https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Sawit / Isu UE Soal Keberlanjutan Sawit, BPDP Tangkis dengan Pemanfaatan Biochar dari Tankos

Isu UE Soal Keberlanjutan Sawit, BPDP Tangkis dengan Pemanfaatan Biochar dari Tankos


Jumat, 26 September 2025 | 16:00 WIB  

Editor : Sahdan
Isu UE Soal Keberlanjutan Sawit, BPDP Tangkis dengan Pemanfaatan Biochar dari Tankos

Foto: Istimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 41283 | Artikel Judul: Isu UE Soal Keberlanjutan Sawit, BPDP Tangkis dengan Pemanfaatan Biochar dari Tankos | Tanggal: Jumat, 26 September 2025 - 16:00

Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya menjawab isu-isu keberlanjutan selalu dicuatkan Uni Eropa kepada perkebunan kelapa sawit Indonesia. Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, menegaskan pemanfaatan biochar dari tandan kosong kelapa sawit oleh petani untuk penyubur tanaman.

Senior Analis Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Anwar Sadat, menjelaskan, biochar arang aktif dengan kandungan karbon yang cukup tinggi sehingga sangat ramah lingkungan lantaran berasal dari bahan-bahan organik.

"Jadi, dengan penggunaan biochar ini sebagai salah satu upaya kita menjawab isu-isu keberlanjutan yang digaungkan Uni Eropa terhadap sawit kita," kata Anwar, lewat keterangan resmi di Jakarta, dilansir dari laman ANTARA, Jumat (26/) sore.

Salah satu fungsi biochar, ulas Anwar, bisa mengikat hara dan air yang sangat bermanfaat bagi tanaman sawit, sehingga penggunaannya bisa mengurangi pemakaian pupuk kimia yang saat ini harganya sangat mahal.

"Penggunaan biochar bakal mengurangi biaya pemupukan," jelasnya ketika saksikan kegiatan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat atau Aspekpir praktikkan pembuatan biochar di Desa Bumi Kencana, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Menurur data PASPI, sebut Anwar, satu ton tandan buah segar atau TBS bisa menghasilkan sekitar 22 persen tandan kosong kelapa sawit. Sehingga ini jadi potensi yang besar untuk dijadikan bahan baku pembuatan biochar.

"Tinggal nanti Aspekpir bisa melakukan kerja sama dengan pabrik kelapa sawit atau PKS untuk mendapatkan tandan kosong tersebut untuk dijadikan bahan baku biochar," ucapnya.

Di kegiatan itu BPDP mengapresiasi Aspekpir yang terus melakukan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi petani kelapa sawit sekaligus mempromosikan biochar kepada petani.

Ketua Umum Aspekpir Setiyono mengatakan, kegiatan yang melibatkan 110 petani sawit anggota Aspekpir di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan diharapkan mereka bisa membuat biochar secara mandiri karena bahan bakunya yakni tandan kosong sawit sangat melimpah.

Menurutnya, kelapa sawit yang ditanam di Kecamatan Sungai Lilin saat ini sudah satu siklus sehingga tingkat kesuburannya mulai berkurang, oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah.

"Salah satunya dengan mengaplikasikan biochar dari tandan kosong sawit yang banyak tersedia di sekitar kita," beber Setiyono yang transmigran dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu.

Sementara, praktisi pengguna biochar Arif Firmansyah menimpali, biochar memiliki nilai ekonomis, dan menjadi produk yang layak dipasarkan oleh siapa saja yang mampu memproduksi.

"Apalagi kebutuhan terhadap biochar tidak hanya terbatas pada individu atau perorangan atau kelompok tani, tapi rumah tangga, komunitas hingga perusahaan perkebunan," tuturnya.

Pembuatan biochar di Indonesia terus berkembang, sambungnya, baik yang skala kecil hingga pabrik berskala besar. Ini menunjukkan potensi biochar sebagai produk bernilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan oleh siapapun.
"Petani kelapa sawit punya peluang untuk memanfaatkan biochar sebagai produk yang layak dipasarkan di sekitar tempat tinggal maupun pasar yang lebih luas,” terangnya.

www.katakabar.com | Artikel ID: 41283 | Artikel Judul: Isu UE Soal Keberlanjutan Sawit, BPDP Tangkis dengan Pemanfaatan Biochar dari Tankos | Tanggal: Jumat, 26 September 2025 - 16:00

TOPIK TERKAIT

# Tangkis# Isu# UE# Keberlanjutan# Sawit# BPDP# Pemanfaatan# Biochar# Tankos
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sawit

    Genjot Produktivitas, RPN Latih Pekebun Labusel Teknis Budidaya Sawit

    Jumat, 26 Sep 2025 | 14:53 WIB
  • Sawit

    Gabungan Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Pastikan Status Lahan Sitaan Satgas PKH

    Kamis, 25 Sep 2025 | 20:30 WIB
  • Sawit

    Kelapa Sawit Tanaman Penyerap Karbon Terbaik di Dunia

    Kamis, 25 Sep 2025 | 18:35 WIB
  • Sawit

    Tanaman Tanpa Sampah, Seluruh Bagian Kelapa Sawit Bermanfaat

    Kamis, 25 Sep 2025 | 15:13 WIB
  • Sawit

    Antara Kelapa Sawit, Perjanjian IEU-CEPA dan Babak Baru Hubungan Dagang

    Kamis, 25 Sep 2025 | 13:35 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :