Komitmen 'Perang Lawan Narkoba'

BNN RI Musnahkan Ratusan Kilogram Barang Bukti Narkotika

Jakarta, katakabar.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia gelar pemusnahan barang bukti narkotika, pada Selasa (19/10). Barang bukti yang dimusnahkan, meliputi 465.005,217 gram sabu, 113.710 gram ganja, 1001,7 gram MDMB-4-en-PINACA.

Ini pemusnahan kedelapan hasil dari pengungkapan sepuluh kasus yang berbeda.

Begini kronologis sepuluh kasus dari barang bukti narkoba yang dimusnahkan, pertama petugas sita 2,2 kilogram sabu dalam kantong plastik hitam. Berdasarkan Informasi dari masyarakat diketahui bakal ada transaksi narkoba jenis sabu di wilayah Rempoa, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/8) lalu.

Tim BNN melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial IT di rumah kontrakan di Jalan Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan sekitar pukul 13.35 WIB.

Tersangka ditangkap setelah Tim melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti narkotika berupa sabu seberat 2.226,42 gram. Sabu tersebut ditemukan di dalam 12 bungkus plastik klip bening dan 1 bungkus teh cina yang tergantung dalam kantong plastik hitam di dinding rumahnya.

Kedua, iperasi laut interdiksi terpadu gagalkan penyelundupan 218,8 kilogram sabu jaringan Aceh. Salah satu kasus yang berhasil diungkap dalam operasi laut interdiksi terpadu, yakni pengungkapan jaringan Aceh dengan barang bukti narkotika berupa sabu sebanyak 218.801,2 gram.

Berkat kerja sama BNN dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini berhasil menangkap 5 orang tersangka, masing-masing berinisial B alias YAT, M alias Su, T alias CM, ES alias E, AN alias WY, dan Ay alias R.

Pengungkapan itu berawal dari informasi masyarakat, Tim gabungan menangkap B alias YAT, dengan barang bukti 198 bungkus teh cina berisi sabu seberat 218.801,2 gram yang disembunyikan di sebuah kebun di Jalan Lorong Mawar Teunom, Desa Seurapong, Kabupaten Aceh Besar. Dari interogasi, Tim tangkap 4 tersangka lainnya yaitu R, AN alias Wak Yong, ES alias Edi, dan T alis Cek Midi.

Ketiga, 105,6 kilogram sabu berhasil diamankan dari jaringan Thailand-Aceh Timur.
Bermula dari penyelidikan intelijen yang dilakukan, tim BNN menangkap seorang pria Aceh berinisial S alias Thailand alias Udir sekitar pukul 20.00 WIB. Pelaku ditangkap saat perjalanan menuju rumahnya.

Lepas itu, Tim amankan barang bukti sabu yang dikemas dalam 100 bungkus teh cina seberat 105.561,3 gram disimpan di halaman belakang gudang bengkel kapal di Desa Kampung Jalang Kecamatan Idi Rayeuk.

Keempat, sebanyak 22,3 kilogram sabu gagal Edar di Provinsi Sulawesi Tengah.
Tim BNN lakukan penangkapan terhadap tersangka dengan inisial A, R dan I di jalan Poros Palu Sabang, Provinsi Sulawesi Tengah pada Kamis (2/9) sekitar pukul 07.00 WITA.

Selain menangkap para tersangka, Tim berhasil menyita sabu yang dibungkus dalam 20 bungkus kantong plastik coklat dengan berat total 22.308 gram.

Dari hasil penyidikan Tim melakukan pengembangan dan menangkap M alias Anca, B, dan As sekitar pukul 15.30 WITA di Dusun II Bontolugus Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan keterangan diketahui peredaran gelap narkotika ini dikendalikan AM narapidana Lapas kelas II-A Parepare.

Kelima, seorang tersangka inisial T aliad Acong bersama 1 kilogram sabu
ditangkap petugas BNN, pada Senin (13/10) sekitar pukul 15.10 WIB.

