https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Sumut / Jejak Tabrakan di Selat Malaka: PNTI Temukan 14 Rig Tanpa Navigasi, Nelayan Langkat Terancam

Jejak Tabrakan di Selat Malaka: PNTI Temukan 14 Rig Tanpa Navigasi, Nelayan Langkat Terancam


Minggu, 15 Februari 2026 | 11:24 WIB  

Penulis : Han
Editor : Dedi
Jejak Tabrakan di Selat Malaka: PNTI Temukan 14 Rig Tanpa Navigasi, Nelayan Langkat Terancam

www.katakabar.com | Artikel ID: 43857 | Artikel Judul: Jejak Tabrakan di Selat Malaka: PNTI Temukan 14 Rig Tanpa Navigasi, Nelayan Langkat Terancam | Tanggal: Minggu, 15 Februari 2026 - 11:24

Medan, katakabar.com – Laut Selat Malaka yang selama ini menjadi ladang rezeki nelayan tradisional Langkat kini berubah menjadi kawasan berisiko tinggi.

Investigasi lapangan Perkumpulan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Sumatera Utara mengungkap sedikitnya 14 titik sumur minyak atau tiang rig berdiri di jalur utama pelayaran nelayan di Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

www.katakabar.com | Artikel ID: 43857 | Artikel Judul: Jejak Tabrakan di Selat Malaka: PNTI Temukan 14 Rig Tanpa Navigasi, Nelayan Langkat Terancam | Tanggal: Minggu, 15 Februari 2026 - 11:24

Masalah utama bukan keberadaan rig, melainkan tidak adanya lampu dan rambu navigasi.

“Saat nelayan melaut malam hari, tidak ada tanda sama sekali. Rambu keberadaan sumur nihil,” ujar Ketua PNTI Sumut, Adhan Nur.

Rig bertipe jack-up itu seharusnya memiliki penanda visual mencolok demi keselamatan pelayaran. 

Namun di lapangan, struktur besi tersebut dilaporkan gelap tanpa penerangan, sehingga menjadi ancaman serius, terutama saat cuaca buruk.

Tabrakan kapal nelayan dengan tiang rig disebut bukan kejadian pertama. Kerusakan kapal kayu kerap berujung pada hilangnya mata pencaharian nelayan, khususnya di Kelurahan Beras Basah dan sekitarnya.

PNTI Sumut menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum dan administratif.

“Kami minta setiap rig dipasang lampu layak. Jangan biarkan nelayan bertaruh nyawa,” tegas Adhan.

Humas Pertamina, Wahyu, menegaskan tiang-tiang tersebut bukan aset perusahaan.

Menurutnya, di wilayah Langkat terdapat beberapa perusahaan migas.

“Kalau kami tidak ada rig offshore. Pengeboran kami di daratan semua,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).


PNTI menilai kondisi ini berpotensi melanggar PP No. 17 Tahun 1974 tentang pengawasan eksplorasi dan eksploitasi migas lepas pantai.

Selain itu, standar International Maritime Organization (IMO) A.671(16) mewajibkan:
pemasangan lampu navigasi,
tanda bahaya, penetapan safety zone sekitar 500 meter, serta rambu keselamatan kerja (K3).

Seluruh struktur, baik aktif maupun tidak beroperasi, wajib memiliki lampu isyarat yang terlihat jelas bagi lalu lintas pelayaran.
“Ketentuan itu sudah jelas di PP No. 17 Tahun 1974,” kata Adhan.


Bagi nelayan Pangkalan Susu, tuntutannya sederhana: penerangan yang memadai agar mereka bisa melaut dan pulang dengan selamat.

Tanpa itu, perairan Selat Malaka dikhawatirkan tetap menjadi jebakan gelap bagi nelayan tradisional.***


TOPIK TERKAIT

# Selat Malaka# Nelayan Langkat# DPW PNTI
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Internasional

    Gegara Drone China di Selat Malaka, PKS Singgung Prabowo

    , 04 Jan 2021 | 10:38 WIB
  • Hukrim

    TNI Polri Perkuat Sinergitas di Batas Negeri

    , 13 Jun 2020 | 18:32 WIB
  • Nusantara

    30 Kg Sabu di Selat Malaka

    , 17 Okt 2017 | 07:38 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :