https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Ekonomi / Berkat Kerupuk Mlarat, Muanah Raup Omzet Rp 20 Juta

Berkat Kerupuk Mlarat, Muanah Raup Omzet Rp 20 Juta


, 17 Februari 2020 | 13:11 WIB  

Penulis :
Editor : Sany Panjaitan
Berkat Kerupuk Mlarat, Muanah Raup Omzet Rp 20 Juta

Muanah (Dokumentasi BTPN Syariah)

www.katakabar.com | Artikel ID: 16121 | Artikel Judul: Berkat Kerupuk Mlarat, Muanah Raup Omzet Rp 20 Juta | Tanggal: , 17 Februari 2020 - 13:11

Katakabar.com - Memulai bisnis tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kerap kali jatuh bangun dalam berbisnis sudah lekat dalam perjalanan meraih kesuksesan.

Namun ketekunan dan sikap pantang menyerah sangat penting dilakukan dalam memajukan usaha. Seperti yang dilakukan Muanah. Berkat ketekunannya, wanita paruh baya ini sukses dalam menjalankan usaha rumahannya mengolah kerupuk mlarat.

www.katakabar.com | Artikel ID: 16121 | Artikel Judul: Berkat Kerupuk Mlarat, Muanah Raup Omzet Rp 20 Juta | Tanggal: , 17 Februari 2020 - 13:11

Muanah mengelola usaha kerupuk yang memasaknya dengan pasir itu di rumahnya, di Blok Cabrik Desa Setu Kulon, Cirebon, Jawa Barat.

Di rumahnya yang sederhana, Muanah mengelola usaha kerupuk pasir yang merupakan usaha turun-temurun yang diwariskan oleh keluarganya.

Bersama suami, saudara dan warga setempat Muanah membuat kerupuk pasir secara tradisional. Sejak tahun 2003, keluarga Muanah sudah memulai membuat kerupuk mlarat.

Awalnya usaha Muanah sudah memiliki 4 orang pegawai. Tahun 2011 Muanah mulai melakukan pinjaman usaha kepada Bank BTPN Syariah dengan nominal Rp 1,5 juta untuk membangun pabrik kecil, membeli tepung tapioka dan mengembangkan usaha.

Perlahan usahanya terus berkembang. Untuk mengembangkan usahanya tersebut, pinjaman modal usaha pun terus meningkat dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 3 juta, lalu top up Rp 6 juta, Rp 17 juta dan kini pinjaman Muanah tahun 2019 sudah mencapai Rp 30 juta.

“Pinjaman awalnya itu untuk tambahan modal membeli tapioka, terus juga untuk tambahan modal dan mengembangkan usaha. Kalau keuntungannya ya buat bangun rumah dan juga renovasi pabrik,” kata Muanah saat Kompas.com berkunjung, Kamis (13/2/2012).

Muanah juga menyebut dengan tambahan modal usaha ia bisa memperoleh keuntungan lebih yang juga bisa ia manfaatkan meningkatkan produksi dari yang hanya 1 kwintal per hari kini bisa sampai 2 atau 3 kwintal per hari.

Di sisi lain kini ia sudah mempekerjakan 9 orang pekerja dengan gaji variatif dari mulai Rp 160.000 per hari per orang (kerja borongan) atau dengan target pengulenan 2 kwintal.

Saat ini Muanah sudah memperoleh omzet kurang lebih Rp 20 juta per bulan. Ibu dua anak berharap usahanya terus berkembang.

“Kalau bisa ya saya maunya usaha kerupuk ini bisa sampai Indramayu. Terus juga mau beli mesin cetak dan potong. Mahal sekali, harganya sampai Rp 35 juta,” ungkapnya.

Berkat perkembangannya dalam berusaha, Muanah pun mendapatkan penghargaan BTPN Syariah dengan memberangkatkannya umrah. Dia pun berangan bisa berangkat haji.

Selain menjalankan usaha kerupuk pasir, kini Muanah aktif sebagai ketua sentra dalam kegiatan komunitas yang digelar BTPN Syariah sebagai penyaluran kredit usaha mikro, selama dua pekan sekali.

Sebagai ketua sentra, Muanah bertanggung jawab terhadap kehadiran anggotanya. Adapun kegiatan pertemuan yang dilakukan adalah pemberian materi sosialisasi atau edukasi dalam pengelolaan keuangan oleh Community Officer (CO) Bank BTPN Syariah.

CO juga mengedukasi anggota komunitas untuk menabung semampunya, misal Rp 5.000. Dengan menabung, diharapkan pengusaha mikro bisa lebih mandiri dan tidak berharap sepenuhnya hanya kepada pinjaman modal usaha saja.

Kompas.com

 


TOPIK TERKAIT

# Berkat Kerupuk Mlarat# Muanah Raup Omzet Rp 20 Juta
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :