Home / Sawit / CPO Indonesia Hipnotis Afsel, Ekspor Tembus USD307 Juta
CPO Indonesia Hipnotis Afsel, Ekspor Tembus USD307 Juta
Pertemuan Mendag dan Mendag Afsel. Foto: Ist/katakabar.com.
Afrika Selatan, katakabar.com - Crude Palm Oil (CPO) atau Minyak sawit Indonesia hipnotis, dan jadi primadona di Afrika Selatan. Buktinya, ekspor CPO dan produk olahannya tembus USD307 juta, dorong hubungan dagang RI–Afrika Selatan makin mesra, kokoh, dan cuan meledak.
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, disapa akrab Busan, belum lama ini bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Kompetisi Republik Afrika Selatan, Zuko Godlimpi, di Gqeberha, Afrika Selatan.
Pertemuan ini di tengah kegiatan Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) G20, dan membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kerja sama perdagangan serta ekonomi antara kedua negara.
“Pertemuan ini jadi momentum penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis Selatan-Selatan. Kami sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan kerja sama baru di bidang perdagangan,” kata Busan, dilansir dari laman EMG, Ahad (12/10) siang.
Menurut Busan, minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi salah satu produk ekspor utama Indonesia ke Afrika Selatan. Ekspor ini mencakup produk setengah jadi hingga produk siap pakai seperti minyak goreng, margarin, dan berbagai olahan lainnya.
Selain CPO, ulasnya, Indonesia mengekspor kopra, karet alam, buldoser, dan mobil penumpang, sementara Afrika Selatan mengimpor paduan aloi, bijih kromium, bijih mangan, aluminium mentah, serta gula tebu murni.
"Data perdagangan menunjukkan pada 2024 lalu, ekspor kelapa sawit Indonesia ke Afrika Selatan mencapai USD307,5 juta, menjadi penyumbang terbesar dari total ekspor Indonesia ke negara tersebut sebesar USD790,40 juta. Angka ini menegaskan posisi minyak sawit sebagai komoditas yang “ketagihan” di pasar Afrika Selatan," jelasnya.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, total perdagangan bilateral Indonesia–Afrika Selatan tercatat mencapai USD1,42 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD690,60 juta dan impor dari Afrika Selatan sebesar USD732,10 juta.
Sementara, sepanjang 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD2,41 miliar, meningkat 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain membahas ekspor minyak sawit, pertemuan Mendag Budi Santoso dan Zuko Godlimpi menyinggung revitalisasi Joint Trade Committee (JTC) kedua negara. Forum JTC Indonesia–Afrika Selatan yang dibentuk sejak 2005 berfungsi sebagai wadah pertukaran informasi dan strategi untuk menjajaki peluang pembentukan perjanjian perdagangan yang lebih luas.
Kerja sama ini tidak hanya menunjukkan betapa strategisnya posisi minyak sawit Indonesia di pasar Afrika Selatan, tetapi menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kemitraan ekonomi Selatan-Selatan.
Dengan dorongan ekspor yang stabil, peluang bagi pelaku industri sawit Indonesia untuk terus menembus pasar Afrika Selatan semakin terbuka lebar.








Komentar Via Facebook :