Internasional
Sorotan terbaru dari Kategori Internasional
India dan Indonesia: Dua Sahabat Sejiwa di Era Baru
Jakarta, katakabar.com - India-Indonesia Track 1.5 Dialogue merupakan inisiatif kerja sama selama dua tahun yang digagas oleh Gateway House: Indian Council on Global Relations di Mumbai dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia di Jakarta. Forum ini mempertemukan para pakar dari lembaga pemikir, pejabat pemerintah, serta pelaku usaha dari kedua negara setiap dua tahun sekali untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan penguatan hubungan strategis India dan Indonesia. India dan Indonesia memiliki hubungan strategis komprehensif yang dibangun di atas ikatan sejarah panjang, baik pada masa kuno maupun modern. Hubungan tersebut terus berkembang melalui perdagangan, kerja sama ekonomi, serta interaksi antar masyarakat yang semakin erat. Seiring kedua negara terus tumbuh sebagai kekuatan penting di kawasan, terbuka pula berbagai peluang baru untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan, energi, serta kawasan Indo-Pasifik. Pada konteks tersebut, Track 1.5 Dialogue menjadi wadah yang tepat untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Forum ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendorong inovasi sekaligus membantu kedua negara merespons berbagai tantangan tata kelola yang terus berkembang melalui kerja sama bilateral maupun multilateral. Sebagai langkah awal, pada 23 hingga 24 September 2024, Gateway House bersama CSIS Indonesia menyelenggarakan India-Indonesia Track 1.5 Dialogue perdana di Mumbai. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri India, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi, serta didukung oleh Pemerintah Negara Bagian Maharashtra, India, bersama Indorama dan Sinarmas dari Indonesia. Selama dua hari penyelenggaraan, forum ini mengangkat gagasan untuk mentransformasikan hubungan India dan Indonesia dari konsep "companion souls" atau sahabat sejiwa yang pernah diperkenalkan oleh Rabindranath Tagore saat kunjungannya ke Indonesia pada 1927, menjadi kemitraan geopolitik, geostrategis, dan geoekonomi yang relevan dengan tantangan abad ke 21. Semangat tersebut mencerminkan posisi India dan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar dan ketiga terbesar di dunia yang memiliki peluang untuk semakin memperkuat peran di panggung global. Berbagai sesi diskusi dirancang untuk menyoroti keunggulan masing-masing negara sekaligus mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama teknis yang dapat dikembangkan secara bersama. Forum dialog diselenggarakan secara tatap muka di Mumbai dengan menghadirkan pejabat pemerintah, pelaku usaha, wirausahawan, akademisi, serta para pakar terkemuka dari India dan Indonesia. Acara pembukaan dihadiri oleh Ashish Kumar Sinha, Joint Secretary (South), Kementerian Luar Negeri India; Y. Jatmiko Heru Prasetyo, Direktur Asia Selatan dan Tengah, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia; Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia; serta Ina H. Krisnamurthi, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk India.
PM Modi Kunjungan ke Indonesia: Pertahanan, Ekonomi Digital dan Investasi Agenda Utama
Jakarta, katakabar.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi memulai kunjungan resmi selama dua hari ke Indonesia mulai 7 Juli 2026, dengan agenda pembahasan yang mencakup kerja sama pertahanan, perdagangan dan investasi, ekonomi digital, ketahanan pangan dan energi, serta penguatan kemitraan strategis antara kedua negara. Modi dijadwalkan tiba di Jakarta pada malam 6 Juli sebelum memulai agenda resmi pada 7 Juli. Kunjungan tersebut kunjungan balasan setelah Presiden RI, H Prabowo Subianto menghadiri perayaan Hari Republik India sebagai tamu utama pada Januari 2025. Setelah menyelesaikan agenda di Jakarta, Modi dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Yogyakarta sebelum meneruskan lawatan regionalnya ke Australia. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty mengatakan kunjungan tersebut akan diisi dengan pembahasan mendalam mengenai isu bilateral, regional, dan global serta diperkirakan menghasilkan sejumlah capaian konkret di berbagai sektor. “Kami menantikan kunjungan yang sangat substantif oleh Perdana Menteri dan diskusi yang panjang mengenai berbagai isu, tidak hanya bilateral tetapi juga isu regional dan global,” kata Chakravorty dalam konferensi pers di Kedutaan Besar India di Jakarta, Jumat (3/7). Visi Pembangunan dan Kemitraan Strategis Dubes Chakravorty mengatakan India dan Indonesia memiliki pengalaman sejarah dan aspirasi pembangunan yang serupa sehingga kerja sama antara kedua negara menjadi semakin relevan. Menurutnya, kedua negara sama-sama memiliki visi pembangunan jangka panjang melalui Viksit Bharat 2047 dan Indonesia Emas 2045, yang menargetkan status negara maju pada usia 100 tahun kemerdekaan masing-masing. “Tantangan bagi kita semua adalah bagaimana membuat hubungan ini menjadi relevan dan mampu meningkatkan kehidupan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan India dan Indonesia memiliki pengalaman kolonialisme dan perjalanan pembangunan yang serupa sehingga kedua negara dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. “Kami percaya India dan Indonesia memiliki sejarah yang serupa. Kami harus berbagi keahlian untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya. Sebagai dua negara berkembang besar di Global South, India dan Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama antarnegara berkembang dan memberikan kontribusi terhadap stabilitas serta pertumbuhan ekonomi kawasan Indo-Pasifik. Pertahanan, Investasi dan Kerja Sama Strategis Kerja sama pertahanan dan keamanan maritim diperkirakan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Modi. Dubes Chakravorty mengatakan kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam keamanan maritim, penanganan pencurian ikan ilegal, pembajakan, bantuan kemanusiaan, serta penanggulangan bencana. Ia juga mengonfirmasi pembahasan mengenai sistem rudal BrahMos masih berlangsung. “Diskusi dengan Indonesia sudah sangat maju dan kami berharap dapat menyelesaikan sejumlah kesepakatan terkait BrahMos,” ucapnya. Menurutnya, kerja sama pertahanan tidak hanya berkaitan dengan pembelian alat utama sistem persenjataan, tetapi juga penguatan industri pertahanan dan kemandirian nasional. India, yang kini telah berkembang menjadi eksportir peralatan pertahanan, ingin berbagi pengalaman tersebut dengan Indonesia yang juga berupaya memperkuat industri pertahanannya. Selain pertahanan, kedua negara juga akan membahas ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, serta pengembangan mineral kritis. “Kami melihat peluang investasi di Indonesia dan memproduksi di Indonesia untuk dunia,” tutur Dubes Chakravorty. Ia menambahkan India tengah menjajaki peluang investasi bersama Danantara dan berbagai pihak terkait untuk mengembangkan industri manufaktur yang dapat melayani pasar India maupun pasar global. Sejumlah nota kesepahaman juga tengah dipersiapkan menjelang kunjungan tersebut, mencakup bidang kesehatan, farmasi, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kerja sama antariksa, ketahanan pangan, hingga hilirisasi industri. “Sebagian masih dalam proses, sebagian akan diselesaikan tepat waktu, dan sebagian mungkin memerlukan waktu lebih lama, tetapi tetap akan ada hasil dari kunjungan ini,” jelasnya. Dubes India juga mengungkapkan bahwa terdapat usulan agar Modi menyampaikan pidato di DPR RI selama kunjungan tersebut, meskipun keputusan final masih menunggu konfirmasi. “Ada usulan tersebut dan kami masih menunggu konfirmasi,” ulasnya. Indonesia Open Network Jadi Sorotan Kunjungan Salah satu hasil paling penting yang diperkirakan lahir dari kunjungan Modi adalah peluncuran Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur publik digital yang dirancang untuk memperluas akses ekonomi digital. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama digital yang disepakati saat kunjungan Presiden Prabowo ke India pada 2025 dan dikembangkan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian UMKM. Menurut Dubes Chakravorty, ION dirancang untuk membantu pelaku UMKM, warung, masyarakat di daerah terpencil, dan pelaku usaha perempuan agar dapat memasuki ekonomi digital tanpa menghadapi hambatan biaya maupun teknologi. “Ini adalah platform perdagangan digital berbasis jaringan yang memberdayakan UMKM, warung, daerah terpencil, dan perempuan yang ingin masuk ke ruang perdagangan digital,” bebernya. Platform tersebut nantinya dapat digunakan untuk perdagangan digital, logistik, layanan mobilitas, hingga berbagai aplikasi digital lainnya. Dubes Chakravorty mengatakan Indonesia berpotensi menjadi pelopor dalam penerapan jaringan perdagangan digital terbuka. “Indonesia akan menjadi pionir dalam adopsi jaringan terbuka untuk perdagangan digital,” imbuhnya. Ia menambahkan Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Modi diperkirakan akan meluncurkan ION secara resmi selama kunjungan tersebut. Menurutnya, inisiatif tersebut dapat menjadi langkah penting dalam memperluas akses ekonomi digital di berbagai wilayah Indonesia dan membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha kecil. Kunjungan ke Yogyakarta dan Kerja Sama Budaya Setelah menyelesaikan agenda di Jakarta, Modi dijadwalkan mengunjungi Yogyakarta. Kunjungan tersebut berkaitan dengan komitmen India untuk mendukung restorasi Candi Prambanan yang telah disepakati kedua negara pada 2025. Archaeological Survey of India (ASI) telah melakukan kajian awal terhadap proyek tersebut. Lembaga tersebut sebelumnya terlibat dalam restorasi Angkor Wat di Kamboja serta sejumlah situs warisan budaya di Laos dan Vietnam. Dubes Chakravorty menilai proyek tersebut dapat memperkuat hubungan budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata. “Jika candi tersebut dipulihkan, saya yakin akan menarik wisatawan dari seluruh dunia, termasuk dari India,” katanya. Ia menambahkan Yogyakarta memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata internasional dan restorasi Prambanan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata Indonesia. Kemitraan Strategis yang Terus Berkembang Hubungan India dan Indonesia saat ini berada pada fase yang semakin erat dan multidimensi, mencakup kerja sama di bidang pertahanan, kesehatan, pendidikan, farmasi, teknologi, antariksa, hingga pertanian. “Secara umum, saya dapat mengatakan bahwa hubungan ini sangat dekat dan bersahabat,” ujar Dubes Chakravorty. Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi sejarah dan pengalaman pembangunan yang serupa, tetapi juga menghadapi tantangan yang sama sebagai negara berkembang besar di kawasan Indo-Pasifik. Di tengah dinamika geopolitik global, hubungan yang lebih erat antara India dan Indonesia dinilai semakin penting untuk memperkuat stabilitas kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Permintaan Safe Haven Meningkat, Harga Emas Diprediksi Terus Menguat
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan di pekan depan, didukung oleh kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang sama-sama mengarah ke prospek positif. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe harian (daily) masih berada dalam fase bullish, dengan potensi kenaikan yang tetap terbuka selama harga mampu bertahan di atas area support utama. Dari sisi teknikal, Geraldo Kofit menilai pergerakan emas telah memberikan sinyal pembalikan arah yang cukup kuat setelah terbentuknya pola Double Bottom. Pola ini dikenal sebagai salah satu indikator bullish reversal yang mengisyaratkan berakhirnya dominasi tekanan jual dan mulai menguatnya aksi beli di pasar. Kemunculan pola tersebut menjadi indikasi bahwa pelaku pasar mulai kembali mengakumulasi emas setelah sebelumnya mengalami fase koreksi yang cukup panjang. "Keberhasilan harga mempertahankan area support memperkuat keyakinan bahwa tren naik masih memiliki peluang untuk berlanjut. Selama level tersebut tidak ditembus ke bawah, skenario bullish dinilai masih menjadi acuan utama. Dupoin Futures memproyeksikan target kenaikan awal berada di kisaran 4.220 sebagai resistance pertama. Apabila harga mampu melewati level tersebut dengan didukung volume transaksi yang memadai, maka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di area 4.330 akan semakin besar," jelasnya. Selain pola harga, jata Gelardo, indikator teknikal lainnya juga memperlihatkan sinyal yang mendukung kelanjutan tren positif. Indikator Stochastic masih bergerak naik dan belum memperlihatkan tanda-tanda pelemahan maupun divergensi yang biasanya menjadi sinyal awal pembalikan arah. Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum beli masih terjaga dan memberikan peluang bagi harga emas untuk mempertahankan laju kenaikannya dalam jangka menengah. Disebutkan Geraldo Kofit, setiap koreksi yang mungkin terjadi dalam beberapa sesi ke depan masih berpotensi menjadi bagian dari fase konsolidasi yang sehat, bukan indikasi perubahan tren. Selama struktur harga tetap mempertahankan pola higher low dan mampu bertahan di atas area support, peluang kenaikan masih dinilai lebih besar dibandingkan risiko penurunan. Dari sisi fundamental, sambungnya, prospek emas juga memperoleh dukungan dari meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda, ditambah berbagai risiko geopolitik yang masih membayangi pasar keuangan internasional, membuat investor kembali meningkatkan alokasi dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang permintaan logam mulia dalam beberapa waktu terakhir. Di samping itu, ulas Gelardo, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi perhatian utama pelaku pasar. Ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi mengambil kebijakan yang lebih longgar apabila indikator ekonomi mulai menunjukkan perlambatan menjadi sentimen positif bagi harga emas. Jika inflasi bergerak lebih rendah, pertumbuhan ekonomi melambat, atau pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum, peluang penurunan suku bunga akan semakin terbuka. "Skenario tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap dolar Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini secara historis menjadi faktor yang mendukung kenaikan harga emas, karena ketika imbal hasil aset berbasis dolar menurun, daya tarik emas sebagai instrumen investasi cenderung meningkat. Selain itu, pelemahan dolar juga membuat harga emas lebih kompetitif bagi investor global sehingga mampu mendorong permintaan yang lebih tinggi," tuturnya. Optimisme terhadap emas juga didukung oleh strategi diversifikasi yang masih diterapkan banyak investor institusi. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi pasar keuangan, emas tetap dipandang sebagai salah satu aset yang mampu menjaga stabilitas portofolio. Permintaan yang relatif stabil dari kelompok investor ini menjadi salah satu faktor yang membantu mempertahankan tren kenaikan harga. Dengan mempertimbangkan kombinasi sinyal teknikal yang semakin kuat dan sentimen fundamental yang masih mendukung, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Selama harga mampu bertahan di atas area support utama dan tidak muncul sentimen negatif yang signifikan dari kebijakan moneter maupun perkembangan ekonomi global, peluang menuju area resistance 4.220 hingga 4.330 masih terbuka. Lantaran itu, pelaku pasar disarankan untuk terus mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global yang berpotensi menjadi katalis utama bagi pergerakan harga emas dalam jangka pendek maupun menengah.
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.168
Jakarta, katakabar.com - Harga emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Kamis (2/7) lalu. Menurut hasil analisis teknikal Dupoin Futures, Geraldo Kofit, arah pergerakan Gold dalam jangka pendek masih didominasi sentimen positif setelah harga berhasil bertahan di atas area support penting. "Kondisi tersebut memperlihatkan minat beli mulai kembali meningkat sehingga peluang kenaikan masih cukup terbuka selama tidak terjadi perubahan sentimen yang signifikan di pasar, Geraldo. Kata Geraldo, pergerakan Gold pada grafik H1 menunjukkan struktur yang semakin mengarah ke tren bullish. Setelah sempat mengalami tekanan, harga berhasil mempertahankan posisi di atas level support 4.025. Area tersebut kini menjadi pijakan penting bagi pergerakan emas karena mampu menahan tekanan jual sekaligus memicu munculnya kembali aksi beli dari para pelaku pasar. "Keberhasilan harga bertahan di atas support tersebut menunjukkan pelaku pasar masih melihat level tersebut sebagai area yang menarik untuk melakukan akumulasi. Hal itu membuat tekanan beli perlahan mulai mendominasi, sehingga peluang terjadinya kenaikan lanjutan masih cukup besar dalam jangka pendek," ulasnya. Selain mampu bertahan di atas support, ucap Gelardo, struktur harga juga mulai membentuk pola higher low, yaitu titik terendah terbaru yang lebih tinggi dibandingkan titik terendah sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering menjadi salah satu sinyal bahwa tren naik mulai terbentuk karena buyer mampu mempertahankan harga di level yang semakin tinggi. Geraldo menilai pola tersebut menjadi indikasi bahwa momentum bullish masih cukup solid. Selama area support di level 4.025 tidak ditembus ke bawah, kecenderungan pergerakan emas masih mengarah pada penguatan. Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.115. Level tersebut menjadi titik penting yang akan menguji kekuatan momentum beli dalam waktu dekat. Jika harga mampu bergerak melewati resistance tersebut dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan diperkirakan akan semakin besar. Dalam skenario tersebut, target berikutnya berada di kisaran level 4.168. Area ini dipandang sebagai resistance lanjutan yang berpotensi menjadi sasaran berikutnya apabila sentimen positif di pasar tetap terjaga. Dari sisi indikator teknikal, peluang penguatan juga mendapat konfirmasi dari pergerakan Moving Average (MA) 21 dan MA 34. Kedua indikator tersebut kini mulai berfungsi sebagai dynamic support, berbeda dengan kondisi sebelumnya ketika masih menjadi area penahan kenaikan harga. Perubahan ini mencerminkan adanya pergeseran momentum dari dominasi seller menuju buyer. Sedang, indikator Stochastic juga memberikan sinyal yang cukup positif. Setelah sebelumnya berada di area oversold atau jenuh jual, indikator tersebut mulai bergerak naik dan membentuk pola bullish crossover. Sinyal ini umumnya menunjukkan bahwa tekanan beli mulai meningkat dan membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya. Selain faktor teknikal, arah pergerakan emas juga dipengaruhi oleh berbagai sentimen fundamental global. Salah satu faktor yang berpotensi menopang harga adalah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven apabila ketidakpastian ekonomi dunia kembali meningkat. Risiko geopolitik, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, maupun meningkatnya volatilitas di pasar keuangan dapat mendorong investor mengalihkan sebagian asetnya ke instrumen yang dinilai lebih aman seperti emas. Dalam kondisi tersebut, permintaan terhadap logam mulia biasanya ikut meningkat dan memberikan dorongan positif terhadap harga. Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat juga dapat menjadi katalis tambahan bagi penguatan emas. Ketika nilai dolar turun, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan cenderung meningkat. Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika pasar semakin yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mengambil kebijakan yang lebih longgar atau mulai membuka peluang penurunan suku bunga, maka tekanan terhadap dolar AS berpotensi berkurang. Kondisi tersebut biasanya diikuti oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield), yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen investasi. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan mencermati rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti inflasi, data tenaga kerja, maupun aktivitas sektor manufaktur dan jasa. Data-data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed sekaligus menentukan pergerakan dolar AS dan harga emas dalam jangka pendek. Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan prospek harga emas hari ini masih cenderung positif. Selama harga mampu bertahan di atas support 4.025, peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 4.115 masih terbuka. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume yang kuat, maka kenaikan diperkirakan dapat berlanjut hingga area 4.168. Kombinasi sinyal teknikal yang semakin menguat dan dukungan faktor fundamental menjadikan skenario bullish sebagai proyeksi utama pergerakan Gold pada perdagangan saat ini.
MoraRepublic dan HMN Tech Bangun Jalur Arteri Digital Menghubungkan Indonesia dan Singapura
Jakarta, katakabar.com - MoraRepublic dan HMN Tech berhasil selesaikan Factory Acceptance Testing (FAT) untuk proyek kabel bawah laut MIC-3, menandai langkah penting dalam memperkuat konektivitas digital berkapasitas tinggi antara Indonesia dan Singapura. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) bersama HMN Technologies Co., Limited (HMN Tech) berhasil menyelesaikan Factory Acceptance Testing (FAT) untuk perangkat wet plant pada proyek Moratelindo International Cable System-3 (MIC-3). Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem kabel bawah laut yang akan menghubungkan Indonesia dan Singapura melalui infrastruktur berkapasitas tinggi. Proyek MIC-3 menghubungkan Singapura dengan Pulau Batam, Indonesia, melalui pemasangan dua 32FP branching unit di sepanjang jalur kabel bawah laut. Ke depan, MoraRepublic juga berencana memperluas konektivitas ke berbagai destinasi potensial melalui dua reserved branching unit yang telah disiapkan, termasuk menuju Jakarta. Sistem ini akan menghadirkan komunikasi berkecepatan tinggi antara Singapura sebagai salah satu gerbang digital internasional dan Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Selain memperkuat konektivitas kedua negara, MIC-3 juga akan mendorong interkoneksi infrastruktur digital di koridor Singapura–Johor–Batam, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, serta mendukung perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan pusat data di kawasan Asia Tenggara. Sistem MIC-3 dirancang dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan masa depan melalui penggunaan dua 32FP branching unit terbaru dari HMN Tech yang dilengkapi dengan teknologi 16FP optical switch terdepan di industri. Teknologi ini menghadirkan kemampuan optical switching berperforma tinggi yang memungkinkan proyek MIC-3 mendukung akses yang lebih fleksibel bagi dua sistem 16FP di masa mendatang, sekaligus menyediakan skalabilitas yang memadai untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan jaringan. Selain itu, teknologi optical switch tersebut memungkinkan proses pengalihan layanan komunikasi secara presisi dan fleksibel antara jalur utama (trunk) dan jalur percabangan (branch). Kemampuan ini memungkinkan sistem beradaptasi secara dinamis terhadap peningkatan kebutuhan bandwidth seiring berkembangnya ekonomi digital, sekaligus memberikan nilai strategis jangka panjang bagi pertumbuhan ekosistem digital regional. Sebagai salah satu jalur strategis yang menghubungkan pusat-pusat digital di Asia Tenggara, proyek MIC-3 menggunakan kabel bawah laut repeatered 32FP milik HMN Tech yang menawarkan kapasitas sangat tinggi (ultra-high capacity) serta latensi yang sangat rendah (ultra-low latency). Infrastruktur ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan bandwidth yang terus meningkat di kawasan sekaligus menjadi fondasi jaringan yang kokoh bagi perkembangan industri digital regional. Setelah mulai beroperasi secara komersial, sistem MIC-3 akan terintegrasi dengan jaringan domestik maupun internasional yang telah dimiliki MoraRepublic. Sinergi tersebut diharapkan dapat semakin mempercepat kolaborasi digital antarnegara di Asia Tenggara. Michael C. McPhail, Chief Technology Officer MoraRepublic, mengatakan bahwa proyek kabel bawah laut MIC 3 merupakan salah satu inisiatif strategis perusahaan dalam memperkuat interkoneksi digital di kawasan. "Proyek kabel bawah laut MIC-3 merupakan inisiatif strategis utama dalam memperkuat interkoneksi digital regional. Proyek ini menghadirkan gerbang konektivitas berkapasitas tinggi yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura, sekaligus memungkinkan perluasan cakupan jaringan berkapasitas besar di masa depan melalui fleksibilitas branching yang telah disiapkan. Kehadiran MIC-3 akan memberikan dorongan baru bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan," ujar Michael. Executive Vice President HMN Tech, Ma Yanfeng, mengatakan bahwa HMN Tech bangga dapat mendukung MoraRepublic dalam membangun jaringan backbone kabel bawah laut berkecepatan tinggi. "Seiring dengan berkembangnya teknologi AI di tingkat global, kebutuhan akan konektivitas internasional terus bergerak menuju kapasitas yang lebih besar, fleksibilitas yang lebih tinggi, serta ketahanan jaringan yang semakin kuat. Ke depan, HMN Tech akan terus mendukung konektivitas digital global melalui teknologi inti yang dirancang untuk era kecerdasan buatan," jelasMa Yanfeng.
Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas diprediksi masih dalam tren pelemahan pada perdagangan di awal Juli 2026. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, peluang kenaikan emas masih cukup terbatas karena tekanan jual tetap mendominasi pasar. "Kondisi tersebut tercermin dari kegagalan harga mempertahankan penguatan di area resistance, sehingga skenario penurunan masih menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam jangka pendek," jelasnya. Kata Geraldo, grafik H4 menunjukkan emas belum mampu keluar dari tren bearish yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Upaya harga untuk naik sempat terjadi, namun tidak bertahan lama setelah mendapat tekanan jual di kisaran level 4.025 hingga 4.063. Penolakan yang muncul di area tersebut mengindikasikan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga menembus resistance penting. Selain gagal melewati resistance, sebutnya, struktur harga juga masih membentuk pola lower high, yaitu kondisi ketika puncak harga terbaru berada lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola ini sering dianggap sebagai tanda bahwa tren turun masih berlangsung karena setiap kenaikan belum mampu mencetak level tertinggi baru. "Dengan struktur harga yang masih seperti ini, peluang pelemahan masih lebih besar dibandingkan potensi kenaikan," ujar Geraldo dalam analisis hariannya. Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk kembali menguji area support pertama di level 3.942. Level tersebut menjadi titik penting yang perlu dicermati pelaku pasar karena dapat menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila tekanan jual tetap mendominasi dan harga berhasil menembus level tersebut, maka penurunan diperkirakan dapat berlanjut menuju support berikutnya di kisaran 3.868. Sinyal yang sama juga terlihat dari beberapa indikator teknikal. Indikator Stochastic mulai bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual setelah sebelumnya berada di area tengah. Pergerakan ini menunjukkan bahwa momentum bearish kembali menguat dan tekanan jual masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam waktu dekat. Di sisi lain, posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average (MA) 21 dan MA 34 semakin memperkuat pandangan bahwa tren utama belum berubah. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai resistance dinamis yang membatasi ruang kenaikan harga. Selama emas belum mampu bergerak dan bertahan di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan pelemahan dinilai masih lebih besar. Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga logam mulia. Salah satu faktor utama berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat emas menjadi kurang menarik di mata investor global. Ketika nilai dolar meningkat, harga emas cenderung lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaannya dapat menurun. Tekanan juga datang dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield). Kondisi ini membuat sebagian investor memilih memindahkan dana ke instrumen berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Di samping itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan emas. Jika data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis, tetap menunjukkan performa yang solid, maka peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Situasi tersebut berpotensi menjaga kekuatan dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan harga emas. Tetapi, pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi perubahan sentimen yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, maupun data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan kembali minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Faktor-faktor tersebut berpotensi memicu perubahan arah harga apabila muncul secara bersamaan. Untuk saat ini, Dupoin Futures menilai prospek emas masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus area resistance di kisaran 4.025 hingga 4.063, tekanan bearish diperkirakan masih mendominasi. Oleh karena itu, level support 3.942 menjadi area yang patut diperhatikan. Jika level tersebut ditembus, peluang penurunan menuju 3.868 akan semakin terbuka. Pelaku pasar disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan mencermati perkembangan data ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.
RI Bergabung dalam Jajaran Pameran Sarung Tangan Karet Internasional Terbesar Pernah Digelar di Kuala Lumpur
Kuala Lumpur, katakabar.com - Konferensi dan Pameran Sarung Tangan Karet Internasional ke 12 ( 12th IRGCE 2026 ) usung tema “Mensinergikan Inovasi: Mendefinisikan Kembali Masa Depan Ekosistem Sarung Tangan” telah mencapai tonggak sejarah. Total 600 stan telah ditempati peserta pameran dari 15 wilayah termasuk Thailand, Indonesia, Vietnam, Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, Arab Saudi, Inggris Raya, dan lainnya, menjadikannya IRGCE terbesar yang pernah diselenggarakan sejak pertama kali diadakan pada tahun 2002. Acara ini diperkirakan akan menarik lebih dari 1.000 delegasi konferensi dan lebih dari 10.000 pengunjung dari lebih dari 70 negara. Digelar oleh Asosiasi Produsen Sarung Tangan Karet Malaysia (MARGMA), dengan Dewan Karet Malaysia (MRC) sebagai penyelenggara bersama, IRGCE ke 12 tahun 2026 bakal dihelat pada 8 hingga 10 September 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia. Salah satu tambahan unik pada konferensi tahun ini, yakni: INNOVATE@IRGCETalk, sebuah panggung pengetahuan khusus yang akan menyoroti inovasi-inovasi terobosan dan kemajuan global dalam material generasi berikutnya, manufaktur cerdas, dan produksi berkelanjutan. Konferensi yang lebih besar akan menampilkan enam pembicara pleno lokal dan internasional, termasuk Dr. Robert G. Hamilton, Profesor Kedokteran dan Patologi di Universitas Johns Hopkins, AS, bersama dengan 36 pembicara lainnya yang membahas berbagai macam subjek di seluruh ekosistem sarung tangan karet. Peluncuran awal dan upacara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan para sponsor baru-baru ini diresmikan oleh Dato' Dr. Zairossani Mohd Nor, Direktur Jenderal Dewan Karet Malaysia (MRB), mewakili YB Datuk Seri Dr. Noraini Ahmad, Menteri Perkebunan dan Komoditas. Dukungan Menteri tersebut menggarisbawahi komitmen berkelanjutan Kementerian terhadap kemajuan industri sarung tangan karet Malaysia. Sektor sarung tangan karet Malaysia tetap menjadi kontributor utama pendapatan ekspor produk karet negara dan terus bergerak naik dalam rantai nilai, didukung oleh penelitian dan pengembangan yang lebih kuat, otomatisasi, pengembangan talenta, manufaktur berkelanjutan, dan integrasi yang lebih erat antara segmen hulu dan hilir. Daya saing industri sarung tangan karet di masa depan harus dibangun di atas kualitas, inovasi, produktivitas, keberlanjutan, dan kepercayaan. Acara tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara industri, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem pendukung yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jangka panjang. MARGMA, MRC, dan Dewan Karet Malaysia (MRB) telah mendorong inisiatif yang berwawasan ke depan seperti inisiatif Sarung Tangan Buatan Malaysia dan upaya keberlanjutan yang lebih luas yang bertujuan untuk memperkuat kredibilitas industri, ketahanan, dan kepercayaan pasar internasional. Dengan semakin pentingnya ketertelusuran rantai pasokan, transparansi yang lebih besar dan tata kelola yang lebih kuat di seluruh industri sarung tangan karet sangatlah penting. Dalam hal ini, perizinan yang relevan oleh Badan Karet Malaysia untuk produsen sarung tangan karet tetap penting dalam menegakkan standar internasional dan menjaga integritas, kredibilitas, dan daya saing industri sarung tangan karet Malaysia. Presiden MARGMA, Oon Kim Hung, mengatakan lingkungan operasional global telah menjadi lebih menantang, dengan industri menghadapi persaingan yang lebih ketat, meningkatnya ekspektasi kepatuhan, kompleksitas regulasi, dan pengawasan global yang lebih ketat terkait kualitas, ketertelusuran, standar tenaga kerja, dan keberlanjutan. “Industri sarung tangan karet beroperasi dalam lingkungan yang sangat berbeda saat ini. Kesuksesan masa lalu saja tidak cukup. Malaysia harus terus membedakan dirinya melalui kualitas, keandalan, kepatuhan, dan kredibilitas,” kata Oon. Dia menambahkan IRGCE telah berkembang menjadi titik pertemuan global untuk seluruh ekosistem sarung tangan dan tetap menjadi platform penting bagi para pelaku industri untuk bertukar pengetahuan, membangun kemitraan, dan membentuk masa depan industri. MARGMA juga menegaskan kembali pentingnya membangun jalur pengembangan talenta masa depan industri. Sejalan dengan hal ini, MARGMA secara aktif mendukung hubungan yang lebih kuat antara industri dan akademisi, termasuk kolaborasi terbarunya dengan Universitas Monash Malaysia untuk memperkenalkan program Magister khusus di bidang Teknologi Koloid dan Lateks. Inisiatif ini mencerminkan upaya yang disengaja untuk membangun kemampuan ilmiah dan teknis yang lebih mendalam di dalam industri guna mendukung fase daya saing selanjutnya dalam ilmu material, optimasi proses, inovasi produk, dan kinerja keberlanjutan. Ke depannya, MARGMA telah menguraikan empat pilar strategis untuk mempertahankan ketahanan dan kepemimpinan global industri sarung tangan karet Malaysia: • Diferensiasi Global: Memperkuat reputasi Malaysia sebagai sumber sarung tangan berkualitas tinggi yang premium dan tepercaya dengan memprioritaskan keandalan, kredibilitas, dan kepatuhan yang ketat dibandingkan alternatif berbiaya rendah. • Kemajuan Teknologi: Membangun keunggulan teknis yang lebih tajam melalui investasi berkelanjutan dalam otomatisasi, ilmu material, efisiensi proses, dan solusi manufaktur berkelanjutan. • Jalur Pengembangan Bakat & Ekosistem Pengetahuan: Menjembatani kesenjangan antara industri dan akademisi untuk membangun kemampuan penelitian yang kuat dan mengamankan tenaga kerja yang sangat terampil untuk masa depan. • ESG & Praktik Berkelanjutan: Secara proaktif meningkatkan standar industri dalam tata kelola tenaga kerja, pengadaan yang bertanggung jawab, dan transparansi rantai pasokan untuk memenuhi harapan pembeli yang terus berkembang dan persyaratan akses pasar. Respons positif terhadap upacara penandatanganan sponsor semakin mencerminkan kepercayaan industri terhadap IRGCE 2026 dan peran berkelanjutan Malaysia di pusat ekosistem sarung tangan global. MARGMA juga menyampaikan apresiasi tulusnya kepada semua sponsor atas dukungan berharga mereka terhadap IRGCE ke-12 tahun 2026. Para Sponsor Emas adalah: • Hartalega NGC Sdn Bhd • Kossan Lateks Industri Sdn Bhd • Reebow Intelligent Equipment (M) Sdn Bhd • Pabrikan Sarung Tangan Supermax Sdn Bhd • Tiong Tat Printing Industries Sdn Bhd • Top Glove Sdn Bhd Para Sponsor Perak adalah: • CCM Polymers Sdn Bhd • Koon Seng Sdn Bhd Para Sponsor Perunggu adalah: • Anhui INTCO Medical Products Co., Ltd. • Gas Malaysia Energy and Services Sdn Bhd • Lexis Chemical Sdn Bhd • Sri Trang Gloves (Thailand) Perusahaan Publik Terbatas. Upacara penandatanganan MoU antara MARGMA dan MRC mencerminkan semangat kemitraan yang berkelanjutan dan komitmen bersama dalam memajukan IRGCE 2026 dan memperkuat posisi Malaysia di industri sarung tangan karet global. Mitra pendukung acara ini meliputi Dewan Karet Malaysia (MRB), Kementerian Investasi, Perdagangan dan Industri (MITI), Perusahaan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Malaysia (MATRADE), Biro Konvensi dan Pameran Malaysia (MyCEB), dan Institut Plastik & Karet Malaysia (PRIM). Dengan partisipasi industri yang kuat, kolaborasi strategis, dan dukungan institusional yang berkelanjutan, IRGCE 2026 ke-12 siap menjadi edisi acara yang paling berdampak hingga saat ini, memperkuat posisi Malaysia sebagai pemimpin yang serius, kredibel, dan siap menghadapi masa depan dalam ekosistem sarung tangan karet global.
Tekanan Bearish Belum Kelar, Harga Emas Diprediksi Bergerak Lebih Rendah
Jakarta, katakabar.com - Harga emas diprediksi masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan di penghujung Juni 2026. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, arah pergerakan logam mulia masih cenderung bearish karena tekanan jual belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Meskipun harga telah mencapai area support penting, peluang penurunan dinilai masih terbuka selama belum ada sinyal teknikal maupun sentimen fundamental yang mampu mengubah arah pasar. Geraldo menjelaskan pada grafik H4, emas masih bergerak dalam tren turun yang cukup kuat. Harga baru saja menyentuh area support di level 3.956, namun belum muncul konfirmasi yang menunjukkan bahwa level tersebut mampu menjadi titik balik bagi pergerakan harga. Pada kondisi seperti ini, pasar masih cenderung dikuasai oleh penjual sehingga potensi pelemahan lanjutan tetap menjadi skenario utama. Menurutnya, apabila tekanan jual masih berlanjut dan area support tersebut gagal menahan penurunan, harga emas berpotensi bergerak menuju target berikutnya di level 3.874. Area tersebut menjadi support penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar sebagai sasaran pelemahan selanjutnya apabila sentimen negatif masih mendominasi. Tetapi, harga yang telah berada di sekitar support utama juga berpotensi memicu koreksi naik dalam jangka pendek. Reaksi beli biasanya mulai muncul ketika harga dianggap cukup rendah sehingga menarik minat sebagian investor untuk kembali masuk ke pasar. Selain itu, aksi ambil untung dari pelaku pasar yang sebelumnya membuka posisi jual juga dapat memicu kenaikan sementara. Tetapi, koreksi tersebut diperkirakan hanya bersifat teknikal dan belum cukup kuat untuk mengubah tren utama yang masih menurun. Selama harga belum mampu menembus area resistance penting dan membentuk struktur kenaikan yang lebih solid, peluang penurunan masih dinilai lebih besar dibandingkan potensi penguatan. Dari sisi teknikal, indikator Moving Average juga masih menunjukkan sinyal yang mendukung tren bearish. Posisi harga yang masih berada di bawah garis Moving Average mengindikasikan bahwa momentum penurunan belum berakhir. Struktur grafik pun masih memperlihatkan dominasi seller sehingga peluang terjadinya pelemahan lanjutan tetap terbuka. Sementara, indikator Stochastic masih bergerak menuju area oversold atau jenuh jual. Kondisi tersebut memang sering dikaitkan dengan peluang terjadinya rebound, namun hingga saat ini belum terlihat adanya sinyal pembalikan arah yang valid. Dengan kata lain, meskipun pasar mulai memasuki area jenuh jual, tekanan bearish masih menjadi faktor yang lebih dominan dalam menentukan arah pergerakan harga emas. Selain analisis teknikal, faktor fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga emas. Salah satu penyebab utamanya adalah penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global. Akibatnya, permintaan terhadap emas cenderung menurun karena sebagian pelaku pasar memilih instrumen investasi berbasis dolar yang dinilai lebih menarik. Tekanan juga datang dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang memberikan pendapatan tetap. Sebaliknya, emas sebagai aset yang tidak menghasilkan bunga menjadi kurang diminati sehingga pergerakan harganya ikut tertekan. Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve juga masih menjadi perhatian utama. Selama data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis, tetap menunjukkan kondisi yang kuat, peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi masih cukup besar. Kebijakan tersebut berpotensi menjaga penguatan dolar AS sekaligus membatasi ruang kenaikan harga emas. Investor tetap perlu mencermati perkembangan kondisi global. Ketidakpastian geopolitik maupun perlambatan ekonomi dunia sewaktu-waktu dapat meningkatkan kembali permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Selain itu, aksi short covering dan profit taking juga berpotensi memicu kenaikan harga dalam jangka pendek setelah penurunan yang cukup tajam beberapa waktu terakhir. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas hari ini masih didominasi sentimen negatif. Dari sisi teknikal, tren turun masih menjadi skenario utama dengan target pelemahan menuju area 3.874 apabila support 3.956 berhasil ditembus. Sementara itu, dari sisi fundamental, kombinasi penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta ekspektasi suku bunga tinggi masih menjadi faktor yang membatasi peluang kenaikan emas. Walaupun potensi rebound jangka pendek tetap ada karena harga telah berada di area support, arah pergerakan emas secara umum masih cenderung melemah hingga muncul katalis baru yang mampu mengubah sentimen pasar.
Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan pada perdagangan awal pekan Juli 2026. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan kondisi pasar mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah tekanan jual yang sempat mendominasi beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Dari sisi teknikal maupun fundamental, peluang kenaikan emas dinilai masih cukup terbuka selama tidak muncul sentimen baru yang mengubah arah pasar secara signifikan. Geraldo menjelaskan pada grafik H4, harga emas berhasil mempertahankan posisinya di atas area support penting yang terbentuk dalam beberapa sesi terakhir. Kemampuan harga bertahan di level tersebut menjadi tanda bahwa minat beli mulai kembali meningkat. Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa tekanan dari pihak penjual tidak lagi sebesar sebelumnya sehingga membuka peluang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi. Selain bertahan di area support, pergerakan harga juga membentuk pola swing low yang valid. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering kali menjadi sinyal awal bahwa tren naik mulai terbentuk setelah fase pelemahan. Munculnya pola ini menunjukkan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali pasar dan berusaha mempertahankan harga di atas level support yang ada. "Selama support tetap terjaga, peluang penguatan emas masih cukup besar. Struktur pergerakan harga saat ini masih mendukung skenario kenaikan dalam jangka pendek," kata Geraldo dari hasil analisisnya. Berdasarkan proyeksi teknikal, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.095. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan volume transaksi yang kuat, harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.144. Sementara, indikator Stochastic masih bergerak di area overbought atau jenuh beli. Walaupun kondisi tersebut biasanya menjadi tanda bahwa harga sudah naik cukup tinggi, hingga kini belum terlihat adanya sinyal yang menunjukkan pelemahan momentum maupun pembalikan arah. Selama tekanan beli masih mendominasi, pergerakan naik diperkirakan masih dapat berlanjut. Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ketika harga mendekati area resistance. Tidak menutup kemungkinan sebagian pelaku pasar akan melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir. Koreksi seperti ini umumnya bersifat sementara sebelum pasar kembali menentukan arah pergerakan berikutnya. Selain didukung oleh faktor teknikal, prospek kenaikan harga emas juga mendapat dorongan dari sejumlah sentimen fundamental. Salah satunya adalah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar keuangan. Perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara, ketegangan geopolitik, serta tingginya volatilitas pasar membuat investor cenderung mencari aset yang dinilai lebih aman. Dalam situasi seperti ini, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih sebagai aset safe haven. Ketika tingkat ketidakpastian meningkat, permintaan terhadap logam mulia biasanya ikut naik sehingga mampu memberikan dorongan positif terhadap harga. Faktor lain yang berpotensi menopang kenaikan emas adalah pelemahan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar dolar menurun, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut biasanya mendorong peningkatan permintaan sehingga harga emas memiliki peluang untuk bergerak lebih tinggi. Selain itu, pasar juga mulai mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Jika ekspektasi terhadap penurunan suku bunga kembali menguat, maka tekanan terhadap dolar AS diperkirakan akan berkurang. Situasi ini umumnya memberikan dampak positif bagi emas karena investor mulai beralih ke aset yang dianggap mampu menjaga nilai investasi. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor yang mendukung prospek emas. Ketika imbal hasil obligasi turun, biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah sehingga logam mulia kembali menarik bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio. Tetapi, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data inflasi, tenaga kerja, hingga aktivitas sektor manufaktur masih menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve sekaligus menentukan pergerakan dolar AS dan harga emas. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih lebih dominan dibandingkan potensi pelemahannya dalam jangka pendek. Dari sisi teknikal, terbentuknya support yang kuat, munculnya valid swing low, serta masih kuatnya momentum beli memberikan sinyal positif bagi pergerakan harga.
Indonesia Buka Akses Lebih Luas bagi Investor Eurasia Lewat Innoporm 2026
Jakarta, katakabar.com - Kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country pada Innoprom 2026 membuka akses langsung bagi investor dan pelaku usaha Eurasia untuk menjajaki peluang kemitraan industri di Indonesia, yang kini bergerak di bawah kerangka kebijakan industri baru, Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). Innoprom 2026 yang akan berlangsung pada 6 hingga 9 Juli 2026 nanti di Ekaterinburg, Rusia, menjadi titik temu antara pelaku industri Eurasia dan ekosistem industrialisasi Indonesia yang tengah bertransformasi. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan Indonesia tidak lagi hanya menawarkan potensi pasar, tetapi juga menghadirkan arah pembangunan industri yang jelas dan terukur. “Melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional, Indonesia membangun fondasi industri yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan. Kami membuka ruang yang luas bagi kemitraan internasional yang mampu menghadirkan investasi berkualitas, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional,” ujarnya. SBIN merupakan respon Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terhadap perubahan ekonomi global yang semakin cepat, mulai dari percepatan digitalisasi, transisi energi, hingga pergeseran rantai pasok global, sekaligus menjadi peta jalan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Strategi ini berpijak pada visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dan menjadi panduan utama dalam menjalankan industrialisasi yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. SBIN akan menjalankan empat prioritas yang membuka ruang kemitraan bagi investor Eurasia di berbagai sektor industri Indonesia. Empat pilar prioritas tersebut termasuk penguatan produksi manufaktur bernilai tambah lebih dari sumber daya alam, penguasaan teknologi industri melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, industrialisasi hijau dan pengembangan sumber daya manusia industri. Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII), Tri Supondy, menuturkan keikutsertaan Indonesia di Innoprom 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia. “Tujuan utama keikutsertaan Indonesia di Innoprom 2026 adalah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia. Pada pameran ini, Indonesia akan memperkenalkan SBIN yang memungkinkan Indonesia untuk membangun ekosistem manufaktur yang terstruktur, transparan, dan lebih terbuka bagi kolaborasi internasional,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, di pekan keempat Juni 2026 lalu. Indonesia memasuki Innoprom 2026 dengan posisi yang kuat sebagai negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Nilai Tambah Manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) Indonesia mencapai USD 265 miliar, menempatkan Indonesia pada peringkat ke 13 dunia. Ekspor manufaktur nonmigas Indonesia hingga Agustus 2025 mencapai USD 147,9 miliar atau hampir 80 persen dari total ekspor nasional. Basis industri inilah yang menjadi fondasi konkret dari kehadiran Indonesia di Ekaterinburg. Partisipasi Indonesia di Innoprom 2026 akan membawa lebih dari 50 pelaku industri yang siap membuka peluang kemitraan yang konkret bagi pelaku industri dan investor di Eurasia. Terdapat empat peluang kerja sama utama yang ditawarkan Indonesia kepada mitra Eurasia. Pertama, kemitraan teknologi dan alih teknologi bagi perusahaan yang memiliki keunggulan di bidang mesin industri, sistem otomasi, petrokimia, dan material untuk berkolaborasi dengan industri nasional yang sedang mempercepat modernisasi proses produksinya melalui zona paviliun industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) serta industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT). Kedua, peluang investasi langsung di kawasan industri yang telah siap beroperasi dan dikelola secara profesional, dengan dukungan kepastian regulasi yang diperkuat melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). Ketiga, kerja sama dalam pengembangan rantai pasok hilirisasi komoditas strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, kobalt, dan lithium yang membuka kebutuhan besar akan teknologi pengolahan dan rekayasa material. Keempat, kolaborasi di sektor agro dan pangan bernilai tambah melalui zona paviliun AGRO, yang menawarkan peluang kemitraan di bidang teknologi pengolahan pangan, logistik, hingga perluasan akses distribusi dan pasar. Melalui partisipasi sebagai Official Partner Country, Indonesia tidak hanya menampilkan capaian industrinya, tetapi juga menawarkan kerangka kerja sama yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dengan dukungan SBIN, Innoprom 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan investasi, transfer teknologi, serta kemitraan industri jangka panjang yang memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai manufaktur global.