Home / Riau / Ketuk Pintu Langit: Saat Ikhtiar Bertemu Doa untuk Pasar Modern
Ketuk Pintu Langit: Saat Ikhtiar Bertemu Doa untuk Pasar Modern
Pasar Modern Rokan Hulu. Foto: Yahya/katakabar.com.
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Jumat pagi, mentarai sapa halaman Pasar Modern Pasir Pengaraian menembus lorong-lorong sendi kehidupan, suasana terlihat berbeda.
Selain riuh tawar-menawar yang terdengar, tetapi lantunan doa yang khusyuk membumbung tinggi ke langit Rokan Hulu.
Di bawah tenda sederhana, Bupati Rokan Hulu, H Anton ST MM duduk bersanding dengan masyarakat dan jajaran pejabat. Momen syukuran dan doa bersama ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk kerendahan hati setelah berbagai upaya maksimal dilakukan untuk menghidupkan kembali "nadi ekonomi" yang sempat lesu.
Bagi banyak orang, pasar hanyalah soal transaksi. Tetapi bagi Anton, Pasar Modern adalah amanah besar yang sedang diperjuangkan nyawanya kembali.
Di Balik Kebuntuan, Ada Kembali Pada Sang Pencipta
Dalam sambutannya yang penuh kejujuran, Anton mengakui pemerintah daerah bersama Perumda Rokan Hulu Jaya (RHJ) telah berupaya keras. Berbagai negosiasi dengan pengusaha, lobi bisnis, hingga upaya mendatangkan calon investor telah dilakukan, namun hasilnya sering kali mentok dan menemui jalan buntu.
"Kita sudah berusaha maksimal secara teknis dan bisnis. Tapi mungkin ada khilaf atau hal yang tak kita sadari, sehingga jalan terasa sempit. Makanya, kita kembali bersyukur dan memohon kepada Allah SWT agar segala sumbat yang ada bisa terbuka," cerita Anton nada rendah hati.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri Ketua DPRD Rokan Hulu, Hj Sumiartini, Pj Sekda, Drs. H Yusmar M.Si, Ketua Baznas, Ustadz Baihaqi, Rektor Rokania, Desmelati, serta unsur TNI, Polri dan masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bukti memajukan ekonomi rakyat adalah tanggung jawab bersama.
Setelah doa dipanjatkan, suasana makin hangat dengan makan bersama. Tak ada sekat antara pemimpin dan rakyat, hanya satu harap yang sama, Pasar Modern harus kembali berjaya.
Transformasi Perumda RHJ: Tak Hanya Pasar, Tetapi 'Mesin Uang' Daerah
Di momentum bersejarah ini, Direktur Perumda RHJ, Imran Tambusai, memaparkan visi besarnya. Ini adalah syukuran pertama yang digelar di lingkungan BUMD tersebut selama 25 tahun berdiri.
Perumda RHJ kini tak lagi terpaku hanya pada pengelolaan pasar. Mereka mulai menggurita ke berbagai sektor produktif untuk menjadi tulang punggung ekonomi daerah:
- Batik Rokan Hulu: Melestarikan budaya sekaligus komoditas ekonomi.
- PIC Sepeda Motor: Unit usaha jasa yang mulai berkembang pesat.
- Rokan Hulu Pangan Mandiri: Inovasi baru untuk menekan inflasi dan memutus rantai monopoli harga dengan menghadirkan pasar murah hingga ke desa-desa.
Yang mengejutkan, di bawah kepemimpinan Imran yang baru berjalan setahun, kondisi finansial BUMD ini justru menunjukkan performa gemilang dan menjadi sumber pendapatan yang nyata bagi daerah.
"Harapan kita semua, ke depan Pasar Modern ini bukan hanya megah secara fisik, tapi benar-benar hidup dan menjadi pusat perdagangan yang menyejahterakan rakyat," jelas Imran penuh optimisme.
Kini, warga menaruh asa besar. Semoga dengan bersatunya ikhtiar manusia dan ridho Ilahi, Pasar Modern Pasir Pengaraian kembali riuh, makmur, dan membawa berkah bagi semua.








Komentar Via Facebook :