https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Pendidikan / Budak Rangau di Papan Seberan

Budak Rangau di Papan Seberan


, 11 Oktober 2017 | 01:53 WIB  

Penulis : Sahdan
Editor : Abdul Aziz
Budak Rangau di Papan Seberan

Sekolah Dasar Negeri 028 Kelas Jauh Dusun Linong, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis. foto. sahdan

www.katakabar.com | Artikel ID: 9444 | Artikel Judul: Budak Rangau di Papan Seberan | Tanggal: , 11 Oktober 2017 - 01:53

Bathin Solapan (katakabar) - Meski sudah lusuh,  bendera merah putih itu masih berkibar gagah, di puncak sebatang besi yang sudah karatan. 

Bendera yang menjadi pertanda bahwa tanah tempat besi itu tertancap, masih Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

www.katakabar.com | Artikel ID: 9444 | Artikel Judul: Budak Rangau di Papan Seberan | Tanggal: , 11 Oktober 2017 - 01:53

Di belakang tiang itu, sejumlah bocah berbalut baju putih dan celana merah, nampak berlari ceria masuk ke gedung usang yang dibangun lewat urunan warga empat tahun silam.

Gedung yang terbuat dari papan seberan --- papan sisa dari pabrik pemotongan kayu yang tak layak jual --- yang sudah lapuk dimakan waktu. Tiang penyangga yang sudah terkelupas sana-sini digerogoti rayap. 

Atap berkarat tanpa plafon dan lantai semen ringkih yang sudah pecah terinjak masa. Inilah SD Negeri 28 kelas jauh Dusun Linong Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis, Riau.    

Tempat belajar 108 orang siswa dari kelas 1-4. Mereka diasuh oleh 6 orang guru --- 1 orang Aparatur Sipil Negara (ASN), 1 honor Pemda dan 4 honor komite. 

Sekolah ini masih di area operasional Pt Chevron Pacific Indonesia (CPI), hanya berjarak sekitar 200 meter dari jalan lintas kilometer 16 Rangau-Duri. 

"Sekolah ini berdiri di atas tanah hibah bekas galian seluas 8000 meter persegi. Duit membangun tiga ruang belajar hasil urunan warga dusun pada 2013 silam," cerita Kepala Dusun Lubuk Linong, Karshandi kepada katakabar.com di sekolah itu kemarin siang. 

Warga berinisiatif membangun sekolah itu kata Karshandi lantaran sekolah induk --- SDN 028 Mandau --- tidak mampu lagi menampung anak-anak usia sekolah dasar yang jumlahnya sudah melampaui quota. 

Sudahlah begitu, jauhnya rentang kendali tadi membikin orang tua was-was lantaran jalan lintas Rangau rawan kecelakaan. 

"Awal berdiri, jumlah siswa masih puluhan orang. Tapi seiring waktu, jumlahnya meningkat hingga sekarang mencapai 108 orang," katanya.

Dengan adanya sekolah jauh itu, masyarakat sangat terbantu. "Warga cukup berjalan kaki mengantar jemput anak sekolah," ujarnya.

Tapi sekarang, bangunan itu sudah mulai reot. Tiang bangunan dari kayu bulat sudah lapuk dimakan rayap, lantai semen rusak berganti tanah. Kuda-kuda dan atap tanpa plafon juga mengkawatirkan.  

Begitu juga dengan kursi dan meja belajar anak-anak, sudah rusak dan berlubang. Meubeler di ruangan guru yang dibeli dari duit urunan warga juga sudah lapuk.  

"Ada 2 WC di sudut sebelah kiri bangunan hasil bantuan perusahaan dan sumur bor bantuan Pemdes Petani. Begitulah keadaannya dan yang ada," terang Karshandi. 

Bukan tak berusaha masyarakat memohon bantu kepada Pemerintah Bengkalis biar APBD Bengkalis menetes untuk merehab sekolah itu. Empat tahun belakangan, setiap Musyawarah Rencana Pembangunan, proposal selalu diajukan. "Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan," Karshandi menarik nafas panjang. 

Matanya menatap lekat bocah-bocah lugu itu. Bocah yang tidak mengerti politik, bocah Rangau yang tak pernah paham bahwa sejak berpuluh tahun lalu minyak di perut bumi nenek moyangnya terus menerus disedot. 


TOPIK TERKAIT

# Budak Rangau di Papan Seberan
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

TERPOPULER

  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • UPDATE Kasus Dugaan Permainan Retribusi Pasar Belantik Siak: Jaksa Minta Inspektorat Audit, Tapi...

    Rabu, 01 Apr 2026 | 15:40 WIB
  • Kejari Binjai Tetapkan Empat Tersangka Kasus Kontrak Fiktif di Dinas Ketahanan Pangan

    Rabu, 01 Apr 2026 | 05:02 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
  • Kapolres Kepulauan Meranti Tingkatkan Kebersamaan Lewat Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H

    Senin, 30 Mar 2026 | 13:44 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :