Home / Lingkungan / Banjir Terjang Kota Padangsidempuan Satu Rumah Warga Hanyut
Banjir Terjang Kota Padangsidempuan Satu Rumah Warga Hanyut
Foto Ist/katakabar.com.
Padangsidempuan, katakabar.com - Hujan dengan intensitas tinggi picu meluapnya Sungai Aek Sibontar dan sebabkan banjir di Kelurahan Timbangan, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (14/12) sekitar pukul 18.20 WIB kemarin.
Musibah banjir yang terjang Padangsidempuan sebabkan satu rumah dilaporkan hanyut dan tiga rumah lainnya terendam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padangsidempuan melaporkan, tidak cuma rumah warga, banjir merendam satu unit sarana ibadah, dan beberapa titik akses jalan terdampak banjir. Beberapa akses jalan yang terdampak, meliputi Jalan Sudirman depan kantor Satpol PP, Jalan Komplek DPRD menuju Sihitang, serta jalan Damkar Sadabuan.
Pada musibah banjir itu tidak ada korban jiwa, tapi tim kaji cepat BPBD Kota Padangsidempuan mencatat terdapat 6 jiwa mengungsi, serta beberapa Kepala Keluarga (KK) lain yang terdampak banjir masih dalam pendataan petugas di lapangan.
Selain melakukan kaji cepat dan evakuasi korban, BPBD Kota Padangsidempuan telah mendirikan tenda Pos Komando (Posko) guna penanganan darurat korban banjir. Tim terus memantau perkembangan di lokasi banjir serta meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengupdate informasi Peringatan Dini potensi hujan dan waspada ancaman bencana hydrometeorologi kepada BPBD Kabupaten dan Kota untuk diteruskan kepada masyarakat.
Sedang, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lewat instagram resminya merilis Peringatan Dini Cuaca untuk Selasa (14/12) hingga Kamis (16/12). BMKG menulis Sumatera Utara masih berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Tidak cuma Sumatera Utara, daerah lain yang berpotensi hujan lebat antara lain Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
BNPB terus mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar selalu waspada dan siap siaga terhadap ancaman bencana hydrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi, terlebih puncak musim hujan masih belum terjadi. Menurut BMKG, puncak musim hujan akan jatuh pada Januari hingga Februari tahun depan.
Sumber: Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
CTS Surati Ketua DPRD Deli Serdang
Mohon Perlindungan Hukum dan Desak Kebijakan Pemerintah








Komentar Via Facebook :