Home / Ekonomi / Komisi II DPRD Pelalawan Panggil 12 Perusahaan Cuma 2 Datang
Kurang Peduli Masyarakat Sekitar
Komisi II DPRD Pelalawan Panggil 12 Perusahaan Cuma 2 Datang
Foto Adi/katakabar.com
Pelalawan, katakabar.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan panggil sebanyak 12 perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Bandar Seikijang, pada Senin (16/8).
Pemanggilan perusahaan-perusahaan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Pelalawan, berdasarkan pengaduan masyarakat Desa Kiyap Jaya lantaran minimnya perusahaan berkontribusi ke Desa sekitar.
Selain itu, perusahaan-perusahaan tersebut kurang peduli dengan masyarakat sekitar dan jarang pula salurkan bantuan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR).
RDP Komisi II DPRD Pelalawan dipimpin Sukardi, dihadiri anggota Komisi II DPRD Pelalawan, Yulmida, Robinhut, Sunardi, Charles, dan masyarakat mewakili PJ Kades dan Sekdes Desa Kiyap Jaya, serta 2 perusahaan berlangsung cukup alot.
"Sebagai perpanjangan tangan masyarakat dari perusahaan, salah satu PT PNPM sudah kita surati dan bisa hadir meski diwakli Dandrunya. Sedang, perusahaan lainnya yang diundang tidak hadir," kata Yulmida rada kesal merasa tak dihargai.
Politisi partai Golkar ini menjelaskan, saya sudah berapa kali komunikasi. Kami merasa tidak dianggap. Kesenjangan manjadi polemik, sebab masyarakat tidak mendapatkan CSR, pemberdayaan masyarakat sekitar kurang, penyampaian dengan kita belum di ACC pimpinan perusahaan. Kalau ini berlarut kemitraan kita terganggu. Kita merasa Undang Undang Nomor 40 tentang Corporate Social Responbility (CSR) dikangkangi, tegasnya.
PJ Kepala Desa Kiyap Jaya, dari catatan kami ada berapa perusahaan peduli, tapi banyak yang tak peduli. Salah satunya PT PNBM janji bantu moubiler, tapi sudah 3 tahun belum terealisasi. Padahal Desa Kiyap Jaya penduduk terbanyak di Kecamatan Seikijang, tapi kontribusi perusahaan sama sekali tidak ada
Pimpinan rapat Sukardi sayangkan rapat ini setelah diundang tidak hadir. Hal-hal sepele, perusahaan sudah dijanjikan tidak terealisasi, seperti pagar mesjid saja tidak bisa, gimana membangun lokal sekolah, kita tidak paksa setidaknya ada bantuan.
Thamrin, tidak menampik
Mewakili cuma
Dandru PT PNBM, Thamrin hadir PT PNBM menimpali, pimpinan tak bisa hadir lantaran mendampingi pimpinan yang lebih tinggi datang dari Medan dan Jambi.
"Program CSR perusahaan ada, tapi mungkin kurang, seperti menjanjikan pintu air, moubiler, renovasi masjid ada barangkali belum terealisasi. Bantuan bakal diberikan mungkin pada tahun 2022 nanti," sebutnya.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
GVP Suku Pedalaman Sakai
Johan: Masyarakat Sakai Siap Dukung dan Sukseskan Vaksinasi








Komentar Via Facebook :