Home / Nasional / Dugaan Korupsi Dana Hibah BUMN Picu Anggota PWI Gelar Aksi Demo
Dugaan Korupsi Dana Hibah BUMN Picu Anggota PWI Gelar Aksi Demo
Aksi demo para jurnalis. Foto Ist/katakabar.com.
Sorong, katakabar.com - Dugaan korupsi dana hibah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN picu aksi demo para jurnalis yang tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI di berbagai daerah.
Mereka gelar aksi turun ke jalan, terutama di kantor-kantor kepengurusan PWI di daerah, seperti PWI Jawa Barat dan Jawa Timur.
Bahkan aksi sama merambah hingga ke Jakarta, Ratusan anggota PWI se Jabodetabek gelar aksi demo di kantor PWI Pusat, di halaman gedung Dewan Pers, pada Selasa (23/7).
Kelakuan bejat para dedengkot koruptor di kepengurusan pusat PWI yang menggarong uang rakyat, yakni dana hibah BUMN untuk UKW, akhirnya berbuntut ke gerakan arus bawah PWI sendiri yang menuntut digelar Kongres Luar Biasa atau KLB PWI.
Kasus dugaan penggelapan dan atau korupsi dana hibah BUMN oleh pengurus pusat PWI tersebut sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri dan ke KPK.
Ketua Tim V (Intelijen Investigasi) LP2TRI Kota Sorong, Agung RPP, S.E., CHt, menyatakan, persoalan kepengurusan PWI adalah masalah internal organisasi tersebut.
“Persoalan internal PWI silahkan diselesaikan mereka sendiri,” ujarnya.
Tapi, sambung Agung, perilaku kriminal mengkorupsi uang rakyat yang dilakukan oknum pengurus pusat PWI, Hendry Ch Bangun, Sayid Iskandarsyah, Muhammad Ihsan, Syarif Hidayatullah, dan kroni lainnya di organisasi itu, harus segera diproses hingga tuntas oleh aparat penegak hukum.
"Soal dugaan tindak kriminal, yakni mengkorupsi miliaran uang rakyat yang dihibahkan oleh BUMN, harus segera diproses penegak hukum. Lebih cepat lebih baik sehingga persoalan korupsi di tubuh PWI segera tuntas," tegasnya.
Menurutnya, aksi demo dan kisruh di PWI itu dipicu adanya indikasi kouprsi atau penggelapan dana hibah BUMN yang diperuntukan bagi pelaksanaan UKW, tapi digelapkan para pengurus pusatnya.
Itu Artinya, ada tindak pidana yang harus diselesaikan oleh penegak hukum. Jika ini tidak dituntaskan, maka kasus itu akan terus menjadi beban bagi kepengurusan organisasi PWI dan para jurnalis Indonesia di kemudian hari,” tutur Agung.
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke mengutarakan, PWI itu salah satu konstituen Dewan Pers. Oleh karena itu lembaga yang mengaku sebagai tuhannya pers Indonesia itu harus ikut bertanggung jawab atas perilaku bejat para pengurus PWI tersebut.
“Apalagi PWI selama ini diperlakukan sebagai anak emas dewan pecundang pers itu, mereka tidak boleh lepas tangan. Para komisioner Dewan Pers harus diperiksa karena mereka diduga kuat menjadi backing para dedengkot koruptor uang rakyat di PWI selama ini dalam melakukan aksi bejatnya,” tegas Wilson Lalengke seraya menekankan sangat mungkin para pengurus Dewan Pers juga menikmati uang korupsi dan hibah BUMN selama ini.
Ketum PPWI yang terkenal sangat getol mempersoalkan kasus korupsi, dan atau penggelapan dana hibah BUMN oleh Hendry Ch Bangun cs mengajak semua elemen jurnalis Indonesia untuk membersihkan diri dari sifat, dan perilaku koruptif.
“Kita perlu membersihkan dunia pers Indonesia dari sifat tamak, rakus, dan hedon yang mendorong para jurnalis melakukan tindak kriminal mengkorupsi dan menggelapkan uang rakyat," sebutnya
Ayo bersama berantas korupsi. Jika bukan kita, siapa lagi? Jika bukan sekarang, kapan lagi? imbau alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini berharap.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Dari Ranah Minang untuk Indonesia
Pegadaian Bersama Kementerian BUMN Kembali Buka Relawan Bakti BUMN Batch V








Komentar Via Facebook :