Pelaku ditangkap bersama barang bukti sabu sebanyak 1.013 gram di depan PT Rimau Group, Jalan A.M. Sangaji Kelurahan Petojo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Sebelumnya petugas dapat informasi adanya transaksi narkotika melakukan pemantauan dan membuntuti T alias Acong. Petugas BNN dapati tersangka menaiki taxi dan berhenti di depan SPBU Shell Jembatan V, Tambora, Jakarta Barat, mau mengambil sesuatu dari tempat sampah di depan lokasi tersebut. Terus petugas menangkap tersangka dan mendapatkan barang bukti dari hasil penggeledahan di dalam mobil.

Keenam, BNN gagalkan peredaran ganja 114,7 kilogram di Bengkalis. BNN RI mengamankan dua tersangka berinisial MS dan AH di sebuah rumah yang terletak di daerah Jalan Rawa Panjang Kabupaten Bengkalis beserta barang bukti ganja seberat 114.725 gram, pada 3 September 2021 lalu. Kasus ini berhasil diungkap berkat laporan informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran ganja di daerah Riau.

Ketujuh, BNN dan Kantor Pos Pasar Baru Ungkap 1 kilogram paket narkotika dari Belanda. BNN RI dapat informasi dari Bea Cukai Pasar Baru tentang adanya kiriman paket dari Belanda.

Setelah dilakukan pemeriksaan pada 15 April 2021 lalu, paket berisi narkotika jenis MDMB-4-en-PINACA seberat 1.001,7 gram. Selanjutnya, petugas melakukan controlled delivery untuk menangkap pemesan barang tersebut, tapi tidak membuahkan hasil.

Kedelapan, Tim operasi laut interdiksi terpadu amankan sabu 105,93 kilogram di Rokan Hilir. Bermula dari laporan masyarakat tentang dugaan peredaran narkotika di daerah Riau. Tim operasi laut interdiksi terpadu melakukan penyelidikan. Pada 21 September 2021, petugas BNN berhasil mengamankan tiga tersangka berinisial JP, AS dan DY di daerah Bagan Punak Pesisir, Rokan Hilir, Riau berikut barang bukti sabu seberat 105.926 gram. Setelah dilakukan pengembangan, petugas BNN mengamankan SU dan RK di Rokan Hilir, serta ZU di Pekanbaru.

Kesembilan, Tim BNNP DKI Jakarta gagalkan peredaran sabu. Ini berkat informasi dari masyarakat sekitar pukul 18.00 WIB Tim BNNP DKI Jakarta berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial DD di depan pool taksi di wilayah Jakarta Timur, pada Rabu (15/9). Saat dilakukan penggeledahan di dalam kantong jaket tersangka ditemukan 1 bungkus amplop putih di dalamnya terdapat 1 bungkus plastik klip bening diduga narkoba jenis sabu.

Tim melakukan pengembangan dan mengamankan BS Alias Kebo di di Jalan Telkom, Kota Bekasi sekitar pukul 22.30 WIB. BS diamankan bersama barang bukti 111,98 gram sabu.

Kesepuluh, total 10,5 kilogram Sabu dalam Bungkus Teh Cina. Tim BNN RI melakukan penangkapan terhadap dua orang laki-laki berinisial MS dan SB di Gerbang Tol Gunung Sugih, Lampung pada 30 September 2021, sekitar pukul 03.05 dini hari. Tim kemudian melakukan penggeledahan dalam bus yang mereka tumpangi dan menemukan 10 bungkus teh cina berwarna hijau yang diduga sabu dengan berat 10.519 gram.

Lantaran perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal yg di kenakan Pasal 114 ayat  (1) dan (2) Subsider Pasal 112 Ayat (1) dan (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009.

Kini seluruh tersangka beserta barang bukti yang ditemukan telah diamankan dan dibawa ke Kantor BNN guna penyelidikan lebih lanjut.

Pemusnahan barang bukti narkotika yang dilakukan BNN RI kali ini telah menyelamatkan jutaan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Editor : Sahdan

Berita Terkait