Syailendra Capital Luncurkan Reksa Dana ETF Emas Syariah di BEI Ekonomi
Ekonomi
6 jam yang lalu

Syailendra Capital Luncurkan Reksa Dana ETF Emas Syariah di BEI

Jakarta, katakabar.com - Salah satu perusahaan manajer investasi lokal independen dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia, PT Syailendra Capital, resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Peluncuran ini ditandai dengan seremoni opening bell di kantor BEI sekaligus bertepatan dengan perayaan 49 tahun pasar modal Indonesia. Peluncuran XSGO menjadi upaya aktif Syailendra Capital untuk menghadirkan alternatif investasi emas yang lebih mudah dengan menggabungkan karakteristik reksa dana dengan mekanisme perdagangan seperti saham di bursa. Kehadiran ETF Sharia Gold menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya perhatian dan kesadaran investor terhadap emas sebagai salah satu aset diversifikasi portofolio. Dari data Bloomberg yang diolah Syailendra Research, harga emas mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 10% dalam 15 tahun terakhir dan menjadi winning asset sebanyak lima kali sepanjang 2014–2025. Secara historis, emas juga menunjukkan ketahanan dalam sejumlah periode tekanan pasar termasuk saat Global Financial Crisis tahun 2008 dan pandemi Covid-19 lalu. Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat, mengatakan melalui Syailendra ETF Sharia Gold, kami ingin menghadirkan alternatif investasi emas yang tidak hanya menawarkan eksposur terhadap aset emas, tetapi juga memberikan kemudahan, transparansi, dan efisiensi dalam proses investasinya. "Bagi kami, peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan produk baru, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat memahami fungsi dan peran aset emas sebagai salah satu instrumen investasi dan bagaimana menggunakannya secara ideal dalam portofolio investasi jangka panjang," ujarnya. Menurut Fajar, XSGO memiliki fleksibilitas untuk diakses melalui: (1) Pasar Primer yakni melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku dealer partisipan dengan minimum pembelian pertama setara 500 gram emas atau sekitar Rp1,5 miliar (asumsi harga Rp3 juta/gram) dan (2) Pasar Sekunder melalui perusahaan efek/broker dengan minimum transaksi 1 lot atau 100 unit atau sekitar Rp100 ribu. Selain menawarkan akses investasi yang fleksibel, tetangnya, struktur ETF Emas juga memberikan kemudahan dari sisi kepemilikan dan penyimpanan emas. Emas sebagai underlying dari Electronic Gold Receipt (EGR) pada XSGO disediakan dan disimpan oleh PT Pegadaian selaku Gold Custody dan Gold Provider yang juga menyediakan kuotasi harga emas sebagai salah satu referensi dalam perhitungan nilai XSGO. Sedang, sambung Fajar, PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Bank Kustodian yang menjalankan fungsi kustodian atas aset ETF sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Melalui struktur ETF ini, pihak Pegadaian mengupayakan untuk menjaga spread harga beli-jual sebesar 2% hingga 3% (berdasarkan harga acuan Pegadaian), relatif lebih rendah dibandingkan spread pembelian emas digital (melalui platform) ataupun emas fisik yang bisa mencapai 7% hingga 9%," ucapnya. Sejalan dengan peluncuran XSGO, ulas Fajar, Syailendra Capital berkomitmen untuk terus membangun pemahaman masyarakat mengenai instrumen investasi berbasis emas. Komitmen tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kanal komunikasi dan edukasi milik Syailendra Capital. Melalui kanal-kanal tersebut, ulasnya lagi, Syailendra Capital akan menghadirkan informasi dan market insights mengenai emas, karakteristik ETF Sharia Gold, cara berinvestasi, hingga bagaimana memahami peran emas dalam strategi diversifikasi portofolio. “Edukasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab kami sebagai manajer investasi. Kami ingin memastikan bahwa proses literasi dan inklusi berjalan beriringan sehingga investasi ETF bisa berkembang layaknya di negara maju lainnya,” beber Fajar. Lewat peluncuran ETF Sharia Gold, Syailendra Capital siap untuk menghadirkan solusi investasi yang relevan dengan perkembangan pasar sekaligus mendorong masyarakat untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi secara sehat. Kehadiran XSGO menandai evolusi cerdas investasi emas di Indonesia, dari kepemilikan emas fisik dan emas digital menuju instrumen emas yang dapat diperdagangkan secara langsung di bursa.

BRI Cabang Duri: Proses Lelang Agunan Nasabah Sudah Sesuai PMK Ekonomi
Ekonomi
Kemarin

BRI Cabang Duri: Proses Lelang Agunan Nasabah Sudah Sesuai PMK

Duri, katakabar.com - Bank BRI Kantor Cabang Duri pastikan proses lelang agunan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan berlaku. Pimpinan Bank BRI Cabang Duri, Eka Marvianda, Kamis (13/8), mengenai adanya tudingan terkait gugatan salah satu warga Siak soal lelang agunan, yakni bersangkutan nasabah dengan kolektibilitas macet dan tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran kredit sesuai dengan yang telah diperjanjikan. Jadi, tegas Eka, pelaksanaan lelang bagian dari mekanisme penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan setelah mempertimbangkan status kolektibilitas dan riwayat pembayaran debitur, sesuai perjanjian kredit yang berlaku. "Bank BRI menjalankan proses lelang agunan sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku, dengan merujuk pada ketentuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan," terangnya. Terhadap gugatan yang dilayangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, jelas Eka, BRI menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. "Dalam menjalankan seluruh operasional bisnisnya, Bank BRI senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG)," imbuhnya. Ditambahkan Eka, kami terus berupaya untuk membangun komunikasi dengan nasabah pihak debitur kredit macet sebagai upaya penyelesaikan tunggakannya dengan memberikan beberapa solusi kemudahan dalam menyelesaikan kredit bermasalah agar terhindar dari perselisihan perdata.

Odoo ERP Bantu Manufaktur Kontrol Produksi hingga Laporan Keuangan Ekonomi
Ekonomi
Kemarin

Odoo ERP Bantu Manufaktur Kontrol Produksi hingga Laporan Keuangan

Jakarta, katakabar.com - Odoo ERP bantu manufaktur integrasikan produksi, persediaan, dan keuangan satu sistem. Dengan Partner Odoo yang memahami proses pabrik, perusahaan dapat meningkatkan kontrol operasional dan akurasi data. Pesanan terus bertambah, tetapi jadwal produksi justru semakin sering meleset. Banyak pabrik di Indonesia mengalami hal serupa ketika volume order naik. Data produksi ada di papan tulis, stok di Excel, biaya di catatan keuangan. Di titik inilah topik Odoo ERP Membantu Manufaktur mulai sering dibicarakan pemilik pabrik. Dampaknya jarang terasa langsung, tetapi menumpuk pelan-pelan. Bagian gudang kehabisan bahan baku saat lini produksi sudah berjalan. Tim keuangan baru tahu biaya sebenarnya setelah tutup buku bulanan. Keputusan harga jual pun diambil memakai angka yang sudah basi. Solusinya bukan menambah orang, melainkan menyatukan alur datanya. Sistem ERP manufaktur menghubungkan perencanaan, persediaan, dan pembukuan dalam satu basis data. Lantatan itu, pemilihan Partner Odoo yang paham proses pabrik sangat menentukan hasil implementasi. Teknologi bagus tetap gagal bila dipasang tanpa memahami realita lantai produksi. Akar Masalah Pabrik: Data Produksi dan Keuangan Terpisah Momentum industrinya sebenarnya sedang membaik. Data S&P Global yang dikutip Kementerian Perindustrian mencatat PMI Manufaktur Indonesia 50,2 pada Juli 2026. Angka tersebut menandakan aktivitas produksi kembali masuk zona ekspansi. Sayangnya, kenaikan pesanan sering tidak diimbangi kesiapan sistem internal. Gejala yang Sering Dianggap Wajar Beberapa kondisi berikut biasanya muncul sebelum masalah membesar: ● Stok bahan baku tercatat ada, tetapi fisik di gudang kosong. ● Nilai per unit produk baru diketahui saat tutup buku bulanan. ● Perubahan formula produk tidak tersampaikan ke bagian pembelian. ● Laporan hasil produksi harian masih direkap manual setiap sore. Gejala semacam ini jarang dianggap darurat. Padahal, selisih kecil pada catatan stok bisa merusak akurasi harga pokok produksi. Cara Odoo ERP Membantu Manufaktur Mengendalikan Lantai Produksi Kendali produksi dimulai dari struktur data, bukan dari laporan. Setiap produk perlu memiliki bill of material dan alur kerja yang jelas. Dari sana, sistem menghitung kebutuhan bahan serta kapasitas mesin secara otomatis. Klaim bahwa Odoo ERP Membantu Manufaktur menekan biaya sebaiknya diuji dengan data sendiri. Dari Perintah Produksi sampai Stasiun Kerja Manufacturing order berfungsi sebagai dokumen induk setiap perintah produksi. Di bawahnya, work order memecah pekerjaan per stasiun kerja atau mesin. Operator cukup mencatat waktu mulai, waktu selesai, dan jumlah produk gagal. Catatan itu langsung memotong stok bahan dan menambah stok barang jadi. Perencanaan Bahan Baku yang Terukur Reordering rule cocok untuk bahan yang pemakaiannya stabil tiap bulan. Sementara itu, penjadwal kebutuhan material lebih tepat bagi produksi berbasis pesanan. Kuncinya ada pada lead time pemasok yang diisi jujur, bukan asal. Banyak perencanaan produksi meleset karena angka lead time tidak pernah diperbarui. Jalur Data dari Lantai Produksi Menuju Laporan Keuangan Bagian ini paling sering luput dari perhatian. Setiap penyelesaian produksi seharusnya menghasilkan jurnal, bukan sekadar catatan operasional. Nilai persediaan barang jadi bertambah, sedangkan bahan baku dan biaya konversi berkurang. Alur inilah yang membuat Odoo ERP Membantu Manufaktur terhubung sampai laporan keuangan. Biaya Produksi yang Terbentuk Otomatis Perusahaan bisa memakai metode biaya standar atau rata-rata bergerak. Keduanya sah, tetapi konsekuensinya berbeda saat harga bahan baku bergejolak. Dengan metode standar, selisih biaya muncul sebagai varians yang bisa ditelusuri. Varians itulah yang sering menjelaskan mengapa margin menyusut tanpa sebab jelas. Tahapan Agar Odoo ERP Membantu Manufaktur Sejak Bulan Pertama Implementasi yang rapi biasanya mengikuti empat tahap berikut: 1. Audit dan pemetaan alur kerja nyata di lantai produksi. 2. Penyusunan blueprint serta penyesuaian modul manufacturing sesuai prosedur perusahaan. 3. Pelatihan dan uji coba bersama operator hingga tim keuangan. 4. Go-live dengan pendampingan teknis pada siklus produksi awal. Urutannya sebaiknya tidak dibalik. Sistem yang dipasang sebelum alur kerja dipetakan cenderung ditinggalkan tim lapangan. Bagian Paling Sering Diremehkan Master data menentukan hampir seluruh kualitas laporan. Sebelum go-live, tiga hal berikut sebaiknya dibereskan lebih dulu: ● Satuan ukur bahan baku beserta konversinya, misalnya kilogram ke lembar. ● Struktur komponen bertingkat untuk produk setengah jadi. ● Tingkat produk gagal yang wajar pada setiap tahap proses. Konsultan Odoo berpengalaman biasanya menahan jadwal go-live bila data belum siap. Langkah tersebut terasa lambat, tetapi menyelamatkan akurasi laporan setahun ke depan. Menutup Jarak antara Lantai Produksi dan Meja Direksi Intinya sederhana: kontrol produksi dan laporan keuangan tidak boleh berjalan terpisah. Satu basis data membuat keputusan harga, pembelian, dan kapasitas berpijak pada angka sama. Di sinilah Odoo ERP Membantu Manufaktur menjaga konsistensi angka antardivisi. Prosesnya bertahap dan menuntut disiplin pencatatan sejak hari pertama. i2C Studio sebagai partner Odoo resmi mendampingi proses tersebut sejak audit hingga pascaimplementasi. Pendekatannya menekankan pemahaman proses bisnis, bukan sekadar pemasangan modul. Diskusi awal bersama konsultan Odoo dapat membantu memetakan kesiapan pabrik Anda. Pertanyaan Sering Muncul dari Pelaku Industri 1. Berapa lama implementasi Odoo di pabrik skala menengah? Umumnya tiga sampai enam bulan, bergantung kerumitan proses dan kesiapan master data. 2. Apakah modul produksi bisa berjalan tanpa modul akuntansi? Bisa, tetapi laporan biaya tidak terbentuk otomatis dan tetap membutuhkan rekap manual. 3. Apakah sistem lama harus langsung dimatikan saat go-live? Tidak selalu, sebab banyak pabrik menjalankan periode paralel selama satu siklus produksi.

Bitcoin Rebound dari Tekanan Akhir Juli, US$66.500 Jadi Ujian Selanjutnya Ekonomi
Ekonomi
Kemarin

Bitcoin Rebound dari Tekanan Akhir Juli, US$66.500 Jadi Ujian Selanjutnya

Jakarta, katakabar.com - Pasar kripto mulai menunjukkan tanda pemulihan di pekan pertama Agustus 2026. Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di kisaran US$64.400–US$64.500 pada 6 Agustus, naik sekitar 1,1–1,5 persen dalam tujuh hari setelah sebelumnya sempat turun menembus level US$64.000. Market Outlook W1 Agustus 2026 FLOQ menunjukkan, Bitcoin bergerak dalam rentang US$62.241 hingga US$65.305 sepanjang sepekan terakhir. Pemulihan harga terjadi bersamaan dengan meredanya sejumlah tekanan global, mulai dari menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat hingga koreksi tajam harga minyak dunia. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kembalinya Bitcoin ke atas US$64.000 merupakan perkembangan positif, meskipun pasar masih berada dalam fase yang sensitif terhadap perubahan sentimen global. “Rebound Bitcoin ke atas US$64.000 menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi pada akhir Juli mulai mereda. Namun, kondisi pasar belum sepenuhnya stabil karena arah suku bunga The Fed, perkembangan geopolitik, dan data ekonomi Amerika Serikat masih dapat memicu volatilitas dalam waktu dekat,” ujar Yudho. Ekspektasi Suku Bunga The Fed Mulai Mereda Salah satu faktor yang memberikan ruang bagi pemulihan Bitcoin adalah menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Probabilitas kenaikan suku bunga yang sempat mencapai 72,3 persen pada 29 Juli turun ke kisaran 57–62 persen pada awal Agustus. Perubahan ini memberikan tekanan yang lebih ringan terhadap aset berisiko, termasuk pasar kripto. Tetapi, arah kebijakan The Fed masih dapat berubah seiring rilis sejumlah data ekonomi penting, terutama data tenaga kerja dan inflasi Amerika Serikat. “Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga memberikan ruang bagi pasar untuk bernapas. Tetapi investor perlu melihat apakah tren tersebut dapat bertahan setelah rilis data tenaga kerja dan inflasi. Data yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed,” jelas Yudho.  Harga Minyak Turun Hampir 9 persen Tekanan Geopolitik Mulai Mereda Sentimen positif lainnya datang dari perkembangan konflik di Timur Tengah. Pembicaraan Iran-Oman mengenai Selat Hormuz disebut telah memasuki tahap akhir, meskipun hingga 6 Agustus belum terdapat kesepakatan resmi. Perkembangan tersebut turut mendorong koreksi harga minyak dunia. Harga Brent turun sekitar 8,9 persen dari US$86,97 menjadi US$79,26 per barel. Sementara WTI turun sekitar 8,4 persen menjadi kisaran US$75,16 per barel. Menurut Yudho, penurunan harga energi dapat menjadi faktor positif bagi aset berisiko karena membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. “Jika harga minyak terus stabil dan proses de-eskalasi berlanjut, tekanan inflasi dapat berkurang dan memberikan sentimen yang lebih kondusif bagi aset berisiko. Namun, pasar tetap perlu berhati-hati karena perkembangan geopolitik dapat berubah dengan cepat,” jelasnya. Arus Dana ETF Bitcoin Kembali Positif Dari sisi institusional, arus dana ETF Bitcoin juga menunjukkan perbaikan. Setelah mencatat outflow sekitar US$265,4 juta pada 31 Juli, ETF Bitcoin berbalik mencatat inflow sekitar US$170,1 juta pada 3 Agustus. IBIT menjadi salah satu kontributor utama dengan inflow sekitar US$111,4 juta. ETF Ethereum juga mengalami perubahan serupa, dari outflow sekitar US$6,4 juta pada akhir Juli menjadi inflow sekitar US$53,1 juta pada 4 Agustus. Meski demikian, FLOQ menilai data dalam satu hingga dua hari masih terlalu singkat untuk dianggap sebagai tren yang stabil. “Masuknya kembali dana ke ETF menunjukkan minat institusional terhadap aset kripto masih ada. Namun, yang lebih penting adalah melihat konsistensi arus dana tersebut dalam beberapa pekan ke depan, terutama ketika pasar menghadapi data ekonomi baru,” kata Yudho. Bitcoin Hadapi Ujian di US$65.300–US$66.500 Untuk pergerakan selanjutnya, data FLOQ mencatat US$62.241 sebagai level support penting Bitcoin. Sementara area US$65.305 hingga US$66.500 menjadi zona resistance yang perlu dilewati untuk memperkuat momentum pemulihan. Pasar juga akan mencermati sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk laporan tenaga kerja, CPI Juli pada 12 Agustus, serta PPI pada 13 Agustus. Data tersebut berpotensi mempengaruhi kembali ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed. “Selama Bitcoin mampu menjaga pergerakan di atas US$64.000, peluang untuk menguji kembali area US$65.300 hingga US$66.500 masih terbuka. Namun, konfirmasi pemulihan tetap membutuhkan dukungan dari kondisi makro yang lebih stabil dan arus dana institusional yang konsisten,” sebut Yudho. Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 6 Agustus 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu.  FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto.

Dollar Cost Averaging dalam Reksa Dana: Strategi Investasi Bertahap Bagi Pemula Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:04 WIB

Dollar Cost Averaging dalam Reksa Dana: Strategi Investasi Bertahap Bagi Pemula

Jakarta, katakabar.com - Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi dengan cara menanamkan dana dalam jumlah yang sama secara berkala, misalnya setiap bulan. Strategi ini banyak digunakan oleh investor karena membantu membangun kebiasaan investasi tanpa harus menunggu waktu yang dianggap paling tepat untuk masuk ke pasar. Bagi kamu yang baru mulai berinvestasi, DCA dapat menjadi salah satu pendekatan yang layak dipertimbangkan. Bahkan, investasi dapat dimulai dari nominal yang relatif terjangkau, misalnya reksa dana 100 ribu, sesuai produk dan ketentuan yang berlaku. Apa Itu Dollar Cost Averaging Reksa Dana? Dollar Cost Averaging atau DCA adalah metode investasi rutin dengan nominal tetap dalam periode tertentu, misalnya setiap bulan. Sebagai contoh, seseorang memutuskan untuk berinvestasi Rp1.000.000 setiap bulan ke produk reksa dana yang sama. Saat harga unit penyertaan naik, dana tersebut akan membeli unit lebih sedikit. Sebaliknya, ketika harga turun, dana yang sama akan memperoleh unit lebih banyak. Dengan cara ini, investor tidak perlu terlalu fokus mencari waktu terbaik untuk mulai berinvestasi. Mengapa Dollar Cost Averaging Banyak Digunakan? Nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti kondisi pasar. Karena itu, tidak mudah menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli. Melalui strategi DCA, investasi dilakukan secara konsisten sehingga keputusan investasi tidak hanya bergantung pada kondisi pasar dalam satu waktu tertentu. Beberapa manfaat pendekatan ini antara lain: 1. Membantu membangun kebiasaan investasi secara rutin 2. Mengurangi kecenderungan mengambil keputusan berdasarkan emosi 3. Memudahkan pengelolaan anggaran bulanan 4. Cocok bagi investor yang ingin berinvestasi secara bertahap Perlu dipahami bahwa DCA bukan merupakan strategi yang menjamin keuntungan atau menghilangkan risiko investasi. Reksa Dana 100 Ribu, Apakah Bisa? Banyak orang mengira investasi harus dimulai dengan modal besar. Padahal, kini tersedia produk yang memungkinkan investasi mulai dari nominal yang lebih terjangkau. Misalnya, terdapat pilihan reksa dana 100 ribu yang dapat menjadi langkah awal bagi investor pemula untuk mulai membangun kebiasaan investasi. Bagaimana Jika Investasi Reksa Dana 1 Juta per Bulan? Jika memiliki anggaran lebih besar, sebagian investor memilih berinvestasi reksa dana 1 juta per bulan menggunakan strategi Dollar Cost Averaging. Dengan investasi rutin setiap bulan, investor dapat membangun portofolio secara bertahap sesuai rencana keuangan jangka menengah maupun jangka panjang. Besaran investasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Hindari menggunakan dana yang dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari atau dana darurat. Bagaimana Memilih Reksa Dana yang Bagus? Tidak ada satu produk yang dapat disebut sebagai reksa dana yang bagus untuk semua orang. Pilihan produk bergantung pada tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing investor. Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan sebelum memilih reksa dana antara lain: - Tujuan investasi - Profil risiko - Jenis reksa dana yang dipilih Kinerja produk berdasarkan informasi resmi (bukan sebagai jaminan hasil di masa depan) Memahami Prospektus dan Fund Fact Sheet sebelum berinvestasi Memahami karakteristik produk akan membantu investor mengambil keputusan yang lebih sesuai dengan kebutuhannya. Reksa Dana untuk Pemula, Mulai dari Sesuai Profil Risiko Bagi yang baru mengenal investasi, memilih reksa dana untuk pemula sebaiknya dimulai dengan memahami profil risiko terlebih dahulu. Setiap orang memiliki toleransi risiko yang berbeda. Ada yang lebih nyaman dengan fluktuasi yang relatif rendah, sementara yang lain siap menghadapi pergerakan nilai investasi yang lebih tinggi untuk tujuan jangka panjang. Karena itu, penting memilih produk yang sesuai dengan tujuan keuangan, bukan hanya mengikuti tren. Mulai Investasi Reksa Dana di neobank Reksa Dana neobank adalah layanan investasi reksa dana melalui mitra di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce yang memungkinkan nasabah berinvestasi pada berbagai pilihan produk sesuai profil risiko dan tujuan investasi. Beberapa keunggulan Reksa Dana di neobank: - Investasi mulai dari Rp100.000 - Pilihan produk yang beragam sesuai profil risiko - Seluruh proses dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank - Dapat memantau investasi langsung dari aplikasi Dollar Cost Averaging merupakan strategi investasi yang dilakukan dengan nominal tetap secara berkala. Pendekatan ini dapat membantu membangun kebiasaan investasi tanpa harus menentukan waktu terbaik untuk masuk ke pasar. Baik memulai dengan reksa dana 100 ribu maupun reksa dana 1 juta per bulan, yang terpenting adalah menyesuaikannya dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan kemampuan finansial. Sebelum memilih reksa dana yang bagus, pastikan memahami karakteristik produk, membaca Prospektus dan Fund Fact Sheet, serta memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan investasi. Tentang PT BNC Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus serta Ringkasan Informasi Produk sebelum melakukan investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Jika ingin mulai investasi reksa dana, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Reksa Dana di website resmi Bank Neo Commerce.  PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bittime Dukung Langkah OJK Perkuat Pengawasan Platform Kripto Tanpa Izin Ekonomi
Ekonomi
Senin, 10 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Bittime Dukung Langkah OJK Perkuat Pengawasan Platform Kripto Tanpa Izin

Jakarta, katakabar.com - Bittime dukung langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan terhadap industri aset kripto guna meningkatkan perlindungan konsumen dan membangun ekosistem yang lebih sehat. Sebagai PAKD yang berizin dan diawasi OJK, Bittime berkomitmen mendukung regulasi serta menghadirkan layanan investasi aset digital yang aman, transparan, dan terpercaya. Bittime mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan terhadap industri aset kripto di Indonesia sebagai upaya meningkatkan perlindungan konsumen dan membangun ekosistem aset digital yang lebih sehat. Komitmen OJK tersebut tercermin melalui penguatan pengawasan terhadap industri, termasuk penghentian 228 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) ilegal hingga Mei 2026 bersama Satgas PASTI dan kementerian/lembaga terkait. Langkah tersebut disampaikan OJK dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Bulan Juli 2026, di pekan pertama Agustus 2026 lalu. Bittime menilai, penguatan pengawasan tersebut turut mendukung tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap industri aset kripto di Indonesia. Hal ini sejalan dengan data OJK yang menunjukkan jumlah akun konsumen aset keuangan digital mencapai 22,69 juta pada Juni 2026 atau meningkat 1,32% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp28,58 triliun, naik 24,20% dibandingkan Mei 2026. Dukung Penguatan Perlindungan Konsumen Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan langkah OJK merupakan upaya penting untuk memperkuat perlindungan konsumen sekaligus menciptakan ekosistem aset digital yang semakin sehat dan terpercaya. "Bittime mendukung penuh upaya OJK dalam memperkuat pengawasan industri aset kripto sebagai bagian dari perlindungan konsumen dan penguatan kepercayaan terhadap ekosistem aset digital Indonesia. Regulasi yang jelas dan pengawasan yang konsisten akan memberikan kepastian bagi masyarakat untuk berinvestasi melalui platform yang telah memenuhi ketentuan yang berlaku," ujar Ryan. Kata Ryan, meningkatnya jumlah investor dan nilai transaksi menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap aset digital tetap terjaga. Menurutnya, edukasi, perlindungan konsumen, dan kepastian regulasi perlu terus berjalan beriringan agar pertumbuhan industri berlangsung secara sehat dan berkelanjutan. Kondisi tersebut juga tercermin dari aktivitas transaksi pengguna Bittime sepanjang Juli 2026. Data internal Bittime menunjukkan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masih menjadi aset kripto yang paling banyak diperdagangkan, disusul Solana (SOL). Di sisi lain, minat terhadap aset alternatif juga terus berkembang, tercermin dari tingginya aktivitas perdagangan PEPE serta tokenized assets seperti SPCXX, XAUT (Tether Gold), dan NVDAX, yang menunjukkan semakin beragamnya preferensi investasi pengguna. Komitmen Bittime Dukung Ekosistem Berizin Sejalan dengan minat investasi aset digital yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar global, Bittime sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh OJK terus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap berbagai aset digital global. Dengan positioning sebagai "Indonesia's Gateway to Global Assets", Bittime menyediakan akses ke berbagai aset digital, mulai dari Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, USDT, hingga Tokenized US Stocks seperti NVDAX, AAPLX, GOOGLX, dan METAX. Ryan menjelaskan, pada Juli 2026 Bittime juga menjadi pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin perdagangan derivatif aset keuangan digital melalui proses perizinan yang sepenuhnya berlangsung di bawah era pengawasan OJK, dengan izin yang diterbitkan oleh PT Central Finansial X (CFX). Sejak peluncuran layanan tersebut, minat pengguna terhadap perdagangan derivatif aset digital terus menunjukkan tren positif. Data internal Bittime mencatat Bitcoin (BTC), PUMP, Uniswap (UNI), Ethereum (ETH), dan Hyperliquid (HYPE) menjadi aset derivatif yang paling aktif diperdagangkan sepanjang Juli 2026. Seluruh transaksi tersebut menggunakan pasangan perdagangan USDT. "Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan yang sesuai dengan regulasi Indonesia. Kami percaya penguatan tata kelola industri akan memberikan kepastian yang lebih besar bagi masyarakat untuk berinvestasi melalui platform yang berizin," tutur Ryan. Regulasi Jadi Fondasi Pertumbuhan Industri Di tengah pertumbuhan industri aset digital di Indonesia, pasar kripto global juga masih menghadapi berbagai dinamika. Salah satunya adalah pengumuman bursa kripto global BitMart yang akan menghentikan aktivitas perdagangannya pada 26 Agustus 2026 sebelum menutup operasional bisnisnya secara penuh pada Januari 2027. Menurut Ryan, perkembangan tersebut menjadi pengingat bahwa tata kelola yang baik, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan fondasi penting dalam membangun industri aset digital yang berkelanjutan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

Bukan Content Creator, Ini Profesi Sampingan Diam-diam Digemari Gen Z Ekonomi
Ekonomi
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Bukan Content Creator, Ini Profesi Sampingan Diam-diam Digemari Gen Z

Jakarta, katakabar.com - Narasi "cuan dari konten" terlanjur jadi mimpi kolektif Gen Z, followers dikejar, algoritma dipelajari mati-matian, tapi hasilnya kerap jauh dari janji manis yang beredar di media sosial. Sementara, kebutuhan akan penghasilan tambahan tidak menunggu siapa pun jadi viral lebih dulu. Laporan 2026 Gen Z and Millennial Survey yang dirilis Deloitte mencatat hampir 30 persen Gen Z dan sekitar 25 persen milenial di dunia kini memiliki pekerjaan sampingan, baik paruh waktu maupun penuh waktu, di luar pekerjaan utama mereka. Di celah itulah sebagian Gen Z bergerak diam-diam, menjadi reseller layanan digital seperti SMM Panel, jauh dari sorotan tapi terbukti menghasilkan. Bisnis Bekerja Tanpa Pernah Tampil Reseller layanan digital menjual kembali layanan peningkatan media sosial, followers, likes, views, dari penyedia besar ke pelanggan akhir, mulai dari UMKM, brand kecil, sampai individu yang ingin akunnya terlihat lebih meyakinkan. Tidak ada wajah yang perlu dikenali, tidak ada konten yang perlu dibuat, cukup selisih harga antara beli grosir dan jual eceran yang jadi mesin uangnya. "Banyak yang tidak sadar, sebagian bisnis yang mereka lihat aktif dan kredibel di media sosial itu dibantu tangan reseller di belakang layar. Profesinya senyap, tapi perputaran transaksinya nyata dan terus berjalan setiap hari," ujar Mas Eko, pengamat industri digital dari ProviderSMM.id. Yang membuat profesi ini menarik, menurutnya, justru karena tidak menuntut personal branding maupun konsistensi produksi konten yang melelahkan. "Modalnya kecil, prosesnya bisa dipelajari cepat, dan hasilnya terasa jauh lebih cepat dibanding menunggu jadi content creator yang viral," jelasnya. Dua Sisi Mata Uang Sama Industri ini berjalan lewat dua peran yang saling mengunci. Provider memegang sumber daya dan sistem pengiriman layanan secara langsung, biasanya dengan harga grosir dan akses API untuk mitra bisnis. Reseller membeli dari provider lalu menjualnya kembali ke pelanggan akhir, tanpa perlu memikirkan infrastruktur teknis di baliknya sama sekali. "Bagi yang baru mulai, jadi reseller jauh lebih realistis dibanding langsung jadi provider, modal dan risikonya kecil, tapi peluang belajar cara kerja industri ini tetap terbuka lebar," ucap Mas Eko. Ia menegaskan, faktor yang paling menentukan keberhasilan reseller bukan seberapa besar modal awal, melainkan ketepatan memilih smm panel terpercaya untuk diajak bekerja sama, transparansi soal drop rate, kejelasan sumber followers, hingga kebijakan garansi refill yang tertulis jelas jadi pembeda antara reseller yang bertahan lama dengan yang cepat kehilangan kepercayaan klien. Yang Senyap, Belum Tentu Sepi Tidak semua jalan menghasilkan uang di dunia digital butuh tepuk tangan atau notifikasi like yang ramai. Selama bisnis kecil masih berlomba membangun kredibilitas instan di media sosial, dan selama Gen Z masih mencari celah penghasilan yang tidak menuntut wajah dikenal publik, profesi reseller kemungkinan akan terus tumbuh, diam-diam, tapi jauh dari kata berhenti.

Cara Gadai Barang Biar Aman: Ini Tujuh Hal Wajib Dicek Sebelum Serahkan Aset Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Cara Gadai Barang Biar Aman: Ini Tujuh Hal Wajib Dicek Sebelum Serahkan Aset

Jakarta, katakabar.com - Ingin menggadaikan barang? Jangan hanya mencari pencairan tertinggi. Periksa legalitas OJK, biaya, penyimpanan, nilai appraisal, jatuh tempo, dan Surat Bukti Gadai. Ketika membutuhkan dana dalam waktu relatif cepat, gadai menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan karena dana diperoleh dengan menjadikan aset tertentu sebagai jaminan. Jangan Pilih Tempat gadai Berdasarkan Besar Dana Ditawarkan Keamanan aset, legalitas perusahaan, struktur biaya, hingga mekanisme apabila terjadi keterlambatan sama pentingnya. Berikut tujuh hal yang sebaiknya diperiksa. 1. Pastikan Perusahaan Pergadaian Berizin OJK Ini adalah pemeriksaan pertama. OJK menganjurkan masyarakat memilih perusahaan pergadaian yang terdaftar dan berizin. Jangan hanya percaya kepada tulisan “terpercaya”, “aman”, atau “resmi” dalam sebuah iklan. Verifikasi perusahaan dan informasi izinnya. Sebagai contoh, PT deGadai Solusi Digital memperoleh izin usaha perusahaan pergadaian berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-31/D.05/2023 tanggal 10 Mei 2023. 2. Ketahui Nilai Pasar Barang Anda Sebelum datang, lakukan riset sederhana. Jika barangnya mobil, cari harga kendaraan dengan tahun, tipe, kilometer dan kondisi yang sebanding. Jika berupa jam tangan atau tas mewah, lihat transaksi di pasar preloved untuk model serupa. Harga beli tidak selalu sama dengan nilai gadai. Nilai sebuah aset dapat berubah karena depresiasi, kondisi, likuiditas pasar, kelengkapan, keaslian, model hingga permintaan. 3. Tanyakan Cara Barang Dinilai Perusahaan pergadaian perlu menilai barang karena aset tersebut menjadi jaminan atas dana yang diberikan. Untuk barang luxury, faktor keaslian menjadi sangat penting. Pada tas branded, pemeriksaan dapat meliputi material, jahitan, hardware, serial atau date code, kondisi, model hingga bukti autentikasi. deGadai juga menyediakan pemeriksaan tas branded menggunakan Entrupy, teknologi autentikasi yang melakukan analisis terhadap karakteristik fisik produk. 4. Jangan Hanya Bertanya “Bunganya Berapa?” Tanyakan total biaya, bukan hanya bunga. Dalam layanan pergadaian dapat terdapat komponen biaya yang relevan dengan transaksi, sehingga konsumen perlu memahami angka rupiah keseluruhan yang harus dibayar. Pertanyaan yang lebih tepat: “Jika saya menerima dana Rp50 juta dan menebus pada tanggal X, berapa total uang yang harus saya bayarkan?”  5. Pastikan Cara Penyimpanan Barang Barang bernilai tinggi seperti mobil, Rolex, Hermès, Chanel, laptop atau perhiasan memerlukan perlakuan yang sesuai. OJK mewajibkan perusahaan pergadaian memiliki tempat penyimpanan yang memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan serta mengasuransikan barang jaminan sebagai bagian dari mitigasi risiko. ·       Di mana barang saya disimpan? ·       Apakah barang diasuransikan? ·       Bagaimana prosedur pengamanannya? 6. Baca Surat Bukti Gadai Sebelum Menandatangani Jangan terburu-buru. Perhatikan jumlah pinjaman, periode gadai, biaya, tanggal jatuh tempo, mekanisme pelunasan, ketentuan perpanjangan dan konsekuensi apabila kewajiban tidak diselesaikan. Setelah menerima Surat Bukti Gadai, simpan dokumen tersebut dengan baik. 7. Pastikan Sudah Punya Exit Plan Sebelum menggadaikan aset, tanyakan: “Uang untuk menebus barang ini nanti berasal dari mana?” Sumbernya bisa berupa invoice klien yang cair dua minggu lagi, bonus tahunan, pembayaran proyek, hasil penjualan stok, atau sumber dana lain yang sudah cukup terukur. Jika jawabannya hanya “nanti cari lagi”, sebaiknya hitung ulang kemampuan pembayaran. Gadai Bukan Sekadar Mendapatkan Dana Cepat Gadai yang sehat bukan tentang mendapatkan dana sebesar-besarnya. Tujuannya adalah memperoleh likuiditas sesuai kebutuhan dengan biaya dan risiko yang sudah dipahami, kemudian mendapatkan kembali aset setelah kewajiban diselesaikan. Karena itu, legalitas, transparansi dan kemampuan melunasi harus datang sebelum pencairan. PT deGadai Solusi Digital merupakan perusahaan pergadaian yang telah memperoleh izin usaha OJK KEP-31/D.05/2023. Langkah Selanjutnya Punya aset dan ingin mengetahui estimasi nilainya? Konsultasikan lebih dulu di deGadai.com sebelum mengambil keputusan.

Investor Masih Minati Aset Digital, Pengguna Baru Bittime Berpeluang Raih Bonus Bitcoin Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Investor Masih Minati Aset Digital, Pengguna Baru Bittime Berpeluang Raih Bonus Bitcoin

Jakarta, katakabar.com - Minat investasi aset digital di Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika pasar global. Bittime mencatat investor semakin selektif berfokus pada aset berlikuiditas tinggi, sekaligus menghadirkan program bonus Bitcoin hingga Rp1,5 juta untuk mendorong masyarakat memulai investasi aset digital secara bertahap. Minat masyarakat terhadap aset kripto tetap terjaga di tengah dinamika pasar global. Setelah bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75 persen, investor masih mencermati arah kebijakan moneter berikutnya.  Di sisi lain, ketidakpastian pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat juga masih menjadi perhatian pelaku pasar karena dinilai dapat menjadi salah satu katalis penting bagi industri aset digital. Kondisi ini turut memengaruhi cara investor mengelola portofolio aset digital, termasuk di Indonesia. Bittime, sebagai salah satu platform aset digital yang beroperasi di bawah pengawasan OJK, mencatat pergeseran perilaku investor lokal di tengah ketidakpastian pasar global tersebut.  Data CoinMarketCap pada Rabu (5/8) menunjukkan, Bitcoin menguat 0,99 persen dalam 24 jam terakhir dan naik 1,04 persen dalam sepekan. Bitcoin saat ini berada pada kisaran harga US$ 64.000. Meski bergerak positif, investor dinilai masih menunggu kepastian dari arah kebijakan moneter maupun perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan kondisi tersebut membuat investor menjadi lebih selektif dalam memilih aset yang diperdagangkan. Kata Ryan, data internal Bittime menunjukkan aktivitas perdagangan kembali terkonsentrasi pada USDT, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL). Menurut Ryan, tren tersebut menunjukkan bahwa di tengah dinamika pasar, investor Indonesia tetap aktif bertransaksi dengan berfokus pada aset yang memiliki likuiditas tinggi. "Pelaku pasar saat ini masih menunggu kepastian dari berbagai faktor global, termasuk arah kebijakan suku bunga dan perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Dalam kondisi seperti ini, investor umumnya lebih mengutamakan pengelolaan risiko dan memilih aset dengan likuiditas yang kuat," ujar Ryan. Ryan menambahkan, di tengah ketidakpastian global tersebut, perkembangan regulasi aset digital di Indonesia justru terus menunjukkan arah yang positif. Salah satunya melalui penyusunan Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026–2031 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diharapkan semakin memperkuat ekosistem aset digital nasional. Langkah Awal Mulai Investasi Aset Digital Seiring tingginya minat masyarakat untuk mengenal investasi aset digital, Bittime menghadirkan program "Nikmati Bonus Bitcoin hingga Rp1.500.000 untuk Investasi Pertama di Bittime" yang berlangsung pada 3 hingga 31 Agustus 2026 nanti. Melalui program tersebut, masyarakat dapat memulai investasi aset digital hanya mulai dari Rp10.000. Pengguna baru yang telah menyelesaikan verifikasi akun (KYC), melakukan registrasi pada halaman event, serta melakukan transaksi pertama berkesempatan memperoleh bonus Bitcoin (BTC) hingga Rp1.500.000, sesuai total volume transaksi yang dicapai selama periode program. Bonus diberikan secara bertahap, mulai dari Rp25.000 untuk transaksi pertama dengan nilai minimal Rp250.000, hingga total bonus Rp1.500.000 bagi pengguna yang berhasil mencapai volume transaksi sesuai ketentuan program. Hadiah akan didistribusikan dalam bentuk Bitcoin (BTC) kepada pengguna yang memenuhi seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku. "Momentum pasar saat ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mulai mengenal investasi aset digital secara bertahap. Kami ingin memberikan pengalaman investasi pertama yang lebih mudah melalui platform yang berizin, sekaligus mendorong masyarakat untuk memahami pentingnya membangun portofolio sesuai tujuan investasi dan profil risiko masing-masing," jelas Ryan. Program ini berlaku khusus bagi pengguna baru yang telah menyelesaikan proses verifikasi akun dan memenuhi persyaratan campaign. Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime terus berkomitmen menghadirkan layanan investasi aset digital yang aman, mudah diakses, serta didukung berbagai program edukasi untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap aset digital.