Riau
Sorotan terbaru dari Kategori Riau
Remaja 18 Tahun Jadi Bandar Sabu di Kandis, Barang Bukti yang Diamankan Polres Siak Bikin Geleng Kepala
Seorang remaja berusia 18 tahun di Kecamatan Kandis, Siak, Riau, ditangkap polisi karena menjadi bandar narkotika.
Pemadaman Listrik Berulang di Selatpanjang, Mahasiswa Desak PLN Terbuka Penyebab dan Beri Solusi Jangka Panjang
Kepulajan Meranti, katakabar.com - Pemadaman listrik kembali terjadi berulang di Selatpanjang, dan sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menuai sorotan dari mahasiswa dan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius sebab berdampak terhadap aktivitas warga, pelayanan publik hingga operasional pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Kamis (13/8). Aspirasi tersebut disuarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kepulauan Meranti bersama Ikatan Pemuda Pemudi Selatpanjang (IPPS), mahasiswa STKIP Kepulauan Meranti serta mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Mereka mempertanyakan kesiapan sistem kelistrikan sekaligus transparansi informasi dari PLN ULP Selatpanjang setiap kali terjadi pemadaman. Mahasiswa menilai masyarakat sebagai pelanggan berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, estimasi waktu pemulihan hingga langkah yang dilakukan PLN agar gangguan serupa tidak terulang lagi ke depan. Persoalan pemadaman listrik di Kepulauan Meranti sendiri bukan hal baru. Pada Oktober 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti pernah melakukan rapat koordinasi bersama pihak PLN setelah masyarakat mendatangi Kantor ULP PLN Selatpanjang untuk meminta kejelasan terkait pemadaman yang terjadi berulang. Memasuki 2026, keluhan serupa kembali muncul. Pemadaman yang terjadi dari waktu ke waktu membuat masyarakat mempertanyakan apakah gangguan tersebut hanya bersifat teknis atau berkaitan dengan persoalan yang lebih mendasar pada sistem kelistrikan. Mahasiswa berharap PLN memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat setiap kali terjadi gangguan. Menurut mereka, informasi yang perlu disampaikan antara lain penyebab pemadaman, cakupan wilayah terdampak, estimasi waktu listrik kembali menyala serta tindakan penanganan yang sedang dilakukan. Pemadaman tanpa pemberitahuan yang memadai dinilai menyulitkan masyarakat, terutama pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Bagi UMKM, listrik bagian penting kegiatan operasional. Sejumlah usaha menggunakan mesin produksi, lemari pendingin, freezer, komputer, mesin kasir dan berbagai perangkat elektronik lainnya. Pemadaman mendadak, dan berlangsung dalam waktu yang tidak pasti dapat menyebabkan aktivitas usaha terhenti, produktivitas menurun hingga berpotensi menimbulkan kerugian, khususnya bagi usaha yang menyimpan bahan atau produk yang membutuhkan suhu tertentu. Lantaran itu, masyarakat berharap peningkatan keandalan pasokan listrik berjalan beriringan dengan keterbukaan informasi kepada pelanggan. Mahasiswa dan masyarakat meminta Manager PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, memberikan penjelasan terbuka mengenai sejumlah persoalan. Pertama, penyebab pemadaman yang terjadi berulang dari pagi, siang hingga malam. Kedua, kepastian perbaikan dan stabilisasi jaringan agar pemadaman tidak terus berulang. Ketiga, pemberitahuan kepada pelanggan apabila pemadaman merupakan bagian dari pemadaman terencana. Keempat, informasi mengenai estimasi waktu pemulihan ketika terjadi gangguan. Kelima, evaluasi terhadap kualitas pelayanan kelistrikan di Selatpanjang dan wilayah sekitarnya. Keenam, kemungkinan kompensasi atau bentuk pertanggungjawaban pelayanan apabila kondisi pemadaman memenuhi ketentuan yang berlaku. Ketujuh, jaminan tindak lanjut dan solusi konkret, bukan sekadar pemberitahuan bahwa sedang terjadi gangguan. Kedelapan, penyediaan saluran pengaduan yang responsif bagi pelanggan. Menanggapi kondisi tersebut, Manager PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap penyebab gangguan. “Sistem black out, penyebab masih ditelusuri,” kata Roni saat memberikan keterangan terkait kondisi kelistrikan. Roni menjelaskan, pihak PLN Selatpanjang saat ini juga tengah melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Meski demikian, mahasiswa dan masyarakat berharap proses evaluasi dan perbaikan tersebut disertai informasi yang terbuka sehingga masyarakat mengetahui perkembangan penanganan gangguan listrik. Pimpinan Cabang IMM Kepulauan Meranti bersama mahasiswa STKIP Meranti dan UT menyatakan masih menunggu klarifikasi resmi dari PLN ULP Selatpanjang. Sebagai bentuk keterbukaan dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak PLN, mereka meminta PLN menyampaikan video klarifikasi resmi paling lambat Senin, 17 Agustus 2026. Klarifikasi tersebut diharapkan dapat menjawab sejumlah pertanyaan masyarakat, mulai dari penyebab pemadaman, kondisi sistem kelistrikan, kesiapan kapasitas pembangkit dan jaringan, langkah penanganan yang telah dilakukan hingga solusi jangka panjang. Mahasiswa menegaskan permintaan klarifikasi tersebut bukan bertujuan untuk menghakimi PLN, melainkan sebagai upaya memperoleh informasi dan kepastian mengenai pelayanan listrik yang diterima masyarakat. Mahasiswa dan masyarakat mengakui gangguan teknis dapat terjadi dalam sistem kelistrikan. Namun, pemadaman yang berulang dan berlangsung tanpa informasi yang memadai dinilai perlu mendapatkan evaluasi lebih serius. Masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan setiap kali listrik padam, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa terdapat langkah nyata untuk mencegah persoalan serupa terus berulang. Itu sebabnya, mereka berharap PLN dapat menghadirkan solusi jangka panjang untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kepulauan Meranti. Pemerintah Kabupaten (Pemka Kepulauan Meranti juga diharapkan ikut mengawal aspirasi masyarakat dan mendorong adanya koordinasi bersama PLN terkait peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan. Pada akhirnya, masyarakat berharap persoalan pemadaman listrik tidak lagi menjadi masalah yang berulang dari tahun ke tahun. Keandalan pasokan listrik dinilai penting bukan hanya untuk kenyamanan warga, tetapi untuk menjaga aktivitas ekonomi dan keberlangsungan usaha masyarakat di Kepulauan Meranti.
Tutup TMMD ke 129 Kodim 0313/KPR, Ini Harapan Kasdam XIX/TT
Pelalawan, katakabar.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 129 Kodim 0313/KPR Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup. Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Bola Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kamis (13/8). Kegaiatan tersebut dihadiri Kepala Staf Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Brigjen TNI Rudi Hermawan, Dandim 0313/KPR, Letkol Czi Satriady Prabowo, Wakil Bupati Pelalawan, H.Husni Tamrin, S., Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, serta para pejabat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan lainnya. TMMD ke 129 Kodim 0313/KPR merupakan wujud nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perdesaan. Selama pelaksanaan TMMD sejumlah sasaran fisik utama berhasil diselesaikan, meliputi peningkatan jalan sepanjang 2,5 kilometer, pembangunan 3 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan 3 unit MCK, serta pembangunan 3 titik sumur bor. Selain pembangunan fisik, TMMD juga melaksanakan 8 sasaran nonfisik, yakni penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya narkoba, hukum dan kamtibmas, KB dan kesehatan, stunting, Posyandu dan Posbindu, serta penyuluhan tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Selaku Inspektur Upacara Kasdam XIX/TT memberikan Apresiasi terhadap seluruh rangkaian program TMMD ke 129 yang telah dilaksanakan dengan baik dan seluruh sasaran dapat diselesaikan tepat waktu. "Alhamdulillah, seluruh program dan sasaran TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR dapat diselesaikan tepat waktu. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, seluruh unsur terkait, serta partisipasi dan gotong royong masyarakat," ujarnya. Ia berharap berbagai hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui TMMD dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi, kesehatan, sanitasi, ketersediaan air bersih, serta perekonomian masyarakat Desa Pangkalan Terap.
Mabes Polri Limpahkan Tersangka 21,3 Kg Sabu ke Kejari Bengkalis, Dakwaan Mulai Disusun
Kasus sabu seberat 21,3 kilogram yang diamankan tim Mabes Polri di Kabupaten Bengkalis, Riau, memasuki babak baru.
Dapat Perlakuan Khusus, Pasutri Penyelundup Migran di Bengkalis Diperbolehkan 'Bobok Rumah'
Meski sama-sama berstatus terdakwa dan telah menjalani proses hukum, keduanya ternyata tidak berada di dalam sel tahanan seperti terdakwa pada umumnya.
Penyelundupan Pekerja Migran Masuk Babak Akhir, Pasutri di Bengkalis Dituntut 6 dan 4 Tahun Penjara
Perkara dugaan permufakatan jahat membawa sejumlah orang masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur ilegal menyeret pasangan suami istri, Jasmani dan Suzana ke meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.
Ketua DPRD Siak Dampingi Robi dan Faruq Datangi Kantor Tribun Pekanbaru, Pelaku Kekerasan Jurnalis Minta Maaf
Ketua DPRD Siak Indra Gunawan mendampingi Robi Cahyadi dan Faruq Alfattah mendatangi kantor Tribun Pekanbaru, di Pekanbaru, Jumat (7/8) lalu.
Jelang Patroli Karhutla Kapolda Riau, Kapolres Kepulauan Meranti Perkuat Pencegahan ke Tingkat Desa
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Menjelang kunjungan sekaligus pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kapolda Riau di Kabupaten Kepulauan Meranti, jajaran Polres Kepulauan Meranti diminta memperkuat langkah antisipasi di seluruh wilayah hukum. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., meminta seluruh Kapolsek dan Bhabinkamtibmas bersama personel masing-masing bergerak aktif melakukan pemantauan dan pencegahan Karhutla selama sepekan ke depan. Arahan tersebut disampaikan Kapolres kepada jajaran, Senin (10/8), sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai daerah. Kapolres Kepulauan Meranti menekankan, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika titik api sudah muncul. Upaya deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat harus diperkuat dari tingkat desa hingga lokasi-lokasi yang menjadi pusat keramaian. Salah satu langkah yang diminta adalah mengintensifkan sosialisasi secara langsung. Bhabinkamtibmas dan personel Polsek diminta memanfaatkan kendaraan dinas yang dilengkapi pengeras suara maupun membawa toa untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut dapat dilakukan di berbagai titik keramaian, termasuk saat berlangsungnya kegiatan masyarakat seperti pertandingan mini soccer dan kegiatan lainnya. Pesan yang disampaikan diarahkan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain pendekatan persuasif, Kapolres juga meminta jajarannya kembali menggencarkan pemasangan spanduk dan banner berisi imbauan pencegahan Karhutla. Informasi mengenai ancaman sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan juga harus disampaikan secara jelas. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai konsekuensi hukum menjadi salah satu bagian penting dalam membangun efek pencegahan atau deterrence effect, sehingga praktik pembakaran lahan tidak lagi dianggap sebagai cara yang biasa dilakukan dalam membuka atau membersihkan lahan. Di tingkat desa, patroli juga diminta dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Kapolsek dan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat menggandeng pemerintah desa, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk melakukan pemantauan secara rutin terhadap lokasi-lokasi yang memiliki potensi terjadinya karhutla. Kapolres Kepuluan Meranti juga mendorong para kepala desa memberikan perhatian terhadap keberadaan MPA, termasuk menyiapkan insentif bagi anggota yang aktif dan konsisten melaksanakan patroli pencegahan karhutla. "Seluruh bhabin dan kapolsek bersama anggotanya seminggu kedepan memastikan tidak ada karhutla di wilkumnya masing masing," jelas AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita. Ia juga meminta seluruh rangkaian kegiatan pencegahan tersebut didokumentasikan dengan baik dalam bentuk foto maupun video. Dokumentasi itu nantinya akan ditampilkan pada Kamis sebagai bagian dari upaya memperlihatkan langkah nyata jajaran kepolisian dalam mencegah karhutla. Ditegaskannya, publikasi kegiatan bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pesan pencegahan kepada masyarakat. Langkah-langkah preemtif dan preventif yang selama ini dilakukan perlu diketahui publik agar kesadaran bersama terhadap bahaya karhutla semakin kuat. "Semoga upaya dan kinerja kita menjadi ladang ibadah untuk kita semua dan biarkan Tuhan yg membalasnya berkali kali lipat rekan rekan," pesannya. Kapolres Kepulauan meminta seluruh personel tetap menjaga semangat dan kekompakan dalam menjalankan tugas. Pencegahan karhutla, menurutnya, membutuhkan kerja bersama antara kepolisian, pemerintah desa, masyarakat, MPA, serta seluruh pemangku kepentingan.
Bupati Rohul di Tengah HUT Riau ke 69: Kukuhkan Tekad Bersama Membangun 'Negeri Seribu Suluk'
Pekanbaru, katakabar.com - Lagu kebangsaan dan gema semangat persatuan berkumandang di halaman Kantor Gubernur Riau (Gubri), Minggu (9/8) pagi. Di barisan para kepala daerah yang berdiri tegap mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke 69 Provinsi Riau, tampak Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Rokan Hulu, Ny. dr. Yeni Dwi Putri. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan penegasan nyata Rokan Hulu adalah bagian tak terpisahkan dari langkah besar kemajuan tanah air Melayu ini. Usung tema “Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Pembangunan”, amanat Gubernur Riau, SF Hariyanto bergema meresap ke setiap hati yang hadir. Di usia yang menginjak angka 69 ini, ucap Gubernur Riau, bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan momen berharga untuk memperbarui janji pada rakyat: menyingkirkan perbedaan yang memecah belah, menyatukan segala tenaga demi keamanan, kerukunan, dan kesejahteraan yang adil dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, dari kota hingga ke pelosok desa. Di tengah tantangan kondisi keuangan yang tak ringan, Gubri menegaskan komitmen untuk memutar arah anggaran dengan lebih cermat: memperkuat sumber pendapatan asli tanpa membebani rakyat, menutup rapat setiap celah kebocoran keuangan negara, serta menggali segala potensi yang dimiliki bumi Riau agar pelayanan dasar bagi masyarakat tetap berjalan prima. Selaras dengan arah kebijakan nasional, Provinsi Riau berjanji menjadi pendukung setia program strategis pemerintah pusat, yakni mulai dari penyediaan makan bergizi gratis, peningkatan kualitas pendidikan lewat Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi warga, penguatan Koperasi Merah Putih di setiap desa, hingga upaya mewujudkan swasembada pangan dan penyediaan rumah layak huni bagi jutaan keluarga. Di sela-sela pidatonya yang penuh haru, Gubri juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas segala keterbatasan pembangunan dan pelayanan yang belum sepenuhnya sempurna sampai ke tangan masyarakat. “Segala aspirasi yang belum terwujud adalah amanah yang akan terus kami perjuangkan bersama,” tegasnya. Bagi Bupati Rokan Hulu, Anton, momen ini menjadi pengingat sekaligus penyemangat. Kehadirannya di barisan kepala daerah se Riau adalah bukti tekad Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk terus menyatu irama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov): mempercepat pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan desa, mengangkat perekonomian masyarakat pedesaan, serta memastikan setiap warga 'Negeri Seribu Suluk' nama lain dari Rokan Hulu merasakan manfaat kemajuan yang berkeadilan. Sebagai penutup hari yang penuh makna itu, sebuah penghargaan istimewa diserahkan oleh Gubernur Riau. Bupati Rokan Hulu, Anton bersama sejumlah kepala daerah lainnya menerima Piagam Penghargaan Pembangunan Daera. Penghargaa itu bukan sekadar tanda keberhasilan yang telah dicapai, melainkan bekal semangat untuk bekerja lebih keras lagi mengabdi pada tanah kelahiran.
Kompak Camat dan Kapolsek Mandau Panen Raya Jagung Program Ketapang di Bathin Betuah
Mandau, katakabar.com - Kompak Camat Mandau, Riki Rihardi, bersama Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek Saradahtam Bendesa, ikuti kegiatan panen raya jagung pipil program Ketahanan Pangan (Ketapang) di Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau, di perkebunan masyarakat Desa Bathin Betuah Kecamatan Mandau, Jumat (7/8). Panen raya jagung pipil ini bagian dari program nasional ketahanan pangan khususnya jagung sebagai salah satu komoditas strategis penopang ketahanan pangan nasional. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan produksi jagung dan mendukung ketersediaan pangan di Indonesia. Camat Mandau, Riki Rihardi, menyampaikan kolaborasi antara Pemerintah, TNI, Polri, serta masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan sektor pertanian, khususnya di wilayah Kecamatan Mandau, terjalin sangat baik buktinya hari ini, kegiatan panen raya bisa dilakukan. "Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program ketahanan pangan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan," jelas Camat Mandau Tokoh Masyarakat Desa Bathin Betuah, Salim, mengucapkan ribuan terima kasih atas seluruh bantuan dari Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Bengkalis, hingga Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Mandau. "Dengan bantuan berupa alat produksi, pekerjaan yang sebelumnya memakan waktu sekarang bisa dilakukan dengan bantuan mesin sehingga pekerjaan menjadi jauh lebih cepat dan efisien," tuturnya.