Home / Nusantara / Berbagi Bingkisan di Sulawesi Tengah, Ini pesan Panglima TNI
Berbagi Bingkisan di Sulawesi Tengah, Ini pesan Panglima TNI
Panglima TNI, Hadi Tjahjanto saat memberi arahan pada giat Bhaksos di Sulawesi Tengah. Foto Ist.
Sulawesi Tengah, katakabar.com - Panglima TNI Marsekal TNI, Hadi Tjahjanto, didampingi Irwasum Polri, Komjen Pol Agung Budi Maryoto, membagikan 750 bingkisan untuk masyakarat yang terdampak pandemi Covid 19 dan empat unit kunci rumah, di Poskotis Tinombala Tokorondo, Sulawesi Tengah, Rabu (23/12) lalu.
Pada acara Gerakan Bakti Sosial TNI-Polri di Sulawesi Tengah, Panglima TNI mengatakan, kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang digelar TNI dan Polri serta komunitas masyarakat bentuk persatuan dan kesatuan, serta saling bantu sesama anak bangsa untuk meringankan beban masyarakat.
Bantuan ini bakal diserahkan kepada masyarakat yang menjadi korban dari aksi teror. Adanya bantuan ini mudah - mudahan dapat meringankan beban warga beserta keluarga," tegasnya, seperti dikutip dari Situs Resmi TNI, Sabtu (26/12).
Dijelaskan Panglima TNI, bantuan tersebut didistribusikan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan komponen masyarakat yang tergabung dalam komunitas motor.
"Kepada Satgas Baksos Bermotor, selamat bertugas. Upaya yang dilakukan bersama mudah - mudahan menjadi awal dari keberhasilan kita menekan pandemi Covid 19 dan memulihkan keamanan di Kabupaten Poso."
Disiplin menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes), selalu laksanakan 3M, seperti Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak, harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Dengan 3M, tidak cuma melindungi diri sendiri, tapi melindungi orang-orang tercinta di sekitar kita dan masyarakat luas," serunya.
Silaturahmi Bersama Tomas dan Toga
Selepas menyerahkn bantuan, Panglima TNI dan Irwasum Polri melakukan kegiatan silaturahmi, bertatap muka dengan Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat Poso, dengan tajuk "Dialog Lintas Agama dan Lintas Generasi"
Panglima TNI menjelaskan, beberapa insiden terakhir seperti yang terjadi di Sigi, sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan dengan kedok agama. Pembunuhan terhadap rakyat yang tidak berdosa, tidak bisa dibenarkan dengan dalih apa pun. Situasi ini harus dikelola secara arif dan bijaksana, dengan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku teror di wilayah Poso.
"Seluruh masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan isu SARA atas beberapa insiden yang terjadi. Ini saat yang tepat untuk bergerak bersama melawan aksi teror dengan melaksanakan upaya terstruktur dan komprehensif dalam berbagai bidang," ajaknya.
Untuk itu, peranan tokoh lintas agama dan tokoh pemuda menjadi sangat penting, untuk menjalin komunikasi dan menumbuhkan semangat toleransi dalam kerangka ke-Bhinneka Tunggal Ika-an.
"Kita harus bersama-sama menghapus radikalisme dari bumi Indonesia," tandasnya.



Komentar Via Facebook :