantangan utamanya terletak pada kecepatan perubahan lingkungan digital yang kini jauh lebih tinggi dibandingkan frekuensi assessment yang dilakukan. Sedang, pelaku kejahatan siber tidak bekerja berdasarkan jadwal audit atau kebutuhan compliance perusahaan. Mereka secara aktif melakukan scanning terhadap aset yang terhubung ke internet, memantau kerentanan yang baru dipublikasikan, dan mencari celah yang dapat dimanfaatkan. Kurun beberapa tahun terakhir, waktu antara sebuah kerentanan diumumkan dan upaya eksploitasi pertama dilakukan menjadi semakin singkat. Dalam banyak kasus, serangan sudah mulai terjadi hanya dalam hitungan jam atau beberapa hari setelah kerentanan dipublikasikan. Kondisi tersebut menciptakan ketimpangan yang cukup besar. Organisasi memvalidasi keamanan secara berkala. Sementara penyerang mengujinya setiap saat. Itu sebabnya, semakin banyak organisasi mulai mengubah cara pandangnya terhadap keamanan siber. Penetration test tahunan tetap penting, tetapi tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya mekanisme untuk memahami tingkat risiko yang dimiliki organisasi. Konsep continuous security validation mulai mendapatkan perhatian lebih besar. Pendekatan ini memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan mereka serta mendeteksi potensi risiko lebih awal. Tujuannya bukan menggantikan penetration test tradisional, melainkan melengkapinya. ITSEC Asia meyakini masa depan offensive security akan ditentukan oleh kolaborasi antara manusia dan artificial intelligence. "Masa depan offensive security bukan tentang manusia melawan AI. Justru kombinasi Human dan AI memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas yang lebih baik serta menjalankan validasi keamanan secara lebih konsisten di tengah lingkungan yang terus berubah," tambah Patrick. Sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan yang semakin AI-driven, PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) memperkenalkan Bronyx.ai, platform AI-powered autonomous penetration testing yang dirancang untuk membantu organisasi menjalankan continuous security validation melalui kombinasi kemampuan Human dan AI. Bronyx.ai memungkinkan organisasi memperoleh hasil pengujian yang lebih cepat, cakupan validasi yang lebih luas, serta laporan yang siap mendukung kebutuhan audit dan compliance. Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat menjaga tingkat keamanan yang lebih konsisten seiring berkembangnya lingkungan digital dan meningkatnya kompleksitas ancaman. Saatnya Beralih ke Pendekatan Lebih Berkelanjutan Pada akhirnya, tujuan utama keamanan siber bukan sekadar memenuhi kewajiban compliance atau menghasilkan laporan tahunan. Paling penting adalah memastikan bahwa organisasi memiliki visibilitas terhadap risiko yang terus berkembang. Sama seperti menjaga kesehatan, keamanan siber bukan sesuatu yang cukup diperiksa setahun sekali. Karena pertanyaan yang paling penting saat ini bukan lagi apakah sistem aman enam bulan yang lalu. Melainkan, apakah sistem tersebut masih aman hari ini. Bagi organisasi yang ingin memahami bagaimana pendekatan continuous security validation dapat diterapkan di lingkungan mereka, informasi lebih lanjut mengenai Bronyx.ai dapat diakses melalui https://bronyx.ai. Untuk menjadwalkan sesi diskusi dan demo bersama para spesialis ITSEC Asia, kunjungi https://itsec.asia/contact.

Lintasarta Perkuat Fondasi Transformasi AI Indonesia Lewat Intelligent Core Tekno
Tekno
Rabu, 10 Juni 2026 | 17:08 WIB

Lintasarta Perkuat Fondasi Transformasi AI Indonesia Lewat Intelligent Core

Jakarta, katakabar.com - Lintasarta perkuat komitmen guna mendukung transformasi industri di era AI melalui jasa andalan Intelligent Core—The Intelligent Foundation Powering Indonesia's Digital Sovereignty. Intelligent Core membantu organisasi mengubah kompleksitas teknologi menjadi business outcomes yang dibutuhkan pelanggan dan industri melalui integrasi connectivity, cloud, cybersecurity, dan collaboration-AI dalam satu ekosistem digital yang aman, terhubung, dan andal. Hal tersebut disampaikan di acara Lintasarta Media Gathering yang berlangsung Selasa (9/6) kemarin, di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Lintasarta memaparkan bagaimana percepatan adopsi AI dalam memenuhi kebutuhan organisasi di berbagai sektor dengan cara mengintegrasikan berbagai kapabilitas digital yang dimiliki Lintasarta dalam menghasilkan dampak bisnis yang nyata. Sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan industri. Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta menghadirkan Intelligent Core sebagai strategic foundation yang mengintegrasikan empat kapabilitas utama yang dimiliki Lintasarta, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (yang biasa disebut 4C capability) dalam satu end-to-end digital solution yang dapat secara signifikany) dalam satu end-to-end  meningkatkan Customer Experience (CX). Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui one end-to-end solution unifying the 4Cs, serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital bagi pelanggan (CX) yang terintegrasi, andal, dan efisien. “Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami membantu pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu Solusi Digital yang aman, andal dan saling terhubung, sehingga pelanggan dapat lebih fokus pada inovasi, pertumbuhan, dan daya saing bisnis,” ujar President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan. Sebagai implementasi nyata dari Intelligent Core, Lintasarta menghadirkan pendekatan berbasis Industry Outcome Stacks yang dirancang sesuai kebutuhan setiap sektor. Melalui pendekatan ini, Lintasarta bertransformasi dari penyedia layanan teknologi menjadi Industry Digital Infrastructure Orchestrator melalui Intelligent Core yang mengintegrasikan kapabilitas digital, AI, digital partner ecosystem, dan managed services untuk menghasilkan dampak bisnis yang lebih terukur. Lintasarta menghadirkan berbagai solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, seperti diantaranya seperti Secure Banking Stack untuk sektor keuangan, Sovereign Government Stack untuk sektor pemerintahan, Smart Factory Stack untuk manufaktur, Connected Healthcare untuk layanan kesehatan, serta Omnichannel Retail untuk sektor ritel. Setiap solusi dirancang untuk membantu organisasi mempercepat transformasi digital dan AI, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keandalan dan keamanan, serta menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan. Saat ini Lintasarta melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan 74.196 jaringan di berbagai sektor industri di seluruh Indonesia, basis yang menjadikan integrasi 4C dalam satu arsitektur digital sebagai keunggulan nyata, bukan sekadar konsep. Melalui Intelligent Core, Lintasarta memperkuat perannya sebagai mitra strategis transformasi AI yang relevan dan trusted bagi industri nasional. Dengan menggabungkan sovereign infrastructure, AI, dan ekosistem digital yang terintegrasi, Lintasarta berkomitmen membangun fondasi digital yang aman, andal terhubung, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia di era AI.

Asisten AI Asuransi Perjalanan Perdana di Asia Tenggara Layani Pembelian Polis dari Awal hingga Akhir Tekno
Tekno
Rabu, 10 Juni 2026 | 08:03 WIB

Asisten AI Asuransi Perjalanan Perdana di Asia Tenggara Layani Pembelian Polis dari Awal hingga Akhir

