https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Ekonomi / Kena Sanksi, Negara-negara ini Bentuk Blok Anti-Dolar AS

Kena Sanksi, Negara-negara ini Bentuk Blok Anti-Dolar AS


, 28 Agustus 2018 | 01:01 WIB  

Editor : Editor2
Kena Sanksi, Negara-negara ini Bentuk Blok Anti-Dolar AS

www.katakabar.com | Artikel ID: 11814 | Artikel Judul: Kena Sanksi, Negara-negara ini Bentuk Blok Anti-Dolar AS | Tanggal: , 28 Agustus 2018 - 01:01

NEW YORK (katakabar) - Perang ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat terhadap sekitar 12 negara di dunia, bakal menimbulkan perlawanan balik. Washington saat ini telah memberikan sanksi dan tindakan ekonomi terhadap Rusia, Iran, Venezuela, Kuba, Sudan, Zimbabwe, Myanmar, Republik Demokratik Kongo dan Korea Utara. Juga kepada China, Pakistan dan Turki.

Kesal dengan sanksi AS, Rusia pada bulan ini mengajak Turki untuk bergabung ke blok anti-dolar Amerika. Dan mengumumkan agar beberapa negara melakukan perdagangan dengan mata uang masing-masing.

www.katakabar.com | Artikel ID: 11814 | Artikel Judul: Kena Sanksi, Negara-negara ini Bentuk Blok Anti-Dolar AS | Tanggal: , 28 Agustus 2018 - 01:01

 

"Salah satu cara untuk melawan sanksi sepihak ini adalah menggunakan mata uang nasional pada perdagangan bilateral kita," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saat berada di Ankara Turki, awal Agustus 2018, seperti dilansir Forbes.

Dalam proyek Belt and Road, China meminta negara-negara yang bekerja sama untuk bertransaksi tidak dengan dolar AS melainkan menggunakan yuan. Pakistan dan Iran dikabarkan bersedia melakukan hal tersebut.

Seruan untuk tidak menggunakan dolar AS, terus digulirkan oleh China dan Rusia. Bahkan, dalam pertemuan BRICS (Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan) pada Juli lalu di Johannesburg, Afrika Selatan, BRICS mengajak Turki, Jamaika, Indonesia, Argentina dan Mesir untuk melawan hegemoni dolar AS. Mereka menyebutnya 'BRICS Plus' dengan tujuan mereduksi greenback.

 

"Sanksi AS membuat kebangkitan anti-dolar bisa menjadi lebih kasar dan lebih cepat dari prediksi kebanyakan ekonom," ujar Gal Luft, co-director of the Institute for the Analysis of Global Security dan senior advisor to the United States Energy Security Council dalam tulisannya kepada CNBC, Senin (27/8/2018).

Dolar Amerika Serikat sendiri menjadi mata uang dunia seiring Perjanjian Bretton Woods di New Hampshire, AS pada 1944. Meski sempat mendapat perlawanan dari Prancis dan Spanyol, yang menukarkan dolar AS dengan emas sehingga membubarkan sistem Bretton Woods. Namun pada 1971, Presiden AS Richard Nixon mengeluarkan dekrit, dimana dolar AS tidak lagi dijamin dengan emas. Pada titik ini, berlaku sistem baru yang disebut dengan floating exchange rate, dimana dolar tetap menjadi mata uang internasional untuk mengukur cadangan devisa negara-negara di dunia.

Pada 1973, Presiden Nixon secara sepihak memutuskan dolar AS menggantikan standar emas dan meyakinkan Arab Saudi dan negara-negara OPEC lainnya untuk menjual minyak mereka dengan menggunakan dolar AS. Ini membuka jalan bagi sisa komoditas lainnya untuk diperdagangkan dalam dolar juga. Peraturan ini menciptakan permintaan yang terus meningkat terhadap greenback, yang pada akhirnya membuat ekonomi Negeri Abang Sam menjadi terus berkembang hingga sebesar sekarang.

Untuk melawan hegemoni dolar AS, China membeli minyak dari Angola, gas dari Rusia, batu bara dari Mongolia dan kedelai dari Brasil, dengan mata uangnya sendiri.
Rusia dan China telah sepakat mentransaksikan sebagian dari perdagangan energi mereka dalam yuan. China kini mendorong Arab Saudi untuk menerima yuan sebagai transaksi perdagangan mereka. Salah satunya dengan membuat acuan minyak berjangka, Shanghai International Energy Exchange, patokan minyak mentah non dolar pertama.

Sementara itu, Bank Sentral Rusia mempertimbangkan untuk menggunakan mata uang digital alias cryptocurrency sebagai pengganti dolar AS dalam perdagangan. 

"Di tahun-tahun mendatang, dolar AS akan menghadapi rentetan serangan dengan tujuan mengikis hegemoninya. Dan pasar perdagangan energi akan menjadi salah satu medan perang utamanya. Jika usaha tersebut berhasil mengalihkan perdagangan komoditas dari dolar AS, maka tidak hanya berdampak pada sistem ekonomi global, juga pada postur ekonomi Amerika. Menggagalkan upaya mereka harus menjadi prioritas nasional utama Washington," tandas Gal Luft.


TOPIK TERKAIT

# Kena Sanksi# Negara-negara ini Bentuk Blok Anti-Dolar AS
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :