Home / Riau / Dirgahayu 73 Tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Suku Sakai Tutup Sekolah
Dirgahayu 73 Tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Suku Sakai Tutup Sekolah
Katakabar - Masyarakat suku sakai yang berada di Jalan Lintas Duri - Sontang, Jembatan 2 Jurong RW 12 RT 02, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis mestinya sibuk mempersiapkan ragam lomba hiburan rakyat sehari sebelum merayakan dan memperingati hari kemedekaan RI yang ke 73 Tahun 2018.
Tapi masyarakat suku sakai yang bermukim puluhan kilometer sebelah Barat Kota Duri itu justru melakukan aksi tutup sekolah Kamis (16/8) sekitar pukul 10.00 WIB kemarin.
"Masyarakat melakukan protes atas kebijakan oknum Kepala Satuan Pendidikan SDN 19 dulu bernama 69 Kecamatan Mandau dinilai plin plan sehingga tak mampu memimpin sekolah tempat anak - anak suku sakai menimba ilmu.
Selain itu, oknum Kepala Satuan Pendidikan SDN 19 dianggap tidak transparan kepada masyarakat akibatnya sekolah bukannya berkembang dan maju malah alami kemuduran.
Parahnya lagi, oknum Kepala Satuan Pendidikan SDN 19 membuat perpecahan secara internal sekolah, kata Ketua RT 02, Ucok Halawa kepada sejumlah awak media di sekolah kemarin pagi.
Selaku Ketua RT, saya mewakili masyarakat menutup sekolah sampai ada keputusan dari Dinas Pendidikan Bengkalis terkait keluhan masyarakat tentang prilaku oknum Kepala Satuan Pendidikan SDN 19.
"Kami suku sakai tak mau anak anak bodoh seperti kami, pandainya hanya meminta duit di tepi jalan. Itu sebabnya, sudah menjadi tekad anak - anak harus bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang lebih baik biar kelak mereka menjadi anak - anak pintar dan sukses di masa depan".
Sejak di pimpin oknum Kepala Satuan Pendidikan yang baru menggantikan yang lama. Perkembangan sekolah tidak dirasakan anak-anak, sapu dan alat pengepel lantai tak terbeli.
Tidak hanya itu, oknum Kepala Satuan Pendidikan SDN 19 jarang masuk dan datang ke sekolah.
Permintaan masyarakat sakai kata Ucok Halawa, Kepala Satuan Pendidikan SDN 19 segera di ganti agar sekolah berkembang dan maju.
"Umumnya anak - anak suku sakai yang bersekolah di SDN 19. Cukup sudah para orang tua yang bodoh, anak - anak harus pintar".
Masih Ketua RT 02 Jembatan 2 Jurong, terkait permintaan masyarakat Kepala Satuan Pendidikan sekolah di ganti. Beberapa kali sudah dilaporkan ke pihak Dinas Pendidikan tapi belum ada respon dan jawaban.
Masyarakat sangat kecewa dan kesal terhadap pihak Dinas Pendidikan dan melakukan aksi menutup sekolah hingga batas yang tidak ditentukan.
"Kami sudah ikuti prosedur dan jalurnya seperti, melaporkan ke Pemdes Petani melaporkan ke Korwil Pendidikan Mandau belum jua ada jawaban".



Komentar Via Facebook :