Jakarta, katakabar.com - Igloo, perusahaan insurtech full-stack satu-satunya di Asia Tenggara yang membangun infrastruktur digital menyeluruh untuk industri asuransi, meluncurkan Igi, asisten AI asuransi perjalanan di platform konsumennya, igloo.co.id.  Igi memandu pelanggan melalui seluruh proses pembelian asuransi perjalanan: mulai dari memilih destinasi, membandingkan paket, menerima rekomendasi yang disesuaikan dengan profil perjalanan, hingga pembayaran dan penerbitan polis, semuanya dalam satu jendela percakapan. Igi berbeda dari chatbot FAQ atau layanan bantuan pasca-pembelian yang umum digunakan di industri asuransi. Igi adalah agen penjualan otonom yang menangani seluruh proses pembelian secara langsung dalam sistem produksi: menerima pertanyaan, membandingkan produk, memberikan rekomendasi, dan menyelesaikan transaksi. Halaman web tetap tersinkronisasi dengan percakapan, sehingga pengguna dapat berpindah antarmuka tanpa kehilangan proses pembelian. Untuk pertanyaan yang memerlukan penanganan manusia, Igi mengalihkan percakapan ke tim telesales melalui WhatsApp. Peluncuran ini menandai evolusi platform konsumen Igloo di Indonesia, dari katalog produk menjadi platform asuransi berbasis AI. Selama beberapa tahun terakhir, Igloo telah mengembangkan dan menerapkan teknologi AI di berbagai lini operasional, mulai dari rekomendasi produk, pemrosesan klaim, deteksi potensi kecurangan, hingga dukungan penjualan. Igi adalah salah satu agen pertama yang dibangun khusus untuk melayani konsumen dari awal hingga akhir, dan menjadi cerminan arah Igloo dalam memanfaatkan AI untuk membangun infrastruktur asuransi yang berjalan secara otonom. Source: Igloo’s Press Kit Igi menunjukkan hasil awal yang positif. Sejak diluncurkan pada awal Mei, tingkat penyelesaian pembelian asuransi perjalanan oleh pengguna yang berinteraksi dengan Igi tercatat 44 persen lebih tinggi dibandingkan pengguna yang hanya menggunakan situs web. Igi menerapkan pendekatan hibrida: memadukan panduan AI percakapan dengan tampilan situs web yang sudah biasa digunakan pelanggan. Igi tidak menggantikan cara pelanggan berbelanja, melainkan mendampingi mereka di sepanjang proses. Pada tahap pembayaran, tingkat konversi pengguna yang mengikuti pengalaman hibrida antara AI dan antarmuka web mencapai 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan proses pembelian konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi antara percakapan berbasis AI dan pengalaman digital mandiri mampu membantu konsumen mengambil keputusan pembelian dengan lebih percaya diri. "Setahun terakhir kami habiskan untuk mematangkan strategi dan infrastruktur AI-native kami. Igi membawa infrastruktur yang sama ke hadapan konsumen. Igi mendampingi pelanggan, memahami kebutuhan perjalanan mereka, merekomendasikan paket yang paling sesuai, dan menyelesaikan pembelian, kapan saja, dalam hitungan menit. Di pasar di mana sebagian besar penduduk belum pernah membeli produk asuransi, menghilangkan kerumitan dalam proses pembelian adalah langkah awal untuk menutup kesenjangan perlindungan. Indonesia adalah tempat kami membuktikan hal tersebut," jelas Raunak Mehta, Co-Founder dan CEO Igloo. Menjawab tantangan asuransi perjalanan di Indonesia Penetrasi asuransi di Indonesia baru mencapai 2,7 persen, salah satu yang terendah di kawasan. Sebagian besar dari 280 juta penduduk Indonesia belum memiliki perlindungan asuransi yang memadai. Asuransi perjalanan, meskipun perjalanan ke luar negeri terus pulih sejak pandemi, tetap jauh dari tingkat adopsi yang seharusnya. Hambatannya nyata: halaman produk dipenuhi jargon dan tabel manfaat yang membingungkan, pelanggan harus membandingkan sendiri berbagai paket dari perusahaan asuransi yang berbeda tanpa panduan, dan layanan umumnya tidak tersedia di luar jam kerja. Igi menjawab kedua persoalan tersebut dengan asisten AI yang beroperasi sepanjang waktu dan memandu pelanggan melalui seluruh proses pembelian dalam bahasa yang mudah dipahami. Igloo berencana memperluas Igi ke WhatsApp, sehingga pelanggan dapat mengakses layanan ini langsung di aplikasi pesan yang sudah mereka gunakan sehari-hari. Kemampuan penjualan berbasis percakapan yang sama juga akan diterapkan di lini produk lain di igloo.co.id, termasuk asuransi kendaraan bermotor dan kecelakaan diri. Peluncuran Igi menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Igloo untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dalam memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan asuransi, sekaligus mendorong transformasi industri menuju pengalaman yang lebih sederhana, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. .

Perluas Akses Internet di Kalimantan, MyRepublic Air Hadir di Berbagai Kota dan Kabupaten Tekno
Tekno
Senin, 08 Juni 2026 | 20:15 WIB

Perluas Akses Internet di Kalimantan, MyRepublic Air Hadir di Berbagai Kota dan Kabupaten

Pontianak, katakabar.com - Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan konektivitas digital, MoraRepublic terus perluas jangkauan layanan MyRepublic Air di berbagai wilayah Indonesia. Kini, layanan internet berbasis Fixed Wireless Access (FWA) tersebut telah tersedia di sejumlah kota dan kabupaten di Pulau Kalimantan, meliputi Pontianak, Singkawang, Banjar, Barito Kuala, Banjarbaru, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, dan Kutai Kartanegara. Di antara wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, Kalimantan memiliki kebutuhan internet yang semakin tinggi untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Mulai dari bekerja dan belajar secara daring, menjalankan usaha, hingga mengakses layanan digital dan hiburan, konektivitas yang andal menjadi kebutuhan yang semakin penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui MyRepublic Air, masyarakat kini memiliki pilihan layanan internet yang lebih mudah diakses dan praktis. Dengan layanan internet rumah dengan kualitas True 5G Fiber Quality tanpa batas kuota dan kecepatan hingga 100 Mbps, pelanggan dapat memilih skema rental modem mulai 115 ribu per 30 hari atau skema beli modem mulai 100 ribu per 30 hari, dengan harga beli modem Rp850.000. "Dengan MyRepublic Air, masyarakat kini dapat menikmati internet rumah berkualitas dengan harga yang terjangkau mulai 100 ribuan dan fleksibilitas untuk menyewa atau membeli modem. Pelanggan juga akan mendapatkan nilai tambah berupa akses Vidio multiscreen dan berbagai channel hiburan melalui aplikasi MyRep Air," ujar Iman Syahrizal, Chief Sales & Marketing Officer MoraRepublic. Pelanggan mendapatkan akses Vidio hingga 61 tayangan hiburan yang multiscreen, serta channel internasional dan nasional dari aplikasi MyRep sebagai nilai tambah untuk kebutuhan hiburan keluarga. Aplikasi “MyRep Air” yang dapat diunduh di Play Store, untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan. Untuk pendaftaran dan informasi lengkap, dapat mengunjungi website myrepublic.co.id/air.  Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak yang berkelanjutan, MoraRepublic meyakini bahwa akses internet yang semakin luas dapat menjadi pondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Konektivitas yang lebih mudah dijangkau diharapkan dapat membuka akses terhadap peluang pendidikan, pengembangan usaha, serta berbagai layanan digital yang mendukung aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan. Kalimantan juga menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan perkembangan pesat dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pendidikan, hingga transformasi digital. Dengan semakin luasnya akses internet, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia di era digital, sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing di tengah perkembangan ekonomi yang terus bergerak maju. Melalui perluasan jangkauan MyRepublic Air di berbagai kota dan kabupaten di Kalimantan, MoraRepublic berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung terciptanya akses konektivitas yang semakin luas di seluruh Indonesia.

Bantu Brand Agar Direkomendasikan AI, Avonetiq luncurkan AVO AI Tekno
Tekno
Senin, 08 Juni 2026 | 10:30 WIB

Bantu Brand Agar Direkomendasikan AI, Avonetiq luncurkan AVO AI

Jakarta, katakabar.com - Perubahan perilaku pencarian informasi yang semakin bergeser ke platform berbasis kecerdasan buatan (AI) menciptakan tantangan baru bagi perusahaan untuk memastikan brand mereka tetap mudah ditemukan oleh calon pelanggan. Menjawab kebutuhan tersebut, Avonetiq resmi meluncurkan AVO AI (getavo.ai), platform yang membantu perusahaan mengukur, memantau, dan meningkatkan kehadiran brand di berbagai platform AI seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, hingga Google AI Overviews. Jika sebelumnya strategi digital berfokus pada optimasi mesin pencari (SEO), kini semakin banyak konsumen yang mengandalkan AI untuk memperoleh rekomendasi, membandingkan produk, hingga mencari referensi sebelum mengambil keputusan. Pada kondisi ini, posisi sebuah brand tidak lagi hanya ditentukan oleh peringkat di halaman pencarian, tetapi juga oleh seberapa sering dan seberapa akurat brand tersebut direkomendasikan oleh sistem AI. Pergeseran tersebut diperkirakan akan terus berlanjut. Gartner memprediksi volume penggunaan mesin pencari tradisional akan turun hingga 25 persen pada 2026 seiring meningkatnya penggunaan chatbot AI dan virtual agents sebagai sumber informasi.  Sementara, Adobe Analytics mencatat traffic dari platform AI generatif ke situs retail meningkat hingga 1.200 persen dalam kurun tujuh bulan terakhir, menunjukkan AI mulai berperan sebagai jalur baru bagi konsumen dalam menemukan informasi, produk, dan layanan. Melihat perubahan tersebut, AVO AI hadir untuk membantu perusahaan memahami bagaimana brand mereka direpresentasikan dalam jawaban AI sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya. Melalui platform ini, pengguna dapat memantau kemunculan brand pada berbagai model AI, menganalisis sumber informasi yang digunakan AI dalam menghasilkan jawaban, membandingkan posisi dengan kompetitor, serta memperoleh rekomendasi strategis untuk meningkatkan peluang brand direkomendasikan dalam percakapan berbasis AI. Berbeda dengan tools analitik digital konvensional yang berfokus pada performa website atau mesin pencari, AVO AI dirancang untuk memantau bagaimana sebuah brand muncul dan dipersepsikan di berbagai platform AI generatif. Pendekatan ini membantu perusahaan memahami posisi mereka di kanal pencarian yang semakin banyak digunakan konsumen saat ini. "Selama bertahun-tahun, perusahaan mengukur keberhasilan kehadiran digital melalui peringkat pencarian, traffic website, atau engagement. Namun ketika konsumen mulai bertanya langsung kepada AI, metrik tersebut tidak lagi cukup untuk menggambarkan bagaimana sebuah brand ditemukan dan dipertimbangkan. Di sinilah kebutuhan baru mulai muncul," kata Alexandro Wibowo, Co-Founder & Partner Avonetiq, dalam konferensi pers di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (5/6). Menurutnya, perusahaan yang mampu membangun otoritas dan representasi yang kuat di platform AI akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam pertimbangan konsumen sejak tahap awal proses pengambilan keputusan. AVO AI dikembangkan untuk digunakan oleh brand, praktisi pemasaran, hingga agensi yang ingin beradaptasi dengan perubahan perilaku pencarian digital. Selain menyediakan pemantauan secara berkala, platform ini juga membantu pengguna mengidentifikasi peluang peningkatan melalui analisis konten, struktur informasi, dan sumber referensi yang paling berpengaruh terhadap jawaban AI. Sebagai perusahaan yang berfokus pada pemanfaatan AI untuk pemasaran dan komunikasi digital, Avonetiq melihat munculnya AI Search sebagai salah satu perubahan paling signifikan dalam lanskap pemasaran digital sejak hadirnya mesin pencari modern. Karena itu, pengembangan AVO AI menjadi bagian dari upaya perusahaan membantu brand memahami bagaimana mereka muncul, dipersepsikan, dan direkomendasikan di era AI. "Sebelumnya, brand fokus mencari cara agar ditemukan di mesin pencari. Sekarang, tantangannya berkembang menjadi bagaimana brand direpresentasikan dalam jawaban AI. Ke depan, kemampuan sebuah brand untuk dipahami dan direkomendasikan oleh AI akan menjadi faktor penting yang memengaruhi cara konsumen menemukan, mengenal, dan mempertimbangkan sebuah produk maupun layanan," ucap Alexandro. Untuk informasi lebih lanjut mengenai AVO AI, kunjungi getavo.ai.

