Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama
Jakarta, katakabar.com - Cara investor memilih kawasan industri di Indonesia mulai mengalami perubahan. Kalau sebelumnya keputusan investasi lebih banyak ditentukan harga lahan dan ketersediaan ruang produksi, kini semakin banyak perusahaan yang mempertimbangkan faktor konektivitas logistik, akses supply chain, ketersediaan utilitas, hingga dukungan ekosistem bisnis sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Perubahan tersebut terjadi seiring masuknya gelombang investasi baru dari sektor kendaraan listrik (EV), elektronik, data centre, hingga manufaktur berorientasi ekspor yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan jaringan logistik yang semakin kompleks. Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, perusahaan pengembang dan pengelola kawasan industri Suryacipta City of Industry di Karawang dan Subang Smartpolitan, Abednego Purnomo, mengatakan perubahan kebutuhan investor tersebut mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam lanskap industri nasional. “Beberapa tahun terakhir kami melihat perubahan yang cukup signifikan. Investor tidak lagi hanya mengevaluasi biaya lahan atau kecepatan pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana sebuah kawasan dapat mendukung efisiensi supply chain dan keberlangsungan operasional mereka dalam jangka panjang,” kata Abednego. Menurutnya, perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya perhatian investor terhadap faktor-faktor yang sebelumnya tidak menjadi pertimbangan utama, seperti konektivitas menuju pelabuhan dan jaringan transportasi nasional, ketersediaan utilitas yang andal, hingga keberadaan fasilitas pendukung yang mampu menunjang aktivitas bisnis. Tren tersebut juga tercermin dari meningkatnya minat investor asing dan domestik terhadap kawasan industri yang memiliki dukungan infrastruktur strategis. Suryacipta mencatat peningkatan minat dari investor asal Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan. Namun, permintaan dari negara-negara strategis lainnya tetap berjalan positif, misalnya dari Jepang. Ketertarikan tersebut datang dari berbagai sektor, mayoritas dari sektor otomotif (khususnya EV) dan sektor part otomotif. Diikuti oleh heavy machinery, elektronik, data centre, dan pergudangan. Selain mencari lokasi produksi, investor juga mulai mempertimbangkan aspek pengembangan kawasan dan dukungan ekosistem bisnis secara menyeluruh seperti layanan investasi. Fenomena tersebut menunjukkan kawasan industri kini semakin dipandang sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan, bukan sekadar lokasi untuk membangun pabrik. Abednego menilai, tren pemilihan kawasan ini akan membentuk pola persaingan baru di sektor kawasan industri nasional dalam beberapa tahun mendatang. “Ke depan, daya saing kawasan industri akan semakin ditentukan oleh kualitas ekosistem yang dimiliki. Kawasan yang mampu mengintegrasikan kebutuhan industri, logistik, dan pengembangan bisnis akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menarik investasi baru,” tandasnya.
Holding PTPN Mulai Musim Giling Tebu 2026, SGN Operasikan 33 Pabrik Gula se Indonesia
Surabaya, katakabar.com - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Sub Holding SugarCo di bawah PT Perkebunan Nusantara III (Persero), resmi memulai pelaksanaan musim giling tahun 2026. Total 33 pabrik gula yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia akan beroperasi secara bertahap, menandai dimulainya salah satu momentum terpenting dalam industri gula nasional. Musim giling tahapan strategis dalam rantai bisnis industri gula yang tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan upaya mewujudkan swasembada gula. Kegiatan ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari petani tebu, pekerja lapangan, hingga insan pabrik yang bersama-sama memastikan proses pengolahan tebu berjalan optimal. Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta, menyampaikan perusahaan telah melakukan berbagai persiapan secara optimal untuk menyambut musim giling tahun ini. Persiapan tersebut mencakup aspek operasional, kesiapan pabrik, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran proses giling di seluruh unit kerja. “Musim giling adalah fase krusial yang menentukan capaian perusahaan dan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar, didukung dengan kondisi cuaca yang bersahabat agar rendemen dan produktivitas dapat maksimal,” ujarnya. Lalu, Yunianta mengajak seluruh insan SGN untuk terus menjaga semangat, disiplin, dan kolaborasi selama musim giling berlangsung. Menurutnya, keberhasilan musim giling tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kemampuan perusahaan dalam menjaga kualitas, efisiensi, serta keberlanjutan operasional. “Musim giling adalah fase krusial yang menentukan capaian perusahaan dan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar, didukung dengan kondisi cuaca yang bersahabat agar rendemen dan produktivitas dapat maksimal,” ucalnya. Dengan dimulainya musim giling 2026, PT SGN kembali menegaskan komitmennya sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara dalam mendukung penguatan industri gula nasional. Melalui optimalisasi operasional pabrik gula, peningkatan produktivitas, dan sinergi bersama petani tebu, perusahaan terus berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan gula nasional serta pencapaian target swasembada gula. Di balik beroperasinya puluhan pabrik gula dan aktivitas pengolahan yang berlangsung di berbagai daerah, tersimpan semangat kolektif untuk terus mendorong kemajuan sektor agroindustri nasional. Setiap proses yang dijalankan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan kemandirian bangsa di sektor gula.
Pergerakan Harga Emas Sulit Bangkit, Tekanan Jual Bidik Level 3.984
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas diprediksk masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan ini. Menurut analisis terbaru dari Dupoin Futures, peluang pelemahan harga masih cukup besar lantaran tren turun belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Hal itu baik dari sisi teknikal maupun fundamental, kondisi pasar saat ini masih mendukung skenario bearish sehingga pelaku pasar disarankan tetap mencermati area support penting sebagai acuan pergerakan berikutnya. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan pada grafik satu jam (H1), harga emas masih bergerak di bawah tekanan jual. Upaya untuk kembali menguat juga belum membuahkan hasil karena harga masih tertahan di bawah area resistance dinamis yang dibentuk oleh indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 34. "Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga keluar dari tren penurunan yang sedang berlangsung," ujarnya. Kata Geraldo, posisi harga yang masih berada di bawah kedua indikator tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual. Selama belum mampu menembus area resistance tersebut, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan masih relatif terbatas. "Dari sisi teknikal, tekanan bearish masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga. Struktur pasar belum menunjukkan adanya sinyal pembalikan arah yang kuat sehingga potensi pelemahan masih perlu diwaspadai," jelasnya. Ia menambahkan, target penurunan terdekat berada di level 3.984. Area tersebut menjadi support penting yang berpotensi menjadi tujuan berikutnya apabila tekanan jual masih berlanjut. Jika level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk turun lebih dalam menuju area support selanjutnya di kisaran 3.957. Selain melihat struktur harga, Geraldo juga memperhatikan indikator Stochastic yang masih bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual. Hal tersebut menunjukkan bahwa momentum bearish masih cukup kuat dan belum terlihat tanda-tanda pelemahan yang berarti. "Meski indikator sudah mendekati area oversold, kondisi tersebut belum otomatis menjadi sinyal bahwa harga akan segera berbalik naik. Dalam banyak kasus, harga masih dapat melanjutkan penurunan sebelum akhirnya muncul konfirmasi pembalikan arah yang lebih kuat," ulasnya. Di sisi lain, lanjutnya, aktivitas perdagangan juga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Volume transaksi yang masih relatif rendah mengindikasikan bahwa kekuatan buyer belum cukup besar untuk mengimbangi dominasi seller. Akibatnya, peluang terjadinya breakout ke atas masih cukup terbatas dalam waktu dekat. "Selain dipengaruhi faktor teknikal, harga emas juga masih dibebani sejumlah sentimen fundamental. Salah satu faktor yang paling diperhatikan pasar adalah penguatan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar dolar meningkat, harga emas biasanya menjadi kurang menarik karena logam mulia tersebut diperdagangkan menggunakan mata uang dolar. Akibatnya, biaya pembelian emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS," terangnya. Faktor lain yang turut memberikan tekanan adalah tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Saat tingkat imbal hasil obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan dananya ke instrumen yang mampu memberikan pendapatan tetap. Kondisi tersebut membuat daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi berkurang. Pasar juga masih menunggu berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis. Jika data-data tersebut kembali menunjukkan kondisi ekonomi yang solid, maka peluang Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi akan semakin besar. Ekspektasi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus menjadi tekanan tambahan bagi harga emas. Untuk itu, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan situasi global. Risiko geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, maupun meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan sewaktu-waktu dapat kembali meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Jika kondisi tersebut terjadi, tekanan jual yang saat ini mendominasi berpotensi mulai mereda. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas pada perdagangan hari ini masih cenderung negatif. Dari sisi teknikal, harga masih bergerak di bawah Moving Average 21 dan MA 34, sementara indikator Stochastic juga masih menunjukkan momentum penurunan. Dari sisi fundamental, penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi masih menjadi faktor utama yang membatasi ruang kenaikan emas. Oleh karena itu, selama belum muncul katalis positif yang mampu mengubah sentimen pasar, peluang harga emas untuk melanjutkan pelemahan menuju area support 3.984 hingga 3.957 masih tetap terbuka.
Ini Lima CRM Indonesia Terbaik Versi Google Review
Jakarta, katakabar.com - Barantum satukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API satu dashboard, guna memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Di mana gasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Di tengah persaingan bisnis semakin ketat, menjaga hubungan dengan pelanggan jadi tantangan yang tidak bisa dianggap sepele. Banyak perusahaan berhasil meningkatkan jumlah leads dan pelanggan, tetapi justru mulai menghadapi masalah baru ketika proses penjualan dan layanan pelanggan tidak lagi bisa dikelola secara manual. Kondisi ini membuat semakin banyak perusahaan mencari sistem CRM yang mampu membantu mengelola data pelanggan, memantau aktivitas tim, dan memastikan tidak ada peluang bisnis yang terlewat. Salah satu indikator sering digunakan untuk menilai kualitas penyedia CRM adalah ulasan pengguna di Google, karena mencerminkan pengalaman nyata perusahaan yang telah menggunakan layanan tersebut. Ketika Pertumbuhan Bisnis Membikin Pengelolaan Pelanggan Kian Sulit Pertumbuhan bisnis memang membawa lebih banyak pelanggan dan peluang penjualan. Tetapi, banyak perusahaan mulai menghadapi tantangan baru ketika jumlah leads dan aktivitas pelanggan meningkat lebih cepat dibandingkan kemampuan tim dalam mengelolanya. Akibatnya, follow up sering terlambat, calon pelanggan tidak mendapatkan respon tepat waktu, dan peluang penjualan pun hilang begitu saja. Masalah lain muncul ketika data pelanggan tersebar di berbagai tempat, mulai dari spreadsheet, WhatsApp, email, hingga aplikasi yang berbeda. Kondisi ini membuat tim sales dan customer service sering bekerja dengan informasi yang tidak sama, sehingga pelanggan harus mengulang penjelasan berulang kali dan berisiko menerima informasi yang tidak konsisten. Di sisi manajemen, pemantauan kinerja tim dan pipeline penjualan menjadi semakin sulit karena laporan masih dikumpulkan secara manual. Sementara itu, pelanggan kini mengharapkan respon cepat melalui berbagai kanal komunikasi. Ketika volume percakapan terus meningkat, tim mulai kewalahan menangani seluruh interaksi yang masuk dan kualitas layanan pun ikut terdampak. Kondisi inilah yang membuat banyak perusahaan mulai mencari tahu apa sebenarnya crm adalah dan bagaimana sistem tersebut dapat membantu bisnis mengelola pelanggan secara lebih terstruktur. Penilaian Tertinggi di Google Atasi Tantangan Pengelolaan Pelanggan Google Review sering menjadi salah satu referensi bagi perusahaan sebelum memilih vendor teknologi. Selain menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan, ulasan juga memberikan gambaran mengenai kualitas produk, layanan implementasi, hingga dukungan purna jual yang diberikan. 1. Barantum ● Rating Google: 4.9 / 5 ● Jumlah Ulasan: 1.200+ ulasan ● Sentimen Positif: Fitur lengkap, mudah digunakan, harga relatif terjangkau, serta tim support yang cepat dan responsif. ● Keluhan Umum: Beberapa fitur advanced seperti chatbot, AI Agent, campaign call, dan custom integrasi hanya tersedia pada paket Professional atau Enterprise. 2. Zoho ● Rating Google: Tidak tersedia ● Jumlah Ulasan: Tidak tersedia ● Sentimen Positif: Harga relatif terjangkau, fitur CRM lengkap, dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan bisnis. ● Keluhan Umum: Integrasi tertentu memerlukan konfigurasi tambahan dan kurva belajar bagi pengguna baru. 3. Salesforce ● Rating Google: Tidak tersedia ● Jumlah Ulasan: Tidak tersedia ● Sentimen Positif: Fitur CRM enterprise sangat lengkap dengan kemampuan analitik dan AI yang kuat. ● Keluhan Umum: Biaya implementasi dan pengelolaan relatif tinggi, terutama untuk bisnis yang baru berkembang. 4. HubSpot ● Rating Google: Tidak tersedia ● Jumlah Ulasan: Tidak tersedia ● Sentimen Positif: Antarmuka mudah digunakan, onboarding cepat, serta integrasi marketing dan sales yang kuat. ● Keluhan Umum: Biaya berlangganan meningkat cukup signifikan ketika kebutuhan fitur bertambah. 5. Pipedrive ● Rating Google: Tidak tersedia ● Jumlah Ulasan: Tidak tersedia ● Sentimen Positif: Pipeline penjualan mudah dipantau dan cocok untuk tim sales yang fokus pada closing. ● Keluhan Umum: Fitur customer service dan marketing automation tidak selengkap beberapa kompetitor. Mengapa Barantum Menjadi Pilihan Banyak Perusahaan di Indonesia Dengan rating 4,9/5 dari 1.221 ulasan di Google (per 12 Juni 2026), Barantum menjadi CRM Indonesia dengan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi. Berbeda dengan beberapa penyedia CRM yang cenderung kompleks bagi pengguna baru, Barantum fokus menghadirkan antarmuka yang user friendly, proses onboarding yang cepat, serta layanan customer support yang responsif dan profesional. Selain itu, Barantum menggabungkan CRM, omnichannel, call center, dan WhatsApp Business API resmi dalam satu platform yang saling terintegrasi. Dengan sistem yang terpusat, perusahaan dapat memantau aktivitas penjualan, mengelola komunikasi pelanggan dari berbagai kanal, dan memastikan setiap peluang bisnis mendapatkan tindak lanjut yang jelas. Akhirnya, memilih CRM adalah memilih mitra pertumbuhan bisnis. Seiring bertambahnya pelanggan, tim, dan kompleksitas operasional, perusahaan membutuhkan partner yang tidak hanya menyediakan teknologi, tetapi juga mampu memberikan pendampingan dan dukungan yang membantu bisnis terus berkembang. Itulah mengapa reputasi, kualitas layanan, dan kepuasan pelanggan menjadi faktor yang sama pentingnya dengan fitur yang dimiliki sebuah CRM.
BNN Kota Binjai Temukan Dua Jukir Positif Narkoba saat Tes Urin Mendadak Peringati HANI 2026
Binjai, Katakabar - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai menemukan dua juru parkir (jukir) yang positif menggunakan narkotika dalam tes urin mendadak di kawasan Lapangan Merdeka Binjai, Sabtu (27/6/2026).
Vritimes Jadi Media Partner Global Sustainable Development Congress 2026
Jakarta, katakabar.com - Vritimes turut mendukung pergelaran Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 sebagai media partner. Ajang berskala internasional ini berlangsung pada 22 hingga 25 Juni 2026 lalu di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jakarta, dan menjadi ruang pertemuan global bagi para pemimpin lintas sektor untuk mendorong aksi nyata menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Usung tema “Collective Action for a Sustainable Future”, GSDC 2026 mempertemukan pemangku kepentingan dari dunia pendidikan tinggi, pemerintahan, bisnis, riset, organisasi masyarakat sipil, hingga sektor keuangan. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengetahuan, serta merumuskan langkah konkret dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Selama empat hari pergelaran, GSDC 2026 menghadirkan rangkaian agenda yang mencakup sesi pleno, diskusi tingkat tinggi, lokakarya interaktif, hingga pertemuan jejaring antar pemangku kepentingan. Berbagai isu penting turut menjadi sorotan, mulai dari kota dan komunitas berkelanjutan, pendidikan, gender dan ketimpangan, lingkungan, ekonomi sirkular, dekarbonisasi, energi, hingga rantai pasok dan sumber daya. Kehadiran GSDC 2026 di Indonesia juga menegaskan posisi Jakarta dan kawasan sekitarnya sebagai salah satu pusat dialog global mengenai pembangunan berkelanjutan. Dengan melibatkan tokoh dari berbagai negara, lembaga internasional, institusi pendidikan, serta sektor industri, kongres ini memperkuat peran Indonesia dalam mendorong kolaborasi regional dan global untuk menjawab tantangan keberlanjutan. Sebagai media partner, Vritimes berperan dalam mendukung penyebaran informasi terkait GSDC 2026 kepada publik dan ekosistem media. Dukungan ini sejalan dengan komitmen Vritimes untuk membantu memperluas akses informasi, memperkuat visibilitas inisiatif berdampak, serta menjembatani komunikasi antara penyelenggara, media, dan masyarakat luas. “Partisipasi Vritimes sebagai media partner dalam Global Sustainable Development Congress 2026 bagian dari komitmen kami untuk mendukung penyebaran informasi yang relevan, kredibel, dan berdampak. Isu keberlanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dan media memiliki peran penting dalam memastikan gagasan serta aksi positif dapat menjangkau audiens yang lebih luas,” kata Ferry Bayu, Co-Founder Vritimes. Melalui keterlibatan ini, Vritimes berharap semakin banyak inisiatif keberlanjutan dari berbagai sektor dapat memperoleh perhatian publik dan membuka peluang kolaborasi baru. GSDC 2026 menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk tidak hanya membahas tantangan global, tetapi juga mendorong implementasi solusi yang dapat diterapkan secara nyata. Pergelaran Global Sustainable Development Congress 2026 menegaskan pentingnya kerja sama antara akademisi, pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan media dalam mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi, forum ini diharapkan dapat terus menghasilkan gagasan, kemitraan, dan aksi yang berkontribusi terhadap masa depan yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Hari Bhayangkara ke 80 Maknai Semangat Pengabdian, AKBP Aldi A Faroqi Pimpin Ziarah dan Tabur Bunga di TMP
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Polres Kepulauan Meranti gelar Upacara Ziarah Makam Pahlawan dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (29/6) pagi. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., diikuti para Pejabat Utama Polres Kepulauan Meranti, Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti, dan seluruh personel Polres Kepulauan Meranti. Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat, diawali pembukaan pembawa acara, penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga oleh Kapolres selaku pimpinan rombongan, pembacaan doa, penghormatan terakhir, hingga dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan yang diikuti seluruh peserta upacara. Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, mengatakan ziarah makam pahlawan bukan sekadar agenda seremoni dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80, tetapi momentum penting untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa Indonesia. "Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan kembali nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, loyalitas, serta semangat pengabdian kepada seluruh personel Polri. Pengorbanan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi kita untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Kapolres. Menurutnya, kehadiran seluruh jajaran Polres bersama Bhayangkari dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud soliditas, kekompakan, dan komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat jiwa korsa di lingkungan Polri. Ia menambahkan, pelaksanaan upacara yang berlangsung tertib, aman, dan penuh khidmat mencerminkan profesionalisme personel dalam menjalankan setiap tugas, termasuk kegiatan seremonial kenegaraan yang sarat makna. "Semangat perjuangan para pahlawan harus terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Kami berharap momentum Hari Bhayangkara ke 80 ini semakin memotivasi seluruh personel untuk meningkatkan kualitas kinerja, menjaga kepercayaan masyarakat, dan mewujudkan Polri yang Presisi," tegasnya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.
Auditor Temukan Ratusan Juta Belanja Tenaga Ahli DPRD Deli Serdang Bebani Keuangan Daerah, Sekwan Pilih Bungkam
Buruknya sistem birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang terus mendapat sorotan tajam, sehingga Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan dinilai perlu melakukan evaluasi kinerja guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Wali Kota Binjai Audiensi ke Kejati Sumut di Tengah Sorotan Dugaan Pengelolaan Dana Insentif Fiskal Rp15 Miliar
Audensi Walikota Binjai ditengah sorotan DIF digaungkan mahasiswa di Kejati Sumut dalam aksi demo KAMAK
Garden Party Silaturahmi Terakhir, Kapoolsek Mandau: Terima Kasih Rekan-rekan Wartawan
Mandau, katakabar.com - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandau, Kompol Primadona C melakukan sulaturahmi terakhir bersama rekan-rekan wartawan di Duri, Kecamatan Mandau, dan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau, di Mapolsek Mandau persisnya di kebun merupakan lokasi green policing, Senin (29/6) pagi hingga jelang siang. Kegiatan itu dikemas dengan garden party dan sederhana, yakni sarapan bersama, humanis, dan penuh suasana kekeluargaan alami di tengah kebun durian, dan kolam ikan. Suasana begitu cair antara Kapolsek Mandau dan jajaran, serta rekan-rekan wartawan penuh keakraban bak keluarga besar bukti nyata solidnya kemitraan antara Polri dan wartawan. Kapolsek Mandau didampingi Kanit Binmas Polsek Mandau, AKP Indra Varenal, Kasium Polsek Mandau, Kasi Humas Polsek Mandau, sejumlah Bhabinkamtibmas, dan beberapa orang personel Polsek Mandau. Sedang, dari rekan-rekan wartawan hadir, belasan wartawan meliputi Johnson, Yusrizal, Hendra Setiawan, Siboroto, Soleh Al Batani, serta rekan-rekan wartawan lainnya. Kapolsek Mandau, Kompiol Primadona C, menyampaikan terima kasih kepada seluruh wartawan atas kemintaraan dan kontribusi pemberitaan berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan selama dirinya menjabat 1,5 tahun di Polsek Mandau. "Terima kasih rekan-rekan wartawan atas kontribusi pemberitaan selama saya menjabat sebagai Kapolsek di Polsek Mandau. Saya selalui berusaha positif terkait kritikan dari rekan-rekan. Saya sangat paham, kita punya peran masing-masing di mana rekan-rekan bertugas untuk memberitakan, dan kami bertugas melakukan penegakan hukum secara humanis di tengah masarakat," ujarnya. Selama saya bertugas di Polsek Mandau, lanjut Kompol Primadona C, mohon maaf bila ada kekurangan. Kemitraan antara Polsek Mandau dan jajaran dengan rekan-rekan wartawan sangat bagus seperti simbiosis mutualisme saling berhubungan. "Rekan-rekan saya pindah tugas di Polda Riau, Pekanbaru. Jadi, kalau rekan-rekan berada di Kota Pekanbaru silahkan komunikasi bila saya tidak sibuk kita silaturahmi," jelasnya. Mewakil rekan-rekan wartawan, Johnson Siahaan dari detikperjuangan.com mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Mandau, Kompol Primadona C telah membangun kemitraan, dan komunikasi yang dengan rekan-rekan wartawan di wilayah hukum Polsek Mandau. "Terima kasih Komandan. Kemitraan antara Polsek Mandau jajaran sudah bagus. Mari saling mendoakan, semoga Komandan karirnya bagus di tempat tugas baru," ucap Johnson. Garden Party (Pesta Kebun) antara Kapolsek Mandau, jajaran, serta rekan-rekan wartawan selesai dilanjut dengan mengabadikan momen dengan lancar, aman, dan kondusif.
BKM Alhidayah dan Yayasan Cahya Usmani Center Khitan 60 Anak Yatim dan Dhuafa di Medan
Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Alhidayah bersama Yayasan Cahya Usmani Center menggelar khitan massal bagi 60 anak yatim dan dhuafa
AI Search Ubah Strategi Digital Brand, AVO AI Bantu Ukur Peluang Brand Dipilih AI
Jakarta, katakabar.com - Selama bertahun-tahun, perusahaan berlomba meningkatkan visibilitas digital melalui optimasi mesin pencari, iklan, dan berbagai kanal pemasaran online. Tetapi munculnya AI generatif mulai mengubah cara brand bersaing di ruang digital. Laporan terbaru Capgemini menemukan bahwa 58 persen konsumen telah menggunakan generative AI seperti ChatGPT dan Gemini sebagai pengganti mesin pencari tradisional untuk mendapatkan rekomendasi produk dan layanan, meningkat tajam dibandingkan 25 persen pada 2023. Bahkan, 71 persen konsumen menginginkan AI terintegrasi dalam pengalaman pencarian dan belanja mereka. Pergeseran perilaku tersebut membuat visibilitas di platform AI menjadi semakin penting. Berbeda dengan mesin pencari yang menampilkan banyak pilihan hasil pencarian, AI cenderung memberikan sejumlah kecil jawaban yang dianggap paling relevan dan terpercaya. Akibatnya, peluang sebuah brand untuk dipertimbangkan konsumen semakin dipengaruhi oleh apakah brand tersebut muncul dalam jawaban AI. Meski demikian, sebagian besar perusahaan masih belum memiliki cara untuk mengetahui apakah brand mereka direkomendasikan oleh AI. Banyak perusahaan dapat memantau posisi brand mereka di mesin pencari, traffic website, maupun performa kampanye digital secara real-time, tetapi belum memiliki visibilitas mengenai bagaimana AI menilai dan menggunakan informasi tentang brand mereka. “Berbeda dengan mesin pencari yang menampilkan puluhan hasil, AI biasanya hanya menampilkan beberapa brand yang dianggap paling relevan. Karena itu, muncul atau tidaknya sebuah brand dalam jawaban AI dapat memengaruhi peluang brand tersebut masuk ke tahap pertimbangan konsumen,” kata Alexandro Wibowo, Partner Avonetiq. Menurut Alexandro, AI menggunakan berbagai sinyal untuk menentukan informasi yang akan dijadikan jawaban, mulai dari konsistensi informasi, kredibilitas sumber, hingga otoritas digital sebuah brand. Karena itu, visibilitas di AI menjadi faktor yang semakin penting dalam strategi pemasaran dan komunikasi digital. “Selama ini perusahaan memiliki cara untuk mengukur traffic website atau posisi kata kunci di mesin pencari. Namun mereka belum memiliki cara untuk memahami apakah AI benar-benar mempertimbangkan brand mereka ketika menjawab pertanyaan pengguna. Kesenjangan inilah yang mulai muncul di era AI Search,” jelas Alexandro. Untuk membantu perusahaan memahami perubahan tersebut, Avonetiq menghadirkan AVO AI, sebuah platform yang dirancang untuk menganalisis jawaban dari berbagai platform AI untuk mengukur seberapa sering sebuah brand dipilih, direkomendasikan, atau disebutkan dalam konteks tertentu. “Kami mengembangkan metode untuk mengukur bagaimana AI menggunakan sebuah brand sebagai jawaban ketika pengguna mencari informasi atau meminta rekomendasi. Melalui AVO AI, pemilik brand tidak hanya bisa melihat skornya, tetapi juga memahami apa yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan visibilitas tersebut," ucap Alexandro. AVO AI mengukur dua aspek utama, yaitu Authority Score dan Visibility Score. Authority Score menunjukkan tingkat kesiapan sebuah brand untuk dipercaya oleh sistem AI berdasarkan kualitas informasi, klaim, dan verifikasi yang tersedia secara digital. Brand dengan Authority Score yang lebih tinggi umumnya memiliki informasi yang lebih konsisten serta lebih banyak klaim yang tervalidasi melalui media, website resmi, maupun sumber pihak ketiga yang kredibel. Sementara itu, Visibility Score mengukur seberapa sering sebuah brand muncul dalam jawaban AI untuk berbagai topik dan kategori yang relevan. Melalui kedua metrik tersebut, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana AI memahami, menilai, dan menggunakan informasi tentang brand mereka dalam menyusun jawaban kepada pengguna. “Perusahaan juga bisa mengetahui pertanyaan apa yang memunculkan kompetitor mereka dan mengapa AI lebih memilih kompetitor tersebut. Dengan begitu, mereka tidak hanya mengetahui hasil akhirnya, tetapi juga memahami faktor yang mempengaruhi visibilitas brand di AI,” tuturnya. Alexandro menilai kemampuan memantau visibilitas di AI akan menjadi bagian penting dari strategi pemasaran modern, sebagaimana SEO dan analitik digital menjadi standar dalam dua dekade terakhir. “Dulu brand bertanya apakah mereka muncul di halaman pertama mesin pencari. Kini pertanyaannya berubah menjadi apakah AI memilih brand mereka sebagai jawaban. Seiring meningkatnya penggunaan AI untuk mencari informasi dan rekomendasi, monitoring visibility akan menjadi metrik yang semakin penting bagi brand,” tandas Alexandro.
Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS dan Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati
Jakarta, katakabar.com - Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), menilai hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan global dalam waktu dekat. Ketidakpastian meningkat setelah Iran dilaporkan tidak menghadiri pertemuan di Swiss yang sebelumnya diharapkan menjadi momentum untuk mencapai kesepakatan dengan AS. Di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung serta sikap hati-hati bank sentral AS, investor dinilai perlu mencermati dinamika pasar global yang dapat membuka peluang pada aset kripto maupun saham Amerika Serikat. Selain ketidakjelasan hasil negosiasi AS-Iran, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Israel melancarkan serangan ke Lebanon. Di sisi lain, Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru, sehingga pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan moneter AS selanjutnya. Kombinasi berbagai sentimen tersebut turut memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk aset kripto dan indeks saham Amerika Serikat. Ketidakpastian Global Dorong Volatilitas Pasar Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (23/6/2026), harga Bitcoin berada di level USD62.300, melemah 3,94% dalam 24 jam terakhir dan turun 6,58% dalam sepekan. Koreksi ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Di pasar saham Amerika Serikat, pergerakan indeks juga menunjukkan respons yang beragam. Nasdaq tercatat melemah 1,32% dalam sehari terakhir, sementara NYSE Composite menguat 0,41%. S&P 500 turun 0,37% dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,30%. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan hasil negosiasi AS-Iran berpotensi menjadi katalis penting bagi arah pasar global. "Pasar saat ini berada dalam fase menunggu kepastian. Apapun hasil negosiasi AS-Iran nantinya dapat menjadi katalis yang mendorong pergerakan signifikan di berbagai instrumen investasi global,” ujar Ryan. Aset Tokenized Saham AS Bisa Dicermati Menurut Ryan, ketidakpastian pasar saat ini meningkatkan volatilitas, namun juga dapat menciptakan peluang bagi investor yang mampu membaca momentum dengan tepat. “Ketika ketidakpastian meningkat, volatilitas biasanya ikut naik. Namun kondisi seperti ini juga dapat menciptakan peluang bagi investor untuk mengidentifikasi titik masuk yang lebih menarik sesuai dengan strategi dan profil risikonya,” kata Ryan. Di tengah perkembangan pasar, Ryan menyoroti kehadiran tokenized US stocks sebagai salah satu inovasi di sektor aset digital. Instrumen ini memungkinkan representasi saham Amerika Serikat dalam bentuk token yang diperdagangkan di jaringan blockchain. "Investor yang ingin mendapatkan eksposur ke saham Amerika Serikat tanpa harus memiliki aset secara langsung dapat mempertimbangkan tokenized US stocks, yang memungkinkan akses lebih fleksibel terhadap pergerakan saham global dalam satu ekosistem investasi,” jelasnya. Di tengah ketidakpastian global tersebut, pasar saham Amerika Serikat masih menjadi salah satu instrumen yang banyak diperhatikan investor, didukung kinerja perusahaan teknologi besar serta prospek ekonomi AS yang relatif stabil. Sejalan dengan tren tokenisasi aset yang berkembang secara global, Bittime menghadirkan berbagai aset berbasis real-world assets (RWA) seperti Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Nasdaq Tokenized ETF (QQQX), serta Tokenized US Stocks seperti Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), Apple (AAPLX), dan Nvidia (NVDAX) yang memberikan akses lebih luas bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset global dalam satu ekosistem digital. “Melalui beragam pilihan tokenized US stocks yang tersedia di Bittime, investor Indonesia memiliki lebih banyak alternatif untuk memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan global terkemuka," sebut Ryan.
BLU Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Penciptaan Nilai Tambah Ekonomi
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berpartisipasi dalam pergelaran Jakarta Fiscal Forum (JFF) 2026 yang dihelat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi DKI Jakarta. Forum ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat peran kebijakan fiskal guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Angkat tema “Fiskal Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan Jakarta sebagai Kota Global”, JFF 2026 pertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akademisi, praktisi, dunia usaha, serta lembaga terkait untuk mendiskusikan berbagai isu strategis pembangunan, termasuk pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan penciptaan nilai tambah ekonomi. Kegiatan di Gedung Jusuf Anwar, Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, tersebut dibuka Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, dan menghadirkan Prof. Firdaus Ali, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, sebagai pembicara kunci. Forum ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi DKI Jakarta, M. Syaibani, serta perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, dan pelaku usaha. Partisipasi BPDP dalam forum ini bagian dari komitmen lembaga untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan, BPDP memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan melalui berbagai program, antara lain pengembangan biodiesel, peremajaan sawit rakyat, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, promosi, serta penyediaan sarana dan prasarana perkebunan. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP menyampaikan bahwa JFF 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan kontribusi sektor perkebunan kepada berbagai pemangku kepentingan. "JFF 2026 menjadi ruang yang strategis bagi BPDP untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus memperkenalkan berbagai program pengembangan perkebunan kepada khalayak yang lebih luas. Melalui partisipasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor perkebunan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan nilai tambah, pengembangan SDM, hingga dukungan terhadap ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong manfaat yang semakin besar bagi masyarakat," bebernya. Melalui partisipasi dalam JFF 2026, BPDP perkenalkan berbagai program strategis yang telah dijalankan dalam mendukung peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan. Ke depan, BPDP akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan program-program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Catat! BPDP Umumkan Sepuluh Besar Finalis Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2025-2026
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melaksanakan Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026. Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiwa aktif tingkat Sarjana atau Diploma dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh menjadi lebih aplikatif dalam bentuk penelitian untuk mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan. Terhadap empat puluh kelompok penelitian, telah dilakukan penilaian laporan akhir dan ditetapkan sepuluh kelompok finalis bakal mengikuti “Final Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026”. Putaran final ini dilakukan melalui presentasi dan pendalaman hasil penelitian untuk menentukan Juara I, II, dan III. Daftar 10 (sepuluh) kelompok Lomba Riset Tingkat Mahasiswa yang lolos ke putaran final.