https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Ekonomi / Berburu Saham Bluechip or Konglo! Begini Kata Founder Mikirduit

Strategi Investasi Saham 2026

Berburu Saham Bluechip or Konglo! Begini Kata Founder Mikirduit


Kamis, 01 Januari 2026 | 13:00 WIB  

Editor : Sahdan
Berburu Saham Bluechip or Konglo! Begini Kata Founder Mikirduit

Foto: Ilustrasi/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 43089 | Artikel Judul: Berburu Saham Bluechip or Konglo! Begini Kata Founder Mikirduit | Tanggal: Kamis, 01 Januari 2026 - 13:00

Jakarta, katakabar.com - IHSG mencatatkan rekor setelah  24 kali mencatatkan all time high sepanjang 2025 dengan kenaikan sebesar 21,92 persen. Ini adalah kenaikan tertinggi sejak 2011.

Founder dan CEO Mikirduit, Surya Rianto, mengatakan IHSG memang banyak mencatatkan rekor bagus seperti market cap tembus Rp16.000 triliun dan all time high sebanyak 24 kali. Namun, catatannya kenaikan IHSG didorong deretan saham konglomerat yang dulunya tidak likuid, tapi digerakkan naik sehingga market capnya cukup raksasa.

"Beberapa saham yang meroket tinggi dan bisa dianggap jadi penopang IHSG antara lain, DSSA, DCII, BRPT, MORA, CUAN, hingga IMPC yang skala market cap jumbo, tapi kenaikan dalam setahun lebih dari 100 persen. Selain itu, kenaikan market cap IHSG juga didorong oleh beberapa IPO jumbo dari CDIA, EMAS, hingga SUPA," ujarnya.

Euforia saham konglomerat memang mencapai puncaknya pada 2025. Dari Prajogo Pangestu, Bakrie, hingga Happy Hapsoro.

Di sisi lain, saham-saham klasik dengan fundamental oke dan bobot ke IHSG besar seperti big bank, yakni BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, hingga ASII mulai tersisih dari top market cap.

BBCA disalip BREN dari posisi nomor satu, BBRI terdepak ke peringkat 5, BMRI ke peringkat 8, TLKM ke 10, dan ASII turun ke 13.

Surya mengingatkan, secara historis, ketika IHSG naik cukup signifikan dalam satu tahun terutama di atas 20 persen. Pada tahun selanjutnya berpotensi koreksi.

Hal itu terjadi pada 2014 ketika IHSG dalam setahun naik 21,71 persen, kemudian di 2015 turun 11,3 persen. Begitu juga pada 2017 ketika IHSG naik 20,14 persen, lalu pada 2018 turun 2,7 persen.

"Intinya, investor harus tetap rasional terhadap harga saham konglomerat yang naik tinggi. Narasi MSCI masih ada, tapi indeks global itu lagi mewacanakan mengubah skema yang lebih ketat untuk saham Indonesia yang diumumkan pada akhir Januari 2026," jelasnya.

MSCI memang sempat mengutarakan rencana untuk mengubah ketentuan free float di saham Indonesia dengan menggunakan data KSEI, serta mengecualikan free float berbasis perseroan terbatas domestik, serta lainnya. Lalu, berencana memperkata pembulatan saham Indonesia. Pihak IDX sudah memberikan masukkan ke pihak MSCI, tapi pilihan akhir ada di tangan pemilik indeks global tersebut.

Ia menyarankan, investor bisa memantau perkembangan dulu sebelum jor-joran masuk ke pasar saham di 2026.

"Bisa menggunakan strategi manajemen risiko dengan masuk bertahap, serta analisis prospek saham-saham yang akan dibeli. Apakah punya momentum jangka menengah atau tidak, serta apakah volatilitasnya sudah terlampau tinggi atau masih dalam tahap wajar,” ucapnya.

Mikirduit juga sudah update analisis saham terbaru serta realisasi kinerja sepanjang 2025 yang ringkasannya bisa diakses di sini , untuk akses full bisa daftar di sini

www.katakabar.com | Artikel ID: 43089 | Artikel Judul: Berburu Saham Bluechip or Konglo! Begini Kata Founder Mikirduit | Tanggal: Kamis, 01 Januari 2026 - 13:00

TOPIK TERKAIT

# Berburu Saham# Bluechip or Konglo# Founder Mikirduit#
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Opini

    Tahun Baru Segelas Kopi Excelsa Tanpa Gula

    Kamis, 01 Jan 2026 | 12:35 WIB
  • Lifestyle

    Manajemen Waktu ala Generasi Muda di Tengah Hidup Serba Cepat

    Kamis, 01 Jan 2026 | 12:00 WIB
  • Ekonomi

    Bitcoin Bangkit di Akhir Tahun, Peluang Manfaatkan Fleksibel Staking Bittime?

    Kamis, 01 Jan 2026 | 11:16 WIB
  • Ekonomi

    Bittime Gelar Kampanye #NewYearBonus, Bagikan Airdrop $BTC dan $USDT di Akhir Tahun

    Kamis, 01 Jan 2026 | 10:00 WIB
  • Internasional

    Emas Terkoreksi dari Rekor, Pasar Masuk Fase Konsolidasi

    Kamis, 01 Jan 2026 | 09:00 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :