Bitcoin Rebound Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto
Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto memasuki awal Juli dengan volatilitas yang masih tinggi setelah Bitcoin (BTC) sempat menembus level psikologis penting, yaitu 200 - week Moving Average (MA), sebelum akhirnya pulih ke kisaran US$61.000 - 62.000. Di tengah tekanan tersebut, pelaku pasar juga dihadapkan pada sejumlah katalis besar, mulai dari arus keluar ETF Bitcoin yang mencetak rekor bulanan, kebijakan monetisasi Bitcoin oleh Strategy, hingga perkembangan pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat. Menurut Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ, kondisi saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase validasi, di mana investor masih menunggu kepastian dari sisi makroekonomi maupun regulasi. "Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir mencerminkan pasar yang masih mencari keseimbangan. Penurunan di bawah 200-week Moving Average memang menjadi sinyal teknikal yang penting, tetapi rebound yang terjadi menunjukkan bahwa minat beli masih muncul di area support. Untuk jangka pendek, pasar masih membutuhkan konfirmasi sebelum dapat kembali memasuki tren bullish yang lebih kuat," ujar Yudho. Secara teknikal, kata Yudho, Bitcoin sempat menyentuh level sekitar US$57.950 sebelum kembali menguat. "Area US$57.800 - 58.000 kini menjadi support utama yang akan menentukan arah berikutnya, sementara US$62.500 menjadi resistance penting yang perlu ditembus dengan volume transaksi yang kuat agar momentum pemulihan dapat berlanjut," tuturnya. Di sisi makro, ulasnya, pasar juga mencermati perubahan ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Data inflasi masih menunjukkan tekanan yang belum sepenuhnya reda, namun pelemahan pasar tenaga kerja mulai meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve akan mengurangi sikap hawkish pada pertemuan FOMC akhir Juli. "Data ekonomi terbaru memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda, sementara pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini membuka peluang bagi The Fed untuk mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Walaupun belum menjadi sinyal penuh untuk kembali ke mode risk-on, sentimen tersebut cukup membantu meredakan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk kripto," jelas Yudho. Menurutnya, perrhatian investor juga tertuju pada keputusan Strategy yang membuka opsi monetisasi kepemilikan Bitcoin hingga US$1,25 miliar. Langkah ini dinilai mengubah narasi perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pemegang Bitcoin jangka panjang tanpa rencana menjual asetnya. "Program monetisasi ini belum tentu berarti penjualan Bitcoin akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, pasar akan terus memantau implementasinya karena jika tekanan pendanaan meningkat, potensi tambahan pasokan Bitcoin dari Strategy dapat memengaruhi sentimen investor," beber Yudho. Sementara, terang Yudho, produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar sekitar US$4,1 - 4,5 miliar sepanjang Juni, menjadikannya bulan dengan outflow terbesar sejak produk tersebut diluncurkan. Meski demikian, FLOQ melihat terdapat beberapa indikator yang masih menunjukkan kekuatan fundamental pasar. "Arus keluar ETF memang masih menjadi tekanan utama, tetapi data on-chain justru memperlihatkan investor jangka panjang belum melakukan distribusi besar-besaran. Cadangan Bitcoin di bursa tetap rendah dan akumulasi oleh pemegang besar masih berlangsung. Ini menjadi sinyal bahwa fondasi jangka panjang pasar belum berubah secara signifikan," imbuhnya. Selain faktor pasar, tukasnya, perkembangan regulasi di Amerika Serikat juga diperkirakan menjadi salah satu penentu arah industri aset digital. Teks final CLARITY Act dijadwalkan terbit pada awal Juli, sementara peluang pembahasan di tingkat legislatif berlangsung sepanjang Juli hingga awal Agustus. "Juli akan menjadi periode penting bagi industri aset digital. Pasar bukan hanya menunggu arah kebijakan moneter, tetapi juga kepastian regulasi. Apabila CLARITY Act menunjukkan kemajuan yang positif, hal tersebut berpotensi menjadi fondasi jangka panjang bagi adopsi institusional di pasar kripto," sebutnya Yudho. Di dalam negeri, kondisi pasar juga masih menghadapi sejumlah tantangan. Pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, kontraksi PMI manufaktur, serta potensi penerapan tarif baru Amerika Serikat terhadap produk Indonesia menjadi faktor yang perlu dicermati investor dalam mengelola risiko portofolio. FLOQ mengimbau investor untuk tetap mengedepankan manajemen risiko dan menghindari keputusan investasi yang dipengaruhi oleh volatilitas jangka pendek. Investor pemula disarankan tetap konsisten menerapkan strategi dollar-cost averaging (DCA), sementara trader jangka pendek perlu memperhatikan level support dan resistance utama sebelum mengambil posisi baru.
BLU Kemenkeu Raih Penghargaan Medbun Awards 2026 Berkat Komitmen Pemberdayaan UMKM Sawit
Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kemenkeu mendapatkan penghargaan “Excellence Institution in Empowering Micro, Small, and Medium Palm Oil Enterprises” di ajang Medbun Awards 2026. Penghargaan yang diberikan kepada BPDP bentuk apresiasi atas komitmen dan perannya dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis kelapa sawit di Indonesia. Penghargaan diberikan sebagai rangkaian kegiatan 4th Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026 yang digelar pada 9 Juli 2026 di Hotel Adi Mulia, Medan, Sumatera Utara. BPDP secara aktif dan konsisten mendukung tumbuhnya UMKM sawit yang inovatif, mandiri dan berkelanjutan, dengan selalu menyediakan berbagai program peningkatan kapasitas, fasilitasi promosi dan penguatan daya saing agar dapat menjadi UMKM yang naik kelas. Hingga Juni 2026 kegiatan Kerjasama UMKM BPDP telah mencapai 52 program kegiatan dengan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder mulai asosiasi Petani , Perguruan Tinggi, Kementerian, Media hingga pondok pesantren. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan BPDP terus mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM), adopsi teknologi, serta percepatan hilirisasi industri kelapa sawit Indonesia menuju industri yang berdaya saing dan berkelanjutan agar kemudian UMKM juga memiliki produk-produk yang berkualitas. “Teknologi dan hilirisasi industri tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pengolahan skala besar, tetapi harus membuka peluang bagi UMKM untuk menghasilkan produk-produk inovatif berbasis kelapa sawit yang memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujar Helmi U8sungt tema “Updating Technology & Talent Palm Oil Mill and Downstream” dengan subtema “Hilirisasi Komoditi Perkebunan Menuju Sawit Pilar Indonesia Emas 2045”, TPOMI 2026 menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku industri dan UMKM, praktisi, serta penyedia teknologi untuk mendiskusikan berbagai inovasi dan tantangan dalam pengembangan industri pengolahan kelapa sawit nasional. Melalui booth pameran BPDP dalam TPOMI 2026, para pengunjung memperoleh informasi program pengembangan UMKM, promosi komoditas perkebunan serta informasi mengenai hilirisasi yang dapat menjadi peluang usaha. Pengunjung juga memperoleh informasi mengenai berbagai produk turunan kelapa sawit beserta potensi pengembangannya sebagai bagian dari upaya mendorong tumbuhnya wirausaha berbasis komoditas perkebunan diantaranya kepala, kelapa sawit dan kakao. TPOMI digelar selama 3 hari yang mana peserta dapat mengikuti konferensi, seminar teknis, diskusi panel, serta pameran teknologi yang menampilkan berbagai inovasi di bidang pengolahan kelapa sawit, digitalisasi industri, otomatisasi berbagai Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), efisiensi energi, hingga solusi perangkat lunak untuk mendukung operasional pabrik kelapa sawit.
Evakuasi Berhasil, Koops TNI Habema Perkuat Pengamanan dan Kejar Pelaku di Yahukimo
Yahukimo, katakabar.com - Koops TNI Habema bergerak cepat mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin, yang menjadi korban penembakan di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Jumat (3/7) lalu. Di saat yang sama, tim patroli juga diterjunkan untuk melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan pilot serta pembakaran pesawat. Operasi evakuasi dilaksanakan dengan mengedepankan kecepatan, ketelitian, dan faktor keamanan mengingat lokasi kejadian berada di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau. Total 10 personel Koops TNI Habema diterjunkan dengan dukungan dua helikopter Caracal sehingga proses evakuasi dapat berjalan secara aman dan terkoordinasi. Berkat operasi yang berjalan lancar, jenazah Nicholas F. Goselin berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan diterbangkan menuju Timika menggunakan dukungan udara Koops TNI Habema. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna , S.H, M.Si, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pilot PT AMA Air sekaligus menegaskan komitmen Koops TNI Habema dalam menjaga keamanan wilayah. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya pilot PT AMA Air. Koops TNI Habema berkomitmen mendukung proses evakuasi, menjaga keamanan wilayah, serta membantu penegakan hukum. Tim patroli juga terus melaksanakan penyisiran dan pengejaran terhadap para pelaku. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar keamanan masyarakat dan pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap terjaga," ujarnya. Sejalan dengan komitmen tersebut, kata Wirya, tim patroli Koops TNI Habema terus bergerak melakukan penyisiran dan pengejaran bersama unsur terkait. "Langkah ini dilakukan untuk mendukung proses penegakan hukum sekaligus memastikan situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo tetap kondusif," jelasnya. Selain operasi pengejaran, lanjutnya, Koops TNI Habema bersama unsur terkait memperkuat pengamanan di sekitar lokasi kejadian guna mendukung proses penyelidikan. Pengamanan juga dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga kelancaran penerbangan perintis yang menjadi jalur penting bagi wilayah pedalaman Papua. "Bagi masyarakat Papua Pegunungan, penerbangan perintis memiliki peran yang sangat vital. Moda transportasi ini menjadi penghubung distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan masyarakat di daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat," ucapnya. Koops TNI Habema memastikan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait akan terus diperkuat. Pengamanan wilayah, pendalaman kronologi kejadian, hingga operasi pengejaran terhadap para pelaku akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di Yahukimo dan wilayah sekitarnya. Keberhasilan operasi evakuasi ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan medan Papua yang berat, keselamatan dan kemanusiaan tetap menjadi prioritas. Bersamaan dengan itu, Koops TNI Habema akan terus hadir menjaga keamanan, mendukung penegakan hukum, serta memastikan masyarakat Papua dapat beraktivitas dengan tenang dan pelayanan penerbangan perintis tetap berjalan demi menghubungkan harapan di setiap pelosok negeri.
Promosi Hilirisasi Komoditas Perkebunan, BPDP Sabet Penghargaan PENAS XVII 2026
Gorontalo, katakabar.com - Seorang petani sawit dan kelapa dari Kabupaten Powohatu Gorontalo, Iradat, tampak serius simak poster hilirisasi komoditas kelapa pada stand Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di gelaran Pameran Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII 2026. “Di daerah kami banyak produksi kelapa, tetapi yang dimanfaatkan baru buahnya saja. Sedang sabuk, tempurung, dan produk samping lainnya hanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan,” tutur Iradat. “Dengan informasi yang disampaikan pada stand BPDP ini, saya jadi tahu begitu banyak produk-produk hilir yang dapat dibuat dari produk Kelapa, turunan, dan produk sampingannya, yang dapat dibuat pada skala usaha kecil dan petani," cerita Iradat. Pameran PENAS XVII 2026 diselenggarakan pada 20 hingga 25 Juni 2026 di Komplek Kawasan Stadion GOR David Tony Desa Honggaula, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, usung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan". Pameran PENAS XVII 2026 bagian dari rangkaian kegiatan PENAS XVII 2026 yang acara puncaknya dihadiri langsung Presiden RI, H Prabowo Subianto pada 24 Juni 2026. Pertemuan akbar ini dihadiri sekitar 50 ribu peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari petani dan nelayan, pemerintah daerah, organisasi terkait, hingga para pelaku sektor pertanian dan pangan yang berasal dari seluruh Indonesia. Stand BPDP menyuguhkan berbagai informasi antara lain Program Layanan BPDP, Hilirisasi komoditas Sawit, Kelapa, dan Coklat, serta Manfaat Kelapa Sawit dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. BPDP juga menghadirkan perwakilan 2 (dua) koperasi petani sawit yang menampilkan produk-produk UMKM berbahan baku sawit, turunan, dan produk sampingnya. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, mengatakan kehadiran BPDP dalam pameran ini sebagai wujud kontribusi komoditas perkebunan dalam mendukung ketahanan pangan. “Indonesia telah lama mencapai swasembada minyak nabati dari minyak sawit. Sekitar 40% hasil produksi minyak sawit digunakan untuk konsumsi dalam negeri termasuk untuk pangan, sehingga kita tidak perlu lagi mengimpor minyak nabati untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat dalam negeri,” kata Helmi. “Bahkan, hasil produksi minyak sawit kita diekspor ke berbagai negara di dunia untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati masyarakat dunia,” ucapnya. Selain pemanfaatan untuk pangan, Helmi Muhansah, mengatakan produk perkebunan dan turunannya dapat juga diproduksi pada skala UMKM menjadi beragam produk kebutuhan masyarakat. “BPDP menghadirkan dua koperasi petani sawit yang memproduksi produk UMKM berbahan baku sawit. Kedua koperasi ini yakni Koperasi Sawit Setara dan Koperasi Agribisnis Jaya Indonesia (KAJI), telah bermitra dengan BPDP melalui program pemberdayaan UMKM perkebunan, dan telah menghasilkan beragam produk UMKM berbahan baku sawit sebagaimana yang ditampilkan dalam stand ini," sebut Helmi. BPDP Raih Penghargaan Stand BPDP yang dikunjungi ratusan petani, nelayan, dan masyarakat umum meraih penghargaan Pameran Penas XVII 2026 sebagai Juara II kategori Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD/Swasta. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Panitia Penas XVII 2026 kepada perwakilan BPDP, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Anwar Sadat, pada kegiatan penutupan pameran PENAS XVII 2026 di Taman Budaya Limboto pada Rabu (24/6) lalu. Kegiatan penutupan dihadiri Pemerintah Provinsi Gorontalo, Bupati Kabupaten Limboto, Pimpinan Daerah Kabupaten se Gorontalo, Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Petani dan Nelayan peserta PENAS XVII 2026, Peserta Pameran, perwakilan Sponsor, serta masyarakat kabupaten Limboto. Ketua Koperasi KAJI, Sulaiman A. Loeloe, mengucapkan kegembiraannya bisa berpartisipasi dalam stand BPDP pada perhelatan Penas kali ini. Sulaiman mengatakan mereka membawa banyak produk UMKM berbahan baku sawit yang ditampilkan pada kegiatan ini. “Produk kami antara lain kopi dengan krimer sawit, minuman jahe dengan gula aren kelapa dan krimer sawit, coklat yang diproduksi dari minyak goreng sawit, dan beberapa produk makanan lainnya. Alhamdulillah dengan display ini, bisa berkontribusi terhadap capaian stand BPDP,” beber Sulaiman. Pengurus Koperasi Sawit Setara Reskita Sawitri menyampaikan hal yang sama. Rezkita mengatakan Koperasi Sawit Setara menampilkan produk kerajinan lidi sawit, parfum berbahan baku sawit, sabun, kopi krimer sawit, dan pupuk organik dari tandan kosong sawit. “Kami mengapresiasi undangan BPDP untuk berpatisipasi di pameran ini. Pada event ini bisa bertemu dengan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, dan beberapa diantara yang mengunjungi stand BPDP juga adalah petani sawit, kelapa, dan kakao,” terang Reskita. Di antara pengunjung stand BPDP juga nampak Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Fadel Muhammad, dan beberapa Kepala Daerah (Gubernur/Bupati) peserta Penas XVII 2026. Keikusertaan BPDP pada pameran Penas XVII 2026 merupakan bentuk dukungan bagi peningkatan kesejahteraan petani, pemberdayaan Koperasi dan UMKM, serta mempromosikan manfaat komoditas perkebunan bagi masyarakat.
Pemerintah Dua Desa Goro Perbaiki Jembatan, Asa Pembangunan Permanen Direalisasikan
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Mekar Baru, Kecamatan Rangsang Pesisir, bersama Pemerintah Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, inisiasi kegiatan gotong royong untuk memperbaiki jembatan penghubung antardesa yang telah lama mengalami kerusakan. Kegiatan yang dilaksanakan Jumat (10/7) itu dipimpin Kepala Desa Melai, Sulaiman, dengan melibatkan perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari Desa Melai dan Desa Mekar Baru. Jembatan yang menghubungkan Jalan Gembol, Dusun Melati, Desa Melai, dengan Jalan Tok Garang, Dusun Cempaka, Desa Mekar Baru, akses utama yang menghubungkan Kecamatan Rangsang Barat dan Kecamatan Rangsang Pesisir. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah setempat. Pemerintah desa menyampaikan bahwa perbaikan yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, sekaligus solusi sementara agar jembatan tetap dapat dilalui. Menurut pemerintah desa, ini merupakan kali ketiga masyarakat bersama pemerintah desa melakukan perbaikan secara swadaya karena pembangunan permanen yang diharapkan belum juga terealisasi. Setiap hari, jembatan tersebut dilalui oleh pelajar, ambulans, tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Rangsang Pesisir, aparatur pemerintah, serta masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi. Selain itu, jembatan juga menjadi jalur distribusi hasil perkebunan, pertanian, dan perikanan menuju pusat Kabupaten Kepulauan Meranti. Pemerintah Desa (Pemkab) Mekar Baru dan Melai berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen mengingat statusnya sebagai jalan poros yang menghubungkan dua kecamatan dan memiliki fungsi strategis bagi pelayanan publik maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kami berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan. Infrastruktur ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama bagi berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga perekonomian," ujar perwakilan pemerintah desa. Pemerintah desa menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah bergotong royong serta memberikan bantuan tenaga, material, dan dukungan lainnya sehingga perbaikan sementara dapat terlaksana dengan baik. Melalui semangat kebersamaan tersebut, pemerintah desa berharap budaya gotong royong terus terjaga. Tetapi, pembangunan jembatan permanen tetap menjadi harapan besar masyarakat demi terciptanya akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang pembangunan di wilayah Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir.
Polda Riau Juara Umum Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup 7, Personel Polres Kepulauan Meranti Sumbang Emas
Kepulauan Meranti, katakabar.com -Prestasi membanggakan ditorehkan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti. Salah seorang personelnya berhasil sumbangkan medali emas bagi kontingen Polda Riau yang sukses keluar sebagai juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Kapolri Cup 7 yang berlangsung di Stadium Indoor Kelapa Dua, Tangerang, Provinsi Banten, pada 9 hingga 11 Juli 2026 kemarin. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH, kepada wartawan, Minggu (12/7), mengucapkan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih personelnya tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu berprestasi di tingkat nasional. Personel Sat Intelkam Polres Kepulauan Meranti, Bripda Renhard Lois Bryan Sinaga, berhasil meraih medali emas pada kategori Taekwondo Umum kelas Over 87 kilogram putra. Raihan tersebut menjadi salah satu penentu keberhasilan Polda Riau meraih gelar juara umum pada kejuaraan bergengsi yang diikuti kontingen dari berbagai Polda di Indonesia. "Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polres Kepulauan Meranti. Keberhasilan Bripda Renhard Lois Bryan Sinaga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus mengembangkan kemampuan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun di bidang olahraga," ujar AKBP Aldi Alfa Faroqi. Pada Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup 7, Polda Riau tampil sebagai Juara 1, mengungguli kontingen Polda Sulawesi Utara di posisi kedua, sementara Polda Bengkulu dan Polda Lampung berbagi posisi ketiga. Kesuksesan tersebut diraih berkat penampilan impresif para atlet dari berbagai satuan kerja dan satuan wilayah di jajaran Polda Riau. Pada kategori Taekwondo Polri, medali diraih oleh Bripda Mega Djuwita Siallagan dari Polres Kampar yang mempersembahkan 1 medali emas pada nomor Tag Team Putri dan 1 medali perunggu kelas Under 73 Kg Putri. Selanjutnya Bripda Hanifa Safitri dari Bidpropam Polda Riau menyumbang 1 medali emas pada nomor Tag Team Putri serta 1 medali perak kelas Under 53 Kg Putri. Sementara Briptu Indria Larasati dari Polres Pelalawan turut menyumbangkan 1 medali emas pada nomor Tag Team Putri. Sedang, pada kategori Taekwondo Umum, medali emas dipersembahkan oleh Briptu Tirto Kinasih Putro Kesumo dari Rorena Polda Riau (Under 80 Kg Putra), Briptu Saheb Rifqi Fadilah dari Sat Brimob Polda Riau (Under 58 Kg Putra), Bripda Diego Rodriguez Dewa Rafsyanj dari Polres Indragiri Hilir (Under 63 Kg Putra), Bripda Vascal Bintano dari Polres Siak (Under 87 Kg Putra), Bripda Mega Djuwita Siallagan dari Polres Kampar (Under 73 Kg Putri), Bripda Hanifa Safitri dari Bidpropam Polda Riau (Under 53 Kg Putri), serta Bripda Renhard Lois Bryan Sinaga dari Polres Kepulauan Meranti (Over 87 Kg Putra). Sementara medali perak pada kategori Taekwondo Umum disumbangkan oleh Bripda Risky Gilang Ramadan dari Bidpropam Polda Riau pada kelas Under 74 Kg Putra dan Bripda Muhammad Raihan Al Majid dari SPN Polda Riau pada kelas Under 68 Kg Putra. Secara keseluruhan, kontingen Polda Riau berhasil mengoleksi 10 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu, sehingga berhak menyandang gelar juara umum Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup 7. Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari kerja keras tim yang dipimpin AKP Gian Wiatma Jonimandala, S.T.K., S.I.K selaku manajer, didampingi pelatih Aipda Ananda Citra Rizki dan Aipda Jili Wulandari, serta ofisial Bripka Rully Septiadi Saputra. Tak hanya berjaya di arena taekwondo, Polres Kepulauan Meranti juga mencatat sederet prestasi pada rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 tingkat Polda Riau. Kapolres Kepulauan Meranti menyebutkan, Polres Kepulauan Meranti berhasil memboyong delapan prestasi dalam berbagai cabang perlombaan yang digelar Polda Riau. "Alhamdulillah, Polres Kepulauan Meranti berhasil memboyong delapan prestasi dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tingkat Polda Riau. Terima kasih atas dukungan seluruh personel dan masyarakat sehingga berbagai capaian ini dapat diraih," jelasnya. Delapan prestasi tersebut meliputi Juara I Lomba Tiga Pilar, Juara III Lomba Kampung Tangguh, Juara III Lomba Patroli Samapta, Juara III Lomba Pidato Bhabinkamtibmas yang diraih Aiptu Joko, Juara III Bhabinkamtibmas Terbaik yang diraih Aipda Ashobirin, Juara II Lomba Konten Influencer Kategori Umum yang diraih Bripka Khairi, serta Juara I Kejuaraan Taekwondo Kapolri Cup 7 melalui Bripda Renhard Lois Bryan Sinaga yang mempersembahkan medali emas bagi Polda Riau. Kapolres berharap seluruh prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Kepulauan Meranti untuk terus meningkatkan profesionalisme, kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mengharumkan nama institusi melalui prestasi di berbagai bidang.
Cara Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha Biar Bisnis Lebih Tertata
Jakarta, katakabar.com - Memisahkan uang pribadi dan uang usaha adalah salah satu langkah sederhana yang dapat membantu pelaku usaha mengelola keuangan dengan lebih rapi. Sayangnya, masih banyak UMKM dan pemilik bisnis yang menggunakan satu rekening untuk semua transaksi. Akibatnya, pemasukan usaha, belanja operasional, hingga kebutuhan pribadi bercampur menjadi satu. Kondisi ini membuat keuntungan bisnis sulit dihitung. Bahkan, tidak sedikit pelaku usaha yang merasa omzet terus bertambah, tetapi saldo rekening tidak pernah benar-benar mencerminkan perkembangan usahanya. Lalu, bagaimana cara memisahkan keuangan bisnis dengan lebih praktis? Kenapa Uang Pribadi dan Uang Usaha Harus Dipisahkan? Saat bisnis masih baru berjalan, menggunakan satu rekening memang terasa lebih praktis. Namun, seiring bertambahnya transaksi, cara ini justru bisa menyulitkan. Beberapa dampaknya antara lain: - Sulit mengetahui keuntungan usaha. - Pengeluaran pribadi dan operasional tercampur. - Arus kas menjadi kurang jelas. - Pencatatan keuangan memakan waktu lebih lama. - Evaluasi kondisi bisnis menjadi kurang akurat. Memisahkan rekening membantu setiap transaksi memiliki tujuan yang lebih jelas. Gunakan Rekening Khusus untuk Bisnis Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memiliki rekening usaha yang digunakan khusus untuk aktivitas bisnis. Misalnya untuk: - Menerima pembayaran pelanggan. - Membayar supplier. - Membayar operasional usaha. - Menyimpan hasil penjualan. Sementara itu, kebutuhan pribadi tetap menggunakan rekening yang berbeda. Kebiasaan sederhana ini membuat arus kas lebih mudah dipantau dari waktu ke waktu. Tentukan Gaji untuk Diri Sendiri Banyak pemilik usaha mengambil uang dari hasil penjualan kapan saja saat membutuhkan. Padahal, cara ini membuat keuntungan bisnis sulit dihitung. Coba tentukan nominal tertentu sebagai "gaji" yang dipindahkan dari rekening usaha ke rekening pribadi setiap bulan. Dengan begitu, kebutuhan pribadi tidak lagi bercampur dengan uang operasional bisnis. Catat Semua Transaksi Sekecil apa pun nominalnya, biasakan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran usaha. Misalnya: - Penjualan harian - Pembelian stok - Ongkos kirim - Biaya operasional - Pembayaran supplier Pencatatan yang konsisten membantu melihat kondisi keuangan bisnis secara lebih menyeluruh. Sisihkan Dana untuk Pengembangan Usaha Tidak semua keuntungan perlu langsung digunakan. Sebagian pelaku usaha memilih menyisihkan sebagian laba untuk kebutuhan seperti: - Menambah stok barang - Membeli peralatan baru - Membuka cabang - Dana operasional Cara ini membantu bisnis memiliki ruang untuk terus berkembang tanpa mengganggu kebutuhan pribadi. Kapan Sebaiknya Buka Rekening Atas Nama Usaha? Banyak orang mengira buka rekening atas nama usaha baru diperlukan ketika bisnis sudah memiliki omzet besar. Padahal, rekening usaha sudah bisa dipertimbangkan sejak usaha mulai menerima transaksi secara rutin, baik toko online, usaha kuliner, jasa, maupun UMKM lainnya. Semakin cepat keuangan dipisahkan, semakin mudah pula memantau perkembangan bisnis dari waktu ke waktu. Kelola Transaksi Bisnis Lebih Praktis dengan Rekening Neo Bisnis Kalau ingin memisahkan keuangan usaha dari rekening pribadi, Rekening Neo Bisnis dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan. Neo Bisnis dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi pelaku usaha melalui berbagai fitur yang memudahkan pengelolaan bisnis, antara lain: - Pencatatan kas masuk dan kas keluar secara otomatis - Bunga tabungan kompetitif* - Gratis transfer antarbank hingga 90 kali per bulan - Pembuatan QRIS merchant yang praktis dan mudah Pencairan dana hasil transaksi QRIS hingga 3 kali sehari, termasuk saat akhir pekan dan hari libur nasional untuk transaksi yang diproses sebelum pukul 14.00 WIB Semua fitur tersebut dapat diakses melalui satu aplikasi sehingga aktivitas transaksi bisnis menjadi lebih praktis. Sebelum membuka rekening, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku. Tentang PT BNC Jika ingin mulai menggunakan Neo Bisnis, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Bisnis di website resmi Bank Neo Commerce. "Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% per tahun". PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Belajar dari Indonesia: Ketika Negeri Mengubah Cara Pandang Hidup
Oleh: Gunjan Prasad Jakarta, katakabar.com - Di antara konsekuensi tak terduga ketika membangun kehidupan di negara lain adalah tanpa disadari kita berubah menjadi seorang antropolog. Selama hampir dua belas tahun Indonesia menjadi rumah bagi keluarga kami, saya merasa cukup hanya dengan mengamati. Baru ketika diminta menulis refleksi ini saya mulai mencari kata-kata untuk menjelaskan apa yang selama ini saya rasakan. Saya bertanya kepada teman-teman Indonesia, mencarinya di Google, bahkan bertanya kepada ChatGPT apakah bahasa Indonesia memiliki istilah untuk menggambarkan berbagai nilai yang diam-diam saya kagumi selama tinggal di sini. Sebagian memang memiliki padanan kata. Sebagian lainnya, seperti martabat yang tenang dalam cara masyarakat Indonesia menjalani hidup, terasa sulit diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Tulisan ini lahir dari berbagai pengalaman yang paling dekat dengan kehidupan saya di Indonesia: rumah, keluarga, lingkungan sekitar, sekolah anak-anak, spiritualitas, makanan, hingga kebudayaan. Pelajaran pertama yang saya dapatkan dari Indonesia datang jauh sebelum saya mengetahui bahwa nilai itu memiliki sebuah nama. Pelajaran itu saya temukan di rumah. Apabila salah satu anggota staf rumah tangga kami menyelesaikan pekerjaannya lebih dahulu, ia akan membantu rekan lainnya tanpa diminta. Ketika ada yang sedang sakit, pekerjaan berpindah tangan begitu saja, hampir tanpa terlihat. Tidak pernah terdengar pertanyaan, "Itu tugas siapa?" Mereka hanya melihat apa yang perlu dilakukan, lalu mengerjakannya bersama. Rumah kami terasa berjalan bukan sebagai tempat kerja dengan pembagian tugas yang kaku, melainkan sebagai sebuah komunitas kecil. Awalnya saya mengira kami hanya beruntung memiliki orang-orang yang luar biasa. Baru bertahun-tahun kemudian saya menyadari bahwa yang saya saksikan sebenarnya adalah salah satu naluri budaya paling mendasar di Indonesia. Gotong royong. Dalam bahasa Inggris istilah ini sering diterjemahkan sebagai mutual cooperation. Terjemahan itu terasa terlalu kaku. Gotong royong bukan sekadar bekerja sama karena seseorang meminta bantuan. Nilai itu lahir dari keyakinan bahwa kesejahteraan saya dan kesejahteraan Anda saling berkaitan. Begitu saya mulai memahami maknanya, saya melihat gotong royong hadir hampir di mana-mana. Saya menemukannya kembali di sekolah internasional tempat anak-anak kami belajar. Seperti banyak keluarga ekspatriat lainnya, kami datang dengan harapan yang tidak jauh berbeda. Kami ingin anak-anak berprestasi, menemukan bakat mereka, dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Sekolah tentu mendorong mereka untuk meraih prestasi. Namun pada saat yang sama, sekolah juga mengajarkan sesuatu yang lebih penting, yaitu bahwa keberhasilan tidak boleh diraih dengan mengorbankan orang lain. Di ruang kelas, lapangan olahraga, kegiatan seni, maupun proyek pelayanan masyarakat, anak-anak terus menerima pesan yang sama. Jika kita memiliki kesempatan untuk berhasil, maka kita juga memiliki tanggung jawab membantu orang lain berkembang bersama kita. Prestasi memang penting, tetapi memberikan ruang bagi orang lain untuk berhasil sama pentingnya. Ada lagi satu kata yang menurut saya hampir mustahil diterjemahkan dengan tepat, yaitu ramah. Bahasa Inggris biasanya menerjemahkannya sebagai friendliness. Namun bagi saya, ramah lebih merupakan cara menyambut seseorang. Sebuah kemampuan sederhana untuk membuat orang lain merasa diterima bahkan sebelum mereka melakukan apa pun. Saya menemukannya di tempat-tempat yang paling biasa. Saat mewawancarai narasumber ketika masih menjadi jurnalis lepas, berbincang dengan pengemudi Grab, bermain bridge, duduk di salon langganan, berbelanja di pasar tradisional, hingga dalam percakapan-percakapan kecil yang diawali dengan bahasa Indonesia saya yang masih terbata-bata. Lebih sering daripada yang saya bayangkan, kesalahan saya dalam berbahasa tidak disambut dengan koreksi, melainkan dengan senyum dan kegembiraan yang tulus. Sebagai seorang ekspatriat, saya tidak pernah merasa harus "membuktikan diri" agar diterima. Keramahan di Indonesia bukan sekadar membuat orang merasa disambut, melainkan membuat mereka hampir tidak pernah merasa sebagai orang asing. Kemudian saya mengenal makna ikhlas. Selama tinggal di Indonesia, kami berkesempatan bekerja bersama banyak orang Indonesia yang luar biasa. Etos kerja mereka sangat tinggi, loyalitasnya tidak pernah diragukan, standar kerjanya sangat baik, dan semangat belajar mereka selalu menginspirasi. Tetapi, yang paling membekas justru bukan semua itu. Yang paling saya ingat adalah betapa kecilnya keinginan mereka untuk mencari pengakuan atas apa yang telah mereka lakukan. Kini saya memahami bahwa mungkin itulah makna ikhlas: melakukan sesuatu sepenuh hati tanpa terus-menerus berharap dipuji atau diakui. Bersamaan dengan itu saya juga belajar mengenai harga diri. Di balik kesopanan masyarakat Indonesia tersimpan rasa hormat terhadap diri sendiri yang sangat kuat. Ketika kepercayaan rusak atau rasa hormat hilang, jarang sekali saya melihat kemarahan yang meledak-ledak. Yang lebih sering terjadi justru seseorang memilih menjaga jarak dengan tenang. Ada hal-hal yang tidak dapat diperbaiki hanya melalui penjelasan atau negosiasi. Indonesia juga memiliki satu kata yang sangat saya sukai: adem. Kata ini bukan hanya berarti sejuk. Adem adalah perasaan ketika segala sesuatu terasa tenang dan berada pada tempatnya. Itulah yang selalu saya rasakan setiap kali duduk bermain bridge di Jakarta. Indonesia melahirkan banyak pemain bridge terbaik yang pernah saya temui. Kemampuan teknis mereka luar biasa dan mereka selalu mengikuti perkembangan strategi terbaru. Namun yang paling mengesankan bukanlah kecerdasannya, melainkan ketenangannya. Mereka tidak pernah merasa perlu memamerkan kemampuan. Di Indonesia, rasa percaya diri dan kerendahan hati ternyata dapat berjalan berdampingan. Saya juga mengira selama ini telah memahami arti sabar. Ternyata Indonesia mengajarkan makna yang jauh lebih dalam. Sabar bukan sekadar kemampuan menunggu, tetapi keyakinan bahwa proses tidak harus selalu dipercepat. Saat membesarkan dua putra kami hingga beranjak dewasa, saya sering mengingat pelajaran tersebut. Ada hal-hal dalam hidup yang memang tidak bisa dipaksa. Kita hanya bisa merawatnya dengan penuh kasih dan percaya bahwa semuanya akan berkembang pada waktunya sendiri. Dan mungkin sabar selalu berjalan berdampingan dengan sahabatnya yang paling setia: syukur. Sabar mengajarkan kita untuk percaya pada sesuatu yang masih berproses. Syukur mengingatkan kita untuk menghargai apa yang telah kita miliki hari ini. Setiap kali kami memulai perjalanan, sopir kami selalu mengucapkan doa singkat. Ketika kami tiba di tujuan, doa lain kembali dipanjatkan. Tidak ada seremoni. Tidak ada penonton. Hanya ungkapan syukur yang sederhana. Lama-kelamaan saya menyadari bahwa rasa syukur tidak harus menunggu peristiwa besar dalam hidup. Tiba di tujuan dengan selamat pun sudah cukup menjadi alasan untuk bersyukur. Pelajaran sederhana itu kini menjadi salah satu yang paling saya hargai. Ada satu bagian yang sengaja tidak saya ceritakan di sini. Hubungan saya dengan makanan Indonesia rasanya layak mendapat tulisan tersendiri. Cukuplah saya katakan bahwa isi dapur kami pun perlahan berubah. Ketumbar dan jintan kini berbagi tempat dengan kemiri, terasi, daun jeruk, dan kecap manis. Berbagai resep yang dahulu saya coba karena rasa penasaran kini justru menjadi hidangan favorit keluarga, bahkan lebih sering diminta dibanding makanan yang kami nikmati sejak kecil. Tanpa saya sadari, perubahan isi dapur itu ternyata sedang menceritakan kisah yang jauh lebih besar. Baru ketika menulis refleksi ini saya menyadari betapa dalam Indonesia telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga kami. Kami kini sedikit lebih lambat menghakimi orang lain, sedikit lebih cepat merangkul mereka, sedikit lebih sabar, dan jauh lebih mudah bersyukur. Mungkin memang begitulah hidup di negara lain dalam waktu yang cukup lama. Suatu hari kita menyadari bahwa negeri itu tidak lagi sekadar tempat tinggal sementara. Ia telah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita, dan perlahan ikut membentuk siapa diri kita sebenarnya. Catatan: Gunjan Prasad adalah penulis asal India yang telah tinggal di Indonesia selama hampir 12 tahun. Melalui pengalaman hidup bersama keluarganya di Indonesia, ia banyak menulis tentang budaya, masyarakat, pendidikan, serta pengalaman lintas budaya yang memperkaya hubungan antara Indonesia dan India.
Tujuh Paket Sabu Dalam Balutan Tisu
Batang Hari, katakabar.com - Perempuan 18 tahun warga RT 003, RW 001, Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Jambi, rupanya masuk target Operasi Antik Siginjai...
Sukses! PT Bestari dan BPDP Tuntaskan Pelatihan Budidaya Sawit untuk 172 Pekebun Swadaya di Riau
Pekanbaru, katakabar.com - PT Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia (Bestari) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sukses tuntaskan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026, lewat Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Angkatan I–V yang diikuti 172 pekebun swadaya asal Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Pelatihan berlangsung pada 5 hingga 12 Juli 2026 dengan agenda pembelajaran efektif selama 6 hingga 11 Juli 2026. Penutupan kegiatan digelar di Novotel Pekanbaru, Sabtu (11/7), menandai berakhirnya rangkaian peningkatan kapasitas pekebun yang difokuskan pada penerapan budidaya kelapa sawit berkelanjutan. Komisaris Utama PT Bestari, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO., mengapresiasi tingginya antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, semangat belajar para pekebun menjadi modal penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus profesionalisme perkebunan rakyat. "Saya sudah 34 tahun mengikuti berbagai pelatihan. Terus terang, saya belum pernah merasakan pelatihan yang sekompak ini. Kekompakan peserta, panitia, dan narasumber benar-benar luar biasa," kata Gulat saat menutup kegiatan. Ia berharap semangat tersebut terus terjaga ketika peserta kembali ke daerah masing-masing sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas pengelolaan kebun. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari regulasi dan kebijakan sektor perkebunan, persiapan lahan, penggunaan benih unggul, teknik penanaman, pemupukan, pengendalian gulma, hama dan penyakit tanaman, hingga praktik budidaya langsung di lapangan. Sebagai bagian dari pembelajaran, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke PT Ivomas Tunggal Sei Rokan Estate, anak usaha PT Sinarmas di Kandis, Kabupaten Siak. Di lokasi tersebut, mereka mempelajari penerapan standar operasional budidaya kelapa sawit modern, mulai dari teknik panen, pemupukan mekanis, aplikasi janjang kosong, penyemprotan, hingga pengelolaan pembibitan. Direktur PT Bestari Indonesia, Dr. Mulono Apriyanto, S.P., M.Si., mengatakan seluruh rangkaian pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan praktik budidaya yang baik di kebun masing-masing. "Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dari awal hingga akhir. Semoga seluruh ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan kebun sehari-hari sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun," jelasnya. Kata Mulono, materi yang diberikan mencakup seluruh tahapan penting dalam budidaya tanaman kelapa sawit, mulai dari penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemupukan hingga pengelolaan tanaman belum menghasilkan (TBM). "Kegiatan ini memberikan pelatihan teknik budidaya kelapa sawit mulai dari penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemupukan hingga pengelolaan tanaman belum menghasilkan. Harapan kami seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu tersebut di kebun masing-masing," terangnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPDP yang kembali mempercayakan PT Bestari sebagai penyelenggara program pengembangan SDM bagi pekebun sawit rakyat. "Terima kasih kepada BPDP atas kepercayaan yang diberikan kepada PT Bestari dalam menyelenggarakan pelatihan bagi 172 pekebun swadaya pada tahun 2026. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak petani sawit yang memperoleh manfaat dari program pengembangan SDM," ucapnya. Selama pelaksanaan kegiatan, Komite Pengarah BPDP turut melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan seluruh tahapan pelatihan berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi kualitas pembelajaran maupun pemanfaatan anggaran. Sedang, di sesi integrasi rangkuman hasil pelatihan, Head of International Relation APKASINDO, Dr. (Cn) Djono A. Burhan, S.Kom., MMgt (Int. Bus), CC, CL., mengingatkan seluruh peserta agar konsisten menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu kunci utama untuk mendongkrak produktivitas perkebunan sawit rakyat yang hingga kini masih belum mencapai potensi maksimal. "Semoga seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di lapangan sehingga mampu meningkatkan produktivitas kebun sekaligus mendorong kesejahteraan pekebun sawit rakyat," tukasnya. Di akhir acara, panitia menyerahkan penghargaan kepada peserta paling aktif dan kelompok terbaik, serta membagikan berbagai perlengkapan praktik budidaya kelapa sawit sebagai bentuk dukungan agar peserta dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang diperoleh. Melalui Program SDMP 2026 ini, PT Bestari dan BPDP berharap semakin banyak pekebun sawit rakyat yang memiliki kompetensi teknis, menerapkan praktik budidaya berkelanjutan, serta mampu meningkatkan produktivitas, kesejahteraan, dan daya saing perkebunan kelapa sawit nasional.
Sidak RSUD Tanjung Pura, Plt Bupati Tiorita Soroti Disiplin Pegawai
Langkat, katakabar.com - Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, SH, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Tanjung Pura, Jumat (10/7/2026), untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal.
Plt Bupati Langkat Serahkan Rumah Layak Huni untuk Warga Pematang Serai
Langkat, katakabar.com – Plt Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti menyerahkan kunci rumah layak huni kepada Abdul Jalil, warga Desa Pematang Serai, Kecamatan Tanjung Pura, Jumat (10/7/2026).
Pengamat Hukum Pertanyakan Penghentian Kasus DIF Milliaran Rupian di Kota Binjai
Binjai, katakabar – Penetapan tersangka dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah oleh Kortas Tipidkor Polri memicu sorotan terhadap penanganan perkara korupsi di daerah.
India dan Indonesia: Dua Sahabat Sejiwa di Era Baru
Jakarta, katakabar.com - India-Indonesia Track 1.5 Dialogue merupakan inisiatif kerja sama selama dua tahun yang digagas oleh Gateway House: Indian Council on Global Relations di Mumbai dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia di Jakarta. Forum ini mempertemukan para pakar dari lembaga pemikir, pejabat pemerintah, serta pelaku usaha dari kedua negara setiap dua tahun sekali untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan penguatan hubungan strategis India dan Indonesia. India dan Indonesia memiliki hubungan strategis komprehensif yang dibangun di atas ikatan sejarah panjang, baik pada masa kuno maupun modern. Hubungan tersebut terus berkembang melalui perdagangan, kerja sama ekonomi, serta interaksi antar masyarakat yang semakin erat. Seiring kedua negara terus tumbuh sebagai kekuatan penting di kawasan, terbuka pula berbagai peluang baru untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan, energi, serta kawasan Indo-Pasifik. Pada konteks tersebut, Track 1.5 Dialogue menjadi wadah yang tepat untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Forum ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendorong inovasi sekaligus membantu kedua negara merespons berbagai tantangan tata kelola yang terus berkembang melalui kerja sama bilateral maupun multilateral. Sebagai langkah awal, pada 23 hingga 24 September 2024, Gateway House bersama CSIS Indonesia menyelenggarakan India-Indonesia Track 1.5 Dialogue perdana di Mumbai. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri India, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi, serta didukung oleh Pemerintah Negara Bagian Maharashtra, India, bersama Indorama dan Sinarmas dari Indonesia. Selama dua hari penyelenggaraan, forum ini mengangkat gagasan untuk mentransformasikan hubungan India dan Indonesia dari konsep "companion souls" atau sahabat sejiwa yang pernah diperkenalkan oleh Rabindranath Tagore saat kunjungannya ke Indonesia pada 1927, menjadi kemitraan geopolitik, geostrategis, dan geoekonomi yang relevan dengan tantangan abad ke 21. Semangat tersebut mencerminkan posisi India dan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar dan ketiga terbesar di dunia yang memiliki peluang untuk semakin memperkuat peran di panggung global. Berbagai sesi diskusi dirancang untuk menyoroti keunggulan masing-masing negara sekaligus mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama teknis yang dapat dikembangkan secara bersama. Forum dialog diselenggarakan secara tatap muka di Mumbai dengan menghadirkan pejabat pemerintah, pelaku usaha, wirausahawan, akademisi, serta para pakar terkemuka dari India dan Indonesia. Acara pembukaan dihadiri oleh Ashish Kumar Sinha, Joint Secretary (South), Kementerian Luar Negeri India; Y. Jatmiko Heru Prasetyo, Direktur Asia Selatan dan Tengah, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia; Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia; serta Ina H. Krisnamurthi, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk India.
Benarkan OTT di Dishub Siak, Polisi Bilang Gini
Polisi membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Siak, Riau.