Home / Lingkungan / Hobi Mikat 7 Tahun Lamanya Dapat Ayam Hutan Konsumsi Keluarga
Hobi Mikat 7 Tahun Lamanya Dapat Ayam Hutan Konsumsi Keluarga
Foto Sah/katakabar.com.
Duri, katakabar.com - Pemenang lomba Mikat Bareng (Mikbar) ayam hutan yang digelar Komunitas Ayam Hutan (KAH) Kecamatan Bathin Solapan sempena memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 tahun 2022 di Desa Buluh Manis, pada Rabu (17/8) cukup unik.
Lomba ini selain terbilang langka kali perdana dilaksanakan di Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis Riau, lokasi dan waktu lomba sangat unik lantaran tidak sama dengan lomba pada umumnya.
Bagi peserta lomba yang berpartisipasi di lomba Mikbar mesti siap bangun sebelum azan subuh berkumandang di masjid dan mushalla, sebab selepas salat berjamaah subuh lomba Mikbar segera dihelat.
Untuk lokasi lomba, kawasan perkebunan sawit dan hutan kecil dekat perkampungan penduduk. Itu sebabnya, peserta lomba orang--orang hang punya keahlian khusus, umumnya petani dan pekebun.
"Saya sudah tujuh tahun lamanya melakoni hobi mikat ayam hutan. Lantaran saya tinggal di Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir, saya biasa mikat di kawasan perkebunan dekat kampung. Tidak cuma di situ, pernah mikat di daerah Libo, Buluh Manis bahkan pernah ke daerah Bunga Raya," ujar juara 1 lomba Mikbar yang dihelat Komunitas Ayam Hutan (KAH) Kecamatan Bathin Solapan, Junaedi kepada katakabar.com selepas menerima hadiah dan sertifikat dari panitia lomba.
Mikat ayam hutan kata Junaedi tidak mudah, terkadang dapat dan terkadang tidak ada sama sekali. Saat mikat mesti sabar dan ikhlas bila tidak ayam hutan tidak dapat. Itu tadi, tidak mudah mikat ayam hutan.
"Saya sudah tujuh tahun lamanya melakoni hobi mikat ayam hutan ini, paling banyak baru dua ekor ayam hutan, dan kebanyakan saat mikat cuma dapat satu ekor ayam hutan," cerita Junaedi polos.
Menurut Junaedi, ayam hutan yang dapat dari hasil mikat cuma bisa buat dikonsumsi keluarga. Kalau hasil mikat ayam hutan dijual belum pernah, sebab kurang bernilai ekonomis. Apalagi belum banyak masyarakat punya peternakan ayam hutan, Alhamdulilah mesti satu dan dua ekor ayam hitam dapatnya pas mikat bisa dikonsumsi keluarga.

Gimana rasa ayam hutan saat dimasak dengan digoreng atau digulai? Rasanya enak tak jauh beda dengan ayam kampung pada umumnya, jelas Junaedi sambil tertawa.
Diketahui, Komunitas Ayam Hutan (KAH) Kecamatan Bathin Solapan menggelar Mikat Bareng (Mikbar) sempena memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 77 tahun 2022.
Lomba ini diinisiasi Kepala Dusun Desa Buluh Manis, Idrus, yang disponsori Sukardi perwakilan dari PT Subayang Serantau Sejahtera.
Sebanyak 85 orang peserta dari empat kabupaten, yakni Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Siak mengikuti lomba Mikbar.
Perwakilan PT Subayang Serantau Sejahtera, Sukardi tak sangka lomba Mikbar Ayam Hutan dapat sambutan positif dari peserta. Sukardi berjanji bakal melestarikan lomba Mikbar Ayam Hitam ini ke depan. Tujuannya sangat positif menjaga keseimbangan dan menanamkan rasa cinta masyarakat terhadap lingkungan sekitar terutama perkebunan dan hutan.
"Saya tak menyangka lomba Mikbar Ayam Hutan sangat antusias dari peserta. Ke depan lomba ini bakal terus digalakkan dengan meningkatkan hadiah bagi para pemenang lomba," sebut Sukardi singkat.
Berikut pemenang lomba Mikbar Ayam Hutan sempena HUT Kemerdekaan RI ke 77 tahun 2022, yakni juara 1 diraih Junaedi dari Desa Muara Basung, juara 2 diraih Naga Bonar dari Dalu Dalu dan juara 3 diraih Sisu.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
HUT Kemerdekaan RI ke 77 Mandau
Drumband dan Tarian Gemulai Siswa SMAN 9 Mandau Hipnotis Peserta Upacara
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 77
DPRD Dapil Mandau Hadir, Syaiful Ardi: Tetap Jaga Kekompakan Kedepan
Rayakan HUT Kemerdekaan RI ke 77
Komunitas Ayam Hutan Baso Gelar Lomba Mikat Bareng di Buluh Manis








Komentar Via Facebook :