Centang Biru WhatsApp Barantum Bantu Tingkatkan Kepercayaan Tekno
Tekno
Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:50 WIB

Centang Biru WhatsApp Barantum Bantu Tingkatkan Kepercayaan

Jakarta, katakabar.com - Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. WhatsApp kini menjadi salah satu channel utama komunikasi bisnis dengan pelanggan. Tetapi di tengah maraknya akun palsu dan penipuan digital, banyak customer mulai lebih berhati-hati saat menerima chat dari nomor yang belum dikenal. Pelanggan Mulai Ragu Hubungi Bisnis Melalui WhatsApp Semakin banyak bisnis menggunakan WhatsApp untuk penjualan dan pelayanan customer. Sayangnya, tidak semua pelanggan langsung percaya bahwa akun yang menghubungi mereka benar-benar resmi. 1. Banyak Pelanggan Khawatir Terhadap Akun WhatsApp Palsu dan Penipuan Maraknya penipuan digital membuat pelanggan lebih selektif saat menerima chat dari bisnis. Banyak customer memilih mengabaikan pesan jika identitas akun terlihat kurang jelas atau mencurigakan. 2. Chat dari Bisnis Sering Diabaikan karena Tidak Terlihat Resmi Banyak pesan promosi atau follow up tidak mendapatkan respon karena pelanggan ragu terhadap akun pengirim. Akibatnya, peluang penjualan bisa menurun hanya karena bisnis terlihat kurang terpercaya. “Kepercayaan pelanggan sering terbentuk dalam beberapa detik pertama saat melihat identitas akun bisnis.” 3. Kepercayaan Pelanggan Menurun Saat Identitas Bisnis Tidak Jelas Pelanggan biasanya lebih nyaman berkomunikasi dengan akun yang memiliki identitas jelas dan mudah dikenali. Jika nama bisnis tidak terlihat resmi, customer cenderung lebih berhati-hati untuk melanjutkan percakapan. 4. Tim Kesulitan Membangun Kredibilitas Saat Menghubungi Pelanggan Baru Saat tim sales atau customer service menghubungi leads baru, proses membangun kepercayaan sering memakan waktu lebih lama. Kondisi ini membuat follow up menjadi kurang efektif dan respon pelanggan melambat. Verifikasi WhatsApp Membantu Bisnis Terlihat Lebih Profesional Banyak bisnis mulai menggunakan verifikasi WhatsApp untuk membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan. Selain membuat identitas bisnis lebih jelas, sistem ini juga membantu komunikasi terlihat lebih profesional dan konsisten. Dengan identitas akun yang lebih terpercaya, pelanggan biasanya lebih nyaman membalas chat dan melanjutkan proses komunikasi dengan bisnis. 1. Identitas Bisnis Menjadi Lebih Mudah Dikenali oleh Pelanggan Verifikasi akun membantu nama bisnis tampil lebih jelas saat pelanggan menerima chat. Hal ini membantu customer lebih cepat mengenali akun resmi perusahaan dibanding nomor biasa. 2. Kepercayaan Pelanggan Bisa Meningkat dengan Centang Biru WhatsApp Banyak bisnis mulai menggunakan Centang Biru WhatsApp untuk membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan saat proses komunikasi berlangsung. Identitas akun yang terlihat lebih resmi juga membantu meningkatkan response rate dan membuat customer lebih yakin untuk membalas chat bisnis. “Akun bisnis yang terverifikasi dapat membantu meningkatkan rasa percaya pelanggan saat pertama kali dihubungi.” 3. Pelanggan Lebih Yakin untuk Membalas dan Melanjutkan Percakapan Pelanggan cenderung lebih nyaman melanjutkan percakapan dengan akun yang terlihat profesional. Hal ini membantu proses follow up berjalan lebih lancar tanpa banyak keraguan dari customer. 4. Proses Pelayanan Menjadi Lebih Profesional untuk Tim Customer Service Tim customer service dapat lebih mudah membangun komunikasi dengan pelanggan menggunakan akun bisnis yang terpercaya. Pelayanan juga terasa lebih profesional saat identitas perusahaan terlihat jelas di WhatsApp. 5. Komunikasi Bisnis di WhatsApp Terlihat Lebih Kredibel dan Konsisten Identitas bisnis yang konsisten membantu perusahaan menjaga citra profesional di berbagai aktivitas komunikasi customer. Hal ini penting terutama saat bisnis menangani banyak inquiry setiap hari. Centang Biru WhatsApp Barantum Bantu Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan Barantum membantu bisnis mengelola komunikasi customer menjadi lebih profesional dan terpercaya. Sistemnya dirancang untuk membantu perusahaan membangun pengalaman customer yang lebih aman dan konsisten melalui WhatsApp. Melalui layanan WhatsApp Centang Biru Barantum, bisnis dapat dibantu dalam proses pengajuan verifikasi akun secara lebih terarah. Hal ini membantu perusahaan lebih siap membangun kredibilitas saat berkomunikasi dengan pelanggan. 1. Proses Pengajuan Verifikasi WhatsApp Dibantu Lebih Mudah dan Terarah Barantum membantu bisnis memahami proses pengajuan verifikasi WhatsApp dengan lebih jelas dan terstruktur. Pendampingan ini membantu mengurangi risiko kesalahan saat proses pengajuan akun bisnis resmi. 2. Bisnis Bisa Membangun Kredibilitas Saat Berkomunikasi dengan Pelanggan Akun bisnis yang terverifikasi membantu perusahaan terlihat lebih profesional saat melakukan follow up customer. Hal ini dapat membantu meningkatkan rasa percaya pelanggan sejak awal percakapan berlangsung. “Fitur verifikasi WhatsApp di Barantum membantu bisnis tampil lebih terpercaya saat berinteraksi dengan customer.” 3. Barantum Membantu Bisnis Tampil Lebih Profesional di WhatsApp Barantum membantu bisnis menjaga komunikasi customer tetap profesional melalui sistem WhatsApp resmi yang lebih terpercaya. Operasional customer service dan sales juga menjadi lebih siap menghadapi kebutuhan komunikasi digital yang terus meningkat. Di tengah tingginya persaingan digital saat ini, kepercayaan pelanggan menjadi faktor penting dalam proses penjualan dan pelayanan. Dengan sistem verifikasi WhatsApp dari Barantum, bisnis dapat tampil lebih profesional, meningkatkan kredibilitas, dan membangun komunikasi customer yang lebih terpercaya setiap hari.

S.id Luncurkan Program Referral: 'Dapat Cuan- Sambil Berbagi Link Tekno
Tekno
Jumat, 05 Juni 2026 | 19:15 WIB

S.id Luncurkan Program Referral: 'Dapat Cuan- Sambil Berbagi Link

Jakarta, katakabar.com - Platform penyingkat link, microsite, dan digital shop asal Indonesia, resmi meluncurkan Program Referral s.id. Lewat program ini, pengguna bisa mendapatkan reward berupa saldo e-wallet dengan cara mengajak orang lain untuk mendaftar dan mulai menggunakan platform. Program referral sendiri memang bukanlah hal yang baru. Tetapi, s.id memilih momen ini untuk meluncurkannya sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna yang selama ini ikut memperkenalkan platform ke lingkungan mereka. S.id adalah platform karya anak bangsa yang menyediakan layanan penyingkat link, pembuatan microsite, dan toko digital. Platform ini telah digunakan oleh jutaan pengguna di Indonesia dan dunia untuk mengelola kehadiran digital mereka. Siapa Bisa Ikut? Program ini terbuka untuk seluruh pengguna s.id di Indonesia yang sudah memiliki akun aktif, tanpa syarat berlangganan khusus. Mulai dari pelajar, kreator konten, pelaku UMKM, hingga profesional, semua bisa langsung mengakses menu Referral Program di dashboard akun masing-masing. Bagaimana Cara Kerjanya? Kamu sebagai Pengguna cukup membagikan kode referral unik yang bisa dibagikan melalui kanal mana saja, baik WhatsApp, Instagram, LinkedIn, maupun secara langsung. Setiap teman yang kamu ajak melakukan aktivitas tertentu di s.id, kamu akan mendapatkan poin yang kemudian dikumpulkan untuk mencapai milestone tertentu yang bisa ditukarkan dengan saldo e-wallet (GoPay, OVO, DANA, dll). Beberapa aktivitas yang menghasilkan poin antara lain: ● Mendaftar akun s.id ● Memverifikasi Email ● Membuat Link Pertama ● Membuat Microsite ● Membuat Toko Digital ● Berlangganan Layanan s.id Info lebih lanjut dapat mengunjungi situs kami di sini Cara Mulai: Bagi yang sudah memiliki akun s.id, program ini bisa langsung diakses melalui menu Referral Program di dashboard. Bagi yang belum, pendaftaran bisa dilakukan langsung di platform s.id tanpa dipungut biaya apapun. "Kami ingin s.id menjadi platform yang tumbuh bersama penggunanya. Program referral ini adalah cara kami berterima kasih kepada pengguna yang telah membantu memperluas ekosistem s.id di Indonesia" ujar Dimaz Maulana, selaku Direktur PT. Aidi Digital Global.

Bukan Sekadar Pakai AI, Telkom AI Center Bali Ajarkan Cara ‘Menyetir’ AI Tekno
Tekno
Jumat, 05 Juni 2026 | 08:17 WIB

Bukan Sekadar Pakai AI, Telkom AI Center Bali Ajarkan Cara ‘Menyetir’ AI

Bali, katakabar.com - Telkom Indonesia melalui Telkom AI Center of Excellence Bali bersama CABE Academy menggelar AI Introductory bertema “Practical AI for Your Creativity” untuk meningkatkan literasi AI kreatif, prompting, dan pembuatan konten digital berbasis AI secara praktis dan etis. Ruang Telkom AI Center Bali dipenuhi antusiasme saat "AI Introductory: Practical AI for Your Creativity" digelar secara luring, menghadirkan pengalaman belajar interaktif bagi para kreator dan pelaku konten digital. Acara yang berlangsung pada 8 Mei 2026 lalu ini merupakan kolaborasi Telkom AI Center Bali dengan CABE Academy dan dipandu oleh I Gede Suartha Eriyasa, Direktur PT Cabe Melek Literasi sekaligus pemegang sertifikasi Google Prompting Essentials Specialization, yang membawa pendekatan praktis untuk mengintegrasikan AI ke dalam proses kreatif. Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani pemahaman teknis dan aplikatif, dari konsep dasar prompting hingga alur kerja end-to-end pembuatan konten video. Sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran, Suartha menekankan hal yang harus dipahami kreator, dalam hal ini konteks dalam merumuskan perintah dan kerangka kerja prompting yang terstruktur, agar AI dapat berfungsi sebagai mitra kreatif yang andal. Suartha membuka sesi dengan penegasan yang lugas, “AI bukanlah cenayang, melainkan mesin probabilitas kata yang kualitas output-nya sangat bergantung pada instruksi yang diberikan.” Ia memperkenalkan konsep Garbage In, Garbage Out dan prinsip Konteks = Kualitas. Tidak hanya itu, ia juga memaparkan dua framework prompting yang menjadi inti praktik yaitu, CTF (Context, Task, Format) untuk tugas harian dan PARTS (Persona, Aim, Recipient, Theme, Structure) untuk produksi konten kompleks. Lebih jauh, Suartha memperkenalkan workflow yang disebut “The Duo”: kombinasi Gemini Gems sebagai alat untuk memprogram AI agent dengan peran dan SOP permanen, serta Google Labs Flow sebagai studio kreatif yang mengeksekusi instruksi menjadi video menggunakan teknologi Veo 3.1 dan Imagen. Dengan pendekatan ini, peserta belajar bagaimana merancang Gems yang konsisten dan menerjemahkan prompt terstruktur menjadi output visual yang siap dipublikasikan. Bagian praktik menjadi puncak acara. Peserta dipandu menyusun prompt menggunakan metode PARTS, membangun Gems, lalu mengeksekusi hasilnya ke Google Labs Flow untuk menghasilkan video dari teks atau gambar. Antusiasme terlihat jelas: dari peserta yang baru pertama kali mencoba hingga yang sudah familiar, semua aktif bereksperimen, bertanya, dan saling berbagi hasil karya, menegaskan pendekatan hands‑on mempercepat pemahaman dan kemampuan produksi. Sesi ditutup dengan penekanan etika penggunaan AI melalui prinsip CABE: Cakap dalam mengoperasikan alat, Aman dari penyalahgunaan seperti deepfake, Berbudaya dengan mempertahankan orisinalitas karya, dan Etis dengan mengakui peran AI dalam proses kreatif. Pesan ini menegaskan bahwa kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab kreatif dan sosial. Melalui kolaborasi dengan CABE Academy, Telkom AI Center Bali berharap inisiatif seperti ini terus hadir sebagai ruang belajar praktis bagi kreator digital. Dengan kerangka prompting yang tepat dan perhatian pada etika, AI dapat menjadi alat yang memperkaya kreativitas, bukan menggantikan, serta mendorong lahirnya konten berkualitas yang berdampak bagi ekosistem ekonomi digital lokal.

Sinergi Lintas Sektor di Bali AI Pentahelix Gathering: Telkom Dorong Bisnis Melek AI Tekno
Tekno
Kamis, 04 Juni 2026 | 18:05 WIB

Sinergi Lintas Sektor di Bali AI Pentahelix Gathering: Telkom Dorong Bisnis Melek AI

Bali, katakabar.com - Telkom AI Center Bali perkuat ekosistem bisnis lokal melalui FGD Pentahelix Gathering, dorong implementasi AI praktis dan berdampak. Telkom AI Center Bali menggelar FGD Bali AI Pentahelix Gathering bertema “Why Your Business Needs to Embrace AI?”, sebuah forum diskusi lintas sektor yang dirancang sebagai focus group discussion untuk mengeksplorasi penerapan kecerdasan buatan dalam dunia usaha. Kegiatan yang berlangsung pada 8 Mei 2026 lalu ini mempertemukan pelaku bisnis, akademisi, komunitas, pemerintah, dan media dalam dialog langsung yang dipandu oleh Indria Trisni Puspita, Business & Community Lead Telkom AI Connect Bali. Acara ini menjadi bagian dari inisiatif Telkom AI Connect salah satu pilar program Telkom AI Center of Excellence, yang kini hadir di sembilan kota di Indonesia, dengan visi AI Empowers Indonesia. Indria menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada dua pilar utama: literasi AI untuk meningkatkan pemahaman dasar masyarakat, serta pemetaan kasus penggunaan (use case) yang relevan dengan kebutuhan industri lokal, sehingga implementasi teknologi dapat berjalan lebih aplikatif dan tepat sasaran. Dalam pemaparannya, Indria menegaskan AI bukan solusi instan yang otomatis memberikan jawaban sempurna. “AI hanya sebaik instruksi dan konteks yang diberikan oleh penggunanya,” ujarnya, menekankan pentingnya kerangka kerja dan tujuan yang jelas agar output AI benar-benar berguna bagi bisnis. Pesan ini menjadi landasan diskusi ketika peserta membahas tantangan praktis dalam mengadopsi teknologi tersebut. Diskusi mengangkat keresahan nyata dari pengguna pemula, yaitu banyak yang hanya mengenal AI dari sisi prompt dan belum memiliki jalur pembelajaran yang sistematis. Menanggapi hal itu, Indria menyatakan bahwa pendekatan bertahap dan inklusif lebih efektif; AI Connect berperan mengumpulkan data, menggali kasus penggunaan nyata, serta mendengar pengalaman dan keluhan pengguna sebagai dasar perancangan program yang relevan. Sesi perkenalan peserta menampilkan beragam profil yang menunjukkan luasnya potensi AI. Beberapa peserta berbagi pengalaman: Sofi seorang digital marketer memanfaatkan Claude dan Gemini untuk validasi data dan riset; Ikhwan, mentor UMKM, menggunakan AI untuk presisi data dan otomasi; Teguh dari IT mengembangkan solusi logistik berbasis AI; Yuli dan Sume menerapkan AI untuk kebutuhan pemasaran dan layanan; Akmal memakai Notebook LLM untuk analisis pembelajaran; sementara Iton mengintegrasikan ChatGPT dan Gemini dalam operasional hotel. Kegiatan ditutup dengan sesi Pentahelix Connect, yang mempertemukan kelima unsur pentahelix dalam satu forum kolaboratif untuk memperkuat ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan. Para peserta dan pemangku kepentingan sepakat keterlibatan lintas sektor diperlukan agar adopsi AI tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berorientasi pada manfaat sosial dan ekonomi. Melalui FGD ini, Telkom AI Center Bali berharap dapat menjadi katalisator lahirnya pelaku usaha yang melek AI, yaitu mampu yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan berdampak nyata bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia.