https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Kesehatan / Bappenas Siapkan Protokol Kenormalan Baru Sesuai Arahan WHO

Bappenas Siapkan Protokol Kenormalan Baru Sesuai Arahan WHO


, 29 Mei 2020 | 12:47 WIB  

Penulis :
Editor : Sany Panjaitan
Bappenas Siapkan Protokol Kenormalan Baru Sesuai Arahan WHO

Social Distancing di Bandara. ©2020 Merdeka.com (instagram : ap_airports)

www.katakabar.com | Artikel ID: 18999 | Artikel Judul: Bappenas Siapkan Protokol Kenormalan Baru Sesuai Arahan WHO | Tanggal: , 29 Mei 2020 - 12:47

Katakabar.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) telah menyusun protokol dalam rangka mempersiapkan Indonesia memasuki tahap kenormalan baru (new normal) di tengah pandemi corona. Ini merujuk pada aturan yang telah ditetapkan oleh WHO, termasuk mencontoh beberapa negara yang telah mengimplementasikannya.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Subandi Sardjoko mengatakan, ada 3 kriteria dalam penyusunan protokol tersebut. Pertama kriteria epidemi. Artinya daya tular sudah penyebaran virus harus di bawah angka satu, dari sebelumnya ratio 1,9-5,7.

www.katakabar.com | Artikel ID: 18999 | Artikel Judul: Bappenas Siapkan Protokol Kenormalan Baru Sesuai Arahan WHO | Tanggal: , 29 Mei 2020 - 12:47

"Pada waktu itu dia sudah harus di bawah 1, jadi 1 orang bisa menularkan 2-6 orang. Ini sangat tinggi dan harus diturunkan tentunya dengan intervensi," kata Subandi di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (29/5).

Kedua, mengenai sistem kesehatan. Sistem kesehatan yang dibangun harus memiliki kemampuan pelayanan kesehatan. Dalam hal ini WHO mensyaratkan jumlah kasus baru rata-rata bisa dilayani sesuai jumlah tempat tidur 20 persen lebih banyak.

"Jadi harus bisa melayani 120 persen dari kasus baru," imbuhnya.

Ketiga, surveillance atau pengawasan. WHO mengusulkan jumlah rapid test satu dari seribu orang. Melihat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta, maka Bappenas mengusulkan 3.500 alat test per satu juta penduduk.

Sehingga jumlah rapid tes yang dibutuhkan sebanyak 940 ribu. Namun, hingga kini Indonesia baru ada 290 ribu alat test corona. "Kita baru ada 290 ribu, belum sepertiganya," kata dia.

Dari ketiga kriteria tersebut, Bappenas memiliki dashboard yang dikoordinasikan oleh sistem BLC bersama gugus tugas. Sistem ini digunakan untuk memberikan analisa tingkat penularan di tiap wilayah.

"Jadi ini yang kita gunakan untuk analisa apakah suatu daerah sudah di bawah nol apa belum," ujar dia.

Subandi mengatakan, Kepala Bappenas sudah berkoordinasi dengan para Kepala Bappeda untuk memberikan pembaharuan data secara harian melalui sistem BLC, sebagai syarat agar analisa yang dihasilkan kredibel.

Sehingga pentahelix berbasis komunitas ini sangat diperlukan. Pandemi ini tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah saja. Masyarakat juga harus paham dan melaksanakan kebijakan yang telah dibuat pemerintah.

Sebab begitu pengurangan pembatasan ini mulai dilakukan, maka masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan. Termasuk juga harus diikuti para pelaku bisnis. Dalam hal ini, media massa juga mengambil peran dengan menyampaikan informasi ke masyarakat untuk membangun pemahaman yang sama untuk melawan pandemi.

Merdeka.com


TOPIK TERKAIT

# Bappenas Siapkan Protokol Kenormalan Baru Sesuai Arahan WHO
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :