Home / Pendidikan / Janji Amril di Kelas Papan Seberan
Janji Amril di Kelas Papan Seberan
suasana di ruang papan seberan saat anak-anak belajar. foto. sahdan
Bathin Solapan (katakabar) - "Bukankah engkau telah berjanji Kita jumpa di sini Datanglah...kedatanganmu kutunggu", Lirik lagu Ridho Roma berjudul 'Menunggu' itu pas disematkan kepada Amril Mukminin, Bupati Bengkalis.
Sebab dua tahun lalu, waktu mau mencalonkan diri, suami Kasmarni itu pernah memakai halaman SDN 028 kelas jauh Dusun Lubuk Linong Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan tempat kampanye. SD yang hanya punya 4 ruang belajar yang kesemuanya terbuat dari papan seberan yang sudah usang.
Dalam ingatan Kepala Dusun Lubuk Linong, Karshadi, masih jelas terbayang peristiwa kampanye itu. "Di sinilah acara sosialisasi itu," katanya kepada katakabar.com sambil menunjuk ke lapangan itu, dua hari lalu.
Lepas sosialisasi, cerita Karshadi, Amril malah sempat melongok sudut-sudut bangunan itu. Raut wajahnya kala itu prihatin dan akhirnya mengatakan kelak akan membangun SDN 028 kelas jauh itu, jika dia terpilih menjadi Bupati Bengkalis.
Setelah hampir dua tahun menjadi Bupati, Amril belum juga nongol ke sana. Sampai berita ini dipublish, belum jelas apa alasan Amril kenapa sampai selama itu Amril belum juga menepati janjinya.
Padahal, entah sudah berapa lama anak-anak harus menahan derasnya tempias hujan yang merembes dari dinding papan seberan berlubang saat hujan datang.
Uniknya, Kepala Desa Petani, Rasikun justru mengatakan kalau tahun lalu, Pemkab Bengkalis sudah menganggarkan duit untuk membangun kelas jauh itu. Tapi proyek itu gagal direalisasikan lantaran persoalan lahan.
Tanah yang dihibahkan warga untuk lokasi pembangunan sekolah itu katanya bekas kolam yang masih tergenang air saat musim hujan. "Warga sudah menghibahkan tanah seluas 8000 meter persegi untuk lokasi pembangunan sekolah itu. Tapi gimana mau membangun, wong tanahnya kolam," katanya.
Mantan Ketua Inbup Desa Petani ini kemudian cerita kalau lahan pekarangan sekolah yang ada sekarang adalah tanah bekas galian PT Chevron, bukan lahan hibah warga.
Bagi Ketua Satgas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir, R Amran D, mentak anak-anak yang mau sekolah di ruang kelas papan seberan, patut diacungi dua jempol. Apalagi kepada Karshadi dan kawan-kawan yang peduli dengan dunia pendidikan. "Semangat juang anak-anak kampung itu, belum dimiliki oleh para pengambil kebijakan di negeri ini".
Baca: Di Kelas Papan Seberan Karshadi Galau
Sebenarnya kata Amran, semua skeolah di Riau bisa dibikin beralas permadani, sebab Riau kaya raya. "Tapi ape nak cakap, inilah kejadiannye," ujar lelaki ini dengan logat melayunya yang kental.



Komentar Via Facebook :